Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10426

Pelajar dan Mahasiswa di Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Batam bertambah hari ini, Jumat (8/5). Tambahan kasus tersebut dari Bengkong. Istri dan dua anak pasien 35 yang meninggal 2 Mei lalu dinyatakan tertular dan positif Covid-19.

Adapun rincian dari kasus terbaru ini adalah D (52, IRT, beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 37 Kota Batam.

“Yang bersangkutan adalah istri dari kasus Covid-19 nomor 35, merupakan cluster terbaru yang masih dalam proses penyelidikan epidemiologi oleh Tim Surveilans Dan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kota Batam,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Jumat (8/5).

Pasien sebelumnya bersama dengan anak- anaknya, pada tanggal 3 Mei 2020 telah dilakukan RDT yang hasilnya disimpulkan nonreaktif. Kemudian diikuti dengan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Budi Kemuliaan Batam pada tanggal 05 Mei 2020 yang hasilnya baru diterima pada hari ini dan dinyatakan positif.

Kemudian pasien lain, seorang laki-laki, ARS (19) anak dari kasus 37 dan 35. Ia merupakan mahasiswa dan kini ditetapkan sebagai pasien nomor 38.

“Satu lagi (anak kandung pasien 35 dan 37) GRD yang kini usianya 15 tahun. Ia merupakan pelajar dan terkonfirmasi kasus nomor 39,” kata Rudi lagi.

Sebelumnya, bersangkutan bersama dengan ibu dan dua orang saudaranya yang lain pada tanggal 3 Mei 2020 telah dilakukan RDT hasilnya disimpulkan nonreaktif,. Kemudian diikuti dengan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Budi Kemuliaan Batam pada tanggal 5 Mei 2020 dan diperoleh hasilnya pada hari ini dinyatakan positif.

“Sementara hasil swab saudara perempuannya (anak tertua) almarhum dinyatakan terkonfirmasi negatif,” ujarnya.

Saat ini kepada yang bersangkutan sudah dilakukan perawatan di ruang isolasi Paviliun Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Kota Batam guna penanganan lebih lanjut. Sejauh ini kondisi kesehatannya cukup stabil tanpa ada gangguan kesehatan yang berarti.

Rudi mengaku tim terus menyelusuri terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak terutama pada saat kegiatan takziah di rumah duka. Ia juga mengimbau untuk masyarakat yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan dalam waktu dekat ini agar melapor dan memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat sesuai dengan domisili tempat tinggal masing-masing.

“Hal ini penting dilakukan agar tim penanggulan Covid-19 Kota Batam dapat melakukan tindakan pencegahan penularan dan penanganan korban sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” katanya.

Selanjutnya Rudi mengingatkan kembali kepada seluruh Warga Kota Batam guna kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah.

“Jaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” kata dia.(uma)

PGN Kejar Target Pembangunan Jargas ESDM di Masa COVID-19

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap melanjutkan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi di tengah keadaan darurat COVID-19, dimana keadaan tersebut berpengaruh pada beberapa proyek strategis nasional pemerintah yang sedang dijalankan PGN seperti Jargas melalui penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengungkapkan, pembangunan Jargas rumah tangga pemenrintah tetap berjalan dengan standar ketat untuk dan mencapai jadwal yang ditargetkan.

Progress pembangunan jargas pemerintah dengan dana APBN sampai April 2020 mencapai 19.099 pelanggan.

Sampai bulan April, progres jargas sudah dibangun di 9 Kota/ Kabupaten yaitu Aceh Utara, Dumai, Kabupaten Banggai, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Proboliinggo, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kota Mojokerto.

“Progress pembangunan jargas APBN bulan April dalam situasi darurat COVID-19 telah mencapai sekitar 39 persen. Tahun 2020 Kementerian ESDM menugaskan PGN menyelesaikan pembangunan 266 ribu jargas rumah tangga,” ujar Rachmat (6/5/2020).

Mengingat proyek ini di dilaksanakan ditengah pandemik darurat COVID-19, pelaksanaan pembangunan jargas baik ditempat umum maupun di rumah pelanggan mengikuti standard protokol kesehatan penanganan COVID-19 yang sudah ditetapkan.

