Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 10374

Kini Uji Swab Dilakukan di Batam, Bisa Periksa 200 Sampel

0

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sudah mulai melakukan uji sampel swab Covid-19 di Batam dan Kepri sejak Minggu (12/4). Pemeriksaan swab tersebut menggunakan dua unit Polymerase Chain Reaction (PCR).

“PCR ini memenuhi persyaratan minimal Biosafety Level 2. Alat merek Biorad seri CFX96 ini Real Time PCR,” ungkap Kepala BT-KPLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, kemarin.

Untuk diketahui, bantuan dua PCR dan 20 ribu tes kit diserahkan Jumat (3/4) malam. Wali Kota Batam Muhammad Rudi menerima langsung dari Konjen Singapura Mark Low. Namun, sempay tertunda pemanfaatannya karena ada sejumlah bahan (reagen) pendukung PCR belum tersedia.

“Alhamdulillah, kemarin sudah sampai alat-alat itu dari Kementerian Kesehatan walau belum banyak. Untuk sementara cukup untuk pemeriksaan 200 sampel,” sebut dia.

Ia juga mengatakan, agar pemeriksaan dapat berjalan terus menerus ke depan, masih butuh tambahan reagen yang sangat diperlukan. Maka, ia berharap pemerintah daerah di Kepri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dapat membantu pengadaan reagen tersebut.

“Ke depan jika ada tambahan reagen kita tinggal lanjut menjalankan pemeriksaan swab,” ujarnya.

Soal kebutuhan, ia mengaku tidak bisa memperkirakan, kebutuhan seiring perkembangan Covid-19 ke depan.”Yang jelas sekarang dengan alat yang ada kami mulai lakukan pemeriksaan,” imbuhnya.(iza/uma)

Reaksi Cepat Tim KKP Batam Terhadap Kru Kapal Kelud

0

batampos.co.id – Sebanyak 94 kru Kapal Kelud milik PT Pelni Persero rute Jakarta-Batam-Belawan menjalani pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) di Pelabuhan Pelni di Batuampar, Minggu (12/4/2020).

Pemeriksaan dilakukan setelah satu kru kapal mengeluh sakit yang ciri-cirinya sama dengan penderita Covid-19. Hasilnya, 40 reaktif, 54 nonreaktif.

“Satu orang kategori PDP RDT reaktif langsung dirujuk ke RSBP Batam. Sementara, 39 Orang Tanpa Gejala (OTG) tapi RDT-nya reaktif dibawa ke RS Khusus Covid-19 Galang untuk diobservasi,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Achmad Farchanny, Minggu (12/4/2020).

Achmad menjelaskan, saat berlabuh di Jakarta, hanya ada satu kru yang turun ke darat untuk berbelanja kebutuhan, kemudian kembali ke kapal.

Di perjalanan, kru tersebutlah yang mengeluh dengan gejala penderita Covid-19, sehingga dilakukan uji RDT setelah tiba di Batuampar. Hasilnya reaktif.

“Iya, saat pemeriksaan ada 1 ABK yang terindikasi. Maka, ABK lain kami tracking juga
dengan menggunakan rapid test. Hasilnya 39 orang yang tak menunjukkan gejala ter-
nyata reaktif, 54 nonreaktif,” sebut dia.

Mereka yang nonreaktif diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Belawan, Medan. Namun, kewenangan keberangkatan kapal tergantung dari putusan pihak syahbandar, Pelni, dan pihak terkait lainnya.

Ilustrasi para penumpang penumpang Kapal Pelni KM Kelud saat hendak naik ke atas kapal. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia pun merekomendasikan 54 kru nonreaktif hasil rapid test-nya tetap dicek lagi setelah tiba di Medan.

Bagaimana dengan penumpang? Penumpang yang turun di Batam, setelah diperiksa
tidak ada yang menunjukkan gejala.

Data kata dia, telah diserahkan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk
ditindaklanjuti.

“Untuk kepentingan pemantauan lebih lanjut, karena mereka harus melakukan karantina mandiri,” terangnya.

Ia menyebutkan, pihaknya sengaja menunda keberangkatan kapal guna keperluan pemeriksaan dan melaporkan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan
(KSOP).

“Kami laporkan untuk tunda berangkat sampai pemeriksaan kami selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih beruntung dilakukan pemeriksaan di Batam. Apabila tidak ada pemeriksaan, maka 40 orang tersebut bisa menularkan virus tersebut ke banyak orang hingga ke Belawan.

“Reaksi cepat tim memeriksa. Kalau sempat lepas, mungkin bisa menyebar kemana-mana,” ucapnya.

