Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 10397

Curah Hujan Rendah, Pemakaian Air Tinggi

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB)  menggelar rapat perihal menyusutnya air baku di Dam Duriangkang. Untuk diketahui, tingkat elevasi air di dam tersebut berada pada angka -2,95 di bawah spillway. Padahal, dam ini yang diandalkan untuk menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan air di Batam.

Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Oktavidwin Tambunan, menyampaikan, “nanti langkahnya akan kami susun, hasilnya kami akan infokan segera.”

Ia mengakui, curah hujan yang rendah selama Februari merupakan salah satu penyebab menyusutnya air baku di beberapa waduk atau dam di Batam.

Sejatinya, hal ini sudah disampaikan oleh BP Batam dan Badan Meteorologi, Koimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam, awal Februari lalu. Saat itu, masyarakat diminta untuk menghemat air.

“Salah satu penyebabnya karena curah hujan rendah,” tambah Binsar.

Tercatat, setiap orang di Batam rata-rata memakai air bersih sekitar 200 liter/hari, sedangkan, rata-rata penggunaan air bagi setiap orang harusnya adalah 160 liter/hari.

Manager Air Baku, Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Hadjad Widagdo, dalam konferensi pers awal Februari lalu di BP Batam menyebutkan, untuk jangka panjang, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Penkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mencari teknologi yang cocok untuk mendatangkan hujan atau mengupayakan hujan buatan. Hal ini juga menjadi langkah antisipasi jika Batam terjadi kemarau panjang.

“BP Batam juga tengah mengembangkan konsep Integrated Total Water Management (ITWM),” katanya.

Melalui konsep tersebut, pihaknya akan menyinergikan antara potensi ketersediaan air baku, air bersih, pengelolaan air limbah, desanilasi air laut, dan daur ulang (rycycle). Dengan demikian, ketersediaan air bersih di Batam diharapka bisa tetap terjaga.

“Jangka panjang BP Batam sudah menyiapkan beberapa perencanaan untuk pengelolaan air di Batam,” katanya.

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, I Wayan Mustika, memperkirakan curah hujan pada Februari memang lebih sedikit jika dibandingkan bulan lainnya di tahun 2020. Curah hujan di wilayah Batam hanya mencapai 50 mm sampai 100 mm, yang biasanya rata-rata 150 mm.

Hanya saja, ada beberapa upaya yang memang memungkinkan bisa dilakukan untuk membuat hujan buatan. Tapi hal itu juga sangat tergantung dengan kondisi awan yang ada.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman, ketika dikonfirmasi mengatakan minimnya curah hujan berlanjut hingga Maret ini.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Maret ini masih rendah, puncak hujan di Batam kalau tidak ada pergeseran Mei dan Desember. Bulan selain itu kering, paling keringnya di Februari lalu,” ujarnya.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus menyebutkan, elevasi air telah berada berada di angka minus 3,06 meter dari spillway, yang merupakan kondisi terburuk selama dam tersebut beroperasi di Batam. “Dam Duriangkang yang paling parah,” ujar Maria, Sabtu (29/2).

Tiap hari, tingkat elevasi di dam terbesar itu berkurang dua sentimeter.

“Jika mencapai angka -3,4 meter di bawah spillway, maka harus dilakukan penggiliran (rationing) guna memperpanjang umur Dam,” tegas Maria.

ATB sendiri sudah melaporkan kondisi dam kepada BP Batam sejak Oktober 2019 lalu. Dan ATB telah mengirimkan surat terakhir meminta atensi dari BP Batam sejak 19 Februari lalu.

“Kami masih menunggu arahan BP Batam untuk menyikapi kondisi ini. Namun dalam surat tersebut, kami sudah memberikan masukan terkait hal ini,” imbuhnya.

Jika elevasi terus turun, maka akan mempengaruhi suplai. Dampak paling dekat yang akan dirasakan adalah berhentinya operasional WTP Tanjungpiayu.

ATB memperkirakan, kondisi setop operasi akan terjadi pada dua minggu mendatang jika curah hujan juga tidak turun.

