batampos.co.id – Efran pelaku pencabulan tiga bocah perempuan di Tanjunguncang masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji. Pria 38 tahun ini dicurigai sudah sering melakukan aksi bejad terhadap anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, hasil penyelidikan korban dari pria beranak tiga itu diduga juga ada di wilayah hukum mapolsek Seibeduk.
“Dia sering ke Piayu (Seibeduk). Bisa jadi ada korban juga di sana. Ini lagi kami koordinasi dengan Polsek Seibeduk,” kata Dalimunthe, Senin (21/1/2019).
Sementara di komplek tempat tinggalnya di Tanjunguncang, Efran juga dicurigai sudah banyak mencabuli bocah-bocah perempuan di sana.
“Tiga ini yang ketahuan. Yang lain belum. Ini juga lagi kami dalami. Bahaya pelaku ini. Peringainya agak aneh suka sama anak-anak,” ujar Dalimunthe.
Pelaku yang merupakan mantan pekerja galangan kapal ini terindikasi memiliki kelainan seks sehingga cenderung tertarik kepada anak-anak dibawa umur. Ini juga lagi didalami kepolisian untuk mengupas tuntas sepak terjangnya.
Efran sendiri mengakui perbuatannya itu. Namun dia mengelak telah mencabuli banyak gadis dibawa umur.
Efran foto: batampos.co.id / dalil harahap
“Baru tiga orang itu pak. Kebetulan mereka sering main sama anak saya di rumah. Saya hanya elus-elus mereka saja,” ujarnya.
Atas perbuatannya itu Efran dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Efran dibekuk Polsek Batuaji, Sabtu (19/1). Dia adalah pelaku pencabulan tiga bocah perempuan di Tanjunguncang.
Efran melakukan aksi tak terpuji pada para korban sudah berulang kali, namun baru terkuak pada, Rabu (9/1). Saat itu NCS, salah satu korban berusia 6 tahun secara tak sengaja mengerang kesakitan pada bagian kemaluan di depan orangtuanya. Orangtua NCS yang panik pun bertanya dan dengan polosnya NCS menceritakan bahwa kemaluannya sering dipegang dan dimasukin jari oleh pelaku. (eja)
batampos.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengupayakan laporan akhir terkait jatuhnya Lion Air JT 610 bisa selesai Agustus mendatang. Saat ini data dari cockpit voice recorder (CVR) telah diunduh.
”Percakapannya jernih. Sekarang kami sedang menyusun transkrip,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (21/1/2019).
CVR itu ditemukan dan diangkat dari dasar perairan Karawang pada Senin (14/1) lalu. Menurut Soerjanto, data yang diunduh KNKT berisi rekaman sepanjang dua jam. Mulai detik-detik saat kecelakaan hingga dua jam sebelumnya.
Kata-kata yang diucapkan pilot dan kopilot juga dinyatakan jelas. Namun, memang ada beberapa bagian yang tertimpa suara lain.
”Rekamannya kami putar sampai seratus kali. Kami punya trik-trik khusus untuk mem-filter noise untuk mendapatkan suara yang diinginkan,” jelasnya.
Sejak pesawat nahas itu jatuh pada 29 Oktober 2018 hingga ditemukan Senin pekan lalu, pemancar sinyal lokasi milik CVR tersebut masih terus memancarkan sinyal ”ping”.
”Sertifikasinya memang memancarkan sinyal selama minimum 90 hari. Tapi, untuk produk-produk baru terbukti bisa sampai 120 hari,” jelas Soerjanto.
CVR Lion Airuh
Selain percakapan pilot dan kopilot menjelang kecelakaan, kata Soerjanto, sisa dari rekaman adalah soal maintenance pesawat. Dia menambahkan bahwa percakapan-percakapan pribadi tidak akan dibuka ke publik. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi terhadap empat penyelam TNI-AL yang telah berhasil menemukan dan mengangkat CVR tersebut. Meskipun dia sendiri tidak menyebut detail penghargaan apa yang diberikan.
Terpisah, sejumlah keluarga korban penumpang JT 610 didampingi kuasa hukum menyampaikan sejumlah adu-an kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Selama kurang lebih satu jam, keluarga bersama pengacara melakukan pertemuan tertutup dengan wakil ketua DPR bidang kesejahteraan rakyat itu.
