Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 10257

Karena HP Rusak, Pria Ini Tewas Dikeroyok

0

batampos.co.id – Keributan kembali terjadi di Kampung Aceh Mukakuning, Seibeduk.
Sorang pria tewas dikeroyok sekelompok orang, Minggu (12/4/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Pria yang belakangan diketahui bernama Sudung Nadeak itu dikeroyok gara-gara satu unit ponsel rusak.

Usai kejadian, Polsek Seibeduk langsung bergerak mencari pelaku pengeroyokan.
Beberapa jam melakukan pengembangan, polisi akhirnya mengamankan D, terduga
pelaku di salah satu hotel di kawasan Pelita.

Dari keterangan D, terkuak bahwa aksi pengeroyokan ini diduga karena masalah ponsel rusak.

ilustrasi

Sebelum kejadian, D dan kawan-kawannya menemui korban untuk menggadaikan satu unit ponsel yang sudah dalam kondisi tak berfungsi. Korban yang tidak cermat akhirnya menyetujui dan menyerahkan sejumlah uang kepada D.

Usai uang diserahkan, korban baru menyadari jika ponsel yang digadai D tadi rusak.

”Korban mencoba minta kembali uangnya dan terjadilah cekcok yang berujung pada pengeroyokan tadi,” ujar Kapolsek Seibeduk, AKP Daniel Ganjar.

Usai dikeroyok, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camanta Sahidiya Mukakuning namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan yang cukup hebat.(eja)

Tagihan Listrik Naik, Hubungi Contact Centre PLN di Nomor 0778.123 Via HP

0

batampos.co.id – Sejumlah pelanggan Bright PLN Batam mengeluhkan tagihan listrik yang berubah bulan ini. Rata-rata ada kenaikan hampir Rp100 ribu dibanding tagihan
sebelumnya.

Adisti, salah satu pelanggan kaget ketika pembayaran tagihan listrik bulan ini. Ia bingung tagihan listriknya naik lebih dari Rp 100 ribu dibanding bulan kemarin.

”Baru bayar listrik tadi, kaget pas lihat tagihan kok naik. Padahal sebelumnya tak per-
nah setinggi ini,” ujar wanita 30 tahunan ini, Minggu (12/4/2020)

Menurut dia, ia pernah dapat informasi tentang proses pembayaran listrik dengan cara mengirim bukti foto meteran listrik ke PLN Batam.

Ia pun melakukan sesuai ketentuan itu, sebab ia takut jika tak dikirim maka tagihan akan
diberlakukan sesuai tagihan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

”Nah yang saya bingung, saya kirim foto meteran, tapi kenapa tagihan saya lebih tinggi. Padahal pemakaian bulan ini saya rasa lebih hemat dibanding biasanya,” katanya.

Karyawan pelayanan brigh PLN Batam memperlihatkan imbauan untuk masyarkat Kota Batam. Foto: PLN Batam unutk batampos.co.id

Ia bertanya, apakah saat ini ada kenaikan tarif bulanan di PLN Batam. Kalau benar ada
kenaikan, ia menyayangkan hal itu terjadi.

Sebab kondisi perekonomiannya di masa Covid-19 ini jauh menurun dibanding
biasa.

”Untuk kebutuhan lain saja saya sudah ngos-ngosan. Ditambah iuran listrik naik,”  ujarnya.

Sementara, Rini warga Tanjunguncang bingung dengan tagihan listrik di rumah miliknya yang naik dibanding biasa. Padahal rumahnya itu dalam keadaan kosong.

”Kok bisa tagihan listrik di rumah saya naik, padahal rumah saya kosong. Apa ada kenaikan listrik,” ujarnya.

Menurut dia, biasanya ia hanya membayar tagihan abodemen sekitar 125 ribu. Namun saat ini ia harus membayar Rp 165 ribu.

”Bingung kan? Rumah kosong. Tapi tagihan bisa naik. Makanya saya tanya. Apakah
ada kenaikan,” imbuhnnya.

Ternyata hal ini tak hanya dirasakan Adisti dan Rini. Banyak warga yang kaget ketika melihat tagihan listriknya.

Sementara itu Corporate Secretary bright PLN Batam, Denny Hendri Wijaya, mengatakan, untuk informasi, pengaduan, keluhan kelistrikan PLN Batam dapat menghubungi Contact Centre PLN di nomor 0778.123 via HP atau 123 via tlp telkom.

