Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1041

Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Gagal, BPPW ‘Blacklist’ Kontraktor

0
Revitalisasi pasar
Kondisi proyek revitalisasi Pasar Loka Tarempa yang jauh dari harapan. Setahun berjalan, tidak ada progres. Kini, kontraktor telah diputus kontraknya. F. Agus Suradi untuk Batam Pos.

batampos – Proyek revitalisasi Pasar Loka Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas resmi dipastikan gagal setelah Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau memutus kontrak dengan kontraktor pelaksana, PT Trideriikck Sumber Makmur serta PT Samudera Anugerah Indah Permai (KSO).

Proyek dengan nilai kontrak Rp27,5 miliar yang bersumber dari APBN itu dikerjakan dengan skema multiyears, dimulai sejak 15 Oktober 2024 dan ditargetkan selesai pada 10 Agustus 2025. Namun, hingga lebih dari satu tahun berjalan, progres pembangunan nyaris tidak terlihat.

Pantauan Batam Pos, lokasi proyek kini kosong tanpa aktivitas. Para pekerja sudah tidak terlihat, sementara sejumlah material bangunan telah diambil kembali oleh pemasok karena pembayaran belum dilunasi.

Bahkan, kontraktor disebut meninggalkan tanggungan berupa utang material dan upah pekerja yang belum dibayar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPPW Kepri, Riduan Kristian Manik, mengatakan selama hampir satu tahun, progres proyek sangat minim dan jauh dari target.

“Sudah satu tahun, tapi progresnya tidak ada perubahan berarti. Kami bahkan sudah beri perpanjangan waktu sampai Desember 2025, tapi tetap tidak ada perkembangan. Jadi kami putuskan kontraknya,” ujar Riduan, Rabu (15/10).

Menurut Riduan, kontrak sebenarnya berakhir pada 10 Agustus 2025, namun BPPW sempat memberi waktu tambahan agar proyek bisa diselesaikan. Sayangnya, kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik.

Hingga kini, pekerjaan yang dilakukan baru sebatas pembangunan pondasi, padahal desain awal mencakup tiga lantai bangunan pasar modern dengan sistem struktur kuat.

Lebih parah lagi, kontraktor disebut mengubah spesifikasi teknis tanpa persetujuan dari pihak BPPW.

> “Sistem pondasi yang seharusnya tiang pancang (piling), malah diganti jadi sistem cincin sumur. Itu jelas tidak sesuai standar kekuatan bangunan,” tegas Riduan.

BPPW Kepri sebelumnya telah melayangkan tiga surat peringatan resmi dengan jeda 30 hari masing-masing, namun tidak pernah direspons oleh pihak kontraktor.

“Kita sudah kasih peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Tapi progres tetap tidak bergerak. Jadi sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” ujarnya.

Riduan menjelaskan, pemerintah telah menyalurkan uang muka sebesar 15 persen dari total kontrak atau sekitar Rp4 miliar, serta termin pertama sebesar 3 persen.

Namun, dengan proyek yang stagnan, BPPW Kepri memastikan akan mem-blacklist perusahaan pelaksana.

“Sudah pasti perusahaan ini akan kita blacklist. Tidak boleh lagi ikut proyek pemerintah karena tidak ada perkembangan kerja,” katanya menegaskan.

Saat ini, BPPW Kepri masih menunggu hasil audit dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menilai sejauh mana progres yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hasil audit tersebut juga akan menjadi dasar menentukan mekanisme kelanjutan proyek.

“Kita lihat hasil audit nanti. Mudah-mudahan proses pemutusan kontrak cepat selesai, sehingga proyek bisa segera dilanjutkan dengan kontraktor baru,” ujar Riduan.

Dua opsi terbuka untuk melanjutkan proyek ini, yaitu melalui kontraktor cadangan hasil lelang sebelumnya atau penunjukan langsung jika memenuhi syarat.

