Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 11055

Bersepeda bareng ATB ke Dam Sei Harapan

0
foto: batampos.co.id / dhiyanto

batampos.co.id – Festival Hijau ATB – BP Batam telah dimulai sejak Sabtu (27/7/2019).

Hari ini festival dilanjutkan dengan acara tanam pohon dan bersepeda. Start dan Finish di Kepri Mall

Pesepeda dilepas oleh Presdir ATB Batam, Benny Andrianto ditemani Febrialin mewakili Pemko Batam serta Dirut Batam Pos, Candra Ibrahim. Juga Dwianto Eko mewakili BP Batam.

Peserta akan bersepeda menuju Dam Sungai Harapan. Di sana mereka akan menghijaukan lingkungan dam dengan bibit pohon yang telah disiapkan.

O, iya, sebelum menggowes peserta diajak senam.

Setelah melakukan kegiatan penghijauan, peserta akan kembali ke Kepri Mall. (nto)

 

 

Batik Khas Kota Batam Diperkenalkan di Tingkat Nasional

0

batampos.co.id – Promosi wisata melalui Batik Batam Fashion Week (BBFW) semakin luas jangkauannya.

Setelah sukaes digelar di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau, BBFW 2019 mulai diperkenalkan ke tingkat nasional.

Pagelaran busana hasil karya perancang Batam ini ditaja dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) 2019.

Agenda tahunan PKK dari seluruh provinsi di Indonesia ini dilaksanakan di Taman Terbuka Hijau Imam Bonjol Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, 24-27 Juli.

Salah seorang model mengenakan batik khas Kota Batam saat acara Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga 2019 di Kota Padang, Sumatera Barat. Kota Batam memiliki batik khas salah satunya bermotif gonggong. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id

Koleksi-koleksi busana kreasi dari batik Batam ini tampil di malam ketiga, Jumat (26/7/2019).

“BBFW ini merupakan inisiatif dari Ketua Umum Dekranasda Kota Batam, Ibu Marlin Agustina Rudi,” terang Ketua Harian Dekranasda Batam, Ardiwinata.

“Beliau ingin mempromosikan hasil karya pebatik Batam melalui pagelaran busana yang dilakukan bekerja sama dengan perancang di Kota Batam,” kata dia lagi.

Pagelaran busana batik Batam ini dimulai dengan roadshow di tingkat kecamatan.

Ardi mengatakan, bersama pebatik dan perancang, Dekranasda Batam berkeliling di 12 kecamatan se-Kota Batam sepanjang 2018 lalu.

Kemudian kata dia, promosi hasil kerajinan tangan warga Kota Batam ini mulai dibawa ke tingkat provinsi.

Sejak awal 2019, BBFW sudah digelar di tiga lokasi berbeda.

Yakni Kabupaten Karimun, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan.

“Hari ini kita mulai masuk ke tingkat nasional, yang dimulai dari kegiatan HKG PKK,” jelasnya.

“Harapannya selain mempromosikan batik Batam tapi juga promosi pariwisata Batam secara umum,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam tersebut.(*/esa)

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pulau Nipah untuk Perkuat Pertahanan di Pulau Terdepan Indonesia

0

batampos.co.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Batam Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Usai mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, kedua jenderal bintang empat itu langsung melanjutkan penerbangannya menggunakan helikopter menuju Pulau Nipah.

Panglima TNI dan Kapolri melakukan kunjungan ke Pulau Nipah sekitar tiga jam, untuk melihat situasi di pulau terdepan Kota Batam tersebut.

Kepada para pewarta, Panglima TNI, mengatakan, tujuan mereka berkunjung di Pulau Nipah, ingin melihat permasalahan-permasalahan yang ada di Pulau Nipah, khususnya terkait permasalahan peralatan.

“Karena di Pulau Nipah adalah tempat yang sangat strategis untuk pengawasan wilayah perairan, khususnya di Selat Malaka,” katanya.

Menurutnya di Pulau Nipah diperlukan peralatan-peralatan untuk memonitor. Seperti radar, peralatan Automatic Identification System (AIS).

