Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10690

Harun Masiku Masih Buron, Kepala BIN: Cepat Lambat KPK Pasti Dapat

0

batampos.co.id – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku belum juga tertangkap. Padahal dia adalah buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengatakan tidak akan ikut campur di KPK membantu mencarikan Harun Masiku. Karena itu Budi Gunawan yakin Harus Masiku bisa tertangkap oleh KPK.

“Cepat atau lambat kami yakin (KPK) pasti dapat,” ujar Budi Gunawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2).

Budi Gunawan mengatakan tidak ingin ikut campur mencari Harun Masiku karena itu berkaitan dengan hukum. Sehingga KPK sendiri punya kekuatan mencari Harun Masiku.

“Kalau itu sudah ranahnya hukum ya. Ranah hukum ada kewenangan KPK sendiri, dan KPK punya kemampuan itu juga,” katanya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ronny Sompie mengatakan Harun Masiku telah berada di Indonesia sejak Selasa (7/1) lalu. Harun yang merupakan buronan lembaga itu melintas masuk ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Batik Air.

“Saya telah memerintahkan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soeta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi, untuk melakukan pendalaman terhadap adanya delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soeta, ketika Harun Masiku melintas masuk,” kata Ronny Sompie.

Ronny menyampaikan, pihaknya akan segera memberikan penjelasan mengapa terjadi keterlambatan informasi terkait pulangnya Harun ke tanah air. Namun, dia memastikan pihaknya juga telah menindaklanjuti pencegahan keluar negeri atas dasar perintah pimpinan KPK.

Dalam kasus PAW ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Harun dan Saeful yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(jpg)

Dewas Dinilai Ganggu Independensi KPK

0

batampos.co.id – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menegaskan, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK dinilai sangat menganggu proses independensi lembaga antirasuah. Terutama dalam proses penyidikan dan gaya kepemimpinan KPK yang baru.

“UU KPK baru sangat mengganggu proses independensi di dalam tugas-tugas, terutama di dalam penyidikan dan gaya kepemimpinan yang baru. Dua faktor itu yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Busyro saat menjadi ahli dalam uji materi UU KPK di Gedung MK, Jakarta, Rabu (12/2).

Busyro meyakini, revisi UU KPK melemahkan kinerja pemberantasan korupsi. Menurutnya, jika KPK sudah dilemahkan, masyarakat tidak punya lagi tumpuan untuk mempercayai kinerja pemberantasan korupsi. Terlebih, KPK dalam hal ini sudah dilemahkan dengan masuk ke dalam rumpun eksekutif.

“Saya yakin, situasi ini akan bisa teratasi dengan putusan MK bisa lebih realistis dan jadi dialog hakim semua bagus. Positif, kalau itu bisa menjadi pertimbangan hukum dan putusan,” harap Busyro.

Kehadiran Dewas, kata Busyro, juga melemahkan kinerja dan independensi KPK. Bahkan dia menilai menambah panjang birokrasi administrais kinerja KPK seperti proses penyadapan, penyitaan hingga penggeledahan. “Dewas itu lembaga baru, menggangu indpenedensi KPK dan penyidik,” tegas Busyro.

Sebelumnya, Koalisi masyarakat sipil yang menamai diri sebagai Tim Advokasi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) mengajukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan tiga diantaranya merupakan pimpinan KPK periode 2015-2019, yakni Agus Rahardjo, Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

Laode M Syarif menilai, materi formil UU KPK hasil revisi masih banyak kesalahan. Atas dasar ini sebagai warga negara dan pimpinan KPK memberanikan diri menggugat UU KPK hasil revisi ke MK.

“Memang di dalam dokumen kami itu menjelaskan beberapa kaitan antara uji formilnya itu dengan beberapa isi yang ada di dalam UU KPK yang baru. Oleh karena itu maka yang kami minta adalah karena proses formilnya tidak sesuai dengan aturan UU dengan pembentukan peraturan perundang-undangan, maka kami bisa jelaskan yang akhirnya banyak ada kesalahan di materil,” ucap Laode di Gedung MK, Jakarta, Rabu (20/11).

Laode menyebut, proses UU KPK hasil revisi tidak sesuai dengan UU yang berlaku. Sehingga hal ini diyakini melanggar hukum. “Tetapi tujuan utama pengujian ini kami mengacu pada untuk menguji formilnya dulu. Karena kami melihat bahwa proses pembentukan UU revisi KPK tidak sesuai dengan syarat-syarat pembentukan UU,” pungkasnya.

