Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 11401

20 Persen Dana Haji Diinvestasikan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akhirnya mulai menginvestasikan dana haji secara langsung. Tahap pertama, mereka mengalokasikan 20 persen untuk investasi langsung.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menuturkan, pada 2018 dana kelola yang ada di BPKH mencapai Rp 113 triliun. Melebihi dari target yang ditetapkan, yakni Rp 111 triliun. Tahun ini BPKH menaksir potensi dana kelola meningkat menjadi Rp 121 triliun. Angka itu berasal dari asumsi pendaftar haji yang mencapai 700 ribu orang.

Anggito menampik kabar bahwa investasi langsung uang haji digunakan untuk proyek infrastruktur pemerintah.

’’Fokus kami investasi langsung untuk jamaah. Kami tetap amanah untuk alokasi dana semata-mata untuk umat,’’ jelasnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Anggito menegaskan, tidak ada sepeserpun dana haji yang digunakan untuk proyek infrastruktur nasional.

Mantan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag itu menjelaskan, lokasi investasi langsung BPKH nantinya ada di dua tempat. Yakni Arab Saudi dan Indonesia.

Untuk di Arab Saudi, BPKH mengincar investasi di sektor usaha pengadaan katering bagi jemaah haji.

Selain itu, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), BPKH berencana mengakuisisi perusahaan penyedia valas di Arab Saudi. Pertimbangannya, jemaah haji Indonesia selama di Saudi tentu memerlukan penukaran uang. Sehingga, investasi pada perusahaan penyediaan valas cukup strategis. BPKH juga menjajaki kerja sama dengan PT Pertamina untuk penyediaan avtur bagi penerbangan haji dan umrah. Selain ada potensi imbal hasil atau laba, penyediaan avtur terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

BPKH tetap berupaya investasi langsung masih terkait dengan kegiatan penyelenggaraan haji.Anggito mengatakan, target tahun ini, dana kelola mereka bisa mencapai Rp 121 triliun. Kemudian, komposisi investasi 50 persen untuk deposito di bank syariah.

Kemudian, 30 persen di surat berharga syariah dan 20 persen untuk investasi langsung serta investasi lainnya.(wan/tau/oni)

Terimbas Bagasi Berbayar, Omzet UKM Batam Turun Drastis

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Manajer Operasional Nayadam (jajan oleh oleh khas Batam), Syarif Hidayatullah menuturkan, dampak bagasi berbayar sudah mulai dirasakan oleh pelaku UKM yang bergerak di bidang oleh-oleh khas daerah. Biasanya, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per hari, kini menurun drastis hanya Rp 2 jutaan.

”Dampaknya omzet turun hampir 60 persen. Orang jadi berpikir dua kali mau beli oleh-oleh,” ujar Syarif.

Diakuinya, seperti outlet Nayadam yang berada di Nagoya dan bandara. Jika pihaknya menawarkan, alasan pengunjung takut dikenakan charge oleh maskapai penerbangan yang menerapkan bagasi berbayar.

”Belinya sedikit-sedikit. Palingan satu buat makan atau dua untuk dibawa balik yang bisa dimasukkan ke dalam tasnya,” katanya.

Syarif menilai, dengan kondisi perekonomian yang belum stabil, ditambah lagi dengan adanya kebijakan ini membuat daya beli masyarkat makin menurun.

Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan, dimana transportasi yang digunakan sebagian besar menggunakan pesawat.

”Berbeda kita tinggal di Jawa. Bisa lewat darat. Batam langsung terasa dampaknya,” ujar Syarif.

Ia juga berharap kebijakan ini bisa dikaji ulang, karena sangat merugikan pelaku UKM.

