Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 10941

Inilah…… The Hood Foundation

0

batampos.co.id – Tergerak dalam kepedulian sesama masyarakat, enam putra Hood bin Dahlan (almarhum) yakni

  1. Herizal Hood,
  2. Huzrin Hood,
  3. Herman Hood,
  4. Hardi S Hood,
  5. Husnizar Hood,
  6. Hendri K Hood,

Mereka mendirikan Yayasan Keluarga Bin Hood (The Hood Foundation) di Ruko Greenland Blok C Nomor 9, Batam Center, yang dikukuhkan melalui penandatangan akte notaris bersama Notaris H Novain Pribadi, Kamis (25/7).

”Kami bersaudara yang kini tinggal berenam ini dengan latar belakang profesi berbeda-beda, berniat untuk membesarkan yayasan keluarga ini, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, dan sosial,” kata Ketua The Hood Foundation Hardi S Hood, kemarin.

Anak keempat dari 11 bersaudara itu, mengaku punya program jangka panjang dalam mendirikan PAUD, pesantren, hingga perguruan tinggi sebagai tempat menuntut ilmu yang diakui untuk anak-anak kurang mampu. Dengan berbagai latar belakang keilmuan Hood bersaudara, masing-masingnya juga akan mengembangkan keilmuan itu melalui program nan inovatif.

”Seperti saya yang juga penulis dapat membantu para penulis di Kepri agar bisa menerbitkan bukunya. Begitu juga dalam hal kebudayaan, keagamaan, lingkungan hidup, pelatihan, dan lain sebagainya,” terang Hardi.

Hood bersaudara. Dari kiri, Herizal Hood, Huzrin Hood, Herman Hood, Hardi S Hood, Husnizar Hood, dan Hendri K Hood, mengukuhkan The Hood Foundation melalui penandatangan akte bersama Notaris H Novain Pribadi, di Ruko Greenland Batam Center, Kamis (25/7).
foto: batampos.co.id / FEBBY ANGGIETA PRATIWI

Pihaknya juga merancang program untuk mengapresiasi para tokoh di Kepri melalui Hood Award, atau melakukan riset-riset melalui Hood Institute yang dikembangkan yayasan.

Sementara untuk jangka pendek, lanjutnya, akan banyak difokuskan dengan kegiatan bersosial dalam membantu sesama bahkan menjalin hubungan dengan negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia.

The Hood Foundation yang berada di ruko lantai dua tersebut, dibagi dengan konsep yang lebih nyaman dengan memposisikan lantai satu sebagai kafe, dan lantai dua sebagai sekretariat.

”Bersama The Hood Foundation, kita tumbuhkan kepedulian sesama,” ungkap Hardi yang juga anggota DPD RI. (nji)

Kenal Dekat dengan Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI

0

Destry adalah sosok ramah. Dia bisa dengan mudah membuat obrolan menjadi hangat. Di balik itu, tidak ada yang meragukan kapasitasnya dalam industri keuangan. Presiden memercayai dia menjadi pejabat BI-2, menggantikan Mirza Adityaswara yang memasuki masa pensiun per 25 Juli mendatang.

”Sebagai calon tunggal, ya gampang-gampang susah. Karena artinya saya memikul beban bahwa presiden memberikan kepercayaan kepada saya,” ujarnya di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Selasa (16/7) lalu.

Perempuan 55 tahun tersebut mengaku sama sekali tidak menyangka bakal menduduki posisi prestisius di lembaga otoritas moneter itu. Ibu tiga anak tersebut menceritakan, sejak dulu pembawaannya cenderung easy going. Di masa muda Destry adalah pemain tenis profesional.

Rangkaian kompetisi, baik di dalam maupun luar negeri, pernah dia jajal.

Selulus SMA, Destry mendaftar ke Jurusan Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI). Sayang gagal. Dia kembali bermain tenis. Setahun berikutnya, Destry kepikiran untuk daftar kuliah lagi. ”Karena jadi atlet saya juga nggak hebat-hebat amat,” ujarnya.

Meski hanya mempersiapkan diri tiga bulan sebelum ujian, Destry lolos diterima di Ilmu Ekonomi UI. Perempuan kelahiran 16 Desember 1963 itu tergolong mahasiswa populer. Otaknya encer, juga supel dan aktif di bidang olahraga. Dia bisa melakukan semua olahraga, kecuali dua. ”Senam dan gerak jalan,” ungkapnya.

