Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10545

19 Pasien Positif Virus Korona, Banyak yang Tertular di Luar Negeri

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan mengumumkan 19 kasus positif virus korona dari Wuhan. Padahal Minggu (8/3), hanya 6 orang positif terjangkit COVID-19. Tapi Senin (9/3), bertambah 13 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 19 pasien positif virus korona di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, kebanyakan pasien di antaranya hanya bergejala minimal. Tidak demam, tidak batuk. Artinya secara keseluruhan tampak sebagai pasien ringan, tidak sakit berat.

“Namun ada beberapa yang dipasang infus oksigen karena memang ada penyakit yang mendahului,” katanya kepada wartawan, Senin (9/3).

Pasien 1 (perempuan, 31 tahun) dan pasien 2 (perempuan, 64 tahun). Kluster Jakarta. Tidak ada keluhan. Dokter penanggung jawab pasien yang merawat menyampaikan bahwa pasien 1-2 hanya mengalami beban psikologis karena identitas mereka sudah terpublikasi beberapa waktu lalu.

Pasien 3 (33 tahun) dan pasien 4 (34 tahun). Kluster Jakarta. Jauh lebih bagus dari sebelumnya. Mereka meminta jaminan agar nama atau identitas mereka tak diumumkan.

Kondisi pasien 5 (laki-laki, 55 tahun). Kluster Jakarta. Juga bagus dan tidak ada keluhan. Akan tetapi dia sudah mulai merasa bosan karena berada di kamar terus.

Dan pasien 6 (laki-laki, 36 tahun). Kluster Jepang dari kapal Diamond Princess. yang merupakan kasus impor dari Jepang, baik-baik saja dan tidak ada keluhan. Kasus ini merupakan kasus penularan di kapal Diamond Princess.

Kasus pasien 7 (perempuan, 59 tahun). Kondisinya nampak sakit ringan sedang stabil. Ini adalah kasus imported case, pasien baru kembali dari luar negeri dan kemudan menunjukkan gejala-gejala seperti batuk dan pilek. Kemudian dilakukan pemeriksaan baik dengan PCR dan Genome Squenzing.

Kasus pasien 8 (Laki-laki, 56 tahun). Pasien ini tertular oleh pasien 7. Karena memang suami istri. Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan seperti infus dan oksigen. Sebab sebelum kontak dengan 7, pasien 8 ini sudah sakit duluan tetapi bukan sakit COVID-19. Tetapi memang sakit karena diare, ditambah riwayat diabetes. Sekarang terpapar, kondisinya sakit sedang ke arah berat.

Pasien 9 (perempuan, 55 tahun). Kondisinya sekarang nampak sakit ringan sedang. Tanpa ada penyakit penyulit sebelumnya. Pasien ini juga imported case, bukan dari bagian kluster mana pun. Baru datang dari luar negeri.

Pasien 10 (laki-laki, 29 tahun) adalah Warga Negara Asing (WNA). Nampak dalam kondisi sakit ringan sedang. Ini adalah bagian dari kluster Jakarta.

Pasien 11 (perempuan, 54 tahun) adalah WNA. Kondisi nampak sakit ringan sedang. Ini bagian dari kluster Jakarta.

Pasien 12 (laki-laki, 31 tahun). Sakit ringan sedang juga. Bagian dari kluster Jakarta.

Pasien 13 (perempuan, 16 tahun). Merupakan bagian penelusuran dari penularan subkluster pasien 3.

Pasien 14, (laki-laki, 50 tahun). Gambaran sakit ringan sedang. Imported case baru pulang dari luar negeri.

Pasien 15 (perempuan, 43 tahun). Ini juga Imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 16 (perempuan, 17 tahun) ini terkait dengan pasien 15. Kontak eratnya dan tertular dari pasien nomor 15.

Pasien 17 (laki-laki, 56 tahun) adalah imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 18 (laki-laki, 55 tahun, ini juga imported case. Baru pulang dari luar negeri.

