Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 10862

Kata BP Batam dan Kementerian PUPR Terkait Ruas Jalan Gajah Mada yang Rawan Roboh

0

batampos.co.id – Direktur Sarana dan Prasarana BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, penyebab longsornya ruas Jalan Gajah Mada di sekitaran Sungai Ladi dikarenakan perbedaan ketinggian air.

Hal itu kata dia, mempengaruhi kestabilan kontur tanah di sekitar bahu jalan yang me-ngalami kerusakan.

”Ada perbedaan tinggi rendah air di Waduk Seiladi. Sehingga, tanahnya mengembang dan menyusut. Saat menyusut biasanya diikuti proses penurunan level tanah,” terang Andiantono, Rabu (31/7/2019) lalu.

Kata dia, proses penurunan level tanah semakin parah saat musim kemarau. Apalagi tidak ada pengaman yang memperkuat kestabilan bahu jalan yang rusak tersebut.

”Karena memang tidak ada penguatan di daerah bahu jalan, sehingga tanahnya akan terus tertarik ke arah waduk karena kondisinya yang tidak stabil, sebentar terendam dan sebentar kering,” jelasnya.

Kondisi Jalan Gajah Mada setelah Jembatan Seiladi yang makin memprihatinkan, Selasa (30/7/2019) lalu. BP Batam dan Kementerian PUPR memperkirakan perbaikan akan selesai pada 2020 mendatang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk memperkuat tanah di sekitar bahu jalan, maka BP Batam dan Kementerian PUPR akan menimbunnya dan kemudian memasang sheet pile.

Baca Juga: Rawan Roboh, Begini Kondisi Ruas Jalan Gajah Mada Dekat Seiladi

Sheet pile yakni dinding vertikal relatif tipis yang berfungsi untuk membendung tanah dan masuknya air kedalam lubang galian.

Sheet pile juga merupakan dinding penahan tanah yang diperlukan untuk memperkuat bahu jalan.

Andi mengungkapkan, Kementerian PUPR telah melakukan kegiatan sondir untuk mengetes kekerasan tanah. Untuk jalannya masih aman, tapi bahu jalan akan turun terus.

”Kementerian PUPR yang akan memperbaiki dengan sheet pile. Kegiatan sondir sudah selesai dan mereka (Kementerian PUPR,red) lagi persetujuan anggaran,” jelasnya.

“Targetnya tahun ini dikerjakan. Paling telat itu tahun 2020, makanya saat ini sudah beri tanda untuk pengaman jalan,” paparnya lagi.

Sedangkan Kepala Satker PJN 1 Kepri dari Kementerian PUPR, Endry Z Jamal menga-takan, anggaran perbaikan ruas jalan tersebut mencapai Rp 14 miliar.

Alokasi dana memang sudah dihitung dari prakiraan awal. Dan dananya nanti diambil dari sisa lelang.

”Saat ini kami tengah lagi menunggu persetujuan dari Kementerian PUPR,” katanya.(leo)

Rawan Roboh, Begini Kondisi Ruas Jalan Gajah Mada Dekat Seiladi

0

batampos.co.id – Ruas Jalan Gajah Mada persisnya setelah jembatan Seiladi menuju Tiban, Sekupang, semakin mengkhawatirkan.

Bibir jalan terlihat sudah mulai ambles dan dikhawatirkan membahayakan pengendara yang melintas dari arah Batam Center menuju Sekupang.

Kondisi jalan lebih parah bila dibandingkan sebelumnya, dan belum ada perbaikan oleh BP Batam.

Tidak hanya itu, tiang penahan lampu jalan juga ditakutkan roboh jika tidak segera diperbaiki.

Pengendara motor yang kerap melintas di jalan tersebut, Widya, mengatakan, kondisi jalan memang cukup mengkhawatirkan.

