batampos.co.id – Alokasi subsidi energi diharapkan bisa lebih efisien dan tepat sasaran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menuturkan, sudah Rp 1.200 triliun dana di APBN yang digunakan untuk subsidi energi selama periode 2011–2014.
’’Subsidi, orang selalu ramai bicara ini. Dibandingkan periode sebelumnya, sekarang empat tahun terakhir (2015–2018) subsidi sektor energi dipangkas menjadi hanya Rp 477 triliun,” kata dia.
“Ini kurang lebih hanya sepertiga dari yang sebelumnya. Agar lebih tepat sasaran,” ujar Jonan akhir pekan lalu.
Jonan menjelaskan, subsidi 2019 ditargetkan Rp 160 triliun. Namun, dia memprediksi jumlah subsidi tak sebanyak itu. Hal tersebut disebabkan banyaknya komoditas energi yang juga turun harga.
’’Paling di angka Rp 120 triliun sampai Rp 130 triliun. Sebab, banyak harga komoditas energi yang turun. Hingga semester I tahun ini, angkanya Rp 59,4 triliun,” ucap alumnus FE Unair itu.
Menteri ESDM Ignatius Jonan saat melakukan konferensi pers di Kantor Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos, Banten, beberapa waktu lalu. Foto: Juneka/JAWA POS
Jonan memandang, pemerintah lebih memilih memangkas subsidi energi untuk dialihkan ke belanja yang lebih produktif dan prorakyat ketimbang menghabiskan anggaran untuk subsidi energi yang tidak tepat sasaran.
Selain itu, mayoritas pemanfaatan anggaran Kementerian ESDM yang tahun ini dialokasikan Rp 4,9 triliun ditujukan untuk infrastruktur dan program prorakyat.
’’Untuk bangun pembangkit tenaga surya, jaringan gas, dan sebagainya,” imbuh mantan Dirut PT KAI itu.
Jonan mencontohkan beberapa program prorakyat yang kontribusinya nyata dan dirasakan secara langsung oleh rakyat.
Salah satunya, program pembagian converter kit LPG untuk nelayan kecil. Dengan menggunakan bahan bakar LPG, biaya operasional yang harus dikeluarkan nelayan untuk melaut jadi semakin murah.
Selain itu, belanja produktif lain adalah pembangunan jaringan gas kota, pembagian lampu surya gratis untuk rumah belum berlistrik, penerangan jalan umum, dan pengeboran sumur air tanah.
Jonan menyebut berbagai kebijakan itu sebagai bukti nyata adanya kedaulatan energi.
’’Banyak saudara kita makin mampu beli, makin terjangkau. Kita juga akan paksa dengan segala peraturan supaya sektor ini menjadi lebih kompetitif,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR memutuskan subsidi solar turun Rp 500 menjadi Rp 1.500 per liter tahun depan.
Penurunan itu dilakukan untuk mengalihkan dana subsidi ke sektor yang lebih produktif. Hal tersebut juga sejalan dengan perkiraan penurunan harga minyak dunia.
Jonan menyebutkan, ada potensi kenaikan harga solar subsidi Rp 1.000 per liter dari harga saat ini Rp 5.150 jika subsidi dikurangi menjadi Rp 1.000 dengan harga minyak mentah seperti saat ini USD 59 per barel.(dee/c7/oki/jpg)
batampos.co.id – Musim kemarau panjang tahun ini diprediksi berpengaruh pada luas lahan panen.
Salah satu komoditas yang disebut akan terpengaruh adalah beras. Pemerintah pun diminta jeli dalam mengatur stok dan menetapkan strategi tanam.
Sebab, landainya produksi diproyeksikan tejadi sampai Februari 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah memperingatkan pemerintah agar mewaspadai gagal panen hingga Desember mendatang.
Di sisi lain, ancaman kemarau pada 2019 masih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
”Potensi luas panen tahun ini memang lebih rendah daripada 2018. Indikasinya seperti itu,” ujar Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan BPS Hermanto di Jakarta akhir pekan lalu.
Sebelumnya, BPS menyebut luas lahan baku sawah terus menurun. Menurut citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta Badan Informasi Geospasial (BIG), pada 2018 luas lahan 7,1 juta hektare.
Sedangkan pada 2017 masih 7,75 juta hektare. BNPB menambahkan, terdapat tujuh provinsi yang terdampak bencana kekeringan akibat musim kemarau.
Hari seorang pegawai Bulog sedang mengecek beras di gudang Bulog Batuampar. Musim kemarau panjang tahun ini diprediksi berpengaruh pada luas lahan panen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sebanyak 4 kabupaten berstatus tanggap darurat dan 32 kabupaten/kota siaga darurat.
Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menyebutkan, musim kemarau tahun ini dapat dibilang lebih ekstrem jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Dwi membenarkan, dalam kondisi saat ini, pemerintah harus memperhatikan lahan supaya dapat teririgasi secara teknis.
Menurut Dwi, lahan pertanian di Indonesia yang teririgasi secara teknis hanya sekitar 45 persen. Sebanyak 55 persen sisanya masih berisiko gagal panen saat cuaca ekstrem menyerang.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dwi menyatakan bahwa pemerintah perlu cermat dalam mendata stok komoditas pertanian nasional.