Pasien 19 (laki-laki, 40 tahun). Ini juga imported case. Baru pulang dari luar negeri.(jpg)

Kisah Para Orang Tua Bayi Tabung Menanti sang Buah Hati

0

Para ayah dan ibu ini benar-benar tegar menanti kelahiran buah hati pertama setelah menikah. Sayang, ada suatu kondisi yang mengharuskan mereka menunggu lebih lama hingga memutuskan ikut program bayi tabung. Minggu (8/3) mereka berkumpul untuk berbagi cerita dan memberikan motivasi.

Memori Nova Dwiyanti melayang ke delapan tahun silam. Dia masih ingat betul air matanya meleleh saat memeluk tubuh mungil Atiqah Nekyafaza Setyo Bekti yang baru saja dilahirkan. Tangis haru itu tidak hanya sebatas ungkapan gembira lantaran buah hati pertamanya lahir. Nova menangis bahagia karena telah menanti sang buah hati selama 14 tahun.

Selama itu pula Nova telah melakukan berbagai upaya agar bisa memberikan buah hati untuk Dwi Kusumo Setyo Bekti yang menikahinya pada 1997.

Penantian selama belasan tahun itu tentu bukan hal mudah. ’’Berat sekali, sangat berat,’’ ungkapnya saat ditemui dalam acara gathering Anak-Anak Bayi Tabung di Hotel Gran Dafam, Minggu (8/3).

Nova mengungkapkan, sejatinya dirinya pernah hamil setelah tiga bulan menikah. Namun, kehamilan pertamanya itu tidak berhasil karena mengalami keguguran. Kondisi tersebut terulang di tahun berikutnya. Setiap hamil pasti keguguran.

Pada 2001, Nova berkisah memang sempat mengalami masalah yang cukup serius. Saat itu dokter memvonisnya hamil di luar kandungan. ’’Jadi, perkembangan janin terjadi di saluran rahim, bukan pada tempatnya,’’ ucapnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani operasi. Saluran rahimnya yang kiri diangkat. Tinggal satu yang kanan. Dokter mengatakan masih ada peluang untuk bisa hamil meski hanya memiliki satu saluran rahim.

Nova terus menjalani program kehamilan. Namun, upayanya belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya dia berusaha mengikuti program bayi tabung pada 2009. ’’Itu yang pertama, tapi gagal,’’ ungkapnya.

Berbagai omongan pun datang. Bukan hanya dari para tetangga. Beberapa saudara maupun teman dekat pun kerap menanyakan tentang anak. Ada yang bernada simpati. Ada pula yang bikin sakit hati. ’’Ada yang mencibir juga, tapi harus kuat,’’ ungkapnya.

Hal itu membuatnya sempat drop. Namun, sang suami terus memberikan motivasi. Nova lantas kembali mencoba program bayi tabung pada 2011. Nah, program yang dijalani untuk kali kedua itu berhasil. Nova dinyatakan hamil. ’’Itu dulu bayinya Atiqah,’’ ucapnya sambil memeluk dan mencium kepala putri pertamanya tersebut.

Sejak saat itu Nova mulai lebih percaya diri. Setelah lima tahun dikaruniai anak pertama, dia ingin mencoba lagi program bayi tabung untuk kali kedua. Pada 2016, perempuan 47 tahun itu kembali mengikuti program bayi tabung. Sayangnya, saat itu janinnya dinyatakan gagal. Tiga bulan kemudian, dia mencoba lagi dan berhasil. Pada 2017, anak keduanya M. Azka Faza Setyo Bekti lahir.

Kondisi Nova juga dialami Kiki Nurmandari. Istri Dio Delyanta tersebut juga mengalami masalah pada rahimnya. Bahkan, kedua saluran rahimnya harus diangkat sehingga tidak ada pilihan lain selain menjalani program bayi tabung.

Dio yang menikah dengan Kiki pada 2017 tidak sabar menanti kedatangan sang buah hati. Namun, pada 2018 hasil pemeriksaan dari rumah sakit yang menyatakan adanya masalah medis pada rahim Kiki membuat pasangan muda itu sempat down. ’’Saat itu sempat bingung, istri langsung stres berat setelah tahu kondisinya,’’ paparnya.

Dio menyatakan sempat berkeliling ke rumah sakit hingga panti asuhan untuk mencari bayi yang bisa diadopsi. Bukan hanya di Surabaya, melainkan sampai ke Malang. Bahkan, hampir setiap pagi pria 26 tahun itu membolak-balik halaman koran untuk mencari berita pembuangan bayi.

