Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10295

Puncak Kurva Covid-19 di Indonesia Kini Tak Bisa Ditebak

0

batampos.co.id – Kurva kasus Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Kendati demikian, pemerintah belum bisa memastikan kapan sebenarnya puncak Covid-19 di Indonesia karena pergerakan data yang berubah-ubah tiap harinya.

Buktinya, pada Sabtu (9/5) terdapat pertambahan kasus baru tertinggi sebanyak 500-an pasien. Dan hari ini, Minggu (10/5), pertambahan kasus baru bertambah 387 orang. Sehingga totalnya menjadi 14.032 orang.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto pun mengakui bahwa fluktuasi grafik Covid-19 masih terjadi dalam sepekan terakhir di beberapa daerah. Sebab, kadang ditemukan jumlah Covid-19 yang semakin sedikit di beberapa daerah. Tapi di satu sisi, kasus positif di daerah lainnya dalam beberapa hari justru tambah signifikan.

Yurianto menambahkan di beberapa daerah juga belum terbentuk grafik yang konsisten. Sehingga belum bisa dipastikan kapan puncak atau kapan penularan melambat.

“Grafik kasus menunjukkan gambaran yang tak bisa ditebak dari hari ke harinya. Ini gambaran yang kita maknai proses penularan di luar di masyarakat masih terjadi,” tukas Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (10/5).

Yurianto menegaskan masyarakat harus memahami bahwa Covid-19 adalah penyakit menular yang sudah dinyatakan sebagai pandemi. Dalam waktu singkat virus ini menyebar ke semua negara.

“Sebagai contoh pada awalnya kita bisa gambarkan sebaran klasiknya yang dibawa oleh orang-orang sakit bergejala dengan suhu di atas 38 derajat dan dengan sesak batuk,” kata Yurianto.

Namun dalam perkembangannya, gambaran klinis itu tak lagi menjadi ciri khas dari orang pembawa virus atau jika tubuhnya terinfeksi Covid-19. Sehingga banyak orang tak bergejala (OTG).

“Kini sudah tak bisa dibedakan lagi dengan gejala klinis. Bahkan banyak yang positif dengan gejala yang sangat ringan. Maka mutlak kita sama-sama lebih sungguh-sungguh memutus penularan ini,” ujarnya.(jpg)

Citilink Terbang Membawa Satu Penumpang

0

batampos.co.id – Maskapai penerbangan Citilink hanya membawa satu penumpang dari Kota Batam menuju Jakarta pada Minggu (10/5/2020).

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, mengatakan, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah kembali normal.

Namun kata dia, sejumlah maskapai yang melayani hampir  semua rute masih sepi penumpang. Hal itu lanjutnya dikarenakan ketatnya persyaratan agar penumpang diperbolehkan terbang.

“Penumpang belum seramai saat penerbangan belum dihentikan,” ujarnya, Minggu (10/5/2020).

Hasil pantauan, maskapai Citilink yang berangkat kemarin hanya membawa satu penumpang dari Batam ke Jakarta.

Ilustrasi maskapai penerbangan Citilink.  Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos

“Nah, untungnya Garuda dapat carteran, penerbangan pukul 11.00 WIB membawa 74 penumpang. Lalu, penerbangan keduanya pukul 11.45 WIB membawa 30-an penumpang,”
ujarnya.

Selain Citilink dan Garuda, Suwarso mengaku maskapai yang terbang juga dari Lion Air Group, yakni Batik Air.

“Batik berangkat sore meski penumpang juga tak begitu banyak,” ujarnya.

Suwarso mengakui, seharusnya Lion Air Group melayani penerbangan ke lima rute. Namun, karena sepinya penumpang, sehingga hanya Batik Air yang beroperasi.

Lebih lanjut, Suwarso mengungkapkan, Senin (11/5/2020),  Garuda akan terbang ke Jakarta satu penerbangan, Lion Group (Wings ke Natuna, Batik ke Jakarta).

