Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10977

Hunian Baru Berbentuk Resort Eksklusif di Nuvasa Bay

0

batampos.co.id – Batam kian menunjukkan potensi bisnis yang menggeliat, terlebih melihat semakin intensnya kerja sama yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan negara-negara tetangga, terutama Singapura.

Selain itu, jumlah wisatawan yang datang ke Batam juga terus bertambah setiap tahunnya, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap bisnis properti di Batam.

CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan, Presiden Joko Widodo berkomitmen menjadikan Batam sebagai salah satu lokasi investasi prioritas di Indonesia.

Hal ini terlihat dari salah satu agenda yang dibahas dalam Annual Leaders Meeting di Singapura awal Oktober 2019 lalu, dihadiri Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tentang pengembangan kawasan ekonomi kreatif berbasis digital yang berada di area Nongsa, Batam.

”Pengembangan kawasan ini pastinya berimbas terhadap kebutuhan properti, khususnya hunian di area Nongsa,” ujar Franky dalam acara konferensi pers perkenalan The Nove Residence Fase 2 Nuvasa Bay Nongsa, Jumat (25/10/2019).

Di samping itu, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Batam turut memberikan pengaruh positif terhadap Nongsa sebagai salah satu destinasi utama wisatawan asing di Batam.

”Berbagai alasan inilah yang semakin memperkuat Sinar Mas Land dalam membangun kota mandiri Nuvasa Bay di Nongsa,” ungkapnya.

The Nove Residence merupakan salah satu hunian resort eksklusif di Batam yang memiliki pemandangan alam yang indah karena berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan laut.

Maket The Nove Residence Fase 2, hunian baru berbentuk resort eksklusif di kawasan Nuvasa Bay. Foto: Dokumentasi Nuvasa untuk Batam Pos

Serta langsung menghadap Marina Bay Sand di Singapura, menghadirkan view laut, hutan bakau, serta lapangan golf Palm Springs yang merupakan salah satu lapangan golf terfavorit di Batam.

Project Coordinator Nuvasa Bay, Steven Japari, menjelaskan The Nove menjadi klaster pertama dengan konsep resort di Nuvasa Bay yang berhasil memberikan warna baru dalam dunia properti di Batam.

Hal ini juga terbukti dengan dikukuhkannya The Nove sebagai The Best Condo Development (Greater Indonesia) dan The Best Landscape Development (Greater Indonesia) dari Property Guru Indonesia Property Awards 2019.

”Klaster The Nove Residence Fase 1 dibangun dalam area seluas lima hektare dan terdiri dari tiga tower apartemen, rumah dan kavling,” terang Steven.

Lokasi The Nove juga bersebelahan dengan kawasan ekonomi digital seluas delapan hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land dan Citramas Group.

Pengembangan kawasan ini akan terdiri dari kantor, ruko komersial, dan fasilitas pendukung seperti ritel, F&B, ruang kerja bersama, hotel bisnis, dan fasilitas umum.

Setelah selesai, pengembangan ini diproyeksikan dapat menampung hingga 5 ribu pekerja.

”Tentunya ini memberikan potensi investasi yang baik bagi para pemilik unit hunian The Nove di masa depan,” ucapnya.

Maka tak mengherankan jika Nuvasa Bay sukses memasarkan The Nove Residence fase pertama.

Dari kiri; Pandudinata Pramono (Sekretaris DPD AREBI Kepri), Steven Japari (Project Coordinator Nuvasa Bay), Ruslan Weng (Ketua DPD AREBI Kepri), Fernando Malonda (Ketua Seksi Bidang Kode Etik DPD AREBI Kepri), Raichan Bohari (Sales Head Nuvasa Bay) dalam acara konferensi pers perkenalan The Nove Residence Fase 2 Nuvasa Bay Nongsa, Jumat (25/10/2019). Foto: Dokumentasi Nuvasa untuk Batam Pos

The Nove berhasil mencatatkan penjualan sebesar 95 persen sejak pemasaran yang dilakukan pada akhir tahun 2017 lalu.

”Dan di Oktober 2019 ini kami memperkenalkan The Nove Residence Fase 2 dengan jumlah terbatas,” sebut Steven.

Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa hunian resort di Batam sangat diminati, maka itu pihaknya kembali memperkenalkan The Nove Residence Fase 2.

