Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 10411

Warga Batam, Jangan Gunakan Drum Bekas Bahan Kimia Ya

0

batampos.co.id – Jelang penggiliran pasokan air atau rationing oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), membuat warga berbondong-bondong membeli wadah penampungan air, seperti drum.

Namun, tidak sedikit warga yang membeli drum bekas, yang sebelumnya digunakan untuk wadah bahan kimia.

Alasannya, karena harganya lebih murah dari drum baru. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari segi ekonomi, drum bekas harganya lebih murah.

Tetapi dari sisi kesehatan, penggunaan drum bekas wadah bahan kimia, cukup membahayakan kesehatan.

”Kalau untuk menampung air yang akan dikonsumsi, sebaiknya jangan. Karena ada dampak buruk bagi kesehatan,” kata Didi, Selasa (10/3/2020).

Richard Purba, penjual drum bekas di Ruli Kampung Air, Batam Kota, membersihkan drum-drum bekas, Selasa (10/3). Terjadi peningkatan permintaan drum bekas jelang rencana penggiliran suplai air bersih oleh ATB. Foto: batampos.co.id/Iman Wachyudi

Ia menyebutkan, dampak jangka pendek bisa menyerang lambung. Itu terjadi jika drum
tersebut sudah dibersihkan, namun masih ada kandungan bahan kimianya.

Sebab, untuk membersihkan bahan kimia dari wadahnya cukup sulit.

”Saya kurang paham juga teknisnya. Apakah dengan dicuci pakai deterjen saja sudah cukup atau seperti apa. Tapi, sebaiknya tidak digunakan,” jelasnya.

Penggunaan dalam jangka panjang, bisa saja menyebabkan kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Sekali lagi, itu jika kandungan bahan kimia masih ada di wadahnya dan air yang ditampung untuk dikonsumsi.

”Ini yang dikhawatirkan. Sebenarnya, wadah yang menampung bahan kimia ini harus dimusnahkan, terutama yang dinilai cukup bahaya,” katanya.

Tapi kata dia, pihaknya hanya bisa mengimbau, sebab itu tergantung dari perilaku masyarakatnya.

Mantan Dirut RSUP Bintan itu tetap menyarankan masyarakat untukmenggunakan fasilitas yang ramah bagi kesehatan.

Drum dengan kondisi baru dinilai lebih baik, meski harganya lebih mahal.(yui)

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Menkeu Sri Mulyani Kecewa

0

batampos.co.id – Pemerintah terus mencermati konsekuensi dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Perpres tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, putusan tersebut bakal berpengaruh besar terhadap seluruh rakyat.

“Keputusan batalkan 1 pasal saja itu pengaruhi seluruh sustainability (keberlanjutan) dari BPJS Kesehatan,” ujarnya di gedung Ditjen Pajak Jakarta, Selasa (10/3).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyadari, ada pihak-pihak yang tidak puas dengan keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS. Akan tetapi, dia menegaskan, kenaikan iuran BPJS itu dilakukan demi menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sri Mulyani melihat, pemohon berargumen bahwa iuran yang lebih murah dapat menjamin keberlangsungan program. Namun, kata Sri Mulyani, pendapat pemohon tidak sepenuhnya benar.

Pasalnya, BPJS Kesehatan mengalami defisit terlalu dalam. Sementara anggaran negara tidak bisa terus-terusan digunakan untuk menambal bolongnya keuangan BPJS.

“Gimana bisa tetap memberi pelayanan tapi memiliki sustainability atau keberlangsungan (jika iuran tidak dinaikkan)?” imbuhnya.

Lantaran putusan MA bersifat final dan mengikat, maka Sri Mulyani memastikan pemerintah akan mengkaji seluruh konsekuensi dari putusan tersebut. “Tentunya keputusan yang sangat mempengaruhi keseluruhan JKN ini akan kita lihat dampaknya gimana,” jelasnya.(jpg)

Penyakit DBD Mengancam Warga Batam, Tiga Bulan Ada 131 Kasus

0

batampos.co.id – Meskipun musim kemarau, wabah demam berdarah dangue (DBD) tetap mengancam warga Batam.

Rumah kosong sering menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti yang jadi penyebab penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, musim kemarau tetap bisa membuat nyamuk berkembang.

Meskipun, kasusnya tidak sebanyak ketika musim hujan terjadi.