Kemudian Citilink yang tadinya lima rute, hanya akan menerbangi dua rute saja, yakni ke Cengkareng, Surabaya. Penerbangan ke Padang, Pekanbaru, dan Padang dibatalkan.

Walaupun sudah dikeluarkan izin khusus penerbangan, jumlah penumpang tidak melonjak tajam. Hal ini disebabkan ketatnya persyaratan terhadap penumpang yang diperbolehkan terbang.

Antara lain, wajib melengkapi syarat khusus sesuai surat edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nomor 4 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Melalui rilis yang dikirim Lion Air Group ke Batam Pos, penerbangan tersebut mengacu ke syarat khusus dari surat edaran BNPB.

Dalam rilis tersebut juga meminta penumpang datang lebih awal
ke terminal keberangkatan, yakni 4 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, penumpang juga menunjukkan dokumen atau berkas kelengkapan, meliputi tiket, identitas diri, surat keterangan bebas Covid-19 atau surat keterangan sehat, surat keterangan perjalanan dan dokumen lain yang harus dipenuhi, sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020.

Calon penumpang juga wajib mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, hingga mendarat dan keluar dari bandar udara.

Penumpang juga diminta untuk mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer).

Selain itu, juga diminta mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) sebagaimana diberlakukan dan menjaga kebersihan  selama berada di dalam pesawat.(ska)

Pria Joget Dugem Pakai Mukena Bikin Gempar

0

batampos.co.id – Aksi tak pantas dilakukan DB, 18. Musababnya, pria ini berjoget dugem menggunakan mukena diiringi musik DJ. Atas perbuatannya, DB terancam hukuman pidana paling lama enam tahun penjara, sebab dinilai melanggar Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau 156a KUHPidana.

“Tersangkanya sudah kami amankan,” kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo Pranoto di Baturaja, Minggu (10/5).

Wahyu mengatakan, tersangka warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur tersebut ditangkap setelah video rekamannya berjoged menggunakan mukena diiringi musik DJ viral tersebar di dunia maya.

“Tersangka dibekuk anggota Reskrim Polres OKU di rumahnya tanpa perlawanan pada Rabu (6/5) sekitar pukul 21.31 WIB,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan DB, dia mengaku melakukan itu hanya iseng usai salat. Rekaman video tersebut dibuat setelah salat shubuh menggunakan konten snapgram video salat dengan diiringi musik dugem berjoget memakai mukena berwarna putih biru motif bunga-bunga.

Video tersebut direkam melalui aplikasi instagram dengan menggunakan satu unit telepon genggam merk VIVO Y12 kemudian dishare di status akun Whatsapp dan instragram milik pelaku hingga membuat gempar jagad maya.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu buah mukena putih biru bermotif bunga-bunga sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya. (antara)

Bertambah 387 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 Menjadi 14.032 Orang

0

batampos.co.id – Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tren penurunan. Setelah kemarin, Sabtu (9/5) bertambah 500-an kasus baru dalam sehari, hari ini Minggu (10/5), jumlah kasus baru masih tergolong tinggi. Ada 387 kasus baru positif Covid-19. Sehingga total angka positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 14.032 orang.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menilai, angka-angka kasus baru itu menggambarkan proses penularan masih terjadi. Pertambahan kasus baru juga menyebar ke seluruh daerah di Indonesia. Sudah ada 373 kabupaten dan kota terdampak Covid-19.

“Jaga jarak dan tetap di rumah. Patuhi seluruh langkah-langkah memutus penularan. Patuhi agar tak mudik. Kurva ini menggambarkan penularan masih terjadi,” katanya dalam konferensi pers, Minggu (10/5).

Total pasien positif didapatkan dari dua metode uji spesimen yang diklaim akurat. Yaitu, sebanyak 158.273 spesimen. Cara pertama adalah dengan real time PCR. Kedua, dengan Tes Cepat Molekuler (TCM). Keduanya menggunakan metode antigen untuk memeriksa hasil swab.

Pemeriksaan dengan metode PCR sebanyak 157.769 spesimen dan TCM sebanyak 504 spesimen. Jumlah spesimen itu diambil dari 113.452 orang.

