Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10194

Diperkirakan 917 Ribu Jiwa Tewas karena Dampak Tak Langsung Covid-19

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa secara langsung, tapi juga tidak langsung. Unicef memperkirakan 917 ribu nyawa ibu dan anak-anak melayang dalam 12 bulan ke depan di Asia Selatan. Sebanyak 881 ribu di antaranya balita.

Mereka tewas bukan karena ter tular Covid-19. Melainkan karena tidak mendapatkan imunisasi, nutrisi yang memadai, dan layanan kesehatan lainnya. Banyak negara maupun lembaga yang mengalihkan anggaran bantuan untuk kegiatan tersebut ke penanganan Covid-19.

“Efek samping pandemi di Asia Selatan telah menghancurkan anak-anak dalam berbagai cara,” ujar Direktur Regional Asia Selatan Unicef, Jean Gough, dalam laporan yang dirilis, Selasa (23/6).

Mayoritas kematian bakal terjadi di India dan Pakistan. Bangladesh serta Afghanistan juga bisa mengalami hal serupa. Sebagai contoh, setidaknya 1,5 juta anak-anak di Uttar Pradesh, India, tidak menjalani vaksinasi karena pemerintah menerapkan lockdown nasional.

Pendapatan yang menurun dan perekonomian yang terpuruk juga berdampak pada kemampuan finansial tiap keluarga untuk memberikan makanan yang bergizi, pemeriksaan kesehatan, dan pendidikan.

Dilansir Agence France Presse, hampir 258 juta anak-anak tidak memiliki akses pendidikan pada 2018 karena faktor kemiskinan. Mayoritas ada di negara-negara Asia Selatan, Asia Tengah, dan Sub-Sahara Afrika. Pandemi Covid-19 memperparah situasi yang sudah ada tersebut. Sebab, 90 persen populasi siswa di dunia harus belajar di rumah karena sekolah-sekolah ditutup.

Situasi tersebut tidak bermasalah bagi anak-anak dari keluarga mampu. Mereka bisa tetap sekolah via daring dari rumah dengan menggunakan laptop, telepon genggam, dan akses internet yang kencang. Namun, jutaan lainnya tidak mampu melakukannya. Sebab, mereka tinggal di area perdesaan, bahkan pedalaman yang belum terjangkau internet. “Tanpa tindakan segera, Covid-19 bisa menghancurkan harapan dan masa depan seluruh generasi,” tegas Gough.

Dirjen UNESCO Audrey Azoulay meminta tiap negara belajar dari masa lalu. Termasuk ketika ebola mewabah. Yaitu, krisis kesehatan bisa membuat banyak pihak tertinggal. Terutama remaja putri di negara-negara miskin yang berakhir dengan tidak pernah kembali ke sekolah.

Sementara itu, Afrika Selatan akan melakukan uji coba vaksin pekan ini. Vaksin yang dikembangkan Oxford Jenner Institute itu adalah yang pertama berhasil memasuki fase uji coba di Benua Afrika. Vaksin bernama ChAdOx1 nCoV-19 tersebut sudah dievaluasi di Inggris dan ada 4 ribu partisipan yang setuju untuk menjadi relawan percobaan.

“Relawan pertama akan divaksin pekan ini,” bunyi pernyataan Profesor Vaksinologi University of Witwatersrand (Wits) Shabir Madhi. (*/sha/c19/dos)

Warga Unjuk Rasa Tolak Kedatangan 500 TKA

0

batampos.co.id – Unjuk rasa penolakan terhadap kedatangan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di PT VDNI dan PT OSS di Morosi Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga Selasa (23/6) malam berlangsung ricuh. Massa melampiaskan rasa kekecewaannya akibat tidak menemukan seorang pun TKA yang melintas di Simpang Empat Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Akibat pengunjuk rasa melemparkan batu dan kayu ke arah petugas kepolisian, pihak keamanan menyemprotkan water canon dan menembakkan gas air mata ke arah massa pengunjuk rasa. Petugas Kepolisian memperingatkan massa pengunjuk rasa agar membubarkan diri, namun imbauan tersebut tidak diindahkan masa dan berupaya melemparkan batu dan kayu ke arah polisi.

Petugas kepolisian mendesak mundur ratusan orang yang melakukan unjuk rasa menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA di simpang empat Desa Ambaipua, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6). Polisi mendesak mundur pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata dan water canon karena massa aksi sempat melemparkan batu dan kayu ke arah polisi.

Para pengunjuk rasa yang menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA), di simpang empat menuju Bandara Haluoleo di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, akhirnya membubarkan diri pada Rabu (24/6) dini hari.