Kondisi Jalan Gajah Mada setelah Jembatan Seiladi yang makin mempriha-tinkan, Selasa (30/7/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pasalnya, bagian bibir kiri jalan sudah semakin ambles dan tidak kunjung diperbaiki.

”Jalan hanya dikasih pembatas beton, tapi melihat kondisi jalan dan kepadatan arus lalu lintas, harusnya jalan segera diperbaiki,” ujar Widya, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Cegah Penurunan Bahu Jalan Seiladi, Bahu Jalan Dipasangi Pembendung Tanah

Menurutnya, kerusakan jalan harus segera ditangani agar pengendara merasa aman saat melintas.

Keberadaan pembatas beton menurutnya tidak memberikan jaminan keamanan selama berkendara.

”Harusnya segera dituntaska, jangan hanya dikasih batas beton. Tetap saja kondisi jalan sekarang ini tidak aman,” ungkapnya.

Sebelumnya, sudah ada beberapa pekerja yang mengerjakan jalan tersebut.

Namun, tidak lama berlangsung pengerjaan dihentikan dan diganti dengan meletakkan beton sebagai pembatas jalan.

Tujuannya agar pengendara tidak mendekati bibir jalan yang ambles. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Yumasnur, mengatakan masih akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

”Lagi dimonitor,” kata Yumasnur.(yui)

Anggota DPRD Batam Gadaikan SK Untuk Lunasi Utang

0

batampos.co.id – Beberapa anggota DPRD Kota Batam sudah mulai mengagunkan SK pengangkatan ke bank Riau Kepri.

Tidak tanggung-tanggung, ada yang mengajukan pinjaman hingga Rp 1 miliar. Uang ini digunakan untuk menutup utang selama proses pencalegan beberapa waktu lalu.

Seorang anggota DPRD Batam yang sudah menjabat dua periode yang tidak mau namanya dikorankan mengatakan, pengajuan pinjaman Rp 1 miliar tersebut sudah hampir pasti disetujui.

Selain SK pengangkatan, ada sertifikat lain yang ia agunkan.

“Jadi yang Rp 1 miliar itu bukan hanya SK saja. Ada juga sertifikat yang saya agunkan,” katanya di gedung DPRD Kota Batam, Senin (2/9/2019).

“Tadi saya baru dari bank, mudah-mudahan cepat selesai prosesnya,” kata dia lagi.

Informasi yang didapat di lapangan ada beberapa nama anggota DPRD yang sudah mengajukan pinjaman ke bank Riau Kepri.

Di mana, pinjaman yang diajukan berbeda-beda. Rata-rata sekitar Rp 500 juta.

“Saya tanya ke pihak bank, mereka tidak mau menyebut nama-namanya,” jelasnya.

“Tetapi katanya sampai hari ini (kemarin) sudah ada lima nama,” katanya lagi.

Suasana pelantikan anggota DPRD Batam 2019 – 2024. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurutnya, ‘menyekolahkan’ SK ini harus ia lakukan karena utang yang ia miliki saat kampanye dulu.

Dipastikan gaji yang ia terima hanya belasan juta. Jauh dari penerimaan DPRD setiap bulannya yakni di atas Rp 40 juta.

“Konsekuensinya memang pendapatan kita per bulannya sangat jauh menurun. Ya itulah konsekuensi yang harus saya terima,” katanya.

Seorang anggota dewan lain yang dijumpai Batam Pos kemarin juga mengaku sudah berencana untuk mengajukan pinjaman ke bank.

Ini dilakukan untuk modal buka usaha dan sebagian untuk menutup utang.

“Saya sudah bicara dengan istri, ya dalam waktu dekat mungkin akan saya agunkan SK saya,” ujarnya.

“Saya mau pinjam Rp 500 juta. Mudah-mudahan langsung disetujui bank,” katanya.

Dengan uang yang didapat tersebut, ia akan melunasi utangnya selama kampanye.