“Mereka bertugas 24 jam,” katanya.(she)

Pasien Positif Covid-19 Bertambah, 2 di Batam, 2 di Tanjungpinang

0

batampos.co.id – Pasien positif Covid-19 di Kepulauan Riau (Kepri) bertambah. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (13/4), ada penambahan empat kasus baru. Masing-masing 2 kasus di Batam dan 2 kasus di Tanjungpinang. Kasus itu diketahui berdasar hasil tes PCR.

”Kasus baru di Kepri ada empat orang positif Covid-19, terdiri atas dua di Tanjungpinang dan dua di Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang pada Senin (13/4).

Dengan demikian, hingga Senin (13/4) sore, jumlah kasus positif Covid-19 di Batam berjumlah 12 dan di Tanjungpinang 14 kasus. Sementara dari hasil pemeriksaan cepat atau rapid test, 18 Reaktif dan 396 Non Reaktif. Adapun di Tanjungpinang, 8 Reaktif dan 404 Non Reaktif.

Tjetjep mengungkapkan satu di antara empat kasus baru positif Covid-19 itu yakni Wali Kota Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang Syahrul sejak dua hari lalu dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau. Dia mengatakan, Syahrul dirawat di ruang isolasi di RSUP Kepri. Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul relatif stabil, meski tubuhnya sudah dipasang ventilator.

”Karena sulit bernapas, jadi dipasang ventilator untuk membantu pasien bernapas. Kondisi terakhir Pak Syahrul relatif stabil,” kata Tjetjep.

Pasien positif COVID-19 lainnya berinisial P, diduga tertular dari Pasien 22. P merupakan anggota keluarga Pasien 22. Pasien 22 itu telah meninggal dunia pada Minggu (12/4). Pasien 22 tidak memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia maupun ke negara lain, melainkan diduga tertular dari Pasien 21, yang terlebih dahulu diisolasi di RSUP Kepri. Pasien 22 dan Pasien 21 itu masih satu keluarga.

”Status anggota keluarga dari Syahrul yakni ODP, sedangkan status anggota keluarga Pasien 22 yakni OTG,” ujar Tjetjep. (antara/uma)

Wali Kota Tanjungpinang Dinyatakan Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Kasus baru positif Covid-19 bertambah di Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Senin (13/4), satu di antara empat kasus baru positif Covid-19, yakni Wali Kota Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang Syahrul sejak dua hari lalu dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau.

”Kasus baru di Kepri ada empat orang positif Covid-19, terdiri atas dua di Tanjungpinang dan dua di Batam. Inisial pasien S (Syahrul) dan P,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana seperti dilnasir dari Antara di Tanjungpinang pada Senin (13/4).

Dia mengatakan, Syahrul dirawat di ruang isolasi di RSUP Kepri. Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul relatif stabil, meski tubuhnya sudah dipasang ventilator. ”Karena sulit bernapas, jadi dipasang ventilator untuk membantu pasien bernapas. Kondisi terakhir Pak Syahrul relatif stabil,” kata Tjetjep.

Sedangkan, P, pasien positif COVID-19 lainnya, diduga tertular dari Pasien 22. P merupakan anggota keluarga Pasien 22. Pasien 22 itu telah meninggal dunia pada Minggu (12/4). Pasien 22 tidak memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia maupun ke negara lain, melainkan diduga tertular dari Pasien 21, yang terlebih dahulu diisolasi di RSUP Kepri. Pasien 22 dan Pasien 21 itu masih satu keluarga.

”Status anggota keluarga dari Syahrul yakni ODP, sedangkan status anggota keluarga Pasien 22 yakni OTG,” ujar Tjetjep.

Tjetjep menambahkan, hasil swab terhadap Syahrul maupun 23 orang lain sudah keluar. Namun, dia enggan membeberkan hasilnya sampai Kemenkes mengumumkan. ”Seluruh anggota keluarga Syahrul, berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Anggota keluarga yang pernah kontak dengan Syahrul telah melakukan karantina mandiri,” terang Tjetjep.

Syahrul sejak Sabtu (11/3) pagi dirawat di ruang isolasi RSUP Kepri. Syahrul berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Hasil pemeriksaan cepat terhadap Syahrul dinyatakan nonreaktif. ”Swab dari Pak Syahrul dan anggota keluarganya sudah dikirim ke laboraturium Kemenkes,” terang Tjetjep. (antara)

Penumpang di Bandara Hanga Nadim Anjlok, Segini Jumlahnya….