Dengan kata lain, pelanggan di wilayah Tanjungpiayu dan sebagian Mukakuning, Tanjunguncang dan Batuaji tidak akan mendapat pelayanan air bersih yang optimal lagi.
Apalagi, daerah yang masuk zona kritikal, saat normal saja sulit mendapatkan air selama 24 jam, apalagi saat kemarau.

“ATB saat ini tetap menyiapkan yang terbaik menyambut kemungkinan yang terburuk,” jelasnya.

Berdasarkan catatan ATB, kondisi terakhir dam lainnya juga sama meski tidak masuk zona merah seperti Dam Duriangkang. Tingkat elevasi Dam Mukakuning di angka -1,89 sentimeter, Dam Seiladi -1,99 sentimeter. Dam Sungaiharapan -1,24 sentimeter dan Dam Nongsa -0,55 sentimeter.(iza)

Rumah Sakit Khusus Corona di Batam, Bisa Tampung 1.000 Pasien

0

batampos.co.id – Bekas rumah sakit di lokasi bekas camp pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam, dipastikan dijadikan rumah sakit rehabilitasi pasien yang terjangkit virus corona atau penyakit menular berbahaya lainnya.

Renovasi rumah sakit khusus yang mampu menampung 1.000 pasien itu, ditargetkan
selesai dalam satu bulan ke depan.

Rencana renovasi atau pembangunan rumah sakit khusus pasien virus corona dan penya-
kit menular lainnya ini, disampaikan langsung Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat
meninjau lokasi, Rabu (4/3/2020).

“Iya, bekas rumah sakit ini akan direhab lagi sebagai tempat (rumah sakit) observasi atau penyembuhan apabila ada WNI terinfekasi virus corona,” ujar Panglima TNI kepada wartawan di pintu gerbang masuk Camp Vietnam, kemarin.

‘Hari ini (kemarin, red) kita sudah cek bersama Pak Basuki (Menteri PUPR) dan secepatnya dibangun,” kata dia lagi.

Rumah sakit ini nantinya dibangun sesuai standar kesehatan yang ada dan mampu menampung 1.000 pasien sekaligus.

Kondisi Rumah Sakit di Ex Camp Vietnam di Galang Kota Batam. RS tersebut rencananya dijadikan lokasi penanganan pasien yang didiagnosa mengidap virus corona. Foto: batampos.co..id/Dalil Harahap

Selain itu, rumah sakit ini juga akan dilengkapi 50 ruangan isolasi yang sesuai dengan standar kesehatan internasional.

“Sesuai aturan kesehatan dua persen dari seluruh kamar yang ada untuk ruangan isolasi. Jadi, ruangan isolasi ada sekitar 50 kamar nantinya,” sebut Hadi.

Rencana pembangunan rumah sakit khusus pasien corona ini, lanjut Hadi, sebagai upaya antisipasi pemerintah Indonesia atas mewabahnya virus corona di berbagai belahan dunia.

Sebagai negara yang besar tentu pemerintah Indonesia punya tanggung jawab untuk menjamin kesehatan masyarakatnya.

“Warga di sini tentu bertanya-tanya aman atau tidak nanti mereka. Pemerintah bangun rumah sakit ini untuk menjamin kesehatan masyarakat secara umum,” jelasnya.

“Jaminan keamanan masyarakat sekitar tentu sudah diperhitungkan secara matang. Ini rumah sakit kedua setelah Natuna dan dipastikan aman untuk lingkungan sekitar,” tutur Hadi lagi.

Menteri Basuki kepada awak media mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit untuk pasien yang terjangkit virus corona ini sudah dipersiapkan dengan matang.

Pembangunan akan segera dimulai dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan untuk tahap rekonstruksinya.

“Secepatnya kita bangun. Rekonstruksi dalam sebulan sudah siap,” tegas Basuki lagi.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kemarin, bangunan bekas rumah sakit bagi pengungsi Vietnam tersebut berada di ujung bawah lokasi wisata Camp Vietnam.

