Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10976

Syukuran Hari Bakti BP Batam ke-48

0

batampos.co.id – ​Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar syukuran sebagai puncak dari rangkaian perayaan Hari Bakti BP Batam ke-48 di Balairung Sari BP Batam, Sabtu (26/10/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Diah Natalisa, Plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M. Taufik, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi beserta ibu, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto beserta Ibu dan para Deputi yang juga didampingi oleh masing-masing istri, seluruh pejabat, serta karyawan BP Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, BP Batam kini telah tumbuh menjadi organisasi yang matang dari segi usia.

Ia mengapresiasi seluruh karyawan yang telah mengabdi kepada instansi, baik yang masih aktif maupun yang telah menjadi purnawirawan.

“Sejarah tidak bisa kita hilangkan, bahwa yang membangun Batam adalah Bapak dan Ibu sekalian. Dan ini akan berkelanjutan. Sehingga apa saja yang terjadi di masa lalu yang baik, harus kita kembalikan. Dan yang tidak sempurna akan kita singkirkan,” kata Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memotong kue pada peringatan Hari Bakti BP Batam ke-48. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

Ia juga mengajak para karyawan agar memulai semuanya dari awal dan menghilangkan semua prasangka buruk serta profesional dalam bekerja.

“Pada momentum Hari Bakti BP Batam ini, saya mengajak seluruh karyawan untuk bersama-sama melaksanakan perubahan demi perubahan, bahwa investasi akan bangkit di era kita semua,” kata Muhammad Rudi.

Menurut Rudi, menciptakan kondisi aman dan damai di Kota Batam adalah salah satu tujuan utamanya dalam memimpin BP Batam, dan hal tersebut tidak akan tercipta jika hanya mengandalkan kemampuan intelektual.

“Kondisi aman akan terjadi jika semua organisasi yang ada di Kota Batam bisa kita payungi,” jelasnya.

“Kita berharap seluruh kegiatan bisa bersatu padu sampai tujuan kita tercapai, yakni menjadikan Batam sebagai kota modern dan kota madani,” ujar Rudi.

Acara syukuran dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun yang diserahkan langsung oleh Kepala BP Batam kepada karyawan-karyawan yang akan pensiun di tahun ini.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan santunan kepada tiga anak yatim pegawai BP Batam.

Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh beberapa acara hiburan seperti penampilan parodi pimpinan BP Batam oleh unit Direktorat Pengamanan, persembahan lagu-lagu oleh Band IPPOB, dan pengundian door prize dengan hadiah utama dua unit motor bebek.

Turut hadir pula, beberapa pemimpin BP Batam di periode sebelumnya, seperti Ismeth Abdullah dan Mustafa Wijaya dan beberapa deputi di masa kepemimpinannya, yakni Gani Lasya, Nur Syafriadi, Istono, I Wayan Subawa, dan Fitrah Kamarudin.

Tak hanya itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, BP Batam mengundang Ikatan Pegawai Purnabakti Otorita Batam (IPPOB) dan Orang Batam Lama (OBAMA) sebagai bagian dari keluarga besar BP Batam.(*)

Ruslan Ambil Formulir Pendaftaran Pilwako di Partai Golkar

0

batampos.co.id –  Ketua DPP Partai Golkar Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim mengambil formulir pendaftaran Pilwako Batam 2020 dari Partai Golkar.

“Di Partai Golkar saya mendaftar sebagai Calon Walikota Batam,” aku Ruslan, Sabtu (26/10/2019) siang.

Pada 29/9/2019 lalu Ruslan mengembalikan formulir pendaftaran Pilwako d PDIP sebagai Calon Wakil Walikota Batam.

Kelak apabila ada partai lain yang membuka pendaftaran Ruslan memastikan ia akan ikut mendaftar.

“Iya saya akan ikut mengambil formulir di partai lain,” tegasnya.

Saat mengambil formulir pendaftaran Ruslan ditemani oleh Hendra Asman, kader muda Partai Golkar.