0

batampos.co.id – Jumlah penumpang yang lalu lalang di Bandara Internasional Hang
Nadim terus tergerus, akibat dampak mewabahnya virus corona yang melanda Indonesia.

Penurunan drastis jumlah penumpang setiap harinya terus terlihat. Kondisi ini dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso.

”Jumlah penumpang yang berangkat dan datang turun,” katanya, Minggu (12/4/2020).

Ia mengatakan dampak virus corona ini mulai terasa dari beberapa pekan yang lalu. Setiap hari terus terjadi penurunan penumpang di Bandara Hang Nadim.

Suwarso mengaku jumlah penumpang di Hang Nadim terendah dalam beberapa belas tahun ini.

Penumpang di Bandara Hang Nadim tercatat dari 30 Maret, yang datang sebanyak 3.615
orang, berangkat 4.918 orang. 31 Maret penumpang yang datang 3.009 orang, berangkat
4.501 orang. 1 April penumpang yang datang 2.974 orang, berangkat 4.742 orang. 2 April penumpang yang datang 1.940 orang, berangkat 2.966 orang.

Kondisi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terlihat sepi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

3 April penumpang yang datang sebanyak 2.838 orang, dan berangkat 3.535 orang. 4
April penumpang yang datang sebanyak 1.608 orang dan berangkat 2.206 orang. 5 April penumpang yang datang sebanyak 2.478 orang dan berangkat 3.515 orang. 6 April penumpang yang datang di Bandara Hang Nadim sebanyak 1.258 orang.

Sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 1.950. Lalu di 7 April penumpang yang datang sebanyak 1.132 orang, penumpang berangkat tercatat sebanyak 1.940 orang.

Untuk 8 April penumpang yang datang sebanyak 1.667 orang, dan berangkat 2.697
orang. 9 April penumpang datang sebanyak 1.162 orang, berangkat 1.993 orang. 10 April penumpang yang datang sebanyak 1.569 orang dan berangkat 2.575 orang.

Suwarso mengaku di 11 April penumpang datang tercatat di titik terendah.

”Penumpang yang datang hanya sebanyak 849 orang. Sedangkan yang berangkat sebanyak 1.663 orang,” ucapnya.

Jumlah penumpang yang datang tersebut, sangat jauh berbeda dengan 6 Maret lalu. Dimana saat itu, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat berada di kisaran 6.200 hingga 6.400 penumpang per hari.

“Berangkat segitu, datang pun segitu,” sebut Suwarso.

Dia mengatakan, untuk jumlah penumpang normal sebelum ada wabah Corona biasanya berada pada kisaran 7 ribuan tiap harinya.

Jumlah tersebut bisa dicapai saat akhir pekan atau peak season.

“Di atas peak season bisa sampai 8 ribu penumpang. Pernah juga di hari Minggu
bisa datang 7.000,” terangnya.

Mengenai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, menurut Suwarso, sejauh ini PSBB belum memberikan dampak.

”Masih ada penerbangan ke Batam atau sebaliknya. Tapi jumlahnya cuma Garuda
satu penerbangan, Lion satu penerbangan dan Citilink satu penerbangan,” ujarnya.(ska)

Satlantas Polresta Barelang Bagi Sembako, Masker dan Sarung Tangan

0

batampos.co.id – Satlantas Polresta Barelang menggelar kegiatan anjangsana ke panti asuhan tiga panti asuhan yang berada di Sekupang serta di Batam Center dan Nongsa, Senin (13/4/2020).

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany, yang diwakiliKanit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Viktor, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan pihaknya dalam rangka operasi seligi 2020 dan sekaligus memasuki bulan suci ramadan 2020.

“Kita membagikan paket sembako yang berisi beras, kental manis, gula pasir, telur ayam, minyak goreng dan lain-lain,” katanya.

Satlantas Polresta Barelang menggelar kegiatan anjangsana ke panti asuhan tiga panti asuhan yang berada di Sekupang serta di Batam Center dan Nongsa, Senin (13/4/2020). Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Pada kesempatan itu pihaknya bersama anak-anak Panti Asuhan melakukan doa bersama agar terhindar dari musibah.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan tali asih kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan butuh uluran tangan, khususnya anak-anak yatim piatu yang ada di Kota Batam,” kata dia.

