batampos.co.id – Ribuan pengajuan pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Lubukbaja belum tercetak hingga saat ini.
Pemko Batam melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sudah meminta ke pusat untuk menambah blangko baru.
Permohonan pengajuan e-KTP sendiri sudah mencapai lebih dari 2.000 di Kecamatan Lubukbaja.
Riyadi, warga Lubukbaja, mengatakan, ia sudah menunggu hingga hampir dua bulan untuk pencetakan e-KTP miliknya.
Ia sangat membutuhkan e-KTP itu untuk pengurusan paspor di Imigrasi Batam.
”Kabarnya bisa gunakan suket (surat keterangan), tapi belum ada pegang,” ujarnya.
Tiga pegawai Kecamatan Sagulung merapikan e-KTP yang sudah dicetak beberapa waktu lalu. Ribuan warga Lubukbaja menanti e-KTP mereka yang belum tercetak hingga Oktober 2019. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Sementara itu, Camat Lubukbaja, Novi, mengatakan, pihaknya telah mengajukan blangko ke Disdukcapil Batam, namun hingga kini belum ada dari pusat. Namun, pihaknya tetap melayani warga yang melakukan perekaman data.
”Tapi kami keluarkan surat keterangan agar warga tetap bisa melakukan pengurusan administrasi lainnya,” ujarnya saat di jumpai di DPRD Kota Batam, Senin (28/10/2019).
Ia menambahkan, jika warga memang membutuhkan bisa menggunakan suket yang dikeluarkan kecamatan.
Surat pengganti sifatnya sementara, namun fungsinya sama.
”Jadi, kalau memang urgen, minta saja, pasti kami berikan,” imbuhnya.
Terakhir pengadaan blangko e-KTP dari Disdukcapil pada Mei lalu. Saat ini jumlah penga-juan yang belum diproses mencapai dua ribuan, data bulan Oktober.
”Kalau di bandingkan kecamatan lain, kami termasuk yang sedikit karena jumlah penduduknya juga tidak ramai,” terangnya.(zis)
batampos.co.id – Galangan kapal PT Batamec Shipyard resmi diakuisisi Maya Miranda Ambarsari.
Dengan begitu, PT Batamec Shipyard yang semula berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), kini resmi menjadi galangan kapal berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Batamec Shipyard berdiri pada 1985, merupakan salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan kapal baru, perbaikan dan konversi kapal.
“Setelah lebih dari 35 tahun menjadi PMA, akhirnya PT Batamec Shipyard resmi menjadi perusahaan milik anak bangsa. Perusahaan lokal dengan skala internasional,” ujar Maya Miranda Ambarsari, Pemilik dan Presiden Direktur PT Batamec Shipyard.
PT Batamec memiliki berbagai fasilitas lengkap untuk pembuatan dan perbaikan kapal. Yakni berdiri di atas lahan sekitar 70 hektare dengan fasilitas seperti graving dock yang sudah dilengkapi 2 grantry crane berkapasitas 160 ton dan tinggi 32 meter.
Perusahaan yang berlokasi di Batam ini telah menerima penghargaan ISO 9001:2008 tentang sistem manajemen berkualitas, serta sistem keamanan dan kesehatan dari BS OHSAS 18001:2007, serta sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2004.
Pengusaha kelahiran 1973 itu mengatakan, keinginannya mengakuisisi bisnis tersebut karena dia optimistis dengan prospek usaha di bidang perkapalan.
Ilustrasi pekerja galangan kapal. Galangan kapal PT Batamec Shipyard resmi diakuisisi Maya Miranda Ambarsari. Dengan begitu, PT Batamec Shipyard yang semula berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), kini resmi menjadi galangan kapal berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Apalagi, Indonesia sebagai negara maritim tentu saja membutuhkan kapal-kapal terbaik yang diproduksi oleh anak bangsa.
“Saya melihat Batamec bisa menjadi market leader untuk perusahaan galangan kapal di Indonesia,” ujarnya.
“Dengan pengalaman yang sudah lebih dari 35 tahun sejak berdiri pada 1984, Batamec sudah memiliki sistem kerja, produksi, dan men power yang sangat professional sehingga mampu memproduksi kapal-kapal terbaik,” ujar Maya.
