Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 10294

Youtuber Ferdian Paleka, Pembuat Prank Bansos Isi Sampah Tertangkap

0

batampos.co.id – Youtuber Ferdian Paleka akhirnya diringkus Tim Resmob Polrestabes Bandung dan Tim Resmob Polda Jawa Barat. Ferdian ditangkap bersama rekan duetnya dalam membuat video prank bantuan sosial sembako berisi sampah dan batu, M. Aidil.

“Benar, telah dilakukan pengejaran dan penangkapan DPO perkara ITE atas nama tersangka Ferdiansyah alias Ferdian Paleka dan M. Aidil,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso dilansir dari JawaPos.com, Jumat (8/5).

Erlangga mengatakan, keduanya ditangkap di Jalan Tol Jakarta-Merak Km 19, Balaraja, Tangerang, Banten, pada Jumat (8/5) pukul 00.30 WIB. Keduanya ditangkap bersama ayah tersangka atas nama Herman dan kakak dari ayah tersangka atas nama Jamaluddin.

“Yang bersangkutan telah melakukan penjemputan tersangka di Pelabuhan Merak setelah melakukan perjalanan dari Palembang yang tujuannya akan ke Bandung,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, kedua tersangka pada awalnya kabur ke Palembang ketika video prank bansos isi sampah viral dan menuai banyak kecaman. Namun, kemarin mereka memutuskan kembali ke Bandung.

“Betul, intinya mereka kucing-kucingan sama petugas lah,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ferdian dan Aidil sempat menghebohkan warganet dengan video prank bansos isi sampah dan batu. Mereka membagikan bantuan kepada waria dan anak-anak di Bandung, namun berisi batu dan sampah.

Video tersebut kemudian dengan cepat viral dan menuai kecaman netizen. Salah seorang korban penerima bantuan tak terima atas perbuatan Ferdian. Dia pun melaporkan Ferdian ke Polrestabes Bandung.(jpg)

Dua Hari Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah

0

batampos.co.id – Kabar baik bagi Kepri. Selama dua hari belakang terakhir, pasien positif Covid-19 nol kasus atau tidak bertambah. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, membenarkan daftar positif Covid-19 di Provinsi Kepri dalam dua hari belakangan tidak terjadi penambahan kasus. Sebaliknya, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh trennya terus bertambah.

Menurutnya, tersisa 14 pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit per Kamis (7/5). “Hari ini (kemarin, red) Batam mencatatkan kesembuhan ke-22, dengan adanya tambahan 6 pasien yang sembuh. Kasus positif tertahan sejak 5 Mei 2020 lalu,” ujar Tjetjep Yudiana, Kamis (7/5) di Tanjungpinang.

Mengenai jumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat tersebar 8 kasus di Batam, 4 Tanjungpinang, dan 2 Karimun. Sedangkan yang menjalani karantina mandiri karena kondisi mereka stabil sebanyak 6 orang di Tanjungpinang. (iza/jpg)

Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, 35 Orang Diobservasi di Tanjunguncang

0

batampos.co.id – Sebanyak 35 orang diobservasi di rumah susun sewa (Rusunawa) BP Batam di Tanjunguncang hingga Kamis (7/5) kemarin. Jumlah ini meningkat drastis, sebab tiga pekan sebelumnya hanya dua orang. Informasi yang didapat dari lokasi karantina, 35 ODP (orang dalam pemantauan) tersebut adalah mereka yang berhubungan dengan pasien kasus 35 yang meninggal dan pasien kasus 34 di Batam Center.

Dari pasien kasus 34, total asal 20 orang yang diantar ke rusunawa, Rabu (6/5), dan dari pasien kasus 35 ada 15 orang yang diantar pada Kamis (7/5). “Yang dari pasien kasus 34 itu, tujuh orang dari Bengkong dan delapan orang dari Batuampar. Status mereka sama, sebagai ODP,” ujar Nur Arifin, petugas dari Tagana yang berjaga di Rusunawa.

Di tempat terpisah, intensitas menindak keramaian ditingkatkan. Soal penerapan sosial distancing dan penggunaan masker, Rudi menyebutkan sudah ada aturannya. Lagipula ini berkenaan dengan kebaikan bersama.