Secara kasat mata bangunannya masih berdiri tegak, namun rangka baja sudah ada yang
termakan usia. Sudah banyak yang keropos.

Bangunan ini sudah tak layak dipakai lagi sehingga butuh proses renovasi yang lebih detail.

Kamar-kamar rumah sakit juga masih terjaga dengan baik, namun seluruh interior kamar sudah rusak dan lapuk.

Namun demikian, halaman dan lingkungan sekitar bangunan cukup asri dan terawat  dengan baik. Pepohonan di sekitarnya juga cukup lebat.(eja/leo/yui)

PLN Batam Siap Melistriki Rumah Sakit di Bekas Kamp Pengungsi Vietnam

0
Bangunan yang akan direnovasi sebagai rumah sakit penyakit menular.
foto: batamnpos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pemerintah akan membangun sebuah rumah sakit penyakit menular di lokasi bekas kamp pengungsi vietnam di Pulau Galang, Kota Batam.

Waktunya cepat, dalam tempo sebulan harus siap digunakan.

Rabu (4/3/2020) Panglima TNi mencek lokasi rumah sakit itu.

Bagaimana dengan kesiapan listriknya?

Corporate Secretary PT PLN Batam, Deni Hendri Wijaya, menuturkan belum ada surat permintaan di meja Direktur Utama PT PLN Batam.

“Mungkin lewat Area,” sahut Deni.

Area yang dimaksud ialah area pelayanan Batuaji sebab Barelang dibawah area Batuaji.

“Intinya kami belum tahu,” sambung komentator bola voli ini.

Yang jelas jika ada perminmtaan dari rumah sakit baru itu PLN Batam siap.

“Jaringan PLN sudah ada,” tegasnya.

Jaringan PLN Batam sudah ada tinggal tarik saja dari Sijantung atau kalau dayanya cukup besar PLN Batam akan membangun gardu di lokasi tersebut. (ptt)

Jangan Khawatir! Stok Beras Aman

0

batampos.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk menekan dampak negatif wabah SARS-CoV-2 terhadap perekonomian. Di antaranya, penundaan pajak penghasilan pasal 21 (PPh pasal 21).

Menurut Menkeu, skema tersebut pernah diterapkan pada 2008–2009, ketika krisis keuangan global terjadi. Opsi lainnya, lanjut dia, bisa melalui pemberian insentif pajak kepada hotel dan restoran.

Kendati begitu, perempuan yang biasa disapa Ani itu menegaskan, semuanya masih dikaji. Pemerintah sedang meneliti feedback dari dunia usaha. ”Dan ini kan bukan hanya soal korona. Dua tiga bulan lagi sudah puasa dan Lebaran. Jadi, kita masih mengkaji semuanya. Timing harus tepat,” tegasnya.

Menurut dia, bakal ada satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah untuk menghadapi dampak negatif dari wabah korona. Satgas akan dikoordinasi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Tidak hanya masalah kesehatan yang bakal dibahas, tapi juga dampak lain yang menyertainya.

Ani memastikan, pemerintah akan mengerahkan instrumen fiskal lainnya untuk penguatan berbagai sektor, mulai konsumsi hingga produksi. Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan beberapa opsi kebijakan untuk memitigasi wabah Covid-19 itu. Di antaranya, penambahan anggaran kartu sembako hingga diskon tarif tiket pesawat. Dia memastikan, fiskal Indonesia bisa fleksibel sehingga dapat diberikan langsung ke konsumen melalui skema-skema yang tengah dikaji.

Dia mengakui, virus korona berdampak negatif sangat besar pada proses produksi. Sebab, terjadi karantina, self karantina, lockdown, sampai pelarangan penerbangan. Semuanya menimbulkan disrupsi dari sisi produksi.

”Kita lihat PMA (penanaman modal asing, Red) Tiongkok turun, kemarin 35, sekarang jadi 25–26. Itu kan sangat drastis. Berarti, banyak proses produksi tidak terjadi,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah sedang benar-benar mendiagnosis industri manufaktur apa saja yang terimbas. Jika awalnya di Wuhan, Hubei, yang erat dengan industri elektronik dan otomotif, kini merembet ke Jepang dan Korea Selatan. Dua negara itu juga terkait erat dengan dunia otomotif, elektronik, bahan kimia, dan tekstil.

