Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1040

“Usut Tuntas!”: Jeritan Keluarga Korban Tragedi Kapal Federal II

0
Tangisan keluarga pecah di depan ruang jenazah, setelah kabar duka korban kebakaran di PT ASL menyebar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos — Harapan agar tragedi ledakan dan kebakaran kapal Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, diusut hingga tuntas terus disuarakan oleh keluarga korban dan juga pekerja. Mereka menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh korban dan keluarga yang terdampak, baik dari sisi penanganan medis, santunan, maupun proses hukum.

Aldi, rekan kerja salah satu korban yang masih dirawat di RS Mutiara Aini, dengan tegas menyebut bahwa insiden yang menewaskan 11 pekerja dan melukai 20 lainnya itu merupakan akibat kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja. “Tidak ada cerita penyebab lain. Ini kelalaian yang berakibat fatal. Safety tidak diperhatikan dengan baik. Membunuh banyak orang (pekerja). Harus diusut tuntas,” ujarnya penuh emosi, Kamis (16/10).

Beberapa keluarga korban yang ditemui di rumah sakit juga menyampaikan hal senada. Mereka berharap tidak ada pihak yang diabaikan, dan semua korban mendapat perlakuan serta hak sesuai ketentuan. “Kami hanya ingin keadilan. Suami kami bekerja mencari nafkah, bukan untuk kehilangan nyawa,” ungkap salah satu keluarga korban di RS Mutiara Aini dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Keluarga Korban Kebakaran PT ASL Datangi Ruang Jenazah

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin memastikan proses penyelidikan terus berjalan secara menyeluruh. Hingga Jumat (17/10), sebanyak sembilan saksi telah diperiksa, terdiri dari pekerja, pengawas, dan pihak subkontraktor. “Hari ini direncanakan Tim Labfor Polri akan melakukan olah TKP, namun tetap dipertimbangkan apakah kondisi lapangan sudah memungkinkan,” jelasnya.

Zaenal menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada aspek teknis penyelidikan, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak para korban dan keluarga. “Sejauh ini, saya lihat perusahaan cukup memperhatikan keluarga korban dan bertanggung jawab terhadap biaya-biaya yang timbul. Tapi kami juga tetap kawal agar semuanya benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, suasana duka masih terasa di sejumlah rumah duka dan rumah sakit tempat para korban dirawat. Salah satu korban luka berat, Roni Andreas Harefa (36), meninggal dunia Rabu (15/10) sore setelah sempat dirawat intensif di RS Mutiara Aini. Dengan demikian, jumlah korban jiwa kini mencapai 11 orang.

Tragedi ini menjadi sorotan besar karena kapal yang sama sebelumnya juga sempat terbakar pada Juni 2025, dan telah menimbulkan korban luka. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pengawasan keselamatan kerja di PT ASL Shipyard masih lemah. Sejumlah keluarga korban menilai, kejadian berulang menunjukkan ada sistem yang tidak berjalan baik di internal perusahaan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad telah menjenguk korban di RS Mutiara Aini dan berjanji melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di PT ASL. “Kami akan audit ulang dan cari tahu penyebab pastinya. Meski diklaim sesuai SOP, faktanya kecelakaan tetap terjadi,” tegas Haris.

Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh korban, baik luka maupun meninggal, akan mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan hak-hak normatif lainnya. “Kami ingin ini menjadi pelajaran besar bagi industri galangan agar memperketat standar keselamatan kerja,” tambah Haris.

Kini, masyarakat Batam menanti langkah nyata aparat dan pemerintah untuk menegakkan keadilan bagi para korban. Tragedi Federal II bukan sekadar musibah, tetapi menjadi pengingat keras bahwa keselamatan kerja bukan pilihan, melainkan kewajiban. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel “Usut Tuntas!”: Jeritan Keluarga Korban Tragedi Kapal Federal II pertama kali tampil pada Metropolis.