”Harus tetap waspada. Sasaran berkembangnya nyamuk biasanya di ruangan kosong
dan ada genangan air bersih yang tidak dibersihkan,” kata Didi, Selasa (10/3/2020).

Berdasarkan data, memasuki triwulan pertama tahun ini, sedikitnya 131 kasus positif DBD sudah ditangani rumah sakit.

Jumlah ini turun bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2019 yakni 205
kasus.

”Artinya, masyarakat sudah mulai sadar soal perilaku hidup sehat dan menjaga kondisi rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk,” sebutnya.

Saat ini, perangkat RT/RW sudah sangat aktif menggelar kegiatan gotong royong untuk
membersihkan lingkungan mereka.

Namun, upaya ini nyatanya belum berhasil membuat jumlah penderita DBD di Batam hingga nol kasus.

Namun, warga tetap bisa melakukan antisipasi dengan memasang kelambu di tempat  tidur atau menggunakan semprot nyamuk.

Selain tetap rutin mengecek penampungan air di sekitar pekarangan rumah.

”Kalau ada DBD, tim langsung turun. Biasanya perangkat RT/RW langsung menghubungi
petugas di puskesmas soal ini. Jadi kami langsung turun melakukan pengasapan,” im-
buhnya.

Memasuki musim kemarau, saat ini warga banyak yang mengisi penampungan air
mereka.

Untuk itu, warga juga diminta rajin mengecek dan bila perlu minta obat abate di puskesmas untuk mencegah adanya jentik di penampungan air.

”Sebenarnya kalau penampungan air ditutup tidak ada masalah. Namun untuk ber-
jaga-jaga, silakan minta di puskesmas,” imbaunya.

Didi menambahkan, jumlah penderita DBD Batam dengan Singapura hampir sama. Jika
melihat kondisi di Singapura yang sudah memiliki teknologi dan metode pencegahan, harusnya mereka lebih baik. Namun sejauh ini hasilnya sama.

”Itu artinya, langkah preventif yang kami sosialisasikan dan dilakukan masyarakat, cukup berhasil menekan penyebaran DBD,” jelasnya.

“Memang kami tidak bisa mengontrol semua, karena kembali lagi ke perilaku masyarakatnya,” ujarnya.

Didi menambahkan, beberapa kasus yang ditemukan periode Januari-Maret ini,
nyamuk berkembang biak di rumah kosong.

Hal ini mestinya juga menjadi perhatian warga. Namun, jika ada positif kasus di tempat tinggal, segera hubungi petugas kesehatan.

Sebab, harus dilakukan penyemprotan agar tidak ada penyebaran.

”Minimal radius 100 meter dari rumah korban. Jadi memang harus ada langkah cepat,” paparnya.

Karena itu lanjutnya, masyarakat diminta untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

“Kami tetap mengutamakan 4M plus untukpencegahan,” tutupnya.(yui)

BUMN Berangkatkan 275 Ribu Pemudik Gratis, Daftar Online di Sini

0

batampos.co.id – Pulang ke kampung halaman sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Menjelang momen tahunan tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mengadakan program mudik gratis. Tahun ini program mudik gratis BUMN dipimpin Jasa Raharja.

Direktur Utama PT Jasa Raharja yang juga Kepala Satuan Tugas Mudik Gratis BUMN 2020 Budi Rahardjo Slamet menerangkan, target pemudik yang akan diberangkatkan tahun ini meningkat 10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 250 ribu pemudik. Tahun ini jumlah pemudik gratis BUMN diharapkan mencapai 275 ribu orang.

Untuk mengantar pemudik ke kampung halaman, Mudik Bareng BUMN sampai dengan data yang direkap per-10 Maret 2020 menyiapkan empat moda transportasi. Yakni, 4.145 armada bus, 125 trip kapal laut, 61 rangkaian kereta api, dan 34 penerbangan dengan pesawat. ”Kami juga melengkapi pemudik dengan kaus, topi, serta goodie bag,” ujar Budi di gedung Kementerian BUMN kemarin (10/3).

Waktu pendaftaran mudik gratis dengan empat moda transportasi tersebut berbeda-beda. Pendaftaran mudik BUMN dengan bus sudah dibuka pada 7 Februari. Pendaftaran mudik dengan kereta api dibuka pada 14 Februari dan pesawat mulai 15 Mei 2020. Lalu, pendaftaran mudik lewat kapal laut dibuka mulai 19 Februari 2020.

