Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 10942

Inspektorat Kemenag Pantau Layanan Embarkasi Batam

0

batampos.co.id – Inspektorat Jenderal Kementrian Agama RI Saiful Hamdi mengungkapkan, secara umum pelayanan Embarkasi Batam hingga proses pemberangkatan jamaah di Bandara Hang Nadim Batam, cukup bagus. Hal ini ia sampaikan saat memantau proses keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 20 Embarkasi Batam di ruang tunggu Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (24/7/2019).

“Para petugas saling bahu membahu memberikan layanan kepada jamaah. Semua bekerja berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing. Layanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam cukup baik,” ucap Saiful.

Diketahui, Kloter 20 merupakan JCH asal Riau gabungan jamaah asal Kabupaten Indragiri Hilir 119 jamaah, Kuantan Singingi 56 orang, Pelalawan 17 jamaah, Rokan Hilir 37 orang, Indragiri Hulu 14 jamaah, Pekanbaru 77 orang, Kampar 3 jamaah, Siak 65 orang, Rokan Hulu 6 jamaah, Dumai 30 orang, Bengkalis 21 jamaah, dan ditambah 2 jamaah asal Kalimantan Barat serta 5 petugas kloter.

Khusus untuk dua JCH asal Kalimantan Barat, Kepala Bidang Informasi dan Humas PPIH Embarkasi Batam, Syahbudi, di sela-sela keberangkatan Kloter 20 di Bandara Hang Nadim mengatakan, dua jamaah itu adalah jamaah asal Kloter 16. Zanaida dan Sani’a. Saat akan berangkat bersama Kloter 16, kondisi kesehatannya kurang baik. Lalu keduanya dirujuk ke Rumah Sakit BP Batam.

Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Anambas embarkasi Batam saat memasuki Asrama Haji, Kamis (4/7/2019). Jemaah calon haji Kloter pertama embarkasi Batam akan diberangkatkan Sabtu (5/7/2019) besok. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Setelah kondisinya membaik, keduanya diberangkatkan dengan Kloter 20. Dan sesampai di tanah suci, keduanya digabungkan lagi ke Kloter 16,” katanya.

Diketahui, Kloter 20 masuk dalam ‘Embarkasi Antara’. Jamaah tidak masuk Asrama Haji Batam. Hanya transit untuk melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

Saat berangkat dari Pekanbaru, Rabu (24/7) dinihari, Kloter 20 dilepas oleh Sekretaris Kabupaten Indragiri Hilir, Said Syarifudin, di Pekanbaru.

“Jamaah harus menjaga kesehatan dan banyak minum, tidur dengan teratur agar badan tetap sehat dalam menjalani ibadah di tanah suci,” imbau Said.

Setelah istirahat sekitar lima jam, pesawat Saudi Arabian Airlines no penerbangan SV 5321 yang membawa Kloter 20 take off dari Bandara Hang Nadim sekitar pukul 10.06 WIB. Dan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada, Rabu (24/7) pukul 14.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Menurut jadwal, jamaah Kloter 20 akan kembali lagi ke tanah air pada 4 september 2019 pukul 21.00 WIB dengan pesawat Saudia no penerbangan SV 5500.

Dengan berangkatnya Kloter 20, maka Embarkasi Batam sudah memberangkatkan sebanyak 8.927 JCH. (rng)

Blangko Habis, Disdukcapil Tak Bisa Cetak Akta Kelahiran

0

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam menghentikan sementara pencetakan akta kelahiran yang diajukan warga, hal ini disebabkan kekosongan blangko.

Kepala Bidang Catatan Sipil (Capil) Disdukcapil Batam, Gita mengatakan kekosongan blangko sudah berlangsung selama dua minggu. Untuk saat ini pengajuan tetap diterima namun tidak dengan pencetakan.

“Memang banyak warga yang protes karena kami tidak membubuhkan waktu pengambilan pada bukti pengajuan. Namun begitu kami memberikan tenggang waktu dua minggu penyelesaian sesuai dengan juknis kerja,” jelas dia, Rabu (24/7/2019).

Gita menjelaskan saat ini terdapat 1.600 pengajuan yang menunggu untuk diproses. Setiap harinya lebih dari 100 permohonan diterima untuk diproses. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga blangko tiba di kantor Disdukcapil Batam.