”Harapan kami bisa kembali pulih,” harap Syarif.(rng)

Polisi Ringkus Pencuri Brankas Berisi Rp 600 Juta

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jaga Sembiring, 59, dan Harles Hutajulu, pembobol brankas PT Berlian Inti Sukses dibekuk polisi. Selain keduanya, polisi juga mengamankan dua penadahnya, yaitu Martahan Simanjuntak, 35, dan Salim Rambe, 47.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan menjelaskan, pembobolan di PT Berlian Inti Sukses itu diketahui Sabtu, 29 Desember 2018 lalu sekira pukul 08.00 WIB. Awalnya, salah satu karyawan yang hendak masuk kerja melihat pintu kantor sudah dalam keadaan rusak. Selanjutnya, karyawan tersebut memberitahu pimpinannya dan pimpinan perusahaan langsung menelpon karyawan tersebut.

”Awalnya korban tidak percaya. Setelah itu, korban lang-sung menuju kantor yang berada di Seipanas itu,” ujarnya, kemarin.

Dari keterangannya kepada polisi, di dalam brankas itu terdapat uang tunai sebesar Rp 601.479.000, satu unit ponsel, kunci serep kantor serta dokumen-dokumen penting lainnya.

Dari penyelidikan di lapangan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi mendapatkan informasi ada seseorang yang menjual rokok dalam jumlah banyak.

Dari informasi itu, tim gabungan melakukan pengintaian dan mengamankan Martahan Simanjuntak di ruli Kampung Indosat, Sekupang, Selasa (22/1/2019).

”Rokok yang dijualnya saat itu sama dengan rokok milik korban yang dicuri,” tuturnya.

Dari pengakuan Martahan Simanjuntak, rokok itu ia dapatkan dari temannya, Salim Rambe yang tinggal di ruli Tembesi Lestari. Polisi kemudian mengamankan Salim Rambe. Dari keterangan Salim, ia hanya bertugas menjual rokok itu dan menyediakan tempat untuk membongkar brankas.

”Pelaku ini tidak ikut dalam aksi pembobolan itu. Dia juga mendapat uang tunai sejumlah Rp 10 juta,” bebernya.

Selanjutnya dari Salim, polisi mengamankan Jaga Sembiring di Perumahan Buana Impian Batuaji, Rabu (23/1). Namun, saat dilakukan penangkapan, Jaga berusaha melarikan diri sehingga polisi menembak kakinya.

Tim gabungan kembali bergerak ke kawasan Hourbour Bay Batuampar dan menangkap Harles Hutajulu. Ia juga terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri.

”Dari hasil pemeriksaan, mereka beraksi lima orang. Tiga pelaku lainnya masih kami kejar,” bebernya.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti satu mobil Kijang Innova yang digunakan beraksi, 24 unit ponsel, uang tunai Rp 150 juta, gunting besi, 50 bungkus rokok, buku tabungan, kuitansi pembelian emas serta kalkulator. (egi)

Malaysia Punya Raja Baru

0
Sultan Abdullah Ri’ayatuddin

batampos.co.id – Sultan Abdullah Ri’ayatuddin dari negara bagian Pahang ditunjuk sebagai raja baru Malaysia menggantikan Sultan Muhammad V dari Kelantan yang mundur 6 Januari lalu.

Petinggi negara resmi menunjuk Sultan Abdullah dalam Konferensi Para Penguasa di Istana Nasional Kuala Lumpur, Kamis (24/1). Delapan sultan pemimpin negara bagian di Malaysia hadir dalam pertemuan itu, kecuali Sultan Muhammad V.

Selain menunjuk Sultan Abdullah, Istana kerajaan juga menyatakan Sultan Nazrin Shah dari negara bagian Perak sebagai wakil raja.

Malaysia merupakan negara monarki konstitusional yang memiliki peraturan unik, dimana jabatan raja akan berganti setiap lima tahun secara bergiliran sesuai dengan urutan negara bagian. Pemu-ngutan suara harus dilakukan dalam kurun waktu empat minggu sejak kekosongan kekuasaan terjadi.

Berdasarkan sistem rotasi, Sultan Pahang merupakan penerus takhta kerajaan setelah sultan Kelantan.

The Straits Times melaporkan bahwa Sultan Abdullah menjadi raja baru Malaysia beberapa hari setelah dia ditunjuk sebagai pemimpin negara bagian Pahang menggantikan sang ayah yang sakit.