Dari pemeriksaan PCR, didapatkan hasil positif sebanyak 13.879 orang. Sedangkan metode TCM sebanyak 153 orang.

“Sehingga total positif keseluruhan sebanyak 14.032 positif. Negatif 99.420 orang,” papar Yurianto.

Sementara, akumulasi pantauan terhadap Orang Dengan Pemantauan (ODP) adalah sebanyak 248.690. Untuk Pasien dengan Perawatan (PDP) sebanyak 30.317 orang.

Pasien sembuh juga terus bertambah 91 orang sehingga total menjadi 2.698 pasien sembuh. Sedangkan pasien meninggal bertambah 14 orang sehingga total menjadi 973 jiwa. (jpg)

Keputusan Cepat-Keputusan Tepat

0

Kualitas sebuah keputusan seperti elang yang menyerang dengan cepat. Menukik menyerang dan menghancurkan korbannya. (Sun Tzu)

Jika bukan karena pandemi Covid-19, pencinta balapan Formula One (F1) sudah menikmati race pertama pada 15 Maret 2020 lalu. Harusnya, race pertama itu diselenggarakan di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia.

Namun penggemar harus kecewa, karena Australia memilih mengundurkan diri jadi tuan rumah karena Covid-19. Jadwal F1 berantakan. Padahal, race di sirkuit ini sangat ditunggu. Pencinta F1 menanti-nanti ada pembalap yang mampu memecahkan rekor legenda hidup F1, Michael Schumacher.

Rekor itu dibuat oleh Schumi – panggilan akrab Michael Schumacher, pada tahun 2004. Schumi mampu membuat lap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 24.125 detik. Rekor ini bisa dibilang ajaib, karena Sirkuit Albert Park memiliki lintasan yang tak mudah.

Lintasan di Albert Park memiliki panjang 5,303km dengan 16 tikungan. Paduan high speed dan  tikungan membuat sirkuit ini banyak disukai pembalap. Penuh tantangan, dan tak mudah ditaklukan. Itu juga yang menjadi alasan, rekor Schumi belum terpecahkan selama 16 tahun.

Memang tak mudah memecahkan rekor di kompetisi F1. Karena ini adalah pertandingan antar jet darat dengan kecepatan lebih dari 300 KM/jam. Betul-betul seperti panah melesat. Jika satu kedipan mata 400 mili detik, itu berarti mobil F1 dapat menempuh 35 meter dalam satu kedipan mata.

Cepat banget kan?

Kecepatan yang luar biasa ini harus dikendalikan. Bukan hanya di trek lurus. Terutama saat berada di tikungan. Jika tidak mampu mengendalikan, alhasil potensi kecelakaan yang tinggi akan jadi ancaman serius bagi pembalap.

Itulah sebabnya pembalap tak hanya dituntut punya skill. Tapi juga harus mampu mengambil keputusan yang tepat, dalam waktu yang sangat cepat. Terlambat satu kedipan mata saja, bisa berdampak fatal.

Lalu, bagaimana caranya pembalap mampu mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang cepat?

Proses kompetisi F1 sebenarnya sudah didukung oleh teknologi sejak tahun 1990 an. Mobil F1 dilengkapi dengan sistem transmisi data yang disebut dengan telemetri. Satu mobil dilengkapi dengan 150 sampai 300 sensor yang mengirimkan data secara real time setiap 2 mili detik ke server.

Data-data itulah yang kemudian dianalisa oleh pembalap dan teknisi. Mereka akan menyimpulkan strategi balapan secara detail. Mereka perlu insight agar dapat membuat keputusan dengan tepat. Tidak bisa meleset 1 mili detik. Karena kemenangan di F1 ditentukan selisih waktu yang sangat ketat. Hanya dalam 1/1000 detik. Wow !

Nah, Anda lihat kan. Bukan jamannya lagi mengambil keputusan hanya berdasarkan pengalaman. Sudah lewat. Anda harus bisa mengambil mengambil keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan data yang cukup. Tidak hanya di F1, namun juga dalam proses manajemen, atau dalam kehidupan Anda.