Sejauh ini dikabarkan Ruslan akan berpasangan dengan Lukita Dinasyah Tuwo, kader PDIP yang pernah menjabat sebagai Kepala BP Batam.

Mereka mengusung tag line, Lurus.

Akan tetapi mekanismen partai tetap berjalan.

Penjaringan di tingkat Kota Batam, untuk Partai Golkar akan dilanjutkan ke tingkat DPRD provinsi Kepri. Dari Provinsi akan di unggah ke DPP, di Jakarta.

“DPP sudah menyiapkan 8 lembaga survei untuk mencek kader yang akan berlaga,” ujar Hendra Asman. (ptt)

 

 

Kapal Motor Karomah Tebakar di Tengah Perjalanan

0

batampos.co.id – Kapal motor (KM) Karomah yang merupakan kapal penumpang antar pulau, yang berangkat dari Pelabuhan Sri Tanjung Gelam tujuan Pulau Buru mengalami musibah kebakaran di tengah laut, Sabtu (26/10) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tentara Tembak Tentara

0

batampos.co.id – Delapan tentara Rusia tewas dan dua lainnya terluka akibat ditembak rekan sendiri di Siberia, Jumat (25/10/2019). Pelaku yang telah ditangkap itu diduga sedang stres berat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, tragedi ini terjadi di pangkalan militer di Kota Gorny, sekitar 150 kilometer dari perbatasan dengan Mongolia.

Pelaku adalah prajurit bernama Ramil Shamsutdinov. Pemuda berusia 20 tahun itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komite Investigasi.

Ramil Shamsutdinov, pelaku penembakan massal yang menewaskan dua perwira dan enam prajurit Rusia tewas. Foto: Project Baza via AP

Menurut Kementerian Pertahanan, Shamsutdinov melancarkan aksi brutalnya dalam kondisi stres berat akibat masalah personal. Dia membantah gangguan psikologis yang dialami pelaku berkaitan dengan tugasnya sebagai militer.

Dari korban tewas, dua di antaranya adalah perwira, sedangkan sisanya prajurit. Sementara itu, dua prajurit yang terluka kini dalam kondisi kritis.

Kasus penembakan massal oleh anggota militer Rusia sering terjadi pada dekade 1990-an dan 2000-an. Ketika itu banyak tentara yang stress akibat kekuarangan uang. Namun, belakangan ini kasus serupa jarang terjadi, seiring dengan membaiknya kesejahteraan tentara Rusia.(AP/dil/jpnn)

Perkim Belum Terima Perintah Bebaskan Lahan Area Genangan Bendungan Sebayar

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perkim Pemkab Natuna, Hendra Kusuma, mengatakan pihaknya belum menerima perintah melakukan pembebasan lahan untuk kawasan area genangan bendungan Sebayar.

Secara teknisnya, kata Hendra, sebelum dilakukan pembebasan, dinas harus menerima perencanaan pembangunan untuk penyesuaian luasan lahan, terutama area genangan bendungan.

”Jadi, kami belum terima perintah bebaskan lahan, karena perencanaannya di Dinas PU,” sebutnya, Jumat (25/10/2019).

Diakuinya, bendungan Sebayar adalah proyek Kementerian PUPR. Tahapannya masih di Dinas PU, jika sudah menerima perintah pembebasan lahan, Dinas Perkim segera melakukan prosesnya dengan tim atau lembaga penilai harga tanah.

”Jadi soal bebas lahan itu masih tunggu perintah. Kalau Bupati belum bersedia membuat kesepakatan untuk membebaskan lahan bukan kewenangan saya untuk menjawab,” ujarnya.

Bendungan Sebayar, Natuna. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Hingga saat ini pembangunan bendungan Sebayar, Kecamatan Bunguran Timur masih berpolemik.

Lantaran lahan diarea genangan belum disanggupi pemerintah dibebaskan. Padahal pemerintah pusat hanya meminta pemerintah daerah menyatakan kesanggupan bersedia membebaskan meski dilakukan bertahap.

