Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 10258

Mudik Lebaran Harus Dilarang

0

batampos.co.id – Pemerintah hingga kini masih hanya memberikan imbauan kepada masyarakat terkait mudik lebaran 2020. Padahal, mobilitas transportasi menjadi media penyebaran virus Covid-19.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengingatkan pemerintah jika masyarakat sekedar dihimbau untuk tidak mudik lebaran tidak akan efektif menghindari pergerakan orang dari kota ke daerah.

“Kalau (sekedar) menghimbau mending lepas aja (untuk mudik). Orang Indonesia (kalau cuma) diimbau dan tidak ada sanksi ya bakal dilanggar. Ada sanksi aja (kadang) dilanggar. Jadi jangan sekali-kali kita mengimbau, ini (imbauan) kalau diibaratkan manusia itu banci, nggak jelas gendernya,” kata dia dalam Diskusi Online Mudik Lebaran di Masa Pandemik Covid-19, Selasa (14/4).

Dia mengharapkan pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang tegas dan tidak setengah-setengah dalam mencegah adanya penyebaran Covid-19. Pasalnya, jika tetap dilakukan, yang akan menanggung akibat dari banyaknya mobilitas transportasi saat mudik adalah pemerintah daerah (Pemda).

“Ini jangan diimbau, atur saja larang, ini urusannya bebannya ada di daerah, mereka yang kewalahan, yang jelas-jelas saja (dalam membuat aturan),” tambahnya.

Apalagi pemerintah juga terlalu banyak mengeluarkan regulasi yang mana hal itu membuat bingung masyarakat, salah satunya terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana di dalamnya juga terdapat imbauan dan pembatasan operasional transportasi.

“Kita dari kemarin bingung terus, udah kebanyakan aturan, kebanyakan definisi mending segera lakukan dan terapkan larangan,” tutupnya.(jpg)

39 ABK Kapal Kelud Positif Korona, Dirawat di RS Pulau Galang

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Khusus Penyakit Menular Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau mulai menerima pasien kasus Covid-19. Sebanyak 39 orang saat ini tengah menjalani perawatan medis di sana.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, 39 orang ini sudah dinyatakan positif Covid-19. Seluruhnya berasal dari Kapal Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).

“(Mereka) Pasien Positif Covid-19. Mereka ABK kapalnya milik PELNI,” kata Yudo saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan, pihaknya secara aktif melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal. ABK telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh SOP Kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD. Serta membekali multivitamin untuk meningkatkan imunitas para ABK.

“Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi publik, seluruh petugas kapal memiliki resiko yang tinggi karena setiap hari bertemu dan melakukan interaksi dengan banyak orang,” kata Yahya.

PELNI juga mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada diatas kapal sejak 12 April 2020. Penumpang juga dicek suhu tubuh sebelum naik ke atas kapal.

PELNI pun melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala. Bagi penumpang dan ABK pun diharuskan menerapkan physical distancing sejauh 1 – 2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantri makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit di tengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.(jpg)

Armada Kemanusiaan ACT Dukung Kebutuhan Penanganan Covid-19 di Pulau Galang

0
batampos.co.id – Dukungan untuk berbagai elemen masyarakat yang terdampak langsung Covid-19 terus diberikan. Tak terkecuali bagi para tenaga medis, petugas keamanan, dan pasien  yang tengah dikarantina di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Aksi Cepat Tanggap turut memenuhi kebutuhan mereka dengan mengirimkan armada Humanity Food Truck dan Double Cabin Rescue menuju Pulau Galang, Senin (13/4/2020).

Direktur Program ACT, Bambang Triyono, menyatakan, aksi ini merupakan bagian dari dukungan ACT terhadap upaya-upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Seperti yang kita ketahui Pulau Galang telah dijadikan titik karantina bagi warga Indonesia yang saat ini berada di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia,” jelasnya.
“Pulau Galang digunakan sebagai pusat karantina Covid-19. Kehadiran Humanity Food Truck di sana, sebagai armada yang mendukung dan membersama semua tenaga-tenaga baik tim medis, relawan nonmedis, TNI dan semua yang membantu di tempat karantina tersebut, termasuk pasien yang dirawat, baik yang masih tahap observasi,” ujarnya lagi.
Dua armada yang digerakkan ke Pulau Galang akan menyuplai kebutuhan penanganan karantina Covid-19 selama 14 hari.
Armada humanity food truck milik ACT. Foto; ACT untuk batampos.co.id

Dalam kurun waktu tersebut, tim ACT akan membagikan makanan gratis, air, dan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan semasa pendampingan dengan target 1.000 penerima manfaat.