Sebelumnya, para massa aksi melakukan sweeping pada setiap kendaraan, khususnya roda empat yang keluar dari bandara, untuk memeriksa setiap penumpang, apakah memuat TKA atau tidak. Massa yang melakukan unjuk rasa menolak kedatangan 500 orang tenaga kerja asing yang akan bekerja membangun smelter di PT DNI dan OSS Morosi Kabupaten Konawe dimulai sejak Selasa (23/6) siang dan berlanjut hingga malam hari.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh menyebutkan, berdasar hasil pantauan pihaknya kepada 156 tenaga kerja asing atau TKA yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari menggunakan visa 312 atau visa tenaga kerja ahli.

Dia telah mengecek visa yang digunakan para TKA secara acak. Dari hasil tersebut, para TKA ini dipastikan menggunakan visa kerja. ”Kami coba mengambil sampling berdasar yang kita inginkan. Mereka menggunakan visa 312. Namun, nanti dicek kembali, karena yang harus menangani ini semua adalah Imigrasi Kendari,” kata Abdurrahman seperti dilansir dari Antara di Bandara Haluoleo pada Selasa (23/6) malam.(antara)

Kuota Haji Terbatas untuk Ekspatriat dan Warga Arab Saudi

0

batampos.co.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, pemerintah Arab Saudi akhirnya memutuskan tetap menyelenggarakan ibadah haji. Namun, terbatas hanya untuk warga setempat dan ekspatriat yang tinggal di Saudi.

Itu pun dengan kuota hanya sekitar sepuluh ribu kursi. Jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kuota normal yang di atas 3 juta.

Pengumuman itu disampaikan Arab Saudi Senin malam atau kemarin dini hari waktu Indonesia. ’’Rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah kami terima,’’ kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumal, Selasa (23/6).

Dalam pemberitahuan resminya, Arab Saudi menjelaskan bahwa pembatasan haji dilakukan karena mengutamakan keselamatan jamaah. Hingga kini, Saudi memang masih berjuang melawan penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

Menurut data yang dirangkum Worldometer, hingga kemarin total warga yang positif terjangkit virus korona di Saudi mencapai 161.005 orang. Namun, pasien yang sembuh juga banyak. Yakni, 105.175 orang. Sedangkan korban Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 1.307 orang.

Dalam pemberitahuan resminya, otoritas Saudi menyebutkan bahwa jamaah haji ditetapkan terbatas. Yakni, hanya untuk warga Saudi dan warga negara asing dari negara mana saja yang saat ini berdomisili di Saudi. Orang seperti itu dikenal dengan sebutan mukimin. Pemerintah Saudi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memastikan pelaksanaan haji berlangsung aman dan sehat.

Otoritas Saudi juga menegaskan bahwa jamaah yang diizinkan melaksanakan haji harus tetap menjalankan protokol kesehatan. ’’Keputusan ini berasal dari kepedulian terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung dua masjid suci (Masjidilharam dan Masjid Nabawi, Red),” paparnya.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur mengapresiasi keputusan pemerintah Arab Saudi. ’’Mereka mengedepankan sikap kehati-hatian untuk menjaga keamanan dan keselamatan para tamu Allah,’’ jelasnya. Menurut dia, dengan diperbolehkannya ekspatriat atau WNA di Saudi tetap berhaji, itu berarti sudah mewakili umat Islam di penjuru dunia.

Dia juga berharap keputusan Saudi tersebut menjadi perhatian para pengelola hotel, apartemen transit, konsumsi, transportasi, dan maskapai. Sebab, sejumlah travel haji khusus atau penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) telah membayar deposit ke penyedia layanan-layanan itu. Firman berharap para penyedia layanan tersebut segera melakukan refund atau pengembalian dana yang sudah disetor para pengusaha travel.

Sampai kemarin AMPHURI belum menghitung berapa dana yang sudah disetor anggotanya sebagai deposit atau down payment (DP) kontrak penyelenggaraan haji khusus.

Seperti diketahui, sejumlah PIHK yang langganan memberangkatkan jamaah haji khusus dalam jumlah besar melakukan kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan di Saudi. Tujuannya, ketersediaan layanan mereka terjamin dan bisa negosiasi harga.

Pada bagian lain, anggota Komisi VIII DPR Sungkono bisa memaklumi kebijakan pemerintah Arab Saudi. Karena yang diberi izin untuk melaksanakan ibadah haji adalah mereka yang tinggal di Tanah Suci, dia berharap WNI yang tinggal di negara tersebut bisa tetap diberi izin menjalankan ibadah haji.