Ada beberapa panti asuhan yang dikunjungi Satlantas Polresta Barelang. Di antaranya panti asuhan Al-Risalah di Patam lestari, Sekupang serta  panti asuhan di Batam Center dan Nongsa.

“Kita juga membagikan masker, sarung tangan dan melakukan penyemprotan dilingkungan panti asuhan untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Viktor.(ali)

Tak Pakai Masker, Penumpang Tidak Boleh Naik Kapal Pelni

0

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mewajibkan seluruh penumpang yang akan bepergian dengan kapal Pelni menggunakan masker sebagai salah satu bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di atas kapal.

“Kepada seluruh pelanggan kami harap kerja samanya dalam penggunaan masker selama berpergian dengan kapal Pelni. Manajemen tidak akan memberikan izin untuk naik ke atas kapal jika tidak menggunakan masker,” terang Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Manajemen juga telah menginstruksikan seluruh cabang untuk mengawasi dan mengingatkan penumpang akan kewajiban penggunaan masker. “Ini adalah salah satu upaya yang dapat kita lakukan dalam mencegah penyebaran virus di area kapal,” imbuhnya.

PT Pelni (Persero) juga telah menyosialisasikan kebijakan tersebut melalui pengumuman yang dipasang pada setiap kantor cabang, loket, serta akun media sosial resmi perusahaan (@pelni162). Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, Pelni secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal.

Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1-2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantre makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer yang telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit di tengah perjalanan, serta memberikan imbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang.(jpc/*)

Kemenag Pastikan Dana Jamaah Haji Tak akan Digunakan untuk Penanganan Covid-19

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, anggaran jamaah haji dipastikan tidak digunakan untuk program penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kemenag juga menegaskan, tidak ada rencana menggunakan dana jamaah haji untuk tujuan tersebut.

“Saya pastikan tidak ada dana jamaah haji yang digunakan untuk pencegahan Covid-19,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman dalam keterangannya, Senin (13/4).

Menurut Oman, pasal 44 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur, bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersumber dari biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), APBN, Nilai Manfaat, Dana Efisiensi atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“BPIH yang bersumber dari Bipih, Nilai Manfaat, dan Dana Efisiensi berasal dari dana setoran awal dan pelunasan dari jamaah haji serta dana hasil kelolaan (investasi) Badan Pengelola Keuangan Haj (BPKH), sepenuhnya dipergunakan untuk layanan kepada jamaah haji,” tuturnya.

Sementara itu, BPIH yang bersumber dari APBN dipergunakan untuk operasional petugas dalam melayani jamaah haji. Menurutnya, dana yang bersumber dari APBN itu antara lain digunakan untuk akomodasi dan konsumsi petugas haji.

Selain itu, lanjut Oman, dana APBN tersebut juga digunakan untuk biaya transportasi darat petugas selama di Arab Saudi, serta transportasi udara petugas haji dari Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya. Terlebih, anggaran rekrutmen dan pelatihan petugas haji, penyiapan dokumen perjalanan haji, sewa kantor sektor dan kantor Daker serta kebutuhan-kebutuhan operasional lainnya baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi juga menggunakan dana APBN, bukan dana haji.

“Apabila haji batal dilaksanakan tahun ini, hanya BPIH yang bersumber dari APBN yang dapat direalokasi untuk mendukung upaya penanganan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

“Sedangkan untuk BPIH yang bersumber dari Bipih, Nilai Manfaat, dan Dana Efisiensi akan dikembalikan ke Kas Haji yang ada di BPKH untuk pelaksanaan operasional haji pada tahun-tahun mendatang,” sambungnya.

Oman menyebut, dalam rangka pelaksanaan operasional haji 2020, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mendapatkan alokasi dana dari APBN sebesar Rp 486 miliar. Total alokasi APBN untuk Ditjen PHU tersebut, terdapat juga alokasi untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen PHU.

“Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji 2020. Pemerintah terus mempersiapkan PIH 2020,” pungkasnya.(jpg)

Dua Ribu Masker Dari STM Maranata Pantai Gading

0

batampos.co.id – Dua ribu masker gratis dibagikan Serikat Tolong Menolong (STM) Maranata Perumahan Pantai Gading Bengkong kepada masyarakat.

Ketua STM Maranata, Rio Rianto Tambunan, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah dan mengedukasi masyarakat untuk melawan Vovid-19.