“Iya, kami tetap terima warga yang mengajukan. Hanya saja kami juga masih menunggu kedatangan blangko agar tumpukan ini bisa terselesaikan,” ujarnya.

Gita menyebutkan setiap tahunnya kebutuhan blangko kurang lebih mencapai 50 ribu lembar. Keterlambatan pengiriman ini disebabkan karena proses pengadaan yang baru. Akibatnya pemesanan blangko juga tertunda.

foto: batampos.co.id / yulitavia

“Ini lebih kepada teknis. Sistem baru jadi harus mehyesuaikan, sehingga blangko juga terlambat datang,” imbuhnya.

Ia menambahkan saat ini sebanyak empat ribu blangko akta kelahiran masih dalam proses pengiriman. Ia berharap blangko bisa tiba di Batam dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. “Kalau sudah datang, semua pengajuan pasti langsung kami proses. Warga diminta bersabar dan mengerti dengan kondisi ini,” pintanya.

Sementara itu, antrean warga di ruang pelayanan Pencatatan Sipil ramai dipenuhi warga. Mereka sudah datang dari pagi untuk mendapatkan pelayanan pencatatan sipil.

Anisa Dewanti warga Batuaji yang turut mengantre mengatakan sudah berada di sini sejak pukul 08.00 WIB. Karena pendaftaran dibatasi ia dan suaminya berangkat lebih pagi untuk mengajukan pembuatan akta lahir putri kedua mereka.

“Masih menunggu dipanggil,” sebutnya.

Mengenai kekosongan blangko, Anisa menuturkan tidak ada masalah, sebab yang paling penting layanan permohonan diterima sehingga pengajuan bisa diproses.

“Kapan jadinya kan mereka yang mengabari. Yang perlu saya ajukan dulu. Kalau kosong ya mudah-mudahan cepat datang blangko yang baru agar semua bisa dicetak,” harapnya. (yui)

Begini Kondisi Bangunan Astaka di Alun-alun Engku Putri Kota Batam Sekarang

0

batampos.co.id – Astaka yang berada di alun-alun Engku Putri rencananya akan dialihfungsikan menjadi museum.

Dalam waktu dekat Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membantu mewujudkan berdirinya Museum di Kota Batam.

Sayangnya, Pemko Batam seakan tidak mempedulikan kondisi bangunan astaka.

Mau bukti? Jika Anda berada di astaka, coba memutari bangunan yang didominasi warna putih itu.

Gedung astaka yang berada di alun-alun Engku Putri. Bangunan ini terlihat mewah dan megah dari kejauhan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Jika Anda jeli, mata Anda akan tertuju pada salah satu tiang astka yang sudah rusak. Kondisinya tidak bisa dibilang biasa saja, tapi cukup parah.

Tiang tersebut berlubang dengan diameter sekitar 15 sentimeter. Tidak hanya itu lampu hiasnya juga sudah ada yang rusak.

Padahal astaka menjadi salah stu daya trik bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Salah satu tiang Astaka di alun-alun Engku Putri terlihat rusak. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Bahkan hampir setiap hari masyarakat menghabiskan waktu di sekitaran astaka untuk menghilangkan penat setelah seharian bekerja.

Bangunan astaka sebelumnya digunakan untuk perhelatan akbar MTQ Nasional ke XXV dan diresmikan pada 29 Mei 2014.

Usai digunakan sebagai lokasi acara MTQ Nasional XXV, bangunan tersebut diserahkan Pemerintah Pemprov Kepri kepada Pemko Batam, Minggu, 15 Juni 2014.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri saat itu HM Sani dan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo dan diterima Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Batam, Rudi.

Lampu hias di bangunan Astaka rusak. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

 

Tidak hanya tiang dan lampu hias yang rusak, ruang yang dahulunya digunakan untuk para qori dan qoriah membaca ayat-ayat suci alquran juga tidak terawat.

Atap plafonnya sudah mulai retak-retak dan pecahan gypsum berserakan dilantai.