Politikus PAN itu mengatakan, dalam situasi pandemi, pemerintah Arab Saudi yang paling mengetahui bagaimana mengatur pelaksanaan haji tahun ini. Tentu, kata dia, masih banyak kemungkinan yang akan terjadi. Bisa saja Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru lagi. Misalnya, memberikan izin bagi masyarakat di Indonesia berhaji.

’’Bisa saja memberikan kuota haji untuk Indonesia,’’ tuturnya. Tentu, lanjut dia, kuota akan menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Legislator asal Dapil Jatim I tersebut mengatakan, jika hal itu yang terjadi, pemerintah Indonesia harus mengubah keputusan sebelumnya yang meniadakan pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Menurut dia, keputusan pemerintah bukan harga mati dan bisa diubah jika Arab Saudi membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk berhaji.

Memang, kata dia, tidak mudah melaksanakan haji pada saat pandemi. Tapi, semua harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. ’’Pemerintah akan sedikit repot. Tapi, itu harus dilakukan karena banyak masyarakat yang sudah mengantre untuk pergi haji,’’ papar dia.

Politikus yang juga pengusaha itu menambahkan, pemerintah dan masyarakat Arab Saudi tentu juga membutuhkan pemasukan ekonomi. Sebab, ibadah haji merupakan berkah bagi mereka. Banyak uang yang berputar dalam pelaksanaan haji. ’’Ini juga akan jadi pertimbangan pemerintah Arab Saudi,’’ jelas Sungkono.(jpg)

Pasar Toss 3000 Ditata, Pedagang Jalani Rapid Test

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan melakukan penataan pedagang pasar Tos 3000 selama lima hari setelah merebaknya kasus positif Covid-19 di pasar itu. Penataan dimulai dengan sosialisasi terlebih dahulu, setelahnya baru dilakukan penataan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, menyebut penataan pasar Tos 3000 dimulai Senin 29 Juni mendatang. Penataan lapak pedagang akan menggunakan pola 2B dengan ukuran 2×2 meter. Ukuran ini menyesuaikan dengan total pedagang yang ada di pasar.

”Kami hanya mengukur saja, kalau bagian yang mengatur pedagang itu urusan pengelola,” kata Gustian Riau, Selasa (23/6).

Proses penataan pasar mengalami penundaan, karena menentukan jadwal kesepakatan antara pengelola, pedagang, dan personel yang nanti akan turun membantu penataan. Minggu ini, tim mulai menggelar sosialisasi kepada pedagang.

”Jadi akan ditata per blok. Hari pertama kita akan tata blok A dan B. Begitu selanjutnya. Penataan ini membutuhkan waktu lima hari karena bertahap,” ujarnya.

Penataan hari pertama akan langsung bersamaan dengan kegiatan rapid test pedagang oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Nantinya, ada 500 pedagang di blok tersebut yang akan dites. ”Penataan ini akan menjadikan pasar sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, termasuk jarak hingga pintu out (keluar) dan in (masuk). Jadi, akses masuk pasar dibatasi,” jelasnya.

Diketahui, setelah munculnya 13 kasus Covid-19 di Pasar Toss 3000 Jodoh, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan menutup pasar terbesar di Batam itu selama lima hari. Penutupan ini untuk sterilisasi dan penataan ulang agar sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Sudah disepakati bersama dalam rapat bersama pengelola, puskesmas, Polsek Lubukbaja, Danramil, serta aparat yang akan membantu penataan pasar nantinya,” ujar Gustian Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kamis (18/6).(*/jpg)

 

Banjir Landa Singapura setelah Hujan Deras Mengguyur

0

batampos.co.id – Banjir bandang melanda beberapa bagian di Singapura pada Selasa (23/6) setelah hujan lebat di pagi hari. Sekitar pukul 06.30 pagi, Badan Lingkungan Nasional (NEA) memperingatkan, hujan sedang hingga deras bisa terjadi di sebagian besar wilayah Singapura.

“PUB (Public Utilities Board) mengatakan, banjir bisa terjadi jika hujan deras,” kata NEA di akun Twitter-nya, Selasa (23/6), seperti dikutip dari Channelnewsasia.com, 24 Juni 2020.

Kemudian sekitar pukul 11.00, NEA menyebutkan, hujan yang mengguyur akan terus berlanjut di banyak daerah di Singapura hingga siang hari.

Diberitakan Channel News Asia, dari gambar dan video yang pembaca Channelnewsasia.com kirim terlihat kendaraan menerobos jalan yang banjir atau orang yang mengarungi air setinggi lutut.

Di Upper Changi Road, dekat pos Pemadam Kebakaran Changi, sebuah ambulans dan truk terlihat melaju menerjang banjir. Banjir juga terjadi di beberapa daerah di Bedok, termasuk dekat Kanal Bedok yang terlihat penuh dengan air.