Pada September 2018, Dio memutuskan ikut program bayi tabung. Dia mengatakan, upaya tersebut merupakan tindakan nekat karena memang tidak memiliki biaya. Pria yang bekerja di salah satu perusahaan persewaan alat berat itu mengungkapkan sampai menggadaikan sertifikat rumahnya di Probolinggo. ’’Demi bisa memiliki anak, Mas. Nekat pokoke,’’ ucapnya.

Untungnya, program pertama yang dijalani berhasil. Kiki dinyatakan positif hamil. Janin yang sudah diproses di dalam tabung ditanamkan ke rahimnya. Setelah sembilan bulan mengandung, Kiki bisa melihat wajah buah hati pertamanya pada Mei 2019. Evano Alfitra Delyanta lahir di RS Hermina, Malang.

Penantian panjang untuk memiliki buah hati juga dirasakan pasangan Endra Septa Ismunandar-Fitri Indayani. Warga Sawojajar, Malang, itu harus menunggu delapan tahun untuk memiliki buah hati. Endra tidak menjelaskan kendala yang dialami.

Pria 38 tahun itu menyatakan sudah mencoba berbagai upaya agar istrinya bisa hamil. Mulai mencari pengobatan alternatif hingga bolak-balik konsultasi ke dokter kandungan. Namun, tidak ada hasil yang memuaskan. Padahal, saran dari ahli pengobatan alternatif maupun dokter sudah dijalani.

Endra yang bekerja di perusahaan jasa konstruksi itu mengaku sudah dua kali menjalani program bayi tabung. Yang pertama dijalani pada 2012. Fitri memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Namun, hal itu tidak berbanding lurus dengan hasilnya. Program pertamanya tersebut gagal dan membuat Fitri drop sampai sakit-sakitan.

Untungnya, ada seorang teman yang juga menjalani program bayi tabung yang memberikan motivasi. Keluarga, baik dari pihak Endra maupun Fitri, juga memberikan dukungan agar tetap semangat. Nah, pada 2014 Fitri kembali mengikuti program bayi tabung untuk kali kedua.

Karena tidak ingin gagal lagi, perempuan 37 tahun tersebut benar-benar berhati-hati dan menjaga diri. Baik pola makan, istirahat, maupun aktivitas. ’’Saat itu belum tahu berhasil atau tidak, tapi kami sudah membayangkan bahwa di dalam perut (Fitri, Red) sudah ada anaknya,’’ kata Endra.

Sebagai suami, Endra pun memberikan perhatian lebih. Sebagian pekerjaan rumah dikerjakan. Hingga akhirnya waktu pengumuman hasil program bayi tabung tiba. ’’Itu sudah deg-degan seperti menunggu apa gitu,’’ ungkapnya.

Hasil pengumuman benar-benar seperti yang diharapkan. Program bayi tabung pasangan asal Malang itu berhasil. Hebatnya, dari tiga janin yang ditanam, dua di antaranya berhasil. Fitri pun mengandung anak kembar.

Tidak sampai sembilan bulan, buah hatinya lahir prematur di RSIA Puri, Malang. Fitri tidak henti-hentinya menitikkan air mata. Tangis haru dan rasa bahagia yang tertahan selama delapan tahun pecah. ’’Wes gak karu-karuan. Sueneng banget saat itu,’’ paparnya.

Dari program tersebut, lahirnya Keano Adelio Navendra dan Keisha Adelia Navendra. Keduanya berusia 5 tahun. Rasa bahagia juga dirasakan Soetomo dan Susiani, orang tua Fitri. Sebab, dua anak kembar itu merupakan cucu pertama mereka. Soetomo dan Susiani dipanggil mbah kung dan mbah uti.

Dalam acara gathering tersebut, ada tamu istimewa yang hadir di tengah-tengah para orang tua peserta program bayi tabung. Tamu itu adalah Ainur Rokhimah alias Inul Daratista, penyanyi dangdut yang juga mengikuti program bayi tabung. ’’Saya dulu 13 tahun baru dapat (anak, Red),’’ kata Inul saat memberikan motivasi.