“Saya habis-habisan memang waktu kampanye kemarin dan harus disyukuri karena terpilih meski memang masih ada utang sedikit,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, mengatakan, mengagunkan SK DPRD sudah menjadi hal yang umum di kalangan anggota DPRD.

Bahkan, pada periode 2014-2019, ada juga anggota DPRD yang hanya menerima gaji Rp 5 juta.

“Banyak nanti ini yang minjam ke bank, periode lalu juga seperti itu,” paparnya.

“Bahkan ada anggota dewan yang hanya menerima Rp 5 juta setiap bulannya,” katanya lagi.

Menurut Udin, sebagian besar anggota dewan yang mengajukan pinjaman ini untuk membayar utang selama kampanye.

“Puji Tuhan lah selama tiga periode di sini saya tidak pernah menyekolahkan SK saya,” tuturnya.

“Karena memang saat kampanye saya tidak terlalu banyak keluar,” kata dia.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, anggota dewan yang mengagunkan SK-nya akan ketahuan di dua bulan mendatang.

Dimana saat bulan pertama belum ada potongan dari bank.

“Nanti kalau sudah bulan kedua maka akan kelihatan dari slip gajinya,” ucapnya.

“Ada yang hanya mendapat Rp 5 juta, ada yang hanya 10 juta dan ada yang hanya Rp 15 juta,” bebernya.(ian)

Ibu Kota Baru

0

Selamat untuk Kaltim, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU) yang telah memenangi kontes pemilihan ibu kota negara.

Indonesia pun heboh. Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa Kaltim terpilih menjadi ibu kota negara yang baru. Pengganti Jakarta.

Meskipun menjadi hak prerogatif pria beralias Jokowi selaku kepala negara, pro dan kontra tetap saja menyelimuti. Ada yang setuju, namun ada juga yang tidak. Itulah demokrasi. Menarik sekali.

Memindahkan pusat pemerintahan bagi sebuah negara sah-sah saja. Boleh-boleh saja. Posisi ibu kota baru di Kaltim memang sangat strategis. Berada di tengah-tengah Indonesia. Ini menjadi nilai plus.

Akan sangat menarik membayangkan wajah negara ini. Pusat ekonomi di Jakarta, sedangkan pusat pemerintahan berada di Banua Etam. Mirip kayak Batam dengan Tanjungpinang atau Balikpapan dengan Samarinda.

Infrastruktur di Kaltim juga menunjang. Ditopang dua kota besar, Balikpapan dan Samarinda yang berada di satu daratan. Yang dua-duanya punya bandara berkelas internasional. Lokasinya juga diapit kota strategis lainnya, Makassar dan Banjarmasin.

Infrastruktur lain juga tersedia. Pelabuhan besar hingga jalan tol juga ada. Tinggal dipoles atau tambah sedikit saja. Saya yakin mampu menjawab ekspektasi masyarakat Indonesia akan lahirnya ibu kota baru yang keren.

Infrastruktur lain yang harus dibenahi adalah jalan. Tidak mungkin akses jalan dari dan menuju ibu kota sempit. Kalau bisa, poros Balikpapan-Samarinda dilebarkan. Kayak jalan-jalan di Batam.

Dengan demikian, tidak terkena macet. Apalagi kalau sudah tiba di simpang tiga Kariangau. Selain itu, tidak ada salahnya jika wacana jembatan Balikpapan-PPU digaungkan lagi. Pasti jadi nilai lebih.

Bagaimana dengan eks galian tambang. Bisa saja dijadikan waduk atau tempat penampungan air. Atau bisa juga dijadikan kawasan wisata. Jadi kalau pegawai pusat jenuh, tinggal main-main ke lubang tambang. Kwakakakakak.

Namun, persoalan yang dihadapi adalah anggaran. Duit ratusan triliun rupiah harus disiapkan untuk membangun ibu kota baru. Dari mana sumbernya juga saya kurang tahu. Hanya pemerintah yang tahu.