Ia menambahkan, kru yang terjangkit ini bukan orang yang bersentuhan langsung
dengan penumpang. Bagi yang nonreaktif, mereka akan menjalani karantina rumah.

“Mereka akan melaporkan kondisi mereka ke petugas yang bertanggung jawab,”
ujarnya.

Achmad mengaku, temuan ini bukti masyarakat harus membatasi dan menahan
diri untuk bepergian. Karena ada orang-orang yang membawa virus , tapi tidak menunjukkan gejala.

“Mereka yang terjangkit tidak sadar sudah berkontak dengan yang membawa virus. Makanya saya harap masyarakat menjaga diri sendiri dengan tidak keluar rumah kalau tidak terdesak,” ucapnya.

Ia mengimbau ke masyarakat agar menahan diri saat ini.

“Mari di rumah saja, demi memutus mata rantai penularan virus ini,” ujar Achmad.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan, 40 kru kapal
Kelud yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test (RDT) dan satu kru yang
mengalami sakit dirawat di RSBP Batam.

“Dia masuk kategori PDP reaktif. Masih menunggu hasil swab-nya untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Batuampar, hingga sore, ratusan penumpang dari Batam yang akan berangkat ke Medan menggunakan KM Kelud masih tertahan, menunggu pemeriksaan kru selesai.

Selain itu, Kepala Pelni Cabang Batam, Kapten Agus yang dihubungi Minggu (12/4/2020) juga tidak menjawab panggilan telepon Batam Pos.(iza/iwa/ska/yui)

6 PNS Pemko Batam Reaktif RDT Corona, Tunggu Hasil Laboratorium

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam terus melakukan penyisiran pihak-pihak yang pernah kontak dengan pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Batam, yang dinyatakan positif Covid-19.

Hasilnya, ada 6 PNS lainnya dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. “Iya, benar, ada 6 PNS yang hasil RDT reaktif. Satu di antaranya agak berat dan dirawat di RSUD Embung Fatimah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Namun, untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak, pihaknya masih menunggu hasil uji swab (PCR) keluar. Kini, keenam PNS yang berkantor di Gedung Bersama Pemko Batam di Batam Center ini, masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan masih menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Sementara yang dirawat di RSUD masuk kategori PDP.

Seperti diketahui, ada dua PNS di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Batam yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab. Mereka adalah pasien 07 dan 08. Pasien 07 menjabat sebagai sekretaris di dinas tersebut, semen- tara pasien 08 menjabat sebagai salah satu kepala bidang.

Pasien 08 ini juga menularkan ke anaknya, seorang dokter yang bertugas di salah satu puskesmas di Batam (pasien 09). Juga menular ke suami 08 atau ayah 09 (pasien 10). Semua klaster PNS ini kini dirawat di ruang isolasi RS BP Batam di Sekupang.

Selain enam orang PNS, tim juga melakukan pengujian sampel swab terhadap menantu pasien 07 yang juga merupakan PNS di salah satu kecamatan di Batam. Pasien 07 diketahui tinggal satu rumah menantu, anak, dan cucunya.

Sang menantu yang menjabat sebagai sekretaris di salah satu kecamatan ini sudah dirumahkan atau karantina mandiri.(iza)

Dua PDP Corona Meninggal di Batam

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis data progres terkini Covid-19 Batam. Hingga Minggu, (12/4), sudah 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia. Dengan rincian 9 PDP dengan penyakit penyerta, satu PDP reaktif rapid Covid-19, dan 3 PDP terkonfirmasi positif.

Data ini meningkat, yakni dua PDP penyakit penyerta meninggal. Sebelumnya total PDP meninggal yakni 11 PDP.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, satu orang PDP penyakit penyerta yang meninggal diketahui berinisial TF, pria 62 tahun.

“Dirawat di RS swasta Batam Center. Masuk RS tanggal 9 April meninggal 11 April sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Didi, kemarin.

Ia melanjutkan, swab korban telah diambil untuk keperluan pemeriksaan apakah korban positif Covid-19 atau tidak. “Swab sudah kami ambil. Hasilnya belum keluar,” imbuhnya.

Sementara satu pasien lain hingga berita ini ditulis belum diketahui riwayat perjalanannya dan perawatannya hingga meninggal dunia. (yui)

Dana Haji Jangan Dipakai untuk Penanganan Covid-19

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengusulkan supaya dana haji tidak diutak-atik untuk penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Hal ini karena, dana tersebut berasal dari para jemaah yang sudah berniat untuk melakukan kegiatan ibadah haji.