”Selain itu, pemantauan harga harus lebih ketat karena nanti pasokan sangat berkaitan dengan harga di pasar,” tutur dia.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, saat ini stok beras sudah sangat melewati batas aman. Dia menjelaskan, Bulog telah menyimpan 2,5 juta ton beras.
Juga, stok beras diperkirakan mencapai 3 ton pada akhir tahun karena masih ada panen raya di sejumlah daerah.
”Amannya stok negara itu kan 1 juta ton hingga 1,5 juta ton. Saat ini sudah 2,5 juta ton lebih, sangat aman,” tegasnya.(agf/c11/oki/jpg)
batampos.co.id – Polda Kepri, Polresta Barelang dan Satpol PP Kota Batam, menggelar razia program Quick Wins Polda Kepri, dengan menyasar tempat-tempat rawan kejahatan di Kota Batam.
Salah satunya kawasan hiburan malam di Tanjunguncang, Batuaji dan sekitarnya, Sabtu (31/8/2019) Lalu.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, menuturkan, 37 orang berhasil diamankan personel tim gabungan.
Personel gabungan melakukan razia di tempat-tempat rawan kejahatan di Kota Batam. Dari razia tersebut diamankan 37 orang. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id
Terdiri dari anak jalanan 11 orang, masyarakat sipil tanpa identitas 13 orang, diduga pemakai narkoba 1 orang, wanita tuna susila 11 orang dan pembawa senjata tajam (sajam) jenis pisau 1 orang.
“Pria yang membawa sajam ini diduga preman yang membawa atau penyimpan pisau dalam jok motor,” jelasnya.
Razia lanjutnya berakhir pada Minggu (1/9/2019) dini hari, sekira pukul 01.00 WIB,
“Ini sudah menjadi atensi menyisir kawasan yang berpotensi tindak kriminal,” katanya.
Ia menambahkan, ke 37 orang tersebut dibawa ke halaman Ditreskrimum polda Kepri untuk diberikan pengarahan. Lalu, akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Batam.
“Razia ini, dalam rangka program Quick Wins Polda Kepri menyisir tempat prostitusi seperti Bukit Senyum Batuampar, belakang BCA Jodoh, pertokoan Nagoya, dan wilayah Tanjunguncang, Batu Aji,” paparnya.(cr1)
batampos.co.id – Dewi Koriati baru saja bersiap tidur di Somerset Medini Iskandar Puteri, Malaysia, Rabu (26/6) lalu. Ia sudah selesai membersihkan diri setelah seharian mengikuti kegiatan terkait peluncuran alat pengobatan kanker di sebuah rumah sakit swasta di Johor Bahru, Malaysia.
Ia penyintas kanker payudara, stadium 2B. Pertama sekali ia divonis kanker di 2009 lalu. Saat itu, ia bekerja di sebuah perusahaan pengembang properti dan kawasan wisata di Batamcentre, Batam.
“Awal tahu saya mengidap kanker, saya malu. Berusaha menutupinya. Di benak, yang terpikirkan kematian dan kehilangan,” kenangnya.
Dewi sempat terpuruk. Namun, mengingat kedua anaknya yang masih membutuhkannya sebagai orang tua tunggal, ia mencoba bangkit. Meski pada awalnya, ia menutupi penyakitnya tersebut ke orang-orang terdekatnya.
Beruntung, jarak Singapura-Batam dan Johor- Batam membuatnya gampang menjalani pengobatan.
“Saya masih ingat, usai operasi pengangkatan payudara, saya langsung nyetir sendiri. Kantong cairan masih menggantung di dada, sakit, ngilu, tapi saya sudah menyetir sendiri, langsung bekerja,” ungkapnya.
Menjadi penyintas kanker, Dewi pun harus bersahabat dengan kemoterapi. Pengobatan kanker menggunakan cairan kimia. Akibatnya, tubuhnya pernah lemas, kulitnya mengering, bahkan rambut rontok.
“Saya tak mau kalah. Saya menerima dengan ikhlas apa yang terjadi. Sembari berikhtiar, apa yang harus diubah dari dalam diri saya,” ungkapnya.
Setelah menjalani pengobatan, ia pun mengubah gaya hidup dan pola makan. Seluruh makanannya diganti menjadi makanan organik seperti sayur-sayuran, buah-buahan, hingga daging.
“Saat perut kosong, saya langsung minum jus campur buah dan sayur. Atau makan salad atau sekedar buah kosong. Itu sangat baik untuk sel,” ujarnya.
DEWI Koriati, penyintas kanker payudara yang komitmen mengubah pola hidup sehat dengan mengonsumsi buah, sayur, dan daging organik. Foto: batampos.co.id / Chahaya Simanjuntak
Di sela-sela perubahan pola makan itu, Dewi memutuskan mengundurkan diri dari tempat kerjanya pada 2014. Posisinya yang bagus dalam dunia kerja ia tinggalkan. Dia pindah ke Kuala Lumpur, tinggal bersama kedua anaknya yang saat itu tengah menempuh pendidikan di sana.
Mereka tinggal dekat dengan kawasan kampus. Di sana, ia membuka warung makanan khas rumahan yang kerap menjadi langganan para mahasiswa Indonesia.
“Buka kayak warteg gitu, tapi menunya menu sehat semua. Tanpa micin,” ungkapnya.