Masih menjadi mahasiswi, Destry sudah mengajar sebagai asisten dosen plus asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID). Pada Januari 1989 Destry lulus. Di tahun yang sama, dia melepas masa lajang. Tidak lama kemudian, Destry mengikuti suami yang tengah menempuh pendidikan di Cornell University New York. Destry juga mencari beasiswa agar bisa melanjutkan studi di kampus yang sama.

”Alhamdulillah dapat. Jurusannya regional science. Tentang bagaimana terbentuknya suatu daerah,” urainya.

Lulus 1992, Destry kembali ke tanah air dan bekerja di Kementerian Keuangan. Lima tahun kemudian, dia melepaskan karir dan bergabung dengan bank swasta asing Citibank. Karirnya sebagai ekonom dimulai dari sana.

Destry Damayanti

”Saya masuk Citibank saat Indonesia krisis moneter. Bisa dibayangkan lah gimana situasinya saat itu,” kenangnya.

Pada 1999 Destry melahirkan anak ketiga. Jam kerja yang panjang membuat dirinya berpikir ulang untuk meneruskan karir. Pada 2000 dia keluar dari Citibank dan menjadi senior economic adviser untuk duta besar Inggris di Indonesia. Tujuannya, waktu untuk keluarga menjadi lebih banyak.

Namun, lagi-lagi Destry galau. Putri pertamanya yang juga atlet tenis tengah rajin mengikuti turnamen. Destry tak tega putrinya bepergian sendiri. Dia pun resign.

”Bagaimanapun, family is number one. Saya jadi ibu, manajer, sekaligus partner latih tanding putri saya,” katanya.

Satu setengah tahun berikutnya, Destry mendapat cobaan berat. Karena sejumlah alasan, dia berpisah dengan suami. Ketiga anak berada dalam pengasuhannya. Mau tak mau Destry kembali bekerja. Padahal, usianya sudah kepala empat. Tapi, dari situ justru titik balik karirnya dimulai.

Destry bekerja sebagai peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI. Berjalan setahun, dia mendapat informasi bahwa Mandiri Sekuritas (Mansek) tengah mencari ekonom. Usia yang tidak lagi muda membuat Destry sempat tidak percaya diri untuk mendaftar.

”Karena Mansek itu fokusnya capital market dan itu dunia anak muda, sedangkan waktu itu saya sudah 42 tahun. Tapi, ya sudahlah, saya beranikan mencoba,” ungkapnya.
Meski harus bekerja dengan anak muda, bahkan Direktur Utama Mansek (waktu itu) Harry M. Supoyo adalah adik kelasnya di UI, Destry mampu membuktikan kapasitas. Pada 2011 Kepala Ekonom Bank Mandiri (saat itu) Mirza Adityaswara ditugaskan menjadi anggota Dewan Komisioner LPS. Destry dipercaya menggantikannya.

Pada 2014, setelah Jokowi terpilih sebagai presiden, Destry mendapat tugas sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) Ekonomi Kementerian BUMN. Karirnya terus melesat. Setahun berikutnya, dia ditunjuk sebagai ketua Pansel Capim KPK. Sebagai ekonom yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan dunia hukum, penunjukan tersebut sempat membuatnya kaget. Apalagi, ketika itu Destry sedang diopname karena demam berdarah.

”Kondisi lagi jelek-jeleknya karena trombosit turun. HP bunyi terus. Akhirnya adikku yang jaga bilang, ’Mbak kayaknya penting ini.’ Aku angkat, ternyata dari Pak Teten. Dia bilang, ’Mbak Destry diminta Bapak (Presiden) jadi Pansel KPK,’” kenangnya.

Destry meminta waktu berpikir. Dia sempat menghubungi bosnya, Dirut Bank Mandiri (saat itu) Budi Gunadi Sadikin (BGS), untuk meminta bantuan agar tidak ditunjuk sebagai pansel.

”Tapi, Pak BGS malah bilang, ’Aduh Des, kalau yang nyuruh presiden, saya bisa apa?’” ungkapnya.

Destry akhirnya menerima penugasan tersebut. Saat pengumuman resmi Pansel KPK di istana, Destry dipapah adiknya karena belum pulih.

