Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 10252

Pengusaha Siapkan 120 Ribu Paket Sembako untuk Warga Batam

0

batampos.co.id – Pengusaha Batam melalui program Donasi Beras Covid-19, mengumpulkan donasi sebanyak 120 ribu paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Batam yang membutuhkan. Pendistribusian paket sembako itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kepedulian semua pihak dalam aksi kemanusiaan tersebut,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Minggu (26/4).

Rencananya, paket-paket tersebut akan mulai didistribusikan pada pekan kedua Ramadan. Saat ini, semua relawan sedang sibuk mempersiapkan dan mengepak paket-paket sembako tersebut.

”Kami juga sangat berterima kasih kepada ratusan relawan yang datang dari berbagai kalangan, yang dengan semangat membantu kami,” ucapnya.

Relawan membantu packing sembako yang akan didistribusikan bagi masyarakat Batam yang membutuhkan mulai pekan kedua
Ramadan. (istimewa)

Adapun, relawan tersebut berasal dari Maha Vihara Duta Maitreya Batam Center, Keluarga Besar Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti (PKTM), Ikatan Keluarga Besar Banyumasan, relawan gereja, resimen mahasiswa, dan perkumpulan-perkumpulan Tionghoa yang turut membantu namun tak bisa disebut satu per satu. ”Semangat mereka sungguh luar biasa,” kata Cahya.

Saat ini, tim juga tengah membahas daftar calon penerima paket sembako yang akan diprioritaskan lebih dulu, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.

”Karena kami sadar, paket ini juga belum cukup sebenarnya. Karenanya, kami ingin disalurkan ke tempat yang tepat sasaran dan warga yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dengan kondisi yang ada di tengah pandemi Covid-19. ”Bagi masyarakat yang benar-benar butuh bantuan sembako, nanti kami akan membuka peluang untuk penyaluran sembako tersebut,” tutupnya.(rna)

Semakin Disiplin, Semakin Cepat Wabah Covid-19 Berakhir

0

batampos.co.id – Bertepatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, peringatan hari tersebut berfokus pada pemutusan rantai penyebaran virus korona atau Covid-19. Ini karena masih belum terkendalinya penyebaran virus korona baru (Covid-19).

“Kegiatan hari Kesiapsiagaan Bencana di tahun 2020 tetap dilaksanakan dengan kegiatan yang berfokus pada pemutusan rantai penyebaran Covid-19, yaitu dengan tetap di rumah saja,” kata Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Minggu (26/4).

Doni tak henti-hentinya meminta masyarakat untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah. Mulai dari bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Menurutnya, untuk dapat memutus rantai penularan virus yang berasal dari Kota Wuhan itu, masyarakat diminta untuk tetap jaga jarak, menghindari kerumunan dan menggunakan masker. Selain itu, yang terpenting, masyarakat harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta tidak menyentuh mata, hidung dan mulut.

“Jadikanlah bulan suci Ramadan 1441 Hijriah ini sebagai momen untuk memutus mata rantai Covid-19,” harap Doni.

Doni pun mengajak masyarakat untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Karena itu, semakin disiplin, maka pandemi akan segera berakhir.

“Cepat atau lambatnya pandemi covid ini tergantung dari tingkat kepatuhan kita dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semakin disiplin, semakin cepat wabah berakhir,” urai Doni.

Doni pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik ataupun berkumpul dalam bentuk apapun. Hal ini semata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Apabila dilaksanakan dengan baik, anda sudah menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.(jpg)

Bertambah, Kini di Kepri Ada 57 Pasien Covid 19

0

batampos.co.id – Di Kota Tanjungpinang jumlah pasien positif Covid-19 juga bertambah dua orang. Hal ini dibenarkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

“Iya, daftar positif Covid-19 di Provinsi Kepri per 26 April 2020 terjadi penambahan tiga
kasus, dua di Tanjungpinang dan satu di Batam. Dengan adanya tambahan tersebut,
secara keseluruhan untuk lokal ada 57 kasus yang tersebar di empat kabupaten/kota,” ujar Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Minggu (26/4/2020).

Jika digabung dengan jumlah pasien yang positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus In-
feksi Covid-19 Galang, Batam, di Provinsi Kepri tercatat ada 86 kasus.

Dia menjelaskan, untuk kasus lokal saat ini ada 26 pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sedangkan 14 lainnya dilakukan karantina terpisah.