Istri Adam Suseno itu menilai anak hasil program bayi tabung adalah anak istimewa. Mereka berbeda dengan anak-anak pada umumnya. ’’Ada proses panjang yang dijalani. Ada perjuangan panjang yang harus dilalui. Tidak seperti anak-anak yang lain, bikin lalu jadi gitu,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia meminta para orang tua bayi tabung tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik kepada sang buah hati. Mereka adalah aset yang harus dijaga. ’’Orang tua harus mengambil peran dalam mewujudkan mimpi mereka,’’ jelasnya.(jpg)

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Sudah Final

0

batampos.co.id – Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Pemerintah kalah dalam proses judicial review atau peninjauan kembali yang diajukan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI).

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai putusan ini bersifat final. Tidak ada lagi jalur hukum yang bisa ditempuh oleh pemerintah.

“Putusan MA kalau judicial review itu adalah putusan yang final tidak ada banding terhadap judicial review berbeda dengan gugatan perkara perdata atau pidana,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/3).

Mahfud menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan sebuah gugatan perdata maupun pidana. Dalam kasus pidana, ketika proses kasasi sudah diputus, pihak yang kalah dalam gugatan bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Kalau judicial review itu sekali diputus final dan mengikat. Oleh sebab itu kita ikuti saja (putusan MA). Pemerintah kan tidak boleh melawan putusan pengadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, MA mengabulkan gugatan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Alhasil, kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dibatalkan.

“Mengabulkan sebagian, menolak sebagian,” kata juru bicara MA, Andi Samsan Nganro saat dihubungi JawaPos.com, Senin (9/3).

Andi menjelaskan, Pasal 34 ayat 1 dan 2 bertentangan dengan Pasal 23 A, Pasal 28H dan Pasal 34 UUD 1945. Selain itu juga bertentangan dengan Pasal 2, Pasal 4, Pasal 17 ayat 3 UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.(jpg)

Pasien Positif Virus Korona di Indonesia Jadi 19 Orang

0

batampos.co.id – Jumlah pasien virus korona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia naik drastis dalam kurun waktu sehari. Hari ini, Senin (9/3), ada 13 pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona. Sehingga, total pasien yang positif virus korona di Indonesia jadi 19 orang.

“Sehingga hari ini kasus yang terkonfirmasi positif 19 orang. Ini yang kami rilis kasus 1 sampai 6 kemarin, hari ini saya sampaikan kasus 7 sampai 19,” kata Juru Bicara COVID-19 Untuk Pemerintah Achmad Yurianto, Senin (19/3).

Yurianto menegaskan masyarakat diminta untuk tenang, karena penyakit ini tidak seperti di Wuhan, Tiongkok. Tidak ada pasien yang menggunakan oksigen dan infus.

“Gejala klinis yang kami dapatkan pada mereka yang tanpa penyuakit kronis mendahului, tidak demam, tidak batuk, artinya secara keseluruhan tampak sebagai pasien ringan, tidak sakit berat,” paparnya.

Namun, ada beberapa pasien yang dipasang infus dan oksigen karena memang ada penyakit kronis yang mendahului. Berdasarkan hasil lab siang tadi, kata dia, pemeriksaan dilakukan beberapa hari lalu yang menggunakan PCR, kemudian dikonfirmasi dengan Genome Squenzing.

“Maka hari ini ada beberapa lagi kasus positif yang kami dapatkan,” katanya.

Sementara itu, pasien 1 (31 tahun) dan pasien 2 (64 tahun) masih dinyatakan positif virus Korona meski sudah dirawat selama 7 hari. Virus tersebut masih belum hilang dari tubuh pasien meski sudah dirawat selama sepekan.(jpg)

BI Sosialisasikan QRIS Kepada Ratusan Mahasiswa Politeknik Batam

0

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepulauan Riau mensosialisasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) di hadapan ratusan mahasiswa Politeknik Batam, Senin (9/3 2020).

Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja, mengatakanm pekan QRIS Nasional diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, mulai Senin (9/3/2020) hingga Sabtu (15/3/2020).

“Ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan QRIS dengan sasaran masyarakat dan merchant komunitas,” katanya.

Kata dia, selama satu minggu, BI perwakilan Kepulauan Riau berkolaborasi dengan perbankan dan penyelenggara jasa sistem pembayaran.