Sembari berkegiatan buka warung, Dewi tetap menjalankan pola hidup sehat. Namun, masalah tak berhenti di situ saja. Ia kesusahan mencari bahan-bahan yang 100 persen organik. Tak mau kanker kembali menggerogoti tubuhnya, akhirnya ia pun memutuskan sendiri untuk berkebun, menanam sayur organik, untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Saya kembali ke Batam setelah anak-anak sudah bisa mandiri. Anak yang pertama kan sudah menikah di Malaysia,” ujar Dewi.
Sekembalinya ke Batam, pekarangan rumahnya di Komplek Seruni, Batam Center ia manfaatkan untuk berkebun organik. “Ada sawi, daun mint, wortel, semua ada,” ungkapnya.
Awalnya Dewi berkebun organik untuk memenuhi kebutuhan pangannya dengan pola hidup sehat. Namun di tengah perjalanan, ia mulai berpikir, bagaimana supaya ia bisa menginspirasi orang-orang, bukan hanya penderita kanker, tapi juga masyarakat umum supaya mencintai tubuhnya, menghindari kanker dengan pola makan sehat.
Berangkat dari situ, Dewi pun mulai mengembangkan tanaman organiknya. Kini ia punya kebun organik di kawasan Marina, bahkan di Jawa Barat.
“Di Jawa Barat ada peternakan organik. Ayam organik,” jelasnya.
Menjadi survivor kanker selama 10 tahun, Dewi mengungkapkan perlu membagi pengalaman ini, khusunya bagi para penderita kanker di Batam, bahwa menyerah dan pasrah bukan pilihan terbaik, melainkan harus ikhlas menerima dan mengubah segalanya menjadi lebih baik.
ilustrasi
“Kalau dulu saya tutup-tutupi, sekarang, sudah beberapa tahun ini saya speak up. Berbagi pengalaman. Kanker bukan akhir dari segalanya. Jangan menyerah dan terpuruk. Positif thinking, gaya hidup sehat perlu menjadi pilihan,” ungkapnya.
Sejak beberapa tahun belakangan ini, Dewi pun aktif melakukan pelayanan dan sosialisasi terkait kanker bersama komunitasnya, Cancer Information & Support Center (CISC) Batam. Di sana, Dewi sebagai Humas.
Demikian halnya dengan Riginoto Wahjudi Widjaja. Dia seorang yang aktif sebagai cancer supporter di Batam. Hal ini bermula ketika istrinya, Lili Tirta Riginoto, divonis kanker payudara pada 1998 lalu, di usianya yang ke-50 tahun.
Saat mendengar itu, sang istri langsung dihinggapi rasa takut dan putus asa. Bahkan tidak berani menghadapi kenyataan.
“Waktu itu, meskipun sempat kalut, atas dukungan keluarga, saat itu mertua saya masih hidup, langsung support periksa ke RS Harapan Kita di Jakarta. Saya ajak istri diskusi, akhirnya mau periksa. Kebetulan sahabat ada onkolog di sana. Diperiksa mamography, benar ternyata kanker,” kenang Riginoto ketika ditemui di salah satu mal di Baloi, Batam, Jumat (30/8) lalu.
Keluarga tak mau menyerah, akhirnya mencari opini kedua ke Rumah Sakit Mt Elizabeth Singapura. Di sana, sang istri dibiopsi. Cairan dari payudara sebelah kanannya diambil. Diperiksa ke laboratorium. Hasilnya? Positif kanker payudara 2B.
“Kala itu yang memeriksa istri dokter onkolog Ang Peng Thia, dokternya PM Lee Hsien Loong. Dokter tersebut usai patologi, hasilnya, dia bilang, ‘kanker yang diderita istrimu ada good cancer, bukan ganas. So, it’s easy to handle’. Saya pun bersyukur,” jelas Riginoto.
Setelah itu, baik Riginoto dan istrinya banyak mendengar saran-saran keluarga dan para sahabat yang perhatian. Bahkan mereka sempat menjalani pengobatan alternatif herbal selama dua bulan. Tidak menunjukkan perkembangan yang baik, akhirnya diputuskan untuk mengambil langkah medis. Operasi pengangkatan benjolan di payudara sebelah kanan.
“Hanya tiga kali tindakan. Biopsi, patologi, dan operasi. Itu saja,” jelas Riginoto.
Kemoterapi dan radioterapy sebagai tindakan lanjutan? Riginoto menjawab, selama 21 tahun sejak istrinya divonis, tak sekali pun mereka menjalankan kemoterapi.
“Dan dalam kasus istriku, kami putuskan untuk tidak kemo. Gantinya, sejak 1998 itu, usai operasi, kami putuskan food combining. Smoothie buah tiap pagi sehabis bangun tidur. Bukan hanya dia, saya pun turut serta,” jelas pria yang karib disapa Rigi ini.
Awal-awal selama dua hingga tiga tahun berselang, Riginoto dan istri rutin sarapan pagi dengan food combining buah naga, apel, pepaya, nenas, dan mangga. “250 ml per sekali sarapan,” jelasnya.
Tahun selanjutnya, mereka mulai mencampur smoothie buah dan sayur. Seperti campuran brokoli, sayuran hijau lainnya, siomak, apel hijau, nenas, atau markisa serta yang lainnya.
Selama 21 tahun menjalani food combining, baik Riginoto dan istri, merasa hidup lebih sehat dan semangat.
