Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 10293

49 Orang Pernah Tarawih dengan Pasien Positif Covid-19 di Bengkong

0

batampos.co.id – Sebanyak empat warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang hasil rapid test-nya reaktif Covid-19 dikarantina di Rumah Susun (Rusun) Tanjunguncang. Mereka diketahui pernah melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Al Furqon bersama seorang pasien Covid-19, sebelum pasien itu meninggal.

Camat Bengkong Fairuz seperti dilansir dari Antara di Batam menjelaskan, dalam penelusuran otoritas setempat, sebanyak 94 orang diketahui menjalankan salat tarawih bersama pasien Covid-19. Namun, dari hasil tes cepat, hanya empat orang yang reaktif, sedang 90 orang lainnya nonreaktif.

Rencananya, kata dia, empat orang warga tersebut akan menjalani tes swab di Rusun Tanjunguncang. Bersama empat orang warga itu, empat orang anggota keluarga pasien juga turut dikarantina.

”Keluarga ada empat, ini sudah diambil swab-nya, hasilnya belum keluar. Sambil menunggu hasil swab-nya turut dikarantina di Rusun Tanjunguncang. Jadi totalnya ada delapan orang,” kata Fairuz pada Kamis (7/5).

Petugas dari Pemkot Batam, Provinsi Kepri, memberikan motivasi kepada warga Kecamatan Bengkong yang harus menjalani karantina di Rusun Tanjunguncang, Kamis (7/5). (Pemkot Batam/Antara)

Sedangkan 90 orang jamaah lain yang hasil tes nonreaktif diminta tetap waspada, menjaga jarak, mengenakan masker, hindari kerumunan dan keramaian, serta mengikuti anjuran pemerintah. Dia menegaskan, pemerintah tidak melarang pelaksanaan ibadah. Namun, mengingat kondisi pandemi saat ini, hendaknya kegiatan yang bersifat keramaian dihentikan dulu.

”Kami sudah sampaikan ke pengurus masjid. Kami enggak mau terulang kembali,” kata Fairuz.

Mengenai pengetatan kegiatan keramaian di Kecamatan Bengkong, dia menjelaskan, pihaknya akan terus berkeliling memastikan tidak ada warga yang berkumpul. ”Contohnya, kalau kemarin ada yang makan di rumah makan, selama jaga jarak, masih dipersilakan. Sekarang, kalau ada yang makan, kami beri waktu 10 menit untuk menyelesaikan makan atau bungkus dan langsung pulang,” terang Fairuz.

Dia menambahkan, setelah ini tidak akan ada lagi imbauan, melainkan langsung dibubarkan. Sedangkan untuk ibadah dengan keramaian, pihaknya akan memberitahukan dan bersiaga menjaga di lokasi sebelum kegiatan dimulai. Untuk pasar kaget, masih dalam pembahasan, karena adanya pro dan kontra di tengah masyarakat.

”Kami mencari solusi terbaik. Yang jelas, kalau diteruskan standar protokol kesehatan diperketat, jarak antarlapak diatur kembali. Pedagang dan pembeli wajib masker,” ujar Fairuz.

Pihaknya akan menerapkan pola baru di pasar di depan kantor camat. ”Bagi yang melanggar akan diberi sanksi tidak boleh jualan lagi,” ucap Fairuz.(antara)

Hari Raya Waisak, 1.049 Narapidana Mendapat Remisi Khusus

0

batampos.coid – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan remisi husus (RK) kepada 1.049 dari 1.948 narapidana beragama Buddha di seluruh Indonesia pada Hari Raya Waisak 2564 BE tahun 2020. Pemberian remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

Seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara. “Remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga dalam keterangannya, Kamis (7/5).

Reynhard menjelaskan, remisi khusus kepada 1.049 itu dengan rincian 146 orang menerima remisi 15 hari, 578 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 211 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 104 narapidana.

Sementara itu, 10 orang menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan sebanyak 6 orang, remisi 1 bulan 15 hari sebanyak 2 orang, dan remisi 2 bulan sebanyak 2 orang.

“Pemberian remisi ini juga merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan,” ucap Reynhard.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yunaedi menjelaskan, pemberian RK Waisak tahun 2020 berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp 606.135.000 dengan rincian Rp 599.505.000 dari 1.049 narapidana penerima RK I dan Rp 6.630.000 dari 10 narapidana penerima RK II yang langsung bebas.