”Kalau pemudik ingin mendaftar Mudik Bareng BUMN secara online, bisa melalui portal https://mudikbumn.co.id . Namun, jika pemudik ingin mendaftar secara manual, dapat menghubungi BUMN yang dituju,” terang Budi.

Bagi Jasa Raharja, ini merupakan kali ke-13 menjadi penyedia jasa mudik gratis. Tahun ini Jasa Raharja menyediakan 648 bus, 12 kereta api, dan 9 kapal laut. Untuk kereta api, pendaftaran mudik bersama Jasa Raharja dibuka secara online pada 10–14 Maret, bus 31 Maret–17 April, dan kapal laut 31 Maret–11 Mei.

”Pendaftaran bisa secara online melalui aplikasi mobile JRku atau melalui website mudik.jasaraharja.co.id. Bisa juga menghubungi 021-5203454 atau mengirim pesan ke SMS Center kami,” imbuh pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, pada 1959 itu.(arm/jpg)

PAN-Demokrat Siapkan Poros Sederhana Jelang Pilwako Batam

0

batampos.co.id – PAN-Demokrat memulai pembicaraan pembentukan poros ketiga menjelang pemilihan Wali Kota Batam. Pembicaraan terkait poros ketiga atau disebut poros sederhana terlihat sangat serius.

Hal itu disampaikan Sekretaris tim penjaringan yang juga Sekretaris DPD PAN Batam Amrullah Hamid saat ditemui di sekretariatnya di samping Vihara Seipanas Batam, Selasa (10/3). Amrullah juga mengatakan PAN telah menjalin kedekatan emosional yang cukup dengan partai Demokrat, sejak beberapa waktu lalu.

”Secara emosional, PAN dan Demokrat memiliki kedekatan, baik di daerah maupun di pusat. Bahkan pembicara tersebut juga telah terjalin dengan beberapa pantai lainnya,” tambahnya.

Saat ini, PAN yang sudah memiliki lima kursi, terlihat sangat seksi ditambah dengan tiga kursi dari Partai Demokrat. ”Sampai saat ini memang tidak ada satu partai pun yang bisa mengusung sendiri, jadi harus berkoalisi. Dengan adanya lima kursi di PAN di DPRD Kota Batam, tentunya sangat seksi untuk membangun koalisi dengan partai lainnya,” ujarnya.

Menurut Amrullah, dalam Pilwako 2020 ini akan ada tiga poros koalisi parpol yang akan meramaikan pesta demokrasi, pemilihan Wali Kota Batam
2020. ”Poros Dutamas, poros Rosedale, dan poros sederhana,” ungkapnya.

Amir Sarifudin, selaku tim pemenangan Helmy Hemilton membenarkan bahwa kedekatan emosional yang terjadi antara Demokrat dan PAN memang sudah terjadi sejak lama.

”Memang, koalisi parpol antara Demokrat dan PAN, sudah sering terjadi. Dan jika poros ini terwujud, akan mempunyai peluang yang sangat besar untuk memenangkan Pilkada Batam,” ucapnya.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan bakal calon (Balon) Wali Kota (Wako) Batam, Helmy Hemilton, mengambil berkas pendaftaran.(rng)

Waspada, Virus Korona Sudah Menular Secara Lokal Orang ke Orang di Indonesia

0

batampos.co.id – Jumlah pasien positif virus Korona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia kini bertambah menjadi 27 orang. Ada yang harus diwaspadai terkait pasien ke-27 yakni laki-laki 33 tahun, Warga Negara Indonesia (WNI). Dia dicurigai sudah tertular secara lokal (local transmission) dari orang ke orang.

Maklum saja, pasien 27 ini tidak memiliki riwayat pergi ke luar negeri atau ke negara manapun dalam beberapa bulan terakhir. Dia juga tidak memiliki kontak teman dekat atau tak kenal dengan kluster Jakarta di klub dansa sebagai pusat penularan awal.

“Maka, kami menduga sudah terjadi local transmission,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (10/3).

Yurianto menjelaskan petugas sedang mengelaborasi lebih jauh pada pasien 27 untuk melacak penularannya dari mana. Sebab pasien tersebut tak jelas penularannya dari mana.

“Yang bersangkutan tak pulang dari luar negeri. Bukan dari kluster Jakarta juga. Kami bertanya apakah ada teman yang sakit,” paparnya.

Yurianto masih belum dapat memastikan penularan lokal pasien 27 dari mana saja. Maka penelusuran kontak sedang dilakukan.