Selain itu, bantuan sekunder berupa penyemprotan disinfektan juga akan disiapkan demi memaksimalkan bantuan di lokasi tersebut.

Aksi ini menjadi tahap awal dalam program utama “Bersama Selamatkan Bangsa” yang akan diluncurkan beberapa hari ke depan.

Bersama Selamatkan Bangsa merupakan gerakan untuk semakin memasifkan program Operasi Pangan Gratis yang telah dilakukan sebelumnya.
Rencananya, kolaborasi akan dilakukan dengan sekitar 10.000 warung kuliner UMKM (warteg dan jejaringnya) yang sebelumnya baru berjumlah 1.000 warung. Selain itu, akan dimaksimalkan pula pendistribusian 1.000.000 paket makanan siap santap.

Dari segi pemenuhan kebutuhan penunjang kerja pejuang medis, ACT akan bekerja sama dengan 1.000 UMKM untuk memproduksi masker dan cairan disinfektan selama masa pandemi ini.

Hingga Senin (13/4/2020), jumlah total pasien positif Covid-19 tercatat sebanyak 4.557 orang dengan korban yang meninggal sebanyak 399, dan yang sembuh 380 orang.

Tidak tinggal diam, ACT akan terus berkolaborasi memberikan bantuan berupa operasi pangan gratis, dukungan bagi tenaga medis, pemeriksaan kesehatan keliling, pemberian paket sanitasi, dan program-program lainnya. Untuk itu, mari Bersama Selamatkan Bangsa.(*)

DPR Mendapat Kritik Karena Tetap Bahas RUU Cipta Kerja

0

batampos.co.id – Ombudsman RI mengkritik sikap DPR yang ngotot membahas RUU Cipta Kerja di tengah bangsa sedang berjuang melawan pandemi covid-19. Padahal setiap hari jumlah pasien dan korban virus korona itu terus bertambah.

Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan, sangat tidak etis jika anggota DPR terus ngotot untuk membahas Omnibus Law. Padahal Omnibus Law akan membawa dampak bagi nasib banyak masyarakat Indonesia.

“Harusnya partisipasi masyarakat dalam pembahasan Omnibus Law dilibatkan secara optimal. Di saat pendemi masih terjadi mereka justru ngotot terus membahas Omnibus Law. Ini sangat aneh. Negara ini bukan hanya milik pemerintah dan anggota DPR saja. Adanya pemaksaan pembahasan Omnibus Law yang dilakukan oleh anggota DPR saya nilai kurang beradab,” terang Alamsyah dilansir JawaPos.com, Selasa (14/4).

Kritikan Alamsyah itu terkait agenda Badan Legislasi (Baleg) DPR yang menjadwalkan Rapat Kerja dengan pemerintah hari ini, Selasa (14/4)di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara II, Lantai 3. Agenda itu berdasar pada surat yang dikirim Setjen DPR pada Senin (13/4) yang mengundang 11 menteri Kabinet Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Alamsyah, pembahasan Omnibus Law saat ini tidak memiliki urgensi sama sekali. Apalagi jika dalil yang dipergunakan adalah untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Tiongkok yang biasa digadang-gadang sebagai investor strategis di Indonesia saat ini ekonominya juga tengah mengalami kontraksi. “Mustahil mendatangkan investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut,” kata Alamsyah.

“Harusnya DPR dan pemerintah memikirkan urusan yang lebih penting dari pada membahas Omnibus Law. Menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia jauh lebih penting dan mulia dibandingkan membahas Omnibus Law,” imbuhnya.

Alamsyah meminta pemerintah fokus untuk mencari dana untuk tanggap darurat dan menanggulangi dampak sosial akibat pendemi Covid-19. DPR diharapkan fokus untuk mengawasi pelaksanaan dan penyaluran dana tanggap darurat yang dibuat oleh pemerintah.