“Apalagi kalau dana haji itu yang berasal dari para calon jamaah haji. Tidak boleh sama sekali diutak-atik untuk ke pentingan yang lain, termasuk untuk kepentingan Covid-19,” ujar Ace kepada wartawan, Sabtu (11/4) lalu.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, memang ada APBN yang bersumber dari pemerintah untuk para petugas haji. Namun jika nantinya APBN tersebut digunakan perlu ada keputusan resminya. “Jadi sebaiknya diputuskan setelah ada keputusan apakah penyelenggaran haji ditunda atau tidak,” katanya.

“Tapi prinsipnya dana haji yang berasal dari calon jamaah haji tidak boleh digunakan untuk hal-hal lain, termasuk penanganan Covid-19,” tambahnya.

Sampai saat ini Komisi VIII DPR juga belum memutuskan bersama dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi apakah dana haji tersebut boleh digunakan untuk penanganan Covid-19 ini, sehingga hal ini masih dilakukan pengkajian. “Kami tegaskan bahwa Komisi VIII DPR belum ada pembicaraan terkait dengan penyelenggaran haji 2020,” ungkapnya. (jpg)

Tiongkok Berhasil Sembuhkan 94 Persen Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Tiongkok berhasil menaikkan tingkat kesembuhan pasien dari penyakit korona (Covid-19) hingga 94 persen di negara tersebut. Itu seperti diungkapkan oleh otoritas pusat pada Jumat (10/4).

Mereka yang sembuh di antaranya termasuk lebih dari 89 persen pasien penderita Covid-19 berkategori parah dan 3.600 lebih pasien berusia 80-an tahun (oktogenarian) atau bahkan lebih tua, kata sebuah kelompok dari pemerintah pusat yang mengawasi respons epidemi tersebut di Provinsi Hubei, wilayah yang paling parah terdampak COVID-19.

Hingga Jumat, ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan, yang sempat menjadi pusat penyebaran wabah itu, hanya mencatatkan 101 pasien Covid-19 yang berkondisi parah atau kritis, papar otoritas itu, seraya menyerukan upaya lebih keras dalam mengobati mereka karena sebagian besar memiliki riwayat penyakit penyerta dan telah berusia lanjut.

Sun Chunlan, Wakil Perdana Menteri Tiongkok yang juga menjadi kepala kelompok tersebut, menginspeksi Rumah Sakit Tongji di Wuhan dan mendengarkan laporan sejumlah rumah sakit rujukan di kota tersebut terkait perawatan korona.

’’Saya mendesak upaya maksimal guna menaikkan tingkat kesembuhan para pasien korona,’’ ucap Sun, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok itu seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Sembari menekankan untuk memanfaatkan sepenuhnya pengalaman yang terkumpul dalam upaya memerangi korona, sang wakil perdana menteri meminta intervensi dini dalam pengobatan pasien, dan perawatan berbasis triase untuk kasus-kasus parah dan pasien dengan gejala ringan.

’’Pasien penderita korona kategori parah harus dipindahkan ke rumah sakit dengan sumber daya medis berkualitas tinggi,’’ kata Sun, seraya menyerukan pengobatan tersasar dan perawatan yang lebih baik terhadap para pasien tersebut.

Sembari meminta dilakukannya karantina tepat waktu dan pemeriksaan lanjutan bagi para pasien sembuh yang telah diizinkan pulang dari rumah sakit, Sun juga memerintahkan agar tim medis yang bertugas di Hubei mempertahankan kelompok perawatan intensif tingkat tinggi dan meningkatkan koordinasi dengan para tenaga kesehatan setempat. (antara)

PWI Kepri Minta Media Buka Identitas Korban Covid-19, Alasannya…..

0

batampos.co.id – Menyikapi semakin bertambahnya korban covid-19, baik yang berstatus ODP, OTG, PDP, maupun yang meninggal, serta makin luasnya lokasi penyebaran, PWI Kepri memandang penting agar media mulai membuka identitas korban, closed contact-nya, tempat tinggal, dan riwayat perjalanan mereka.

Ini dimaksudkan agar masyarakat luas dapat lebih aware (hati-hati) dan memperhatikan kawasan tempat tinggal mereka, apakah ada warga klasifikasi ODP, OTG, maupun PDP.

“Jika masyarakat tahu, diharapkan mereka lebih waspada. Apalagi misalnya jika di komplek tempat tinggal mereka ada yang menjalankan isolasi mandiri, warga setempat bisa membantu aparat lingkungan untuk memantau,” kata Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim, kepada media, Minggu (12/4/2020).