“Atau sebuah sistem pelacakan otomatis digunakan pada kapal dan dengan pelayanan lalu lintas kapal untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal oleh elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya, seperti BTS AIS, dan satelit,” ujarnya.

Kata Panglima TNI, hasil kunjungannya ke Pulau Nipah, akan dijadikan bahan evaluasi di Mabes TNI.

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pulau Nipah. Tujuan kedua jenderal bintang empat itu untuk memperkuat pertahanan di pulau terdepan Indonesia. Foto: Galih/batampos.co.id

Sehingga lanjutnya, TNI mampu memonitor lalu lintas kapal dari nengara-negara lain di sekitar Pulau Nipah.

Panglima TNI berharap Pulau Nipah memiliki alat untuk
memonitor lalu lintas kapal di area tersebut.

Sehingga saat kapal yang melintas mematikan sistemnya, pergerakannya masih bisa dibaca.

“Kalau sudah mematikan AIS, berarti mereka memiliki tujuan yang tidak baik,” jelasnya.

“Terutama adalah yang tidak kita harapkan seperti adanya
penyelundupan narkoba ataupun kegiatan yang melanggar ketentuan hukum di wilayah NKRI,” terangnya.

Kata Panglima TNI, tugas pengamanan atau keamanan tidak hanya berada di pundak TNI, tapi juga berada di Polri.

Karena itu, dirinya turun bersama Kapolri untuk melihat langsung kondisi Pulau Nipah.

Panglima TNI mengatakan pihaknya tidak akan menambah senjata di wilayah Pulau Nipah.

“Persenjataan bisa ditaruh di luar garis negara, bisa ditaruh di wilayah Tanjungpinang, kemudian ke Sumatera daratan,” jelasnya.

“Tentunya peralatan senjata yang kami siagakan ini sudah memiliki daya jelajah dan akurasi yang sudah kami perhitungkan untuk menetralisir segala ancaman dari luar,” papar Panglima TNI lagi.

Panglima TNI menjelaskan, kunjungannya ke Pulau Nipah murni untuk penambahan peralatan seperti radar di Pulau Nipah. Bukan hal lainnya seperti persiapan untuk pengambilan ruang udara di Provinsi Kepri yang saat ini masih dikelola Singapura.

“Karena di Pulau Nipah merupakan wilayah lalulintas laut, wilayah perairan yang perlu ditambah peralatannya khususnya radar canggih,” jelasnya.

Kata Panglima TNI, mulai dari pantai timur hingga Selat Philips merupakan perairan yang sangat rawan kejahatan.

Karena itu pihaknya akan memasang radar pemantauan lalulintas perairan.

Sedangkan rencana pusat mengambil wilayah udara di Kepri dari Singapura, sedang dibicarakan di tingkat kementerian yang leading sektornya Kemenko Maritim.

Sementara itu Karopenmas divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi menegaskan, kunjungan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI ke Pulau Nipah untuk meninjau langsung kinera anggota TNI dan Polri yang menjaga pulau terdepan.

“Panglima TNI dan Kapolri juga memberikan bantuan berupa dua unit sepeda motor untuk operasional, sembako dan bantuan lain untuk meningkatkan semangat kerja anggota TNI-Polri yang bertugas di Pulau Nipah,” terangnya.

Sebab, lanjutnya, keamanan merupakan pilar utama dalam menunjang suksesnya pembangunan di wilayah NKRI.

TNI-Polri sebagai garda terdepan harus menjaga soliditas, kebersamaan dan terus bekerja keras untuk menjaga keamanan.

Khususnya di Provinsi Kepri yang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.(gas)

Tari Jogi Hipnotis Peserta Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Nasional 

0

batampos.co.id – Sanggar tari Wan Sendari bersama grup musik melayu Tabuh Kemilau tampil memukau dalam acara Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) Nasional 2019 di Padang, Jumat (26/7/2019) malam.

Pada momen itu Wan Sendari membawakan dua tarian tradisional dan kreasi.

Pertama, tari berjudul Hantaran Wan Sendari. Tari ini berkisah tentang perjalanan leluhur Raja Melayu, Sang Sapurba untuk mempersunting Wan Sendari.