”Kami yakin kehadiran The Nove Residence Fase 2 bisa mengulang kesuksesan The Nove Residence Fase 1, apalagi dengan konsep service residence yang akan memberikan passive income bagi pemiliknya,” tuturnya.

Pemilik unit The Nove Residence Fase 2 akan bisa lebih merasakan kemewahan hidup dengan dikelilingi lapangan golf Palm Springs dan laut yang langsung menghadap Singapura.

Selain untuk dihuni sendiri, dengan konsep service residence yang ditawarkan oleh Nuvasa Bay, pemilik unit nantinya juga bisa menyewakan rumah miliknya kepada pengunjung Nuvasa Bay untuk mendapatkan passive income.

The Nove Residence Fase 2 merupakan hunian limited edition yang ditawarkan dalam dua tipe, yakni tipe Semi-Detached dan tipe Town House. Hunian ini menjadi hunian tapak terakhir yang dibangun Nuvasa Bay di klaster The Nove,” ungkap Steven.

Untuk memberikan kemudahan bagi The Nove Residence Fase 2 ini, Nuvasa Bay menawarkan beberapa pilihan skema pembayaran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Hingga akhir tahun 2019, konsumen yang beruntung juga bisa mendapatkan diskon early bird, bonus emas 30 gram, voucher belanja, serta program cicilan yang menarik.

”Promo menarik ini hanya berlaku hingga akhir November 2019,” sebutnya.

Selain promo juga disediakan kemudahan bagi konsumen dalam memilih unit favorit yang diinginkan hanya dengan membayar prebooking senilai Rp 5 juta.

”Untuk setiap prebooking, konsumen akan mendapat cash back tambahan sebesar Rp 2 juta pada saat pelunasan Uang Tanda Jadi (UTJ),” ucap Steven.

Specta FAME

Sebagai bentuk apresiasi akan kepercayaan konsumen, Nuvasa Bay menggelar acara tahunan Specta FAME yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (26/10/2019) sampai Minggu (27/10).

Acara ini menghadirkan karya seni yang bekerja sama dengan Komunitas lokal Batam, kuliner dengan tema ‘Coffee & Pastry’ bersama beberapa toko pastry ternama di Batam, dan pentas seni dari sekolah yang ada di Batam.(nji)

Solar Langka, Pertamina: Tidak Ada Pengurangan

0

batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terjadi di wilayah Batuaji.

Solar semakin sulit didapat sehingga antrean panjang kendaraan tak terelakkan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang memiliki stok solar di wilayah tersebut.

Seperti yang terjadi di SPBU Codo, di samping Ruko Air Mas, Sagulung, Jumat (25/9/2019) pagi.

Ratusan kendaraan roda empat berbahan bakar solar antre panjang dan mengular hingga ke Jalan R Suprapto.

Banyak kendaraan dengan BBM solar memutar rute dan antre ke sana karena SPBU lain kehabisan stok solar.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan solar ini cukup mengganggu arus lalu lintas di Jalan R Suprapto depan SPBU, sebab mempersempit ruas jalan.

Sejumlah sopir kendaraan dengan BBM solar mengaku tak punya pilihan lain sebab tak ada lagi SPBU di sana yang memiliki stok solar.

Kendaraan antre untuk mengisi bahan bakar permium di SPBU Tanjunguncang, Batuaji,. Dalam beberapa hari terakhir, BBM jenis premium, pertalite, dan solar mengalami kelangkaan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Dari pada tak kerja hari ini, tetap ikut antre. Tak bisa beli eceran karena kami kerja sepanjang hari,” ujar Farid, sopir kendaraan truk yang dijumpai di SPBU Codo.

Roni, pengendara lainnya mengaku, situasi seperti ini kerap terjadi dan sudah berlangsung lama.

”Bukan sesuatu yang baru jika harus antre panjang seperti ini. Tak tahu apa persoalannya tapi setiap mau akhir pekan selalu begini,” kata Roni.

Pihak SPBU saat dikonfirmasi umumnya mengaku belum ada pengiriman dari Pertamina. Mereka mengelak jika pasokan solar dikurangi.

”Stok stabil cuma belum diantar saja,” ujar petugas SPBU Tembesi.

Sementara itu, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, menegaskan, tidak ada pengurangan pasokan solar terkait kelangkaan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Batuaji.

”Untuk solar tidak ada pengurangan karena sudah ada intruksi dari pusat untuk menyalurkan,” ujar Robby saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).