”Jadi, saya berangkat ke istana dari rumah sakit lho. Karena masih kliyengan, saya naik golf cart dari Setneg ke Istana Merdeka. Yang lainnya jalan kaki. Hahaha,” katanya.

Mampu merampungkan tugas dengan baik, Destry diminta mengisi jabatan anggota Dewan Komisioner LPS. Meski kaget, dia menerima karena penunjukan, yang sekali lagi, datang langsung dari presiden. Hampir empat tahun mengabdi di LPS, Destry diajukan sebagai calon DGS BI periode 2019–2024.

”April lalu saya dipanggil Pak Darmin (Nasution, menteri koordinator bidang perekonomian),” ucap Destry.

Diceritakan, Darmin mengajukan empat nama untuk posisi itu. Destry juga dimintai sejumlah pendapat tentang BI, regional economy, dan beberapa masalah ekonomi lainnya.

”Ya sudah, saya masukkan sebagai calon DGS BI ya. Ada beberapa nama, nanti kita serahkan ke presiden,” ujar Destry menirukan Darmin.

Destry agak melupakan pertemuan tersebut. Hingga beredar kabar, dia adalah calon tunggal. Destry menghubungi Darmin untuk meminta klarifikasi.

”Pak Darmin bilang, ’Iya calon tunggal. Pak Jokowi langsung pilih Destry. Kamu persiapkan ya semuanya.’ Saya kaget dan bingung. Tapi okelah, karena calon tunggal, saya harus tunjukkan juga bahwa saya layak,” tegasnya.

Kini Destry tinggal menunggu masa pelantikan. Di mata rekan, Destry dikenal sebagai pribadi yang cair, tapi dengan integritas tinggi.

”Dia sangat mumpuni di bidangnya. Saya turut senang Destry terpilih DGS BI. Orangnya nggak bossy. Malah saya yang lebih bossy. Hahaha,” ujar Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih. (*/c9/ayi)

Mengintip Rumah Panggung di Atas Laut Milik Warga Pesisir Tanjunguma Kota Batam

0

batampos.co.id – Kota Batam merupakan salah satu kota industri di Indonesia. Saat ini hampir di seluruh wilayah di Kota Batam berdiri kawasan industri.

Kota yang perkembangannya cukup pesat itu kini sudah memiliki sekitar 1,3 juta penduduk.

Dari jumlah penduduk itu banyak yang menetap di rumah modern. Namun tidak sedikit juga masyarakat asli Kota Batam mempertahankan rumah-rumah panggung di atas laut

Permukiman di Kawasan pesisir Tanjunguma, Lubukbaja, Kota Batam, semakin padat, Rabu (24/7). Meski dekat dengan pusat kota, namun sebagian penduduk mempertahan­kan model rumah panggung di atas laut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Hal itu dikarenakan Kota Batam merupakan daerah kepulauan yang dikelilingi laut.

Salah satu kawasan yang dapat Anda kunjungi untuk melihat rumah panggung tersebut ada di pesisir Tanjunguma, Lubukbaja.

Bahkan rumah panggung tersebut semakin padat. Meski dekat dengan pusat kota, namun sebagian penduduk mempertahan­kan model rumah panggung di atas laut.(esa)

11 Perusahaan Besar di Kota Batam Berebut Siswa SMK Negeri 5 

0

batampos.co.id – Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 5 Batam dilirik oleh berbagai perusahaan di Kota Batam.

Sejak April 2019 lalu tercatat sudah sebelas perusahaan ternama yang bergabung mencari tenaga kerja alumni dari SMK Negeri 5 Batam.

Sekitar 160 alumni SMK Negeri 5 Batam sudah diserap sebagai tenaga kerja di perusahan-perusahaan tersebut.

Para alumni SMK Negeri 5 Kota Batam mengantre untuk melihat Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah mereka. SMK Negeri 5 Kota Batam memiliki 6 jurusan yaitu pengelasan kapal, teknik kelistrikan kapal, teknik gambar rancang bangun kapal, multimedia, teknik pemesinan kapal, teknik komputer dan jaringan. Foto: Eja/batampos.co.id

Berikut 11 perusahaan besar di Kota Batam yang memperebutkan para alumni SMK Negeri 5 Batam:  

  1. PT Batamindo Investmen Cakrawala.
  2. Profab.
  3. Labtech.
  4. Yokogawa.
  5. Philips.
  6. JP Tech.
  7. Safeco.
  8. Panasonic.
  9. Banjamas.
  10. Honeywell.
  11. Wasco.(eja)

Wow, Pelanggan Smartfren Mencapai 19 Juta Orang

0

batampos.co.id – Pertumbuhan pelanggan PT Smartfren hingga pertengahan 2019 menembus angka 19 juta orang.