Prosesi hantaran yang diwujudkan dalam gerak tari ini hingga sekarang dipakai masyarakat melayu khususnya Provinsi Kepulauan Riau untuk acara adat lamaran.

Tarian kreasi internal sanggar ini juga yang membawa Wan Sendari mendapatkan gelar juara pada Parade Tari Daerah tingkat nasional dua tahun lalu.

Sedangkan di kesempatan kedua, sanggar Wan Sendari berkolaborasi dengan grup musik Tabuh Kemilau membawakan Tari Jogi.

Tari jogi menghipnotis peserta Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Nasional. Tari Jogi merupakan kesenian masyarakat melayu masa lampau yang menggambarkan tentang interaksi para muda-mudi ketika itu. Foto; Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id

Tarian ini merupakan kesenian masyarakat melayu masa lampau. Gerakannya menggambarkan tentang interaksi para muda-mudi ketika itu.

Bunyi alat musik yang rentak seiring dengan derap kaki para penari.

Bahkan di penghujung penampilan, pengunjung HKG PKK Nasional 2019 juga ikut menari bersama.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan Batam diberi kesempatan untuk tampil karena menjadi tamu undangan khusus di acara tersebut.

Menurut Ardi, Batam satu-satunya daerah tingkat dua atau kabupaten/kota yang diundang di acara ini.

Selebihnya merupakan Tim Penggerak PKK tingkat provinsi.

“Tentu saja kesempatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk promosi pariwisata karena dihadiri perwakilan 34 provinsi se-Indonesia,” kata Ardi.

Penampilan kesenian tari serta musik ini, sambungnya, sejalan dengan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan berdasarkan perda tersebut.

Yaitu tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya.

“Tari dan musik ini masuk dalam seni,” kata dia(*/esa)

Ombudsman Temukan Maladministrasi Selama PPDB 2019

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki pekerjaan rumah untuk menyempurnakan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Sistem zonasi yang tidak diimbangi dengan pemerataan fasilitas dan mutu pendidikan dinilai justru menimbulkan kontroversi.

Jumat (26/7/2019), Ombudsman Republik Indonesia (ORI) membeberkan dugaan maladministrasi yang terjadi selama pelaksanaan PPDB 2019.

Total ada delapan temuan yang disampaikan Anggota Ombudsman RI, Ahmad Suadi, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Yusharto Huntoyungo.

Antara lain meliputi tidak ada SOP (Standar Operational Procedure) dan tim verifikasi calon siswa SMP di Jabar, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, dan Bengkulu.

Orangtua siswa mencari informasi PPDB SMA di Kantor Sekretariat Pengawas SMA/SMK Kota Batam di Sekupang, Jumat (28/6/2019) lalu. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Kemudian, Ombudsman masih menemukan adanya intervensi pejabat daerah yang meminta jatah bangku sekolah favorit di Jatim dan Bali.

Baca Juga: Terkait PPDB SMA/SMK Negeri, Plt Gubernur Kepri: Tampung Semua Siswa

Selanjutnya, ada calon peserta didik yang menumpang nama di Kartu Keluarga penja­ga sekolah serta pungutan liar PPDB di Jawa Barat.

Bah­kan, Ombudsman juga mene­mukan calon peserta didik anak guru diterima di luar zona di Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Jawa Barat.

Suadi menjelaskan, sistem zonasi sebenarnya membawa semangat perubahan yang bagus.

Sayangnya, pelaksanaan di tingkat daerah berjalan buruk. Perlu adanya perencanaan dan pengawasan yang ketat.

Baca Juga: Siasat Dinas Pendidikan Kota Batam untuk Atasi Kekurangan Guru

Banyak kepala daerah yang belum melaksanakan zonasi sesuai aturan. Banyak modifikasi yang hasilnya justru menimbulkan kesemrawutan.

“Membuat semacam skenario A, B, C, dan seterusnya. Sehingga jika ada daerah yang mengalami masalah teknis segera bisa diatasi dengan cara-cara yang sudah ditetapkan tersebut,” jelas Suadi.