“Lebih mulia dan terhormat jika DPR mengawasi jalannya Perpu 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi ketika dikonfirmasi membenarkan jadwal tersebut. Agendanya adalah rapat kerja yang berupa pemaparan pemerintah. Rapatnya berlangsung secara fisik dan virtual.

“Ini baru rapat perdana. Lalu fraksi-fraksi menanggapi terhadap pemaparan dari pemerintah,” kata Achmad Baidowi kepada JawaPos.com, Selasa (14/4).

“Tentu yang kami tanya keseriuan pemerintah membahas RUU Ciptaker di tengah situasi seperti sekarang ini. Terbuka bisa melalui TV Parlemen atau medsos DPR,” tandas pria yang biasa disapa Awiek tersebut.(jpg)

Prioritaskan Corona, Pembangunan Tiga Gedung SMP Baru di Batam Ditunda

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam berencana menunda pengerjaan proyek fisik yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) tahun 2020 ini.

Alasannya, memperhitungkan kemampuan APBD yang ikut terdampak Covid-19.

”Melihat keadaan saat ini, memang tidak semua proyek fisik yang kami rencanakan bisa direalisasikan. Kami masih menghitung dan memetakan proyek mana yang bisa ter-cover dan terpaksa ditunda pengerjaannya tahun ini,” kata Kepala Dis-
dik Batam, Hendri Arulan, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, pembangunan proyek fisik bersumber dari pendapatan asli daerah Kota Batam. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, pemerintah mengutamakan penyelesaian virus corona lebih diprioritaskan.

”Sementara ini kami tahan dulu, hingga kondisi membaik. Karena memang keadaan tengah sulit. Jadi proyek fisik belum bisa dimulai hingga saat ini,” sebutnya.

Hendri menyebutkan, proyek fisik yang membutuhkan biaya cukup besar yaitu pembangunan tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang didirikan pasca penerimaan peserta didik baru (PPDB) Juni 2019 lalu.

Pembangunan gedung SMPN 53 Batuaji beberapa waktu lalu. Tahun ini Dinas Pendidikan Kota Batam menunda pembangunan tiga gedung SMP dikarenakan anggaran APBD diprioritaskan untuk menanganan Covid-1. Foto:Dalil Harahap/batampos.co.id

Tiga unit sekolah baru (USB) tersebut yaitu SMPN 60, 61 dan 62 Batam. Selain USB, pihaknya juga merencanakan penambahan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah.

Penambahan ini guna menampung siswa yang saat ini melebihi kapasitas karena tidak adanya ruangan.

”Ada juga revitalisasi dan usulan lainnya yang sudah masuk rencana dikerjakan
tahun ini. Kami harus melihat keadaan saat ini. Karena tidak mungkin dipaksakan dibangun sedangkan uangnya tidak ada,” ucapnya.

Untuk itu, siswa dan guru diharapkan bersabar, jika belum bisa memiliki gedung sendiri tahun ini. Lanjutnya, jika keadaan membaik dan anggaran cukup, pihaknya pasti memprioritaskan pembangunan sekolah untuk disegerakan.

”Beberapa waktu lalu, pembangunan sekolah ini masih jadi prioritas. Namun, karena
pandemi keadaan semakin sulit, sehingga kami belum bisa memulai proses rencana pembangunan tersebut,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kondisi cepat pulih, sehingga pembangunan Kota Batam tetap bisa berlanjut termasuk USB,” harapnya.

Saat ini, siswa yang tidak memiliki gedung sendiri masih menumpang belajar di sekolah terdekat. Karena pandemi, siswa diliburkan, sehingga belajar di rumah.

Kondisi ini jauh lebih nyaman dari pada mereka harus belajar dua sif, karena harus berbagi ruangan dengan sekolah yang mereka tumpangi.

”Belajar dari rumah kan diperpanjang. Jadi mereka tidak ke sekolah sementara ini,”
tutupnya.(yui)

Warga Seipanas yang Positif Covid-19 Baru Dua Bulan di Batam

0

batampos.co.id – Ada dua tambahan kasus positif Covid-19 di Batam, masing-masing warga Seipanas dan Botania-Batam Center.