Dalam pandangan Ketua PWI Kepri itu, surat edaran dan imbauan bersama yang pernah dikeluarkan Dewan Pers dan PWI Pusat belum lama ini, adalah untuk memberikan koridor liputan bagi media, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan di kalangan masyarakat.

Ketua PWI Provinsi Kepri, Candra Ibrahim. Foto: Dalil Harahap/batampos.id

“Namun saat ini, pihak pemerintah justru yang kita lihat agak kewalahan karena kepatuhan warga untuk menjalankan protokol physical distancing masih rendah. Dugaan kami, penyebabnya karena warga tidak mengetahui identitas jelas dan tempat tinggal korban yang dirawat atau meninggal tersebut,” kata Candra.

Di sisi lain, Ketua PWI Kepri itu berharap kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk lebih membuka jati diri korban.

Sehingga dengan demikian, diharapkan tingkat awareness warga lebih meningkat dan akan lebih mematuhi imbauan pemerintah.

“Ini kan kita lihat masih banyak yang santai. Banyak yang keluar tanpa keperluan mendesak. Malam-malam masih keluyuran, ngumpul-ngumpul tanpa mengindahkan jarak duduk. Padahal, siapapun berpotensi menjadi carrier (penyebar),” ucap Direktur Batam Pos Online (batampos.co.id) itu.

Candra menambahkan, kepada insan pers untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas.

Tetap jaga jarak, hindari tempat-tempat yang tidak steril, serta hindari kerumunan massa dalam bertugas. “Tetap pakai masker dan bawa hand sanitizer,” pesannya.

Kepada korban covid-19 ini, Candra meyakinkan bahwa mereka adalah korban. Penderitanya bukan sedang tertimpa aib, sehingga tak perlu merasa malu membuka riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan maupun aparat RT, RW, kelurahan maupun kecamatan.(*)

Mudik Lebaran, Tantangan Terberat Pencegahan Penyebaran Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan, pemerintah dan semua elemen masyarakat harus bahu membahu melindungi dan mencegah agar Indonesia tidak menjadi episenter pandemi Korona. Untuk itu, kerja pencegahan dan menangkal penularan wabah Covid-19 harus semakin diintensifkan di semua daerah hingga pelosok.

“Badan kesehatan dunia WHO telah memublikasikan media briefing sebagai peringatan dan saran kehati-hatian untuk negara-negara di Asia Tenggara. Menurut WHO, gelombang episenter wabah Corona dari Amerika Serikat dan Eropa akan menuju Asia Tenggara. Potensi pergeseran gelombang episenter wabah Corona ke kawasan Asia Tenggara bisa jadi sangat besar jika tidak dikendalikan dari sekarang,” kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang, di Jakarta, Minggu (12/4).

Bamsoet juga meminta pemerintah dan semua elemen masyarakat Indonesia perlu menyikapi pernyataan WHO itu dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian. Terpenting, saran dan peringatan dari WHO itu hendaknya tidak membuat masyarakat semakin takut dan juga tidak panik.

“Memang, akibat yang ditimbulkan oleh Pandemi virus Corona di AS, Itali serta Inggris benar-benar di luar perkiraan. Mengacu pada angka kematian yang begitu besar, semua negara memang patut mencermati penyebab yang melatarbelakangi besarnya jumlah korban jiwa di tiga negara itu,” urai Bamsoet.

Mantan Ketua DPR ini menuturkan, hingga Sabtu (11/4), data penghitungan korban Corona di Universitas Johns Hopkins (JHU) melaporkan 2.108 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir di wilayah Amerika Serikat. Sehingga total korban meninggal di Amerika mencapai 18.586 orang. Pada hari yang sama, jumlah kematian terbaru akibat wabah Corona di Inggris bertambah 917 menjadi 9.875 orang. Sedangkan jumlah kematian di Italia karena virus Covid-19 sudah mencapai 10.779.

Berdasarkan gambaran dari tiga negara itu, saran dan peringatan dari WHO memang patut disikapi. Secara tidak langsung, pemerintah dan semua elemen masyarakat didorong untuk bertekad melindungi negara ini dari kemungkinan menjadi episenter virus Korona.

“Bersama pemerintah, semua elemen masyarakat terpanggil untuk bahu membahu, meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian,” terang Bamsoet.

Untuk itu, lanjut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, kerja pencegahan dan menangkal penularan wabah virus Korona harus semakin diintensifkan hingga pelosok daerah. Selain mendorong masyarakat untuk terus menerapkan pembatasan sosial (social distancing), bersikap dan bertindak tegas perlu dilakukan terhadap siapa saja yang menganggap remeh ancaman dari wabah Korona.