Sebelumnya, Roby menyebutkan untuk penyaluran BBM solar rata-rata 50 ribu liter per hari.

Jumlah ini sama dengan penyaluran pada bulan lalu.

”Penyaluran kita awal september ini sama dengan bulan lalu. Jadi tidak ada pengurangan,” sebut Roby.(eja,une)

November, Perbaikan Terowongan Pelita Selesai

0

batampos.co.id – Perbaikan Terowongan Pelita akan selesai pada akhir November mendatang.

Tujuan dari perbaikan ini, untuk memperkuat dinding terowongan agar bisa tahan sesuai umur pemakaian.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal Badan Pengusahaan (BP) Batam, Boy Zasmita, mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan di awal, perbaikan Terowongan Pelita membutuhkan waktu tiga bulan.

Tahap pertama dikerjakan dalam satu setengah bulan dan tahap kedua juga sama.

”Proses perbaikannya sama, yakni injeksi gel ke dalam dinding terowongan,” katanya, baru-baru ini.

Injeksi gel tersebut dalam bahasa teknisnya disebut Hydro Structure Gel Injection ini disuntikkan ke dalam celah-celah dinding terowongan.

Sejumlah pekerja memperbaiki Terowongan Pelita, Jumat (27/9/2019) lalu. Perbaikan terowongan pelita diperkirakan selesai pada November mendatang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tujuannya untuk menutupi celah-celah di dinding yang bisa disusupi air. Sehingga ketahanannya lebih terjaga dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Karena Ini Pengendara Dilarang Melintasi Terowongan Pelita

Namun, lanjut Boy, akibat dari proses perbaikan ini, terjadi kemacetan yang cukup panjang di sekitar terowongan.

Adapun bagian terowongan yang diperbaiki adalah dari Nagoya menuju Seipanas.

Sehingga arus dialihkan ke jalur di sebelahnya yang merupakan jurusan Seipanas menuju Nagoya.

”Kendaraan yang seharusnya melalui jalur tersebut dialihkan ke Jalan Seraya Atas dan kemudian memutar kembali menuju jalan setelah di Terowongan Pelita. Di titik inilah kemacetan terus terjadi,” jelasnya.

Perbaikan Terowongan Pelita bertujuan untuk menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus, sehingga bisa bertahan sesuai dengan usia pakainya.

”Memang 90 persen kondisinya masih bagus. Tapi ada rembesan di sana dan perlu diperbaiki,” jelasnya.

“Kalau tak diperbaiki akan berkarat dan kekuatan strukturnya akan hilang,” katanya lagi.

Proses pemeliharaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan anggaran bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 6,4 miliar.(leo)

Jaksa Pelajari Berkas Tunggakan BPJS Ketenagakerjaan PT KDH

0

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Karimun, saat ini telah menerima limpahan berkas dari penyidik Pejabat Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri wilayah kerja Kabupaten Karimun.

Limpahan berkas itu terkait dua tersangka IG dan MY Dirut dan Direktur PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) yang belum melakukan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan terhadap para pekerjanya.

”Kita pelajari dulu berkasnya,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negara Karimun, Hamongan P Sidauruksaat, kepada Batam Pos, Jumat (25/10/2019).

Sementara itu Penyidik Disnakertrans Provinsi Kepri wilayah kerja kabupaten Karimun, Ria Isweti, mengatakan, berkas penyidikan sudah masuk tahap kedua.

Berkasnya kata dia, sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti. Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan perkara tersebut. Seperti ahli pidana, perdata maupun ketenagakerjaan.

”Jadi, walaupun perusahaan tersebut sudah dinyatakan pailit oleh Pengadilan negeri Medan, tidak akan menggugurkan perkara yang sudah diproses penyidikan dan pelimpahan berkas kepada kejaksaan,” terangnya.

Kejaksaan Negeri Karimun sat melakukan pemanggilan kepada perusahaan yang menunggak BPJS Ketenagakerjaan pada Mei 2019 lalu. Foto: BPJS Ketenagakerjaan untuk batampos.co.id

Sedangkan kuasa hukum IG dan MS dari PT KDH, Andry Erawan, mengatakan, dirinya telah menyurati kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri untuk memohon tidak dilanjutkannya penyidikan yang telah menetapkan dua kliennya itu.