Narapidana terbanyak mendapat RK Waisak Tahun 2020 berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Utara sebanyak 231 orang, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat sebesar 134 orang dan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta berjumlah 127 orang.

“Pemberian remisi bukan sekadar reward kepada narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Fakta yang tak kalah penting adalah anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana,” pungkas Yunaedi.

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3614) dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3846), perubahan pertama : Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2006, perubahan kedua : Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden No. 174 /1999 tentang Remisi.(jpg)

Doni Monardo: Mudik Tetap Dilarang, Titik!

0

batampos.co.id – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan bahwa mudik tetap dilarang. Tidak ada kelonggaran. ’’Beberapa waktu terakhir, kami mendapatkan kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau ada kelonggaran. Saya tegaskan, tidak ada perubahan peraturan mudik. Artinya, mudik dilarang. Titik! Saya tegaskan sekali lagi. Mudik dilarang, Titik!” ujar Doni yang berpangkat letnan jenderal TNI-AD itu.

Meski demikian, pemerintah mengeluarkan daftar pengecualian. Orang-orang yang memenuhi kriteria tetap diizinkan melakukan perjalanan antarwilayah dalam masa larangan mudik. Daftar pengecualian tersebut tertuang dalam SE Nomor 4 Tahun 2020. Antara lain, ASN atau personel yang bekerja pada lembaga yang terlibat dalam layanan penanganan Covid-19. Misalnya, petugas kesehatan, petugas keamanan, serta personel yang mendukung pelayanan kebutuhan dasar dan ekonomi masyarakat.

Masyarakat biasa yang salah satu anggota keluarga intinya (ayah, ibu, suami/istri, anak, saudara kandung) mengalami sakit keras atau meninggal juga diperbolehkan melakukan perjalanan. Hal itu juga berlaku pada pekerja migran Indonesia (PMI), mahasiswa yang kuliah di luar negeri, serta pemulangan WNI dengan alasan khusus.

Doni mengatakan, SE itu diterbitkan karena larangan perjalanan secara total bisa menghambat percepatan penanganan Covid-19. Misalnya, mengganggu pengiriman alat kesehatan ke daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, ada problem keterbatasan transportasi pengiriman personel untuk mendukung gugus tugas daerah. Persoalan pemulangan atau repatriasi ABK dan pekerja migran ke tanah air dan terhambatnya pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum.

Selain itu, beberapa pelayanan kebutuhan dasar mengalami hambatan seperti rantai pasokan makanan, terutama hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.(jpg)

Warga Batam, Ayo Monitor Bantuan Covid-19 di lawancorona.batam.go.id

0

batampos.co.id – Masyarakat kota Batam dapat memonitor langsung pengelolaan bantuan corono virus disease (Covid-19) yang diterima Pemko Batam dari masyarakat melalui website resmi lawan corona (lawancorona.batam.go.id).

Website yang dikelola langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam itu akan menyampaikan seluruh bantuan yang didapatkan dan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, mengatakan, melalui website lawan corona tersebut, masyarakat bisa mengawasi langsung bantuan yang diterima Pemko Batam.

“Transparansi menjadi bagian yang sangat penting dalam pengelolaan bantuan kepada masyarakat,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Ia menjelaskan, website lawan corona pihaknya menginformasikan sumbangan dan bantuan dari masyarakat.

Perangkat RT/RWmembawa bantuan sembako dari Pemko batam yang diambil dari kantor Lurah
Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020). Pemko Batam berencana membagikan bantuan sembako tahap kedua pada Senin (11/5/2020) mendatang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Siapa saja dan dari mana saja bantuannya akan ditampilkan. Jadi masyarakat bisa monitor langsung,” ujarnya.

Hal ini kata dia, untuk menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap bantuan yang dikelola oleh Pemko Batam.

Pihaknya mengaku akan berusaha maksimal untuk selalu transparan dalam mengelola dan mendistribusikan bantuan dari masyarakat tersebut.

Menurut dia, bencana nasional wabah Covid-19 tidak hanya menimbulkan korban yang terjangkit virus ini saja.

Tapi juga memberikan dampak kepada warga yang rentan kehilangan penghasilan akibat wabah tersebut.

Seperti pekerja harian yang mendapat upah harian dan juga pekerja yang dirumahkan atau di PHK.