Bahkan DPRD Natuna meminta ketegasan pemerintah daerah menyelesaikan persyaratan agar bendungan Sebayar bisa dibangun.

Wan Aris Munandar mengatakan, perlu penjelasan yang pasti persoalan pembangunan bendungan Sebayar. Karena syaratnya dibebaskan lahan dulu atau dibangun dulu baru dibebaskan.

Sementara lahan 5 hektare untuk tahap awal sudah dihibahkan warga kepada pemerintah daerah.

”Apa benar pak Bupati yang tidak bersedia dibebaskan lahan area genangan itu harus dapat dipastikan kabar begini,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, bendungan Sebayar bakal batal dibangun tahun 2020 mendatang jika pemerintah daerah tidak menyanggupi persyaratan tersebut.

”Kebijakan itu ada pada pak Bupati,” ujarnya.(arn)

Menteri Bappenas Hadiri Rakerwil PPP Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa akan menghadiri Rapat Kerja Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (Rakerwil PPP) Provinsi Kepulauan Riau di Harmoni One, Minggu (27/10/2019) besok.

Ketua DPW PPP Kepri, Sarafudi Aluan, mengatakan, salah satu agenda Rakerwil besok adalah pembekalan untuk para wakil anggota DPRD Batam dan Kepri yang baru terpilih.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Jawa Pos

“Kemudian dilanjutkan Rakerwil mengenai rencana awal untuk menghadapi Pemilu 2024,” ujarnya, Sabtu (26/10/2019).

Kata dia, pada Rakerwil itu juga akan dibahas mengenai masalah-masalah teknis menghadapi Pemilu 2024.(ali)

66.691 Warga Batam Derita ISPA

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) masih menjadi penyakit dengan jumlah penderita yang paling tinggi di Kota Batam.

Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat ada lebih dari 66 ribu orang yang menderita ISPA sepanjang tahun 2019.

”Sepanjang tahun ini, ISPA selalu jadi penyakit tertinggi di Batam,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, kemarin.

Diakuinya, ISPA di Batam dibagi pada beberapa jenis seperti pneumonia atau penyakit infeksi di paru-paru di bawah usia 5 tahun, batuk bukan pneumonia di bawah usia 5 tahun, pneumonia di atas lima tahun serta batuk bukan pneumonia di atas lima tahun.

Penyakit ISPA juga menyerang kelompok umur yang bervariasi, yakni dari anak-anak hingga dewasa.

Ilustrasi

Penyebab penyakit ISPA salah satunya adalah adanya polusi udara. Bisa karena asap knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap kebakaran hutan.

Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat sepanjang September 2019 ada 5.317 kasus ISPA.

Angka ini jauh lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya dimana Agustus ada 7.554 kasus dan Juli 6.404 kasus, Juni 6.367 penderita dan Mei sebanyak 8.360 penderita.

Selanjutnya di April ada 7.194 kasus, Maret 8.282 kasus, Februari menjadi yang tertinggi selama tahun 2019 yakni 9.036 kasus, serta di Januari 8.177 kasus.

Totalnya hingga September 66.691 penderita.

”Untuk beberapa bulan terakhir gak ada kenaikan malah,” ucapnya.

Didi menyebutkan, salah satu pendorong turunnya kunjungan penderita ISPA di puskesmas, yaitu disebabkan cepatnya keluar imbauan dan edukasi kepada masyarakat. Semisal imbauan untuk menggunakan masker serta menjalankan gerakan hidup sehat. (rng)

PGN Bina UMKM di Tanjunggundap

0

batampso.co.id  – Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam ikut berkontribusi dalam membina pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanjunggundap, Tembesi.

Tujuannya yakni untuk ikut meningkatkan taraf perekonomian masyarakat disana.
Adapun kelompok UMKM binaan PGN di Tanjunggundap ada empat.

Yakni Gundap Bahagia, Mandiri Jaya, Mekar Sari, dan Lance Seroja. Total keseluruhan anggota mencapai 30 orang yang semuanya terdiri ibu-ibu rumah tangga.