Alasannya, karena PTKDH Karimun sudah pailit, berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Negeri Niaga Medan tertanggal 18 September 2019 Nomor 1/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2019/PN. Niaga Mdn, Jo Nomor 10/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Niaga Mdn.

”Di sini sudah jelas, bahwa PT KDH dinyatakan Pailit dan saat ini peralihan kewenangan pengurusan dan pemberesan tagihan kepada tim kurator,” jelasnya.

Dengan demikian, tim Kurator PT KDH yang berwenang melaksanakan tugas pengurusandan atau pemberesan harta pailit debitor demi hukum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 16 ayat (1) Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 34 undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang (Selanjutnya disebut UU PKPU).

”Pihak tim kurator PT KDH telah mengirimkan surat undangan kepada pimpinan kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Karimun tertanggal 23 September 2019 dengan no. 008/TK-PT KDH/Pailit/IX/2019 untuk menghadiri rapat-rapat kreditor PT KDH,” ujarnya.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Karimun, Rudianto, mengungkapkan, pihaknya masih menunggu putusan dari tim kurator PT KDH untuk melunasi tunggakan BPJS Ketenagakerjaan.

”Kita masih menunggu keputusan. Kalau soal proses hukum, itu hal yang berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya, Kajari Karimun pada bulan Mei lalu telah memanggil 30 perusahaan yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. Dengan tunggak yang paling besar Rp470 juta dari PT KDH sebesar Rp318.610.638.(tri)

Sumpah Pemuda Zaman Now, Ini Pesan Kapolresta Barelang

0

batampos.co.id– Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak utama dalam lahirnya kata persatuan dan kesatuan, serta lahirnya bangsa Indonesia.

Hal itu tentunya harus menjadi semangat masyarakat khususnya pemuda hingga saat ini.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, Sumpah Pemuda masih sangat relevan hingga saat ini.

Sebab, kata dia, Sumpah Pemuda diangkat dari nilai-nilai luhur bangsa pada saat lahirnya Sumpah Pemuda hingga saat ini.

Dimana, tantangan pada saat itu adalah perjuangan dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan.

“Tetapi saat ini di era milennial, mari kita isi kemerdekaan yang sudah mengorbankan darah hingga nyawa, dengan pembangunan,” seru Kapolres.

Pemuda di era milenial ini diharapkan untuk terus berkarya, menggapai prestasi dan melanjutkan pembangunan untuk indonesia yang lebih sejahtera.

Meski pada kenyataannya saat ini persatuan dan kesatuan tergerus dengan globalisasi.

“Dalam momen yang berbahagia ini, di momen Sumpah Pemuda harus kembali kita eratkan, kita kokohkan, kita pupuk kembali, persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya generasi muda,” tuturnya.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo. Foto: Cecep Mulyana./batampos.co.id

Sebab, lanjutnya, kedepan generasi muda yang akan memegang tongkat kepemimpinan bangsa.

Karena itu, Prasetyo mengajak kepada seluruh pihak yang terkait untuk mempersiapkan generasi muda di Kota Batam lebih baik lagi dalam menghadapi perkembangan zaman.

Meski fakta yang terjadi saat ini adalah tidak adanya sikap menghargai perbedaan. Para pemuda lebih mengutamakan kelompok tertentu, eksklusifitas kelompok hingga primordialisme.

Sehingga tonggak persatuan dan kesatuan yang tertanan didalam Sumpah Pemuda mulai luntur.

“Padahal semangatnya adalah sumpah pemuda menghilangkan perbedaan dan mengucapkan satu kata bangsa indonesia,” jelasnya.

“Tapi kalau sekarang selalu kelompok saya yang paling hebat, kelompok saya yang paling super, dan segala macam. Jadi kurang menerima perbedaan dari kelompok lain,” jelasnya.

Karena adanya kebanggaan yang sempit terhadap sebuah kelompok, sering terjadinya tawuran antar pelajar dengan anggapan bahwa sekolah mereka lebih hebat dari sekolah lain.

Dengan fakta tersebut, tentunya ini yang jadi pekerjaan rumah pihak terkait kedepannya untuk menanamkan kembali semangat persatuan dan kesatuan.

“Tahun 1928 saat lahirnya Sumpah Pemuda, anak-anak dari berbagai daerah yang jauhnya tidak terbayang,” paparnya.