Masyarakat Tarempa kini hanya bisa berharap agar pembangunan Pasar Loka Tarempa bisa segera dilanjutkan. Pasar ini diharapkan menjadi pusat ekonomi rakyat sekaligus wajah baru perdagangan di ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas.

Jika proyek ini kembali mangkrak, maka impian warga memiliki pasar modern yang layak dan aman bisa kembali tertunda untuk waktu yang lama. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Gagal, BPPW ‘Blacklist’ Kontraktor pertama kali tampil pada Kepri.

Capella Honda Kepri dan PMI Batam Kumpulkan 52 Kantong Darah

0

batampos– PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda), distributor utama sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau, kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial melalui kegiatan donor darah yang digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada pilar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam, kegiatan donor darah berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari karyawan, komunitas pengguna Honda, hingga masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Honda Perkuat Komitmen ESG dan Edukasi Decluttering di Kepri

Sebanyak 52 kantong darah berhasil dikumpulkan, menunjukkan peningkatan partisipasi dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Capaian ini sekaligus mencerminkan semangat sosial dan kepedulian tinggi di lingkungan Capella Honda.

Selain donor darah, Capella Honda juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh peserta. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan ringan.
Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara, Syaiful, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap nilai kemanusiaan.

“Kegiatan donor darah ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menyelamatkan nyawa. Kami bangga karena antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan kesadaran sosial yang semakin tumbuh di lingkungan kita,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya semangat untuk berpartisipasi. Banyak peserta mengaku senang karena selain dapat membantu sesama, mereka juga memperoleh kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara gratis. Hal ini menjadikan kegiatan donor darah tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga edukatif dan preventif.

Salah satu peserta, Indralis, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan donor darah yang diadakan oleh PT Capella Dinamik Nusantara. Harapan saya, kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga saya bisa ikut kembali pada program berikutnya, dan semoga pesertanya semakin banyak,” tuturnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program donor darah ini turut memperkuat budaya solidaritas dan kepedulian di lingkungan internal perusahaan. Momen ini menjadi ajang yang menyatukan karyawan dan masyarakat dalam satu tujuan positif, yakni berbagi untuk kehidupan yang lebih baik.

Program donor darah Capella Honda juga merupakan bagian dari implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang dijalankan secara konsisten. Melalui berbagai kegiatan sosial berkelanjutan, perusahaan membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial dapat berjalan berdampingan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Capella Honda menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program CSR yang relevan, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk bergerak bersama mewujudkan kehidupan yang lebih sehat, peduli, dan penuh solidaritas. (*)

Artikel Capella Honda Kepri dan PMI Batam Kumpulkan 52 Kantong Darah pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Korban Meninggal Akibat Kebakaran MT Federal II Ada di RSUD Embung Fatimah, Ini Identitasnya

0
RSUD Embung Fatimah, Batam. F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Dua korban kebakaran kapal tanker MT Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, Batu Aji, Rabu (15/10/2025) pagi. Kedua korban diketahui bernama Anton (48 tahun) dan Frenki Protes Pane (41 tahun).

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin, mengatakan kedua korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Keduanya tiba dalam keadaan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tubuh korban mengalami luka bakar parah akibat ledakan,” ujar Ellin saat dikonfirmasi.

Sementara itu, petugas forensik RSUD Embung Fatimah, Amirmakmum, menambahkan bahwa sejak pukul 13.00 WIB, pihaknya telah menerima instruksi dari Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin agar kedua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lanjutan.

“Di Embung Fatimah hanya dilakukan visum awal. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami luka bakar berat akibat ledakan kapal tersebut,” jelasnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, proses visum selesai dilakukan. Kedua jenazah langsung dibawa menggunakan mobil ambulans kepolisian menuju RS Bhayangkara Polda Kepri untuk autopsi forensik lanjutan sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab ledakan di kapal MT Federal II.

