Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 105

6 Kasus Bunuh Diri di Awal Tahun, Tanda Banyak Warga Batam Alami Ruminasi

0
Tim Inafis mengevakuasi jasad Pr, pria muda yang bunuh diri di malam tahun baru. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos.

batampos – Kasus bunuh diri di Kota Batam kembali marak dalam awal tahun 2026 ini. Tercatat enam kasus bunuh diri yang terjadi di beberapa lokasi, seperti di Jembatan Barelang, Bengkong, Batam Centre, dan Sekupang.

Psikolog Irfan Aulia mengatakan, sebagian besar orang yang berada dalam kondisi tersebut umumnya mengalami ruminasi, yakni pikiran negatif yang terus berulang dan sulit dihentikan.

Pikiran tersebut biasanya berkaitan dengan masalah hidup, tekanan ekonomi, konflik keluarga, pekerjaan, hingga penilaian buruk terhadap diri sendiri. Ketika berlangsung terus-menerus, seseorang dapat merasa lemah dan tidak mampu lagi menghadapi persoalan yang dihadapinya.

“Pada dasarnya, orang yang berada dalam kondisi tersebut mengalami ruminasi, berpikir buruk terus-menerus tentang dirinya maupun situasinya. Akibatnya, ia merasa lemah dan tidak berdaya menghadapi masalah,” ujar Irfan.

Baca Juga: Pakai Trik Dilempar, 4 Paket Sabu Diselundupkan ke Lapas Batam

Ia menjelaskan, sebelum seseorang berada pada titik paling rentan, biasanya ada tahapan yang dialami. Mulai dari rasa tidak berdaya, kesepian, hingga keyakinan bahwa penderitaan yang dirasakan tidak akan berakhir.

“Orang yang berada dalam kondisi ini umumnya melewati fase merasa sendiri, tidak punya tempat bercerita, dan menganggap tidak ada lagi jalan keluar,” katanya.

Menurut Irfan, tekanan ekonomi memang kerap muncul dalam banyak kasus. Namun, persoalan tersebut biasanya hanya menjadi pemicu, bukan penyebab utama.

“Tekanan ekonomi biasanya hanya pemicu. Umumnya, orang yang mengalami kondisi seperti ini sudah memiliki beban psikologis atau riwayat masalah sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Penataan Kawasan New Nagoya Masuki Tahap Awal, Pekerjaan Fisik Dimulai Tahun Ini

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mencari pertolongan sejak dini ketika mulai merasa tertekan, kehilangan semangat, atau terus-menerus memikirkan hal-hal negatif. Bantuan bisa datang dari keluarga, teman dekat, tokoh agama, maupun tenaga profesional.

“Ketika mulai merasa tertekan, carilah tempat yang membuat aman dan nyaman. Bisa berbicara dengan keluarga, sahabat, tokoh agama, atau meminta bantuan psikolog,” ujarnya.

Ia menilai dukungan sosial menjadi faktor penting untuk membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Kehadiran orang yang mau mendengar dan tidak menghakimi dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian.

“Ketika seseorang merasa aman dan mendapat dukungan sosial, ia akan lebih mudah melewati titik terendahnya. Saat ada tempat bercerita dan orang yang dipercaya, harapan untuk pulih akan jauh lebih besar,” tutupnya.(*)

 

Artikel 6 Kasus Bunuh Diri di Awal Tahun, Tanda Banyak Warga Batam Alami Ruminasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 6 Tanda Tubuh Anda Sudah Kelelahan dan Butuh Istirahat Total

0
Ilustrasi merasa kelelahan dan nyeri adalah tanda butuh istirahat total. (hallodoc)

batampos – Banyak orang percaya bahwa konsistensi dalam berolahraga adalah kunci utama untuk mencapai tubuh ideal. Namun, ada satu aspek penting yang sering diabaikan, yaitu istirahat.

Tanpa jeda yang cukup, tubuh justru tidak memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal. Setiap sesi latihan memberikan tekanan pada otot dan sistem tubuh secara keseluruhan.

Proses ini memang diperlukan untuk membentuk kekuatan dan daya tahan. Akan tetapi, tanpa pemulihan yang memadai, tekanan tersebut dapat berubah menjadi kelelahan yang berkepanjangan.