Apakah harus sebesar itu anggarannya? Menurut saya wajar. Karena setahu saya, lokasi ibu kota baru masih berupa lahan kosong. Masih hutan yang konon dulunya berstatus Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Yang namanya ibu kota itu, ikon. Sudah barang tentu desainnya elegan. Tidak boleh sembarangan. Karena ibu kota adalah wajah negara. Tidak mungkin nantinya dibangun asal. Macam gubuk di sawah. Atau permukiman kumuh. Tidak boleh sembarangan.

Ya memang untuk membangunnya butuh dana besar. Ditata dan dikonsep dari awal. Jangan asal. Agar ibu kota negara bisa menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Saya sempat melihat desain ibu kota yang tetap mempertahankan “kehijauannya”. Agar menjadi ibu kota yang sejuk. Benar-benar membuat saya terkesima. Bahkan, saya sudah membayangkan saat pulang kampung ke Kaltim, bakal menginjakkan kaki di ibu kota baru itu.

Semoga saja ibu kota baru segera terealisasi. Meskipun berganti presiden, tentu saya berharap pemindahan tidak dibatalkan. Agar yang sudah dirancang bisa menjadi kenyataan.

Selamat datang ibu kota baru. ***

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

REI Batam Gelar Rakerda dan Pameran Properti

0

batampos.co.id  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam akan menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Hotel Nagoya Hill, Rabu (4/9/2019) mendatang.

Acara ini juga digelar bersama dengan pameran REI Expo 2019 yang akan digelar dari 4 September hingga 15 September 2019 di Megamall, Batamcentre.

“Temanya adalah peran REI Batam dalam menggerakkan ekonomi sebagai penyedia rumah layak huni,” kata ketua DPD REI Batam, Achyar Arfan, Senin (2/9) di Batamcentre.

“Dalam rakerda ini, kami ingin cari terobosan baru untuk dorong keberhasilan bisnis kami,” jelasnya lagi.

Saat ini, lanjutnya, ada belasan proyek yang tengah berjalan di Kota Batam. Dan hal tersebut merupakan pertanda bahwa Batam akan menuju era metropolitan.

“Pada hari berikutnya, kami akan mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan 11 perwakilan DPD se-Sumatera dan juga Direksi dari BTN,” ujarnya.

Di tempat yang sama, ketua panitia REI Expo 2019, Susi, mengatakan bahwa ini kali kedua pameran properti terbesar tersebut digelar.

Ilustrasi. REI batam akan mengelar pameran REI Expo 2019 pada 4 September hingga 15 September 2019 mendatang di Megamall, Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Temanya adalah “Green”. Pameran sebelumnya digelar pada April lalu. Untuk pameran kali ini, target yang dituju mencapai Rp 70 miliar.

“Kita gandeng dua bank dalam pameran kali ini, yakni BTN dan BTN Syariah yang hadir dengan promo masing-masing. Sedangkan jumlah stan mencapai 34 stan yang akan diisi oleh 16 pengembang,” katanya.

Adapun 16 peserta yang mengikuti antara lain Adhya Mitra Bangun Sarana, Pollux Barelang, Dimas Pratama Indah, Cipta Group, PKP Group,Tanamas Duta Niaga, Kinarya Rekayasa dan Edofa Ciptagraha Development.

Kemudian Uway Makmur, Kurnia Djaja Makmur Abadi, Adi Bintan Permata, Sarana Bakti Persada, Batam Riau Bertuah, Tunas Interior Batam, Oxley Karya Indo Batam dan Prima Karya Asih.

“Pengembang yang ikut bermacam-macam. Ada yang jual high rise building, ruko, landed house dan rumah subsidi juga ada. Dari harga tertinggi hingga harga termurah juga ada,” ungkapnya.

Sedangkan pimpinan cabang BTN Batam, Ali Irfan, menjelaskan BTN menawarkan promo menarik selama pameran.