Seusai pertemuan, pengacara keluarga korban Aprilia Supaliyanto menyebutkan sejumlah poin yang mereka sampaikan kepada Fahri. Dia mengungkapkan, hal yang utama adalah permintaan keluarga korban agar pemerintah tetap melanjutkan pencarian. Sebanyak 64 di antara 189 korban belum diidentifikasi. (tau/bay/c9/ttg)
Siswa SMKN 1 saat mengikuti uji kompetisi keahlian permesinan di SMKN 1 Batam di Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dua sekolah di Batam mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional 2018. Yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 26 Batam. Kedua sekolah tersebut dianggap berhasil mendidik siswa-siswinya menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie mengatakan penghargaan terakhir kali didapat oleh sekolah di Batam pada 2013 lalu. ”Tahun 2013, satu sekolah dapat penghargaan Adiwiyata. Tahun ini kita dapat dua sekolah, yaitu SMKN 1 dan SMPN 26 Batam,” kata Herman di Batam Center, Senin (21/1/2019).
Ia menjelaskan, pada akhir 2017 DLH bersama Dinas Pendidikan (Disdik) menawarkan ke sekolah-sekolah untuk ikut penilaian Adiwiyata ini. Akhirnya ada lima sekolah yang diajukan DLH ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
”Kami kemudian lakukan pembinaan. Tim turun untuk cek secara rutin. Sampai ke proses penilaian di September 2018. Penilaian dilakukan bertingkat. Dan dua sekolah ini yang diputuskan dapat (penghargaan, red) Adiwiyata Nasional,” ungkapnya.
Herman mengatakan ada empat komponen penilaian Adiwiyata. Yakni kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
”Misal dilihat dari ada tidaknya sarana fisik pendukung, seperti tempat sampah yang terpilah, kantin sehat, dan sebagainya,” kata mantan Camat Lubukbaja ini.
Sementara itu, Kepala SMPN 26 Batam, Rafeah mengatakan nilai tertinggi yang didapat sekolahnya adalah dari segi kemitraan. Selain komite sekolah, di SMPN 26 juga terdapat keluarga kelas. Terdiri dari orangtua siswa atau wali murid di tiap kelas.
”Semua kegiatan dikerjakan oleh keluarga kelas. Seperti pembuatan taman diskusi, persiapan, dan sebagainya,” kata Rafeah.
SMP Negeri 26 Batam
Program kemitraan SMPN 26 juga dilakukan dengan masyarakat, RW, lurah, dan camat sekitar sekolah yang berlokasi di Batuaji tersebut. Sekolah ini juga bekerja sama dengan DLH dalam pembuatan kompos dan sebagainya. Kemitraan juga diwujudkan dalam penyediaan sarana prasarana di lingkungan sekolah.
”Sekarang kita menuju ke Adiwiyata Mandiri. Setelah itu ke tingkat Asia,” ungkapnya.
Syaratnya, sambung Rafeah, harus mendampingi tiga sekolah lain. Sekolah yang didampingi adalah sekolah yang sama sekali belum pernah menerima penghargaan Adiwiyata tingkat apapun.
”Yang menentukan sekolahnya nanti dari DLH dan Dinas Pendidikan,” jelasnya. (iza)
batampos.co.id – Awal tahun 2019 akan dihiasi oleh fenomena purnama super atau Supermoon tiga kali berturut-turut yakni masing-masing pada purnama bulan Januari, Februari dan Maret. Hal tersebut disebabkan pada tahun ini bulan berada pada posisi perigee. Atau titik terdekat dengan bumi.
Berdasarkan analisi Badan Menteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada 21 Januari 2019, terjadi bulan merah atau Super Blood Moon yang dibarengi dengan gerhana bulan total sekitar pukul 12.16 WIB.
Kemudian pada 19 Februari 2019 bulan kembali berada di perigee 16.02 WIB hingga 22.53 WIB tanpa disertai gerhana bulan. Sementara pada bulan Maret, tepatnya tangal 21 Maret, matahari akan memasuki fase musim semi Ekuinok Vernal atau purnama ekuinok yang diperkirakan terjadi 04.59 hingga 08.42 WIB.
Deputi Meteorologi BMKG Herizal mengungkapkan, karena jarak yang lebih dekat, maka sinar bulan yang merupakan pantulan sinar matahari itu menjadi lebih kuat intensitasnya.