Deputy CEO PT Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, menjelaskan, kenaikan pelanggan Smartfren hingga pertengahan 2019 mencapai lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Program-program yang dijalankan oleh operator Smartfren ini membawa angin segar pada peningkatan jumlah pelanggan operator telekomunikasi full 4G LTE tersebut.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim (tengah) saat memperlihatkan kartu perdana khusus Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Saat ini jumlah pelanggan Smartfren sudah menyentuh angka 19 juta, tahun sebelumnya berada di angka 11 juta,” kata dia, saat ditemui dalam acara peluncuran kartu perdana Smartfren khusus Kota Batam, Kamis (25/7/2019).

Baca Juga: Warga Batam, Bintan, dan Karimun, Nikmati Kuota Internet Smartfren 46 LTE, 60 GB Cuma Rp 60 Ribu

Kata dia, peningkatan tersebut sudah sangat baik, di tengah persaingan antar operator yang cukup ketat.

Selain itu, program-program unggulan yang bisa dijalankan secara konsisten, dengan dukungan network yang kuat, diakui Djoko menjadi hal utama yang mendorong peningkatan jumlah pelanggan mereka.

Baca Juga: Internet Cepat, Harga Super Hemat Persembahan Smartfren

“Tahun lalu kita ada produk unlimited yang sampai sekarang belum bisa disaingi oleh operator lain,” jelasnya.

“Itu tanda kita punya network yang kuat, jaringan kita dari Sumatera sampai Manado itu sudah 4G LTE,” kata Djoko lagi.(bbi)

59 Warga Negara Indonesia Diringkus Polisi Malaysia

0

batampos.co.id – Sebanyak 59 Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia diringkus polisi setempat lantaran menggunakan narkoba, Minggu (21/7/2019) malam.

Kementerian Luar Negeri mengambil sikap menyerahkan semua proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah membenarkan adanya kasus tersebut.

Para WNI tersebut digerebek saat sedang karaoke di sebuah pusat hiburan kawasan Bandar Puchong Jaya, Selangor. Polisi merazia 84 orang.

Dari jumlah tersebut, 63 orang di antaranya positif menggunakan narkoba. Termasuk 59 WNI.

Selama dua hari terakhir, kata Faizasyah, KBRI Kuala Lumpur sudah menghubungi pihak kepolisian Malaysia di Puchong untuk meminta informasi terkait razia narkoba di karaoke tersebut.

“Dijelaskan bahwa dari hasil uji urin beberapa orang positif menggunakan narkoba,” jelasnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin.

Ilustrasi Narkoba. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Namun, belum ada informasi yang lebih detail hingga saat ini, termasuk notifikasi dari pihak Malaysia ke KBRI,” kata dia lagi.

Menurut dia, bagi WNI yang bermasalah dengan hukum di luar negeri harus menghadapi konsekuensi proses hukum yang berlaku di negara tersebut.

Sama seperti halnya warga negara asing (WNA) yang melanggar hukum di Indonesia harus menjalani proses hukum sesuai ketentuan.

Berdasarkan informasi KBRI Kuala Lumpur, razia tersebut adalah operasi gabungan kepolisian bersama otoritas imigrasi Malaysia.

Melakukan pengecekan dokumen kewarganegaraan untuk mengantisipasi adanya imigran ilegal.

“Karena ini operasi gabungan dengan pihak Imigrasi, akan kami cek apakah dokumennya sesuai prosedur atau tidak,” katanya.

Saat ditanya darimana asal barang haram itu, Faizasyah menyatakan masih dalam penyelidikan KBRI.

Saat ini para WNI sedang dalam masa penahan untuk dimintai keterangan.(han)

Dukung Sektor Pariwisata, Avava Group Bangun Hotel Pertama di Batam

0

batampos.co.id – Sebagai salah satu daerah yang memegang peranan penting akan hadirnya wisatawan mancanegara (Wisman), Batam dinilai harus melengkapi sejumlah infrastruktur yang mendukung kenyamanan wisatawan.