“Makanan rohani, makanan tubuh dua-duanya penting. Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Untuk semua jenis penyakit ini berlaku. Termasuk kanker,” ujar Rigi.
Berdasarkan pengalamannya hidup dengan istri penyintas kanker dan menjalani terapi food combining menjadi kegiatan sehari-hari, saat bertemu dengan penderita kanker lainnya, Rigi pun membagikan resep food combining-nya. Hingga pada 2013 lalu, mereka membuat smoothie buat penderita kanker lainnya hingga akhirnya banyak yang meminta.
Mulai 2013, mereka pun menjalankan bisnis smoothie hingga sekarang. Rata-rata mereka bisa menjual 60-70 smoothie setiap harinya. Umumnya mereka tak pelit berbagi ilmu, khususnya kepada para penyintas kanker lainnya.
“Kami jual Rp 25 ribu per porsi. Jam 4 pagi bangun buatnya, jam 6 sudah kita antarkan ke masing-masing pelanggan. Smoothie bagus untuk sarapan pagi, sehat dan bonus awet muda,” ujar pria yang juga Ketua CISC Batam ini.
***
Berdasarkan data terakhir, CISC Batam saat ini memiliki 70 anggota. Namun yang aktif sekitar 40 anggota. Sepertiga di antaranya adalah penyintas kanker.
“Saat ini, ada sekitar 100 hingga 200-an penderita kanker di Batam, yang terdata. Yang belum terdata akibat kurangnya informasi bisa jadi lebih banyak,” jelas Riginoto.
Selain karena faktor keturunan, gaya hidup menjadi pencetus penyakit kanker diidap oleh masyarakat Batam. Di Batam, jenis kanker yang paling tinggi diderita adalah kanker payudara, kemudian kanker paru-paru, menyusul kanker kelenjar getah bening dan kanker mulut atau lidah.
Dokter spesialis bedah Onkologi Rumah Sakit Awal Bross (RSAB) Batam, Indra Hidayah, Sp.B K (Onk) mengatakan setiap tahun ia menangani hampir 5.000 penderita kanker dari dua rumah sakit di Batam tempatnya bertugas. Sekitar 70 persennya, merupakan warga Batam dan 30 persen dari warga lain di Kepri hingga Riau.
“Kalau melihat luas Provinsi Kepri, jumlah penderita kanker sangat tinggi. Terutama untuk Batam, karena 70 persen penderita kanker ada di Batam,” ujar dokter Indra kepada Batam Pos di sela waktu tugasnya di RSAB Batam, akhir pekan lalu.
Dijelaskannya, awal ia bertugas 50 persen dari pasiennya yang datang terdeteksi menderita kanker stadium 3 dan 4. Sehingga hampir dari 2.000 pasiennya sudah melewati proses bedah hingga kemoterapi. Sedangkan 50 persen lainnya tumor jinak.
Namun, beberapa tahun terakhir tren untuk pemeriksaan stadium 3 dan 4 itu menurun. Saat ini pasiennya lebih awal memeriksakan diri, kemudian terdeteksi menderita kanker di stadium 2 dan 3. Meski begitu, antara stadium 3 dan 4 tak jauh beda. Karena saat pasien sudah berada di stadium 3, maka pergerakan sel kanker akan cepat terjadi. Apalagi di Batam, belum ada pendeteksi kanker yang dapat secara detail mengecek tingkat stadium kanker.
Menurut dia, kanker payudara berada di urutan pertama penderita kanker di Batam. Sekitar 60-70 persen dari penderita kanker di Batam. Kedua, kanker paru-paru yang hampir disebabkan rokok dan polusi udara. Kemudian kanker getah bening, mulut dan lidah.
Waspadai Benjolan di Tubuh
Dokter Indra berharap masyarakat bisa segera memeriksakan diri apabila di tubuhnya terdapat benjolan, meski benjolan itu tidak terasa nyeri. Banyak kasus penderita kanker yang mengungkapkan bahwa penyakit mereka berkembang dari benjolan yang muncul tiba-tiba namun dibiarkan begitu saja. Benjolan yang muncul tiba-tiba ini sering terdapat di payudara, leher, dan area genital.
“Justru yang tidak sakit itu perlu diwaspadai. Biasanya, penderita baru memeriksakan diri setelah merasa sakit, padahal sudah tahu ada benjolan di tubuh, tapi membiarkan. Saat di cek ternyata kanker sudah stadium tinggi,” ujar Indra.
Menurut dia, penanganan yang dilakukan untuk penyakit ini tergantung stadiumnya, ukuran hingga penyebaran gradenya (rendah, menengah hingga tinggi). Tingkatan menyatakan keganasaan dari suatu kanker. Untuk mengetahui ganas apa tidaknya, harus ada pengecekan lebih lanjut.
“Biasanya kami kirim ke UI, Unpad, atau RS Cipto untuk mengetahui secara spesifik tumor maker itu. Sebab, alat kita di sini tak kuat mendeteksinya,” jelasnya.
Setelah diketahui, maka akan dilakukan tindakan sesuai dengan tingkatan yang diderita. Jika tingkatannya rendah, maka penanganan bisa dilakukan hanya dengan bedah dan pemberian obat untuk penyembuhan yang rutin selama lima tahun. Namun jika sudah ganas,
maka pengobatan harus dengan mengangkat sekitar bagian yang sudah terkena, seperti kanker payudara maka akan mengangkat semua payudara tersebut, untuk kemudian dilakukan kemoterapi dan radiologi. Pengobatannya pun harus rutin dilakukan.