“Ada orang Papua, Melayu dan lainnya berkumpul di Jakarta. Mereka tidak memperdulikan seberapa jauh perjalanan yang harus ditempuh. Tapi dengan semangat satu untuk indonesia, itu semua mereka lalui,” jelasnya.

Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, menurut Prasetyo tentunya bisa lebih mudah dalam mempersatukan seluruh pemuda di Indonesia.

Salah satu contoh pemersatuan itu bisa dilakukan melalui media sosial Facebook dengan fitur yang sudah disediakan.

Facebook itu harusnya digunakan sebagai ajang untuk mempersatukan kesatuan. Tetapi kita sekarang melihat ada sedikit menyimpang bahwa grup tersebut digunakan untuk saling menghina, saling membuat perbedaan yang bisa memperbesar jarak antara kelompok dengan kelompok lain,” ujarnya.

Untuk itu permasalahan ini yang harus disadari bersama untuk dipupuk kembali semangat persatuan dan kesatuan bahwa Indonesia adalah satu dan bangsa indonesia.

“Kita harus lebih mementingkan kepentingan negara ini dibandingkan kepentingan golongan,” imbuhnya.(gie)

Di Persimpangan Ini Arus Lalulintas Kacau Balau

0

batampos.co.id – Arus lalu lintas di ruas Jalan Laksamana Bintan tepatnya di Simpang Sincom, Batam Center kacau balau.

Kendaraan dari empat arah yakni dari Simpang Kallista, dari Simpang Frengki, dari arah Jalan Pelarayan Batam serta dari Jalan Reformasi (depan kantor PMI Batam), saling berebut untuk melaju duluan.

Hal itu dikarenakan tidak adanya lampu pengatur lalu lintas di simpang tersebut. Akibatnya kendaraan saling berebutan terjebak tak bisa bergerak saat berada di tengah persimpangan.

Kondisi itu kerap dijumpai saat pagi hari maupun sore hari ketika jam berangkat dan pulang kerja.

Semrawutnya arus lalu lintas itu juga disebabkan ruas jalan yang terlalu sempit untuk dilalui kendaraan.

Pengendara berusaha saling mendahului saat melewati Simpang Sincom Batam Center, Senin (21/10) lalu. Kondisi itu membuat arus lalu lintas di kawasan itu semrawut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pantauan Batam Pos, setiap jam sibuk kerja pada sore jelang malam hari, aksi saling terobos pun tak terhindarkan.

Menurut informasi di lapangan, simpang empat tersebut rawan akan kecelakaan.

”Setiap sore simpang empat Panasonic ini memang sering rawan kecelakaan, karena pengendara tidak ada yang mau mengalah,” kata Tika, pekerja di Batam Center, Kamis (24/10/2019).

Di lokasi terpisah, tepatnya di Simpang Panbil, Mukakuning, arus lalu lintas juga tak terkendali dari arah Batam Center menuju Batuaji.

Angkutan Kota (Angkot) berhenti tepat di bahu jalan yang mengakibatkan macet.

”Paling sering macet, pas kita dari Batam Center ke Sagulung-Batuaji sana,” kata David Tarigan, pekerja di Batamindo.

“Tiga sampai empat angkot kadang parkir begitu saja di badan jalan,” kata dia lagi.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini.(iza)

Karena Ini, Bangunan Sepanjang Jalan Tiban Princes-Tiban Global Dirobohkan

0

batampos.co.id – Tim Terpadu menertibkan bangunan yang ada di sepanjang Jalan Tiban Princes hingga simpang Tiban Global, Sekupang, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Batam, Imam Tohari, mengatakan, ada lima bangunan permanen yang ditertibkan karena mendirikan bangunan di atas ROW jalan.

”Ini lanjutan dari penertiban sebelumnya. Pemilik sudah diberikan peringatan dan pemberitahuan agar bisa mengosongkan bangunan mereka,” katanya.

“Karena ini sudah sesuai dengan ukuran dari Dinas Bina Marga (dan Sumber Daya Air/DBMSDA) Kota Batam sebagai pelaksana proyek,” jelasnya lagi.

Selama penertiban, memang ada pemilik yang tidak terima karena bangunannya ditertibkan.

Hal ini menurut Imam, sudah sering terjadi. Pihaknya bekerja sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan BP Batam dan DBMSDA.