Pengambilan keputusan sebenarnya harus melewati beberapa proses. Dimulai dari menetapkan tujuan dari pengambilan keputusan. Kemudian mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, membuat analisa, mengukur resiko, baru pengambilan keputusan.

Prosesnya memang cukup panjang. Namun basis data yang memadai memiliki peran yang paling penting. Tanpa itu, Anda tidak mampu membuat analisa yang baik. Kemudian akan mendapat alternatif keputusan yang salah. Dan yang paling bahaya anda malah membuat keputusan yang menimbulkan resiko dan ancaman yang lebih besar.

Inilah konsekuensi keputusan tanpa analisa data, dan hanya atas dasar feeling atau malah atas dasar rasa like and dislike.

Sebagai perusahaan yang telah menerapkan  Smart Water Management System, ATB sangat mengandalkan basis data dalam langkah dan proses pengambilan keputusan. Kami tidak pernah mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan.

Untuk mendapat dukungan data yang tepat dan aktual, ATB memasang hampir 400 sensor di lapangan.  Hampir setiap titik yang berkaitan dengan distribusi dan produksi air bersih dilengkapi dengan sensor yang mengirimkan data secara real time ke server.

Data-data inilah yang kemudian kami gunakan untuk membantu membuat keputusan. Sehingga pelayanan air dapat berjalan dengan baik. Dan hasilnya, ATB berhasil melakukan berbagai progres positif yang belum pernah dicapai perusahaan air bersih manapun di Indonesia.

Masak iya sih? Mari kita lihat beberapa contoh.

Ketika ATB belum menerapkan basis data seperti sekarang, kami harus menangani 1.600 titik kebocoran setiap bulannya. Kami kesulitan mengidentifikasi dimana kebocoran itu terjadi. Tidak tahu berapa waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kebocoran tersebut. Apakah sudah diperbaiki dengan benar atau tidak, apakah terjadi pengulangan atau tidak. Artinya banyak ketidakpastian.

Selain itu, banyaknya titik kebocoran membuat biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan sangat besar. Jika 1 titik butuh biaya Rp 2,5 juta, itu artinya ATB harus merogoh kocek sebesar Rp 4 miliar sebulan hanya untuk memperbaiki kebocoran. Atau sekitar Rp 48 Miliar setahun. Besar banget itu.

Namun sejak menerapkan Smart Water Management System, kami dapat memantau setiap kebocoran yang terjadi di seluruh Batam. Kami dapat memetakan titik-titik kebocoran dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses perbaikan.

Kami juga dapat mengerti apa yang jadi penyebab kebocoran. Dengan demikian, kami dapat mengambil langkah preventif, sehingga masalah serupa tak lagi terjadi di masa mendatang.

Apa hasilnya?

Dengan menggunakan analisa data, ATB dapat menurunkan titik kebocoran dari 1.600 titik perbulan, menjadi hanya sekitar 400 titik sebulan. Artinya, terdapat penurunan kebocoran rata-rata 1.200 titik sebulan.  Dari sisi materi, kami dapat melakukan penghematan Rp 3 miliar setiap bulannya, atau Rp 36 miliar setahun. Hebat kan!!

Tidak sampai disitu. Kami juga bisa menghemat air yang hilang. Sebelumnya Batam harus kehilangan 1,8 juta kubik perbulan. Sekarang bisa turun menjadi hanya 1 juta kubik perbulan. Artinya ada air yang diselamatkan 800 ribu kubik sebulan atau setara dengan pemakaian 40 ribu pelanggan rumah tangga!

ATB jadi satu-satunya perusahaan pengelola air bersih di Indonesia yang mampu menekan angka kebocoran hingga 14 persen pertahun. Rata-rata kebocoran air Indonesia masih di angka 35 persen pertahun. ATB mampu memanfaatkan air yang terbatas ini, sehingga bisa dimanfaatkan lebih optimal bagi seluruh masyarakat Batam.