Daerah lain di Singapura juga terkena dampak yang sama, kata PUB, yang mengaktifkan Tim Respon Cepat-nya, menurut laporan The Straits Times. Dalam sebuah pernyataan di Facebook, PUB mengatakan banjir bandang dilaporkan di Jurong Town Hall Road, Opera Estate, persimpangan Bedok North Avenue 4 dan Upper Changi Road, dan New Upper Changi Road.(*/uma)

UTBK SBMPTN Diadakan Dua Gelombang, Mulai 5 Sampai 29 Juli

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) akan berlangsung dalam dua gelombang. Hal tersebut diutarakan oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam.

“Akhirnya kita sepakati bahwa ada dua gelombang,” terang dia melalui telekonferensi pers pelaksanaan UTBK 2020 pada kondisi normal baru, Rabu (24/6).

Gelombang pertama diperkenankan begi para peserta yang sudah berada di kota tempat akan diselenggarakannya UTBK-SBMPTN. Kegiatan itu akan dilaksanakan pada 5 hingga 14 Juli 2020.

“Jika calonnya itu sudah berada di kota tempat akan diselenggarakan (tes UTBK) dan kebetulan tempat tesnya sudah sangat siap, daerahnya juga sudah siap, seluruh ceklisnya (protokol kesehatan) sudah siap dan aman semuanya. Nah itu bisa kita selenggarakan pada tanggal 5 sampai 14 Juli ya gelombang yang pertama,” terang dia.

Untuk gelombang kedua, akan diperuntukkan bagi peserta yang belum berada di lokasi tempat tes diselenggarakan. Tes tersebut akan dilaksanakan pada 20 hingga 29 Juli 2020.

“Sekarang masih tinggal di kotanya sendiri dan tidak bisa atau sulit untuk bisa meninggalkan kota/kabupaten-nya dan mengandung risiko yang tinggi (penyebaran Covid-19) maka akan kita layani antara 20 sampai 29 Juli gelombang kedua,” ujar Nizam.

Kata dia, dengan adanya dua gelombang tersebut, tidak perlu ada transportasi lintas provinsi dari kawasan yang berbahaya ke daerah yang lain. Pasalnya, hal itu pun juga akan memakan waktu bagi para peserta, sebab di masing-masing wilayah menerapkan karantina 14 hari bagi pendatang yang masuk.

“Nanti kan tidak akan bisa mengikuti tes dengan baik, malah sibuk karantina diri saya,” tutup dia.(jpg)

Laju Penyebaran Covid-19 di Batam Melambat

0

batampos.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, dalam dua hari terakhir ada penambahan 12 pasien Covid-19 sembuh. Kabar positif ini tak lepas dari kerja keras semua pihak di Batam. Ini juga sekaligus membuat laju penyebaran Covid-19 di Batam melambat.

“Meski ada tiga positif sehari sebelumnya, namun 12 orang sembuh dua hari terakhir ini kabar baik. Kita patut bersyukur. Mudah-mudahan ke depan makin banyak yang sembuh dan penyebaran terhenti,” kata Tjetjep, di Tanjungpinang, Selasa (23/6).

Penambahan tiga orang sehari sebelumnya (22/6) masuk dalam kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga merevisi jumlah OTG yang terpapar Covid-19 di Provinsi Kepri menjadi 152 kasus. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih bertahan di angka 65 orang. Begitu juga untuk kelompok Orang Dalam Pemantauan (ODP) tetap pada 35 kasus.

“Iya, dengan adanya tambahan 12 yang dikonfirmasi sembuh ini, merevisi daftar sembuh menjadi 197 orang dari 284 kasus yang ada di Provinsi Kepri,” kata Tjetjep.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menambahkan, per 23 Juni 2020 jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersisa 16 orang. Karena dari 12 yang dinyatakan sembuh, dua merupakan pasien yang dirawat. Kemudian pasien yang dilakukan karantina mandiri sebanyak 54 orang sampai saat ini.

“Kita berharap tren penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri terus melambat. Sehingga beberapa waktu ke depan Provinsi Kepri bisa bebas Covid-19. Dari tujuh kabupaten/kota, hanya Anambas dan Natuna yang belum ditemukan adanya penyebaran Covid-19 di sana,” ungkapnya.(*/jpg)

Siswa Baru Tidak Diwajibkan Seragam Baru

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menjelaskan untuk PPDB tahun ini pihaknya telah mengeluarkan edaran agar semua sekolah khususnya tingkat TK, SD dan SMP tidak mewajibkan seragam sekolah bagi siswa baru. Kebijakan itu diambil Pemko Batam mengingat ekonomi masyarakat Batam yang menurun akibat dampak pandemi corona virus disease (Covid-19).