Untuk diketahui, mereka yang menggugat UU KPK hasil revisi ke MK selain tiga pimpinan KPK diantaranya Erry Riyana Hardjapamekas, Moch Jasin, Omi Komaria Madjid, Betti S Alisjahbana, Hariadi Kartodihardjo, Mayling Oey, Suarhatini Hadad, Abdul Ficar Hadjar, Abdillah Toha dan Ismid Hadad.(jpg)

Warga Batam, Anda Tetap Mengkonsumsi Bawang Putih dari Tiongkok

0

batampos.co.id – Dalam beberapa hari terakhir, Batam dihantui menipisnya stok komoditas bawang putih.

Namun, persoalan ini diyakini akan selesai dalam waktu dekat karena satu importir telah mengantongi Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Hanya saja, bawang putih tersebut tetap didatangkan dari Tiongkok.

”Kami sudah mendapat RIPH. Kami dapat yang dari Cina (Tiongkok),” kata salah satu importir dari PT Frozen King Mulia, Anton, Rabu (12/2/2020).

Setelah mendapat RIPH ini, pihaknya menunggu izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Total, jumlah impor bawang putih yang diajukan yakni 700 ton untuk keperluan enam bulan ke depan.

”Jumlah yang disetujui belum diketahui. Sekarang kami tunggu Persetujuan Impor (PI) dari Kemendag,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, biasanya persetujuan tidak lama lagi akan keluar. Apalagi kini, bawang putih sangat dibutuhkan.

Anton melanjutkan, stok yang ada dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 hari.

Salah satu importir di Kota Batam telah mengantongi Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan berencana akan memasukkan bawang putih dari Tiongkok seberat 700 ton untuk enam bulan ke depan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Kalau Kemendag keluarkan beberapa hari ini, (stok) akan aman, tidak akan terputus barang itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan, dengan masuknya bawang putih dari Tiongkok tersebut kelak stok komoditas yang masuk kategori sayuran ini akan aman.

Menurut dia, izin impor tingkat kementerian di Badan Pengusahaan (BP) Batam merupakan izin masuk ke wilayah perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Setelah produk impor ini masuk, Mardanis menyebut akan ada kontrol harga dari pemerintah.

”Jadi, tak ada lagi kelangkaan itu. Maka selanjutnya, distributor harus menjual dengan harga sesuai arahan menteri,” jelasnya.

“Kalau tidak sesuai arahan menteri, informasinya tidak akan lagi diberi izin,” kata Mardanis lagi.

Menurut dia, harga dari distributor juga memengaruhi harga di tingkat pengecer.

Bahkan, Mardanis berani mengatakan harga di Batam harusnya lebih murah karena mendapat kemudahan saat memasukkan barang.

”Tadi (kemarin) harganya di tingkat pengecer sudah Rp 40 ribu per kilogram (kg), dengan adanya stok baru, secara bertahap akan normal kembali,” pungkasnya.(iza)

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter

0

batampos.co.id – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jogjakarta kembali mengalami erupsi. Aktivitas vulkanik itu terjadi pada pukul 05.16 WIB. Erupsi itu pun membentuk kolom abu vulkanik setinggi 2.000 meter.

“Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengamati angin berhembus ke arah barat laut, sedangkan erupsi terjadi selama 150 detik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya pada Jawa Barat, Kamis (13/2).

Agus menyampaikan, Gunung Merapi terakhir meletus hebat pada 2010 lalu dan masih berstatus level dua atau waspada sejak 21 Mei 2018. Pada level tersebut, menurutnya, PVMBG merekomendasikan warga atau pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

“Warga juga diharapkan untuk mampu mengantisipasi potensi abu vulkanik, awan panas maupun letusan eksplosif,” ucap Agus.

Berdasarkan catatan PVMBG, lanjut Agus, potensi bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

“Demikian juga, potensi bahaya lahar, khususnya apabila terjadi hujan di sekitar puncak gunung,” pungkasnya.(jpg)

Lucinta Luna Depresi Diperlakukan Tak Menyenangkan, Narkoba Jadi Pelarian

0

batampos.co.id – Lucinta Luna kini harus berurusan dengan masalah hukum terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Dia diamankan oleh petugas kepolisian Polres Metro, Jakarta Barat, dari apartemennya, pada Selasa (11/2) dini hari. Saat diamankan petugas kepolisian, Lucinta Luna menangis.