Kesan mewah dan megah bangunan astaka ini ternyata hanya dapat dilihat dari kejauhan.(nto)

Polda Kepri-Divisi Humas Mabes Polri Gelar Workshop Penguatan Tim Medsos

0

batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri bersama perwakilan Divisi Humas Mabes Polri menggelar workshop penguatan tim media sosial (medsos) dan media online di Ballroom Hotel Pacifik, Rabu (24/7/2019) pagi.

Hadir pada workshop kali ini mewakili Polda Kepri, Wakapolda Kepri, Brigjen Yan Fitri, yang juga selaku pembicara pada workshop.

Sedangkan dari Divisi Humas Mabes Polri diwakili, Kombes Yusri Yunus, selaku Kabag Penerangan Satuan Biru Penmas Divisi Humas Mabes Polri.

Dalam pemaparannya, Wakapolda Kepri, Brigjen Yan Fitri, menegaskan keberadaan dan pemanfaatan media sosial serta media online saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kenapa jadi kebutuhan masyarakat, karena dari fungsinya memberi informasi terkait dengan pelayanan publik yang erat hubungannya dengan program pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah,” katanya.

“Dalam memberikan hubungan terhadap program-program pembangunan oleh pemerintah, layanan publik kepolisian salah satunya adalah pemanfaatan penguatan media sosial maupun media online,” ujarnya lagi.

Sehingga, lanjutnya, ada interaksi dan komunikasi yang hidup antara para netizen dalam hal ini masyarakat, kepolisian, serta awak media.

Sehingga informasi yang diberikan oleh kepolisian adalah informasi aktual, benar dan pastinya memiliki narasumber yang jelas dan kompeten.

“Media sosial dan media online oleh kepolisian merupakan sebuah kehadiran aparat negara, menghadirkan negara di tengah-tengah aktivitas masyarakat,” paparnya.

Ilustrasi

Wakapolda mengimbau mengimbau agar masyarakat menjaga persatuan, kerukunan antar masyarakat dengan cara-cara yang beretika.

Khususnya dalam bermedia sosia. Ia meminta masyarakat bijak menggunakan media sosial dengan bijak.

“Kalau ada yang dilanggar, si pelanggar harus siap menerima konsekuensi hukum maupun sanksinya,” paparnya.

“Ini tak hanya berlaku untuk masyarakat, tapi juga anggota polisi. Semua diperlakukan sama di hadapan hukum dan peraturan,” katanya lagi.

Perwakilan Humas Mabes Polri, Kombes Yusri Yunus, mengharapkan divisi humas di setiap Polda ataupun Polres di Indonesia, bisa dibentuk satu penguatan tim media sosial yang ada di setiap wilayah.

Intinya kata Yusri, saat berselancar di dunia maya yang harus dilakukan adalah memahami.

“Jadi saring dulu itu infor sebelum disebar viral ke medsos atau sebelum di sharing,” ujarnya.(gas)

Importir Minta Proses Reekspor Limbah Plastik di Kota Batam Dipercepat

0

batampos.co.id – Proses reekspor 49 kontainer sampah plastik di Batam yang terbukti mengandung bahan berbahaya beracun (B3) saat ini belum dilakukan.

Kondisi ini diakui para pengusaha yang terlibat dalam proses reekspor ini cukup memberatkan.

Karena semakin lama kontainer ini bertahan, maka akan semakin besar biaya yang harus mereka keluarkan.

Perwakilan PT Tan Indo Sukses, Marthen, mengatakan pihaknya merupakan satu dari empat perusahaan importir yang berkewajiban melakukan reekspor kontainer-kontainer tersebut.

Ia berharap proses reekspor bisa segera dilakukan.

“Saat ini kami sudah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 30 miliar karena belum bisa direekspor, kita minta jangan ada penundaan lagi,” kata Marthen, Rabu (24/7/2019).

Kata Marthen, salah satu alasan kenapa proses reekspor yang sampai saat ini belum bisa dilakukan, karena Bea Cukai (BC) Batam masih menahan prosesnya.

Komisi III DPR RI meninjau limbah plastik yang berada di pelabuhan Batuampar, Kota Batam. Foto: bobi/batampos.co.id

Alasan penahanan tersebut karena akan ada kunjungan kerja dari DPR RI ingin melihat kondisi kontainer berisi sampah tersebut.