Memahami kapan tubuh membutuhkan istirahat adalah langkah penting agar perjalanan kebugaran tetap efektif dan berkelanjutan.

Berikut 6 tanda yang menunjukkan bahwa tubuh Anda sudah terlalu lelah dan membutuhkan waktu untuk pulih yang dirangkum dari sport west athletic club pada Selasa (31/3).

1. Suasana Hati Tidak Stabil dan Tubuh Terasa Selalu Lelah

Jika Anda merasa lelah sepanjang hari meskipun telah tidur cukup, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Kelelahan yang terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa tubuh mengalami tekanan berlebih akibat aktivitas fisik yang terlalu intens.

Selain itu, perubahan suasana hati seperti mudah marah, tidak fokus, atau kehilangan motivasi juga sering muncul.

Hal ini terjadi karena tubuh dan pikiran tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.

Dengan mengambil waktu istirahat, Anda memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyeimbangkan kembali kondisi fisik dan mental, sehingga energi dapat pulih secara optimal.

2. Tubuh Lebih Mudah Jatuh Sakit

Olahraga secara teratur memang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, jika dilakukan tanpa jeda yang cukup, efeknya justru sebaliknya.

Sistem imun dapat melemah karena energi tubuh difokuskan untuk memperbaiki kerusakan otot. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit, seperti flu atau infeksi ringan.

Kondisi ini sering kali muncul secara bertahap dan tidak langsung disadari.

Jika Anda mulai lebih sering merasa tidak sehat, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan daya tahan secara menyeluruh.

3. Nyeri Otot Berkepanjangan dan Risiko Cedera

Rasa nyeri setelah berolahraga merupakan hal yang normal, terutama saat mencoba gerakan baru.

Namun, jika nyeri tersebut tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, hal ini perlu diperhatikan.

Nyeri berkepanjangan menunjukkan bahwa otot belum pulih sepenuhnya.

Memaksakan latihan dalam kondisi ini justru dapat meningkatkan risiko cedera yang lebih serius.

Memberikan waktu istirahat tambahan akan membantu proses perbaikan jaringan otot, sehingga tubuh dapat kembali berfungsi dengan baik saat berolahraga.

4. Progres Terhenti Meski Sudah Berusaha Maksimal

Tidak sedikit orang yang merasa frustrasi karena tidak melihat hasil meskipun sudah rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya waktu pemulihan.

Latihan berlebih dapat menghambat pembentukan otot dan bahkan menyebabkan penurunan massa otot. Akibatnya, berat badan atau performa tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Dengan menambahkan waktu istirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali merespons latihan dengan lebih efektif.

5. Muncul Keinginan Kuat untuk Berhenti Sejenak

Tubuh memiliki cara tersendiri untuk memberi sinyal ketika membutuhkan istirahat.

Salah satunya adalah munculnya rasa enggan atau tidak bersemangat untuk berolahraga.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai bentuk kemalasan, padahal bisa jadi tubuh memang sedang kelelahan.

Mengabaikan sinyal ini justru dapat memperburuk kondisi fisik dan mental.

Mendengarkan kebutuhan tubuh adalah langkah bijak. Dengan beristirahat sejenak, Anda dapat kembali berlatih dengan kondisi yang lebih prima.

6. Performa Latihan Menurun Secara Signifikan

Jika latihan yang biasanya terasa ringan tiba-tiba menjadi lebih berat, ini merupakan tanda bahwa tubuh belum pulih sepenuhnya.

Penurunan performa dapat terlihat dari berkurangnya kekuatan, daya tahan, atau fokus saat berolahraga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri sebelum kembali digunakan secara optimal.

Memaksakan latihan dalam kondisi ini hanya akan memperlambat progres.

Dengan memberikan waktu istirahat, performa Anda akan kembali meningkat seiring dengan pulihnya kondisi tubuh. (*)

Artikel Ini 6 Tanda Tubuh Anda Sudah Kelelahan dan Butuh Istirahat Total pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemkab Bintan Siapkan Aliran Antarwaduk dan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air

0
Salah satu waduk di Kampung Sungai Lepan, Desa Kuala Sempang, Bintan, yang masih memiliki ketersediaan air baku di tengah kekeringan. F. Pardo untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Bintan menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi kekeringan di Kecamatan Seri Kuala Lobam dengan membuka aliran antarwaduk serta membangun sumur bor di sejumlah wilayah.