”Kita akan lihat semua aspek ini. Kalau langkah yang kemarin kita umumkan lebih pada merespons dropnya tourism sekitar 2 juta dari RRT. Sekarang, ketika merembet ke sektor produksi, kita harus memformulasikan kembali. Akan kita umumkan segera,” paparnya.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memutuskan untuk menunda insentif dan promosi ke beberapa negara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan bahwa negara yang dimaksud adalah negara yang terdampak Covid-19.

”Seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, dan lain-lain di mana sudah dilakukan kepada Tiongkok sebelumnya,” kata Wishnutama. Tindakan itu bertujuan melindungi masyarakat Indonesia. Tujuan lainnya, mencegah titik awal penularan meluas menjadi sebuah wabah di dalam negeri.

Untuk memastikan pasokan pangan dan obat aman, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengecek langsung ke lapangan kemarin (4/3). Erick mengunjungi gudang beras milik Bulog di Jakarta Utara dan Apotek Kimia Farma di Jakarta Pusat. Menteri BUMN memastikan bahwa pasokan beras dan perobatan, khususnya masker, aman.

”Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 1,65 juta ton. Stok tersebut cukup untuk menghadapi tingginya permintaan,” ujar Erick. Dia mengakui bahwa aksi panic buying karena virus korona memang tidak bisa dihindari. Namun, dia memastikan bahwa pihaknya bersama dengan Perum Bulog akan berupaya meredam potensi mafia beras yang ingin mengambil keuntungan.

Erick mengatakan bahwa Bulog memiliki stok beras sekitar 1,65 juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, keterse-diaan beras juga akan bertambah dengan adanya pasokan panen raya dalam waktu dekat. ”Rencana panen raya juga agak maju dari biasanya, mudah-mudahan angkanya stabil. Jadi, stok ini ditambah hasil panen raya, insya Allah mencukupi,” paparnya.(jpg)

Mencegah Corona Bukan Berarti Panik Membeli

0

batampos.co.id – Semenjak Hong Kong mengumumkan temuan pertama kasus virus corona pada pertengahan Januari 2020 lalu, masyarakat langsung bersiap.

Termasuk dengan menyediakan masker.  Namun permintaan masker yang tinggi membuat masker semakin langka di pasaran.

“Sudah mahal dan barangnya langka. Satu kotak harganya berkisar antara 400-500 Dolar
Hong Kong (HKD). Kalau dihitung per lembar, kira-kira Rp80 ribu sampai Rp90 ribu,” kata
Yana Sulistyana, WNI yang kini berada di Happy Valley ketika  iwawancarai ACTNews pada
Februari silam.

Pembelian secara panik, atau panic buying, tidak hanya terjadi di Hong Kong. Kompas
mencatat, pembelian secara panik juga terjadi di berbagai negara yang terkonfirmasi kasus corona.

Di antaranya Cina, Korea Selatan, Jepang, Italia, Jerman, hingga Austria. Termasuk salah satunya Indonesia.

Semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya kasus infeksi corona di Indonesia, kepanikan terjadi di masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan dengan melambungnya harga masker dan cairan antiseptik. Kompas mencatat, pada Selasa (3/3/2020) lalu harga beberapa masker di toko daring bahkan naik 10 kali lipat.

Ilustrasi. Foto; ACT unutk batampos.co.id

Cairan pencuci tangan yang tadinya puluhan ribu kini juga berada di angka ratusan ribu
rupiah per botol. Permintaan yang tinggi pada akhirnya mempengaruhi harga pasar.

Padahal menurut dokter Rizal Alimin selaku Koordinator Tim Medis ACT, penggunaan masker sebenarnya lebih utama untuk orang yang kondisinya sakit dibandingkan orang yang sehat.

“Baik Covid-19 atau virus lainnya. Semua orang yang sedang demam baiknya pakai masker untuk mencegah penularan virus,” jelasnya.