Promo tersebut antara lain, produk kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi bebas biaya administrasi dan provisi.

Kemudian produk KPR non subsidi yang mendapatkan diskon 50 persen biaya administrasi dan provisi.

“Suku bunga mulai dari lima persen. Dan untuk ASN dan Polri, uang muka mulai satu persen. Ditambah lagi. proses layanan KPR bisa dilakukan secara digital dan profesional,” paparnya.

Pimpinan cabang BTN Syariah, Ata Nasrullah mengatakan produk yang ditawarkan tidak jauh dari BTN.

Perbedaannya adalah BTN memperkenalkan produk KPR dan BTN Syariah memperkenalkan produk pembiayaan.

“Kami akan dukung dengan sejumlah promo dan diskon. Contoh, uang muka mulai satu persen,” jelasnya.

“Diskon untuk produk pembiayaan non subsidi. Dan ada juga produk yang menyasar ke generasi milenial, keuntungannya adalah waktu tenor hingga 30 tahun,” pungkasnya.(leo)

Tarik Wisatawan Mancanegara, Provinsi Kepri Diminta Perkuat Tourism Hub

0

batampos.co.id – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI meminta Pemerintah Provinsi Kepri bersama kabupaten dan kota memperkuat tourism hub untuk menarik wisatawan mancanegara ke Kepri.

Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar RI, Guntur Sakti, mengatakan, tourism hub penjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan kehadiran wisman di Kepri. Tidak hanya itu ia meminta daerah juga terus meningkatkan gelaran atraksi.

“Hub tourism kita itu Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Kita harus perkuat ini,” ucap dia Sabtu (31/8) malam.

Ia menerangkan, adapun caranya adalah dengan cara meningkatkan promosi di empat negara itu.

Menurut dia, posisi strategis Kepri cukup memungkinkan untuk mudah dikunjungi wisatawan.

“Harus kita perbanyak promosi ke tourism hub, untuk mempengaruhi orang yang ada dikantong ini untuk datang ke Indonesia dan paling dekat itu di Kepri,” terangnya.

Sementara di Kepri sendiri, untuk meningkatkan daya tarik, maka Kepri perlu memperbanyak atraksi wisata.

Sejumlah turis asal Tiongkok saat Swafoto dengan landmark Welcome To Batam, Sabtu (2/9). Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun dari Mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Terutama untuk daerah di luar Batam dan Bintan. Dinilai, Batam dan Bintan selama ini konsisten dengan kegiatan atraksi pariwisata.

“Yang menurun itu, Karimun. Tanjungpinang sudah ada akses laut dan udara, sama dengan Bintan,” jelasnya.

“Tapi atraksi di Bintan jauh lebih banyak. Bintan tiap tahun konsisten dengan menggelar atraksinya,” bebernya.

Sementara untuk long of stay, diakui untuk Singapura dan Malaysia, sulit untuk ditingkatkan.

Alasannya, sejak dulu dari dua negara itu seperti itu sejak dulu, karena kedekatan letak geografis.

Hal yang sama juga disebut terjadi di negara-negara lain yang berdekatan dengan negara tetangganya.

Long of stay untuk kawasan border seperti Kepri, tidak akan lama. Dimana-mana negara demikian,” paparnya.

“Karena memang ada faktor kedekatan jarak. Biasanya dua hari. Tapi kalau mau memperpanjang lama tinggal, harus diperbanyak atraksi,” imbuhnya lagi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik masukan tersebut.

Ia bahkan ia mengatakan perihal promosi sudah dilakukan dalam rangka memperkuat tourism hub.

“Salah satunya kami gelar table top di Johor beberapa waktu. Kami pun berterima kasih kepada provinsi maupu kementrian telah membantu mempromosikan Batam,” kata dia.