Sementara itu, kenaikan takhta Sultan Abdullah juga berlangsung hanya beberapa waktu setelah Sultan Muhammad V mundur sebagai Raja Malaysia.

Sultan berusia 59 tahun itu merupakan seorang atlet yang juga memegang jabatan pada beberapa badan olahraga di bawah organisasi sepakbola dunia FIFA.

Selain aktif di FIFA, Sultan Abdullah juga merupakan Presiden Asosiasi Olahraga Hoki Asia dan mantan Kepala Asosiasi Sepak Bola Malaysia. Setelah lulus sekolah menengah atas di Malaysia, Sultan Abdullah melan-jutkan studinya di akademi militer Sandhurst, Inggris.

Selama menjadi raja di Malaysia, Sultan Abdullah memiliki peran seremonial dalam konstitusi. Selain bertindak sebagai pemelihara nilai Islam di negara mayoritas muslim tersebut, persetujuan Raja Malaysia juga di-perlukan dalam penunjukan perdana menteri dan berbagai pejabat senior.(dir/straitstimes)

Pencuri Ketiduran di Rumah Korban

0
ilustrasi

batampos.co.id – Adita, 20, masuk ke rumah tetangganya mengambil sejumlah uang.

Ia masuk kala rumah tetangganya itu dalam kondisi tak terkunci.

Bukannya bergegas kabur, setelah mencuri sejumlah uang di rumah tetangganya di Kampung Bangunsari Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen, dia malah tertidur di rumah korbannya Rabu (23/1/2019). Hingga akhirnya si empunya rumah Tukiyem pulang dari kerja, dia masih tertidur pulas di salah satu kamar di rumah tersebut.

Korban akhirnya melaporkan kejadian ke Polsek Sragen Kota.

”Modus pelaku masuk kedalam rumah saat pintu rumah terbuka dan sepi,” tutur Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan. (rs/din/per/JPR)

Rencana PPJ Dipasang Tapping Box, Pemko Minta Difasilitasi KPK

0
Tapping box.
foto: batampos.co.id / william s

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mendorong transparansi pembayaran pajak penerangan jalan (PPJ) agar dipasang alat pencatat transaksi (tapping box).

Terkait hal ini, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah pihaknya akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menfasilitasi rencana tersebut.

“Kami mau konsultasi dengan KPK untuk bisa memfasilitasi ini,” kata dia, kemarin.

Ada empat pajak daerah yang kini pajak hotel, pajak hiburan, pajak tempat hiburan dan retribusi parkir.?

Maka ke depan, Pemko Batam ingin agar komponen pajak daerah yang lain, seperti PPJ, juga menggunakan sistem ini agar pelaksanaan lebih transparan, disampaing dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Ia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan n PT Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN Batam) untuk membahas kemungkinan penerapan tapping box ini. “Mereka sedang bahas juga (kemungkinan pemasangan tapping box),” imbuhnya.

Namun ia mengaku, penerapan tapping box pada PPJ terbilang lebih rumit. “Sistemnya agak ‘complicated’,” ucap dia.

Tangerang Selatan Tiru Batam

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany akan mengadopsi sistem kerjasama Pemerintah Kota Batam dengan Bank Riau Kepri dalam penerapan alat perekam transaksi (tapping box). Hal ini disampaikan usai kunjungannya ke Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Batam di Batam Centre, Rabu (23/1).

“Tapping box di Tangerang Selatan belum dimaksimalkan. Di Batam luar biasa. Apalagi dengan konsep tak gunakan APBD, tapi kerja sama dengan bank yang ada di Batam. Tak gunakan APBD, berarti mengurangi pembiayaan. Itu patut kita contoh. Bagaimana kerja sama pemerintah dengan bank di daerah,” kata Airin.

Ia berharap semoga apa yang sudah diterapkan di Batam bisa juga dilaksanakan di Tangerang Selatan. Dan semoga bank yang ada di wilayah kerjanya juga berkomitmen membantu pemerintah kota untuk pemanfaatan teknologi ini.