”Ini dikenal sebagai purnama perige atau purnama super (supermoon),” kata Herizal, Senin (21/1/2019).
Herizal menjelaskan, pada bulan Januari ini, purnama super terjadi pada 21 Januari 2019 pukul 12.16 WIB. Tepat 12.43 jam sesudah puncak purnama tersebut, atau pada 22 Januari 2019 pukul 02.59 WIB, bulan akan berada pada jarak 357.342 km dari bumi.
Selain itu, pada purnama tersebut, terjadi peristiwa gerhana bulan yang sayangnya tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Gerhana ini hanya dapat diamati oleh pengamat di wilayah Eropa, Afrika, Amerika, dan sebagian kecil Asia bagian timur laut.
”Dengan demikian, gerhana bulan tersebut dapat disebut sebagai gerhana bulan perige atau dikenal juga gerhana bulan super (supermoon),” kata Herizal.
Sebulan berikutnya, yaitu pada 19 Februari 2019 pukul 22.53 WIB, bulan akan kembali dalam fase purnama. Tepat 6.51 jam sebelumnya, atau pada 19 Februari 2019 pukul 16.02 WIB, bulan berada pada jarak 356.761 km dari bumi.
Ini adalah posisi terdekat satelit alami bumi tersebut sepanjang tahun 2019. Jika cuaca cerah, kata Herizal, objek langit ini sangat baik untuk diamati detail permukaannya. Karena saat itu bulan akan lebih jelas teramati jika dibandingkan dengan saat bulan dalam posisi terjauh dari bumi (bulan di apoge), yang akan terjadi pada 14 September nanti.
Sementara itu, puncak purnama pada Maret terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 08.42 WIB dan terjadi saat bulan berada di 359.377 km dari bumi.
”Mengingat pada 21 Maret 2019 ini, tepatnya pukul 04.59 WIB, posisi matahari berada di equinox, purnama ini dapat disebut juga sebagai purnama equinox,” jelasnya.
Soal banjir rob atau air laut pasang, Herizal memperkirakan supermoon kali ini pengaruhnya lebih kecil dibanding saat supermoon yang akan terjadi nanti pada bulan Februari dan Maret 2019.
”Kemungkinan juga akan lebih kecil efeknya dari pada yang pernah terjadi pada 2-4 Januari 2018 yang lalu. Karena saat itu juga dibarengi dengan fenomena gerhana total,” jelasnya.(tau)
batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam masih terus menanti dukungan dari semua perusahaan yang ada di Batam. Di mana saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang bergabung. TSP ini dibentuk untuk wadah bagi perusahaan dalam menyalurkan CSRnya dalam berbagai program untuk kemajuan Batam.
“Jadi BUMN,Perbankan dan beberapa perusahaan asing sudah gabung. Kita ini berharap akan semakin banyak yang datang dan bergabung. Ini untuk Batam, untuk kemajuan dan keindahan Batam,” ujar ketua TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, Selasa (22/2).
Kennedy mengatakan, beberapa program TSP sudah dirumuskan dari awal. Di mana yang sudah dipastikan adalah penataan destinasi wisata. Termasuk mendukung industri pariwisata di Batam. Selain itu, penataan dan pembangunan taman untuk ruang terbuka hijau di Batam.
“Jadi ini kita buat untuk warga yang ada di Batam dengan ikut berpartipasi memperindah Kota Batam,” katanya.
Menurutnya, industri pariwisata di Batam harus didukung sepenuh hati. Ini untuk mendorong semakin banyaknya warga luar yang masuk ke Batam.
“Kalau semakin banyak yang datang ke Batam, sudah pasti akan semakin banyak perputaran uang atau transaksi di Batam. Dan ini harus terus kita dorong,” ujarnya.
Sementara itu, ketua Kadin Batam juga mengatakan bahwa forum TSP ini bisa dimanfaatkan perusahaan yang sudah punya keuntungan untuk berbagi dengan masyarakat. Di mana akan ada program yang akan dibuat dan bisa dinikmati secara langsung oleh semua masyrakat di Batam.
“Kami berharap semua perusahaan bisa tergabung, terutama yang sudah punya kentungan besar. Ini saatnya berbagai kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan,” ujarnya. (ian)
batampos.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap mengambil tindakan pembekuan izin PT VFS Tasheel Indonesia. Dasarnya adalah infrastruktur untuk perekaman biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah dinilai belum siap.