Selanjutnya, ketika datang ke Batam para wisatawan akan dibuat senyaman mungkin. Kini pemko Batam tengah meningkatkan aksesbilitas dengan membangun jalan, pedestrian hingga taman.

“Juga amenitas dan atraksi terus ditingkatkan. Kami buat nyaman, tidak macet, makan yang enak ada di batam. Juga hotelnya yang nyaman. Untuk turis bisa nikmati gelar berbagai iven,” papar dia.

Tidak hanya itu, Batam juga siap menjadi penghubung bagi wisatawan yang hendak ke daerah di luar Batam, baik di dalam Keperi maupun daerah lain.

“Jadi bukan lagi dari Singapura langsung balik. Mereka bisa ke daerah-daerah lain,” imbuhnya.(iza)

4 Lokasi di Kota Batam yang Lampu Jalannya Sering padam

0

batampos.co.id – Lampu penerangan jalan di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji kerap tidak menyala.

Kondisi itu mulai terlihat sebelum memasuki simpang ASL, Tanjunguncang. Yuniarti, warga sekitar, mengtaakan, penerangan jalan itu kerap padam, membuat pengendara tidak nyaman.

“Seram, sering kali padam, entah apa penyebabnya,” ujar warga Perumahan Putra Jaya Residence ini, Minggu (1/9/2019).

Hal tersebut lanjutnya, sering membuatnya was-was. Karena dirinya kerap pulang sendirian saat malam hari.

“Anehnya lampunya nggak padam semua, hanya bagian dekat ASL ini saja,” katanya.

Tak hanya di Tanjunguncang, ruas jalan lain yang sering padam adalah di Jalan Soeprapto tepatnya di Dam Mukakuning dan Jalan Hangtuah arah menuju Simpang Bandara Hang Nadim.

Menurut Julia, warga Perumahan Modena, padamnya penerangan jalan mulai terlihat di depan perumahannya hingga simpang Bandara.

Ilustrasi lampu jalan mati. Foto: Yulianti/batampos.co.idm, Lampu Jalan padam

Kondisi tersebut memicu rawan kejahatan. Seperti pengalaman kakak iparnya yang dilempari batu saat berkendara di ruas jalan itu.

“Dua kali mobil abang saya dilempari batu. Pertama kaca belakang mobilnya. Nah yang kedua kalinya di kaca depan,” katanya.

Tentu kejadian itu sangat disayangkan. Apalagi ruas jalan itu merupakan jalan utama yang banyak dilewati oleh pengendara.

“Takut lewat kalau dia atas jam 10 malam,” katanya.

Di daerah Seibeduk, di jalur dua S Parman tepatnya di pintu 4 Mangsang hingga pintu 1 Bidaayu juga masih minim penerangan jalan.

Minimnya penerangan itu sudah banyak dikeluhkan warga. Pengendara yang lalu lalang di ruas jalan itu harus ekstra hati-hati karena kondisi yang gelap gulita saat malam hari.

“Laju motor harus pelan-pelan,” kata Evi warga Puri Agung II.

Ia pun meminta pemerintah untuk merespon cepat keluhan tersebut. “Semoga cepat di pasang, biar tak banyak korban kecelakaan,” tutupnya.(une)

Aturan Senjata Semakin Longgar

0

batampos.co.id – Seorang pengendara mobil menggila dan menembakkan senapannya di jalanan Kota Odessa, Texas, AS, akhir pekan lalu.

Ironisnya, kebijakan pengendalian senjata di Texas justru bertambah longgar beberapa jam setelahnya.

Legislasi baru itu berlaku kemarin (1/9/2019).

”Kita seharusnya mengakhiri wabah ini,” ujar Beto O’Rourke, mantan anggota Kongres dari Texas, seperti yang dilansir CNN.

Dalam aturan terbaru, siapa pun bebas membawa senjata di lingkungan sekolah, panti asuhan, sampai tempat ibadah.