“Tahun?2019 target kami, Tangerang Selatan, tingkatkan potensi PAD (pendapatan asli daerah). Batam adalah kota yang berhasil tingkatkan potensi PAD dengan konsep tapping box dan teknologi. Inovasi Kota Batam akan kita tiru dengan penyesuaian kondisi di Tangerang Selatan. Sehingga insya Allah, mudah-mudahan potensi PAD di Tangerang Selatan bisa meningkat dan lebih baik,” ujarnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan sejak pemasangan tapping box, pendapatan daerah dari empat sektor pajak daerah meningkat signifikan. Pada November dan Desember, pendapatan dari empat sektor pajak daerah ini naik 20 persen.

“Dua bulan 20 persen. Berarti dalam setahun bisa naik 100 persen lebih,” tuturnya.

Kepala BPPRD Batam, Raja Azmansyah mengatakan sampai akhir 2018 lalu telah terpasang 400 tapping box pada hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir khusus. Tahun ini rencananya akan dilanjutkan ke 1.100 tempat usaha lainnya.

“PKS (perjanjian kerja sama) kita dengan Bank Riau Kepri itu 1.500 tapping box sampai 2021. Tapi kita targetkan tahun 2019 ini selesai semua. Tahun ini kita minta 1.200 lagi. Pemasangannya menunggu kontrak baru,” kata Azman.

Adapun realisasi pajak hotel di sepanjang 2018 mencapai Rp108,854 miliar.?Atau 101,59 persen dari target Rp107,147 miliar.

Kemudian pajak restoran terkumpul Rp72,613 miliar atau 105,85 persen dari target Rp68,600 miliar. Dan pajak hiburan sebesar Rp31,121 miliar atau 106,62 persen dari target Rp29,190 miliar.

Sementara pajak parkir yang terkumpul yakni Rp10,978 miliar. Atau 91,49 persen dari (iza)

Dermaga Curah Kabil Selesai Maret

0

batampos.co.id – Pengembangan Dermaga Curah Kabil akan selesai tahun ini. Pelabuhan yang khusus melayani distribusi produk olahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit ini akan dioperasikan mulai semester kedua 2019 nanti.

“Maret selesai. Pada semester kedua nanti mulai beroperasi,” kata General Manager (GM) Komersil dan Pengembangan Usaha Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendy, Rabu (23/1/2019).

Pengembangan Dermaga Curah kabil yang lebih kurang seluas 10 Hektar ini dimaksudkan untuk melayani lalu lintas dan bongkar muat CPO.

Pertama, pembangunan dermaga utama dengan panjang 273,6 meter, lebar 33 meter dengan kapasitas kapal 35.000 DWT, kedalaman alur kolam dermaga 12 mdpl.

Kedua, pembangunan sarana pontoon atau dermaga wharf sepanjang 101 meter dengan kedalaman kolam 6 mdpl. Ketiga mempercepat waktu sandar dan bongkar muat operasional pelabuhan. Total dana APBN proyek multi tahunan sejak 2016 ini sekitar Rp 208 miliar.

Berbeda dengan pelabuhan lainnya, Dermaga Curah Kabil memiliki jaringan pipa yang terhubung langsung dengan pabrik-pabrik penyulingan CPO di Batam seperti Ecogreen, Musim Mas dan lain-lain.

“Sehingga tidak ada lagi pengangkatan pakai truk. Untuk bahan bakar pesawat, Avtur juga diangkut dari Kabil ke bandara lewat pipa,” ucapnya.

Selain itu, BP akan menambah sejumlah gantry crane di pelabuhan ini. Pembangunan ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat akselerasi kebutuhan produksi dan operasional para pengguna jasa.

Pembangunan dermaga dianggap dapat memenuhi kebutuhan produksi pabrik-pabrik sehingga menjadikan Batam sebagai pintu gerbang pelabuhan internasional.

“Mudah-mudahan kedepan sesuai masterplan dapat melayani dan meningkatkan seluruh kegiatan ekspor dan impor,” ungkapnya. (leo)

PilihPelihara Hewan dibanding Punya Momongan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mengurus hewan perliharaan lebih mudah dibanding mempunyai anak.