Sikap BPKM terkait keberadaan VFS Tasheel Indonesia tersebut disampaikan Plt Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BPKM Yuliot di Komisi I DPR, Senin (21/1). Pertemuan khusus membahas keluhan perekaman biometrik oleh VFS Tasheel itu juga dihadiri perwakilan Kemenag, Kemenlu, serta Kemenkumham.
’’Kami siap melakukan pembekuan perizinan (VFS Tasheel Indonesia, red),’’ kata-nya.
Yuliot menegaskan keputusan tersebut tentunya menunggu hasil rapat koordinasi terkait pelaksanaan perekaman biometrik oleh VFS Tasheel yang digelar BPKM bersama kementerian dan lembaga terkait hari ini (22/1). Lebih lanjut Yuliot menuturkan proses perizinan PT VFS Tasheel Indonesia di Indonesia sudah mendapatkan izin prinsip pada 2014 lalu.
Dari aspek perusahaan, mere-ka mendaftarkan diri sebagai perusahaan biro perjalanan wisata. Dengan komposisi permodalan 51 persen dari dalam negeri dan 49 persen dari asing.
’’Izin usahanya perusahaan pariwisata, keluar pada 2018 lalu’’ jelas Yuliot.
Dia menjelaskan, kegiatan perekaman biometrik oleh VFS Tasheel sudah dilakukan di 20 negara dan sudah beroperasi sejak 2007 lalu. BKPM juga sudah melakukan tinjauan ke lapangan. Mereka mendapatkan informasi bahwa VFS Tasheel Indonesia memiliki cabang sebanyak 35 titik di Indonesia. Sampai saat ini, mereka sudah melayani 6.000 hingga 9.000 perekaman biometrik sebagai syarat penerbitan visa umrah.
”Menurut mereka (perekaman biometrik, red) relatif tidak ada permasalahan,’’ jelasnya.
Terkait dengan keamanan data perekaman biometrik warga Indonesia, VFS Tasheel Indonesia langsung mengirimkannya ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Yuliot mengatakan VFS Tasheel Indonesia juga terikat perjanjian dengan pemerintah Saudi. Bahwa data hasil perekaman itu bersifat rahasia dan sepenuhnya milik pemerintah Saudi.
Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu Andri Hadi menuturkan menuturkan rata-rata kantor VFS Tasheel di daerah menyewa ruangan atau gedung milik PT Pos Indonesia.
Kemudian juga ada laporan bahwa calon jemaah umrah harus antre panjang.
Dia mengatakan sudah menyampaikan keluhan terkait perekaman biometrik tersebut kepada Wakil Dubes Arab Saudi di Indonesia.
Menurut Andri, layanan perekaman biometrik saat ini bisa menimbulkan kesan yang kurang baik terhadap Kedutaan Arab Saudi di Indonesia, Pemerintah Arab Saudi secara umum, bahkan kepada pemerintah Indonesia juga. Sebab sudah menimbulkan keresahan publik.
”Usulannya bagaimana sekarang ditunda dulu. Sampai Tasheel menyiapkan infrastrukturnya,” jelasnya.
Andri menjelaskan Kemenlu mengu-sulkan supaya perekaman biometrik dilakukan di bandara keberangkatan atau embarkasi. Dengan demikian perekaman biometrik tidak dikaitkan dengan syarat me-ngurus visa umrah. Jemaah tentu tidak mempersoalkan harus datang lebih awal, 4-5 jam di bandara untuk melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan pengaduan masyarakat terkait layanan biometrik untuk visa umrah yang masuk ke Kemenag cukup banyak.
’’Asosiasi penyelenggara umrah juga keberatan,’’ katanya.
Dia menuturkan pada 4 Oktober 2018 lalu pemerintah sudah berkirim surat diplomatik kepada Saudi. Supaya penerapan perekaman biometrik tersebut ditunda.
Pertimbangannya adalah wilayah Indonesia begitu luas. Sementara itu kantor perwakilan VFS Tasheel belum menjangkau seluruhnya. Misalnya calon jemaah umrah dari Papua dan Papua Barat harus ke Ambon atau Makassar terlebih dahulu untuk perekaman biometrik. Sehingga menimbulkan pembengkakan biaya umrah yang dirasakan masyarakat.