Mengenai adanya permainan surat domisili, lanjut dia, Kemendikbud harus bekerja sama dengan Kemendagri dalam melakukan verifikasi.(han/jpg)

Hotel di Kota Batam Menjamur, Tingkat Hunian Justru Turun

0

batampos.co.id – Pertumbuhan hotel di Batam tidak sebanding dengan tingkat hunian. Munculnya hotel baru hanya dipengaruhi rencana pemerintah yang ingin mengembangkan sektor pariwisata.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, M Mansur, sejatinya hotel di Batam okupansinya masih rendah. Ironisnya kata dia, ada hotel yang juga tutup.

”Kenyataannya banyak yang sakit, hanya malu mau ngomong. Allium tutup, Sijori Resort tutup,” sebutnya, Jumat (26/7/2019).

Dia mengatakan, menyiasati permasalahan okupansi atau tingkat hunian, manajemen hotel lantas memutar otak untuk berinovasi baik segi pelayanan hingga harga.

”Kalau tidak begini, pasti ditinggal konsumen,” tuturnya.

Menurutnya, wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Kota Batam mengandalkan satu pintu, yakni Singapura.

Sebab kenyataannya di lapangan, lanjutnya, yang berkunjung ke Kota Batam tidak semuanya menginap. Bahkan ada yang hanya berwisata sehari kunjungan lalu kembali (one day tour).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata (tengah kemeja batik hitam), memotong pita pada grand opening Hotel Grand Avava Inn. Foto: Bobi/batampos.co.id

Maka dari itu, menurutnya, kunjungan wisatawan tidak bisa menjadi rujukan. Sebab pergerakan wisatawan domestik belum signifikan karena tingginya harga tiket.

Walau saat kini menurut informasi yang PHRI dapatkan harga tiket ada yang turun.

”Kalau hanya melihat dari jumlah kunjungan (wisatawan, red), tak bisa tahu berapa yang menginap,” terangnya.

Ia menilai, pada prinsipnya rencana pemerintah me­ngembangkan wisata adalah hal sangat bagus.

Namun, pihaknya menginginkan sektor lain tidak dilupakan, terlebih sektor andalan Batam, yakni industri.

”Industri manufaktur, galangan punya peran besar terhadap hunian. Kalau tumbuh sehat, hotel pasti otomatis naik okupansinya,” ujarnya.

Berbeda jika industri lesu. Menurut Mansur tentu berdampak langsung pada tingkat hunian hotel.

Bahkan, para pekerja asing di Batam tinggal di hotel dan industri yang hidup juga dinilai bisa menghidupkan usaha hotel karena dipakai untuk pertemuan bisnis.

”Mereka (pekerja asing, red) tak hanya tinggal, tapi rapat-rapat bahas proyek juga di hotel,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, mengatakan, pihaknya membutuhkan amenitas untuk menampung wisatawan yang datang ke Batam.

”Kita butuh hotel untuk menampung wisatawan, seperti kunjungan 1,8 juta jiwa wisman pada 2018,” ujarnya saat peresmian Avava Inn Hotel di Kawasan Pembelanjaan Nagoya Hill, Kamis (25/7/2019).

Ia menilai peran asosiasi pariwisata cukup penting dalam upaya peningkatan pariwisata. Menurutnya hotel terus tumbuh.

Di samping pe­me­rintah sedang gencarnya membangun infrastruktur se­perti jalan.
”Hotel ada 232, sa­tu lagi ini (Avava Inn Hotel, red) diresmikan,” terangnya.(iza)

Kisah Perjalanan Pasukan Blu-blu Hipnotis Pengunjung Kepri Mall

0

batampos.co.id – Storytelling yang dibawakan Direktur Keuangan PT Adhya Tirta Batam (ATB), Asriel Hay, memukau para pengunjung Kepri Mall terutama anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai, Sabtu (27/7/2019).

Storytelling dibawakan oleh Direktur Keuangan PT ATB Asriel Hay bercerita dengan tema “Pentingnya Air bagi Kehidupan”  dan slogan “Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya”.

Asriel mengisahkan pasukan blu-blu yang hidup dilingkungan masyarakat dan dipemukiman penduduk disajikan dalam bentuk video animasi.

“Pasukan blu-blu merupakan pasukan yang terbuat dari air hujan dan mereka tidak bisa menyebar dengan baik karena beberapa hal,” kata Asriel memulai dogengnya.