Demikian pendapat pria asal Korea Selatan (Korsel) Kang Sung Il. Ia dan istrinya  memilih untuk membeli Sancho, anjing Pomeraniannya sebagai temannya bermain.

Kang dan istrinya mengatakan, anak-anak terlalu memakan banyak biaya dan membuat terlalu banyak tekanan. Sebaliknya, mereka memilih Sancho dan mengurusnya dengan cinta.

Mereka tidak sendirian. Industri hewan peliharaan Korsel sedang meningkat, dipicu oleh faktor-faktor yang sama yang membuat angka kelahiran negara itu, yaitu 1,05 kelahiran per wanita, terendah di dunia. Tingginya biaya pendidikan dan perumahan serta hari kerja yang sangat panjang menjadi pemicunya.

“Tekanan sosial di Korea Selatan sedemikian rupa sehingga orangtua diharuskan untuk menyediakan pengasuh selama beberapa dekade dari sekolah swasta hingga bimbingan belajar ke kelas seni,” kata Kang.

“Populasi hewan peliharaan bertambah karena semakin banyak orang memilih untuk tidak memiliki bayi atau bahkan tidak menikah,” kata Manajer di Samjong KPMG Economic Research Institute, Kim Soo Kyung,

Rumah tangga yang memiliki hewan peliharaan telah melonjak menjadi 28 persen dari semua rumah tangga Korea Selatan pada 2018, dibandingkan dengan 18 persen pada 2012.

Akibatnya, industri perawatan hewan peliharaan berkembang di Korsel yang penawarannya mencakup diet hewan peliharaan berharga tinggi.

Industri terkait hewan peliharaan Korea Selatan bernilai USD 2,4 miliar tahun lalu, dan itu bisa lebih dari dua kali lipat pada tahun 2027. (jpc)

Impor Mobil CBU Anjlok Tajam

0

batampos.co.id – Impor mobil completely build up (CBU) pada tahun 2018 benar-benar melempem. Jumlahnya menurun hingga 80 persen dibanding tahun 2017.Bahkan sejak tahun 2012 hingga tahun 2018, angka impor mobil CBU terus menurun seperti anak tangga.

“Tahun 2017 lalu, masih ada 330 pengajuan impor mobil CBU yang mendapat persetujuan dari BP Batam. Namun untuk tahun 2018, hanya 57 pengajuan,” kata Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan, Rabu (23/1/2019).

Tahun 2012, ada 1.429 pengajuan impor. Tahun 2013, ada 1.265 pengajuan impor. Tahun 2014 ada 1.077 pengajuan impor. Tahun 2015 ada 964 pengajuan impor dan pada tahun 2016 ada 596 pengajuan impor.

Sejak tahun 2012 hingga 2018, ada 23 importir yang ikut bermain dalam pasar mobil CBU. Adapun ke-23 importir tersebut antara lain Ganda Nusantara Persada, TC Subaru, Toyota Astra Motor, Megah Jaya Perkasa, Centri Japri Auto, Indo Auto Trade, Eurasia Auto Dinamika, Arnada Pratama Indonesia, Jaya Auto Central, Garuda Mataram Motor, Ford Motor Indonesia, Duwin Motor Indonesia T Eight Gallery, Oriental Komobindo Bahtera, KIA Indonesia Motor, Wahana Varia Motorindo, Surya Sejahtera Otomotif, Inti Jaya Cemerlang dan Eurokars Motor Indonesia.

Namun, sejak 2012 hingga 2018, hanya Ganda Nusantara Persada, Toyota Astra Motor dan Eurasia Auto Dinamika yang masih rutin mengajukan kuota mobil impor, meskipun jumlahnya terus menurun.

ilustrasi

Bahkan dari 23 importir yang aktif mengimpor mobil sejak tahun 2012, maka pada tahun 2018 hanya tinggal lima importir saja.

Pada tahun 2012, Ganda mengajukan kuota impor untuk 430 mobil CBU. Jumlahnya terus naik turun dalam rentang hingga 2016. Pada tahun 2017, mereka hanya mengimpor 240 mobil CBU. Dan pada tahun ini, mereka hanya bisa mengimpor sekitar 30 unit mobil CBU.