“Namun biasanya, orang yang sudah merasa sembuh, itu jarang mau kontrol lagi. Padahal untuk penyembuhan total harus dikontrol rutin,” jelasnya. (cha, she, yui)
TANGGAPAN
Tulisan ini mendapat tanggapan dari Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamatic Acid Indonesia (P2MI)
Menurut kami, tulisan tentang MSG (Monosodium Glutamat) sebagai bahan tambahan pangan yang berbahaya dan harus dihindari adalah tidak benar, karena berdasarkan fakta-fakta ilmiah dan regulasi terkait keamanan pangan, MSG dimasukkan sebagai Bahan Tambahan Pangan yang Aman dikonsumsi dengan pemakaian secukupnya dan tidak menyebabkan masalah tekanan darah, resiko penyakit kanker, dan dampak buruk/berbahaya lainnya bagi kesehatan manusia. MSG sebagai Bahan Tambahan Pangan juga sudah mendapat izin edar dari BPOM-RI.
Selanjutnya kami sampaikan fakta fakta MSG sebagai berikut:
Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) adalah terbuat dari tetes tebu bukan zat kimia (sintetik) atau zat aditif dan MSG dibuat melalui proses fermentasi.
Kandungan zat dalam Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) ada 3 yaitu: Asam Glutamat 7896, Natrium 1276 dan Air 10X, sebagai zat utama adalah Asam Glutamat yang merupakan Asam Amino yang tidak berbeda Asam Glutamat yang terkandung dalam makanan alami sehari hari seperti: Tomat, Susu, Keju dsb.
Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) mudah larut dan dapat dimetabolisme dengan baik dalam tubuh.
Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) sudah diakui keamanannya oleh beberapa badan dunia yang berkompeten dalam bidang makanan seperti: JECFA (Terdiri dari FAO dan WHO), FDA dan juga oleh Kementerian Kesehatan serta BPOM RI.
Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) adalah salah satu Bahan Tambahan Pangan Penguat Rasa yang paling aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.033 Tahun 2012 dengan takaran penggunaan secukupnya.
Berdasarkan penjelasan pada angka 1 s/d 5 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) adalah Aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan dampak buruk /bahaya pada kesehatan seperti yang tersebut di atas.
Tanggapan ini ditandatangi oleh M. Fachrurozy, Ketua P2MI
batampos.co.id – Kritik terhadap proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 terus mengalir. Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi 20 nama calon pimpinan (Capim) KPK karena dugaan cacat kode etik dan integritas.
Tuntutan ini disampaikan dalam aksi yang digelar di sela acara car free day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/9). Dengan membentangkan tulisan ‘Jokowi Harus Berani’, peserta aksi menuntut agar proses seleksi calon pimpinan (capim) KPK dilakukan dengan jujur dan bersih. Ada pula spanduk bertuliskan ‘Jokowi Harus Pilih Capim KPK yang Bebas Cacat Etik’ hingga ‘Jokowi Jangan Lemahkan KPK’.
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi tersebut terdiri dari Transparency Internasional Indonesia, ICW, KontraS, LBH Jakarta, YLBHI. Aksi tersebut sebagai simbolisasi agar Presiden Jokowi mendorong panitia seleksi (Pansel) Capim KPK untuk memilih kandidat yang bersih dan berani menuntaskan kasus korupsi.
“Ini simbolik aja supaya Pak Presiden berani mengambil sikap untuk menentukan capim KPK yang benar-benar qualified kemudian berani dan bersih dan kita pengen pimpinan KPK ke depannya lebih baik dan berani menuntuaskan kasus-kasus korupsi yang besar,” ujar salah seorang perwakilan Koalisi Masyarakat Antikorupsi, Agus Sarwono.
Sebelumnya, sejumlah nama capim KPK yang lolos 20 besar menjadi sorotan publik karena dinilai memiliki catatan yang tidak bersih. Inspektur Jenderal Firli Bahuri, misalnya.
Firli diduga melakukan pelanggaran etik karena pernah melangsungkan pertemuan dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi atau TGB Zainul Majdi. Pertemuan tersebut berlangsung saat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, sementara TGB diduga terlibat dalam kasus korupsi dana divestasi Newmont Nusa Tenggara.
Koalisi Kawal Capim KPK menyorot dugaan pertemuan itu. Firli dianggap telah melanggar kode etik karena melanggar Pasal 65 dan 66 Undang-Undang KPK.
Inspektur Jenderal Antam Novambar juga tengah disorot. Ia diduga pernah mengancam Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa. Peristiwa ini terjadi di restoran cepat saji, McDonald, Larangan, Tangerang, pada 8 Februari 2015. Saat itu, hubungan KPK dan Polri sedang panas-dingin, setelah calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan ditetapkan menjadi tersangka rekening gendut oleh KPK.
Antam membantah pernah melakukan teror terhadap Endang. Ia justru mengatakan dirinyalah yang dikelabui oleh Endang.
“Saya tidak pernah meneror Endang Tarsa,” kata Antam saat mengikuti uji publik dan wawancara seleksi capim KPK 2019-2023 di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (27/8) lalu.