Kebakaran dan ledakan di galangan kapal PT ASL Shipyard, Rabu dini hari, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 18 pekerja lainnya. Sebagian korban masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Batam, termasuk RS Mutiara Aini dan RS Elisabeth Sei Lekop. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Dua Korban Meninggal Akibat Kebakaran MT Federal II Ada di RSUD Embung Fatimah, Ini Identitasnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Korban Meninggal Akibat Kebakaran Kapal MT Federal II Ada di RSUD Embung Fatimah, Ini Identitasnya

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard.

batampos – Dua korban kebakaran kapal tanker MT Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, Batu Aji, Rabu (15/10/2025) pagi. Kedua korban diketahui bernama Anton (48 tahun) dan Frenki Protes Pane (41 tahun).

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin, mengatakan kedua korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Keduanya tiba dalam keadaan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tubuh korban mengalami luka bakar parah akibat ledakan,” ujar Ellin saat dikonfirmasi.

Sementara itu, petugas forensik RSUD Embung Fatimah, Amirmakmum, menambahkan bahwa sejak pukul 13.00 WIB, pihaknya telah menerima instruksi dari Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin agar kedua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lanjutan.

“Di Embung Fatimah hanya dilakukan visum awal. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami luka bakar berat akibat ledakan kapal tersebut,” jelasnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, proses visum selesai dilakukan. Kedua jenazah langsung dibawa menggunakan mobil ambulans kepolisian menuju RS Bhayangkara Polda Kepri untuk autopsi forensik lanjutan sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab ledakan di kapal MT Federal II.

Kebakaran dan ledakan di galangan kapal PT ASL Shipyard, Rabu dini hari, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 18 pekerja lainnya. Sebagian korban masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Batam, termasuk RS Mutiara Aini dan RS Elisabeth Sei Lekop. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Dua Korban Meninggal Akibat Kebakaran Kapal MT Federal II Ada di RSUD Embung Fatimah, Ini Identitasnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Lingga dan UPBU Dabo Singkep Sepakat Perkuat Pendampingan Hukum

0
MoU Kejari-bandara
Penandatanganan MoU antara Kepala Kejari Lingga dengan Kepala UPBU Dabo Singkep, Rabu (15/10). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dabo Singkep, Rabu (15/10/2025). Penandatanganan dilakukan di Kantor Kejari Lingga sebagai bentuk sinergi dalam pelaksanaan tugas di bidang perdata dan tata usaha negara (Datun).

Kepala Kejari Lingga Amriyata mengatakan kerja sama ini bertujuan memperkuat pelayanan dan pendampingan hukum kepada instansi pemerintah, termasuk dalam hal penyuluhan serta pemberian legal opinion terhadap kegiatan yang dijalankan.

“Kejaksaan akan berperan aktif membantu pihak Bandara Dabo Singkep dalam setiap permasalahan hukum, baik melalui pendampingan, penyuluhan, maupun pemberian pendapat hukum,” ujar Amriyata.

Ia menegaskan, melalui MoU ini fungsi kejaksaan dalam memberikan pelayanan hukum bisa disalurkan secara lebih optimal. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Bandara Dabo Singkep agar berjalan sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep Indra Rohman menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen Kejari Lingga. Menurutnya, kerja sama tersebut akan sangat membantu pihak bandara dalam setiap kegiatan, terutama yang berkaitan dengan aspek hukum.

“Kami berterima kasih atas komitmen Kejari Lingga. Ke depan kami akan terus berkoordinasi agar seluruh kegiatan yang melibatkan aspek hukum bisa berjalan lebih terarah,” kata Indra.

Ia menambahkan, pihak bandara saat ini tengah menjalankan sejumlah program pembangunan dan pemeliharaan fasilitas yang memerlukan pendampingan hukum agar pelaksanaannya sesuai prosedur.

Dengan adanya MoU ini, Kejari Lingga dan UPBU Dabo Singkep berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan kegiatan dan proyek di sektor transportasi udara. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kejari Lingga dan UPBU Dabo Singkep Sepakat Perkuat Pendampingan Hukum pertama kali tampil pada Kepri.