Begitu juga dengan Toyota Astra. Pada tahun 2012, mereka mengimpor 300 unit mobil. Namun mulai tahun 2015 hingga 2018, Toyota hanya mengimpor mobil dibawah 50 unit. Bahkan pada tahun 2018, hanya sekitar 10 unit. Lalu bagaimana dengan perusahaan lain. Banyak importir lain yang menyetop impor mobil CBU dan fokus mengalihkan bisnisnya ke sektor yang lain. Namun ada juga yang tutup atau gulung tikar seperti Ford pada tahun 2016 silam.

Taofan kemudian menjelaskan prosedur impor mobil CBU yang masuk ke Batam, kuotanya ditentukan oleh Kementerian Perindustrian.

“Importir mengajukan Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) dan varian kendaraan bermotor untuk keperluan impor ke pemerintah pusat tiap bulan,” jelasnya.

Jika mobil CBU yang diimpor merupakan tipe terbaru, maka importir harus mengajukan TPT Pendaftaran Uji Tipe ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Nanti di Kemenhub, akan dicek lagi seluruh spesifikasi mobilnya, seperti jumlah silinder, dimensi, jarak sumbu, dan lainnya,” ungkapnya.

Setelah pengecekan selesai, maka akan keluar Surat Uji Tipe (SUT). Kemudian, impor bisa mengajukan TPT Impor ke Kementerian Perindustrian.

“Kementerian tersebut yang menentukan jumlah kuota untuk importir tersebut,” jelasnya.

Dan jika mobil CBU yang akan diimpor merupakan tipe lama, maka importir tinggal mengajukan TPT Pendaftaran Uji Tipe, SUT, dan TPT Impor yang lama ke Kementerian Perindusrian.

Dokumen-dokumen dari pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mendapatkan Persetujuan Impor (PI) dari BP Batam.Satu mobil dapat satu dokumen PI. “Dan setelah diberikan, maka importir bisa melakukan tugasnya. Hanya tinggal mengurus dokumen kepabeanan di kantor Bea Cukai,” jelasnya.

Novi juga menjelaskan kewajiban importir agar bisa beraktivitas dengan lancar adalah dengan membuat bank garansi yang harus diisi dengan uang senilai Rp 3,5 miliar. Bank garansi ini hanya berlaku setahun. Ketika sudah habis harus diperpanjang ke bank.

“Ini merupakan bentuk deposit sebagai jaminan kepada BP Batam,” ujarnya. (leo)

Rusunawa BP Batam Beroperasi Bulan Depan

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Rumah susun sewa (Rusunawa) milik Badan Pengusahaan (BP) Batam akan beroperasi pada bulan depan. Proses operasionalnya akan dimulai setelah BP menerima penyerahan aset secara pinjam pakai dari Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan (Kemenpupera).

“Rusunawa tersebut dibangun Kemenpupera. Rencana Februari serah terima ke BP. Baru diurus operasionalnya,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar, Rabu (23/1/2019).

Dendi kemudian menjelaskan bahwa rusunawa ini terdiri dari dua tower dan memiliki 180 kamar. Fasilitasnya sudah terdiri dari ranjang dan lemari. Untuk harga sewa kamar, Dendi mengatakan ada di kisaran Rp 600 ribu per kamar per bulan. “Jadi tinggal datang hanya dengan bawa badan saja,” imbuhnya.

Pantauan Batam Pos, rusunawa ini terbilang megah. Bangunannya lebih tinggi dari bangunan lain di sekitarnya. Halamannya cukup luas. Sedangkan fasilitas dan aksesoris taman sudah tertata dengan baik. Namun untuk jalan masuknya masih belum diaspal. Sehingga ketika hujan, jalan akan dipenuhi lumpur.

Warga berharap agar rusunawa tersebut segera diresmikan sehingga bisa ditempati. “Masyarakat di sini banyak yang numpang atau tinggal di ruli. Banyak yang berharap dengan rusun itu tapi tak tahu kapan mulai ditempati,” ujar Heru Irawan, warga Teluk Pandan, Tanjunguncang. (leo)