Lebih lanjut, istri dari Andreas Reza itu mengatakan, bahwa keputusannya untuk mengambil alih kepemilkan saham Batamec bukan hanya sekadar mencari keuntungan semata, tetapi sebagai kesempatan untuk bersama-sama membangun Indonesia.
Selain itu, keberanian wanita kelahiran 9 Juli 1973 ini untuk masuk ke dalam bisnis yang sempat berhenti sekitar 1,5 tahun ini, karena dia melihat bahwa perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan ini akan membawa kemaslahatan.
“Dengan saya men takeover perusahaan ini dan menjadikannya sebagai perusahaan nasional, diharapkan bisa membawa kedigdayaan Indonesia pada bidang perkapalan di mata dunia,” jelasnya.
“Selain tentunya dapat menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan yang akan membangun perekonomian,” tuturnya lagi.
Batamec sendiri saat ini mampu memproduksi berbagai jenis kapal mulai dari Kapal Tanker, Kapal Kargo, Kapal Bantu Cair Minyak, Kapal Tandu, dan lainnya tergantung dari permintaan.
Permintaannya pun tidak hanya berasal dari dalam negeri, Batamec bahkan pernah memproduksi kapal yang dipesan langsung dari luar negeri seperti Norwegia.
Sebelumnya, sekitar bulan Agustus 2019, Maya juga baru saja mengakuisisi kepemilikan saham PT Tawu Inti Bati (pabrik pengolahan minyak) yang juga awalnya miliki perusahaan asing atau PMA.
Artinya, dalam tiga bulan, peraih “Best Achiever in Women Entrepreneurs” ini telah mengakuisisi dua PMA menjadi PMDN.
Selain itu, Maya juga merupakan salah satu pemilik perusahaan E commerce – JD.ID shopping online, shareholder di Pertambangan Emas PT Merdeka Copper and Gold Tbk, pemilik guest houses di area-area elit (Elliottii), klinik kecantikan, serta memiliki yayasan untuk kegiatan sosial, yaitu “Rumah Belajar Miranda”.
Maya memiliki latar belakang di bidang hukum dan merupakan lulusan dari Master of International Business, Swinburne University of Technology, Melbourne–Australia. (esy/jpnn)
batampos.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim, yang sebelumnya mengambil berkas bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam ke tim 9 penjaringan DPD Partai Golkar Batam, resmi mendaftar yang ditandai dengan pengembalian formulir tim 9, Senin (28/10/2019).
Ruslan mengembalikan formulir melalui perwakilannya, Sudirman, yang diterima langsung sekretaris tim 9 penjaringan DPD Partai Golkar Batam, Amrullah Rasal.
”Tim penjaringan DPD Golkar Batam tak melihat apakah itu sebagai seorang kader Golkar sendiri maupun eksternal,” kata Rasal.
Tim bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim, mengembalikan berkas pendaftaran ke Tim penjaringan Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Kota Batam, Senin (28/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Semua kata dia, diperlakukan sama dalam hal proses dan tahapan administrasi oleh tim penjaringan.
“Segala sesuatu nanti kami serahkan dari hasil tim survei yang dilakukan DPP. Siapapun nantinya yang direkomendasikan DPP, nanti kami siap mengawal,” paparnya.
Saat ini, lanjutnya, dari tujuh orang yang sudah mendaftar dan mengambil formulir bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam ke DPD Golkar Batam.
Dari tujuh orang, baru satu yang sudah mengembalikan berkas persyaratan beserta formulir ke DPD Golkar Batam, yakni Ruslan Ali Wasyim.
”Kapan hasil pastinya keluar nama dari DPP Golkar, sekitar bulan Desember sampai Januari awal tahun nanti,” terang Rasal.(gas)
batampos.co.id – Tiga Valve Chamber (kotak katup air) milik PT Adhya Tirta Batam (ATB) menganggu lalu lintas di ruas Jalan Laksamana Bintan.
Tepatnya di perempatan lampu merah Simpang Frengki, Batam Kota. Seorang pemotor, Setyawan, mengeluhkan sarana berbentuk kotak beton segi empat itu, sebab sangat membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.