Rudi berharap menjelang akhir Ramadan tidak bertambah dan akhir Ramadan, Covid-19 selesai. “Kami sudah rapat juga dengan ulama, bahwa keramaian sepakat apapun tidak diizinkan. Kalau distancing ini kita jaga, yang sakit kita karantina, mudah-mudahan cara ini dapat mempercepat penyelesaian Covid ini,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Rabu (6/5).

Meskipun demikian, Rudi juga mengingatkan agar penindakan yang dijalankan bersama dengan TNI Polri ini, tetap hanya bersifat persuasif dan tidak boleh ada benturan fisik antara petugas dengan masyarakat.

“Semuanya adalah masyarakat Batam, mereka begitu karena kondisi yang memang sedang sulit,” kata Rudi. (iza/eja/gie)

Jasad WNI Dilarung ke Laut, Kemenlu Panggil Dubes Tiongkok

0

batampos.co.id – Kementerian Luar Negeri RI bakal memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, untuk meminta penjelasan tentang perlakuan yang diterima para anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal ikan Tiongkok. Kemenlu juga akan meminta penjelasan mengenai pelarungan jenasah ABK WNI dari Kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604 untuk memeriksa apakah penanganan itu sudah sesuai dengan ketentuan dari Organisasi Buruh Internasional (ILO).

“Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenasah (apakah sudah sesuai dengan Ketentuan ILO) dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemenlu akan memanggil Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” kata pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri yang dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Kamis (7/5).

ILO Seafarer’s Service Regulation mengatur prosedur pelarungan jenazah (burial at sea). Dalam ketentuan ILO disebutkan bahwa kapten kapal dapat memutuskan untuk melarungkan jenazah karena beberapa kondisi, antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas penyimpanan jenazah sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal.

Dalam penjelasan Kemenlu RI, Pemerintah Indonesia, baik melalui perwakilan Indonesia di Selandia Baru, RRT dan Korea Selatan maupun di Pusat, memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi WNI kru kapal di kapal ikan berbendera Tiongkok, Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korsel. Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629.

KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. Sementara, 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. Sedangkan 20 awak kapal lainnya melanjutkan bekerja di Kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada Kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

“KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus tersebut. Dalam penjelasannya, Kemenlu RRT menerangkan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya,” lanjut pernyataan tertulis Kemenlu.

Sebelumnya, Kemenlu bersama Kementerian/Lembaga terkait juga telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI. Kemenlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga.

Sementara itu, JawaPos.com sudah berusaha menghubungi pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta untuk menanggapi sikap Kemenlu. Tapi, sampai berita ini diturunkan, pihak Kedubes Tiongkok belum memberikan respons.(jpg)

Hidup setelah Covid-19

0

INI bukan ramalan. Ini hanya prediksi tidak ilmiah. Kalau ramalan kan agak “out of the science”, sedangkan prediksi bisa “involved the science in it”. Melibatkan keilmuan di dalamnya, sesuai disiplinnya. Tidak. Ini cuma catatan kecil.

Orang banyak menyebutkan istilah pasca-pandemi covid-19 sebagai “new normal”. Normal yang baru. Di mana tatanan dan gaya hidup akan banyak berubah. Misalnya, cara bersalaman, pemakaian masker di luar ruangan, serta kebiasaan mengurangi kumpul-kumpul berdempetan.

Saya percaya, kapan akan berakhirnya covid-19 tidak dapat disurvei. Dia bukan sebuah keinginan terhadap trend. Bukan pula soal asumsi atau persepsi. Dia adalah pandemi virus yang memerlukan kerja-kerja keahlian. Kerja ahli virus dan ahli farmasi. Ditambah kesungguhan pemerintah mengatasinya. Dia tidak dapat dipersepsikan. Misalnya, kapan menurut Anda virus ini akan berakhir? Atau, jika vaksin ditemukan hari ini, apakah Anda yakin akan berakhir dua bulan lagi?