Salah seorang karyawan PGN sedang mencoba jaringan gas (Jargas). PGN tetap melanjutkan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi di tengah keadaan darurat COVID-19. Foto: PGN untuk batampos.co.id

“Perkembangan proyek pembangunan Jargas yang dikerjakan PGN saat ini masih berjalan sesuai target. Meskipun terdapat beberapa kendala sebagai dampak COVID-19 antara lain tersendatnya mobilisasi pekerja proyek, material proyek, kesulitan dalam perolehan spareparts peralatan gas karena berasal dari negara terdampak COVID-19, serta terdapat kenaikan kurs US Dollar yang cukup signifikan,” ujar Rachmat

Namun demikian, mempertimbangkan urgensi proyek-proyek tersebut, PGN tetap berkomitmen melaksanakan proyek-proyek tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan agar pengembangan infrastruktur gas bumi dan langkah pemenuhan kebutuhan gas bumi masyarakat tidak mengalami keterlambatan.

Rachmat menambahkan PGN melakukan koordinasi dengan BNPB, Ditjen Migas dan Pertamina Group untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan operasional selama masa tanggap darurat COVID-19 untuk distribusi material proyek.

Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan internal PGN maupun Pertamina Group terkait dengan penggunaan material stock pada proyek APBN.

“Program Jargas pemerintah menjadi concern PGN, karena program ini merupakan penugasan pemerintah sebagai salah satu proyek strategis nasional dalam rangka bauran energi nasional. Melalui Jargas, masyarakat dapat menikmati manfaat gas bumi secara langsung, sehingga masyarakat mendapatkan nilai lebih untuk produktivitas sehari-hari. Kami tetap mengupayakan proyek strategis tetap mencapai target pada akhir 2020,” jelas Rachmat.

Selain itu untuk mengurangi resiko penyebaran Covid – 19, PGN mengeluarkan kebijakan pencatatan pamakaian gas selama status darurat pandemi COVID-19 untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, serta pembayaran tagihan gas melalui berbagai channel pembayaran online seperti Gopay, Tokopedia, LinkAja, dan Klik Indomaret sehingga pelanggan tidak perlu keluar rumah.

PGN saat ini telah mengelola lebih dari 390 ribu sambungan rumah tangga Jargas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan panjang pipa lebih dari 3.800 KM.

Dalam mencapai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yaitu sebesar 4,7 juta SR sampai dengan tahun 2025, PGN dan Kementerian ESDM telah menyusun beberapa program Jargas, tidak hanya didanai melalui APBN akan tetapi juga dana internal PGN dan KPBU.

Adapun tahun 2020 akan dilakukan pengembangan jaringan dengan APBN sebanyak sekitar 266 Ribu Sambungan di 49 kabupaten/ kota dan jargas mandiri dana PGN sebanyak 500 ribu Sambungan pada tahun 2020-2021.(*)

Roy Kiyoshi Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

0

batampos.co.id – Roy Kiyoshi diamankan petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba. Kabar tak sedap tersebut sudah diketahui kuasa hukumnya Henry Indraguna. Dia pun mengaku kaget ketika mendengar kabar pengkapan tersebut.

“Saya kaget sekali mendengar kabar ini. Katanya sore ini (ditangkap). Saya juga belum dapatkan konfirmasi pasti ya,” kata Henry Indaraguna melalui sambungan telepon, Kamis (7/5).

Sepengetahuan dirinya, kliennya yang merupakan lelaki indigo itu tidak pernah berurusan dengan narkoba. Selain sebagai kuasa hukum, Henry juga berteman dekat dengan host program Karma dan Mata Batin itu.

“Sepengetahuan saya Roy Kiyoshi tidak pernah bermain-main dengan narkoba,” tutur Henry Indraguna lebih lanjut.

Begitu kabar ini beredar, dia langsung menghubungi nomor telepon Roy usai untuk memastikan kebenarannya. Namun telepon Roy tidak bisa dihubungi karena dalam keadaan mati. Dia juga belum mendapat konformasi dari keluarga terkait kabar penangkapan Roy Kiyoshi.