“Kita harapkan tidak ada kunjungan lagi, jadi prosesnya bisa dilakukan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BC Batam, Susila Brata, menjelaskan proses reekspor saat ini sudah bisa dilakukan.

Terkait dengan penundaan karena adanya kunjungan kerja DPR RI, Susila, mengaku, hal tersebut dilakukan untuk menghormati kedatangan mereka dalam menjalankan sistem pengawasan yang memang diamanatkan undang-undang.

“Kalau pas mereka (DPR RI) datang dan tidak ada barangnya, kita juga tidak enak,” kata Susila.(bbi)

TK Islam Mentari Gelar Parenting Sekaligus Pembentukan Komite

0

batampos.co.id – TK Islam Mentari Kota Batam menggelar acara Parenting, Rabu (24/7/2019) di sekolahnya di Taman Raya Tahap 4, Batam Center.

Pada kesempatan yang sama, juga digelar pemilihan ketua komite sekolah.

Pada acara Parenting, hadir psikolog dari RS Awal Bros Batam, Maryana MPsi Psi.

Dalam pemaparannya, Maryana menyampaikan tentang cara mendidik anak sejak dini lewat sekolah taman kanak-kanak (TK).

“Mendidik anak tidak semudah seperti di era orang tua dulu. Kemajuan teknologi mengharuskan kita sebagai orang tua mengetahui bakat dan minat mereka untuk bersaing di era yang akan datang,” pesannya.

Psikolog RS Awal Bros, Maryana MPsi Psi saat memberikan pemaparan di acara Parenting TK Islam Mentari, Rabu (24/7/2019). Foto: Guntur/batampos.co.id

Acara Parenting tersebut disambut antusias oleh para orang tua murid dan guru yang hadir.

Dengan seksama, mereka menyimak pemaparan dari psikolog. Pada kesempatan itu juga digelar pembentukan komite sekolah.

Di mana, komite inilah yang akan menjembatani antara sekolah dengan orang tua murid.

Pada kesempatan itu, pihak sekolah dan orang tua murid bermufakat. Mereka mengamanahkan jabatan ketua komite kepada Afriani SAb.

Kepala sekolah TK Islam Mentari, Masdalilah Hanum SPd, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dengan kegiatan Parenting itu, diharapkan orang tua dapat memahami karakter anaknya.

“Sedangkan terkait pemilihan komite yang baru, bisa memberi sumbangsih pemikiran dalam masukan mutu pendidikan sekolah. Selain itu bisa membantu program sekolah yang telah dibuat,” katanya.(gun)

Dilaporkan ke DKPP, Ini Penjelasan KPU Kepri Terkait Perbedaan Suara Caleg PAN

0

batampos.co.id – KPU Provinsi Kepri menanggapi laporan caleg PAN atas nama Syamsuri ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait perubahan perolehan suaranya di pleno KPU Batam dan KPU Kepri.

Menurut Komisioner KPU Kepri, Priyo Handoko, KPU Kepri saat pleno rekapitulasi tingkat Provinsi telah berjalan sesuai aturan berdasarkan rakapan berjenjang.

Tapi saat pleno di tingkat KPU Batam, perubahan jumlah suara terjadi.

“Dari form DAA1 ke form DA1 angkanya konsisten. Berubah saat pleno KPU Kota Batam (form DB1). Waktu pleno tingkat provinsi, saksi PAN mempersoalkan itu,” ujar Priyo, Rabu (24/7/2019) menanggapi laporan Syamsuri ke DKPP.

Pleno KPU Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

“Dia minta dikembalikan agar konsisten dengan hasil pleno tingkat kecamatan (DA1),” jelasnya lagi.

Selain itu kata mantan wartawan ini, Bawaslu Kepri juga ikut mendukung data yang direkap secara berjenjang tersebut.

Alhasil karena perubahan suara tersebut, Syamsuri gagal melenggang ke Dompak sebagai anggota DPRD Kepri karena terdapat selisih suara dengan caleg PAN lainnya Yudi Kurnain.