Keempatnya memproduksi makanan ringan seperti kerupuk bermerek Snack Tanjung.

”PGN ikut membantu kita dengan memberikan alat-alat produksi,”

seperti wajan, sendok penggorengan, dandang, kompor besar, dan lainnya. Ini sangat membantu kami dalam menambah kegiatan perekonomian di sini,” kata Koordinator Keempat Kelompok UMKM itu, Sabaria, saat ditemui usai acara pembukaan Jong Race & Bola Voli Tanjunggundap yang disponsori oleh PGN, Jumat (4/10/2019) lalu.

Pada umumnya, mata pencaharian masyarakat Tanjunggundap yakni nelayan dan ada sebagian kecil yang bekerja di pabrik fiber yang berlokasi di sekitar Tanjunggundap.

Jajaran PGN berfoto bersama dengan pelaku UMKM binaan PGN Batam di Tanjunggundap, Jumat (4/10/2019) lalu. Foto: Rifki Setiawan/batampos.co.id

”Dulu ibu-ibu hanya nonton TV seharian, sekarang mereka bisa ikut kegiatan produktif untuk menambah penghasilan,” jelasnya.

Di samping itu, PGN juga ikut membantu masyarakat setempat menciptakan event wisata sendiri, seperti lomba perahu jong dan bola voli yang baru pertama kali dilaksanakan tahun ini.

Sedangkan Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan, Tanjunggundap dipilih sebagai lokasi penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) karena karakter masyarakatnya yang memang membutukan peningkatan taraf hidup.

”Sasaran kami adalah agar dapat meningkatkan kreativitas masyarakat di Batam, khususnya masyarakat pulau-pulau kecil,” tuturnya.

Makanya bentuk kontribusi yang diberikan selain menghibahkan alat produksi yakni memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah hasil bumi maupun laut sehingga dapat membantu ekonomi keluarga.

”Warga di sana itu banyak yang nelayan. Jadi, sangat bergantung pada cuaca. Dan bila cuaca buruk, maka mereka tidak akan melaut,” ujarnya.

“Maka dengan adanya kegiatan ibu-ibu ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah untuk perekonomian keluarga,” harapnya.(leo)

Terungkap, Ini 9 Masalah sebelum Lion Air JT- 610 Jatuh

0

batampos.co.id – Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018 akhirnya terungkap.

Kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan akhir hasil investigasinya.

KNKT menyimpulkan, ada sembilan faktor penyebab kecelakaan tragis yang merenggut 189 nyawa penumpang dan kru tersebut.

Bagian pertama membahas tentang cacat desain sistem kendali otomatis pencegah stall yang disebut Manuevering Characteristic Augmentation System (MCAS) yang didesain Boeing. Bagian lain menyebutkan soal kegagalan sensor dan reaksi pilot.

Dalam laporannya, KNKT menuliskan bahwa sensor kecepatan dan posisi pesawat terhadap arah terbang yang lazim disebut Angle of Attack (AOA) mengalami kerusakan sejak 26 Oktober saat pesawat terbang dari Tianjing (Tiongkok) ke Manado.

Karena rusak terus, AOA sensor sebelah kiri akhirnya diganti di Denpasar, Bali. Penggantinya diambilkan AOA sensor bekas pesawat Malindo Air yang disimpan oleh Lion Air Group sebagai suku cadang.

Saat terpasang, sensor baru ini agak melenceng 21 derajat. Namun, hal itu tidak terdeteksi saat sensor dikalibrasi.

’’Apakah sudah dikalibrasi dengan benar, KNKT belum bisa memastikan,” jelas Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo.

Ilustrasi pesawat Lion Air. Foto: Yusuf Hidayat/batampos.co.id

Lalu, terbanglah pesawat bernomor registrasi PK-LQP jenis Boeing 737 Max-8 itu dari Denpasar ke Jakarta.