Rencana tersebut mencuat dalam rapat koordinasi evaluasi kebakaran dan kekeringan yang digelar di Kantor Desa Busung, Senin (30/3).

Pengelola SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja menyebutkan, Dinas PUPRP Bintan akan memfasilitasi pembangunan aliran dari waduk baru ke waduk lama yang saat ini mengalami penyusutan air.

“Waduk yang baru akan menyuplai air ke waduk lama yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Waduk sumber air baku tersebut berada di Kampung Sungai Lepan, Desa Kuala Sempang, yang hingga kini masih memiliki ketersediaan air.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah memperkirakan waktu pengerjaan sekitar satu hingga dua bulan, mengingat jarak antarwaduk mencapai kurang lebih 1,2 kilometer.

“Mereka meminta waktu sekitar dua bulan untuk pengerjaan aliran antarwaduk ini,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membangun sumur bor di setiap desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Sumur bor tersebut direncanakan ditempatkan di kantor desa atau kelurahan guna memastikan akses air bersih lebih terpusat dan mudah dijangkau masyarakat.

“Tadi disarankan pembangunan sumur bor berada di kantor desa atau kelurahan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi cuaca kering yang berkepanjangan.

Pemerintah daerah optimistis, kombinasi aliran antarwaduk dan pembangunan sumur bor dapat mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga ketersediaan air baku di wilayah tersebut. (*)

Artikel Pemkab Bintan Siapkan Aliran Antarwaduk dan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air pertama kali tampil pada Kepri.

Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban H+7 dan H+8, Kini Kembali Normal

0
Kondisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, yang kembali normal pada H+9 arus balik Lebaran 2026. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengalami peningkatan signifikan pada H+7 dan H+8, yakni Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin mengatakan lonjakan penumpang dan kendaraan terjadi pada dua hari tersebut.

“Kepadatan arus balik terjadi pada H+7 dan H+8,” ujarnya, Senin (30/3).

Pada H+7, jumlah penumpang pejalan kaki tercatat sekitar 927 orang atau meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sepeda motor yang menyeberang ke Batam mencapai 523 unit, relatif sama dengan tahun lalu.

Untuk kendaraan roda empat, tercatat sekitar 371 unit atau naik 16 persen. Jumlah penumpang dalam mobil mencapai 2.577 orang, meningkat sekitar 9 persen.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada H+8. Penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 1.037 orang atau naik 130 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sepeda motor mencapai sekitar 700 unit atau meningkat 153 persen, sedangkan mobil pribadi tercatat 343 unit atau naik 19 persen. Jumlah penumpang dalam mobil mencapai 2.733 orang atau meningkat 68 persen.

Menurut Ainul, puncak arus balik pada H+7 dan H+8 dipengaruhi berakhirnya masa libur sekolah pada H+9.

“Anak-anak sudah mulai masuk sekolah kembali pada Senin,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pihak pelabuhan mengoperasikan tiga kapal penyeberangan hingga pukul 20.00 WIB.

Armada yang digunakan antara lain KMP Barau, KMP Niaga Ferry, dan KMP Trisakti Adinda.

Biasanya terdapat empat kapal yang beroperasi, namun satu armada dialihkan ke lintasan lain. Meski demikian, pelayanan penyeberangan tetap berjalan normal.

Memasuki H+9 atau Senin (30/3), kondisi arus penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban dilaporkan telah kembali normal. (*)

Artikel Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban H+7 dan H+8, Kini Kembali Normal pertama kali tampil pada Kepri.

Pemkab Natuna Tetapkan Status Tanggap Darurat usai Ratusan Hektare Lahan Terbakar

0
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas 150 hektare di Natuna, yang memicu penetapan status tanggap darurat karhutla. F. Damkar Natuna untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Natuna dalam dua hari terakhir, yakni sejak 27 hingga 28 Maret 2026. Sekitar 150 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar di sejumlah titik.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla guna mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya kebakaran.

Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Natuna Nomor 147 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 30 Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika mengatakan, status tanggap darurat diberlakukan selama tujuh hari ke depan dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.

“Status tanggap darurat berlaku tujuh hari ke depan dan bisa diperpanjang melihat perkembangan situasi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, cuaca panas dan minimnya curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran di wilayah tersebut.

Selain itu, fenomena El Nino turut memperparah kondisi dengan memperpanjang musim kemarau dan menurunkan kelembapan tanah.

Akibatnya, lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar, serta api cepat menyebar ketika terjadi kebakaran.

Raja Darmika menambahkan, potensi munculnya titik api baru masih cukup tinggi sehingga diperlukan pemantauan intensif di wilayah rawan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah mendirikan posko penanganan karhutla di Kecamatan Bunguran Batubi.

“Posko ini menjadi pusat koordinasi pemantauan dan penanganan titik api di lapangan,” jelasnya.

Di lokasi tersebut, personel gabungan dari BPBD, kepolisian, dan aparat kecamatan disiagakan untuk mempercepat respons penanganan.

Petugas juga melakukan patroli rutin untuk mendeteksi dini potensi kebakaran guna menekan perluasan area terdampak.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran lebih luas.

Hingga saat ini, dampak kabut asap belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat dan kondisi masih tergolong terkendali.

Pemerintah daerah berharap upaya penanganan yang dilakukan dapat segera mengendalikan karhutla dan mencegah kebakaran meluas. (*)

Artikel Pemkab Natuna Tetapkan Status Tanggap Darurat usai Ratusan Hektare Lahan Terbakar pertama kali tampil pada Kepri.

BBM Langka, Harga Pertalite di Tambelan Tembus Rp28 Ribu per Botol

0
Kondisi ketersediaan BBM di Tambelan, Bintan, beberapa waktu lalu sebelum terjadi krisis pasokan. F. Asmawi untuk Batam Pos.

batampos – Warga Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, kembali menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax.

Kondisi ini memicu keresahan warga karena pasokan BBM disebut sudah tidak tersedia selama lebih dari sepekan terakhir.

Salah seorang warga, Sari, mengatakan kelangkaan BBM membuat aktivitas masyarakat terganggu.

“Masyarakat resah karena Pertalite dan Pertamax sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini pasokan BBM di Tambelan didatangkan dari Singkawang, Kalimantan Barat. Namun, saat ini distribusi dari wilayah tersebut terhenti tanpa kejelasan.

“Kami tidak tahu penyebab pastinya, hanya dapat informasi bahwa BBM tidak bisa lagi didatangkan dari Kalbar,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan.

“Kami hanya berharap Pertalite dan Pertamax bisa kembali tersedia,” ujarnya.

Camat Tambelan, Asmawi membenarkan kondisi krisis BBM yang telah berlangsung lebih dari satu minggu.

Menurutnya, kelangkaan BBM tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional layanan publik.

“Operasional truk pengangkut sampah terganggu, bahkan pemadaman kebakaran lahan juga terkendala karena tidak ada BBM,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini Tambelan mendapat suplai BBM dari Kalimantan Barat dengan harga yang telah ditetapkan. Namun, praktik penjualan tidak resmi turut memperparah kondisi.

Sejumlah pedagang disebut membeli Pertalite dengan harga murah dari luar daerah, lalu menjual kembali dengan harga tinggi di Tambelan.

Akibatnya, BBM jenis Pertamax yang dikelola sub penyalur kurang diminati, sehingga distribusi menjadi tidak seimbang.

Dalam kondisi langka, harga Pertalite melonjak dari sekitar Rp22.500 menjadi Rp28 ribu per botol ukuran 1,5 liter.

“Itu pun sulit didapatkan,” kata Asmawi. (*)

Artikel BBM Langka, Harga Pertalite di Tambelan Tembus Rp28 Ribu per Botol pertama kali tampil pada Kepri.