Sebulan Hilang, Siswanto Ditemukan Tewas Tergantung di Bukit Caramel

0
Proses evakuasi jenazah. Foto. Polsek Galang untuk Batam Pos

batampos – Seorang pria bernama Siswanto (47), warga Punggur Kaveling Lama, Nongsa, ditemukan tewas tergantung di atas pohon di kawasan Bukit Caramel atau Bumi Bismillah, Kecamatan Galang, pada Kamis (16/10) sore. Penemuan jasad ini menggemparkan warga setempat setelah diketahui bahwa korban pernah dilaporkan hilang sejak sebulan lalu, tepatnya Kamis (11/9/2025).

Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, membenarkan bahwa korban yang ditemukan tergantung di pohon tersebut adalah Siswanto, pria yang sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya. “Benar, korban ini sebelumnya masuk dalam laporan orang hilang di wilayah Batam. Identitasnya cocok dengan laporan tersebut,” ujar Hendrizal, Jumat (17/10).

Menurut Hendrizal, penemuan korban berawal dari laporan seorang warga yang tengah memancing di sekitar Bukit Caramel. Warga tersebut mencurigai adanya sepeda motor Honda Scoopy warna merah-hitam yang terparkir di dalam semak-semak tanpa pemilik. “Saat warga mendekat, tercium bau busuk menyengat. Warga itu lalu datang ke Polsek melaporkan kejadian ini,” katanya.

Baca Juga: Bau Busuk dari Semak Bukit Caramel, Warga Temukan Mayat Tergantung

Menindaklanjuti laporan itu, polisi bersama warga mendatangi lokasi dan menemukan motor korban sesuai dengan laporan kehilangan sebelumnya, yakni Honda Scoopy BP 2922 PR. Tak jauh dari lokasi motor, polisi menemukan korban tergantung di atas pohon dengan kondisi tubuh sudah membengkak dan membusuk. “Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan,” ujar Hendrizal.

Polisi mengevakuasi jasad korban dengan bantuan warga dan tim Inafis. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi korban tergantung cukup tinggi di area semak belukar yang sulit dijangkau.

Keluarga Siswanto yang dihubungi pihak kepolisian membenarkan bahwa korban terakhir terlihat pada 11 September 2025 sekitar pukul 06.30 WIB, saat berpamitan untuk berangkat kerja. Namun, pihak perusahaan tempat ia bekerja menyatakan korban tidak pernah masuk kerja hari itu, dan sejak pagi telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. Saat meninggalkan rumah, korban mengenakan baju kerja werpack biru bertuliskan AUSTIN, membawa tas ransel hitam, dan mengendarai motor Honda Scoopy warna merah hitam yang kemudian ditemukan di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan identifikasi dan pencocokan data, polisi memastikan korban adalah Siswanto. Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematiannya. “Kami masih menunggu hasil autopsi dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan apakah ini murni bunuh diri atau ada unsur lain,” tambah Hendrizal.

Penemuan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban yang selama lebih dari sebulan terakhir mencari keberadaannya. Warga sekitar Bukit Caramel juga mengaku kaget atas penemuan mayat tersebut. “Beberapa hari sebelumnya kami lihat motor itu di semak-semak, tapi tidak curiga. Baru sadar setelah ada bau menyengat,” kata seorang warga setempat. Polisi kini telah memasang garis polisi di lokasi penemuan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sebulan Hilang, Siswanto Ditemukan Tewas Tergantung di Bukit Caramel pertama kali tampil pada Metropolis.

Unik! Penjara di Brasil Ganti Anjing Penjaga dengan Sekawanan Angsa

0
Penjara di Brazil melibatkan unggas angsa dalam penjagaan, menggantikan anjing. F. x.com/bosunatiklama.

batampos – Dalam dunia keamanan, anjing kerap menjadi pilihan utama karena kemampuannya untuk dilatih dan memiliki indra penciuman tajam. Namun, tak selamanya anjing efektif, beberapa bahkan bisa dikalahkan dengan sogokan makanan.

Berbeda dengan anjing, ada unggas yang justru menawarkan kepekaan dan kewaspadaan lebih tinggi: angsa. Hewan ini dikenal sangat teritorialis, agresif terhadap penyusup, serta memiliki pendengaran dan penglihatan tajam melebihi manusia.