Dengan tidak diwajibkan seragram baru tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat Kota Batam. Saat ini Pemko Batam juga berupaya meminta bantuan kepada pihak-pihak yang mau membantu atau menyumbang seragam bagi calon siswa baru.

“Edaran sudah ada, saya minta semua sekolah tidak diwajibkan siswa baru untuk memakai seragram sampai ekonomi masyarakat Batam norma,” jelasnya.

Rudi menjelaskan, edaran yang dikeluarkannya tersebut menindak lanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat penyebaran Covid-19.

Di mana disebutkan bahwa Dinas Pendidikan dan Sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti Protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.(*/uma)

Kata Doni Taati Protokol Kesehatan Adalah Sebagian dari Ibadah

0

batampos.co.id – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap bawa pandemi virus Korona di tanah air telah usai. Padahal Covid-19 masih merajalela dan angka kematiannya makin tinggi.

“Beberapa di antara mereka mengatakan, kondisi saat ini sudah normal lagi, sehingga mereka merasa Covid-19 ini sudah selesai. Meskipun faktanya, sampai hari ini Covid-19 belum berakhir,” ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (23/6).

Oleh sebab itu, Doni mengatakan, pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.‎

Bahkan Doni juga menegaskan, penerapan pola hidup sehat adalah bagian dari ibadah. Sehingga masyarakat perlu mengingat hal tersebut.

“Senantiasa harus kita kampanyekan setiap detik, setiap saat, kita sampaikan pesan kepada masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan adalah ibadah,” katanya.

Lebih lanjut, Doni menuturkan, jika masyarakat disiplin menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan. Maka itu bisa menekan angka penyebaran virus Korona di tanah air. Sehingga protokol kesehatan adalah kunci terhidar dari virus Korona.

“Karena kalau protokol kesehatan ini bisa disampaikan dan rakyat mau menuruti, maka bisa menghindari risiko tertular,” ungkapnya.

Doni juga mengaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengandeng banyak pihak. Hal itu dilakukan supaya membantu pemerintah untuk melakukan sosialiasi protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 ini.

“Kami sudah MoU dengan MUI, dan juga ke depan akan melakukan kerja sama dengan organisasi keagamaan. Kami harapkan keterlibatan tokoh agama dan tokoh budaya bisa menjadikan masyarakat menjadi patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.(jpg)

Airlangga Minta Perbaikan Kartu Prakerja, KPK Berikan Rekomendasi

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, perbaikan program Kartu Prakerja atas permintaan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. KPK menyambut baik untuk memberikan rekomendasi perbaikan, agar program Kartu Prakerja bisa berjalan dengan baik di masa depan.

“Pada 6 Mei 2020 Menko Perekonomian bersama PMO dan kementerian terkait mendatangi KPK memaparkan secara rinci tentang Program Kartu Prakerja dan membuka ruang untuk KPK melakukan perbaikan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Ipi menyampaikan, KPK berkomitmen untuk mengawal realokasi anggaran penanganan pandemi Covid-19 baik di pusat maupun daerah, mengingat anggaran yang dialokasikan pemerintah signifikan. Di antaranya anggaran untuk jaring pengaman sosial, termasuk di dalamnya bantuan sosial (bansos).

Ipi menyebut, program Kartu Prakerja pada awalnya di desain dalam kondisi normal sesuai Perpres Nomor 36 Tahun 2020. Namun di masa pandemi ini kemudian diubah menjadi semi bansos dengan anggaran Rp20 triliun untuk 5,6 juta target peserta.

“KPK tidak terlibat sejak awal program ini disusun hingga kemudian bergulir. Kami juga tidak terlibat dalam pembuatan aturan, desain dan mekanismenya. Namun, kami mendengar suara masyarakat terkait pendaftaran yang tidak memenuhi syarat, maupun mereka yang mendaftar bukan target utama program kartu prakerja,” beber Ipi.

Ipi menuturkan, KPK dalam pertemuan dengan Menko Prekonomian Airlangga memaparkan rekomendasi atas kajian Program Kartu Prakerja dalam rapat bersama Kemenko Perekonomian dan sejumlah pemangku-kepentingan terkait lainnya pada 28 Mei 2020. Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah hal sebagai langkah untuk melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KPK.

“Saat ini Menko Perekonomian sedang melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KPK yang meliputi regulasi maupun tata laksana program Kartu Prakerja,” tukas Ipi.(jpg)