Apalagi kotak beton tersebut cukup tinggi sehingga rawan kecelakaan.
”Sudah ada yang pernah jatuh di sini. Memang perlu dipindahkan. Jika tidak, cepat atau lambat bisa makan korban,” tegasnya, Senin (28/10/2019).
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur, menyebutkan sarana ini sebelumnya berada di median jalan.
Namun, seiring pengembangan jalan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, keadaan berubah.
Tiga valve chamber atau kotak katup air milik PT ATB berada kini berada di ruas Jalan Laksamana Bintan atau Simpang Frengki, sejalan dengan pelebaran jalan. Foto diambil Senin (28/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Sebagian median sekarang jadi jalan utama, makanya itu (valve chamber, red) di atas badan jalan sekarang,” ungkapnya.
Pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan ATB, namun belum ditindak-lanjuti.
”Alasan mereka (PT ATB) belum ada anggaran,” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, ia sudah beberapa kali ditelepon dan ditanyakan langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi perihal tersebut.
”Saya bilang, sudah beberapa kali dikomunikasikan, namun belum ada action,” terangnya.
Sementara itu, Supervisor CSR & Branding PT ATB, Wijanarko Iksa, yang dikonfirmasi koran ini belum memberikan jawaban.
Ia mengaku perlu berkomunikasi terlebih dahulu dengan bagian terkait.
”Nanti akan kami kabari setelah ada konfirmasi dari pejabatnya. Sekarang (kemarin) lagi rapat manajemen,” ucapnya.(iza)
Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/ Bukit Barisan, Mayor Jenderal (Mayjen) M Sabrar Fadhilah menyalami anak-anak siswa TK Binaan Yonif Raider 136/Tuah Sakti, saat berkunjung ke Yonif, Rabu (19/9/2019).
Pangdam mendekati mereka satu per satu. dengan senyum mengembang siswa TK itu pun menyambut tangan Pangdam
Anak belajar berani untuk bersalaman dengan orang nomor 1 di Pangdam Bukit Barisan itu.
Pertanyaan yang suka dilemparkan kepada anak-anak kecil.
Dokter dan tentara menjadi jawaban yang kerap muncul.
Jawaban itu muncul sebab anak memiliki rakaman pengalaman bersama dua profesi itu.
Selebrasi bersama tentara menjadi perlu untuk mendekatkan profesi yang akan dituju.
Pameran alutista dalam rangka HUT ke 74 TNI di Dataraan / alun-alun Engku Putri Batam Center, Batam, Sabtu (5/10/2019) menjadi ajang selebrasi yang pas.
Anak-anak tampak ceria berfoto dengan TNI sambil memegang senjata.
Hari itu, anak-anak nampak ceria, senang dan gembira.
batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim, mengambil formulir pendaftaran di sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kepri, Batam Center, Senin (28/10/2019).
Direktur Utama (Dirut) Batam Pos itu mengambil dua formulir sekaligus. Yakni formulir penjaringan bakal calon wakil Wali Kota Batam dan Bupati Natuna.
Di DPW NasDem Kepri, Candra ditemani sejumlah awak media, pimpinan media cetak maupun siber di Batam.
Candra beserta rombongan disambut ketua tim penjaringan DPW Partai NasDem Wan El Ken bersama tim penjaringan yang terdiri dari Muhammad Nur, Dewi, dan Taufik Muntasir.
”Selamat datang di DPW Partai NasDem Kepri. Saya Wan El Kenz diberi mandat oleh partai untuk membuka pendaftaran calon gubernur, wakil gubernur, calon wali kota wakil wali kota maupun bupati dan wakil bupati se-Provinsi Kepri,” katanya.
Diakuinya, ada beberapa hal yang akan disampaikan kepada semua calon pendaftar. Pertama, politik NasDem adalah politik tanpa mahar.
Di 2015, 2017, 2018, dan di pemilihan legislatif 2019 lalu, NasDem relatif menjadi partai pemenang.
Bahkan 2019, NasDem sukses menempatkan posisi empat besar di parlemen DPR RI.