Tjetjep juga menyampaikan update mengenai data-data yang berkaitan dengan Covid-19.

Disebutkannya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampai Minggu (26/4/2020)
tercatat sebanyak 286 orang yang tersebar di enam Kabupaten, kecuali Lingga.

”Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.091 orang atau meningkat
33 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 104 orang dan menjadi 1.872,” jelasnya.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, untuk kasus sembuh belum terjadi penambahan, yakni masih tercatat 9 kasus yang tersebar di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun.

Sedangkan kematian 8 kasus yang terjadi di Tanjungpinang dan Batam.

“Sedangkan jumlah warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 sebanyak 80 orang. Sampai sejauh ini belum ada terlihat ditemukan adanya klaster baru, baik di Tanjungpinang maupun Batam,” jelasnya lagi.

Ia berharap, demi mencegah jangan sampai terjadinya penyebaran baru atau klaster  yang baru, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan imbauan pemerintah.

Ia yakin, jika masyarakat mematuhi hal itu, kasus Covid-19 di Provinsi Kepri bisa terus ditekan.

“Tanpa kerja sama dari masyarakat, tentunya segala upaya medis yang kita lakukan
terkesan sia-sia. Maka dari itu, butuh kerjasama semua pihak, sehingga wabah ini bisa segera berakhir di Provinsi Kepri,” tutup Tjetjep.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Daldul KB) Kota Tanjungpiang, Rustam.

Dengan penambahan dua kasus baru, maka kasus positif Covid-19 di Tanjungpinang menjadi 23 orang.

Ia menjelaskan, kasus terkonfirmasi ke 22 adalah laki-laki, 19 tahun dengan inisial RR.

“Yang bersangkutan merupakan kontak dekat dan satu klaster keluarga dengan kasus
terkonfirmasi positif nomor 21,” kata Rustam, Minggu (26/4/2020).

Saat ini, kasus positif ke 22 di Tanjungpinag itu dalam keadaan sehat dengan Orang
Tanpa Gejala (OTG) sehingga menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Kemudian terkonfirmasi positif ke 23 merupakan perempuan dengan inisial HJ, berusia 63 tahun, yang bersangkutan beralamat di Perumahan Kijang Kencana IV, merupakan kontak dekat dan istri dari kasus terkonfirmasi nomor 15.

“HJ saat ini dalam kondisi sehat dan sedang persiapan isolasi di rumah singgah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT),” paparnya.

Sebelumnya diketahui pasien positif ke 21 merupakan anak laki-laki usia 8 tahun, inisial
MH, yang merupakan cucu dari Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, yang terkonfirmasi  positif pada Senin (20/4/2020) lalu.

MH diketahui kontak erat dengan pasien ke-13 yang merupakan kakeknya dan pasien positf ke-19 yang merupakan neneknya serta pasien ke-20 yang merupakan dokter
pribadi dari pasien ke-13.(jpg)

Bebaskan 38.822 Napi, Menteri Yasonna Digugat ke Pengadilan

0

batampos.co.id – Sejumlah aktivis hukum yang tergabung kelompok masyarakat sipil menggugat kebijakan dibebaskannya narapidana melalui program asimilasi dan integrasi yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Gugatan itu didaftarkan oleh Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen, dan juga Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia ke Pengadilan Negeri Surakarta pada Kamis (23/4) lalu.

Ketua Umum Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Boyamin Saiman menilai, kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat di tengah pandemi virus korona atau Covid-19.

“Kami mewakili kepentingan masyarakat yang justru harus ronda di kampung-kampung wilayah Surakarta bahkan keluar biaya untuk membuat portal di jalan masuk gang,” kata Boyamin dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Boyamin menyebut, gugatan ini diajukan untuk mengembalikan rasa aman masyarakat. Meski gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Surakarta, Boyamin meyakini jika gugatan ini dikabulkan, maka akan berlaku di seluruh Indonesia.

Dalam gugatannya, Boyamin meminta menteri Yasonna untuk menarik kembali napi asimilasi dan dilakukan seleksi serta psikotest secara ketat jika hendak menerapkan kebijakan asimilasi. Menurutnya, Kemenkumham tidak meneliti secara mendalam sebelum memberikan asimilasi kepada napi.