”Tadi ada 273 personel turun dari Polri-TNI, Satpol dan Ditpam serta satu alat berat untuk menertibkan bangunan tersebut,” sebutnya.

Tim Terpadu mengerahkan alat berat untuk menertibkan bangunan yang ada di sepanjang Jalan Tiban Princes hingga simpang Tiban Global, Sekupang, Jumat (25/10/2019). F.oto: Yulitavia/batampos.co.id

Iman menambahkan, penertiban untuk menunjang kelancaran pengerjaan pelebaran jalan yang dilakukan Pemko Batam tahun ini.

Sebelumnya, penghuni bangunan sudah diminta mengosongkan bangunan, namun mereka menolak. ”Meskipun ada penolakan kami tetap jalan,” paparnya.

“Karena kami sudah bekerja sesuai dengan aturan dan BP Batam sebagai pemegang hak pengelolaan lahan di Batam ini,” ujarnya lagi.

Sementara itu, beberapa pemilik menolak penggusuran karena mengklaim memiliki bukti PL dari BP Batam. Mereka bersikeras agar bangunannya tidak dibongkar.

”Saya ada suratnya. Jangan main gusur saja. Saya tidak terima,” kata salah seorang pemilik yang mengadang penggusuran.

Penertiban sempat ricuh karena dua pemilik tidak terima bangunannya dihancurkan.

Adu mulut tidak terelakkan saat pemilik bersikeras mempertahankan untuk tidak ditertibkan.

Sementara itu, DBMSDA Batam, Yumasnur, mengatakan tahun ini pihaknya baru dalam tahap pembukaan dan penataan jalan dari Tiban Princes menuju Simpang Tiban Global.

”Bertahap. Untuk itu ba-ngunan harus ditertibkan dulu agar pelebaran tahun depan bisa dimulai,” sebutnya.

Proyek tahun jamak ini menghabiskan anggaran hingga Rp 6 miliaar lebih. Ruas jalan tersebut direncanakan sebagai cikal bakal menuju jalan lingkar (ring road) yang menghubungkan Patam Lestari ke Jodoh, Batuampar.

”Akhirnya ke sana nanti. Makanya kami buka dulu alurnya. Semoga pengerjaan tahun depan bisa lancar dan bisa mengurai kemacetan dari Sekupang menuju Batam Center dan Nagoya,” tutupnya.(yui)

Teganya, Dua Anak Perempuan Ini Ditelantarkan Orangtuanya

0

batampos.co.id – Dua anak perempuan yang belum diketahui namannya, ditelantarkan orangtuanya yang diketahui bernama Ila, sejak sepekan lalu.

Kini, kedua anak yang usianya sekitar 3 dan 4 tahun itu dititipkan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam, di Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai di Panti Rehabilitasi Nilam Suri, Nongsa, Kota Batam.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos PM Batam, Chitra Widya, mengatakan, kedua anak itu saat ini dalam kondisi baik dan sehat.

Hingga kini, pihaknya masih berusaha mendapatkan informasi dari kedua anak tersebut mengenai orangtuanya.

”Masih kami coba cari tahu. Namun, saat ini kedua anak tersebut tidak banyak bicara,” ujarnya.

“Bahkan untuk namanya saja, mereka tidak tahu. Mereka hanya panggil dirinya kakak dan adik,” kata dia lagi, Jumat (25/10/2019).

Ia mengungkapkan, kasus penelantaran anak ini baru pertama kali terjadi sepanjang 2019 ini.

Menurutnya, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan orangtua menelantarkan anaknya.

Dua anak yang ditelantarkan orangtuanya, kini berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai di Panti Rehabilitasi Nilam Suri, Nongsa, Batam. Foto: Dinsos Batam untuk Batam Pos

Namun yang paling umum akibat faktor ekonomi. Orangtua tak sanggup lagi mengurusi kedua anaknya, sehingga memutuskan untuk meninggalkan mereka.

”Kami juga meminta keterangan dari pemilik rumah tempat anak ini ditinggalkan,” jelasnya.

“Karena sudah lima hari berada di rumah tersebut, orangtua anak itu tidak kunjung datang menjemput,” ujarnya lagi.

Perempuan yang pernah bertugas di Kantor Satpol PP Batam ini menambahkan, pihaknya juga masih berupaya menemukan orangtua anak tersebut.

Chitra mengatakan, kedua anak diantarkan pihak Polsek Sekupang agar bisa ditangani.