Dalam penerbangan, pilot merasakan ada yang tidak beres. Karena itu, pilot mentransfer kontrol ke kopilot di kursi sebelah kanan.

Saat itulah dipercaya sistem MCAS yang disembunyikan Boeing dalam setiap pesawat seri MAX aktif untuk kali pertama.

Namun, pilot dengan cekatan mematikan kendali trim otomatis dan pesawat pun berhasil terbang dengan selamat.

Di Jakarta, pilot hanya melaporkan kalau ada kerancuan data ketinggian dan kecepatan pesawat antara sensor kiri dan kanan.

Namun, pilot tidak melaporkan kalau ada yang aneh dengan trim otomatis pesawat. Pilot juga tidak tahu telah terjadi kesalahan data AOA karena memang tidak ada indikatornya di kokpit.

’’Seharusnya masalah ini bisa diselesaikan kalau ada laporan AOA disagree,” jelas Nurcahyo.

PK LQP lantas menemui nasib nahasnya saat pagi, 29 Oktober 2018, terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Masalah demi masalah menyerang kapten pilot Bahvje Suneja sejak lepas landas. Pertama, setir pesawat bergetar karena data ketinggian dan AOA rancu antara kanan dan kiri.

MCAS pun membaca kalau pesawat sedang dalam posisi mendangak yang berbahaya dan berpotensi stall.

Akhirnya, MCAS bergerak menurunkan trim untuk menundukkan hidung pesawat. Kondisi ini membuat Kapten Pilot Bhavje Suneja berjuang melawan MCAS.

Dalam animasi data FDR yang di tampilkan KNKT, setidaknya 7 kali MCAS aktif membuat PK LQP menukik.

Setiap kali aktif, Bhavje selalu berusaha meng-cancel MCAS dengan cara menarik stik kemudi.

Setelah sekitar 10 menit berjuang melawan MCAS, pesawat akhirnya jatuh ke laut Jawa. Nurcahyo mengatakan, Pilot dan Kopilot tidak bisa mengantisipasi kondisi tersebut karena memang tidak ada lampu indikator aktifnya MCAS.

Pilot juga tidak pernah diberi tahu Boeing tentang adanya MCAS dan cara mengatasinya.
Nurcahyo mengatakan, Boeing terlalu husnudzon dengan berasumsi bahwa semua pilot akan bereaksi sama ketika MCAS aktif.

’’Prosedur ini harus lebih membumi. Kalau tes pilot Boeing kan sudah jago semua,” jelasnya.

Meski demikian, Nurcahyo mengatakan, ada faktor kerja sama yang kurang efektif antara Pilot dan Kopilot, padatnya arus komunikasi di ruang udara dengan ATC.(tau/oni/jpg)

Keadilan untuk Rafi, 16 Orang Dihukum Mati

0

Nusrat Jahan Rafi bisa beristirahat dengan tenang. Orang-orang yang membakarnya hidup-hidup April lalu sudah mendapat hukuman. Sebentar lagi mereka akan meregang nyawa di tiang gantungan.

KESEDIHAN masih me­nyelimuti Mahmudul Hasan Noman. Kenyataan bahwa adiknya, Nusrat Jahan Rafi, meninggal dengan cara yang sadis membuatnya terluka.

Luka itu sedikit terobati saat hakim Pengadilan Pencegahan Represi Perempuan dan Anak-Anak di Kota Feni, Bangladesh, Mamunur Rashid mengetukkan palu putusan, Kamis (24/10/2019).

Rashid menjatuhkan hukuman mati kepada 16 pembunuh Rafi.

”Mereka semua ambil bagian dalam pembunuhan itu. Kini mereka harus menghadapi konsekuensinya,” ujar Noman seperti dikutip Al Jazeera.

Siraj Ud Doula, kepala Sonagazi Islamia Senior Fazil Madrasa, sekolah Rafi, termasuk yang dijatuhi hukuman mati.

Pelaku lainnya adalah dua politikus di partai pe­nguasa Awami League, pegawai administrasi sekolah, dua guru, dan beberapa siswa.