“Karena itu dalam mengelola anggaran bantuan itu, kami akan semaksimal mungkin transparan dan akuntabel serta tepat sasaran,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, dalam pemberian paket sembako, Pemko Batam sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan pendataan terhadap warga yang tidak mampu dan terkena dampak langsung Covid-19.

Pendataan kata dia, tidak hanya melibatkan petugas di Kecamatan dan Kelurahan saja tapi hingga perangkat RT/RW di setiap lingkungan perumahan.

“Jika merasa tidak mampu dan belum mendapatkan bantuan, silahkan berkoordinasi dengan RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

“Tapi kami harapkan masyarakat bisa memahami bahwa memang tidak semua masyarakat mendapatkan bantuan sembako, khususnya bagi masyarakat yang mampu,” jelasnya lagi.(*/esa)

Lion Air Group Kembali Melayani Penerbangan Mulai 10 Mei

0

batampos.co.id – Lion Air Group akan kembali beroperasi dan melayani jaringan domestik per 10 Mei 2020. Hal ini dilakukan seiring kebijakan yang memperbolehkan seluruh moda transportasi beroperasi secara normal, namun dengan syarat-syarat tertentu mulai Rabu (6/5).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa para calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan. Selain itu, juga diwajibkan mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri.

Dia mengatakan, pihaknya dalam pengoperasian maskapai akan menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Yakni melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang diberlakukan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Operasional Lion Air Group dipersiapkan secara menyeluruh dan berupaya maksimal dalam rangka memberikan pelayanan dengan melaksanakan berbagai langkah antisipasi, agar tujuan pelaksanaan penerbangan rute domestik tetap berjalan dengan memenuhi aspek keamanan dan keselamatan perjalanan udara,” tuturnya melalui siaran pers.

Demi upaya memastikan keseluruhan unsur-unsur tersebut, Danang mengungkapkan bahwa pihaknya senantiasa menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama pandemi Covid-19. Salah satunya pengecekan suhu badan untuk awak pesawat dan para petugas layanan.

“Menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan hand sanitizer, penggunaan sarung tangan dan wajib menggunakan masker,” tuturnya.

Bagi calon tamu atau penumpang yang akan membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia. Bisa juga melalui mobile apps.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa penerbangan seluruh moda transportasi akan beroperasi secara normal per hari ini. Mulai dari angkutan darat, udara, laut dan kereta api.

Selain Lion Air Group yang berencana melayani penerbangan domestik kembali pada 10 Mei. Maskapai Garuda Indonesia juga sudah mulai beroperasi per hari ini.(jpg)

Takjil Gratis Dari Warga Perumahan Buana Vista 2

0

batampos.co.id – Warga Perumahan Buana Vista 2, Batam Kota, membagikan takjil atau makanan berbuka secara gratis kepada masyarakat yang melintas di depan pintu gerbang perumahan mereka.

Ketua Panitia, Trisno, mengatakan, kegaitan tersebut mereka lakukan sejak 1 Mei 2020 lalu.

“Kita bagikan mulai pukul 17.00 WIB dan semua orang bisa ambil,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Ia menjelaskan, makanan yang diberikan merupakan swadaya dari warga perumahan mereka.

Warga Perumahan Buana Vista 2 memberikan takjil gratis kepada warga Batam yang melintas di depan perumahan mereka. Kegiatan tersebut akan dilakukan warga perumahan Buana Vista 2 hingga akhir Ramadan. Foto: Ibenk/batampos.co.id

“Jadi setiap hari, ada sekitar 20 hingga 30 warga yang secara suksrela membantu menyediakan takjil,” paparnya.

Setiap hari lanjutnya, ada sekitar 200 hingga 300 paket takjil yang dibagikan kepada warga yang melintas di depan perumahan mereka.

“Adapun dana dan takjil berasal dari warga Perumahan Buana Vista Indah 2 khususnya RT 03,” tuturnya.

Ia mengatakan, tujuan pembagian takjil gratis tersebut untuk saling berbagi kepada masyarakat Kota Batam ditengah pandemi Covid-19.