Antara lain Gopay, Ovo, Dana dan Link Aja akan secara silih berganti melaksanakan kegiatan sosialisasi dan on-boarding merchant dengan menyasar pada komunitas milenial.

Seperti di kampus, sekolah, pesantren, pasar tradisional dan modern, tempat ibadah, agen LKD/laku pandai, Pemda, dan tempat lainnya yang unik di masing-masing daerah.

“Acara puncak akan ditutup dengan pesta rakyat yang diisi bazar dengan pembayaran menggunakan QRIS, hiburan, games, musik dan lainnya yang akan diselenggarakan pada tanggal Jumat (14/3/2020) dan Minggu (15/3/2020) di Mall Botania 2,” jelasnya.

Kata dia, pelaksanaan Pekan QRIS Nasional 2020 menyusul peluncuran yang telah dilakukan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia pada 17 Agustus 2020.

“QRIS menjadi standar QR code untuk pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional wajib diimplementasikan per 1 Januari 2020,” paparnya.

Dengan QRIS, pelaku usaha UMKM dapat menggunakan model pembayaran secara non tunai dengan hanya 1 macam QR Code.

Dengan satu QR Code, lanjutnya, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun.

Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja, bersama stakeholder dan perbankan saat mensosialisasikan QRIS kepada ratusan mahasiswa Politeknik Batam. Foto: BI untuk batampos.co.id

Baik dari bank atau non-bank, bahkan akan dapat menerima pembayaran dari turis manca negara.

Menurutnya, salah satu keunggulan QRIS adalah antar aplikasi pemain, baik bank ataupun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah.

“Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan sektor UMKM termasuk koperasi yang tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimanapun dan siapapun dia,” paparnya.

“Sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada,” kata dia lagi.

Saat ini QRIS juga dapat digunakan untuk menerima sumbangan keagamaan dan sosial.

“Menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran mendatangkan banyak manfaat bagi berbagai pihak, seperti pelaku UMKM atau merchant, Pemda, dan tentunya pengguna,” paparnya.

Bagi pelaku UMKM/Merchant, pembayaran menggunakan QRIS mengikuti tren pembayaran non tunai digital.

Artinya tersedia alternatif metode pembayaran bagi customer, sehingga memperluas pangsa pembeli khususnya generasi muda yang tentunya berpotensi meningkatkan omset penjualan.

Selain itu, penggunaan QRIS dapat mengurangi kesulitan merchant dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian, menghilangkan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu, hasil penjualan tercatat otomatis dan uangnya langsung tersimpan di bank serta dapat dimonitor setiap saat melalui aplikasi.

Selain itu kata dia, penerimaan pembayaran non tunai dengan QRIS memudahkan pembelian barang stok secara non-tunai, membayar tagihan, retribusi, tanpa meninggalkan lokasi usaha.

Dengan tercatatnya transaksi penjualan maka akan membangun credit profile bagi penyedia pinjaman seperti bank.

“Dengan demikian, terbuka luas peluang bagi merchant untuk mendapatkan pinjaman modal kerja,” jelasnya.

Sedangkan untuk Pemda, penggunaan QRIS dapat membantu pendataan jumlah pelaku UMKM karena setiap pelaku UMKM memperoleh nomor ID Nasional (NMID).

QRIS juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber data baru untuk mendukung formulasi kebijakan yang lebih tepat, tersedianya alternatif pembayaran restribusi dan pajak yang murah dan efisien.

Kemudian tersedianya model bisnis untuk implementasi SE Mendagri 2019 tentang elektronifikasi pemda, mendorong pertumbuhan ekonomi mulai dari lapisan bawah atau inklusi ekonomi, terbukanya peluang usaha baru bagi bank milik Pemda yaitu BPD untuk mengimplementasikan digital payment dan persiapan daerah untuk memasuki ekonomi keuangan digital sekaligus membantu percepatan smart city.

“Hadirnya QRIS tentunya juga merupakan jawaban kami atas tantangan yang diberikan di era digital,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihak yang tentunya akan merasakan langsung manfaat QRIS adalah konsumen.