”Orangtuanya masih belum kami temukan, bagi mereka yang merasa kenal dengan kedua anak ini, silakan datang ke Dinsos,” ujarnya.

“Nanti akan kami pertemukan kembali dengan kedua anak tersebut,” kata dia lagi.

Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, membenarkan kedua anak itu ia serahkan ke Dinas Sosial Kota Batam untuk dirawat, sembari mencari orangtuanya.

Ia mengungkapkan, kedua anak itu awalnya diantarkan ke Polsek Sekupang oleh Siti, wanita yang mengaku teman Ila, orangtua si anak.

Kedua anak itu diantar ke Polsek setelah ditinggal lima hari di rumahnya oleh Ila.

”Jadi, waktu itu orangtua anak ini (Ila) menginap di rumah temannya (Siti) yang ada di Sekupang,” jelasnya.

“Namun, saat ditinggal salat Subuh, orangtua anak ini sudah tidak ada. Pergi tanpa pamit,” paparnya lagi.

Setelah menunggu selama lima hari, orangtua dari kedua anak itu tak datang untuk menjemput anaknya.

“Akhirnya diantar temannya itu ke Polsek Sekupang,” ujarnya.

Karena itu, agar anak ini mendapatkan perhatian, pihaknya mengantarkan anak tersebut ke Kantor Dinsos-PM untuk dirawat hingga orangtuanya ditemukan atau datang untuk menjemput kedua anaknya.

”Sudah di Dinsos. Kemarin (Kamis, 24/10) teman orangtuanya mengantarkan ke kantor kami,” ujarnya.(yui)

Ihhhhh, Kawasan Welcome to Batam Jorok

0

batampos.co.id – Kawasan aneka kuliner dan jajanan tradisional di depan Asrama Haji Batam, Batam Center, tidak pernah sepi dikunjungi warga hingga wisatawan mancanegara (wisman).

Sayangnya, di kawasan yang juga berlatar belakang tulisan Welcome To Batam (WTB), dan menjadi salah satu ikon Kota Batam, kurang terawat dan jorok.

Kantong-kantong sampah dan limbah sisa jualan pedagang banyak ditemukan berserakan, sehingga sangat mengganggu pemandangan.

Seperti terlihat pada Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

”Terpaksa diatur posisi foto. Sampahnya banyak, berserakan, jangan sampai ke ambil (masuk ke dalam bingkai, red),” kata Rijal, warga yang sedang berfoto bersama tiga rekannya.

Selain itu, gerobak pedagang dibiarkan berantakan di belakang rangka sebuah bangunan yang ada di lokasi tersebut.

Sampah di kawasan Welcome to Batam tak diangkut, sehingga meninggalkan kesan kumuh dan jorok. Foto: Adiansyah/batampos.co.id

”Kalau ditata akan lebih bagus, apalagi kawasan ini sering dikunjungi tidak hanya warga Batam dan wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara,” kata Dwi, rekan Rijal.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam yang menggandeng OK OC tengah menyiapkan pengembangan lokasi ini agar semakin ramah wisatawan.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menyebutkan, kebersihan menjadi salah satu konsen penataan ke depan. Soal desain terbaru WTB, ia mengatakan tengah difinalisasi.

”Soal desain kami akan laporkan ke Wali Kota Batam (Muhammad Rudi) dulu, minta pertimbangan beliau tentang rencana pengembangan WTB ini,” imbuh Gustian.

Secara umum, ia mengaku akan ada penentuan spot dalam desain WTB ke depan. Tidak hanya itu, seni mural juga akan ditampilkan di aspal-aspal lokasi ini.

Sebagai langkah awal, Gustian mengaku rencana pengembangan WTB mendapat sambutan positif dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad hingga Dekranasda Batam.

”Semua akan kami gandeng pelaku usaha di sana, ajak diskusi. Termasuk yang terkait menyediakan jasa foto,” terangnya.(iza)

Bila Terpilih Jadi Gubernur, Pak Ismeth Siap Bangkitkan Lagi Ekonomi Kepri

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri pertama, Ismeth Abdullah mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur Kepri (Cagub) ke Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2019).

Menurut Ismeth, ia tertantang untuk membangkitkan kembali kejayaan Provinsi Kepri. Karena dengan kekuatan APBD Kepri Rp1,8 triliun dimasanya, bisa membangun sejumlah proyek strategis dan peningkatan ekonomi.