Khususnya mereka yang berasal dari luar negeri. Salah satunya adalah kesiapan hotel-hotel yang ada di Batam untuk menyambut kunjungan jutaan wisman dari berbagai negara.

Hal itulah yang kini dilakukan Avava Group dengan menghadirkan hotel pertama mereka yang terletak di kawasan pusat perbelanjaan Nagoya, Lubuk Baja, Kota Batam.

Hotel yang diberi nama Avava Inn itu diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif tempat menginap bagi wisatawan yang tengah berkunjung ke kota Batam.

CEO Avava Group, Thymothy Tarman, menuturkan, Avava sangat serius dalam mendukung hadirnya kenyamanan di masyarakat.

Avava Inn kata dia, menjadi awal pengembangan Avava Group di sektor turunan pariwisata.

“Kita rencanakan bangun grand avava yang cukup besar, beberapa hotel yang sebelumnya sudah tutup, rencananya kita buka ulang,” kata Thymothy di acara Grand Opening Avava Inn, Kamis (25/7/2019).

CEO Avava Group, Thymothy Tarman bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam memotong pita pada grand opening Hotel Avava Inn. Foto: Bobi/batampos.co.id

Kata dia, Avava Inn merupakan hotel minimalis yang mengusung konsep homy. Dimana para tamu yang disasar, mulai dari anak-anak muda dan wisatawan yang low budget bisa menginap di hotel yang menyediakan 20 kamar dengan berbagai tipe itu.

“Kita ada kafe yang buka 24 jam sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan kita juga ada spa,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, sangat senang dengan hadirnya hotel baru di Batam.

Kata dia, sebagai kota utama yang menunjang jumlah kunjungan Wisman di Kepri dan Indonesia, Batam memang harus terus dikembangkan.

“Kita butuh hotel untuk menampung kunjungan wisman, tahun 2018 lalu ada 1,8 juta datang ke Batam,” paparnya.

Tidak hanya itu, Batam juga berbenah untuk memperbanyak destinasi. Salah satu yang terbaru adalah destinasi wisata religi, yakni Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah.  Masjid tersebut kata dia masjid terbesar di Sumatera.

Pemko Batam lanjutnya terus membangun infrastruktur untuk mendukung kepariwisataan.

“Saya akan bantu untuk mempromosikan Batam dan kita terus berbenah,” ujar Ardi.(bbi)

BP Batam Tarik Investor Taiwan

0

batampos.co.idBadan Pengusahan (BP) Batam terus berusaha menggenjot investasi di Kota Batam. Salah satunya dengan melakukan promosi ke Taiwan.

Kepala subdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony, mengatakan, kunjungan mereka ke Taiwan memenuhi undangan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

“Kita mengikuti kegiatan Indonesia Investment Business Forum (IIBF) sebagai rangkaian dari acara Taiwan ASEAN India Strategic Investment Partnership Forum yang diselenggarakan di kota Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada tanggal 22 sampai 25 Juli 2019,” katanya melalui rilis yang diberikan ke batampos.co.id.

Dalam Investment Business Forum kata dia, BP Batam menyampaikan paparan peluang investasi di Kota Batam.

Termasuk fasilitas dan insentif lainnya dengan status Batam FTZ yang akan didapat bagi investor apabila membuka usahanya di Kota Batam.

Kepala subdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony (berdiri baju batik) saat menjelaskan keunggulan berinvestasi di Kota Batam kepada para investor di Taiwan. Foto: Dokumentasi Humas BP Batam untuk batampos.co.id

Ferdiana menjelaskan, hingga 2018 investasi dari Taiwan di Kota Batam terdapat 16 projek.

Dengan nilai investasi 44,154 juta USD dan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 2 ribu pekerja.

Pada semester I tahun 2019 telah masuk investasi baru dari Taiwan, yaitu dari perusahaan Pegatron sebesar 40 juta USD  dan membuka lapangan kerja sebesar 1.800 tenaga kerja lokal.

Kepala KDEI, Didi Sumedi, mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan kesempatan dengan adanya trade war antara China dan Amerika.

“Berinvestasi di Indonesia tidak hanya berpeluang memasuki pasar Indonesia sebesar 270 juta jiwa,” jelasnya.