Langkah berani ini diterapkan oleh Kompleks Penjara São Pedro de Alcântara di negara bagian Santa Catarina, Brasil. Lembaga pemasyarakatan tersebut resmi mengganti anjing penjaga dengan sekawanan angsa sejak akhir tahun 2023.

Langkah tak biasa itu langsung menarik perhatian dunia internasional. Sejak diterapkan, tidak ada satu pun upaya pelarian narapidana yang berhasil.

“Anjing memerlukan biaya tinggi mulai dari makanan, perawatan, dan pelatihan. Angsa hanya membutuhkan pakan nasi dan perawatan minimal,” ujar Direktur Penjara São Pedro de Alcântara, dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (17/10).

Menurut pihak penjara, angsa sangat sulit disuap dan selalu waspada terhadap gerakan asing. Saat merasa terancam, mereka mengeluarkan suara keras (honking) yang berfungsi sebagai alarm alami bagi petugas penjaga malam.

Sekawanan angsa tersebut ditempatkan di area hijau antara pagar dalam dan luar penjara. Dengan pendengaran sensitif, mereka mampu mendeteksi suara sekecil apa pun di malam hari.

Langkah inovatif ini dinilai ramah lingkungan, hemat biaya, dan tetap efisien tanpa mengurangi tingkat keamanan.

Inisiatif “penjaga bersayap” itu kini menjadi contoh baru bagi sistem pemasyarakatan di berbagai negara yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengorbankan keamanan. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Unik! Penjara di Brasil Ganti Anjing Penjaga dengan Sekawanan Angsa pertama kali tampil pada News.

Meneropong Dampak Dari Kebarakan Kapal di PT ASL Shipyard Yang Memakan Puluhan Korban Jiwa Baik Luka dan Meninggal

0
Andry Yansen P. Manalu

Kabar ledakan dan kebakaran kapal yang terjadi di salah satu kawasan galangan kapal di Tanjung Uncang tentu masih pemberitaan dan perbincangan hangat, bukan hanya di lokal Kota Batam saja, ataupun nasional, tetapi sudah menjadi pemberitaan dan perbincangan publik luar negeri.

Kejadian yang hampir sama dalam waktu berdekatan terjadi. Karena peristiwa itu, tentu publik akan mengulas dan mencoba mengkalkulasi peritiwa-peristiwa kecelakaan kerja lainnya yang pernah terjadi di setiap bidang industri. Dampak yang timbul tentunya bukan hanya ada pada pihak Perusahaan dan Pekerja yabg terlibat dalam peristiwa ledakan dan kebakaran itu saja, melainkan juga berdampak pada keyakinan publik baik nasional dan luar negeri untuk berinvestasi dan bekerja di Kota Batam.

Keamanan dan Keselamatan Kerja serta Investasi di wilayah Kota Batam menjadi soroton. Publik akan berpikir dan berasumsi jika berinvestasi dan bekerja di kota Batam pada sektor industri galangan kapal maupun industri lainnya seperti manufaktur ataupun pabrikasi lainnya masih mencemaskan. Disamping issue regulasi perizinan yang kadang bertele-tele yang sempat santer banyak istilah uang siluman bahkan ke tingkat nasional, walaupun memang Pemerintah Kota Batam dan Provinsi sudah mulai dan serius membenahinya, ditambah lagi ketidak disiplinan pihak-pihak tertentu (pengusaha maupun pekerja) dalam mematuhi dan menerapkan aturan Keamanan dan Keselamatan Kerja, tentu membuat investor maupun pekerja yang memiliki skill yang ingin berinvestasi dan bekerja dengan aman dan selamat, akan mempertimbangkan untuk berinvestasi dan bekerja di Kota Batam.

Jika demikian terjadi, tentu akan berdampak juga dengan sirkulasi roda perekonomian di Kota Batam. Investasi yang sudah ada tentu akan berpikir untuk hengkang dan usaha baru tidak tumbuh. Olehkarena itu berbagai bidang dan level usaha terhambat jalan dan angka pengangguran pun bertambah.