“Syaratnya bagi yang ingin mendapatkan takjil gratis cuma satu yaitu pakai masker dan kegiatan ini akan kita lakukan hingga akhir Ramadan,” tutupnya.(*)

Jasad WNI Kru Kapal Tiongkok Dibuang ke Laut

0

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia bakal segera memulangkan 14 WNI yang bekerja sebagai ABK atau kru kapal Tiongkok, Long Xing 629. Seperti diketahui, kapal tersebut saat ini tengah berada di Busan, Korea Selatan. Rencana pemulangan dilakukan pada 8 Mei mendatang.

Bukan tanpa sebab belasan ABK WNI tersebut bakal dipulangkan. Mereka memang minta dipulangkan ke Indonesia setelah 4 rekannya yang juga WNI meninggal dunia di kapal tersebut. Para WNI tersebut merupakan pekerja di kapal Tiongkok tersebut dan memiliki kontrak.

Seperti disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, keempat belas WNI tersebut akan pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan masa karantina yang diberlakukan oleh pemerintah Korea Selatan guna menghindari penyebaran virus Covid-19.

“Pihak pemilik kapal sudah menyiapkan tiket pulang untuk tanggal 8 Mei setelah mereka menyelesaikan proses karantina wajib,” beber Judha saat menyampaikan keterangan pers secara daring di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan, Ari Purboyo, sebelumnya terdapat 18 ABK asal Indonesia bekerja di kapal Long Xing sejak setahun lalu. Selama di tengah laut, ada tiga ABK WNI yang meninggal dunia karena sakit dan jasadnya dibuang ke laut. Sementara, satu ABK lainnya masih bisa dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Selang setahun kemudian, tepatnya mulai 22 April 2020 kemarin, 14 ABK WNI yang masih hidup kembali ke Korea Selatan, namun dengan kondisi yang memprihatinkan. Beruntung mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari otoritas setempat dan kini tinggal di sebuah hotel di Busan, Korea Selatan.

Keempat belas ABK itu sempat bingung soal biaya untuk pulang ke Indonesia, karena tiga perusahaan yang memberangkatkan mereka yakni PT Lakemba Perkasa Bahari, PT Alfira Perdana Jaya (APJ), dan PT Karunia Bahari tidak bersedia memulangkan mereka.

Hanya saja, sesuai dengan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 5 Tahun 2018, Judha menjelaskan bahwa penanganan perlindungan WNI selalu mengedepankan pada tanggung jawab pihak terkait, dalam hal ini pihak pemilik kapal, pihak agensi, dan agen tenaga kerja di Indonesia.

“KBRI kita di Seoul sudah berkoordinasi dengan agen kapal yang ditunjuk oleh pemilik di Tiongkok sejak 16 April 2020, termasuk untuk memfasilitasi ketibaan para ABK kita,” imbuh Judha.(antara)

BKKBN Tingkatkan Followers Media Massa Untuk Sampaikan Pesan Program Bangga Kencana 

0

batampos.co.id – Saat ini proporsi jumlah penduduk pada kelompok umur muda dan produktif sangat besar dan menjadikan mereka sebagai sasaran utama program BKKBN.

Mereka inilah yang menjadi tumpuan pembangunan nasional baik sekarang maupun dimasa datang.

Sehingga BKKBN merubah pendekatan program agar menjadi lebih relevan untuk generasi Millenial dan Zillenial.

Keinginan kuat BKKBN dilakukan dengan upaya rebranding yaitu penyegaran penampilan pada logo, tagline dan jingle.

Bukan hanya itu, BKKBN juga melakukan cara pendekatan yang lebih sesuai dengan selera dan dinamika generasi millenial dan zillenial.

Diera digital saat ini, BKKBN melakukan berbagai pendekatan dan memanfaatkan media-media komunikasi untuk meningkatkan akses penyebaran informasi.

Media sosial merupakan salah satu media pilihan untuk penyampaian informasi. Salah satu upaya yang strategis dalam penyebarluasan informasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan keluarga Berencana (Bangga Kencana) dengan sasaran yang luas.

Yaitu hampir 70 juta keluarga Indonesia dan 70 juta remaja Indonesia yang membutuhkan informasi Program Bangga Kencana dan cara-cara perubahan yang efektif untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesejahteraan untuk mewujudkan keluarga yang tentram; mandiri; dan bahagia dalam koridor Pembangunan keluarga.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, menyampaikan, BKKBN baru saja meluncurkan laman siapnikah.org (www.sispnikah.org) yang bekerja sama dengan Rumah Perubahan.