Sebelumnya kabar penangkapan ini beredar di dunia maya. Dalam foto yang beredar, terlihat dua orang petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) berada di kediaman Roy. Sementara lelaki kelahiran 24 Pebruari 1987 itu menggunakan kaos putih dengan wajah tertunduk.

Kabar penangkapan Roy Kiyoshi dibenarkan Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung. Dia mengatakan akan merilis kasus ini pada Jumat (8/5) di kantornya. “Besok siang rilisnya. Biar lengkap besok aja,” ucapnya saat dikonfirmasi.(jpg)

Bandara Hang Nadim Layani Delapan Penerbangan Kargo

0

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam melayani delapan penerbangan kargo pada Kamis (7/5/2020).

Hal ini dilakukan pasca terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada 23 April 2020 dan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), operasional maskapai penerbangan angkutan kargo tampak ramai di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim dan TIK Badan Pengusahaan Batam, Suwarso, mengatakan, dari delapan penerbangan kargo tersebut yakni dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Pesawat cargo Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Kemudian dua penerbangan maskapai Citilink ke Bandara Soekarno-Hatta, satu penerbangan maskapai Sriwijaya Air ke Bandara Soekarno-Hatta.

Serta dua penerbangan operator kargo My Indo Airlines ke Seletar dan Soekarno-Hatta, dan satu penerbangan Tri MG Airliners ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Untuk maskapai Citilink akan terbang pada hari ini (Jumat, 8 Mei 2020), baik dari atau ke Batam dengan rute penerbangan Cengkareng, Pekanbaru, Surabaya, Medan dan Padang,” jelasnya.

“Kedua, Maskapai Garuda Indonesia akan terbang pada tanggal 10 Mei 2020, dengan jadwal penerbangan pada hari Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu. Sedangkan, maskapai Lion Air mulai beroperasi kembali pada tanggal 10 Mei 2020. Meski demikian penerbangan tersebut masih menunggu izin terbang dari Kementerian Perhubungan RI,” kata Suwarso lagi.

Saat ini lanjutnya, penerbangan kargo memang masih berjalan. Salah satu di antaranya adalah pesawat TNI-AU yang membawa kebutuhan peralatan dan perlengkapan medis untuk Rumah Sakit Khusus Infeksi di Pulau Galang.

“Sekaligus untuk pertukaran anggota TNI yang bertugas,” kata Suwarso.(*)

Tiga Anggota Keluarga Pasien 35 di Bengkong Terjangkit Covid-19

0

batampos.co.id – Sempat tidak ada tambahan selama dua hari belakangan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diaease 2019 (Covid-19) Kota Batam merilis tiga tambahan pasien postif Covid-19 hari ini, Jumat (8/5). Tiga pasien itu merupakan keluarga pasien kasus nomor 35 berinisial DD, 57, yang sudah meninggal dunia, Sabtu (2/5).

“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Batam, berdasarkan hasil screning dan tracing closes contact dari terkonfirmasi positif nomor 35 yang telah meninggal dunia,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Muhammad Rudi, Jumat (8/5).

Rudi mengungkapkan, keluarga pasien yang terjangkit merupakan istri dan anak-anak kandung kasus nomor 35 yang sejak Kamis (7/5/2020) telah menjalani karantina terpusat di Rusunawa Tanjunguncang, Kota Batam.(uma)

Cegah Penularan Covid-19, Penindakan Keramaian Ditingkatkan

0

batampos.co.id – Intensitas menindak keramaian ditingkatkan untuk mencegah penularan Covid-19. Soal penerapan sosial distancing dan penggunaan masker, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan sudah ada aturannya. Lagipula ini berkenaan dengan kebaikan bersama.

Rudi berharap menjelang akhir Ramadan tidak bertambah dan akhir Ramadan, Covid-19 selesai. “Kami sudah rapat juga dengan ulama, bahwa keramaian sepakat apapun tidak diizinkan. Kalau distancing ini kita jaga, yang sakit kita karantina, mudah-mudahan cara ini dapat mempercepat penyelesaian Covid ini,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Rabu (6/5).