Tidak hanya dalam hal pendistribusian air bersih, basis data yang dimiliki ATB juga membantu dalam hal pelayanan pelanggan.

Sebelum memiliki basis data, kami kesulitan mengelola keluhan pelanggan. Keluhan-keluhan apa saja sih yang paling banyak disampaikan? Daerah mana saja sih yang mengeluh? Apa masalah yang mereka hadapi? Kami tak punya data.

Tapi sekarang beda cerita. Kami mencatat setiap keluhan yang masuk. Dan mengklasifikasikannya dalam kelompok-kelompok tertentu. Dengan data itu, kami dapat melihat secara terang benderang masalah apa yang tengah dihadapi konsumen kami.

Dengan basis data yang jelas, kami mampu menyelesaikan keluhan pelanggan dengan sangat cepat. Hanya sekitar 2,36 hari dari target yang seharusnya 6 hari. Kami bisa memberikan kepuasan yang lebih baik kepada para pelanggan dengan mengambil keputusan yang tepat secara cepat. Serta memastikan masalah yang sama tidak terulang kembali.

Pengaruhnya sangat besar. Dulu, kami menerima keluhan rata-rata 430 ribu setiap tahunnya. Tapi saat ini, tinggal 140 ribuan. Penurunannya sangat luar biasa.

Dan tentu masih banyak lagi manfaat dari basis data dalam membantu manajemen membuat keputusan. Tak terkecuali tentang bagaimana kami melakukan evaluasi kinerja karyawan. Singkatnya tak ada keputusan yang hanya mengedepankan rasa like and dislike.

Dalam perjalanan bisnis, efisiensi dan kemajuan perusahaan itu sangat tergantung dari seberapa tepat dan cepat dalam proses pengambilan keputusan. Inilah mengapa, banyak perusahaan yang sudah lama berdiri tapi tak sukses. Sementara saat ini banyak perusahaan start up yang baru berdiri, tapi cepat menjadi sukses.

Di jaman digital seperti ini, Anda sudah tak bisa lagi berlambat-lambat. Anda harus dapat mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang cepat. Pepatah Alon-alon waton kelakon sudah tak lagi relevan digunakan. Apalagi mengambil keputusan hanya berdasarkan feeling.

Mengapa Perusahaan Datuk Anak Mantu, perusahaan dengan banyak kroni masih exist dan  masih jadi pilihan?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny.(*)

Tak Punya Surat Bebas Corona, Penumpang Pesawat Batal Berangkat

0

batampos.co.id – Sejumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, batal berangkat tujuan ke Jakarta pada Minggu (10/5). Hal itu karena mereka tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19.

Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Yos Suwagiono seperti dilansir dari Antara di Padang Pariaman menjelaskan, berdasar protokol pengamanan diri, calon penumpang pesawat harus melengkapi sejumlah dokumen.

”Ada sejumlah penumpang yang batal berangkat ke Jakarta karena tidak memiliki dokumen bebas Covid-19 berdasar hasil pemeriksaan petugas di Tim Satgas Covid-19 BIM. Akhirnya para penumpang tersebut melakukan penjadwalan ulang keberangkatan untuk melengkapi dokumen perjalanan,” ujar Yos Suwagiono pada Minggu (10/5).

Selain itu, ada 35 calon penumpang yang telah memesan tiket tetapi tidak hadir di bandara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. ”Proses selanjutnya maskapai memfasilitasi penumpang untuk penjadwalan tiket memenuhi kriteria syarat pelaku perjalanan penerbangan atau pengembalian,” tutur Yos Suwagiono.

Dia menyebutkan, setelah melalui proses pemeriksaan, sebanyak 14 orang dibolehkan ikut dalam penerbangan pesawat rute Padang–Jakarta, tiga orang penjadwalan ulang karena mengurus kelengkapan dokumen, satu orang mengembalikan tiket, dan 35 orang tidak ada keterangan karena tidak hadir di BIM.