“Jadi yang dipersalahkan adalah teledor, tidak hati-hati dan melanggar prinsip pembinaan pada saat memutuskan napi mendapat asimilasi,” sesalnya.

Selain itu, Boyamin menyoroti langkah Yasonna yang tidak memberikan pengawasan secara ketat setelah napi keluar dari Lapas. Padahal, mereka masih berstatus sebagai napi sehingga pembinaan dan pengawasan masih menjadi tanggungjawab Kemenkumham.

“Tidak melakukan pengawasan dan pembinaan oleh para Tergugat adalah Perbuatan Melawan Hukum,” ucap Boyamin.

Kendati demikian, hingga saat ini perkara tersebut belum teregister dalam nomor perkara yang dapat dilihat langsung oleh publik melalui laman https://sipp.pn-surakarta.go.id/. Boyamin mengklaim, baru bisa mendapatkan nomor perkara pada Senin (27/4) besok.

“Belum dapat nomor perkara. Karena sistem online, mungkin baru Senin besok dapat nomor perkaranya,” pungkasnya.

Sementara itu, Menkumham Yasonna Laoly tidak membalas konfirmasi JawaPos.com terkait gugatan yang dilayangkan sejumlah aktivis hukum.

Untuk diketahui, hingga Senin (20/4) Kemenkumham telah memgeluarkan 38.822 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi di tengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Kebijakan itu diatur dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 yang diterbitkan pada 1 April 2020 lalu.(jpg)

Kabar Baik, Pasien Sembuh Mencapai 1.107 Orang

0

batampos.co.id – Meski pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 terus mengalami peningkatan, tercatat hingga Minggu (26/4) ada 8.882 kasus positif. Namun, jumlah pasien sembuh lebih tinggi dari total pasien yang meninggal dunia.

“Pasien yang sembuh ada 1.107 orang, ada penambahan 65 orang yang sembuh,” kata juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (26/4).

Sementara itu, jumlah pasien meningga dunia berjumlah 743 jiwa. Terdapat penambahan 23 jiwa pasien meninggal dunia yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Meninggal 743 ada penambahan 23 orang,” ucap Yuri.

Yuri menyampaikan, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak pasien sembuh Covid-19. Tercatat ada 335 orang, berhasil sembuh di wilayah ibu kota.

“Kemudian Jawa Timur 138 orang, Sulawesi Selatan 99 orang, Jawa Barat 93 orang, Bali 75 orang, Banten, 33 orang dan Sulawesi Selatan 99 orang,” ucap Yuri.

Yuri menyampaikan, penyebaran Covid-19 bisa dicegah dengan disiplin yang kuat dan semangat gotong royong untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, hal ini harus dilaksanakan secara bersama dan terus menerus tidak boleh putus.

“Masyarakat kita dapat memahami anjuran melaksanakan ini. Anjuran bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah,” ucap Yuri.

Selain itu, Yuri pun mengapresiasi langkah masyarakat yang terbangun solidaritasnya untuk membantu warga yang perekomiannya terdampak Covid-19. Menurutnya, uluran tangan serta bantuan sosial sangat dibutuhkan dalan situasi saat ini.

“Kita sedang diuji, stamina sosial kita diuji, kita tunjukin ke dunia. Kita tidak boleh pesimistis. Kita harus tunjukin kita mampu,” harap Yuri menandaskan.(jpg)

IDI Kepri: Kami Pastikan Tidak Akan Memberikan Pelayanan Apabila APD Tidak Segera Dipenuhi

0

batampos.co.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri berharap bantuan alat pelindung diri untuk tim medis terus mengalir.

Pasalnya, tim medis yang bertugas di garda depan sangat membutuhkannya untuk menangani pasien positif Covid-19.

Terakhir, Jumat (25/4/2020), sejumlah anak muda yang berasal dari Komunitas
Mata Garuda menyerahkan bantuan berupa belasan alat pelindung diri (APD) dalam
bentuk baju hazmat kepada IDI Kepri.

“Baju hazmat berwarna coklat ini bisa dicuci. Kami memberikan ini sebagai bentuk kepedulian kami pada tim medis yang berjuang di garis depan dalam penanganan Covid-19,” kata Ketua Komunitas Mata Garuda Kepri, Said Firdaus, Minggu (25/4/2020).