Sebanyak 12 pelaku mengaku bersalah. Sedangkan Doula dan tiga pelaku lainnya menolak putusan. Mereka akan mengajukan banding.

Nestapa Rafi dimulai 27 Maret lalu. Doula memanggil Rafi ke ruangannya, lantas menggerayangi perempuan 19 tahun itu.

Rafi bisa melarikan diri dan melapor ke polisi. Dia mengungkap bahwa siswi lain juga mendapat perlakuan serupa.

Polisi yang bertugas sempat merekam Rafi dan mengatakan bahwa kejadian itu bukan masalah besar. Video tersebut bocor dan membuat para aktivis perempuan dan HAM berang.

Sejumlah aktivis perempuan di Bangladesh menuntut pelaku pembunuhan Nusrat Jahan Rafi segera dieksekusi mati, Kamis (24/10/2019) lalu. Foto: Sazzad Hossain/AFP

Doula akhirnya ditahan. Berada di balik jeruji besi tidak membuat Doula jera. Dia malah memerintah beberapa orang untuk membungkam Rafi dan memintanya mencabut laporan.

Pada 6 April, Rafi ke sekolah untuk menjalani ujian akhir. Seorang siswi mengatakan kepadanya, ada anak yang dipukuli di atap sekolah. Dia meminta Rafi ikut ke atap.

Tanpa pikir panjang, Rafi ikut. Di atap sudah ada 4–5 orang yang memakai burqa. Mereka mengikat tangan dan kaki Rafi serta mengancamnya agar mau mencabut laporan terhadap Doula.

Rafi menolak. Mereka akhirnya membakarnya hidup-hidup. Kejahatan itu akan disamarkan sebagai tindakan bunuh diri.

Nasib berkata lain. Api membakar tali yang mengikat tangan dan kaki Rafi. Dia berhasil menuruni tangga dan melarikan diri.

Kepada seorang polisi, Noman, Rafi memaparkan apa yang terjadi dan siapa saja pelakunya.

Noman merekamnya dan menjadikannya sebagai barang bukti ke polisi. Rafi yang mengalami luka bakar hingga 80 persen tak bisa diselamatkan. Empat hari pascakejadian, dia meninggal dunia.

Kasus itu membuat geram banyak pihak. Perdana Menteri Syekh Hasina ditekan untuk lebih melindungi perempuan.

Dia lalu memerintah 27 ribu sekolah di Bangladesh agar membentuk komite pencegah kejahatan seksual. Kasus Rafi langsung diproses.

”Putusan itu membuktikan bahwa tak seorang pun akan lolos dari kasus pembunuhan di Bangladesh,” tegas jaksa Hafez Ahmed seperti dikutip Agence France Presse.

Sebelum putusan keluar, rumah keluarga Rafi dijaga. Baik di luar maupun dalam. Ada ketakutan bahwa keluarga para pelaku akan membalas dendam.

Rafi adalah sosok yang tidak biasa. Dia berani buka suara. Padahal, biasanya korban pelecehan seksual di Bangladesh memilih tutup mulut.

Itulah yang membuat budaya pelecehan terhadap kaum hawa kian merajalela.
Kasus Rafi menjadi titik balik.

Sejak Doula ditangkap, ada lima guru lain di beberapa sekolah yang ditahan karena kasus pemerkosaan dan pelecehan terhadap siswanya.

Lembaga HAM Mahila Parishad mengungkapkan, pada semester pertama tahun ini, ada 731 insiden kekerasan seksual.

Termasuk 592 pemerkosaan, 113 pemerkosaan beramai-ramai, dan 26 perempuan yang dibunuh setelah dilecehkan.

”Kami harap hukuman (pada 16 orang) itu akan me­ngirimkan pesan kepada para pelaku kejahatan seksual dan kaki tangannya,” tegas aktivis perempuan Bangladesh, Maleka Banu.(*/c10/dos/jpg)