Yos menyatakan, sejumlah syarat perjalanan yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat selama masa pandemi yaitu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah. Kemudian menunjukkan identitas KTP, surat tugas perjalanan dinas bagi ASN, TNI, dan Polri, menunjukkan hasil tes uji cepat Covid-19 yang dinyatakan negatif.

”Selain itu wajib membuat surat pernyataan di atas materai dengan ketahui kepala desa atau lurah,” terang Yos Suwagiono.

Dia menambahkan, calon penumpang sudah harus berada di bandara tiga sampai empat jam sebelum berangkat dalam rangka pemeriksaan dokumen. Saat akan berangkat penumpang akan menjalani pemeriksaan dokumen tersebut termasuk mengisi Health Alert Card, kemudian pemeriksaan kesehatan oleh petugas kantor Kesehatan Pelabuhan dengan menerbitkan surat clearance kesehatan.(antara)

Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Buka Seleksi Juni Mendatang

0

batampos.co.id – Pemerintah memastikan bahwa seleksi sekolah kedinasan tetap diselenggarakan tahun ini. Hanya, lantaran pandemi Covid-19, jadwalnya mundur. Dari seharusnya April dijadwal ulang pada 8–23 Juni.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menuturkan, panitia seleksi nasional (panselnas) sudah menjadwal ulang rencana pembukaan seleksi sekolah kedinasan tahun 2020 yang sebelumnya ditunda.

Prosesnya dimulai awal Juni. Mulai pengumuman seleksi 1 Juni, pendaftaran online 8–23 Juni, hingga seleksi kompetensi dasar (SKD) pada Juli. ’’Pendaftaran nanti lewat portal SSCASN-BKN,’’ ujarnya Sabtu (9/5).

Rencana pembukaan pendaftaran dan seleksi dikdin 2020, lanjut dia, telah disampaikan kepada kementerian/lembaga pengelola sekolah kedinasan melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor B/435/M.SM.01.00/2020.

Sejumlah kementerian/lembaga yang membuka pendaftaran dikdin 2020 adalah Kementerian Dalam Negeri; Kementerian Perhubungan; Kementerian Hukum dan HAM; Badan Pusat Statistik (BPS); Badan Intelijen Negara (BIN); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sementara itu, Kementerian Keuangan yang mengelola PKT STAN tidak membuka pendaftaran dikdin tahun 2020.

Meski begitu, jadwal SKD masih bisa berubah. Sebab, akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah tentang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 di Indonesia. (jpg)

Bengkong Zona Merah Covid-19, Tapi Warganya Ngotot Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

0

batampos.co.id – Kecamatan Bengkong berstatus zona merah Covid-19, namun warga masih saja ngotot untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah. Seperti yang ditemukan ugus Tugas Percepatan Penanagan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Batam ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah masjid khususnya di wilayah Bengkong, Sabtu (9/5/) malam.

Tim yang dikoordinatori Yumasnur itu masih menemukan banyak warga yang tidak patuh imbauan pemerintah. Ditemukan warga yang salat tarawih secara berjamaah di masjid. Bahkan, saat ditemui, sejumlah jemaah ngotot tetap ingin mendirikan salat di masjid, tidak di rumah saja.

“Ini kita jumpai di Masjid Miftahul Jannah Bengkong Indah,” ujar Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah Bengkong, Yumasnur.

Ia mengungkapkan, tim yang turun sempat berdebat panjang dengan pengurus RT dan RW serta jemaah yang terkesan ngotot tetap melaksanakan salat tarawih di wilayah mereka. “Karena perdebatan panjang ini, tadi malam kita hanya melakukan sidak di tiga titik saja,” ujarnya.

Masjid lain yang sempat didatangi tim yang terdiri dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Perempuan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kecamatan Bengkong serta unsur TNI dan Polri ini juga sempat mendapati masjid dengan jumlah jemaah yang banyak.

“Masjid yang kedua, jemaah cukup banyak, dan sudah mendirikan salat Isya. Tim berhasil masuk ke dalam masjid untuk memberikan pengertian dan edukasi kepada seluruh jemaah dan berhasil dibubarkan,” ujarnya.