Antusiasme masyarakat Batam dalam mengikuti rangkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019). Foto: Gun/batampos.co.id)

Saat jatuh ke bumi, pasukan blu-blu melihat kondisi bumi yang sangat kotor karena berbagai aktivitas. Di antaranya penebangan pohon dan banyaknya sampah.

Akibat kondisi bumi yang kotor dan banyaknya penebangan pohon, banyak bintang di bumi yang tenggelam akibat banjir.

Puncak dogeng berdurasi sekitar 20 menit itu mengajak anak-anak untuk menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi.

Anak-anak yang merupakan peserta mewarnai ATB-BP Batam Festival Hijau berjoget Baby Shake. Foto: Dhiyanto

Storytelling ini merupakan salah satu cara PT ATB untuk menanamkan sikap cinta lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut Asriel juga mengelar tanya jawab kepada para peserta lomba mewarnai. Anak-anak yang memberikan pertanyaan terbaik diberikan hadiah berupam alat tulis dan perlengkapan sekolah.

Setelah storytelling, para peserta lomba diajak untuk berjoget baby shake.(nto)

Malam Ini KBC Batam Center Adakan Zumba Kids dan Mini Konser Live Music

0

batampos.co.id – KBC Batam Center malam ini, Sabtu (27/7/2019) akan diramaikan dengan Free Zumba Fitness, Zumba Line Dance dan juga hiburan Live Music dari talent-talent berbakat.

Kegiatan Zumba Fitness dan Line Dance Party akan dipandu oleh instruktur berpengalaman.

Acara yang dimulai sore ini tentunya dibuka untuk umum dan gratis bagi seluruh warga yang ingin mengikuti kegiatan ini.

Manager Event Promotion Dcrown KBC Batam Center, Simon, mengajak seluruh warga Kota Batam agar membawa keluarga serta anaknya pada acara ini.

Para peserta dan instruktur zumba berfoto bersama di panggung KBC Batam Centre beberapa waktu lalu. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

“Karena kita juga akan hadirkan Zumba Instruktur (ZIN) Kids, dalam kegiatan tersebut,” kata Simon.

Simon menjelaskan, tidak hanya zumba, pada malam ini juga diadakan mini konser live musik.

“Tema mini konser live musik kita fresh star dan bisa dinikmati segala usia,” jelasnya.

Kata Simon, sehat sehat, masyarakat yang datang ke acara tersebut dapat bersenang-senang bersama keluarga di Dcrown KBC Batam Center.

“Jangan lupa ajak para kerabat untuk datang di kegiatan spesial ini,” tutur Simon.(iwa)

Peduli Lingkungan, ATB Punya Program Eco Office

0

batampos.co.id – Tanpa disadari, persoalan lingkungan lambat laun akan semakin parah. Isu perubahan iklim dan pemanasan global yang pernah menyeruak sebagai berita utama di berbagai negara, dampaknya sudah mulai kita rasakan.

Jika dulu kita menganggap pemberitaan seputar permasalahan lingkungan adalah hal yang lazim, maka sudah saatnya kita mengubah pola pikir.

Jangan lagi menganggap sepele persoalan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks ini.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) meluncurkan program ATB Eco Office sejak Juni 2018 sebagai salah satu langkah memberikan kontribusi positif dalam upaya konservasi lingkungan.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, Eco Office adalah kantor peduli lingkungan yang telah mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran.

”Tujuannya untuk menciptakan lingkungan kantor yang bersih, sehat dan nyaman serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam,” ujar Maria, Jumat (26/7/2019).

PT ATB meluncurkan program ATB Eco Office sejak Juni 2018. Eco Office sebagai salah satu langkah memberikan kontribusi positif dalam upaya konservasi lingkungan. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Praktik ATB Eco Office difokuskan untuk mendorong karyawan memiliki gaya hidup operasional kantor yang lebih ramah lingkungan dengan melakukan penghematan listrik dan air, efisiensi penggunaan kertas dan printing, tata ruang hijau, pengunaan produk ramah lingkungan hingga memilah sampah.