Untuk bisa mengumpulkan APD, Said mengatakan, Mata Garuda membuka donasi di
kalangan internal komunitas.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sebagai informasi, Mata Garuda merupakan organisasi komunitas alumni penerima
beasiswa S2, S3 dari lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) Indonesia.

“Kalau di Kepri ini baru pertama kali terbentuk,” tuturnya.

Untuk APD dan bantuan lainnya yang telah diterima, IDI Kepri akan menyalurkannya
ke dua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Batam, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

IDI Kepri mengakui APD sangat sulit didapat. Seandainya ada sekalipun, maka harganya juga tidak terjangkau.

Ketua IDI Kepri, Rusdani, pernah mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan pelayanan apabila APD tidak segera dipenuhi.

“Kami pastikan tidak akan memberikan pelayanan apabila APD tidak segera dipenuhi,” tegasnya.

APD ini sangat dibutuhkan untuk keselamatan dari rekan-rekan tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien positif Covid-19.(leo)

‘Nasi Anjing’ Dibagikan ke Warga, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan

0

batampos.co.id – Warga sekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, merasa dilecehkan setelah mendapat bantuan berupa bungkusan makanan yang bertuliskan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing’.

“Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dikonfirmasi, Minggu (26/4).

“Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing,” tukas Yusri.

ILUSTRASI: Bungkusan Nasi Anjing (Istimewa)

Terkait kasus ini, Polres Metro Jakarta Utara telah selesai memeriksa sejumlah saksi polemik bantuan makanan yang bertuliskan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing’. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk melakukan penghinaan.

“Proses penyelidikan yang kami lakukan hingga saat ini belum ditemukan unsur kesengajaan untuk melakukan penghinaan/pelecehan terhadap masyarakat tertentu,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Minggu (26/4) malam.

Budhi menyebut, hasil pemeriksaan terhadap pemilik Yayasan Qahal Family bernisial BS, tidak ditemukan unsur kesengajaan. Terlebih, BS dalam surat permintaan maaf yang diterima JawaPos.com, tidak bermaksud menghina warga Warakas dan umat Islam pada umumnya.

Budhi menuturkan, pemaknaan diksi Nasi Anjing kurang tepat dan kekurang sensitif dalam memaknai kata tersebut.

“Terjadinya kekurang sensitifan dalam penggunaan kata atau diksi. Karena selama ini ada nasi kucing, sehingga porsi yang lebih besar sedikit disebut nasi anjing,” beber Budhi. (jpg)

Pemberian Bansos Sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

0

batampos.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menyebut, pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, mematuhi Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam pemberian bansos.

“Kami di Kemensos harus memperhatikan dan akan menjalankan Surat Edaran dari Ketua KPK (Firli Bahuri) tentang pencegahan korupsi dalam pelaksanaan program-program penanggulangan Covid-19,” kata Juliari dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Juliari mengaku, telah berkoordinasi dengan KPK dalam hal pengawasan penggunaan anggaran bansos sesuai data penerima yang ada di Dinas Sosial. Sehingga pemberian bansos bisa tepat sasaran dengan merujuk DTKS.

“Kami terus berkoordinasi dan meminta saran dari KPK, yang tidak hanya dalam pengawasan penggunaan anggaran, tapi juga dalam hal penggunaan data penerima bansos,” ucap Juliari.

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut, peran KPK sangat vital dalam mengawasi dana bansos yang disalurkan oleh Kemensos. Karena itu, pihaknya tidak khawatir adanya pelanggaran hukum terkait pemberian bansos.

“Saya kira peran KPK sangat vital bagi kami semua yang terlibat langsung dalam program-program penanggulangan pandemi Covid-19. Sehingga kami menjadi lebih tenang dan lebih yakin dalam menjalankan tugas. Sangat membantu tugas-tugas kami,” beber Juliari.

Juliari pun menyebut, ada penambahan bansos untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang awalnya pada 21 April 2020, sebesar 4,8 juta keluarga. Kini, setelah dihitung ulang, ada penambahan menjadi 20 juta KPM.

“4,8 juta ini adalah KPM tambahan untuk Program Kartu Sembako yang tadinya 15,2 juta KPM, sekarang menjadi 20 juta KPM,” jelas Juliari.