“Kalau kita bersin, ada sekitar 40 ribu droplets (percikan bersin) yang keluar, kalau batuk mungkin sekitar 3 ribu droplets,” katanya lagi.

Jadi lanjutnya, penting sekali masyarakat menegakkan etika bersin dan batuk. Prinsipnya bagaimana mencegah droplets itu keluar.

“Baik dengan tisu, ataupun dengan masker, pokoknya mencegah agar dia tidak menyebar,” ujar dokter Rizal lagi.

Sebagaimana yang telah disarankan oleh tenaga kesehatan lain, dokter Rizal juga
mengimbau untuk sering mencuci tangan untuk mencegah virus corona.

Dosen Magister Bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby, Inggris, Dono Widiatmoko, dilansir dari Kompas.id, mengatakan, droplet yang menempel pada tempat-tempat umum akan mudah terpegang oleh orang lain dan menularkan virus itu.

Virus yang berada di tangan tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh jika orang yang
terpapar memegang mata, hidung, atau mulut.

Dengan mencuci tangan, mata rantai
penularan Covid-19 ini secara tidak langsung akan terputus.

”Virus akan mudah masuk melalui mata karena sangat mudah ditembus. Itulah alasannya
mata kita lebih gampang merah jika terpapar kotoran,” terang Dono.

Namun sebenarnya, Dono menyarankan masyarakat untuk mencuci tangan menggunakan sabun, bukan hand sanitizer.

Dengan mencuci tangan menggunakan sabun, bakteri atau virus yang menempel pada telapak tangan akan luruh.

”Tidak salah menggunakan hand sanitizer. Namun dari sisi kesehatan masyarakat, cuci
tangan dengan sabun sudah cukup. Apalagi di tengah stok hand sanitizer yang terbatas,”
katanya saat ditemui di Jakarta.

Fenomena panik membeli tidak hanya terjadi pada masker dan cairan antiseptik untuk
tangan.

CNN melaporkan, masyarakat bahkan membeli makanan dalam jumlah banyak di
beberapa ritel setelah virus corona terkonfirmasi sampai di Indonesia.

Fenomena tersebut sangat memperkeruh situasi di masyarakat saat ini. Salah satunya
ketika Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020) lalu, satu hari setelah
pengumuman kasus virus corona di Indonesia.

Masyarakat jadi kesulitan menghadapi abu vulkanik yang menyebar hingga wilayah Solo Raya.

“Posisinya saat ini, masker memang sangat sulit sekali dicari. Sampai sekarang kami masih berusaha untuk mencari masker. Alhamdulillah, dari teman-teman Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Klaten tadi juga sudah turun juga membagikan beberapa masker yang masih ada stoknya,” kata Ardiyan, Koordinator MRI – ACT Solo Raya.

“Selain itu, kami juga mengusahakan untuk obat tetes mata. Antisipasi jika abu vulkanik sampai masuk ke mata,” jelasnya lagi.(*)

Arab Saudi Larang Warganya Umrah

0

batampos.co.id – Larangan umrah kini tidak hanya berlaku untuk warga di luar Arab Saudi. Kemarin pemerintah Saudi mengumumkan bahwa larangan sementara itu juga berlaku untuk warga Saudi sendiri.

Saudi Press Agency, kantor berita pemerintah setempat, merilis bahwa keputusan tersebut diambil karena isu Covid-19 yang sedang mencuat. ”Berdasar rekomendasi dari komite yang menangani virus korona, kami menangguhkan semua ibadah umrah bagi penduduk Saudi,” tulis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi seperti yang dilansir Midle East Eye.

Belum ada kabar sampai kapan larangan tersebut berlaku. Termasuk, apakah larangan itu masih berlaku sampai musim haji Juli nanti. Dengan adanya larangan itu, warga Saudi tidak boleh masuk ke kota suci Makkah dan Madinah untuk berumrah.