Namun, pada masjid ketiga, tim manemukan jemaah sedang salat tarawih. Setelah punya kesempatan masuk, tim menyampaikan imbauan. Jemaah pun memahami dan berjanji mulai hari ini akan melaksanakan salat di rumah.

“Kita bukan melarang kegiatan keagamaan. Tapi kita mengajak jemaah untuk meminimalisir risiko terjangkit Covid-19,” ujarnya.(*/uma)

Warga Batam! Pelni Belum Layani Penumpang

0

batampos.co.id – Layanan transportasi umum kembali dibuka per 7 Mei 2020 lalu. Namun demikian, belum semua transportasi membuka layanan penumpang seperti PT Pelayaran Nasional (Pelni). Dengan demikian, Batam yang menjadi salah satu rute pelayaran kapal Pelni belum akan mengangkut penumpang dalam waktu dekat.

Humas PT Pelni Perseto, Ahmad Sujadi menjelaskan, layanan penumpang Pelni di Batam belum bisa berjalan antara lain karena salah satu tujuannya adalah Jakarta. Sedangkan Jakarta saat ini sedang menjalankan pembatasan sosial berskala besar. Menurutnya, jadwal penghentian sementara pengangkutan penumpang ini masih sesuai rencana awal, yaitu sampai 6 Juni mendatang.

Adapun kapal milik Pelni yang beroperasi di Batam sekarang adalah KM Sinabung, menggantikan KM Kelud. Rute yang dilalui yaitu Tanjungpriok-Kijang-Batam-Belawan (PP).

“Itu untuk sampai 14 Mei dan hanya pengangkutan logistik. Selanjutnya kapal akan port stay di Tanjungpriok,” kata dia.

Ahmad mengatakan perusahaan masih menunggu arahan pemerintah dalam hal pelaksanaan operasional kapal penumpang untuk masyarakat umum. Apabila nanti diperbolehkan angkut penumpang, pihaknya tetap akan melaksanakan protokol pencegahan penyebaran virus. Di antaranya meminta penumpang menyertakan surat keterangan sehat, menggunakan masker, dan sebagainya.(*/uma)

Virus Korona Menular di Mal Malaysia

0

batampos.co.id – Penularan Covid-19 di Malaysia memunculkan klaster baru. Terjadi penularan kasus di pusat perbelanjaan dan para petugas keamanan atau satpam terbukti positif terinfeksi. Tak pelak, semua satpam diminta untuk melakukan tes swab.

“Semua warga negara asing yang bekerja sebagai penjaga keamanan di Malaysia harus menjalani tes swab untuk Covid-19,” kata Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (8/5).

Dilansir dari AsiaOne, Minggu (10/5), kasus klaster virus Korona baru muncul di sebuah pusat perbelanjaan di Cheras di pinggiran Kuala Lumpur. Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa mereka telah menemukan sekelompok 10 kasus virus di antara penjaga keamanan di mal. Sembilan dari mereka adalah warga negara Nepal dan satu adalah warga negara Malaysia.

Datuk Ismail mengatakan tes pada semua penjaga keamanan diperlukan karena mereka berhubungan langsung dengan banyak orang, terutama jika mereka bekerja di supermarket atau mal. Petugas keamanan adalah orang-orang yang akan bersentuhan dengan pelanggan untuk membersihkan tangan mereka dan akan memeriksa suhu mereka.

“Itu berarti mereka akan melakukan kontak dekat dengan publik, dan sulit melacak kontak mereka jika terinfeksi,” katanya.

“Untuk lebih aman, kami telah mewajibkan semua penjaga keamanan asing untuk melakukan tes swab. Kementerian Dalam Negeri akan mengeluarkan surat kepada perusahaan keamanan atas arahan terbaru ini,” katanya.

Sementara itu, terkait penutupan mal, Ismail mengatakan hal itu masih dipertimbangkan. Kementerian Kesehatan akan mengeluarkan kebijakan tentang masalah tersebut.(jpg)