Hal itu diungkapkan Nanda Persada selaku Ketua Ikatan Manager Artis Indonesia saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (12/2). Cerita itu didapatnya dari Joan, manajer Lucinta Luna.

Bahkan ketika dijenguk sang manager, air mata Lucinta Luna tak terbendung. “Saya belum jenguk, tapi Joan manajernya sudah. Dia cerita ke saya pas jenguk ke sana si Luna nangis-nangis,” ucap Nanda Persada di hadapan awak media.

Menurut penuturannya, Lucinta Luna berkali-kali meminta maaf kepada sang manager karena telah merepotkan dengan adanya insiden penangkapan ini. Diungkapkannya, Lucinta Luna mengkonsumsi narkoba lantaran depresi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang terdekatnya.

Tidak hanya itu, depresinya semakin bertambah dengan banyaknya komentar negatif dari netizen di dunia maya. Bahkan pada malam hari, Lucinta Luna katanya sering menangis karena tidak tahan dengan cibiran negatif dari orang-orang.

“Ternyata dia sebaper itu mendapat perlakuan dari teman-temannya. Itu yang membuat dia depresi,” tutur Nanda Persada.

Nanda juga mengatakan bahwa Lucinta Luna termasuk sosok yang mudah rapuh. Kepribadiannya jauh berbeda dari yang diperlihatkan ke publik di mana dia suka marah-marah dan mengamuk. Namun dalam kesehariannya, Lucinta Luna mudah tersentuh.

Lucinta Luna kabarnya sempat ke dokter dan psikiater untuk diobati gangguan depresinya itu. Obat yang diberikan dokter mampu menenangkan Lucinta Luna.

Meski begitu, efeknya, dia jadi banyak tidur. Dia pun tidak bisa berkerja.

“Dia juga sempat ke psikiater dan dikasih obat. Tapi efek dari obat itu membuat dia tidur terus selama dua hari. Bangun sebentar, tidur lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Lucinta Luna diamankan petugas kepolisian bidang narkoba dari Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (11/2) waktu dini hari di sebuah apartemen di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Dia diamankan bersama tiga orang lainnya.

Dari lokasi penggeledahan, polisi mendapati barang bukti narkoba berupa 3 butir ekstasi, 5 butir pil riklona dan 7 butir tramadol. Barang bukti tersebut ditemukan di tong sampah. Kini status Lucinta Luna sudah dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.(jpg)

Culik Anak di Jakarta, Dibawa ke Batam

0

batampos.co.id – Seksi Intel Satbrimob Polda Kepri menangkap komplotan penculik anak dari Jakarta di Batam, Rabu (12/2/2020) sore. Komplotan ini terdiri dari dua wanita dan satu pria. Korban penculikan adalah Vn, remaja 13 tahun, warga Jakarta. Dia sudah delapan hari di Batam.

Tiga pelaku ini adalah Paulinina Malo alias Leni, dan Marlina Dapa Bili alias Marlin yang tak lain adalah mantan pembantu dari orangtua korban, serta Enos, pria yang menyembunyikan korban di Batam.

Mereka dibekuk di rumah ke­diaman Enos di Sagulung Baru (Saguba) atas laporan masyarakat yang diterima Ka­si Intel Satbrimob Polda Kepri, Iptu Rudi Admiral. Saat digerebek Brimob, tiga pelaku dan korban memang sedang berada di rumah.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kepri, Kombes Mohamad Rendra Salipu, melalui Wadansat AKBP Dwi Yanto Nugroho menjelaskan, saat digerebek dalam rumah yang sama, juga ditemukan lima wanita muda lainnya yang akan diberangkatkan sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Lima wanita ini turut diamankan sebab terindikasi sebagai korban perdagangan orang.

Para Tersangka penculikan saat dibawa polisi.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Ini respons kami atas aduan masyarakat kepada Kasi Intel. Atas perintah Dansat kami lakukan pengecekan dan ternyata benar. Ada terduga pelaku pelarian anak dan juga korban serta lima wanita lain yang diduga akan dikirim sebagai TKI ilegal ada di rumah tersebut,” ujar Wadansat Brimob AKBP Dwi Yanto Nugroho, malam tadi.

Bahkan, hasil pengembangan sementara, dugaan penculikan anak ini semakin kuat sebab Vn (korban) ternyata dilaporkan hilang di Polres Jakarta Utara.