Pemerintah Kota Batam harus segera ambil sikap tegas dan cepat dalam penerapan aturan berinvestasi dan bekerja di Kota Batam. Setiap bidang terkait harus semakin cepat tanggap dan aktif turun lapangan dalam sosialisasi, pemantauan, pengawasan bahkan penindakan yang berkeadilan.

Memanglah tidak semudah yang kita bayangkan penerapannya, karna situasi SDM masyarakat dan personel pemerintah yang berbeda-beda. Namun keyakinan masih ada, jika perubahan lebih baik itu pasti terjadi. ***

Oleh:
Andry Yansen P. Manalu
Pengacara & Pemerhati Publik.

Artikel Meneropong Dampak Dari Kebarakan Kapal di PT ASL Shipyard Yang Memakan Puluhan Korban Jiwa Baik Luka dan Meninggal pertama kali tampil pada News.

Sabu Diselundupkan Pakai Popok, Polisi Aktif dan Istri Divonis Berat

0
Sheqal Syahzuardi, Alpiani Abella alias Pipin dan Panahatan Gunawan alias Ipan usai sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis berat kepada anggota Polri aktif, Sheqal Syahzuardi, yang terbukti menyelundupkan narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Batam. Dalam sidang putusan yang digelar Kamis (16/10) Sheqal dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp3 milar, subsider enam bulan kurungan.

Tak hanya Sheqal, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman kepada istrinya, Alpiani Abella alias Pipin dengan pidana 9 tahun penjara serta rekan mereka, Panahatan Gunawan alias Ipan, yang turut diganjar 10 tahun penjara dan denda serupa.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin Andi dengan anggota Douglas dan Dina. Hukuman ini sedikit lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Listakeri yang sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana 12 tahun penjara.

“Perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana narkotika. Tidak ada alasan pembenar atau pemaaf dalam perbuatan ini,” tegas hakim Andi saat membacakan amar putusan di ruang sidang utama PN Batam.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyoroti keterlibatan aparat penegak hukum dalam kasus peredaran narkoba ini.

“Fakta bahwa terdakwa Sheqal adalah anggota Polri aktif menjadi pertimbangan yang sangat memberatkan. Ia seharusnya melindungi masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari kejahatan narkotika,” ujar hakim Andi.

Hakim juga menilai tindakan para terdakwa dilakukan secara terencana dan terstruktur. Berdasarkan fakta persidangan, ketiganya berangkat bersama ke Johor, Malaysia, untuk mengambil paket sabu seberat setengah kilogram. Barang haram itu kemudian disembunyikan dalam popok dewasa yang dikenakan Panahatan, sebelum berupaya dibawa masuk ke Batam.

Aksi mereka akhirnya terbongkar pada 5 Maret 2025 saat petugas Bea Cukai Batam mendeteksi benda mencurigakan melalui mesin X-ray di Pelabuhan Internasional Batamcenter. Panahatan ditangkap terlebih dahulu, disusul penangkapan Sheqal dan Pipin pada malam harinya.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 171,66 gram dipastikan positif mengandung metamfetamin.

Dalam dakwaan JPU, Sheqal disebut berperan sebagai penghubung antara jaringan pemasok di Malaysia dengan kurir di Batam.

Dari aksinya, ia dijanjikan upah sebesar Rp15 juta sementara Pipin mendapat Rp10 juta dan Panahatan Rp5 juta.

“Fakta-fakta persidangan sudah cukup untuk menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah,” kata hakim Andi.

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan, seperti sikap kooperatif para terdakwa, pengakuan atas perbuatan, dan belum pernah dihukum sebelumnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Sabu Diselundupkan Pakai Popok, Polisi Aktif dan Istri Divonis Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

Sebelum Ditemukan Tewas, Pegawai Imigrasi Tarempa Sempat Dijemput Orang Tak Dikenal

0
Jenazah Harsyad usai tiba di rumah duka yang berada di Kawasan Sungai Sugi, Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kasus kematian seorang pegawai Imigrasi Tarempa bernama Harsyad (53) masih menyisakan misteri dan menggemparkan warga Kabupaten Kepulauan Anambas.