Tangis dan Kepanikan Warnai RS Mutiara Aini Usai Ledakan Kapal Tanker Federal II

0
Tangisan keluarga pecah di depan ruang jenazah, setelah kabar duka korban kebakaran di PT ASL menyebar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Isak tangis dan teriakan histeris pecah di halaman RS Mutiara Aini, Rabu (15/10) siang. Satu per satu keluarga korban berlarian menuju ruang instalasi gawat darurat (IGD), menanti kabar sanak saudaranya yang menjadi korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard.

“Saya adik salah satu korban. Tadi dapat kabar jam 9 pagi kalau abang saya jadi korban,” ujar Yogi, dengan wajah pucat dan mata sembab menahan cemas.

Ia mengaku, kakaknya kini masih menjalani perawatan di IGD dengan luka bakar cukup parah.“Alhamdulillah, kondisinya sudah mulai membaik, tadi langsung ditangani dokter,” katanya pelan, mencoba menenangkan diri.

Baca Juga: Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Kapal Federal II Kembali Meledak: 10 Tewas, Puluhan Luka-Luka

Namun tak semua keluarga seberuntung Yogi. Di salah satu sudut rumah sakit, seorang ibu tampak tak kuasa menahan tangis setelah mendapat kabar suaminya termasuk korban kebakaran kapal tersebut. Tubuhnya yang lemas beberapa kali dipapah oleh keluarga. Tangisnya pecah setiap kali mendengar deru mobil ambulans yang datang membawa korban baru.

Di tengah suasana haru itu, seorang pekerja yang selamat dari maut mencoba mengingat kembali detik-detik mengerikan saat ledakan terjadi.“Aku pas di atas scaffolding, paling atas. Waktu mau kasih nozzle baru, kawan aku bilang, ‘tunggu dulu, kok panas ini dari bawah.’ Tiba-tiba terasa panas, terus meledak dari bawah kami,” ceritanya gemetar.

“Aku langsung lompat, naik pakai tangga lari menghindari api. Api besar sekali di dalam tangki. Di dalam banyak pekerja. Tapi lebih banyak yang selamat,” ujarnya dengan mata menerawang, masih syok dengan kejadian yang baru saja menelan rekan-rekannya.

Ia menuturkan, blower angin di dalam kapal tiba-tiba mati, membuat asap dan panas terjebak di tangki berisi minyak mentah. Saat itulah, aktivitas pemotongan logam yang menggunakan alat pemicu api berubah menjadi ledakan besar.

“Banyak kawan aku yang masih di dalam,” katanya lirih, suaranya tercekat.

Ledakan hebat itu menelan 10 korban jiwa dan melukai 18 pekerja lainnya, empat di antaranya mengalami luka bakar berat dan dirawat intensif di RS Mutiara Aini, Batu Aji. Korban lainnya masih menjalani perawatan di dua rumah sakit lain di Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tangis dan Kepanikan Warnai RS Mutiara Aini Usai Ledakan Kapal Tanker Federal II pertama kali tampil pada Metropolis.

Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Keluarga Korban Kebakaran PT ASL Datangi Ruang Jenazah

0
Tangisan keluarga pecah di depan ruang jenazah, setelah kabar duka korban kebakaran di PT ASL menyebar. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Suasana haru menyelimuti Rumah Sakit Mutiara Aini, Batu Aji, Kota Batam, Rabu (15/10). Tangisan keluarga pecah di depan ruang jenazah, setelah kabar duka korban kebakaran di PT ASL menyebar.

Pantauan Batam Pos, halaman rumah sakit tampak penuh oleh keluarga, rekan kerja, dan kerabat korban yang datang silih berganti. Beberapa di antaranya terlihat tak kuasa menahan tangis saat mengenali anggota keluarga mereka yang menjadi korban.

Baca Juga: Daftar Korban Ledakan Kapal Federal II di ASL Shipyard

Di ruang instalasi gawat darurat, sejumlah korban luka masih mendapatkan perawatan intensif. Suara isak tangis terdengar bersahut-sahutan, sementara petugas rumah sakit berupaya menenangkan keluarga yang histeris.