Pada jaman yang semuanya dituntut untuk serba cepat, pembayaran non tunai dengan QRIS telah menjadi alternatif pembayaran kekinian yang aman, cepat, nyaman dan efisien bagi konsumen/pengguna.

“Selain itu, konsumen (pengguna) juga dapat melakukan monitoring pengeluaran karena semua data pembayaran tercatat secara real time dan dapat dipantau dengan mudah,” tuturnya.(*/esa)

Semangat Untuk Sembuh, Harapan Dimas Terpenuhi Bertemu Pemain Persija Jakarta

0

Dimas Ardiansah, pemuda 19 tahun asal Batam, Kepulauan Riau, menderita jantung bocor sejak pertengahan tahun lalu.

Harapannya masih besar untuk sembuh dan beraktifitas kembali seperti teman-teman seusianya, menjalani hidup normal dan membantu perekonomian keluarganya.

Bulan April nanti Dimas akan menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dengan di dampingi relawan Aksi Cepat Tanggap (SCT) melalui program Mobile Social Rescue.

Menjelang operasi pada April 2020 mendatang, Dimas diharuskan untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, membuatnya harus pulang pergi Batam-Jakarta.

“Dimas terus kita dampingi, kita ikhtiar dengan harapan bisa kembali sembuh total” ungkap Khairul selaku penanggung Jawab program ACT Kepulauan Riau.

Dimas berkeinginan bertemu dan berfoto dengan klub sepak bola idolanya, Persija Jakarta.

Dimas yang selalu menggunakan jaket klub sepak bola kebangaan ibukota itu mengaku ingin bertemu dan berfoto dengan para pemain Persija Jakarta.

Dimas Ardiansah berfoto bersama tim Persija. Foto; ACT untuk batampos.co.id

Mendengar keinginannya salah seorang relawan Melayu Raya yang juga tergabung dalam tim Mobile Social Rescue–ACT, berkoordinasi dengan Korprov Atlit Kepulauan Riau mencoba untuk berkomunikasi dengan Tim Management Persija Jakarta dan ditanggapi positif oleh tim hingga diundang ke lapangan Latihan Persija di Lapangan
PSAU Halim Jakarta Timur.

Senin (9/3/2020), Dimas yang sedang di Jakarta sembari melakukan pemeriksaan berkesempatan hadir memenuhi undangan di lapangan Latihan PSAU Halim Jakarta Timur didampingi Indra Kurniawan Relawan MSR yang mendampingi Dimas selama masa pengobatan.

Para pemain Persija memberikan semangat untuk Dimas agar semangat untuk sembuh dan doa agar dimudahkan dalam menjalani operasi yang akan dilangsungkan bulan April nanti.

“Senang sekali, bisa bertemu pemain-pemain Persija, mereka juga memberikan  semangat, tadi juga di semangati sama Bambang Pamungkas” cerita Dimas.

Khairul secara terpisah mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak yang membantu harapan Dimas untuk bisa bertemu dengan para pemain Persija Jakarta.

“Terimakasih kepada rekan-rekan relawan yang telah memfasilitasi Dimas agar bisa bertemu dengan pemain-pemain Persija, dalam hal ini relawan Melayu Raya, yang berkoordinasi langsung dengan Korprov Atlit Kepulauan Riau, juga Tim MSR-ACT Kepri yang membantu mengantarkan Dimas selama di Jakarta ini jadi suntikan semangat untuk Dimas agar bisa kembali sembuh” pungkas Khairul.

Dimas dan keluarga terus berdoa dan berikhtiar untuk bisa sembuh dari Jantung Bocor yang ia derita.

Harapan dan doa orang tua menjadi semangat untuk Dimas agar bisa kembali sembuh,
Ikhtiar mendampingi terus dilakukan tim MSR- Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau.(*)

7 WNI yang Tertular Virus Korona di Luar Negeri Dinyatakan Sembuh

0

batampos.co.id – Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri ikut tertular virus Korona jenis baru atau COVID-19. Mereka adalah WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, WNI di Singapura, WNI di Taiwan, dan baru-baru ini WNI di Australia.

Kabar baik disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Setidaknya 6 WNI di Jepang dan 1 WNI di Singapura sudah dinyatakan sembuh.