Sebelumnya, KPK telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non-DTKS tertanggal 21 April 2020. SE tersebut sebagai upaya mengatasi dampak pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“DTKS yang dikelola oleh Kementerian Sosial merupakan basis data yang selama ini digunakan untuk pemberian bantuan sosial kepada masyarakat secara nasional. DTKS senantiasa mengalami perbaikan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Firli menjelaskan, melalui pelaksanaan rencana aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), DTKS telah dipadankan dengan data kependudukan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Sehingga penerima bantuan pada DTKS diyakini keberadaannya berdasarkan NIK,” ucap Firli.

Alasan lain penggunaan DTKS, lanjut Firli, terkait perbaikan ketepatan status penerima bantuan yang dilakukan secara berkala dengan bantuan pendataan oleh pemerintah daerah dan prosedur verifikasi validasi (verivali), sehingga diyakini penerima telah tepat sasaran.

“KPK menyadari di tengah upaya peningkatan pemberian bantuan sosial baik yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, keterandalan data sebagai dasar pemberian bantuan sangat penting,” pungkas Firli.(jpg)

Data Covid-19 Terbaru: Positif 8.882 Kasus, Sembuh 1.107

0

batampos.co.id – Pasien terinfeksi virus korona atau Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, hingga Minggu (26/4) tercatat 8.882 kasus positif. Jumlah pasien positif mengalami penambahan sejumlah 275 kasus positif.

“Jumlah kasus positif ada 8.882, bertambah 275 kasus,” kata juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (26/4).

Sementara itu, jumlah pasien sembuh Covid-19 bertambah sebanyak 65 orang. Sehingga, akumulasinya menjadi 1.107 orang.

Sedangkan, jumlah pasien meninggal dunia akibat virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut pada hari ini bertambah 23 orang. Dengan begitu, total kasus meninggal sebanyak 743 jiwa.

“Pasien dalam pengawasan (PDP) 19.648 orang serta orang dalam pemantauan (ODP) 209.040 orang,” jelas Yuri.

Yuri menyebut, penularan penyebaran Covid-19 masih terus terjadi. Dia mengharapkan, dengan disiplin masyarakat, dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Ini yang harus kita pahamai bahwa penularan masih terjadi, dengan memutus penularan ini. Mari pastikan kita tidak tertular, hargai dan bantu mereka yang isolasi,” pinta Yuri.

Lebih jauh, Yuri menyebut jika semakin banyak orang yang harus dirawat karena Covid-19, maka akan lebih besar beban untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Dia pun mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

“Mari kita lawan Covid-19 ini, pakai masker, tidak panik, jaga jarak. Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,” harapnya.(jpg)

Pilihan, Peluang, dan Perubahan (“Choice, Chance, Change”)

0

Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu survive, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan. (‘ Survival of the fittest’ – Charles Darwin)

Tanggal 21 April 2020, sejarah kembali terukir. Harga minyak mentah anjlok sangat dalam.

Bahkan dibawah USD 0, atau berada di teritori negatif. Kondisi ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah.

Kita tahu, Minyak adalah komoditas dengan harga mahal. Harganya pernah mencapai USD 148,93/Barel pada tahun 2008. Itu adalah harga tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, 21 April kemarin harga minyak untuk kiriman Mei 2020 anjlok hingga minus USD 37/Barel!

Anda pernah membayangkan kondisi semacam ini akan terjadi? Harga minyak jadi sangat tidak berharga.

Dunia memang tengah mengalami perubahan-perubahan yang di luar dugaan.

Banyak komoditas yang dulu dianggap barang mahal, harus bergeser posisi.

Selain minyak, Anda juga pasti setuju bila Wine pernah jadi barang mahal. Komoditas yang sudah diproduksi di Mesopotamia sejak 6.000 tahun sebelum masehi ini seringkali disebut sebagai lambang kemakmuran. Hanya orang-orang kelas atas yang bisa meminumnya.

Semakin tua umurnya, semakin mahal pula harganya. Saat ini harga pasaran perbotolnya berkisar antara USD 4 sampai USD 200. Jika dikonversi dengan kurs Rp. 15 ribu/ USD, berarti sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 3 juta.

Tapi eksistensi Wine perlahan digeser oleh Kopi. Komoditas yang baru saja ditemukan di Ethiopia pada abad ke-9. Dulu kopi identik dengan minuman murah.

Minuman rakyat biasa, karena dianggap mampu membangkitkan semangat dan stimulan bagi kesegaran tubuh.