“Sekarang APBD Kepri sudah pada angka Rp3,8 triliun. Namun ironis pertumbuhan ekonomi lemah dan Jembatan Batam Bintan (Babin) tak kunjung terwujud. Persoalan ini yang menjadi motivasi saya untuk berkhidmat kembali bagi Provinsi Kepri,” ujar Ismeth Abdullah usai mengambil formulir di Kantor Partai Golkar Kepri, Tanjungpinang.

Selain itu, Mantan Ketua Otorita Batam (OB) tersebut menilai, banyak kemunduran terhadap Provinsi Kepulauan Riau belakang ini. Salah satu kemunduran adalah pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri ini, hidup susah di Kepri sekarang ini, banyak galangan kapal dan pabrik di Batam tutup. Hal ini juga membuatnya memilih untuk turun ke gelanggang Pilkada Kepri 2020 mendatang. Ismeth mengatakan, dirinya mengambil formulir untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepulauan Riau 2020 mendatang.

“Saya berniat membangkitkan kembali Provinsi Kepulauan Riau menjadi Kepri Gemilang, Kepri Terbilang, Kepri yang berjaya, kemakmuran rakyat dan Kepri menjadi nomor satu di Indonesia, ini hanya untuk rakyat,” tegasnya.

Pak Ismeth, demikian kita mengenalnya, mengatakan, sejauh ini ia sudah menjalani komunikasi politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan partai lainnya. Ia berharap langkah dan niat tulusnya untuk Kepri berjalan dengan baik. Meskipun pernah tersandung dalam kasus korupsi, ia yakin masyarakat bisa menilai mana yang baik dan tidak baik. Atas dasar itu, ia berharap mendapatkan restu dari Partai Golkar untuk bertarung di Pikada Kepri 2020 mendatang.

Ismeth Abdullah saat mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur Kepri (Cagub) ke Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2019). Foto: batampos.co.id /jailani

“Ini semua untuk rakyat bukan untuk pribadi saya dan tidak ada yang boleh ada yang miskin di Kepri, tidak boleh ada yang sakit untuk itu rumah sakit dibangun dan tidak boleh ada pengangguran,” tutup Ismeth Abdullah.

Sekretaris Partai Golkar Kepri, Agustar mengatakan, Partai Golkar mulai membuka pendaftaran calon kepala daerah Kepri ini dimulai tanggal 25 Oktober hingga 02 November 2019 mendatang. Menurutnya, kesempatan yang dibuka tersebut adalah untuk pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran calon Gubernur Kepri ini selama 9 hari kedepan. Jadi mulai hari ini 25 Oktober sampai dengan 2 November.

“Sejauh ini sudah ada lima orang yang mendaftar, selain empat kader Partai Golkar. Salah satunya adalah Gubernur Kepri pertama, Ismeth Abdullah,” ujar Agustar menjawab pertanyaan media disela-selama menerima kedatangan Ismeth Abdullah dan rombongan.

Masih kata Agustar, selain Ismeth Abdullah, empat kader Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepri telah mengambil formulir pendaftaran untuk pencalonan Gubernur dan Walil Gubernur Kepri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang adalah Raja Bakhtiar, Huzrin Hood, Raja Syahniar Usman, dan Taba Iskandar. Disinggung mengenai status mantan napi korupsi?

Mengenai hal itu, Agustar mengatakan tahapan pendaftaran ini bukan proses untuk menerima atau menolak. Karena ketentuan secara teknis nanti, DPP Partai Golkar yang memutuskan.

Disebutkannya, peta politik Partai Golkar akan tampak setelah Rapat Pimpinan (Rapim) dan Musyawarah Nasional (Munas) yang direncanakan pada Desember 2019 nanti. Masih kata Agustar, Golkar juga memiliki banyak kader potensial untuk didorong maju di Pilkada nanti.

“Sosok tersebut tentunya ada pada diri Ketua DPD Golkar Kepri, Ansar Ahmad, saya sendiri, Aunur Rafiq, Ketua DPD Golkar Karimun. Disetiap daerah, kita punya kader potensial. Kami masih menunggu petunjuk DPP Partai Golkar tentunya. Setelah itu baru bisa menentukan arah kebijakan partai nantinya,” tutup Agustar. (jpg)