Tak terima, Syamsuri melaporkan KPU Batam serta KPU Kepri ke DKPP. Laporan tersebut dilanjutkan ke tingkat sidang dugaan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara Pemilu.(spt)

5 Dampak Akibat Kurang Tidur

0

Kurang tidur tidak hanya dapat menyebabkan berjerawat tetapi juga dapat memperburuk kondisi kulit. Dengan demekian, jika menderita jerawat atau kondisi kulit lainnya, tidur nyenyak akan membantu menyembuhkan masalah kulit lebih cepat.

Setidaknya ada 5 dampak kurang tidur bagi kecantikan kulit seperti dilansir dari Boldsky, Rabu (24/7/2019).

Ilustrasi kulit kusam karena kurang tidur. (WomensOK.com

Berikut 5 dampak akibat Anda kurang tidur: 

1. Tak Bercahaya

Kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar kortisol. Ini adalah hormon yang memicu peradangan di kulit dan membuat kulit menjadi kusam. Karena itu, ketika tidak cukup tidur, kulit akan kehilangan cahayanya dan cenderung menjadi kusam dan kering.

2. Berjerawat

Efek utama lain dari kurang tidur adalah dapat menyebabkan berjerawat. Kurangnya tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kurang tidur menyebabkan peningkatan peradangan kulit.

3. Penuaan Kulit Lebih Cepat

Tidur yang tepat sangat penting untuk meremajakan kulit dan menjaganya agar tetap sehat. Kurang tidur, mengurangi produksi kolagen di kulit sehingga dapat menyebabkan tanda-tanda penuaan kulit seperti garis-garis halus dan kerutan.

4. Kulit Kering

Saat tidur, tubuh tidak hanya meremajakan dirinya sendiri tetapi juga meningkatkan hidrasi. Oleh karena itu, tidur yang cukup melembabkan tubuh dan membuatnya tetap terhidrasi.

5. Mata Panda

Area di bawah mata cukup sensitif dan karenanya mudah terpengaruh. Salah satu efek yang paling terlihat dari kurang tidur tercermin di area bawah mata. Lingkaran hitam, mata bengkak dan kantong di bawah mata lebih sering disebabkan oleh kurang tidur.

Ciri-ciri Hewan Kurban Layak Dikonsumsi

0

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemko Batam menurunkan dua tim untuk mengecek kesehatan hewan kurban jenis sapi dan kambing di lokasi peternakan yang tersebar di Batam.

“Sama dengan tahun sebelumnya, tim turun untuk memastikan hewan yang akan disembelih saat kurban nanti sehat dan layak dikonsumsi,” kata Kepala DKPP Batam, Mardanis, Rabu (24/7/2019).

Tim yang terdiri lima petugas termasuk dokter hewan yang ada di klinik hewan milik DKPP Batam. Lokasi peternakan pertama yang dicek yaitu Seitemiang, dilanjutkan lokasi lainnya di Seiladi atau dekat Perumahan Sandona, Jodoh dan beberapa lokasi lainnya termasuk yang di jalan-jalan.

“Alhamdulillah, sejauh ini hasilnya cukup baik. Hewan yang kami periksa hari ini sehat dan layak dibeli warga. Tadi ada satu yang cedera karena patah kaki saat dibawa ke Batam. Kalau untuk penyakit seperti antraks belum ditemukan,” jelasnya.

Tim Medis DKPP, Jusak memeriksa kesehatan hewan di lokasi peternakan Seitemiang, Rabu (24/7). Hewan yang layak langsung dipasangi label sehat usai pemeriksaan. Foto: Mardanis untuk batampos.co.id

Hewan yang dinyatakan sehat juga dikalungi label sehat dari DKPP. Pemasangan label ini bisa menjadi jaminan saat warga akan membeli hewan kurban.

“Langsung dipasangi tadi kalungnya sebagai tanda hewan sudah dicek kesehatannya,” imbuh Mardanis.

Ia menyebutkan, pengecekan kesehatan hewan meliputi usia yang biasanya bisa dilihat melalui gigi hewan. Selanjutnya kuku, mata dan bagian lainnya.

Ciri-ciri hewan kurban yang layak disembelih diantaranya,

  • memiliki mata yang bening,
  • terdapat lendir pada hidung,
  • kulit sapi elastis,
  • posisi kaki harus tegak.