Duta Besar Indonesia di Riyadh Agus Maftuh Abegebriel saat dihubungi tadi malam membenarkan adanya aturan baru itu. Namun, menurut dia, jamaah asing yang memiliki visa umrah tetap bisa melanjutkan ibadah sampai selesai.(jpg)

PSDKP Batam Tangkap 68 Kru Kapal Vietnam

0

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, menyebut aksi pencurian ikan nelayan asing masih marak dan akan terus terjadi di wilayah perairan Kepri.

Perlu peningkatan pengawasan dari semua pihak untuk menekan atau meminimalisir aktivitas illegal fishing tersebut.

Saat melakukan kunjungan kerja ke pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan (PSDKP) Batam di Barelang, Rabu (4/3/2020), Edhy berharap kerja sama seluruh unsur pengamanan laut tetap kompak dan terjaga ke depannya.

”Masih (marak) dan akan terus terjadi, makanya kami pun akan terus dan terus bekerja keras untuk menjaga sumber daya kelautan kita,” ujar Edhy.

Maraknya aksi pencurian ikan ini sebut Edhy dibuktikan dengan kembali tertangkapnya
lima kapal ikan asing (KIA) di Laut Natuna Utara.

”Hari Minggu (1/3/2020) kemarin, aparat kita kembali melakukan penangkapan terhadap lima kapal ilegal di Laut Natuna Utara. Ini membuktikan bahwa ancaman pencurian ikan masih ada,” jelas Edhy.

Kelima kapal ikan asing yang berhasil ditangkap adalah KG 94376 TS, PAF 4837, KG 94654 TS, PAF 4696, dan KG 95786 TS.

68 Kru kapal asal Vietnam diamankan di Pangkalan PSDKP Batam. Foto: batampos.id/Dalil Harahap

Total 68 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam berhasil diamankan dari kelima kapal ikan asing ilegal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan jenis trawl tersebut.

Selanjutnya, para pelaku illegal fishing akan diproses hukum lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Batam.

Lebih lanjut Edhy juga menyampaikan bahwa keberhasilan membekuk kapal-kapal ikan asing ilegal kali ini merupakan buah dari operasi terstruktur yang dilaksanakan oleh lima kapal pengawas perikanan di Laut Natuna Utara.

Yaitu KP. Paus 01, KP. Hiu Macan Tutul 02, KP. Orca 01, KP. Orca 02, dan KP. Orca 03. Operasi tersebut merupakan respon KKP dalam melaksanakan arahan presiden untuk meningkatkan pengawasan dan wujud kehadiran negara di Laut Natuna Utara.

Selain itu, peningkatan pengawasan oleh KKP juga merupakan harapan dari DPR-
RI untuk menjaga Laut Natuna Utara.

Sebagaimana diketahui belum lama ini Ketua Komisi IV DPR-RI menyambangi armada Kapal Pengawas Perikanan yang bermarkas di Pangkalan PSDKP Batam untuk menyampaikan dukungan agar KKP semakin meningkatkan kapasitas dan upayanya dalam memberantas illegal fishing.

”Sesuai dengan arahan Bapak Presiden serta DPR, kami akan memperkuat pengawasan di wilayah perairan Laut Natuna Utara untuk memastikan bahwa kedaulatan pengelolaan perikanan tidak diganggu negara manapun,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Edhy menyampaikan apresiasi kepada para nakhoda Kapal Pengawas Perikanan yang telah berhasil menangkap kapal pencuri ikan tersebut.

Apresiasi yang diberikan merupakan upaya KKP untuk meningkatkan semangat jajarannya dalam memberantas illegal fishing.

”Saya sangat mengapresiasi semangat, keberanian, dan daya juang para Awak Kapal Pengawas Perikanan kita dalam memberantas illegal fishing,” jelasnya.

“KKP dan DPR juga sudah sepakat bahwa ke depan PSDKP akan semakin kita perkuat dan kesejahteraan awak Kapal Pengawas akan kita tingkatkan,” terang Edhy lagi.