Menurut para legislator, hal tersebut dilakukan untuk memperkuat pertahanan di tempat yang rentan menjadi sasaran penembak massal.

Namun, aktivis pencegahan kekerasan senjata menilai hal tersebut ibarat memberikan karpet merah terhadap para teroris.

Senjata api HS-9. Dok JawaPos.com

”Banyak negara bagian yang becermin setelah mendapatkan pelajaran tentang pembunuhan masal. Tapi, para legislator Texas malah menguatkan dukungan untuk agenda yang diusulkan NRA (National Rifle Association, red),” ujar Kris Brown, presiden lembaga bantuan advokasi Brady.

Menurut CNN, insiden penembakan di Texas bermula saat polisi lalu lintas hendak menghentikan mobil di jalan raya Interstate 20.

Bukannya berhenti, pengendara malah menurunkan jendela dan menembak petugas dan mengebut.

Seorang petugas terluka akibat kejadian tersebut.Setelah itu, pengendara menggila. Saat tiba di Odessa, dia terus meluncurkan peluru ke mobil lain dan pejalan kaki.

Dia bahkan sempat berpindah kendaraan dengan membajak mobil pos.

”Sampai saat ini kita mendapati ada 21 korban luka dan lima korban jiwa,” ujar Kepala Kepolisian Odessa Michael Gerke kepada Agence France-Presse.

Drama tersebut berakhir setelah polisi menembak mati pelaku. Sayang, hingga saat ini kepolisian belum membuka identitas atau motif pelaku.

”Saya baru tahu bahwa teman saya sendiri meninggal. Pengecut ini berhenti di lampu merah dan langsung menembak mobil sebelah,” ujar Wali Kota Odessa David Turner kepada Fox News.(bil/c10/sof/jpg)

Subsidi untuk Sektor Produktif

0

batampos.co.id – Alokasi subsidi energi diharapkan bisa lebih efisien dan tepat sasaran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menuturkan, sudah Rp 1.200 triliun dana di APBN yang digunakan untuk subsidi energi selama periode 2011–2014.

’’Subsidi, orang selalu ramai bicara ini. Dibandingkan periode sebelumnya, sekarang empat tahun terakhir (2015–2018) subsidi sektor energi dipangkas menjadi hanya Rp 477 triliun,” kata dia.

“Ini kurang lebih hanya sepertiga dari yang sebelumnya. Agar lebih tepat sasaran,” ujar Jonan akhir pekan lalu.

Jonan menjelaskan, subsidi 2019 ditargetkan Rp 160 triliun. Namun, dia memprediksi jumlah subsidi tak sebanyak itu. Hal tersebut disebabkan banyaknya komoditas energi yang juga turun harga.

’’Paling di angka Rp 120 triliun sampai Rp 130 triliun. Sebab, banyak harga komoditas energi yang turun. Hingga semester I tahun ini, angkanya Rp 59,4 triliun,” ucap alumnus FE Unair itu.

Menteri ESDM Ignatius Jonan saat melakukan konferensi pers di Kantor Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos, Banten, beberapa waktu lalu. Foto: Juneka/JAWA POS

Jonan memandang, pemerintah lebih memilih memangkas subsidi energi untuk dialihkan ke belanja yang lebih produktif dan prorakyat ketimbang menghabiskan anggaran untuk subsidi energi yang tidak tepat sasaran.

Selain itu, mayoritas pemanfaatan anggaran Kementerian ESDM yang tahun ini dialokasikan Rp 4,9 triliun ditujukan untuk infrastruktur dan program prorakyat.

’’Untuk bangun pembangkit tenaga surya, jaringan gas, dan sebagainya,” imbuh mantan Dirut PT KAI itu.

Jonan mencontohkan beberapa program prorakyat yang kontribusinya nyata dan dirasakan secara langsung oleh rakyat.