Capim lainnya yang juga mendapat catatan adalah Jasman Panjaitan. Ia pernah dituduh menerima uang dari seorang pengusaha terkait dengan korupsi perubahan kawasan hutan produksi di Padang Lawas, Sumatera Utara.
Pada 2006, Jasman diketahui menangani kasus korupsi perubahan kawasan hutan produksi di Padang Lawas, Sumatera Utara, dengan tersangka pengusaha D.L. Sitorus. Dalam pleidoinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 3 Juli 2006, D.L. Sitorus mengaku pernah diperas oleh jaksa sebesar Rp 84,6 miliar.
Berkaitan dengan seleksi capim KPK tersebut, beberapa pihak terus menyuarakan pandangan. Berdasar suara yang berhasil dihimpun oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), ada beberapa guru besar dari berbagai universitas di Indonesia menyampaikan pandangan mereka.
Di antaranya Mahfud MD. Dia menyatakan sebagai anak kandung reformasi, KPK berhasil membangun optimisme masyarakat untuk memerangi korupsi.
”Oleh sebab itu jangan bunuh asa masyarakat karena salah menempatkan komisioner,” imbuhnya.
Selain Mahfud, Bambang Hero Saharjo sebagai guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) juga turut menyuarakan pandangannya. Dia menilai KPK sebagai institusi yang paling berkomitmen dalam penindakan korupsi. Sehingga penting bagi Pansel untuk menyeleksi capim KPK yang benar-benar bersih dari catatan hukum.
”Maka calon pimpinan KPK adalah sosok teladan tanpa cacat,” tegas dia.
AKTIVIS yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentangkan spanduk saat menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9). Dalam aksinya mereka meminta Presiden Joko Widodo berani mencoret nama calon pimpinan KPK hasil seleksi tim pansel yang dianggap bermasalah. F. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
Kritik pedas juga disampaikan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang menilai pansel capim KPK gagal memberi calon yang berintegritas. Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan hal ini tak terlepas dari masih adanya nama-nama capim yang berasal dari unsur kepolisian dan kejaksaan. Padahal, Lucius mengatakan KPK sejak awal dibentuk karena kedua lembaga itu belum berhasil secara serius memberantas korupsi.
“(Calon) dari dua lembaga ini kenapa harus dicoret, karena kerusakan kedua lembaga ini yang menjadi alasan KPK berdiri. Kalau KPK dipenuhi oleh orang dari dua instansi ini, maka Jokowi membangun lembaga yang merupakan fotokopi dari kepolisian dan kejaksaan,” kata Lucius saat ditemui di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (1/9).
Lucius mengatakan, saat ini berbagai kritik dari masyarakat terhadap calon yang ada sudah tak didengar oleh Pansel. Karena itu, ia berharap Jokowi akan mendengar suara mereka.
“Jika sudah maju ke DPR, maka semua serba pragmatis. Tidak bisa diharapkan untuk menghasilkan komisioner berkualitas dan integritas,” kata Lucius.
Sementara itu, Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) bergerak cepat setelah melaksanakan wawancara terbuka pekan lalu. Hari ini, Senin (2/9) mereka berniat menyetor 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo. Jika tidak ada perubahan, pertemuan antara pansel dengan presiden akan dilakukan sore ini.
Dari total 376 pendaftar yang turut ambil bagian dalam seleksi capim KPK periode 2019-2023, tinggal 20 nama yang saat ini ada di meja pansel. Untuk menyerahkan sepuluh nama kepada Presiden Jokowi, sepuluh nama lainnya bakal dihapus.
Menanggapi beragam kritik yang ada, anggota Pansel Capim KPK, Hendardi, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkannya. Baik kritik dan masukan dari KPK maupun dari pihak lainnya.
”Tentu semua kami pertimbangkan. Baik dari KPK, dari masyarakat, dari tokoh-tokoh masyarakat, dari guru besar,” katanya. (syn)
batampos.co.id – Pengembangan Pelabuhan Batuampar terus berlanjut. Kepala Badan Pelabuhan Laut BP Batam Nasrul Amri Latif mengatakan, pengembangan saat ini untuk mempersiapkan dermaga utara sebagai basis operasional kegiatan pelabuhan tersebut.
”Kami sudah lelang untuk pembongkaran gudang, baru lelang pengerukan alur laut. Tahun ini kelar, baru setelah itu penyiapan dermaga utara,” kata Nasrul, belum lama ini.
Setelah lelang selesai, maka dermaga utara akan mulai dikembangkan. Baru setelah itu, seluruh operasional pelabuhan pindah ke sana.
”Penyebab operasional pindah ke dermaga utara, karena kami akan bangun dermaga selatan dan timur,” ungkapnya.
Menurut Nasrul, total anggaran yang dibutuhkan untuk tahap pertama pengembangan pelabuhan ini mencapai Rp 7,5 miliar.
”Kami keruk dulu alurnya. Baru setelah itu revitalisasi dermaga selatan dan timur. Sehingga nanti kegiatan pindah ke utara.”
Pengembangan Pelabuhan Batuampar, kata Nasrul, dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pengerukan alur laut dan penataan container yard (CY) di dermaga utara, termasuk penataan atas lahan Persero seluas 10 hektare.