Hasil swab (PCR) keduanya sudah
keluar dari Kementerian Kesehatan dan diumumkan secara resmi Tim Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Senin (13/4/2020).

“Hasil pemeriksaan swab yang dilakukan di Fasyankes/rumah sakit yang menyatakan
kesimpulan terdapat dua orang warga Kota Batam yang terdiri atas satu laki-laki dan satu orang perempuan dengan hasil terkonfirmasi positif,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Rudi menjelaskan, pasien laki-laki itu berusia 62 tahun beralamat di kawasan Jalan
Laksamana Bintan, Seipanas. Pria ini berasal dari Bandung, Jawa Barat dan baru dua
bulan tinggal di Batam.

Dia bekerja sebagai juru ukur di kawasan Pelabuhan Telagapunggur.

“Seminggu sebelum masuk rumah sakit yang bersangkutan merasakan demam disertai
sesak napas yang kemudian dibawa berobat ke salah satu klinik di daerah Kabil,” jelasnya.

Di klinik tersebut dilakukan tindakan pengobatan oleh tim medis dengan memberikan obat-obatan oral dan disarankan untuk rawat jalan.

Kemudian pada 9 April 2020, yang bersangkutan kembali mengalami hal yang sama, dan akhirnya dibawa kembali ke klinik tersebut dan selanjutnya di rujuk ke rumah sakit
swasta di kawasan Batam Center.

Di rumah sakit tersebut yang bersangkutan dilakukan tindakan pemeriksaan penunjang diagnostic laboratorium dan photo thorax dengan hasil ditemukan gambaran pneumonia dan cardiomegali.

“Kemudian dilakukan RDT dengan hasil nonreaktif serta dilakukan pemeriksaan sampel swab yang hasilnya belum diperoleh saat itu juga, selanjutnya ia ditetapkan sebagai PDP,” kata Rudi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Karena kondisinya terlihat semakin melemah, tim medis mengupayakan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit rujukan.

Namun tidak mendapatkan tempat mengingat semua rumah sakit rujukan sudah penuh. Selanjutnya, yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

“Pada tanggal 11 April terpantau kondisinya semakin memburuk yang kemudian dilakukan tindakan RJP. Namun tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 19.06 WIB,” jelasnya.

“Pada hari ini (kemarin, red) diterima hasil swab dari BTKLPP Batam yang menyatakan terkonfirmasi positif dan yang bersangkutan dimasukkan sebagai kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 11 Kota Batam,” ujar Rudi lagi.

Sementara itu, untuk kasus berikutnya, warga Kota Batam seorang perempuan berusia 32 tahun beralamat di kawasan Botania, Batam Kota.

Ia merupakan karyawan perusahaan swasta di Batam dan merupakan istri dari ASN
yang memiliki riwayat kontak sekunder dengan kasus 07 dan 08.

Rudi menjelaskan, pada 8 April 2020, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan RDT/rapid test di salah satu puskesmas daerah Batam Center dengan diperoleh hasil reaktif.

Mengingat tidak ada gejala yang menyertainya, maka diberikan edukasi untuk melakukan self isolation/karantina mandiri di rumahnya.

“Selanjutnya, pada 10 April, yang bersangkutan dilakukan pengambilan sampel swab
oleh Tim Analis BTKLPP Batam di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam
Center yang hasilnya baru diperoleh pada hari ini (kemarin, red) dengan terkonfirmasi positif,” ujar Rudi.

Berdasarkan hasil tersebut, maka wanita ini ditetapkan sebagai kasus terkonfirmasi
positif Covid-19 nomor 12 Kota Batam.

“Saat ini yang bersangkutan telah dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.(iza)

Kemenag Gelar Sidang Isbat 23 April untuk Tentukan Awal Ramadan 1441 H

0

batampos.co.id – Di tengah pandemi covid-19, suasana ibadah Ramadan 1441 H/2020 M dipastikan berbeda dari tahun sebelumnya. Meski demikian, umat muslim tetap wajib menjalani ibadah puasa Ramadan.