Hingga siang hari, suasana di RS Mutiara Aini masih dipenuhi duka. Wajah-wajah tegang, mata sembab, dan pelukan erat keluarga menjadi pemandangan yang menggambarkan luka dari tragedi kebakaran di PT ASL. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Keluarga Korban Kebakaran PT ASL Datangi Ruang Jenazah pertama kali tampil pada Metropolis.

Daftar Korban Ledakan Kapal Federal II di ASL Shipyard

0
Sejumlah kerabat dan rekan korban peristiwa ledakan kapal MT Federal II saat berada di selasar RS Mutiara Aini, Batu Aji. F. Eusebius Sara/Batam Pos.

batampos – Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Mutiara Aini, Batuaji, usai empat jenazah korban ledakan kapal MT Federal II tiba, Rabu (15/10) pagi. Insiden kebakaran dan ledakan kapal di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, menelan sedikitnya 10 korban jiwa dan melukai 18 pekerja lainnya.

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin membenarkan data sementara tersebut.

“Sampai saat ini sudah ada 28 korban. Sepuluh orang meninggal dunia dan 18 lainnya masih menjalani perawatan intensif,” ujarnya saat meninjau lokasi dan rumah sakit, Rabu siang.

Empat korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi di RS Mutiara Aini adalah Midun Siburian, Idris Sardi, Dimas Saputra, dan Marodong Tampubolon.

Sementara itu, 11 korban luka bakar dan trauma yang masih dirawat di rumah sakit yang sama yaitu: Ahmad Rifai, Jefry Agusto, Putra Alan Sari, Jimi Ramadan, Erwin Sanggam, Idaya Putra, Arrafi Husein, Andi H, Edison Baktiar, Roni Andreas, dan Imam.

Selain di RS Mutiara Aini, tujuh korban lainnya masih dirawat di RS Graha Hermine, dan tujuh korban di RS Elisabeth Sei Lekop, dua di antaranya meninggal dunia. Adapun dua korban lainnya yang juga meninggal kini berada di RSUD Embung Fatimah.

Pihak kepolisian bersama tim medis dan manajemen PT ASL Shipyard terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

“Kami masih terus dalami penyebab ledakan. Sementara fokus utama tetap pada penanganan korban dan keluarga mereka,” tegas Asep.

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Daftar Korban Ledakan Kapal Federal II di ASL Shipyard pertama kali tampil pada Metropolis.

Lonjakan Influenza A Serang 6.000 Siswa di Malaysia, 97 Sekolah Tutup Sementara

0
F. x.com/Indsamachar

batampos – Malaysia tengah menghadapi lonjakan signifikan kasus virus Influenza A yang menyerang ribuan pelajar di berbagai wilayah. Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) mencatat, ada 97 kluster aktif yang sebagian besar terjadi di sekolah dan taman kanak-kanak.

“Adanya 97 kluster Influenza A dan B yang tersebar di seluruh negeri pada Minggu Epidemiologi (ME) ke-40 tahun 2025. Angka ini naik drastis dibandingkan hanya 14 kluster pada minggu sebelumnya,” ujar MOH dikutip dari Business Today, Rabu (15/10).

Mayoritas kasus ditemukan di institusi pendidikan seperti sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan sekolah swasta. Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa menutup kegiatan belajar mengajar sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus.

Salah satunya Sekolah Kebangsaan Permas Jaya 2 Johor, yang menutup kegiatan selama 10 hari setelah banyak siswa terinfeksi. Total ada sekitar 6.000 siswa di Malaysia yang dilaporkan positif Influenza A.

Meski terjadi peningkatan tajam, MOH menegaskan wabah ini masih termasuk pola musiman dan belum ditemukan mutasi baru yang berbahaya.

“Masih dalam pola musiman dan belum ada mutasi baru yang mengkhawatirkan teridentifikasi,” lanjut pernyataan resmi MOH.