Marvel Rilis Logo The Punisher Terbaru, Siap Tayang Mei 2026

0
Logo perdana The Punisher: One Last Kill yang dirilis Marvel sebagai bagian promosi proyek terbaru di MCU. Sumber gambar: x.com/SiPalingMarvel.

batampos – Marvel Studios resmi memperkenalkan proyek terbarunya bertajuk The Punisher: One Last Kill dengan merilis logo perdana sebagai bagian dari kampanye promosi awal.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Maret 2026, sekaligus mengonfirmasi jadwal tayang dan memberikan gambaran awal konsep proyek yang telah lama dinantikan penggemar.

Logo yang dirilis menampilkan nuansa gelap dan tajam, mencerminkan karakter utama Frank Castle yang identik dengan aksi brutal, balas dendam, dan konflik kelam.

Aktor Jon Bernthal dipastikan kembali memerankan Frank Castle. Kembalinya Bernthal menjadi daya tarik utama, mengingat perannya sebelumnya dinilai sebagai salah satu interpretasi terbaik karakter Punisher.

Karakter Punisher sendiri sebelumnya telah muncul dalam serial Daredevil dan The Punisher sebelum akhirnya resmi masuk ke dalam semesta Marvel Cinematic Universe (MCU).

Proyek One Last Kill dijadwalkan tayang pada 13 Mei 2026 secara eksklusif di Disney+.

Serial ini akan menjadi bagian dari fase terbaru MCU dan berperan sebagai penghubung dengan proyek lain, termasuk Daredevil: Born Again.

Selain itu, cerita juga disebut memiliki potensi keterkaitan dengan film Spider-Man: Brand New Day.

Dari sisi cerita, One Last Kill akan berfokus pada perjalanan Frank Castle yang mencoba meninggalkan masa lalunya. Namun, ia kembali terseret ke dalam konflik baru yang memaksanya menghadapi sisi gelap dirinya.

Perilisan logo ini menjadi langkah awal menuju peluncuran trailer resmi dalam waktu dekat. (*)

Artikel Marvel Rilis Logo The Punisher Terbaru, Siap Tayang Mei 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Debit Air Menyusut, Perumda Tirta Karimun Tambah Jam Operasional di Kundur

0
Waduk Tempan di Kundur menjadi salah satu sumber utama suplai air bersih bagi pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Perumda Tirta Mulia Karimun Unit Kundur menambah jam operasional distribusi air bersih di tengah kondisi debit Waduk Tempan yang mengalami penyusutan akibat kemarau.

Manajer Perumda Tirta Mulia Unit Kundur, Armand mengatakan, penambahan jam operasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang meningkat.

“Distribusi air yang sebelumnya hanya 10 jam, kini ditambah menjadi 14 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB,” ujarnya, Senin (30/3).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil menyusul banyaknya keluhan pelanggan yang tidak mendapatkan pasokan air secara maksimal.

Meski demikian, kondisi sumber air utama yakni Waduk Tempan di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, saat ini mengalami penyusutan signifikan akibat hampir dua bulan tanpa hujan.

Dalam pengelolaan air bersih, Perumda Tirta Mulia memiliki empat waduk, namun hanya Waduk Tempan yang digunakan untuk menyuplai air ke 812 sambungan rumah.

“Luas Waduk Tempan sekitar 2,27 hektare dan saat ini debit airnya sudah menyusut sekitar 30 persen. Namun, masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan untuk sementara,” jelasnya.

Armand memperkirakan, jika kondisi cuaca panas terus berlangsung tanpa hujan, ketersediaan air di waduk tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga bulan ke depan.

Selain faktor kemarau, peningkatan jam operasional pompa juga turut mempercepat penyusutan debit air.

“Dalam kondisi normal, ketinggian air mencapai sekitar 4 meter. Sekarang sudah turun menjadi sekitar 3,7 meter,” katanya.

Perumda Tirta Mulia mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih agar ketersediaan tetap terjaga di tengah kondisi kemarau. (*)

Artikel Debit Air Menyusut, Perumda Tirta Karimun Tambah Jam Operasional di Kundur pertama kali tampil pada Kepri.