Salah satunya, program pembagian converter kit LPG untuk nelayan kecil. Dengan menggunakan bahan bakar LPG, biaya operasional yang harus dikeluarkan nelayan untuk melaut jadi semakin murah.

Selain itu, belanja produktif lain adalah pembangunan jaringan gas kota, pembagian lampu surya gratis untuk rumah belum berlistrik, penerangan jalan umum, dan pengeboran sumur air tanah.

Jonan menyebut berbagai kebijakan itu sebagai bukti nyata adanya kedaulatan energi.

’’Banyak saudara kita makin mampu beli, makin terjangkau. Kita juga akan paksa dengan segala peraturan supaya sektor ini menjadi lebih kompetitif,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR memutuskan subsidi solar turun Rp 500 menjadi Rp 1.500 per liter tahun depan.

Penurunan itu dilakukan untuk mengalihkan dana subsidi ke sektor yang lebih produktif. Hal tersebut juga sejalan dengan perkiraan penurunan harga minyak dunia.

Jonan menyebutkan, ada potensi kenaikan harga solar subsidi Rp 1.000 per liter dari harga saat ini Rp 5.150 jika subsidi dikurangi menjadi Rp 1.000 dengan harga minyak mentah seperti saat ini USD 59 per barel.(dee/c7/oki/jpg)

Kemarau Panjang, Petani Diprediksi Gagal Panen Hingga Desember Mendatang

0

batampos.co.id – Musim kemarau panjang tahun ini diprediksi berpengaruh pada luas lahan panen.

Salah satu komoditas yang disebut akan terpengaruh adalah beras. Pemerintah pun diminta jeli dalam mengatur stok dan menetapkan strategi tanam.

Sebab, landainya produksi diproyeksikan tejadi sampai Februari 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah memperingatkan pemerintah agar mewaspadai gagal panen hingga Desember mendatang.

Di sisi lain, ancaman kemarau pada 2019 masih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

”Potensi luas panen tahun ini memang lebih rendah daripada 2018. Indikasinya seperti itu,” ujar Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan BPS Hermanto di Jakarta akhir pekan lalu.

Sebelumnya, BPS menyebut luas lahan baku sawah terus menurun. Menurut citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta Badan Informasi Geospasial (BIG), pada 2018 luas lahan 7,1 juta hektare.

Sedangkan pada 2017 masih 7,75 juta hektare. BNPB menambahkan, terdapat tujuh provinsi yang terdampak bencana kekeringan akibat musim kemarau.

Hari seorang pegawai Bulog sedang mengecek beras di gudang Bulog Batuampar. Musim kemarau panjang tahun ini diprediksi berpengaruh pada luas lahan panen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sebanyak 4 kabupaten berstatus tanggap darurat dan 32 kabupaten/kota siaga darurat.

Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menyebutkan, musim kemarau tahun ini dapat dibilang lebih ekstrem jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dwi membenarkan, dalam kondisi saat ini, pemerintah harus memperhatikan lahan supaya dapat teririgasi secara teknis.

Menurut Dwi, lahan pertanian di Indonesia yang teririgasi secara teknis hanya sekitar 45 persen. Sebanyak 55 persen sisanya masih berisiko gagal panen saat cuaca ekstrem menyerang.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dwi menyatakan bahwa pemerintah perlu cermat dalam mendata stok komoditas pertanian nasional.

”Selain itu, pemantauan harga harus lebih ketat karena nanti pasokan sangat berkaitan dengan harga di pasar,” tutur dia.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, saat ini stok beras sudah sangat melewati batas aman. Dia menjelaskan, Bulog telah menyimpan 2,5 juta ton beras.

Juga, stok beras diperkirakan mencapai 3 ton pada akhir tahun karena masih ada panen raya di sejumlah daerah.

”Amannya stok negara itu kan 1 juta ton hingga 1,5 juta ton. Saat ini sudah 2,5 juta ton lebih, sangat aman,” tegasnya.(agf/c11/oki/jpg)