Data yang dimiliki Kementerian Luar Negeri RI, ada 13 WNI di luar negeri yang dinyatakan positif COVID-19. Sebanyak 9 WNI di Jepang yang merupakan ABK kapal pesiar Diamond Princess, 3 WNI di Singapura, dan 1 WNI di Taiwan.

“Untuk WNI ABK kapal pesiar Diamond Princess yang sakit di Jepang, (dua orang sudah pulang). Satu orang sudah sembuh dan pulang ke tanah air dengan Garuda (ikut dengan rombongan yang dipulangkan) dan 1 lainnya juga pulang secara mandiri,” kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Senin (9/3).

Sementara itu, 4 WNI lainnya di Jepang yang sudah sehat juga akan diatur kepulangannya. Selain itu, juga secara mandiri. Sehingga total sudah ada 6 ABK WNI yang sudah sembuh atau dinyatakan sehat.

Di sisi lain, 1 WNI di Singapura yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) juga sudah dinyatakan sehat. Dan, saat ini masih tetap berada di Singapura.

“Lalu ada 2 lainnya dalam perawatan (di Singapura) dan kondisinya stabil. 1 WNI di Taiwan juga dalam kondisi stabil,” pungkas Teuku Faizasyah.(jpg)

Kabar Gembira! MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Alhasil, kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dibatalkan.

“Mengabulkan sebagian, menolak sebagian,” kata juru bicara MA, Andi Samsan Nganro seperti dilansir JawaPos.com, Senin (9/3).

Andi menjelaskan, Pasal 34 ayat 1 dan 2 bertentangan dengan Pasal 23 A, Pasal 28H dan Pasal 34 UUD 1945. Selain itu juga bertentangan dengan Pasal 2, Pasal 4, Pasal 17 ayat 3 UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Sebab dalam Pasal 34, tertuang kriteria kenaikkan iuran BPJS. Besaran iuran berbeda-beda tergantung pada pelayanan ruang perawatan yang kemudian, kenaikkan iuran BPJS Kesehatan itu berlaku mulai 1 Januari 2020.

“Pasal 34 itu yang dikabulkan. Kemudian yang selebihnya itu ditolak,” urai Andi.

Perkara Nomor 7P/HUM/2020 itu diputus pada Kamis 27 Februari 2020 terkait Hak Uji Materil. Perkara ini diadili oleh Ketua Majelis Hakim Agung Supandi dengan anggota Yosran dan Yodi Martono.(jpg)

Orang Positif Virus Korona Kini Tak Bergejala, Bisa Lolos Thermal Scan

0

batampos.co.id – Penyakit akibat virus Korona jenis baru semakin tidak menunjukkan gejala berat. Karena itu, meski di bandara dan pelabuhan sudah dilengkapi dengan thermal scan atau thermal gun, tetap saja tidak akan terdeteksi jika mereka tidak menunjukkan gejala demam. Apalagi jika mereka sudah minum obat penurun panas, maka tak akan terdeteksi.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan, deteksi dilakukan dengan metode seleksi yang terpasang di bandara. Ada dua hal yakni thermal scan dan thermo gun. Sayangnya dua alat itu tak bisa menangkap orang terinfeksi dalam episode inkubasi.

“Orang dengan masa inkubasi bisa jadi belum panas atau demam. Atau belum timbul gejala,” katanya dalam konferensi pers, Senin (9/3).

Padahal sebagian besar penderita COVID-19 ditandai dengan gejala klinis demam. Namun kini gejala demamnya semakin minimal. Mirip seperti orang sedang influenza.

“80 persen penderita COVID ini umumnya mengalami demam. Dan beberapa kecenderungan yang kami tangkap, banyak yang positif tapi gejalanya minimal. Seperti orang kena influenza biasa,” paparnya.

Dan jika seseorang merasa terkena influenza, kata Yurianto, maka mereka mudah sekali mengakses obat anti-influenza di pasaran. Dan pada umumnya, obat anti-influenza mengandung zat yang menurunkan panas.

“Sehingga panasnya turun. Enggak akan terdeteksi. Beberapa kasus positif tanpa gejala. Karena itu dengan thermal scan enggak akan 100 persen,” tegas Yurianto.