Setelah itu mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk pemasangan dua unit rubber tyred gantry (RTG). RTG merupakan alat bongkar muat kontainer yang dapat bergerak di CY, dan dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) yang juga merupakan alat bongkar muat di pelabuhan yang dapat berpindah-pindah tempat.
batampos.co.id – Belasan ribu warga Marina-Base Camp sekitarnya (Mabes), Kelurahan Tanjungriau, Sekupang mengikuti jalan sehat Mabes, Minggu (1/9/2019) pagi.
Jalan sehat itu merupakan rangkaian puncak HUT RI ke 74 di Mabes dan dilepas Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Rute jalan santai warga Mabes dimulai dari Pasar Kaget Taman Victoria, depan perumahan Graha Mas, depan Laguna Indah menuju Dream Land, kemudian masuk ke Perumahan Ricci dan finish di Perumahan Taman Victoria .
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mencabut undian utama satu unit sepeda motor.
Dalam sambutannya, Muhammad Rudi, mengatakan, keberadaan Masjid Sultan Mahmud Riyad Syah di Tanjung Uncang, Batuaji akan menghidupkan perdagangan di Batuaji, Mabes dan sekitarnya.
“Saya membangun masjid ini di Tanjunguncang dengan harapan menghidupkan ekonomi Batuaji, Mabes dan sekitarnya,” ujarnya.
Warga Marina-Base Camp sekitarnya (Mabes) mengelar berbagai lomba dan jalan santai pada puncak HUT RI ke 74 di wilayah mereka. Foto: Eja/batampos.co.id
Cita-cita itu, lanjutnya, karena Masjid Sultan Mahmud Riyad Syah merupakan masjid terbesar di Sumatera, dan nomor empat terbesar di Indonesia.
Sehingga akan menjadi daya tarik masyarakat Indonesia hingga dunia datang berkunjung dan akhirnya menghidupkan ekonomi.
Ditempat yang sama Ketua Pelaksana, Udin Pelor mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Batam bersama rombongannya.
Dengan antusias masyarakat Udin berjanji akan menggelar acara serupa tahun depan yang lebih meriah.
“Acara ini tujuan utamanya adalah membangun silaturahmi, semoga dengan dengan kegiatan ini masyarakat Mabes lebih solid dan kompak,” imbaunya.
Sekretaris Panitia, Amir Yunus, mengatakan, selain Jalan Sehat, pihaknya mengadakan lomba tarian penguin kreasi, tarik tambang, panjat pinang, lomba nasi goreng, atraksi pencak silat dan tarian, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
“Dengan seluruh rangkaian acara, harapannya bisa lebih mengeratkan kita yang ada di Mabes,” jelasnya.(eja)
batampos.co.id – Kenduri Seni Melayu (KSM) yang merupakan salah satu agenda utama pariwisata Kota Batam mendapatkan penghargaan dalam Anugerah Pariwisata Kepulauan Riau 2019.
Pada ajang ini, KSM mendapat predikat terbaik untuk kategori event. Bersama KSM, dua agenda pariwisata lain yang mendapat penghargaan di kategori sama yakni Festival Senoa Natuna dan Festival Padang Melang Anambas.
“Terima kasih untuk penghargaan yang diberikan, ini membuat kami semakin semangat untuk tetap mempertahankan Kenduri Seni Melayu sebagai agenda kebudayaan dan pariwisata di Kota Batam,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, usai acara Malam Anugerah Pariwisata Kepri 2019 di Pacific Palace Hotel Batam, Sabtu (31/8/2019).
KSM merupakan agenda tahunan dan sudah dilaksanakan sejak 19 tahun lalu. Tahun ini, gelaran tersebut akan menjadi agenda ke-20 kalinya.
“KSM ini rutin kita laksanakan, setiap tahun, tak pernah ada jeda. Dan tahun depan rencananya menjadi event utama Visit Batam 2020,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengangkat piagam penghargaan Anugerah Pariwisata Kepulauan Riau 2019 untuk acara Kenduri Seni Melayu (KSM) Batam yang mendapat predikat terbaik untuk kategori event di Pacific Palace Hotel Batam, Sabtu (31/8/2019) malam. Foto: Disbudpar Batam untuk Batam Pos
Ardi menjelaskan, KSM merupakan agenda kebudayaan. Namun, kemasannya layak untuk mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Salah satu sebabnya, pesertanya banyak dari negara lain yang serumpun.
“Tahun lalu kita bahkan mendapat tambahan peserta yang baru dari Korea, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Selain dari Singapura, Malaysia, serta Brunei Darussalam,” paparnya.
Sementara untuk mendatangkan wisman sebagai penonton, Ardi mengaku sudah mempromosikannya sejak jauh hari sebelum pelaksanaan. Tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Karena, lokasi acara akan pindah dan ada tambahan acara serta kategori.
“Tahun ini tidak lagi di Dataran Engku Putri tapi kita coba pindahknan ke Dataran Engku Hamidah, depan Edukits Batam Centre,” jelasnya.
“Serta akan dikombinasikan dengan bazar dan akan ada parade budaya,” ujarnya lagi.
Pelaksanaan KSM ini, kata Ardi, juga sejalan dengan amanah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.
Melalui agenda kebudayaan ini, pemerintah bisa menampilkan berbagai macam segmen kemelayuan. Seperti sastra lisan, tulisan, tarian, dan sebagainya.
“Tahun ini juga akan kita kemas lomba cipta lagu Melayu. Kita merasa lagu Melayu sekarang ini belum produktif,” jelasnya.