”Sampai hari ini kami konsisten pertahankan yaitu politik tanpa mahar. Dan ini maksud dari perjuangan kami, sehingga dengan gagasan besar ini semua anak-anak bangsa yang terbaik bisa tertampung di sini (NasDem),” ungkap wan.
Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, mengambil folmulir pendaftaran calon Wakil Wali Kota Batam dan Bupati Natuna ke Partai NasDem di kantor DPW Partai NasDem, Batam Center, Senin (28/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Selain itu, ia selaku tim penjaringan yang dikenal dengan tim 7 akan melakukan hal yang sama. Baik itu untuk kader internal NasDem maupun eksternal.
”Tim penjaringan adalah tim yang betul-betul independen,” tuturnya.
Anggota penjaringan DPW NasDem, Muhammad Nur, menambahkan, kantor DPW NasDem Kepri merupakan tempat rumah besar orang-orang yang berpikir restorasi di Indonesia.
Mereka yang berpikir untuk melakukan gerakan perubahan untuk Indonesia ke arah lebih baik.
”Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran kakak Candra Ibrahim di DPW Partai NasDem Kepri,” jelasnya.
“Agendanya hari ini pengambilan formulir pendaftaran untuk Wakil Wali Kota Batam dan Bupati Natuna,” katanya lagi.
Teknis pengembalian pendaftarkan ditetapkan paling lambat 6 November pukul 17.00 WIB.
Pengembalian formulir tidak boleh diwakilkan dan diharapkan bisa menonjolkan kearifan lokal. Pengambilan formulir sampai dengan pengumuman tidak ada biaya sepersen pun.
”Kalau ada oknum yang meminta atas nama tim penjaringan cepat beritahu kami. Karena NasDem politik tanpa mahar,” tegas Nur.
Sementara itu, Candra Ibrahim, membenarkan kedata-ngannya untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Batam dan bakal calon Bupati Natuna di Sekretariat DPW NasDem Kepri.
”Kami mendaftar ke NasDem karena tempat ini adalah partai politik tanpa mahar. Sebagai orang non partai, tentu kami menggunakan saluran yang ada untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah,” kata Candra.
Ia mengaku sudah 15 tahun berdomisili di Kota Batam dan sudah mengenal dengan baik kelebihan dan kekurangan Batam.
Melalui NasDem, pria kelahiran Natuna ini berharap dapat berkontribusi dalam memajukan Batam ke depannya.
”Kami juga mengukur kemampuan sebagai tamu. Dan kami juga sudah tahu bahwa NasDem memiliki kader terbaiknya yaitu Pak Rudi dan Pak Amsakar,” katanya.
“Kami mencoba menawarkan diri untuk bersinergi dengan keduanya membangun Batam,” ujarnya lagi.
Candra juga mengatakan, memiliki kesamaan visi dan misi dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani dengan berkonsentrasi dalam meningkatkan ekonomi dan menggali potensi kaum milenial.
”Hampir 30 persen penduduk Batam adalah kaum milenial. Kami sama-sama mengajak membangun Batam dan meningkatkan partisipasi dari kaum milenial,” katanya.(gas/rng)
batampos.co.id – Jelang Pilgub Kepri dan Pilwako Batam 2020, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, memastikan akan ikut meramaikan ajang kontestasi politik lima tahunan itu. Keduanya mengambil formulir ke Partai NasDem dengan masing-masing dua formulir.
Keduanya kini menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam.
Rudi mengambil formulir untuk pendaftaran bakal calon gubernur Kepri dan bakal calon wali kota Batam.
Pun Amsakar mengambil dua formulir untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota Batam dan formulir bakal calon wakil wali kota Batam.
Ditemui di gedung DPRD Kota Batam, Amsakar mengaku akan menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan formulir tersebut. Ia juga belum bisa memastikan, formulir mana yang akan ia kembalikan ke DPW NasDem Kepri.
“Yang jelas tanggal 6 November sudah tutup,” kata Amsakar, Senin (28/10/2019).
Amsakar menjelaskan, jika nanti Rudi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota Batam, maka ia akan mengembalikan formulir bakal calon wakil wali kota Batam.