“Tetapi juga berpeluang untuk memasuki pasar sebesar 4,7 miliar penduduk dengan adanya perjanjian bilateral dengan beberapa negara,” kata dia lagi.

Negara-negara tersebut kata dia, India, China, Pakistan, Chili, serta dengan ASEAN. Dengan total market capital sebesar 47.7 Triliun USD.

Sementara Executive Director of Market Development Department, TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), James K.J. Chen, mengakui Indonesia merupakan Promosing Land untuk investasi jangka panjang.

Hari pertama kegiatan, delegasi berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan Pegatron yang telah membuka salah satu lini produknya di Batam yang diresmikan pada tanggal 9 Juli 2019.

Kepala subdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony (kiri pakai batik) saat mengunjungi perusahaan Pegatron di Taiwan. Foto: Dokumentasi Humas BP Batam untuk batmapos.co.id

Rombongan diterima oleh Charles Lin Chief, Financial Officer dan jajaran. Pada kesempatan tersebut Charles Lin, menyatakan, alasan pihaknya memilih Indonesia untuk mengembangkan usaha Pegatron, karena Indonesia memiliki sumber daya yang baik dan juga merupakan waktu yang tepat bagi Pegatron untuk berinvestasi.

“Apabila iklim usaha di Batam cukup kondusif, dan biaya logistik cukup kompetitif, tidak menutup kemungkinan fasilitas di Batam bisa sebesar fasilitas Pegatron di Shanghai atau Suzhou,” ujarnya.

“Di mana kapasitas produksinya bisa menciptakan lapangan kerja sampai dengan 50.000 tenaga kerja,” terangnya lagi.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, mengapresiasi atas pelaksanaan investment business forum tersebut.

Ia menyatakan hasil forum itu mendapat respon yang positif dari salah satu asosiasi di Taiwan di bidang Electrical & Electronic, dan berjanji membawa rombongan pengusaha Taiwan berkunjung ke Batam pada awal bulan September tahun ini.

“Hasil pertemuan one on one dengan perusahaan terbesar di Taiwan penghasil produk smart devices juga tertarik menanamkan modalnya di Batam,” paparnya.

“Dan akan melakukan kunjungan ke Batam untuk melihat secara langsung iklim investasi di Batam,” imbuhnya lagi.

Pihaknya yakin jika terealisasi akan mendorong perekonomian Batam semakin bergairah. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Kota Batam diharapkan dapat kembali melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.(*/esa)

SMAN 17 Sulap Lab Kimia Menjadi Ruang Kelas

0

batampos.co.id – Memasuki minggu kedua proses belajar mengajar di sejumlah sekolah negeri di Kecamatan Sagulung dan Batuaji masih belum berjalan kondusif.

Sejumlah kelas di sekolah negeri baik SMP Negeri dan SMA Negeri di kawasan Sagulung masih belum ideal untuk belajar mengajar.

Seperti pantauan batampos.co.id, di SMA Negeri 17, Sei Pelunggut, Sagulung, Kamis (25/7/2019).

Kelas X di SMA Negeri 17 diisi 40 hingga 46 siswa. Ruang kelas tampak sesak. Agar para siswa dan guru tidak kepanasan, ruang kelas dilengkapi dengan dua unit kipas angin.

“Iya mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi kebijakan Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Lina Amaliana, Waka Kurikulum SMA Negeri 17.

Suasana belajar mengajar di SMA Negeri 17 Kota Batam masih belum kondusif, dikarenakan dalam satu kelas ada 46 siswa. Selain itu pihak sekolah juga menyulap laboratorium kimia unutk ruang belajar. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Sejauh ini guru masih bisa mengatasi jumlah siswa yang melebihi juknis yang seharusnya 36 siswa satu lokal,” jelasnya.

Baca Juga: Siasat Dinas Pendidikan Kota Batam untuk Atasi Kekurangan Guru

Ia menambahkan, total siswa yang tertampung dalam tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanayak 434 siswa.

Para siswa dibagi dalam 10 kelas. Untuk jurusan IPA ada empat kelas dan IPS enam kelas. Satu kelas untuk jurusan IPA diisi 46 siswa dan IPS 42 siswa.