“Ada LP kehilangan, makanya ini akan kami serahkan ke Krimum Polda Kepri (PPA) untuk didalami,” kata Dwi Yanto.

Berdasarkan informasi sementara, pelaku yang membawa kabur Vn dari Jakarta adalah Leni dan Marlin, mantan pembantu di rumah orangtua Vn. Keduanya diduga memiliki hubungan dengan Enos, penjemput dan penyedia penginapan mereka bersama korban di Batam.

Meskipun belum membuka mulut atas motif membawa kabur anak majikannya, aksi dugaan penculikan anak oleh Leni dan Marlin ini agak janggal. Itu karena saat diinterogasi pihak Brimob, keduanya mengaku akan diberangkatkan ke Malaysia sehingga Vn akan ditinggalkan begitu saja di Batam bersama Enos.

Kejanggalan lainnya, saat di Batam Vn kerap dipeluk oleh Enos dan bahkan Vn juga rencananya akan diinapkan di hotel saat Marlin dan Leni berangkat ke Malaysia.

“Agak aneh memang. Selain kasus membawa pergi, ada percobaan perbuatan tak senonoh terhadap korban, serta menampung wanita yang akan dijadikan TKI ilegal. Ini akan didalami penyidik di Polda nanti,” kata Dwi Yanto.

Begitu juga dengan temuan lima wanita muda asal wilayah Indonesia Timur di rumah Enos, juga akan dikembangkan karena terindikasi kuat sebagai sindikat perdagangan orang.

“Yang lebih dalam nanti di Polda. Saat ini kami fokus mengamankan korban dan lima wanita yang akan dijadikan TKI ini,” kata Dwi. (eja)

SMA Yos Sudarso Kalahkan SMAN 1 Batam

0

batampos.co.id – Hari kelima kejuaraan bola basket SMA se-kepri, Batam Pos Honda HSBL 2020 berlangsung sengit, Rabu (12/2). Laga pembuka mempertemukan SMA Yos Sudarso melawan SMAN 1 Batam. Mes-ki sempat sama-sama kuat di kuarter pertama tetapi SMA Yos Sudarso berhasil mengalahkan SMAN 1 Batam.

Sejak kuarter pertama, jual beli serangan terjadi. Kuarter pertama ditutup dengan skor 14-13 untuk tim SMA Yos Sudarso. Memasuki kuarter dua, kedua tim tidak mengurangi tempo permainan. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Pemain dari kedua tim jatuh bangun untuk mencetak angka.

Memasuki kuarter ketiga dominasi tim SMA Yos Sudarso terlihat. Berulang kali tembakan tiga angka tuan rumah berhasil dan semakin menjauh dari kejaran angka tim SMAN 1 Batam.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pemain Basket Putri SMA Maitreyawira menggiring bola melewati pemain SMA 16 Batam dalam lanjutan pertandingan HSBL di lapangan Sekolah Yos Sudarso, Rabu (12/2).

Memasuki kuarter keempat SMAN 1 mencoba keluar dari tekanan. Berulang kali gempuran dan serangan cepat mereka lancarkan. Tetapi pressing cepat dari tuan rumah mengandaskannya. Alhasil, skor akhir pun ditutup 46-29 untuk kemenangan tim putra SMA Yos Sudarso.

Pelatih SMA Yos Sudarso Deon yang ditemui usai pertandingan mengaku belum puas dengan hasil ini. Diakuinya, para pemain masih terburu-buru dan belum bisa mengatur tempo permainan.

”Masih di bawah standar. Pemain masih terburu-buru. Ini yang menjadi PR saya ke depan untuk lebih baik lagi,” kata Deon.

Disinggung mengenai siapa lawan terberat, ia menjawab, SMA Maitreyawira masih menjadi lawan terberat. ”Target kita bisa masuk final. Kita masih terus melakukan pembinaan untuk hasil yang lebih baik lagi,” tutur Deon.

Di pertandingan lainnya tim putra SMAN 8 Batam berhasil mengandaskan permainan SMAN 17 Batam dengan skor mencolok 59-19. Sama dengan satu pertandingan sebelumnya, kedua tim bermain ketat sejak menit awal. Namun, kondisi berubah saat kuarter ketiga, SMA N 17 tak mampu bertahan dari serangan cepat SMAN 8.