“Indonesia memang telah menerapkan pembatasan sosial untuk cegah-tangkal meluasnya penularan wabah virus Corona. Bahkan Jakarta, serta Depok, Bogor dan Bekasi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dalam upaya cegah-tangkal itu, tantangan terdekat adalah pada periode mudik. Pada periode itu, kewaspadaan dan kepedulian bersama layak ditingkatkan,” pungkas Bamsoet. (arm/jpg)

 

Tiket Pesawat Naik, Penumpang Akan Bayar Harga Dua Kali Lipat

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan guna mencegah penyebaran Covid-19, bakal ada pembatasan keterisian pesawat, yakni sebesar 50 persen dari total kursi. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menegaskan bahwa kebijakan tengah disiapkan.

“Untuk Tarif Batas Atas (TBA) ada kenaikan. Hal ini dilakukan karena pada saat wabah ini, pergerakan (okupansi) mereka (maskapai) sangat kecil sekali,” ujar dia dalam Telekonferensi Pers, Minggu (12/4).

Mekanisme penghitungan tarif pesawat ini akan diatur untuk menghindari kerugian yang lebih besar selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita tahu dengan 50 persen (pembatasan angkutan orang) otomatis rugi. Oleh karena itu perhitungan TBA diperbolehkan (diizinkan) untuk menambahkan,” ucapnya.

Adapun, beban biaya 50 persen kursi tersebut akan dialihkan ke penumpang. Jadi, setiap satu tiket, penumpang akan dikenakan beban seperti membeli dua tiket untuk mensiasati kerugian.

“Airlines membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menghitung besaran tarif. Berlaku tiga hari setelah ditandatangani. Dihitung nanti seolah-olah penumpang yang satu jadi bayar dua. Hampir dua kali lipat, ditambah pajak-pajak yang lain,” tutup Novie.(jpg)

Jokowi Bagi-bagi Sembako, Warga Berkumpul di Istana

0

batampos.co.id – Beredar video yang menayangkan kerumunan warga di Istana Kepresidenan Bogor. Mereka berkumpul karena ada kabar pembagian sembako dari Presiden Joko Widodo (Widodo) pada Sabtu (11/4) malam.

Namun, hal itu buru-buru langsung dibantah oleh Deputi Bidang Protokol Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. Menurutnya kabar itu tidak benar.

“Perlu kami sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar,” kata Bey dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4).

Meskipun, Bey tak menampik jika Presiden Jokowi membagikan paket sembako pada Kamis 9 April 2020 di Jakarta dalam perjalanan dari Istana Merdeka Jakarta menuju Gerbang Tol Kemayoran untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor. Selain itu, pembagian sembako juga dilakukan pada Jumat 10 April 2020, malam.

“Dalam kegiatan pembagian paket sembako tersebut, pihak Paspampres selalu mengutamakan protokol kesehatan dalam pandemi virus corona dan physical distancing,” ujar Bey.

Bey menyebut, pada Sabtu 11 April 2020 malam, masyarakat Kota Bogor memprakirakan Presiden Jokowi akan kembali membagikan paket sembako. Padahal, pada hari itu Presiden tidak ada agenda membagikan paket sembako.

“Kemungkinan karena malam sebelumnya ada pembagian paket sembako, masyarakat mengira akan ada lagi pembagian sehingga mereka berbondong-bondong ke Istana Kepresidenan Bogor,” ucap Bey.

Setelah diberi penjelasan oleh Paspampres yang dibantu aparat kewilayahan dari Komando Resor Militer 061 (Korem 061/Surya Kencana) dan Polresta Bogor Kota, para warga tersebut akhirnya kembali ke rumah masing-masing.

“Terlebih lagi, DKI Jakarta dan wilayah Bogor sudah ditetapkan Menteri Kesehatan sebagai wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentunya kita semua harus mendukung pelaksanaan PSBB ini,” tukas Bey.

Sebelumnya ramai diberitakan, Jokowi memang diketahui membagikan sembako sepanjang dari Tugu Kujang ke arah Ekalokasari sebelum menuju Istana Bogor pada Jumat (10/4) malam. Aksi bagi-bagi sembako itu berlangsung sekira pukul 20.30 WIB selama kurang lebih 30 menit.

“Tadi malam itu memang ada pembagian sembako dari Pak Jokowi. Pak Presiden ikut langsung. Tapi enggak ada warga berkerumun. Jadi, ngasih, jalan lagi, ngasih, jalan lagi. Gitu aja,” jelas Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti.

Banyak warga terutama pengemudi ojek online yang berada di pinggir jalan menerima bantuan langsung dari Jokowi malam itu.(jpg)