Meskipun demikian, Rudi juga mengingatkan agar penindakan yang dijalankan bersama dengan TNI Polri ini, tetap hanya bersifat persuasif dan tidak boleh ada benturan fisik antara petugas dengan masyarakat.

“Semuanya adalah masyarakat Batam, mereka begitu karena kondisi yang memang sedang sulit,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, alasan mengapa Kota Batam tidak mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti daerah lain, agar tetap menjaga keberlangsungan industri di Kota Batam.

Rudi menjelaskan, sektor industri dan pariwisata menjadi pendapatan utama Kota Batam. Jika tetap dipaksakan, dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan stabilitas di masyarakat yang memang banyak bergantung pada sektor industri ini.

“Batam ini daerah Industri, pariwisata, pendapatan Batam dari pajak dan retribusi hilang, PSBB tidak kita lakukan karena beresiko, industri tutup tidak bisa apa-apa kita,” kata Rudi.

Sementara, Ketua DPRD Batam Nuryanto menyampaikan bahwa hasil rapid test pada Senin (4/5) lalu yang diikuti 13 anggota DPRD dan 30 pegawai serta awak media. Diketahui ada satu anggota DPRD dan dua pegawai DPRD yang hasilnya reaktif.

Selanjutnya, tiga orang dengan hasil reaktif tersebut akan dilakukan tindakan selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam. “Mereka langsung mengikuti dalam tes swab yang hasilnya diketahui beberapa hari ke depan,” ujarnya.(iza/eja/gie)

Youtuber Ferdian Paleka, Pembuat Prank Bansos Isi Sampah Tertangkap

0

batampos.co.id – Youtuber Ferdian Paleka akhirnya diringkus Tim Resmob Polrestabes Bandung dan Tim Resmob Polda Jawa Barat. Ferdian ditangkap bersama rekan duetnya dalam membuat video prank bantuan sosial sembako berisi sampah dan batu, M. Aidil.

“Benar, telah dilakukan pengejaran dan penangkapan DPO perkara ITE atas nama tersangka Ferdiansyah alias Ferdian Paleka dan M. Aidil,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso dilansir dari JawaPos.com, Jumat (8/5).

Erlangga mengatakan, keduanya ditangkap di Jalan Tol Jakarta-Merak Km 19, Balaraja, Tangerang, Banten, pada Jumat (8/5) pukul 00.30 WIB. Keduanya ditangkap bersama ayah tersangka atas nama Herman dan kakak dari ayah tersangka atas nama Jamaluddin.

“Yang bersangkutan telah melakukan penjemputan tersangka di Pelabuhan Merak setelah melakukan perjalanan dari Palembang yang tujuannya akan ke Bandung,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, kedua tersangka pada awalnya kabur ke Palembang ketika video prank bansos isi sampah viral dan menuai banyak kecaman. Namun, kemarin mereka memutuskan kembali ke Bandung.

“Betul, intinya mereka kucing-kucingan sama petugas lah,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ferdian dan Aidil sempat menghebohkan warganet dengan video prank bansos isi sampah dan batu. Mereka membagikan bantuan kepada waria dan anak-anak di Bandung, namun berisi batu dan sampah.

Video tersebut kemudian dengan cepat viral dan menuai kecaman netizen. Salah seorang korban penerima bantuan tak terima atas perbuatan Ferdian. Dia pun melaporkan Ferdian ke Polrestabes Bandung.(jpg)

Dua Hari Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah

0

batampos.co.id – Kabar baik bagi Kepri. Selama dua hari belakang terakhir, pasien positif Covid-19 nol kasus atau tidak bertambah. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, membenarkan daftar positif Covid-19 di Provinsi Kepri dalam dua hari belakangan tidak terjadi penambahan kasus. Sebaliknya, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh trennya terus bertambah.

Menurutnya, tersisa 14 pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit per Kamis (7/5). “Hari ini (kemarin, red) Batam mencatatkan kesembuhan ke-22, dengan adanya tambahan 6 pasien yang sembuh. Kasus positif tertahan sejak 5 Mei 2020 lalu,” ujar Tjetjep Yudiana, Kamis (7/5) di Tanjungpinang.