Secara definitif, pandemi corona ini tidak akan berakhir sampai ditemukan vaksin pembunuhnya. Itupun jika dia tidak bermutasi ke bentuk baru. Sementara virologi yang hari-hari belakangan amat sibuk di kamar laboratorium masih berupaya menemukan vaksin “utama” untuk menjinakkannya. Uji klinis dilakukan di berbagai negara. Termasuk Indonesia.

Lalu, kapan vaksin “definitif” akan ditemukan dan mangkus untuk digunakan? Ada yang memprediksi akhir tahun ini, ada pula negara yang lebih moderat memprediksinya tahun depan. Artinya, dalam beberapa bulan ke depan, umat manusia di berbagai belahan dunia masih harus (meminjam istilah Presiden Jokowi) “berdamai” dengan era covid-19 ini.

Sejauh ini, banyak sudah jenis vaksin yang disebut-sebut akan mampu mengatasi covid-19. Mulai dari Rendevisir, Hydrochloroquine, campuran Zynk, hingga buatan dalam negeri, herbavid-19. Tapi belum ada negara yang menyebutkan jamu-jamuan kecuali Indonesia dan China yang menyebutnya sebagai resep tradisional.

Sejauh ini yang kita ketahui, para pasien positif covid-19, di dalam negeri, ditreatment antibodinya, dinaikkan kadar imune-nya, dan ditingkatkan kadar perlawanannya terhadap virus tersebut. Itu pun bervariasi treatmentnya antara satu pasien dengan pasien lainnya. “Tergantung kondisi pasien ketika dirawat,” kata Direktur RS Embung Fatimah Batam dr Ani Dewiyana.

Dalam sebuah keterangan kepada wartawan, Kadinkes Batam dr Didik Kusmarjadi mengatakan, beberapa pasien yang berhasil sembuh, setelah diberikan berbagai vitamin dan bubur putih telur, serta makanan tinggi protein setiap hari, plus makanan bergizi lainnya. Vaksinnya? Sampai saat ini belum satupun yang dianggap mangkus, bahkan di negara adidaya Amerika sekalipun. FDA (Food and Drug Administration) Amerika memang merekomendasi Remdevisir, namun masih terjadi perdebatan dengan para ahli WHO.

New Normal, Senormal Apa?

Jika demikian adanya, setelah jatuhnya korban jiwa, baik dari pasien maupun tenaga kesehatan, yang jumlahnya sudah mencecah angka puluhan ribu di seluruh dunia, dari yang terpapar lebih dari 1 juta jiwa, bagaimana kelak kehidupan sesudahnya –di dunia maupun Indonesia?

Di laman-laman media sosial, ramai mengulas masalah kehidupan pasca-covid-19 ini. Seperti apa bentuknya? Apakah akan ada perubahan gaya hidup sedrastis yang dibayangkan? Kali ini saya mencoba dengan keberanian serba tanggung, menaikkan catatan kecil ini ke level prediksi. Ya, akan banyak perubahan setelah ini. Walaupun kelak setelah vaksin definitif telah ditemukan.

Ambil contoh soal pendidikan. Sudah sejak beberapa waktu lalu pola pendidikan dipaksa mengikuti “adat” yang selama ini kita ragu kapan akan tercapai. Belajar di rumah, dengan menggunakan teknologi, adalah contoh sebuah revolusi kecil yang sudah terjadi. Jika dalam situasi normal, pasti sulit merealisasikan sistem belajar online. Pasti ada saja protes dan penolakan. Tidak semua siswa punya gadget/laptop dan tidak semua daerah terjangkau internet. Namun setelah covid-19 melanda, mau tak mau anak-anak kita dan kita pun mulai terbiasa akibat dipaksa. Soal efektivitasnya, dibahas nanti saja.

Ada lagi yang bisa jadi juga akan berubah. Apel, misalnya. Di kantor-kantor pemerintah maupun di sekolah. Jika physical distancing ini bertahan ke depan, lagi-lagi mengantisipasi second wave penularan covid-19, maka barisan apel tentu akan menyesuaikan. Karenanya, lapangan akan terlihat lebih sempit dan peserta upacara akan terlihat lebih ramai. Sebab, jarak baris antar-individu peserta apel minimal 1 meter.