Untuk menentukan 1 Ramadan 1441 H, Kementerian Agama (Kemenag) tetap menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan yang diagendakan pada Kamis 23 Apri 2020.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan, Indonesia kini tengah dalam wabah pandemi covid-19. Maka, sidang Isbat digelar dengan skema berbeda. Yakni, memanfaatkan sarana teleconference.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference. Peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama,” ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).

“Masyarakat dapat menyaksikan proses isbat nanti melalui live streaming website dan media sosial Kementerian Agama,” tambahnya.

Sebagaimana biasa, sidang isbat dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 Hijriah oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya. Paparan itu disiarkan secara live streaming melalui website dan medsos Kemenag.

“Akan dibuka dialog. Masyarakat dan media bisa mengikuti melalui room meeting online yang nanti akan dibagikan. Tentu kuotanya juga terbatas,” tutur Kamaruddin.

Setelah Magrib, lanjut Kamaruddin, sidang isbat digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam.

Sidang diawali dengan pembacaan laporan olah Direktur Urusan Agama Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Para tokoh ormas yang diundang, bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui meeting room online_yang akan akan dibagikan tautan, ID, dan passwordnya.

“Setelah mendengar laporan dan masukan dari ormas, Menag menetapkan awal Ramadan 1441H,” jelas Kamaruddin.

Hasil sidang isbat, diumumkan secara terbuka oleh Menag Fachrul Razi melalui telekonferensi pers. Media tidak perlu hadir di kantor Kemenag. “Publik bisa mengikutinya melalui live streaming web dan medsos Kemenag,” pungkasnya.(jpg)

Penumpang di Bandara Hang Nadim Wajib Isi Kartu Kesehatan

0

batampos.co.id – Guna mencegah penyebaran Covid-19 dari luar Batam, masyarakat yang ingin masuk ke Kota Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim, diwajibkan mengisi form kartu kuning atau kartu kewaspadaan kesehatan.

Kartu ini diterbitkan Kementerian Kesehatan RI. Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, mengaku, kartu kuning sudah diberlakukan sejak Kamis (2/4/2020) lalu.

“Jadi, bagi yang masuk wajib mengisi kartu ini, apalagi dari daerah red zone (zona merah) seperti Jakarta,” jelasnya.

Kartu kuning tersebut berisikan mengenai data pribadi seperti nama, umur, dan alamat. Selain itu, di dalam kartu kuning itu, juga berisikan riwayat perjalanan dua minggu terkahir. Kemudian suhu tubuh terakhirnya.

Petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam memeriksa suhu tubuh penumpang di pintu keberangkatan. Kini setiap masayrakat yang berkunjung ke Kota Batam wajib mengisi kartu kuning  atau kartu kewaspadaan kesehatan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

“Semuanya wajib diisi,” tegasnya.

Pengisian kartu kuning ini, kata Suwarso, demi memudahkan tracing apabila ditemukan kasus penumpang yang terjangkit Covid-19.

“Jadi ada datanya. Penelusuran penumpang yang pernah satu pesawat dengan warga terjangkit Covid 19 jadi lebih gampang ditelusuri,” ucapnya.

Suwarso mengaku, selain Jakarta, penumpang dari daerah lainnya juga wajib mengisi kartu kuning tersebut.

“Siapa saja yang datang, harus isi,” ungkapnya.

Selain itu, Suwarso juga mengaku pengecekan dengan thermal gun di pintu keberangkatan Hang Nadim terus diberlakukan.

Bagi penumpang yang panasnya lebih dari 38 derajat celcius, maka petugas akan membawa ke kantor KKP di bandara.

“Di sana akan dilakukan pengecekan ulang. Apabila masih panas, maka penumpang tersebut dirujuk ke rumah sakit terdekat,” terangnya.(ska)

Data Covid-19 di Lapangan Diyakini Lebih Besar

0

batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah menembus angka 4.557 orang. Namun data itu diyakini belum mencerminkan seluruh jumlah pasien sesungguhnya di permukaan. Sebab masih banyak kasus yang belum terdeteksi dengan alat real time PCR dengan antigen.

“Di Indonesia saya juga ragu dengan data yang ada, karena deteksinya sangat sedikit. Walaupun sekarang ada lebih 60 laboratorium bisa deteksi Covid-19, tapi kecepatannya masih lebih kecil dibanding penularannya,” kata Pakar Kesehatan dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono dilansir JawaPos.com baru-baru ini.