Harsyad ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di semak-semak sebelum Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, pada Jumat (17/10) pagi.

Penemuan jasad pria yang dikenal ramah itu sontak membuat warga sekitar heboh. Banyak yang tak menyangka, sosok pegawai imigrasi itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan.

Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, Harsyad sempat dijemput oleh seorang pria tak dikenal sekitar pukul 02.00 dini hari. Hal itu dilihat langsung oleh abang iparnya.

“Abang iparnya lihat ada orang jemput pakai motor, tapi gak sempat nanya mau ke mana. Biasanya selalu nanya, tapi malam itu seperti terkunci mulutnya,” kata Ita, salah satu kerabat Harsyad, saat ditemui di rumah duka.

Ita menuturkan, pria yang menjemput Harsyad menggunakan motor matic kecil dan mengenakan jaket berpenutup kepala. Wajahnya tidak terlihat jelas karena kondisi jalan gelap dan lampu motor redup.

Keluarga pun mencoba mencari tahu siapa sosok misterius tersebut. Mereka telah memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalan menuju lokasi penemuan jasad, namun hasilnya masih kabur.

“CCTV sudah dicek, tapi belum jelas siapa orangnya. Masih samar,” ujar Ita lagi.

Sementara itu, Wan Zuhendra, keluarga dekat almarhum sekaligus mantan Wakil Bupati Anambas, mengatakan pihak keluarga telah berunding dengan kerabat di Tanjungpinang dan Natuna. Hasilnya, jenazah Harsyad akan dimakamkan hari itu juga.

“Kami sepakat memakamkan almarhum hari ini. Kami ingin semuanya berjalan dengan tenang,” kata Wan.

Wan mengenang Harsyad sebagai sosok sederhana, baik, dan mudah bergaul. Meski bekerja sebagai pegawai pemerintahan, ia dikenal tidak sombong dan ramah kepada siapa pun.

“Dia orangnya baik, belum menikah sampai sekarang. Soal itu, biarlah jadi privasi almarhum,” ucapnya.

Terkait kondisi jasad saat divisum di RSUD Tarempa, Wan enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami serahkan sepenuhnya ke Polisi, termasuk kalau nanti ditemukan dugaan kekerasan,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas, AKP Bambang Sutmoko, membenarkan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus tersebut.

“Kami masih lidik. Mohon waktu untuk bekerja,” ujarnya singkat.

Polisi telah menyita sejumlah barang milik Harsyad, termasuk telepon genggam dan dompet, sebagai barang bukti penyelidikan.

Diketahui, jasad Harsyad pertama kali ditemukan oleh Dedek, seorang pekerja toko bangunan, yang saat itu hendak mengantarkan material ke Harung Hijau, Kecamatan Siantan Selatan.

Saat melintas, Dedek melihat kaki manusia menjulur keluar dari semak-semak di tepi jalan. Ia kemudian berhenti dan memastikan temuan itu sebelum melapor ke atasannya, Andi, pemilik toko bangunan.

Laporan itu diteruskan ke pihak berwenang, termasuk tim ambulans yang dipimpin Raja Faisal, serta petugas kepolisian dan BPBD yang segera melakukan evakuasi.

Salah satu petugas BPBD menyebut, saat ditemukan, mata sebelah kanan Harsyad tampak kemerahan, menimbulkan dugaan adanya kekerasan sebelum kematian. Namun kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Sebelum Ditemukan Tewas, Pegawai Imigrasi Tarempa Sempat Dijemput Orang Tak Dikenal pertama kali tampil pada Kepri.

Bau Busuk dari Semak Bukit Caramel, Warga Temukan Mayat Tergantung

0
Proses evakuasi jenazah. Foto. Polsek Galang untuk Batam Pos

batampos – Seorang pria berinisial S (47) ditemukan tewas tergantung di atas pohon di kawasan Bukit Caramel atau Bumi Bismillah, Kecamatan Galang, Batam, pada Kamis (16/10) sore. Korban yang merupakan warga Nongsa itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing, dan diperkirakan telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, menjelaskan penemuan mayat tersebut bermula dari kecurigaan warga yang melihat sepeda motor Honda Scoopy warna hitam-merah terparkir di semak-semak tanpa pemilik. “Ketika didekati, tercium bau busuk yang menyengat. Warga itu kemudian datang ke Polsek untuk melapor,” ujar Hendrizal, Jumat (17/10).