Sedangkan di pertandingan putri, SMA Maitreyawira dengan mudah mengandaskan permainan SMAN 16 Batam dengan skor 61-2. Sedangkan pada tim putra lainnya, SMA Harapan Utama tumbang di tangan SMA Maitreyawira dengan skor akhir 26-37. (rng)

Wujudkan KONI Kepri sebagai Organisasi Mandiri

0

batampos.co.id – Bakal calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri Usep RS kian percaya diri dalam musyawarah provinsi (Musprov) nanti. Usep memiliki dukungan lebih dari 20 persen untuk berlaga Musprov KONI kep-ri yang digelar di Best Western Premier Panbil, Sabtu (15/2) nanti.

”Alhamdulillah, surat duku-ngan yang diberikan oleh KONI kabupaten/kota, cabang olahraga (cabor), organisasi, dan pengurus sudah lebih dari batas minimal, yakni 20 persen,” tutur Usep, Rabu (13/2).

Usep juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepadanya untuk maju sebagai Ketua KONI Kepri masa periode 2020-2024.

”Serangkaian program telah disiapkan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi keolahragaan Kepri,” tegasnya.

Usep yakin dengan bekerja secara totalitas bisa mewujudkan KONI kepri sebagai organisasi yang mandiri baik secara internal maupun eksternal.

”Tentunya juga dengan kerja sama seluruh pihak yang berada di bawah naungan KONI Kepri,” jelas Usep.

F. IMI untuk Batam Pos
Ketua IMI Kepri Usep RS (kanan) bersama dragster Kepri Adji Gondo Susilo saat menerima IMI award 2019 sebagai pembalap tercepat di kelas drag bike, akhir tahun lalu.

Mengusung moto ”KONI Kepri Maju Bersama dalam Kebersamaan”, Usep berharap bisa menciptakan harmonisasi dan keselarasan kerja. Hal ini coba diwujudkannya dengan membina kerja sama KONI kabupaten/kota, cabor, dan seluruh organisasi di bawah naungan KONI Kepri.

”Selain itu juga akan mengedepankan transparans­i dalam menjalin mitra antara KONI kepri dengan pengprov cabor, juga dengan KONI kabupaten/kota. Ini semua dimaksudkan untuk membina olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan,” papar Usep.

Pendekatan iptek dan bekerja sama dengan Badan Fungsional BAPOPSI, dan perguruan tinggi (BAPOMI) akan dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi atle­t dan pelatih.

Caranya adalah menyelenggarakan event dan perlombaan terjadwal guna mengasah kemampuan menuju atlet yg berprestasi dan dapat berkiprah di tingkat Sumatra, nasional, dan internasional.

Usep juga akan berupaya mengembangkan olahraga yang menjadi karakteristik Kepri. Salah satu yang akan diupayakan untuk berkembang adalah mengembangkan dan meningkatkan olahraga bahari.

”Kepri terdiri dari kawasan perairan, tentunya olahraga bahari harus menjadi cabor punya prestasi lebih,” tegasnya. Apalagi olahraga bahari punya kemampuan untuk mendulang dan meningkatpan PAD daerah.

”Jika dikembangkan secara serius dan diselenggarakan secara rutin dan berkala hal ini akan menjadi pendapatan tambahan bagi masing-masing daerah,” ucap Usep.

IMI Kepri sudah menjalankan serangkaian event dan prestasi di bawah kepemimpinan Usep.(yan)

PGN Grup Layani Kebutuhan Gas Proyek RDMP Balongan

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran gas bumi ke berbagai segmen. Dalam merealisasikan penyaluran gas yang optimal, PGN berkontribusi untuk penyalurkan pasokan gas ke Refinery Unit (RU) Balongan. Pemanfaatan gas bumi untuk RU Balongan memberikan nilai tambah yang positif untuk meningkatkan utilisasi gas bumi, optimasi biaya operasi kilang maupun pemanfaatan LPG sebagai energi berbasis fosil yang lebih tepat guna.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 06 tahun 2016, RU Balongan merupakan kilang gas prioritas, sehingga pasokan gas dari Pertamina Grup akan diprioritaskan untuk RU Balongan. Dalam proyek ini, Pertamina akan menggandeng PGN sebagai subholding gas untuk penyaluran gasnya. Terlebih saat ini terdapat kebutuhan tambahan gas untuk RU Balongan sebesar 10-15 BBTUD.

“Penyaluran gas bumi ke kilang Pertamina Balongan merupakan salah satu proyek strategis PGN dalam rangka konversi bahan bakar minyak dan LPG menjadi gas bumi,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Rabu, (12/02/20).