Satu lagi, saya kira, sekolah-sekolah perlu memikirkan pembangunan ruang kelas baru (RKB), sebab mengurangi jumlah peserta didik hampir tidak mungkin. Pasalnya, harus tetap ada jarak tertentu untuk setiap murid di ruang kelas. Atau, barangkali Mendiknas Nadiem Makarim akan membuat “revolusi” lain dalam sistem pendidikan nasional kita. Siapa tahu?

Cara bekerja juga, setelah dipaksa “work from home”, bekerja dari rumah, lagi-lagi kita dipaksa menggunakan teknologi jarak jauh. Video conference menjadi biasa. Rapat tidak lagi harus berhadap-hadapan secara fisik akibat mengikuti protokol “physical distancing”. Bahwa kebiasaan konvensional di mana setiap rapat harus ada kontak langsung, ada snack dan minuman, kini tidak lagi. Pun setelah berakhirnya era covid-19, dalam masa berjaga-jaga terhadap kemungkinan second wave (gelombang kedua) serangan virus, kita akan tetap “menjaga jarak”.

Oleh karena penularan covid-19 ini melalui cairan (droplet), barangkali akan ada perubahan perilaku dalam berpacaran. Terutama di dunia Barat sana. Ciuman misalnya, bagi yang trauma dan terlanjur paranoid, akan sangat menjaga “body contact” khususnya “kissing”. Sepele memang, tapi begitulah prediksi saya. Juga jarak dalam berbicara, orang-orang akan lebih menghindari “air hujan” yang bisa jadi berhamburan dari mulut lawan bicara. Pakai masker menjadi lebih aman.

Begitu pula dengan bisnis. Jika sebelumnya kita mulai terbiasa dengan belanja online, kelak akan semakin terbiasa. Toko-toko lebih akan menjelma sebagai gudang (stokis) saja. Bukan tempat bertemunya penjual dan pembeli seperti pada pasar tradisional (pasar basah) dalam Ilmu Ekonomi. Jika kita anggap kehidupan ekonomi masih akan normal di tahun-tahun hadapan, maka hal-hal seperti di atas akan terjadi. Namun jika ekonomi akan suram, maka sutuasinya tentu akan lebih sulit.

Di sisi lain, jika pertumbuhan ekonomi tetap normal, bisnis-bisnis unicorn berbasis IT akan semakin mendapat tempat. Para start-up pun akan semakin hidup. Pelaku bisnis reality show semacam youtuber akan semakin mendapat pesaing, karena akan banyak pemain baru. Lihatlah, saat kebijakan “stay at home”, para youtuber malah semakin produktif membuat konten. Subscriber mereka naik signifikan karena orang lebih banyak berada di rumah. Mereka membuka youtube, selain juga nonton “drakor” alias drama Korea yang banyak menyulut “konflik latin” itu.

Revolusi industri 4.0 akan cepat melompat ke 5.0. Siap atau tidak siap. Salah satu contoh, di dalam negeri, robot Raisa di Surabaya sudah membuktikannya dalam skala kecil. Bahkan dalam tulisan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, robot Raisa –yang sayangnya bentuk robotnya tak seindah Raisa yang penyanyi itu– sudah mengambil 60 persen pekerjaan perawat. Kebayang kan ke depan bagaimana robot-robot akan mengambil-alih tenaga manusia?

Dalam kehidupan keagamaan, setelah pandemi ini berakhir, oleh karena salah satu cluster terbesar carrier (penular) disebut dalam banyak media adalah jamaah tabligh, bisa jadi akan ada “revolusi” dalam perjalanan para jamaah agar mereka tetap beribadah. Untuk yang satu ini, saya merasa harus bertanya dulu dengan ahli agama. Nantilah ketika sudah bertanya, akan saya ulas lebih detail.