Berdasarkan data MOH, kasus Influenza-Like Illness (ILI) naik menjadi 7,38% di klinik sentinel pada minggu epidemiologi ke-40, dari sebelumnya 5,95%. Sementara tingkat rawat inap akibat Severe Acute Respiratory Infection (SARI) masih stabil.

Jenis Influenza A (H3) dilaporkan paling dominan dalam wabah ini, disusul beberapa kasus Influenza A (H1N1) dan Influenza B. Beberapa laboratorium juga mendeteksi adanya pasien dengan infeksi ganda Influenza dan COVID-19.

Meski begitu, otoritas kesehatan menyebut sebagian besar pasien mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif. Pemerintah Malaysia menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan di tengah lonjakan ini.

“Masyarakat harus tetap tenang dan waspada. Penting menjaga kebersihan, mencuci tangan, serta memakai masker,” kata Majlis Perubatan Malaysia (MMA), dikutip dari Malay Mail.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga membuka program vaksinasi influenza gratis bagi lansia sejak Februari 2025 dan terus melakukan pemantauan di seluruh negara bagian.

Walaupun tergolong penyakit musiman, lonjakan Influenza A kali ini menjadi perhatian serius pemerintah Malaysia. Disiplin menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan penyebaran wabah. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Lonjakan Influenza A Serang 6.000 Siswa di Malaysia, 97 Sekolah Tutup Sementara pertama kali tampil pada News.

Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Kapal Federal II Kembali Meledak: 10 Tewas, Puluhan Luka-Luka

0
Korban kapal Federal II yang meledak ditangani di RS Mutiara Aini. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Tragedi kembali menyelimuti galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Batam. Kapal tanker Federal II kembali meledak, Rabu (15/10) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, menewaskan sedikitnya 10 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Ledakan terjadi di bagian tangki bawah kapal yang saat itu tengah dikerjakan oleh puluhan pekerja.

Berdasarkan keterangan beberapa pekerja yang ditemui di RS Mutiara Aini, ledakan bermula dari munculnya api di area tangki bawah. Api diduga berasal dari sisa minyak yang belum sepenuhnya dibersihkan sebelum proses pekerjaan dilakukan. “Kemungkinan besar karena masih ada sisa minyak di tangki. Panas dan percikan api bisa jadi penyebabnya,” ujar salah satu pekerja yang turut membantu evakuasi rekannya.

Sumber pekerja lainnya menyebut, indikasi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja (safety) menjadi perhatian. “Sepertinya ada kelengahan, mungkin pengecekan tidak maksimal. Padahal pekerja di dalam banyak,” ujarnya. Para korban kebanyakan sedang bekerja di area tertutup saat ledakan terjadi, sehingga sulit menyelamatkan diri.

Baca Juga: Polisi Fokus Tangani Korban Ledakan Kapal Federal II, Jumlah Pastinya Masih Didata

Suasana haru menyelimuti kamar jenazah RS Mutiara Aini. Seorang remaja pria tampak menangis histeris di samping ibunya, menanti jasad sang ayah yang menjadi korban. “Pak, Adek masih butuh Bapak… bangun, Pak,” tangisnya yang membuat suasana rumah sakit ikut pilu. Salah satu korban disebut baru dua bulan bekerja di Batam untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Kejadian ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin yang turun meninjau ke sejumlah rumah sakit bersama Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin. “Benar, kapal yang terbakar ini masih kapal yang sama dengan insiden sebelumnya. Saat ini korban meninggal sementara tercatat 10 orang dan lainnya luka-luka. Penyebab pasti masih terus kami dalami,” ujar Asep di lokasi.

Peristiwa tragis ini menjadi sorotan besar dan memunculkan kembali pertanyaan serius soal keselamatan kerja di industri galangan kapal Batam, setelah kapal yang sama sebelumnya juga meledak pada Juni lalu dan menewaskan empat pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Kapal Federal II Kembali Meledak: 10 Tewas, Puluhan Luka-Luka pertama kali tampil pada Metropolis.