Namun sekarang situasinya terbalik. Beberapa varian kopi unggulan malah sudah dibanderol dengan harga yang gila-gilaan. Kopi Luwak misalnya.

Single shot Espresso menggunakan biji kopi Luwak bisa dihargai hingga Rp 1 juta. Sementara biji kopinya sendiri, dibanderol dengan harga Rp 10 juta/kg.

Minuman rakyat itu sudah jadi lebih mahal dari minuman kelas atas seperti Wine. Anda lihat sebesar apa perubahan yang terjadi?

Kita kembali lagi kepada pembahasan di atas. Soal minyak.

Minyak sempat dianggap simbol kemakmuran. Negara-negara penghasil minyak kaya raya karena meraup Dolar dalam jumlah besar. Karena mahal dan mampu membawa kemakmuran, minyak sering dijuluki sebagai “Emas Hitam”.

Mengapa minyak bumi pernah jadi sedemikian mahal?

Cadangannya hanya sedikit. Saat ini, cadangan minyak mentah di seluruh dunia hanya tersisa 165 miliar barrel.

Jika asumsi kebutuhan harian saat ini adalah 97 juta barel per hari, maka cadangan tersebut hanya akan bertahan selama 47 tahun.

Cadangan yang sedikit ini juga harus diperoleh dengan cara yang sulit. Kadang-kadang, Anda harus menambang di lepas pantai untuk mendapatkannya. Kondisi yang sulit ini membuat biaya investasi menjadi sangat tinggi.

Selain itu, minyak bumi sempat menjadi sumber energi utama untuk aktifitas berbagai negara di dunia.

Baik untuk kebutuhan industri, maupun untuk memenuhi kebutuhan harian penduduk. Sehingga tak heran, negara manapun bersedia merogoh kocek dalam-dalam demi mendapat minyak.

Tapi itu dulu. Walaupun cadangannya tinggal sedikit, harga minyak dunia justru semakin turun. Hingga 21 April 2020 silam terkapar di titik terendah sepanjang sejarah.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Karena kebutuhan energi tak lagi hanya tergantung dari minyak. Sekarang sudah ada sumber-sumber energi terbarukan yang bisa dijadikan alternatif. Minyak tak lagi jadi satu-satunya.

Sudah banyak negara memanfaatkan energi panas bumi, atau gas bumi, atau bahkan matahari.

Sementara kendaraan bermotor perlahan-lahan mulai berevolusi. Dari menggunakan bahan bakar minyak, menjadi menggunakan listrik. Beberapa kendaraan listrik juga sudah dilengkapi dengan panel surya, agar mampu me re-charge diri saat mendapat sinar matahari.

Kondisi ini diperparah dengan datangnya pandemi COVID-19. Dimana aktifitas industri dan manusia tereduksi demikian dalam.

Sehingga penggunaan minyak untuk aktifitas tersebut juga turun tajam. Alhasil, minyak terpukul ke titik terendah.

Jika minyak telah bertemu dengan subtitusinya, maka ada satu substansi yang sampai hari ini tidak bisa digantikan. Padahal, substansi itu semakin hari semakin langka.

Apa itu? Air!!

Selama ini, air masih dianggap sebagai barang yang mudah didapat, dan harganya murah. Bahkan seringkali kita menganggap air adalah anugrah gratisan yang turun dari langit dalam bentuk hujan. Tinggal tunggu saja, pasti akan datang sendiri.

Namun pernahkah kita menghitung, sebenarnya berapa banyak air yang bisa kita manfaatkan?

Anda harus tahu, 97 persen air di muka bumi ini adalah air laut. Hanya 3 persen yang berupa air tawar. Dari 3 persen itu, 2,5 persennya ada di dalam tanah dan sulit didapat. Hanya 0,5 persen yang bisa kita gunakan langsung.

Sulit membayangkannya?

Baik, akan saya jelaskan dengan ilustrasi yang lebih sederhana. Jika seluruh air di Bumi ini kita mampatkan dalam 1 drum, maka yang bisa dimanfaatkan langsung hanya 3 sendok teh.

Kaget? Jangan kaget. Itulah kenyataannya. Betapa sedikitnya yang bisa benar-benar bisa kita gunakan. Dan kedepannya, air semakin sulit didapatkan.

Lalu, bagaimana cadangan air tawar yang ada di negara kita?