Tak usah jauh-jauh, di bulan puasa ini saja, sudah tidak ada Tarawih di masjid. Hanya ada satu-dua masjid yang tetap melaksanakan shalat berjamaah. Pun nanti, saat Shalat Id, belum pasti juga dilakukan secara berjamaah. Oh, benar-benar menyedihkan ibadah Ramadan dan 1 Syawal tahun ini. Sisi baiknya, tidak ada keharusan membeli pakaian baru dan pernak-pernik Hari Raya yang biasanya serba baru. Ya, karena biayanya juga menipis akibat turunnya daya beli masyarakat.

Terakhir, politik anggaran di tengah situasi kepepet. Ternyata, perubahan besar juga terjadi dari sisi politik anggaran APBN dan APBD. Perppu Nomor 1 tahun 2020 telah mengubah postur anggaran. Negara mengubah kebijakan anggarannya untuk mengatasi pandemi ini. APBD pun dipaksa dipangkas hingga 50 persen. Jika tidak, DAU akan ditahan, tak peduli nanti di tahun 2021 dan 2022 banyak APBD akan banyak tersita untuk membayar utang dan kompensasi akibat Perppu tersebut.

Ya, kita memang telah banyak dipaksa oleh pandemi covid-19 ini. Hampir di semua sektor. Yang tadinya tak bisa atau mungkin dianggap “tabu”, kini dan nanti menjadi sah bahkan harus dilakukan.

Akhirnya, saya meyakini bahwa akan ada “kehidupan baru” setelah covid-19. Di semua bidang. Hanya saja, seperti apa kelak kehidupan baru itu, belum berani saya simpulkan selain hanya berupa kisi-kisi seperti diuraikan di atas. Namanya? Terserah saja. Bisa new normal atau mungkin new abnormal.*

Dampak Covid-19: Karyawan Dirumahkan, Penghasilan Turun, dan Di-PHK

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 memunculkan persoalan pelik yang dialami tenaga kerja (naker). Selain pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagian di antara mereka mengalami penurunan penghasilan.

Kondisi itu merujuk pada survei online yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait Covid-19. Survei dilakukan terhadap 1.112 responden. Dari survei itu diketahui sejumlah kondisi yang dialami tenaga kerja. Di antaranya, 65 persen naker selamat dari PHK, tapi harus bekerja di rumah. Kemudian, 15 persen lainnya mengalami PHK. Ironisnya, mereka mengaku di-PHK tanpa mendapatkan pesangon. Lalu, ada 2 persen yang terkena PHK dan diberi pesangon.

Peneliti dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Ngadi mengatakan, para naker yang selamat dari PHK mengalami kondisi yang beragam. ”Sebanyak 43 persen pendapatan mereka tetap. Tetapi, yang lainnya mengalami penurunan pendapatan,” katanya kemarin (6/5).

Pada kelompok naker yang selamat dari PHK, lanjut dia, sekitar 10 persen mengaku penghasilannya turun lebih dari 50 persen. Kemudian, 11 persen naker mengalami penurunan penghasilan 30–50 persen dan 20 persen naker turun kurang dari 30 persen.

Para korban PHK di Kota Batam mencari ikan di dam untuk bertahan hidup. Ditengah pandemi Covid-19 banyak perusahaan yang melakukan pengurangan dan merumahkan karyawannya. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurut Ngadi, penurunan pendapatan itu merupakan dampak kondisi perusahaan tempat mereka bekerja. Di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), transaksi ekonomi menurun. Perusahaan berupaya menekan beban pengeluaran.

Ngadi menjelaskan, survei yang sudah dirilis itu sejatinya belum seratus persen selesai. LIPI beberapa hari ke depan juga melakukan survei dengan sasaran responden dari kalangan pengusaha atau industri. Nanti diketahui industri di bidang apa yang paling banyak kasus PHK. ”Ini kita rilis dahulu menyambut Hari Buruh 1 Mei lalu,” ujarnya.

Dia menuturkan, survei yang sudah terkumpul itu menggambarkan bahwa dampak Covid-19 terhadap dunia kerja ternyata luar biasa. Kondisi itu sejalan dengan laporan jumlah PHK yang masuk ke Kemenaker maupun perkiraan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Karena itu, menurut Ngadi, perlu dilakukan upaya khusus untuk menangani PHK yang begitu besar. Khususnya menjamin mereka yang terkena PHK mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. ”Baik itu bantuan melalui program prakerja maupun bansos lainnya,” kata dia.