Arfi juga mengatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin ketika berada di Saudi beberapa waktu lalu, juga menyampaikan langsung persoalan perekaman biometrik kepada Menteri Haji Saudi. Pada prinsipnya Kemenag berharap mekanisme perekaman biometrik dievaluasi. Supaya lebih memudahkan calon jemaah umrah.
Anggota Komisi I DPR Hidayat Nur Wahid ikut mengomentari persoalan perekaman biometrik tersebut.
’’Tasheel itu artinya mempermudah. Tetapi ini yang terjadi alih-alih mempermudah, tetapi membuat repot masyarakat,’’ kata pria yang akrab disapa HNW itu.
Dalam rapat bersama Komisi I DPR tersebut diputuskan beberapa kesimpulan. Yaitu meminta pemerintah Indonesia mendesak pemerintah Arab Saudi untuk menunda pelaksanaan kebijakan rekam biometrik untuk syarat pembuatan visa umrah.
Kemudian penundaan tersebut dilakukan hingga tersedianya infrastruktur, SDM, dan mekanisme yang mempermudah calon jamaah umrah Indonesia. Selain itu Komisi I DPR mendoorng pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi warga negara Indonesia. Sebab perekaman biometrik pengajuan visa umrah, dilakukan oleh pihak swasta di Indonesia. (wan)
Kamis, 17 Januari 2019, debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) digelar. Temanya membahas masalah hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.
Sayang seribu sayang. Debat yang mestinya berlangsung menarik, kualitasnya tidak tampak. Biasa-biasa saja. Bahkan bikin boring. Padahal, debat perdana ini sangat dinanti masyarakat Indonesia.
Sejatinya, debat yang dimoderatori Imam Priyono dan Ira Koesno itu bisa saja berjalan menarik. Bahkan lebih dahsyat. Ibarat pertandingan sepak bola, kedua pasangan sama-sama menerapkan total football -gaya sepak bola menyerang.
Meskipun ada beberapa pertanyaan publik yang luput seperti kasus Novel Baswedan hingga beberapa kasus salah tembak yang dilakukan polisi, namun aksi saling serang terjadi.
Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menyerang duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lewat isu pelanggaran HAM, calon anggota legislatif (caleg) eks koruptor, hingga hoaksRatna Sarumpaet.
Tak mau kalah, Prabowo-Sandi yang berstatus penantang melakukan counter attack kepada petahana lewat isu kinerja pemerintah, impor yang menyengsarakan rakyat, hingga persekusi dan ketidakadilan penegakan hukum.
Lagi-lagi sayang. Format debat yang dibuat KPU membuyarkan harapan masyarakat mendapatkan tontonan menarik. Terlalu banyak pertanyaan, namun waktu menjawabnya sangat sedikit. Sehingga, kedua pasangan calon kurang begitu mengeksplorasi argumennya.
Banyak kritikan terhadap KPU. Pengamat politik, Rocky Gerung menyebut sebagai tontonan tidak pantas. Pakar komunikasi Effendi Gazali menganalogikan debat rasa bimbel alias bimbingan belajar (bimbel). Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi juga mengaku kecewa dengan KPU. Dan masih banyak lagi.
Inilah yang harus segera dibenahi KPU. Debat pilpres akan berpengaruh besar terhadap keikutsertaan masyarakat Indonesia dalam pesta demokrasi di negeri ini. Jika kualitas debatnya jelek, saya justru khawatir akan membuat golput semakin tinggi.
Malahan, acara debat secara keseluruhan tertutupi oleh aksi di luar materi utama. Semisal, ucapan “cukup” Maruf Amin, munculnya kata “grusa-grusu” dari Jokowi. Atau, aksi joget Prabowo yang lalu dipijit-pijit Sandiaga.
Semua mata malah tertuju kepada hal-hal di luar konteks debat. Hal utama terkait tema hukum, korupsi, HAM, dan terorisme tidak tampak. Saya katakan, debatnya tidak asyik.
Secara pribadi, saya menganggap debat ini hambar dan kaku. Saya sempat menggerutu: “percuma nonton kalau debatnya begini. Buang-buang waktu”. Akhirnya saya pun pulang dengan kekecewaan.