Laman ini merupakan media edukasi mengukur kesiapan menikah bagi para remaja di Indonesia. Di dalam laman tersebut, terdapat kuesioner yang mengukur kesiapan menikah seseorang.

Selain itu, terdapat bacaan-bacaan yang bisa menjadi referensi bagi anak muda mengenai mempersiapkan diri menjadi orang dewasa yang dapat memenuhi kebutuhannya, tambah Hasto.

Masa Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS).

Terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan karena tidak teraksesnya Pasangan Usia Subur terhadap pelayanan kontrasepsi.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh BKKBN untuk meningkatkan awareness masyarakat Indonesia termasuk stakeholder dan mitra kerja melalui berbagai media. Bukan hanya resiko kesehatan namun juga resiko psikologis karena kekahawatiran.

Oleh karena itu, kita harus mensosialisasikan penundaan kehamilan kepada masyarakat dan sosialisasi ini harus dikemas pula secara baik dan menarik sehingga terpahami isi pesannya.

Berdasarkan data BKKBN, sebanyak 30 persen bayi berisiko tidak memenuhi standar kesehatan saat lahir. Apabila sejak awal bayi sudah tidak memenuhi standar kesehatan, maka akan sulit mengembangkan SDM ke depannya.

Ketidaktahuan dan ketidaksiapan pasangan saat akan menikah menimbulkan banyak risiko kesehatan terhadap ibu dan bayi yang dilahirkan. Ketidaktahuan itu juga menurunkan kemampuan pasangan muda untuk menghasilkan generasi baru yang unggul dan berkualitas.

Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, BKKBN berupaya melakukan pendekatan kepada para calon ibu dengan memberikan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya mempersiapkan seribu hari pertama kehidupan bagi bayi sehingga bayi yang mereka lahirkan menjadi generasi baru yang unggul dan berkualitas.

“Banyak program yang bagus di BKKBN, namun apakah generasi muda mengetahui itu? Hal ini yang harus menjadi perhatian kita. Sepertinya program Bangga Kencana harus kita tinjau ulang, kita kemas ulang sehingga bisa sampai dan dipahami para generasi muda kita,” ujar Hasto.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN Nofrijal, mengatakan, untuk mengakomodir hal tersebut perlu adanya penyebarluasan informasi terkait Program Bangga Kencana melalui semua media.

Seperti : Jalur Udara/ (TV, radio, website, sosmed), Jalur Darat (mobile, printing, billboard), Jalur Akar Rumput (poster, booklet, merchandise).

Hasto juga menyarankan, agar para PUS menunda untuk punya momongan di masa pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan usia kehamilan muda memiliki resiko tinggi terpapar virus Covid-19, karena daya tahan tubuhnya menurun.

Biasanya kalau hamil muda daya tahan tubuhnya menurun, karena ada penyesuaian tubuh ibu dengan bayi yang ada dalam kandungan.

Selain itu, menurut Hasto pada saat pandemi Covid-19 ini akan memberikan ujian berat bagi wanita di masa-masa kehamilannya, sebab wanita hamil itu diciptakan dengan daya tahan tubuh yang menurun, imbuh Hasto.

Kegiatan Workshop Online II Penetrasi Penggunaan Multimedia dalam Menyukseskan Rebranding BKKBN melalui Cisco Webex Event ini mengundang 310 peserta.

Terdiri dari Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, Pejabat Tinggi Pratama BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Seluruh Indonesia, Kepala Bidang Adpin BKKBN Provinsi, Kepala Seksi Advokasi BKKBN Provinsi, Kepala Subbaggian Humas, Para Pengelola Media Sosial GENRE se Indonesia, Pranata Humas, Ketua Ikatan Penulis KB Provinsi, dan Ketua Ikatan Penyuluh KB Provinsi.

Narasumber pada acara tersebut adalah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Deputi Bidang Adpin H. Nofrijal, SP. MA, Presiden Direktur Trans TV-Trans 7 Atiek Nur Wahyuni, dan Bunga Harum Dani sebagai moderator.

Di akhir sambutannya Hasto berpesan, gunakan seluruh kemampuan yang ada untuk melayani masyarakat dengan memberikan informasi yang baik dan benar serta menarik untuk diketahui masyarakat.