Ngadi menambahkan, jika PSBB berjalan dalam waktu yang lebih lama, dampaknya bisa lebih parah terhadap dunia industri dan tenaga kerja. PHK bisa jadi akan terus bertambah. Sebab, pendapatan perusahaan terus menyusut.

Untuk itu, lanjut dia, di tengah upaya mencegah penularan Covid-19, roda ekonomi diupayakan harus tetap berjalan. ”Meskipun tidak harus berjalan normal seperti biasanya,” katanya. (jpg)

Dicari Youtuber Ferdian Paleka, Diminta Menyerah

0

batampos.co.id – Satreskrim Polrestabes Bandung menyebarkan foto pelaku prank bantuan makanan berisi sampah, Ferdian Paleka, kepada setiap anggota. Hal ini agar Youtuber asal Bandung itu bisa segera ditangkap.

Selain Ferdian, kata Kepala Satuan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, mereka juga menyebar foto pelaku lain yang berinisial A. “Kami sudah sebar (identitas pelaku) keduanya ya,” kata Galih seperti dikutip Antara, Kamis (7/6).

Memasuki hari keempat sejak ada laporan dari korban candaan yang kemudian menjadi masalah hukum ini, Indragiri mengimbau agar Ferdian Paleka dan A menyerahkan diri kepada polisi, karena polisi pasti akan melakukan tindakan tegas apabila mereka tidak kooperatif dalam kasus ini. “Kami imbau pelaku lebih baik menyerahkan diri saja,” kata dia.

Galih Indragiri menjelaskan, tindakan tidak terpuji itu diawali dari ide rekan Ferdian Paleka yang berinisial A. Keterangan itu didapat saat tersangka berinisial TF diperiksa polisi. Sementara TF terlibat saat tampil bersama Ferdian Paleka dalam video candaan itu. Selain itu TF juga mengaku sempat memegang kamera dan merekam Faleka.

Saat ini polisi baru menahan TF, satu dari tiga pelaku yang terlibat pembuatan video itu, sedangkan Ferdian Paleka dan A masih dicari polisi. “Berdasarkan keterangan TF, (konten video) itu iseng untuk menambah jumlah pemirsa dan subscribers,” kata Indragiri.(jpg)

Bertambah 338 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 Jadi 12.776

0

batampos.co.id – Target pemerintah untuk menurunkan angka kasus Covid-19 di tanah air masih jadi pekerjaan rumah. Sebab, pada Kamis (7/5) kasus baru yang bertambah masih cukup tinggi, yakni 338 orang dalam sehari. Artinya sudah ada 12.776 total kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, jika disiplin, maka diyakini Indonesis bisa menyelesaikan pandemi lebih cepat lagi. Salah satunya adalah dengan keterlibatan tokoh masyarakat dan agama di masyarakat.

“Kita harus mematuhi ini dan merasakan bahwa ini bagian dari kepentingan kita. Tokoh masyarakat jadi kunci mengubah perilaku. Harus jadi panutan di masyarakat,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (7/5).

Selain itu, untuk menekan angka kasus baru, kata dia, upaya mencegah bisa dilakukan dari diri sendiri. Salah satunya dengan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun yang mengalir. “Tinggal di rumah adalah jawaban paling baik. Jangan mudik,” katanya.

Jumlah kasus baru itu dihitung dari 134.151 spesimen dan 96.717 orang. Jumlah pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah 243.455 orang. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah sebanyak 28.508 yang masih menunggu hasil pemeriksaan real time PCR.

Pasien sembuh bertambah 64 orang sehingga total menjadi 2.381. Dan pasien meninggal sebanyak 35 orang sehingga total kematian sebanyak 930 jiwa.

Sebanyak 354 kabupaten kota sudah terdampak. Dan sebaran pasien sembuh paling banyak terdapat di Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali, dan Jawa Barat.