Pengecekan juga meliputi kotoran hewan.

“Semuanya kami cek. Kalau tidak ada masalah kesehatan langsung dikalungi label sehat,” sebutnya.

Ia menambahkan, hewan kurban jenis sapi yang layak dipotong berusia minimal dua tahun. Sedangkan untuk kambing minimal 1.5 tahun. Jika menemukan hewan yang tidak sehat pihaknya akan meminta pemilik untuk melakukan perawatan.

“Kalau tak sehat langsung dipisahkan nanti,” lanjut pria yang pernah mengepalai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Batam ini.

Selain pemeriksaan hewan kurban, selama proses pemotongan hewan kurban, pihaknya juga akan menempatkan dokter hewan di lokasi pemotongan yang ramai seperti Masjid Raya Batam dan lokasi lainnya.

“Karena mereka memotong dalam jumlah yang tidak sedikit. Jadi dokter akan membantu mengawasi, jika ditemukan cacing pada hati hewan nanti langsung bisa ditindaklanjuti,” beber Mardanis. (yui)

Pengurus Pinti Batam dan Kepri Dilantik

0

batampos.co.id – Pengurus inti perhimpunan perempuan Thionghoa Indonesia (Pinti) Kota Batam dan Provinsi Kepri periode 2019-2023 resmi dilantik, Selasa (24/7/2019).

Pelantikan berlangsung di I Hotel, Nagoya yang dihadiri oleh Ketua Gerakan Organisasi Wanita Batam, Marlin Agustina Rudi, serta sejumlah tokoh perkumpulan Tinghoa lainnya.

Pelantikan dimulai dengan pengurus inti Pinti Kepri yang diketuai oleh Siat Khim yang  dilakukan oleh Ketua Umum Pinti pusat, Lili Tan.

Kemudian Pinti Batam yang diketuai oleh Kimanawati Mutanto dilantik oleh Ketua Pinti Kepri, Siat Khim.

Sebelum pelantikan, masing-masing pengurus terlebih dahulu membacakan sumpah dan janji untuk menjalankan organisasi kewanitaan itu, dengan baik dan sepenuh hati sebagai organisasi sosial.

“Kami bersedia mengibarkan bendera Pinti untuk menjalankan seluruh program sosial yang ada,” ujar para pengurus yang dilantik secara serentak.

Marlin Agustina Rudi, dalam arahannya menyambut baik pelantikan tersebut. Pinti yang merupakan organisasi sosial dari perkumpulan kaum perempuan itu, hendaknya dijalankan dengan baik di Kepri ataupun Batam.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Masyarakat Kepri dan Batam masih cukup banyak yang membutuhkan bantuan ataupun sentuhan sosial dari organisasi sosial seperti pinti ini.

“Apa yang ibu-ibu sudah lakukan dan yang direncankan sangat mulia,” katanya.

“Ini harus benar-benar berjalan dengan baik sehingga kita boleh membantu sesama kita yang membutihkan,” ujar Marlin lagi.

Senada disampaikan Lili Tan. Ia berpesan agar jajaran pengurus baru lebih semangat dalam menjalan program kerja sosial yang direncanakan.

“Rencana yang belum terwujud segera diwujudkan, misi kita adalah sosial tanpa pamrih. Mari saling peduli satu dengan yang lain,” pesannya.

Ketua Pinti Kepri dan Batam yang baru dilantik sepakat untuk bekerja dan menjalankan organisasi kewanitaan itu lebih baik lagi kedepannya.

Program pembangunan sekolah container untuk anak-anak kurang mampu yang direncanakan akan segera direalisasikan setelah pelantikan tersebut.

“Intinya kami akan laksanakan semua rencana ataupun program kerja yang sudah dibuat,” jelasnya.

Ketua Pinti Kepri, Siat Khim, melaporkan sepanjang tahun 2019, pihaknya telah bekerja dalam banyak hal.

Mulai dari bedah rumah, santunan kepada anak yatim dan kaum duafa hingga Pengadaan Panti jompo.

Kata dia, anggota Pinti Kepri dan Batam saat ini berjumlah sekitar 80 orang. Organisasi ini murni untuk sosial dan budaya, membantu sesama yang membutuhkan.(eja)