Direktur kepala operasi armada PSDKP Batam, Ipunk, menyebutkan, kelima KIA tersebut pertama kali terdeteksi oleh Kapal Pengawas Perikanan pada posisi 01o43,611’ Lintang Utara dan 104o48,079’ Bujur Timur (Barat Daya Pulau Tarempa).

Wilayah tersebut merupakan perairan ZEE Indonesia yang berbatasan dengan overlapping claimed area Indonesia-Malaysia.

Kapal-kapal tersebut menggunakan modus operandi baru yakni mengelabui petugas seolah-olah merupakan kapal ikan asal Malaysia.

Kapal-kapal tersebut tidak mengibarkan bendera kebangsaan kapal, namun menggunakan kode C2 pada lambung kapal yang merupakan kode yang digunakan oleh kapal ikan Malaysia yang beroperasi di ZEE.

”Setelah koordinasi dengan Malaysia ternyata tidak terdaftar makanya kami amankan. Kapal-kapal ini ingin memanfaatkan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia yang menerapkan langkah pengusiran apabila beroperasi di overlapping claims area,” tambah Ipunk.(eja)

Begini Skenario Pemerintah Antisipasi Virus Korona Gelombang Kedua

0

batampos.co.id – Isu wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus berkembang. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, saat ini dunia menghadapi gelombang kedua penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu. Pemerintah juga telah menyiapkan skenario jika virus tersebut makin menggila.

”Pada second wave (gelombang kedua, Red) ini, kondisinya tidak sama dengan first wave yang di Wuhan,” tutur pria yang akrab disapa Yuri itu.

Dia menjelaskan, karakter gelombang kedua berbeda. Persebaran penyakit tergolong lebih cepat. Kemarin (4/3), misalnya, dilaporkan ada 20 negara yang baru menyatakan positif kasus Covid-19. Persebaran yang cepat itu, menurut Yuri, disebabkan mereka yang sakit menunjukkan gejala minimal. Bahkan, ada yang tidak bergejala sama sekali. Masa inkubasinya pun lebih lama. Jika pada gelombang pertama hanya 14 hari, sekarang inkubasinya mencapai 28 hari. Akhirnya, banyak negara yang memperkuat pintu masuk, termasuk Indonesia.

Menyikapi hal itu, Yuri menyatakan bahwa pemerintah memiliki beberapa skenario antisipasi. Pertama, terkait sistem rujukan. Pemerintah telah menetapkan 100 rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia yang siap menerima pasien terindikasi Covid-19. Namun, jika ada di antara 100 RS itu yang tidak memiliki alat mumpuni, misalnya ventilator, pasien boleh dirujuk.

Kedua, agar hasil penelitian laboratorium lebih cepat keluar, balai teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit (BTKL-PP) di daerah disiapkan. Menurut Yuri, Indonesia memiliki sepuluh BTKL dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL). Standarnya harus memiliki biosafety level 2 (BSL 2). ”Jika di laboratorium Balitbangkes ruangannya yang BSL 2, daerah memiliki kota untuk meneliti spesimen yang sudah BSL 2,” tutur Yuri.

Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia dilakukan dua tahap. Yakni, polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequence. ”Di daerah hanya pemeriksaan PCR,” tuturnya. Tenaga laboratorium di daerah sudah dilatih untuk hal itu. Namun, penelitian Covid-19 akan didampingi petugas dari pusat.

Skenario ketiga adalah persiapan tempat khusus ketika banyak negara yang melakukan lockdown seperti Wuhan. Salah satu tempat yang direncanakan digunakan adalah Pulau Galang di Batam. Yuri sudah diminta untuk melihat pulau tersebut. Pulau itu nanti tidak hanya digunakan untuk rumah sakit, tapi juga penunjang lain.

”Pulau Galang itu adalah bekas penampung manusia perahu dari Vietnam. Masih ada bangunan. Bahkan, ada sisa rumah sakit,” katanya. Pulau tersebut dulu dibangun UNHCR untuk pengungsi Vietnam.(jpg)

Pengumuman, Pemko Batam Kehilangan PAD Rp 133 Miliar

0

batampos.co.id – Pemko Batam hingga kini belum mendapat angka pasti besaran dana pengganti menyusul kebijakan pemerintah pusat yang akan menolkan atau membebaskan pajak hotel dan restoran selama enam bulan, kini aturan masih dibahas di pusat.