Waduk Mengering, Pemprov Kepri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Bintan-Tanjungpinang

0
Kondisi Waduk Gesek di Kabupaten Bintan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Krisis air bersih masih dirasakan warga di Kota Tanjungpinang dan wilayah Pulau Bintan, Kepulauan Riau, akibat musim kemarau berkepanjangan.

Sejumlah warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sumur mulai mengering sejak awal Maret 2026.

Salah satu warga Jalan Batu Naga, Fitri, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.

“Walaupun sempat hujan, sumur belum juga terisi. Jadi kami masih beli air tangki sekitar Rp70 ribu untuk beberapa hari,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengaku belum mengetahui adanya bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.

“Saya tidak tahu harus hubungi siapa, nomor BPBD saja tidak punya,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Bantuan air sudah kita minta untuk segera disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain upaya teknis, ia juga mengimbau masyarakat untuk berdoa, termasuk melalui pelaksanaan salat istisqa, agar hujan segera turun.

Di sisi lain, Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIK) Kepri, Kherjuli menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis dalam mengatasi krisis air bersih.

Menurutnya, pemerintah dapat membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengelola risiko krisis air, mulai dari identifikasi hingga penanganan secara sistematis.

“Satgas air bersih penting untuk memastikan tata kelola berjalan efektif, mulai dari produksi hingga distribusi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kepri yang baru menjangkau sekitar 33 persen penduduk atau sekitar 21 ribu pelanggan di wilayah Tanjungpinang, Kijang, dan Tanjung Uban.

“Artinya, masih ada sekitar 67 persen masyarakat di Pulau Bintan yang belum terlayani air bersih dari pemerintah,” katanya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar krisis air bersih tidak berlarut dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (*)

Artikel Waduk Mengering, Pemprov Kepri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Bintan-Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Nelayan Pulau Numbing Tolak Tambang Pasir Laut, DPRD Kepri Siapkan RDP

0
Sejumlah warga Pulau Numbing melaporkan rencana sedimentasi pasir laut ke DPRD Kepri di Tanjungpinang, Senin (30/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Nelayan di Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, menyatakan penolakan terhadap rencana aktivitas sedimentasi atau tambang pasir laut di perairan wilayah tersebut.

Penolakan itu disampaikan langsung oleh sejumlah warga saat mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (30/3).

Salah satu perwakilan warga, Rudy, mengatakan rencana kegiatan tersebut berpotensi mengganggu mata pencaharian nelayan yang bergantung pada kondisi laut yang jernih.

“Kami meminta DPRD memfasilitasi rapat dengar pendapat antara warga dan pihak perusahaan terkait rencana sedimentasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, sedimentasi pasir laut berisiko merusak ekosistem perairan, yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan nelayan di Pulau Numbing.

Ia menyebut, terdapat sejumlah perusahaan yang dikabarkan akan melakukan aktivitas sedimentasi di wilayah tersebut. Namun, warga belum mendapatkan kejelasan terkait perizinan maupun dokumen lingkungan.

“Ada yang disebut sudah memiliki AMDAL, tapi saat diminta tidak bisa ditunjukkan,” katanya.

Selain itu, warga juga menilai proses konsultasi publik yang dilakukan perusahaan tidak melibatkan nelayan sebagai pihak terdampak langsung.

“Yang dilibatkan bukan nelayan, padahal ini menyangkut mata pencaharian kami,” ujarnya.

Warga lainnya, Sindi, mengungkapkan saat ini sudah ada kapal yang diduga terkait aktivitas tersebut yang berlabuh di sekitar perairan Pulau Numbing.

Ia juga menyebut adanya pengambilan sampel pasir laut yang diduga telah merusak jaring ikan milik nelayan.

“Kami juga tidak tahu hasil sampelnya, tapi ada informasi pasir mengandung timah,” ujarnya.

Warga berharap DPRD Kepri dan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut, mengingat dampaknya yang dinilai besar terhadap kehidupan nelayan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menyatakan pihaknya akan segera menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Karena ada penolakan dari nelayan, maka akan kita fasilitasi RDP dengan semua pihak,” ujarnya. (*)

Artikel Nelayan Pulau Numbing Tolak Tambang Pasir Laut, DPRD Kepri Siapkan RDP pertama kali tampil pada Kepri.