Mengenai jumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat tersebar 8 kasus di Batam, 4 Tanjungpinang, dan 2 Karimun. Sedangkan yang menjalani karantina mandiri karena kondisi mereka stabil sebanyak 6 orang di Tanjungpinang. (iza/jpg)

Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, 35 Orang Diobservasi di Tanjunguncang

0

batampos.co.id – Sebanyak 35 orang diobservasi di rumah susun sewa (Rusunawa) BP Batam di Tanjunguncang hingga Kamis (7/5) kemarin. Jumlah ini meningkat drastis, sebab tiga pekan sebelumnya hanya dua orang. Informasi yang didapat dari lokasi karantina, 35 ODP (orang dalam pemantauan) tersebut adalah mereka yang berhubungan dengan pasien kasus 35 yang meninggal dan pasien kasus 34 di Batam Center.

Dari pasien kasus 34, total asal 20 orang yang diantar ke rusunawa, Rabu (6/5), dan dari pasien kasus 35 ada 15 orang yang diantar pada Kamis (7/5). “Yang dari pasien kasus 34 itu, tujuh orang dari Bengkong dan delapan orang dari Batuampar. Status mereka sama, sebagai ODP,” ujar Nur Arifin, petugas dari Tagana yang berjaga di Rusunawa.

Di tempat terpisah, intensitas menindak keramaian ditingkatkan. Soal penerapan sosial distancing dan penggunaan masker, Rudi menyebutkan sudah ada aturannya. Lagipula ini berkenaan dengan kebaikan bersama.

Rudi berharap menjelang akhir Ramadan tidak bertambah dan akhir Ramadan, Covid-19 selesai. “Kami sudah rapat juga dengan ulama, bahwa keramaian sepakat apapun tidak diizinkan. Kalau distancing ini kita jaga, yang sakit kita karantina, mudah-mudahan cara ini dapat mempercepat penyelesaian Covid ini,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Rabu (6/5).

Meskipun demikian, Rudi juga mengingatkan agar penindakan yang dijalankan bersama dengan TNI Polri ini, tetap hanya bersifat persuasif dan tidak boleh ada benturan fisik antara petugas dengan masyarakat.

“Semuanya adalah masyarakat Batam, mereka begitu karena kondisi yang memang sedang sulit,” kata Rudi. (iza/eja/gie)

Jasad WNI Dilarung ke Laut, Kemenlu Panggil Dubes Tiongkok

0

batampos.co.id – Kementerian Luar Negeri RI bakal memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, untuk meminta penjelasan tentang perlakuan yang diterima para anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal ikan Tiongkok. Kemenlu juga akan meminta penjelasan mengenai pelarungan jenasah ABK WNI dari Kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604 untuk memeriksa apakah penanganan itu sudah sesuai dengan ketentuan dari Organisasi Buruh Internasional (ILO).

“Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenasah (apakah sudah sesuai dengan Ketentuan ILO) dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemenlu akan memanggil Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” kata pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri yang dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Kamis (7/5).

ILO Seafarer’s Service Regulation mengatur prosedur pelarungan jenazah (burial at sea). Dalam ketentuan ILO disebutkan bahwa kapten kapal dapat memutuskan untuk melarungkan jenazah karena beberapa kondisi, antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas penyimpanan jenazah sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal.

Dalam penjelasan Kemenlu RI, Pemerintah Indonesia, baik melalui perwakilan Indonesia di Selandia Baru, RRT dan Korea Selatan maupun di Pusat, memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi WNI kru kapal di kapal ikan berbendera Tiongkok, Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korsel. Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629.

KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. Sementara, 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. Sedangkan 20 awak kapal lainnya melanjutkan bekerja di Kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada Kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

“KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus tersebut. Dalam penjelasannya, Kemenlu RRT menerangkan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya,” lanjut pernyataan tertulis Kemenlu.

Sebelumnya, Kemenlu bersama Kementerian/Lembaga terkait juga telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI. Kemenlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga.

Sementara itu, JawaPos.com sudah berusaha menghubungi pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta untuk menanggapi sikap Kemenlu. Tapi, sampai berita ini diturunkan, pihak Kedubes Tiongkok belum memberikan respons.(jpg)