Namun demikian, sesuai permintaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Batam telah mengirim data potensi kehilangan seiring rencana kebijakan ini.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan target daerah dari dua sektor itu selama enam bulan Rp 133 miliar.

”Kami diminta data target PAD (Pendapatan Asli Daerah) selama enam bulan dari dua
sektor ini, udah kami kirimkan sehari sebelum pengumuman oleh ibu Menkeu Sri Mulyani
Rp 3,3 triliun itu,” katanya.

Untuk diketahui, dana Rp 3,3 triliun disampaikan Mulyani untuk 33 daerah di 10 destinasi. Lebih lanjut, Raja mengatakan, pihaknya akan menunggu kepastian berapa Pemko Batam mendapat dana tersebut, berikut mekanisme apa yang akan diambil oleh pusat.

”Kami masih menunggu apakah sesuai data itu (Rp 133 miliar) atau berbasis kinerja, kami sedang tunggu regulasinya. Pusat akan keluarkan regulasi, apakah PMK atau
Perpres,” imbuhnya.

Tidak hanya pusat yang akan menyiapkan regulasi, daerah juga akan menyiapkan regulasi turunan. Menurut Raja, bisa saja dalam bentuk Perwako atau Perda.

”Di daerah kami diminta analisis dulu, perwako atau perda,” katanya.

Sejatinya kebijakan pembebasan pajak hotel dan restoran, rencananya akan dimulai awal
Maret ini.

Namun hingga kini belum diterapkan. Raja mengatakan, penerapan di lapangan tentu menunggu aturan selesai dibahas.

”Yang jelas, rencananya enam bulan terhitung sejak diberlakukan aturan itu. Sekarang aturannya sedang digodok dulu,” terangnya.

Lalu bagaimana dengan program pemasangan alat pencatat transaksi (tapping box) terhadap usaha dua sektor tersebut?

Ia menyampaikan, pada prinsipnya program ini tetap jalan, bahkan pelaku usaha tetap diminta melaporkan walau pajaknya nihil karena pembebasan pajak tersebut.

”Lagipula, kebijakan ini juga temporer bukan selamanya. Setelah kebijakan itu selesai, akan kembali normal lagi,” kata dia.

BP2RD bersama Bank Riau Kepri (BRK) akan memasang tapping box sebanyak 500 unit
tahun ini. Tahun sebelumnya, sudah terpasang sebanyak 519 unit.

”Untuk tahun 2020, memang dari target belum ada yang terpasang, kami masih
menunggu alokasi dari BRK,” pungkas dia.(iza)

Identitas Terungkap, Psikis 2 Pasien Positif Virus Korona Terganggu

0

batampos.co.id – Kondisi dua pasien positif virus Korona yang tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, kondisi mental keduanya masih harus distabilkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menjelaskan bahwa pasien 1, 31 tahun dan pasien 2, 64 tahun sudah tidak demam atau sesak napas. “Sudah tak panas, batuk kadang-kadang. Sesak nggak. Pilek nggak. Kondisinya secara fisik baik-baik,” tegasnya dalam konferensi pers, Rabu (4/3).

Masalah yang dialami justru kesehatan secara psikis. Keduanya masih diliputi kecemasan lantaran informasi seputar identitas mereka terlanjur tersebar. “Secara psikologis khawatir, cemas. Ibunya atau pasien 2 itu nggak nyaman. Semua identitas diketahui, rumah diketahui,” tutur Yurianto.

Bocornya identitas itu, kata Yurianto, sebetulnya melanggar etika antara pasien dan tenaga medis. Sebab, data-data pasien harus dirahasiakan dan tak boleh diumumkan tanpa seizin pasien.

“Ini tersebar di mana-mana. Langgar aturan Undang-Undang. Kami koordinasi dengan Bareskrim akan ditindak itu,” tukasnya.(jpg)