“Kita membagikan rua ribu masker kepada warga perumahan dan Pasar Kaget Bengkong Laut depan Kantor Camat Bengkong,” jelasnya, Minggu (12/4/2020).

Ia menjelaskan, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Namun lanjutnya, saat ini masker sangat langka dan harganya mahal.

“Ini yang mendorong kami membagi masker gratis. Supaya kita yang di perumahan dan tetangga kita sehat semua,” katanya.

Serikat Tolong Menolong ) Maranata Perumahan Pantai Gading Bengkong membagikan masker kepada pedagang di Pasar Bengkong Laut. Foto; Iman Wachyudi/batampos.co.id

Ia menegaskan, masker yang mereka bagikan langsung dipesan dari pabrik dan pembiayaannya berasal dari kas STM Maranata dan donatur anggota.

“Kita bagi seribu masker di perumahan yang terdiri 500 kepala keluarga. Sisanya 1.000 masker kita bagi ke pasar dan ini merupakan inisiatif ibu Santi Sihombing anggota STM,” kata dia.

Simson Nainggolan warga Perumahan Pantai Gading mengatakan, warga perumahan sepakat ingin sehat.

Tokoh masyarakat Pantai Gading yang juga mantan Ketua Rukun Warga (RW), Sugianto, memberikan apresiasi apa yang dibuat STM Maranata.

“Sebelumnya ada organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan penyemprotan. Sekarang STM Maranata mengedukasi masyarakat pakai masker dan jaga kebersihan,” jelasnya.(iwa)

KKP Tangkap Tiga Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia

0

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan (Ditjean PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
menangkap tiga kapal ikan asing (KIA) yang mencuri ikan di
wilayah perairan Indonesia.

Tiga KIA berbendera Malaysia ini ditangkap oleh kapal pengawas perikanan (KP) Hiu 03 yang dinakhodai oleh Capt Ardiansyah dan Hiu 04 yang dinakhodai oleh Capt Rusdianto di WPP-NRI  571-Selat Malaka, Minggu (12/4/2020).

Melalui siaran pers yang dikeluarkan biro Humas KKP, Menteri Kelautan
dan Perikanan, Edhy Prabowo, menuturkan, penangkapan ini merupakan
tangkapan kedua dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Sebelumnya armada KKP juga sudah mengamankan lima KIA ilegal serupa di Laut
Natuna Utara dan Laut Sulawesi.

Rentetan penangkapan ini merupakan penegasan bahwa KKP tetap konsisten
dalam melindungi sumber daya laut Indonesia, sekalipun dunia dihebohkan dengan wabah virus Corona atau Covid-19.

Salah satu kapal ikan asing yang ditangkap KKP. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Untuk tiga tangkapan terakhir, Menteri Edhy menjelaskan, KP Hiu 03 berhasil melumpuhkan KM. SLFA 4429 pada posisi koordinat 03º 21.996’ LU dan 100º 21.530’ BT dan KM. SLFA 2030 pada posisi koordinat 03º 23.598’ LU dan 100º 21.260’ BT, serta KP HIU 04 berhasil melumpukan KM. PK.3853 F pada posisi koordinat 03º 23.426 LU – 100º 30.303 BT.

”Ketiga kapal berbendera Malaysia tersebut melakukan kegiatan
penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan
dokumen perikanan sebagaimana ketentuan. Selain itu kapal-kapal
tersebut juga mengoperasikan alat penangkapan ikan trawl”, tambah
Edhy.

Bersama tiga KIA illegal tersebut, Kapal Pengawas Perikanan KKP juga
mengamankan 14 awak kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar.

Untuk proses hukum lebih lanjut, ketiga kapal perikanan tersebut
selanjutnya akan di ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam.

Edhy memastikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Menteri Edhy juga menjelaskan, rentetan penangkapan 19 KIA ilegal dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir di masa tanggap darurat pandemi Covid-19 ini menggambarkan bahwa KKP sangat konsisten dalam melindungi sumber daya di Laut Indonesia.

Hal tersebut ditunjukkan dengan operasi pengawasan yang terus dilakukan selama periode tersebut.

”Kami sama sekali tidak mengurangi intensitas operasi pengawasan di
laut, ini komitmen dan konsistensi KKP bahwa sumber daya kelautan dan
perikanan harus kita lindungi dalam kondisi apapun,” tegas Edhy.(eja)