“Pasien 27 masih kami berikan tanda tanya. Local transmission dari mana. Ini yang menjadi pekerjaan kami selanjutnya,” tegasnya.

Sedangkan untuk kondisi pasien lainnya secara keseluruhan dipastikan stabil. Ada 1 pasien yakni pasien 23, perempuan 73 tahun, imported case, kondisinya dipasangi alat ventilator. “Pasien 23 cukup stabil meskipun ada penyakit pendahulunya dan dipasang ventilator,” papar Yurianto.(jpg)

Gempabumi di Sukabumi, 15 Rumah Rusak dan 3 Orang Terluka

0

batampos.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa sedikitnya tiga warga mengalami luka ringan pascagempabumi bermagnitudo 4,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3).

Ketiga warga tersebut masing-masing Hanna (Laki-laki), Mimin (Perempuan), dan Andi Maulana (Laki-laki) warga Kalapa Nunggal, Sukabumi.

Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi juga melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapa-nunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bogor juga memverifikasi bahwa terdapat rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yakni 1 unit rumah di Desa Gunung Bunder, 1 unit rumah di Desa Cibunian, 6 unit rumah di Desa Purwabakti, 1 unit rumah di Desa Cibitung Kulon dan 1 unit rumah di Desa Pasarean.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, berdasarkan laporan, gempa terasa di sejumlah wilayah meliputi; Kota Bogor sekitar 4-6 detik, terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik, terasa lemah di Kabupaten Lebak, Banten dan terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Sementara ini, kata Agus, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi telah menuju ke Kecamatan Kalapa Nunggal untuk melakukan kaji cepat. TRC BPBD Kabupaten Bogor juga bergerak menuju ke Kecamatan Pamijahan untuk kaji cepat. Menurut laporan, kendala sementara di lapangan adalah padamnya listrik di dua desa.

“Tapi ini bagian dari prosedur keamanan yang dilakukan oleh PLN terkait gempa,” jelas Agus kemarin (10/3)

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault). (tau/jpg)

Beri Perlawanan, Terjadi Adu Pukul di Pasar Induk Jodoh

0

batampos.co.id – Pembongkaran dan pemagaran kios di area Pasar Induk Jodoh mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan. Penertiban tahap kedua ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membongkar kios di area belakang pasar induk tersebut.

Pantauan Batam Pos di lokasi, kemarin, Tim Terpadu mengerahkan alat berat. Para pedagang yang menempati pasar induk itupun melakukan perlawanan. Dari penolakan tersebut membuat situasi memanas hingga terjadi adu pukul dan pelemparan batu.

Sebuah poster berukuran besar, juga menarik perhatian warga yang melintas di depan Pasar Induk Jodoh, dimana pada poster berwarna putih tersebut terlihat tulisan “Contoh Nyata Kegagalan Wali Kota Batam, Kota Batam Penuh Intimidasi” yang dituliskan menggunakan cat warna merah.

“Seharusnya tidak ada orang masuk ke dalam lokasi ini (Pasar Induk Jodoh, red) karena dalam tahapan pembangunan. Tapi ternyata dalam rentang waktu ini sudah disulap menjadi tempat tinggal. Bahkan setelah didata hampir 200 orang menempati bangunan pasar induk, dan beberapa kios telah dibangun,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, pemagaran ini agar kawasan Pasar Induk Jodoh terbebas dari aktivitas. Gustian mengatakan, langkah pendekatan sudah dilakukan dengan memberikan surat pemberitahuan akan ada pemagaran, namun ditolak oleh sejumlah oknum warga setempat. “Memang dalam surat pemberitahuan dari Tim Terpadu sudah disampaikan akan ada pemagaran dan pengosongan lahan,” jelasnya.

Gustian menegaskan bahwa pembersihan hanya pada bangunan inti, tapi di bekas kios dijadikan tempat tinggal. “Jadi gak benar kalau kami ingin menertibkan warga di ruli belakang (Pasar Induk Jodoh, red). Kami hanya ingin melakukan pemagaran kembali, serta mengosongkan kios di dalam bangunan inti yang saat ini ditinggali,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan dua minggu lalu Satpol PP telah mendata siapa saja yang menghuni di dalam pasar induk itu. Dari data yang diperoleh, ternyata ditempati warga ruli di belakang pasar induk yang menjadi korban tanah longsor, beberapa waktu lalu. Mereka belum memiliki rumah.