Ia menjelaskan, target awal yang ingin dicapai adalah mengurangi penggunaan kertas melalui program 3R (reduce, reuse, recycle) dan penghematan energi listrik serta sumber daya air.

Seperti yang kita ketahui, bahan baku utama pembuatan kertas adalah pohon.
Sementara, pohon sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem hutan dan daerah resapan air.

Terutama bagi Kota Batam yang hanya mengandalkan waduk tadah hujan sebagai sumber air baku.

”Program efisiensi penggunaan kertas mungkin terlihat sederhana, namun konsistensi dalam melakukannya mampu mencegah atau setidaknya memperlambat proses deforestasi hutan dan kerusakan lingkungan,” terangnya.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan program ATB Eco Office, perusahaan membentuk tim edukasi (Komite Hijau ATB) yang secara rutin memberikan informasi seputar penerapan eco-office di unit kerja masing-masing.

Tim ini bertugas melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran para karyawan akan pentingnya melaksanakan eco-office dalam membantu perbaikan kualitas lingkungan.(nji)

Ayo, Ikuti Kemeriahan ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall

0

batampos.co.id – Rangkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau 2019 dimulai, Sabtu (27/7/2019) hari ini.

Beragam acara sudah disiapkan selama sehari penuh. Bekerja sama dengan event organizer Batam Pos.

Bertempat di hall Kepri Mall, acara dimulai dengan lomba mewarnai. Kegiatan ini diikuti oleh murid taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Ratusan peserta ambil bagian.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan storytelling. Di mana, Direktur Keuangan ATB, Asriel Hay mendongeng dengan tema “Perjalanan Pasukan Blublu”. Benar-benar meriah.

Makin meriah lagi lantaran ada juga atraksi sulap dari pesulap Batam, Bung Cepi. Dengan gayanya yang khas, atraksi sulap tersebut mampu menghibur penonton dan pengunjung mal.

Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Yaitu talkshow Kopi Benny. Talksshow ini berbicara tentang manajemen risiko.

Tak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah Presiden Direktur ATB, Ir Benny Adrianto.

Antusiasme masyarakat Batam dalam mengikuti angkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019). Foto: Gun/batampos.co.id)

Dalam talkshow yang dihadiri para mahasiswa dan pasca-sarjana tersebut, Benny berbagi tips dan pengalaman mengenai manajemen risiko.

Dengan pengalaman segudang di dunia manajemen, sayang jika kesempatan itu dilewatkan.

Sembari beristirahat, penonton dan pengunjung Kepri Mall akan dihibur oleh Michele Tan Dirgantara, jebolan The Voice Kids Indonesia.

Penampilan penyanyi “Kami Batam Pos” itu sekaligus membuka lomba solo vocal. Puluhan penyanyi Batam ambil bagian dalam acara tersebut.

Acara tak berhenti sampai di situ. Usai lomba solo vocal, berlanjut ke edukasi Bank Sampah. Lalu, diteruskan lagi ke lomba kreasi jingle ATB.

“Acara digelar seharian penuh di Kepri Mall. Nonstop,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y Jacobus.

Fedelia, peserta lomba mewarnai tingkat TK sangat fokus memberikan warna pada gambar yang disediakan panitia. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Marwati, orangtua dari salah seorang peserta mewarnai mengatakan, kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau sangat baik.

Terlebih dengan adanya lomba mewarnai. “Anak saya hobi sekali mewarnai,” katanya.

Kata dia, sang anak Fedelia, sudah beberapa kali mengikuti lomba mewarnai. Meski belum menjadi salah satu juara, buah hatinya tersebut sangat senang dengan aktivitas mewarnai.

“Itu (mewarnai,red) hobi dia,” jelasnya.

Marwati mengatakan, ia tidak pernah menargetkan anak keduanya itu menjadi pemenang dalam perlombaan mewarnai tersebut.

“Yang penting anak saya senang dan anak saya itu sangat suka dengan warna kuning,” ujarnya lagi.

Marwati mengatakan, buah hati saat ini sedang menimba ilmu di Taman Kanak-kanak (TK) di Kalista.

“Anak saya itu suka warna kuning karena cerah,” paparnya lagi.(gun/nto)