“Situasi ini masih gambarkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi. Mari tetap berada di rumah. Beribadah di rumah. Tarawih, tadarus, dan itikaf di rumah. Jangan melanggar ini,” katanya.(jpg)

Pasca Covid-19, Ada Aturan Baru Bagi Warga ASEAN yang ke Singapura

0

batampos.co.id – Singapura akan mengusulkan protokol baru bagi pergerakan orang melintas batas di kawasan ASEAN, pasca pandemi Covid-19. Aturan baru itu akan diterapkan ketika pandemi mulai terkendali nantinya.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (4/5) bahwa negara-negara ASEAN perlu membuat prosedur baru yang akan memungkinkan warga untuk melakukan perjalanan di wilayah tersebut. Hal itu untuk tetap menjaga ruang gerak dan memutus penularan wabah Covid-19.

“Sebelum membuka kembali, kita perlu memiliki satu set daftar periksa umum aturan lintas batas sebelum kita dapat membuka perbatasan. Ini akan memakan waktu tetapi perlu ditelusuri,” kata Kumar Nayar seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (8/5).

Dia mengatakan bahwa negara-negara ASEAN dapat melihat upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru yang segera memulai kembali perjalanan antara kedua negara. Perjalanan lintas batas antara negara-negara ASEAN hanya dapat dimulai jika transmisi lokal Covid-19 dapat dikendalikan dan angka kematian telah mencapai tingkat yang rendah.

Sejak 7 April, Singapura telah memberlakukan kebijakan pemutus sirkuit atau semi lockdown dan akan berlangsung hingga 1 Juni. Selama periode pemutus sirkuit, hanya perusahaan makanan, pasar, dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi dan layanan perbankan utama, yang dibiarkan tetap terbuka.

Baru-baru ini Singapura mengalami lonjakan jumlah kasus virus Korona di antara komunitas pekerja migran. Singapura memiliki lebih dari 20 ribu kasus infeksi virus Korona yang dikonfirmasi.

Pihak berwenang telah meningkatkan tes untuk anggota komunitas pekerja asing dan membuat langkah untuk mengisolasi mereka yang tertular virus. Sementara tingkat pengujian untuk anggota komunitas lokal adalah 2.100 per 100.000 orang. Sedangkan jumlah dalam komunitas pekerja asing adalah 6.500 per 100.000.(jpg)

Transportasi Kembali Dibuka, ini Syarat untuk Bisa Beli Tiket

0

batampos.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenub) telah membuka kembali akses trasportasi umum mulai hari ini, Kamis (7/5). Namun, kebijakan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan karena operasional transportasi dilakukan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, dalam hal ini operasional transportasi tersebut hanya diberikan pada kriteria penumpang tertentu. Di antaranya, penumpang yang melakukan kegiatan dalam penanganan Covid-19, perjalanan bisnis, serta masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan serta repatriasi WNI yang kembali ke tanah air

“Siapa yang dikecualikan? Antara lain aparatur sipil negara, TNI/Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan lembaga swadaya masyarakat yang berhubungan dengan percepatan penanganan Covid-19. Selain itu, pengecualian kepada masyarat yang mengalami musibah dan kemalangan seperti meninggal dunia dan sakit keras,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (7/5).

Ia menekankan, syarat yang harus dipenuhi penumpang dengan kriteria tersebut adalah memiliki izin dari atasan minimal setara eselon II atau kepala kantor. Sementara itu, bagi wirausaha yang usahanya berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19 tetapi tidak memiliki instansi, maka harus ada surat pernyataan di atas materai yang diketahui kepala desa atau lurah.

Selain itu, penumpang juga harus memiliki surat keterangan sehat baik untuk pergi maupun pulang yang diperoleh dari dokter rumah sakit, Puskesmas, atau klinik setelah menjalani rangkaian pemeriksaan termasuk tes cepat dan tes usap tenggorokan. Sementara, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, dalam pengoperasiannya pihaknya mengacu pada surat edaran Nomor 4 Tahun 2020.

Lion Air Group juga mengacu surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Mekanisme dengan verifikasi. Karena setiap calon penumpang wajib memenuhi dan menunjukkan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sesuai surat edaran dimaksud,” ujarnya, Kamis (7/5).(jpg)