M Rudi, Walikota Batam. foto: batampos.co.id / cecep mulyana
“Jadi, kami tetap berpasangan jika Pak Rudi tetap maju di Batam,” kata Amsakar.
Sebaliknya, jika Rudi mendaftar sebagai bakal calon gubernur Kepri, maka Amsakar akan mengembalikan formulir bakal calon wali kota Batam. Artinya, Amsakar akan maju sebagai calon wali kota Batam.
“Semua tergantung keputusan akhir partai pengusung,” katanya.
Sementara Ketua Tim 7 Penjaringan Pilkada Partai NasDem Kepri, Muhammad Kamaludin, membenarkan bahwa Muhammad Rudi mengambil formulir sebagai calon gubernur sekaligus cawako Batam. Sedangkan Amsakar Achmad mengambil formulir cawawako Batam sekaligus cawako Batam.
“Bagi kami, tim penjaringan yang penting beliau ambil, jangan sampai beliau tidak ambil dan harus dikembalikan, jangan ambil saja. Formulir apa yang kembali, nanti tergantung beliau-beliau,” kata Kamaludin.
Akan tetapi, ia mengatakan, keputusan pencalonan tetap di pleno DPP NasDem yang akan dilaksanakan seiring Kongres Partai NasDem pada 9-11 November mendatang. Ia menambahkan, putusan calon kepala daerah internal NasDem juga mempertimbangkan hasil survei masing-masing calon.
“DPW NasDem Kepri akan laporkan hasil penjaringan ini, baru kemudian diputuskan setelah kongres itu,” ujarnya.
Ia menjabarkan, untuk cagub Kepri sudah ada empat formulir yang diambil. Selain Rudi, nama lainnya adalah Huzrin Hood dan Ahmad Makruf Maulana.
Sementara, untuk cawako dan cawawako Batam, ada sembilan formulir yang telah diambil. Cabup Lingga dua formulir dan cabup Bintan dua formulir. Sedangkan untuk Pilbup Karimun belum ada yang ambil formulir.
“Kami tutup tanggal 6 November. Termasuk Pak Amsakar sebagai ketua DPD NasDem Batam dan Pak Rudi sebagai Sekretraris DPW NasDem Kepri. Beliau harus kembalikan formulir sebelum tanggal itu berakhir,” katanya.
Nama Sekda Batam, Jefridin, juga disebut-sebut akan maju di perhelatan Pilwako Batam 2020. Soal ini, Kamaluddin mengaku yang bersangkutan belum mengambil formulir.
“Melalui NasDem, belum ada,” tambah dia.
Muhammad Rudi belum lama ini mengatakan, dirinya menunggu perintah partai terkait pilkada tahun depan. Menurut Rudi, aturan pengajuan calon kini sudah berubah. Dulu, pengajuan calon kepala daerah bisa dilakukan berdasarkan tingkatan, melalui DPD dan seterusnya.
“Maka sekarang, harus arahan pusat (DPP) NasDem. Kalau pusat ajukan A, berarti B yang diajukan DPW tak dipakai. Kalau DPP tak arahkan saya jadi gubernur, ya sudahlah. Lalu untuk kota juga tidak, ya istirahatlah. Ngapain sibuk-sibuk,” kata Rudi, belum lama ini.
“Makanya, kalau saya ditanya ikut Pilgub, saya sekarang belum bisa jawab. Begitupun Amsakar jika ditanya ikut Pilwako. Pusat yang menentukan semua,” tambah dia.
Seperti yang diungkapkan Wakil Sekretaris DPW NasDem Kepri, Muhammad Kamaluddin, bakal calon wajib menyertakan hasil survei diri.
Rudi pun meminta yang mendukungnya ikut mendongkrak popularitas dirinya. “Misal ditanya, siapa yang jadi gubernur ke depan, jangan lupa HMR (Haji Muhammad Rudi) gitu aja. Kalau misal saya ke provinsi survei 50 persen dan beliau (Amsakar) di Kota Batam 50 persen, lalu kemudian ditambah wakil nanti, selesailah pertandingan,” papar dia. (iza)