Petakan media-media yang ada dan sesuaikan jenis media dan saluran untuk menjangkau audience. Tingkatkan kemampuan komunikasi agar menjadi komunikator yang handal. Pelajari dan kenali penerima pesan kita sehingga pesan yang disampaikan diterima dengan baik dan dipahami.

Dalam rangka meningkatkan followers/viewers/subscriber media sosial BKKBN melalui akun @bkkbnofficial peserta workshop diharapkan ikut berpartisipasi, dengan membuat akun yang berkualitas dan diminati khalayak, memfollow dan membantu proses penyebarluasan informasi program Bangga Kencana baik melalui komunitas di media sosial pribadi ataupun dengan merepost ulang konten dari @bkkbnofficial, dan bekerja sama dengan influencer atau para penggiat media sosial yang memiliki followers dan subcibers signifikan, tutup Hasto.(*)

Besok Serah Terima Jabatan Kapolda Kepri Dilaksanakan di Mabes Polri

0

batampos.co.id – Besok, Jumat (8/5/2020), akan dilakukan serah terima jabatan dari Irjen Andap Budhi Revianto kepada Irjen Aris Budiman di Markas Besar (Mabes) Polri.

Irjen Andap Budhi Revianto sebelumnya sudah dilantik sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhum dan HAM) di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak asasi manusia Jakarta Selatan, pada Senin (4/5/2020).

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meminta Andap untuk melakukan terobosan-terobosan kreatif dalam mengatasi tantangan kerja dalam upaya meningkatkan moralitas dan etika pegawai.

Pelantikan pejabat Kemenhum dan HAM. Salah satu pejabat baru di kementerian tersebut adalah mantan Kapolda Kepri Andap Budhi Revianto. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.idpolda

Serta meningkatkan pengawasan baik dalam hal pelaksanaan pelayanan publik, administrasi keuangan maupun disiplin pegawai.

Yasonna juga berpesan sebagai Inspektur Jenderal Kemenkumham harus mampu menjaga dan meningkatkan indeks integritas Kemenkumham menjadi lebih baik dan tidak memberi ruang kepada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Kemenkumham.(esa)

WNI di Luar Negeri Ramai-ramai Pulang ke Tanah Air

0

batampos.co.id – Upaya mudik tidak hanya dilakukan WNI dalam negeri. Sejumlah WNI di luar negeri (LN) juga berbondong-bondong pulang ke tanah air. Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menuturkan, semenjak 10 April hingga 3 Mei 2020 terdapat 1.160 WNI nonresiden atau pemilik visa jangka pendek yang tertunda kepulangannya dari luar negeri. Dari angka tersebut, 760 orang sudah kembali ke Indonesia.

”Dengan demikian, masih terdapat 363 orang yang masih perlu kita fasilitasi pemulangannya ke tanah air,” ujarnya. Jumlah tersebut di luar anak buah kapal (ABK) WNI.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu Judha Nugraha menambahkan, hingga saat ini jumlah ABK WNI masih sangat dinamis. Data terakhir yang dihimpun dari perwakilan di LN menyatakan bahwa ada sekitar 23 ribu ABK WNI yang bekerja di 190 kapal. Sekitar 12 ribu di antara mereka telah kembali ke tanah air.

”Mereka ini yang berpotensi terdampak Covid-19. Sehingga banyak operator yang berniat untuk menghentikan operasionalnya,” kata dia. Namun, tidak semua awak kapal memilih pulang. Ada yang menyatakan ingin tetap bekerja di kapal.

Diakui, meski di tengah pandemi saat ini, pemerintah tidak bisa melarang WNI kembali ke tanah air. Hal tersebut menjadi amanat UU Keimigrasian, yakni WNI tak dapat ditolak pulang. Kendati begitu, Judha menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mengantisipasi hal tersebut.

”Tadi pagi sudah vidcon dengan Kemenkes. Sepakat untuk memperbaiki protokol kesehatan bagi mereka yang baru kembali,” tegasnya. Proses pemeriksaan bagi mereka yang kembali dari LN bakal diperketat dalam rangka mencegah penularan. Selain pemeriksaan kesehatan biasa, mereka akan dites swab atau rapid test untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

”Jadi, kita selalu membuka pintu. Tapi, kami juga tetap mengimbau, WNI di LN yang tidak dalam kondisi memaksa sebaiknya tetap di sana,” ungkapnya.(jpg)