Dengan kegiatan usaha tersebut, RU Balongan VI membutuhkan pasokan gas sekitar 40 BBTUD. Saat ini PGN grup melalui PT Pertagas telah melayani kebutuhan pengangkutan gas bumi sebesar 25 BBTUD dan pemenuhan kebutuhan gas bumi sekitar 5 BBTUD. Dengan proyek pengalihan penyaluran gas, hal ini dapat mengefisiensi penggunaan energi.

PGN akan melaksanakan proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG. Terdiri dari 5 lokasi kilang, termasuk program RDMP salah satunya RDMP Balongan dengan total volume penyaluran jangka pendek sebesar 90 BBTUD atau setara dengan 16,4 ribu BOEPD.

Menurut Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, optimalisasi penyaluran pasokan gas ke RU Balongan dapat meningkatkan manfaat bagi Pertamina Group sebesar 57 Juta USD per tahun. “Hal ini juga sejalan dengan rencana strategis PGN salah satunya adalah program Refinery Development Master Plan (RDMP‎) untuk mencapai efisiensi energi kilang Pertamina,” ungkapnya.

Refinery Unit Balongan merupakan kilang minyak Pertamina yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat. Adapun kegiatan usaha utamanya adalah mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk-produk BBM, non BBM, dan Petrokimia. Produk unggulan RU Balongan antara lain gasoline, kerosene, industrial diesel fuel, propylene, LPG, decant oil, dan fuel oil.

“RU Balongan termasuk sebagai kilang yang relatif baru yang sudah menerapkan teknologi terkini, sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. RU VI Balongan juga mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia. Dengan demikian, PGN yakin dengan pasokan gas yang handal, maka RU Balongan dapat beroperasi secara optimal dan efisien,” tutup Rachmat.

PGN berharap optimalisasi penyaluran gas untuk RU Balongan dapat menunjang kelancaran kegiatan operasi, sekaligus semakin mendekatkan PGN dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional melalui distribusi gas bumi yang aman, handal, efisien, dan berwawasan lingkungan. (*)

Di Batam, Masker Langka

0

batampos.co.id – Informasi penyebaran virus corona yang berkembang cepat, membuat sebagian masyarakat Batam antisipatif. Salah satunya aktif menggunakan masker. Tak heran, dalam beberapa hari terakhir ini, terjadi kelangkaan masker di Kota Batam. Kalaupun ada, harganya sangat mahal.

Seperti disampaikan Abdal Faer, karyawan PT Kimia Farma cabang Batam, persediaan masker sedang kosong.

“Masker di gudang Batam kosong. Kini kami hanya menunggu stok dari pusat agar stok masker dikirim secara periodik,” ujarnya.

Namun, mengenai melonjaknya harga masker, ia menampiknya.

“Mengenai harga jual kami sesuai kesepakatan atau kontrak jual beli. Tidak ada kami naikkan harga,” tegasnya.

Senada disampaikan apoteker Sagulung Memorial Klinik.

Ilustrasi masker N95. Foto: Google

“Banyak yang tanya masker, tapi stok habis. Mau beli dari luar Batam sudah mahal, jadi kami tidak berani jual,” tuturnya.

“Tempat lain juga sama. Kalau pun stok ada, pembeliannya pasti dibatasi,” tambah apoteker itu lagi.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Adrial, mengatakan penjualan masker di klinik-klinik atau apotek bukan ranahnya Dinkes. Menurut dia, untuk persediaan masker di puskesmas dan UPT Instalasi Farmasi masih mencukupi.

“Masker yang ada di puskesmas adalah milik pemerintah, tidak diperjualbelikan. Selain itu, stok masker dan obat-obatan kita masih cukup dan memadai, semuanya kita simpan di UPT Instalasi Farmasi Dinkes,” tegasnya.

Untuk itu, sambungnya, masyarakat yang membutuhkan masker bisa langsung ke puskesmas-puskemas terdekat. “Fokus kita kepada pelayanan masyarakat, jadi seperti masker bisa didapatkan di puskesmas terdekat, secara gratis,” terangnya.

Adrial menambahkan, jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pemerintah sudah siap mengatasinya.

“Petugas kita di lapangan paham dan siap. Masyarakat jangan khawatir. Untuk klinik-klinik, Dinkes hanya menindak jika pelayanan diluar ketentuan kesehatan. Mengenai harga bukan bagian kami,” jelasnya. (rng)

Play sound