“Kita butuh lagu Melayu Kepri yang lebih banyak, dan populer. Kita akan menggandeng anak-anak milenial yang kreatif untuk memeriahkan KSM tahun ini,” katanya lagi.(une)
BELASAN bayi dan anak-anak di Spanyol tiba-tiba menjelma menyerupai manusia serigala. Bulu di sekujur tubuh mereka mamanjang.
Orang tua mereka panik. Pemerintah pun turun tangan. Setelah diselidiki, itu memang bukan kutukan, melainkan gara-gara obat yang tertukar kemasan.
Dilansir The Guardian, bayi dan anak-anak yang mengalami sindrom manusia serigala tersebut awalnya mengalami masalah lambung. Dokter meresepkan omeprazole.
Masalahnya, isi dalam botol omeprazole itu tertukar dengan minoxidil yang merupakan obat penumbuh rambut untuk mengatasi kebotakan. (sha/c22/fal)
ATB mendistribusikan air tanki kepada pelanggan beberapa waktu lalu, perilaku berhemat menggunakan air bersih salah satu upaya menyelamatkan ketersediaan air baku bagi Batam di masa depan
Air bersih berperan menopang kehidupan manusia, sehingga langkah menghemat penggunaan air bersih mampu menyelamatkan bumi di masa depan. Bagaimana perilaku kita, masyarakat Batam dengan ketersediaan air yang terbatas?
Pulau Batam tidak seberuntung daerah lain yang kaya akan sumber air baku. Air bersih yang dikelola ATB untuk masyarakat Batam hanya mengandalkan curah hujan. Oleh karena itu, berhemat menggunakan air bersih setidaknya dapat menyelamatkan Batam di masa mendatang.
“Di banyak kesempatan kami selalu sampaikan bahwa menghemat penggunaan air bersih itu sangat penting. Apalagi Batam tidak memiliki sumber air yang melimpah. Langkah kecil menghemat air bersih dimulai dari rumah, sudah berperan menyelamatkan Batam di masa depan,” jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Sabtu (31/8).
Selain itu, tambah Maria, ATB juga kerap mengedukasi tentang seberapa penting masyarakat Batam harus menghemat menggunakan air bersih yang tersedia, di tengah ketersedian air waduk yang semakin berkurang akibat curah hujan. Sudah seharusnya Batam punya cadangan air baku untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.
“Kapasitas air baku yang tersedia saat ini diperkirakan hanya akan bertahan hingga 3 tahun mendatang. Pertumbuhan penduduk dan industri di Batam perlu diimbangi dengan pertumbuhan cadangan air baku,” pesan Maria.
Sumber air baku yang dikelola ATB berasal dari lima waduk milik pemerintah. Saat ini total kapasitas terpasang berkisar 3.800 liter/detik. Dari kapasitas tersebut, ATB telah mengelola 3.300 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri.
“Cadangan air baku yang ada hanya tinggal 500 liter/detik, sementara pertumbuhan kebutuhan air bersih meningkat antara 150 hingga 200 liter per detik setiap tahunnya,” jelas Maria.
Langkah sederhana menghemat air bersih yang tersedia bisa dimulai pada lingkungan keluarga. Ibu dalam keluarga berperan besar dalam mengajarkan perilaku penggunaan air secara optimal, demi kelestarian air untuk masa depan generasi mendatang yang lebih cerah.
Lebih dari itu, menghemat air juga secara langsung dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Seorang Ibu dapat mulai mengubah perilaku keluarga dalam penggunaan air bersih dari sekarang secara optimal melalui pengurangan, penggunaan kembali dan pelestarian air (3P).
Menghemat penggunaan air bersih juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menutup keran wastafel ketika mencuci muka, menggosok gigi, dan bercukur. Sebisa mungkin hindari pemakaian selang untuk berkebun dan mencuci kendaraan.
Gunakan air bersih yang ditampung di ember atau wastafel untuk langkah awal mencuci piring dan kendaraan. Segera perbaiki pipa bocor atau keran rusak. Kebocoran berpotensi membuang percuma hingga 13 liter air per hari.
Pemahaman terkait penghematan air bersih juga penting karena dalam banyak kasus, air bersih di rumah terbuang sia-sia hanya karena penghuni rumah kurang memahami cara-cara sederhana pemanfaatan dan penghematan air.
“Sedikit apa pun, air bersih sepatutnya tidak dibiarkan terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara lebih optimal seperlunya. Dampak penyalahgunaan air yang lebih besar bisa berupa kerusakan lingkungan dan kelangkaan air,” ucap Maria.
Pentingnya menghemat air bersih juga dirasakan oleh pelanggan ATB di wilayah Sagulung, Lili, yang telah berlangganan ATB selama 10 tahun lebih dan cukup merasakan manfaat suplai air dari ATB. ATB menurutnya sudah cukup baik menyediakan air.
“Memang perlu untuk berhemat menggunakan air bersih yang ada agar masyarakat yang lain bisa mendapatkan air, lihat saja saat terjadi musim kemarau, air pasti terganggu, saya selalu siapkan tampungan air di rumah buat jaga-jaga,” jelas Lili
Mari selalu jaga perilaku kita menggunakan air bersih yang ada. Usaha penghematan air yang kita lakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi mendatang untuk menyelamatkan Batam di masa depan. (*)