Tapi ada juga kios diisi oleh beberapa pedagang yang diperjualbelikan oleh oknum dengan harga Rp 6 juta sampai Rp 7 juta sesuai ukuran.

“Namun karena ini aset Pemerintah Kota Batam dan akan dibangun untuk para pedagang, maka area pasar induk harus steril dengan memagar dengan beton. Tapi tetap memberikan akses sedikit ruas jalan yang nanti digunakan pedagang,” jelasnya.

Terkait warga yang menempati area pasar induk, pihaknya sudah berupaya mencari jalan keluar dengan membahasnya bersama warga, tapi ditolak.
“Ke depan pengawasannya akan diperketat dengan rutin melakukan patroli. Karena setelah dipagar ini, tidak boleh ada aktivitas lagi di dalamnnya,” tegasnya.

Gustian menyebutkan, total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan sebesar Rp 200 miliar. Ia menyebutkan, target pembangunan akan dilakukan tahun ini. Jika tidak, paling lambat Februari 2021 mendatang. “Kita berharap pasar ini cepat terealisasi, ini untuk masyarakt Batam juga,” katanya.(iza/cr1)

3 Pasien Positif Virus Korona Tertular Sepulang dari Malaysia

0

batampos.co.id – Sebanyak 27 pasien positif virus Korona jenis baru saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit. Sebagian dirawat di RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan. Dari 27 pasien, ada beberapa pasien yang tertular setelah pulang dari luar negeri.

Tiga pasien di antaranya dirawat di RSUP Persahabatan. Mereka adalah pasien 14, (laki-laki, 50 tahun). Gambaran sakit ringan sedang. Imported kasus baru pulang dari luar negeri.

Pasien 18 (laki-laki, 55 tahun), ini juga imported case. Baru pulang dari luar negeri. Dan Pasien 19 (laki-laki, 40 tahun). Ini juga imported case. Baru pulang dari luar negeri.

“Jenis kelaminnya laki laki, mereka kasus nomor 14, 18, dan nomor 19,” kata Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah kepada wartawan, Selasa (10/3).

Ketiga pasien tersebut sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ketiganya sebelumnya pulang atau punya riwayat perjalanan dari Malaysia.

“Oh kalau dinyatakan positif kan ada pemeriksaan swap (cek) yang dikirim ke Balitbang, itu butuh waktu enggak mungkin pasien datang langsung positif. Sebelumnya mereka adalah PDP. Mungkin ada pertanyaan 3 pasien ini dapat dari mana, nah 3 pasien ini ada yang punya riwayat perjalanan ke Malaysia. Ketiga pasien ini punya riwayat perjalanan ke Malaysia,” jelas Rita Robayah.

Ketiganya memiliki riwayat perjalanan dan pulang dalam masa inkubasi virus selama 14 hari. Semua kondisinya tidak menggunakan alat bantu napas dari awal masuk rumah sakit.

“Mereka umumnya kondisinya sudah agak baikan. Riwayat dari Malaysia kalau kami hitung masih di masa inkubasi, tapi kalau kami hitung tanggalnya itu saat masa inkubasi, jadi kurang dari 14 hari,” tandasnya.(jpg)

Pasien Positif Virus Korona Melonjak Jadi 27 Orang

0

batampos.co.id – Pasien positif virus Korona jenis baru atau COVID-19 di tanah air kembali bertambah. Setelah Senin (9/3) diumumkan ada 19 kasus, kini ada tambahan 8 kasus baru. Sehingga total pasien yang positif virus korona per Selasa (10/3) berjumlah 27 orang.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, adanya 8 tambahan kasus baru. Beberapa di antaranya ada Warga Negara Asing (WNA).

“Kami tetap konsisten tak akan menyebutkan dari mana negaranya dan dari mana daerahnya atau rumah sakitnya,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (10/3).

Pasien 20. Perempuan 70 tahun. WNI. Bagian dari tracing contact dengan subkluster Jakarta.

Pasien 21. Perempuan 47 tahun. WNI. Bagian dari tracing contact subkluster Jakarta.

Pasien 22. Perempuan 36 tahun. WNI. Imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 23. Perempuan 73 tahun. Imported case. WNI. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 24. Laki-laki. 46 tahun. WNI. Imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 25. Perempuan. 53 tahun. WNA. Imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 26. Laki-laki. 46 tahun. WNA. Imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 27. Laki-laki. 33 tahun. WNI. Masih ditelusuri penularannya dari mana. (jpg)