Makanya banyak Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur dan lainnya. Jumlah-jumlah kasus di permukaan yang tak terdeteksi dinilainya melebihi dari jumlah data yang diumumkan.

“Perkiraan saya PDP meninggal di Jakarta itu sudah 600-an, maka kalau PDP itu Covid-19 maka jika ada 1500 kasus positif, diperkirakan sudah 6 ribuan positif di Jakarta, 4 kali lipat estimasinya. Bayangin kalau di Indonesia sekarang baru umumkan 4 ribuan, maka estimasinya melebihi,” kata Tri Yunis.

Kondisi itu juga berlaku untuk di Jawa Timur, Bali, dan Batam selain DKI Jakarta. Sebab wilayah itu memiliki jumlah wisatawan yang banyak.

“Buat saya terlalu sedikit deteksi kasusnya di Indonesia. Kemampuan deteksi di Indonesia terlalu kecil,” katanya.

Dia juga mengkritik tidak terbukanya pemerintah dalam hal pengumuman data kasus positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pemerintah didesak untuk mengumumkan secara jelas berapa total pasien yang diisolasi mandiri di rumah.

“Ini isolasi kasus ringan di rumah saja enggak tahu ada berapa. Pemerintah enggak clear isolasi di rumah berapa, isolasi di RS berapa. Harusnya lebih terbuka soal itu, diumumkan, kasus Covid-19 sekian, di rumah sekian, masuk RS sekian, enggak jelas dari semua provinsi,” tegasnya.

Angka kematian yang diumumkan saat ini sekitar 10 persen. Dan itu belum termasuk angka PDP.

“Padahal laporan dari Jakarta ada 600an PDP, di Jawa Timur saat saya datang awal Maret saja, PDP banyak sekali. Dan apakah sekarang dilakukan kontak tracing pada PDP? Harusnya pada semua provinsi kasusnya, termasuk Jakarta. Kalau enggak lakukan tracing, maka enggak akan terhenti dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kasusnya enggak tahu begitu banyaknya,” jelasnya.

“Kalau dikalkulasi, estimasi 4 kali lipat misalnya Jakarta 6 ribu. Dan di Indonesia 4 kali misalnya, artinya sudah 16 ribu kasus estimasinya keseluruhan,” paparnya.(jpg)

Pak Gubernur, RSUD Raja Ahmad Tabib Kekurangan Alat Perlindungan Diri

0

batampos.co.id – Relawan Covid-19 Provinsi Kepri, Rudy Chua, RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang sedang membutuhkan masker bedah atau masker
N95.

Menurut Pembina Ikatan Tionghoa Muda (ITM) Provinsi Kepri tersebut, stok yang tersedia cukup hanya bertahan sembilan hari ke depan.

“Jumlah positif terus bertambah, tentu membutuhkan APD (alat pelindung diri) yang cukup bagi tenaga medis dalam melayani pasien Covid-19,” ujar Rudy Chua, Senin (13/4/2020).

Anggota Komisi II DPRD Kepri itu mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima dari pihak RSUD RAT Tanjungpinang, jumlah masker bedah yang tersedia saat ini sebanyak 185 buah.

RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT). Foto: Peri/batampos.co.id

Sementara kebutuhan perhari adalah 20 kotak. Menyikapi hal ini, pihaknya yang terlibat dalam relawan Covid bersama pengusaha, pihak gereja dan vihara juga sedang menggalang kekuatan.

“Bagi masyarakat yang punya link untuk mendapatkan APD berupa masker N95 atau ada
yang mau menyumbangkan bisa langsung disampaikan ke pihak RSUD RAT,” ujar Rudy.

Dia mengatakan, sore kemarin Vihara Guna Vijaya (VGV) akan menyerahkan bantuan 500 dari 2.500 baju hazmat ke RSUP RAT sebanyak 300 dan Dinkes Kota 200 ditambah sejumlah disinfektan.

“Masker N95 dan disinfektan juga sedang dibutuhkan RSUD RAT,” jelas Rudy.(jpg/per)