Pemeriksaan Berlapis

Jika pemeriksaan di bandara dan pelabuhan tak bisa mendeteksi pasien tanpa demam atau pasien masih dalam masa inkubasi. Maka semua penumpang atau orang yang datang diberikan kartu Health Alert Card yang langsung tercatat identitasnya secara komputerisasi. Sehingga jika selama 14 hari orang itu merasakan gejala tak enak badan dan demam, batuk, pilek, maka orang tersebut bisa melapor ke fasilitas kesehatan.

“Ada lapis kedua, ada HAC, mereka isi data entry komputer kita. Kartu ini yang akan mereka bawa manakala sejak 14 hari kedatangan mereka mengeluh sakit. Artinya setelah 14 hari mereka berobat ke mana saja, dan harus tunjukkan kartunya,” jelasnya.

Jika berobat di puskesmas, pasti berjenjang akan melaporkannya ke Provinsi. Dan jika berobat di RS, maka akan melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat.

“Bandara atau pelabuhan memang tak mampu lakukan penapisan atau deteksi 100 persen. Maka jika pasien itu sakit, kami langsung tahu datanya. Dan ini bukam sistem baru ya, sudah kami lakukan sejak 2011 saat mendeteksi jamaah umrah untuk mencegah penularan virus MERS-Cov dari Arab Saudia atau flu unta,” paparnya.(jpg)

Satu Perusahaan Travel di Bintan Ajukan PHK Ratusan Karyawan karena Virus Korona

0

batampos.co.id – Perusahaan Star Jet yang bergerak di bidang travel agent khusus turis Tiongkok di kawasan Plaza Lagoi Bintan, Kepulauan Riau, mengajukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 150 karyawan karena terdampak Covid-19 atau virus korona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan Indra Hidayat seperti dilansir dari Antara menyebutkan, rencananya, PHK mulai diberlakukan per 1 Maret. Namun, secara prosedural masih menunggu surat izin dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). ”Sesuai prosedur, perusahaan yang melakukan PHK karyawan, mengajukan izin ke PHI. Kami dalam posisi, tinggal menunggu putusan tersebut,” kata Indra.

Indra mengatakan, disnaker akan mengawal proses PHK tersebut sampai selesai agar tidak menyalahi aturan. Salah satunya menyangkut kewajiban perusahaan terhadap hak-hak karyawan yang terkena PHK. ”Misalnya bayar pesangon, perusahaan harus betul-betul memperhatikan masa kerja karyawan,” terang Indra.

Diakui Indra, sebenarnya disnaker sudah melakukan upaya pendekatan ke perusahaan Star Jet, dengan harapan manajemen tidak mengambil kebijakan PHK, melainkan merumahkan karyawan. Kendati demikian, di tengah kondisi saat ini, pihaknya tidak bisa memaksa perusahaan untuk bertahan. ”Perusahaan tidak memiliki pemasukan buat menutupi operasional per bulan,” ujar Indra.

Menurut Indra, imbas dari larangan wisman Tiongkok ke Indonesia, khususnya ke Bintan karena pengaruh Covid-19, membuat manajemen Star Jet sangat terpukul. ”Perusahaan itu segmennya memang wisman Tiongkok, sehingga mereka yang paling terdampak,” sebut Indra.

Selain mengajukan PHK, perusahaan Star Jet terlebih dulu sudah merumahkan sekitar 283 karyawan pada pertengahan Februari. Kebijakan merumahkan karyawan juga dilakukan perusahaan On Base selaku pengelola travel agent turis Tiongkok di kawasan Agro Resort, Bintan. ”Kalau On Base ada sekitar 240 karyawan yang dirumahkan,” ungkap Indra.

Karyawan dirumahkan dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal itu, menyesuaikan dengan kondisi perusahaan yang tengah terdampak wabah Covid-19. Menurut Indra, sesuai ketentuan perusahaan harus membayar gaji dan tunjangan pokok selama karyawan dirumahkan. Jika perusahaan tidak menyanggupi dibutuhkan kesepakatan kedua belah seperti diatur dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1998.

”Dalam surat edaran tersebut, perusahaan memperbolehkan karyawan mencari pekerjaan lain selama dirumahkan, atau karyawan menerima upah yang telah disepakati di tengah kondisi seperti ini,” ucap Indra.(jpg)