Mendapat laporan itu, polisi bersama warga langsung menuju lokasi kejadian. Setelah motor dikeluarkan dari semak, petugas melakukan pencarian sumber aroma busuk tersebut. “Tak jauh dari lokasi motor ditemukan, korban terlihat tergantung di atas pohon dalam kondisi tubuh membengkak,” kata Hendrizal.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui sudah membusuk dan sulit dikenali, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuh maupun lokasi kejadian. Polisi kemudian mengevakuasi jasad dengan bantuan warga dan tim Inafis Polresta Barelang.

Evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi korban tergantung di pohon yang cukup tinggi dan berada di area hutan kecil yang sulit dijangkau. Setelah berhasil diturunkan, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan autopsi.

“Dari identitas yang ditemukan, korban merupakan warga Nongsa. Saat ini kami menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” tutur Hendrizal.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau ada unsur lain. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri jejak aktivitas korban sebelum ditemukan tewas.

Penemuan mayat ini sempat menghebohkan warga sekitar Bukit Caramel. Sejumlah warga mengaku sempat melihat motor serupa terparkir beberapa hari sebelumnya namun tidak curiga. Kini, area tempat korban ditemukan telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bau Busuk dari Semak Bukit Caramel, Warga Temukan Mayat Tergantung pertama kali tampil pada Metropolis.

Pilih Mundur, Lurah Tanjunguban Utara Akui Bolos Kerja 15 Hari

0
Kepala Inspektorat Kabupaten Bintan, Irma Annisa. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Lurah Tanjunguban Utara, Boby Admirus, akhirnya diperiksa Inspektorat Kabupaten Bintan setelah dilaporkan warga karena jarang masuk kantor.

Kepala Inspektorat Bintan, Irma Annisa, membenarkan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung dari Boby terkait laporan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Boby diketahui tidak masuk kerja tanpa izin selama 7 hari di Januari 2025 dan 8 hari di Februari 2025.

“Hanya itu saja. Tidak ada bukti dia tidak masuk kantor bertahun-tahun seperti yang beredar,” ujar Irma yang juga mantan Kepala BKD Bintan, Jumat (17/10).

Menurut Irma, Boby mengakui kesalahannya dan menjelaskan bahwa alasan ketidakhadirannya karena urusan pribadi keluarga di kampung. Namun, ia tidak mengajukan cuti sesuai aturan.

“Awal tahun ada urusan orangtuanya, tapi dia tidak ajukan cuti,” katanya.

Selain itu, Boby juga disebut lebih banyak bekerja di lapangan tanpa melampirkan daftar hadir sebagai bukti aktivitasnya. Dalam proses pemeriksaan, Boby bahkan memilih mundur dari jabatannya sebagai lurah dan bersedia menjadi staf biasa.

“Dia mundur atas inisiatif sendiri. Saat ini masih menjabat lurah karena prosesnya belum selesai,” jelas Irma.

Inspektorat Bintan kini telah melimpahkan kasus tersebut ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan ASN.

“Rekomendasi kami sudah diserahkan, keputusan akhir ada di BKPSDM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Boby dilaporkan warga ke Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) karena dinilai jarang hadir di kantor dan jarang terlihat melayani masyarakat secara langsung. (*)

Artikel Pilih Mundur, Lurah Tanjunguban Utara Akui Bolos Kerja 15 Hari pertama kali tampil pada Kepri.

Rekor Baru Harga Emas Antam! Naik Rp78.000 Jadi Tertinggi Tahun Ini

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor baru pada Jumat (17/10).

Harga jual emas naik signifikan sebesar Rp78.000 per gram, menjadikannya level tertinggi sepanjang tahun 2025. Kini, harga emas Antam berada di Rp2.485.000 per gram, sementara harga buyback atau pembelian kembali ditetapkan di Rp2.334.000 per gram.