“Proses belajar juga masih dikondisikan, kita (SMA Negeri 17) total ada 29 rombel,” katanya.

“Dua diantaranya lab kimia digunakan untuk kelas 10 IPA dan XI IPA, kelas masih dikondisikan untuk sementara waktu,” lanjut Hasmi Warti, Waka Kesiswaan SMA Negeri 17.

Baca Juga: SMK Negeri 5 Kota Batam Tetap Pertahankan Jumlah Ideal Perkelas

Ia melanjutkan, kebijakan PPDB tahapan ketiga lalu masyarakat Kampung Tua, Dapur 12 banyak yang tak tertampung. Kata dia, selain karena zonasi, pilihan sekolah mereka juga hanya SMA Negeri 17.

“Otomatis pihak sekolah mengambil kebijakan untuk menerima warga Kampung Tua tersebut meskipun tak semua, hanya 12 siswa saja,” tuturnya.(cr1)

40 Warna Menawan untuk Interior Mobil Anda Dari MBtech Giorgio

0

batampos.co.id – Produsen produk bahan pelapis kulit sintetis MBtech memperkenalkan varian terbarunya, MBtech Giorgio.

Melalui koleksi 40 warna menawan yang dimilikinya, MBtech Giorgio memberikan kemudahan untuk mewujudkan interior idaman sesuai dengan konsep ubahan maupun keseluruhan modifikasi mobil.

Diluncurkannya varian MBtech Giorgio ini berangkat dari tren modifikasi yang tetap menjadi pilihan bagi pencinta otomotif ketika ingin meningkatkan performa.

Sekaligus memberikan sentuhan personal pada mobil kesayangan. Modifikasi yang juga digemari dan sering dilakukan adalah mengganti tampilan interior supaya telihat berbeda dengan mobil lainnya.

Melakukan modifikasi pada bagian interior juga sering dijadikan pilihan untuk membuat mobil menjadi lebih nyaman.

Karena bagian inilah yang akan paling sering bersentuhan langsung dengan pengemudi. Dengan begitu mobil menjadi lebih istimewa dan personal saat dikendarai.

MBtech meluncurkan varian baru, MBtech Giorgio. Foto: Mbtech untuk batampos.co.id

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan pula pilihan bahan pelapis pengganti yang berkualitas dan diproduksi secara khusus untuk aplikasi otomotif.

Sehingga dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekstrem yang umumnya dijumpai dalam mobil.

Seperti mampu menahan beban guncangan dan juga terik panas sinar UV matahari.
Tersedianya ragam pilihan warna yang lengkap dan fresh juga akan menjadi pertimbangan saat memilih bahan pelapis, yang akan memudahkan pemilik mobil memadupadankan warna.

Hal inilah yang ditawarkan MBtech lewat MBtech Giorgio. Mulai dari sporty, stylish dan eksklusif atau menghadirkan kesan interior yang elegan sekalipun, dapat diwujudkan melalui pemilihan warna-warna yang dimiliki MBtech Giorgio.

Untuk inspirasi interior sporty misalnya, bisa melalui pemilihan warna Black (MB 6001) untuk melapisi jok mobil model sport.

Tambahkan pula permainan motif jahitan garis-garis horizontal pada bagian dudukan hingga sandarannya.

Kesan sporty semakin kuat dengan mengombinasikan warna Scarlet (MB 6027) untuk piping dan menjadi aksen pada jok.

Kesan interior mobil yang sporty elegan juga dapat dihadirkan dengan memadupadankan tiga warna yang dimiliki oleh MBtech Giorgio.

Lapisi interior dan jok dengan menggunakan warna kontras, yaitu Burgundy (MB 6028), Platinum (MB 6005) dan juga Fossil (MB 6004).

Untuk hasil yang maksimal sebagai inspirasi, tambahkan pengerjaan custom pada bagian jok yang telah dilapisi warna Pumpkin (MB 6026) dan Graphite (MB 6002).

Seperti memberikan motif jahitan model diagonal yang dibuat menyilang dengan warna benang berbeda.

Dengan berbagai inovasi dalam dunia otomotif dan semakin berkembangnya tren modifikasi, hadirnya varian baru MBtech Giorgio, diklaim akan semakin memudahkan pemilik mobil melakukan personalisasi dan mewujudkan berbagai konsep interior dan model jok yang diinginkan.(luk)