Dilansir dari IDN Times, Indonesia memiliki cadangan air tawar sebesar 2.019 km kubik. Cadangan air sebanyak itu membuat Indonesia jadi negara dengan cadangan air tawar terbesar ketujuh di dunia. Sementara cadangan air terbesar ada di Brazil, yang mencapai 8.233 km kubik.

Cadangan air tawar di Indonesia ini menyebar di sejumlah daerah secara tidak merata. Sebagian besar berada di Indonesia bagian barat. Sementara Indonesia bagian Timur dan Selatan hanya memiliki cadangan air tawar yang sangat rendah.

Sebagai pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia, Jawa hanya memiliki 4,5 persen cadangan air tawar di Indonesia. Namun ironisnya, 65 persen penduduk Indonesia berada di pulau ini.

Ini membuat pulau Jawa terancam krisis air, karena cadangan air tidak bertambah, sementara tingkat pemakaian dan jumlah penduduk cenderung bertumbuh,

Kondisi ini tak berbeda jauh dengan Batam. Air baku yang tersedia di kota Industri ini hanya sekitar 100 juta meter kubik. Sementara produksi air setahun adalah 100 juta meter kubik. Artinya, Batam tak memiliki cadangan air sama sekali.

Sementara itu tingkat pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan aktifitas ekonomi di kota Batam terus menerus mengalami peningkatan yang signifikan.

Tahun 2019 silam, penduduk kota Batam sudah mencapai 1,3 jiwa. Naik signifikan dari 2010, yang hanya 944.285 jiwa. Pertumbuhan penduduk tentunya akan berimbas kepada pertumbuhan kebutuhan air.

Kita juga sama-sama tahu, Batam adalah kota yang menggantungkan kebutuhan air sepenuhnya terhadap hujan. Jika curah hujan rendah, maka potensi krisis air mulai mengintai di depan mata. Batam benar-benar dalam kondisi yang sangat rentan.

Walaupun kita sangat tergantung kepada hujan, sayangnya manajemen sumber daya air belum baik. Ini terjadi tidak hanya di Batam, tapi sejumlah wilayah di Indonesia. Ketika hujan turun, air terbuang sia-sia ke laut. Kita tak punya cukup tempat untuk menampung air tersebut.

Namun sebaliknya, saat musim kemarau tiba, kita mengalami kekurangan air dimana-mana. Bahkan beberapa daerah harus mengalami gagal panen, karena air yang tidak cukup.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Kita harus menyikapi perubahan ini dengan bijaksana. Harus ada langkah-langkah strategis yang dilakukan, agar kondisi tidak semakin buruk.

Mulai dari membiasakan hemat air, membudayakan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), juga tidak melakukan alih fungsi lahan di sekitar area resapan air.

Yang tak kalah penting, kita harus menambah cadangan air dengan membangun banyak waduk. Dengan demikian, kita mampu mengelola air yang terbatas semaksimal mungkin untuk kebutuhan bersama.

Kita harus sama-sama ingat apa yang pernah disinggung oleh Sir Jhon Beddington dalam penelitiannya  “The Perfect Storm 2030”. Penelitian ini meramalkan potensi kesulitan Makanan, Energi, dan Air (Food, Energy and Water) di tahun 2030.

Yang paling mengkhawatirkan adalah laju pertumbuhan kebutuhan air bersih yang semakin tinggi. Air bersih adalah hal yang tak bisa disubtitusi. Sumbernya terbatas, dan semakin sedikit. Jangan sampai kelangkaan ini membuat harga air semakin mahal.

Sekarang saja kita sudah merasakan mahalnya air minum kemasan. Bahkan lebih mahal dari 1 liter minyak mentah. Jika 1 Barel (159 liter) minyak mentah berharga USD 10, maka 1 liter hanya sekitar Rp 950. Sementara 1 liter air minum kemasan bisa berkisar Rp 5 ribu.

Mari persiapkan diri dengan langkah-langkah taktis yang terukur. Dalam kondisi yang cenderung terus berubah, hanya mereka yang siap dan  bisa menyikapi perubahan dengan baik yang akan survive. Sementara yang take it for granted, akan menghadapi masalah kedepannya dan mungkin akan hilang dan punah.

Sudahkah kita menyiapkan diri atas perubahan yang terus terjadi atau malah kita terus mengeluh dan menyalahkan atas perubahan ini?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)