Dilansir dari Radar Kudus, lonjakan harga kali ini jauh di atas rata-rata kenaikan harian yang biasanya hanya berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per gram.

Kenaikan tajam ini terjadi di tengah melonjaknya harga emas dunia akibat pemotongan suku bunga oleh The Fed dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat 17 Oktober 2025:

  • 0,5 gram: Rp1.292.500
  • 1 gram: Rp2.485.000
  • 2 gram: Rp4.910.000
  • 3 gram: Rp7.340.000
  • 5 gram: Rp12.200.000
  • 10 gram: Rp24.345.000
  • 25 gram: Rp60.737.000
  • 50 gram: Rp121.395.000
  • 100 gram: Rp242.712.000
  • 250 gram: Rp606.515.000
  • 500 gram: Rp1.212.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.425.600.000

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini akan dipotong langsung saat transaksi dilakukan.

Lonjakan harga emas Antam menjadi perhatian banyak investor karena dapat mempengaruhi keputusan investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Para analis menyarankan masyarakat untuk tetap memantau pergerakan harga emas global serta kebijakan moneter Amerika Serikat yang sangat berpengaruh terhadap harga emas domestik. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Rekor Baru Harga Emas Antam! Naik Rp78.000 Jadi Tertinggi Tahun Ini pertama kali tampil pada News.

5 Cafe Unik di Batam, Spot Nongkrong Cantik dan Instagramable Banget!

0
F. instagram.com/marubakehouse.

batampos – Batam kini tak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga surganya tempat nongkrong cantik dan estetik. Deretan cafe dengan konsep unik bermunculan dan jadi destinasi wajib untuk pecinta foto Instagramable.

Suasana nyaman, menu lezat, hingga desain interior yang memanjakan mata menjadikan cafe-cafe ini favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berikut 5 rekomendasi cafe unik di Batam yang wajib masuk daftar liburan akhir pekan kamu:

1. Healy Cafe, Glamp Inc
Cafe baru bertema alam ini menghadirkan suasana seperti sedang berkemah. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil mendengar semilir angin sore.

Lokasi: Batam Adventure Park, Jl. Sudirman, Taman Baloi, Batam Kota.

2. Maru Bake House
Mengusung tema interior seperti goa, Maru Bake House sukses bikin pengunjung rela antre berjam-jam. Menu andalannya berupa donat, cake, dan kopi menjadi pelengkap akhir pekan.

Lokasi: Ruko Superblock Sydney Hotel No.6, Sungai Panas.

3. Waroeng Masa Lalu
Bagi pecinta suasana nostalgia era 90-an, cafe ini wajib dikunjungi. Menghadirkan kuliner khas Indonesia dan spot foto bernuansa retro yang menarik.

Lokasi: Samping Kantor Lurah, depan Perum Palm Villas, Baloi, Batam Kota.

4. Itsumo Tart
Cafe bergaya minimalis Jepang ini memanjakan pengunjung dengan nuansa abu-abu lembut dan menu manis seperti kue tart, es krim, serta teh.

Lokasi: Jl. Komp. Penuin Centre Blk. C No.1, Batu Selicin, Lubuk Baja.

5. Rubeka Coffee Shop
Bagi pecinta nuansa vintage, Rubeka Coffee Shop menawarkan interior dengan boneka, buku, hingga piringan hitam klasik. Spot fotonya yang lucu jadi daya tarik tersendiri.

Lokasi: Ruko Imperium Blok B No.25-26, Taman Baloi, Batam Kota.

Dari tema vintage, Jepang, hingga alam, semua konsep cafe kini hadir di Batam. Deretan tempat ini tak hanya menyajikan kopi dan makanan enak, tapi juga suasana yang bikin betah berlama-lama.

Jadi, sudah tahu mau nongkrong di mana akhir pekan ini?

Reporter: Juliana Belence 

Artikel 5 Cafe Unik di Batam, Spot Nongkrong Cantik dan Instagramable Banget! pertama kali tampil pada Metropolis.