Ya. Ini menjadi pelajaran penting buat KPU. Saya setuju jika debat ini dibiarkan mengalir. Biarkan saja para calon adu argumen, saling interupsi, dan serang-menyerang. Kasih temanya, amoderator tinggal mengarahkan. Dibikin mirip Indonesia Lawyer Club di salah satu televisi swasta.
Bangsa ini butuh pemimpin yang tahan banting, kuat mental, berkualitas, dan tentu saja punya program menantang yang baik untuk negeri ini. Biarkan capres-cawapres bertarung habis-habisan, saling menjatuhkan satu sama lain, dan saling adu program.
Toh, ini kan kontestasi. Pertarungan untuk merebut hati rakyat. Hadirkan pula pakar-pakar, para ahli, dan elemen lainnya. Kalau perlu, kedua pasang calon tidak perlu didampingi tim sukses (timses). Biarkan mereka bertarung di debat. Biarkan mereka menjawab semua pertanyaan hadirin.
Kalau perlu, kupas semua program dan gagasan. Kalau perlu lagi, buat durasinya lebih lama. 12 jam kalau perlu. Biar semua clear. Tak ada lagi pertanyaan atau kritik di kemudian hari.
Jujur. Saya ingin lihat mereka saling serang. Entah membahas “Tampang Boyolali” atau “Sontoloyo”, entah “the winter is coming” atau “make Indonesia great again”, entah ketidakadilan hukum atau pelanggaran HAM, entah masalah keberhasilan divestasi saham Freeport atau masalah ribuan karyawan Freeport yang ditelantarkan. Atau apa saja.
Nanti, hasilnya akan terlihat. Masyarakat akan menilai, mana yang laik memimpin Indonesia dan tidak. Sudah barang tentu, pemenang akan berkuasa, yang kalah akan binasa moralnya.
Masih ada beberapa debat lagi. KPU masih punya waktu untuk membenahi. Kalau debatnya tidak bermutu, siap-siap golput tinggi. KPU harus tahu itu. Rakyat Indonesia menginginkan debat yang bermutu. Tontonan berkelas. Sehingga menghasilkan pemimpin terbaik bangsa ini. (*)
batampos.co.id – Tiga agenda besar akan dilaksanakan dalam peringatan HUT ke-9 Viking Persib Club Distrik Batam, mulai Jumat (8/2/2019) hingga Minggu (10/2/2019). Tiga agenda besar yang akan dilaksanakan itu adalah konvoi Persib Bandung, meet and greet, dan training center sekaligus laga ujicoba Persib Bandung.
Ditegaskan Ketua Viking Batam Vicky, Anniversary 9th Viking Batam ini mengambil tema Begins In To The Champion. “Dalam peringatan kali ini dan seperti sebelumnya, Viking Batam akan mendatangkan tim kesayangan kita semua, Persib Bandung,” ujarnya, Minggu (20/1).
“Dan kali ini adalah untuk yang ketujuh kalinya Persib Bandung mengunjungi Batam. Meraka akan menemui secara langsung suporternya yang jumlahnya mencapai ribuan di Batam,” terang Vicky.
Vicky berharap kehadiran Maung Bandung, julukan Persib Bandung, bisa menggairahkan persepakbolaan di Batam dan Kepri. Selain itu juga memupuk solidaritas dan kesetiakawanan antar suporter tim-tim yang berlaga di kancah persepakbolaan nasional.
“Melalui sepakbola diharapkan bisa kembali meningkatkan serta menghidupkan perekonomian di daerah. Jika persepakbolaan di daerah bangkit, dengan sendirinya akan mendorong peningkatan perekonomian daerah. Apalagi Batam tengah fokus dalam pengembangan wisata olahraga untuk memancing wisatawan lokal dan manca negara,” tuturnya.
Vicky juga mengatakan jika saat ini persepakbolaan di Batam dan Kepri tengah menuju pada perkembangan yang menggembirakan. Keberadaan 757 Kepri Jaya sebagai salah satu tim yang berlaga di kompitisi nasional memancing perkembangan persepakbolaan ke arah yang lebih baik.
“Meski kami suporter dari Maung Bandung, tetapi kami juga tak segan-segan untuk memberikan dukungan pada klub lokal yang kini berlaga di Liga 3 dan Piala Indonesia, yakni 757 Kepri Jaya,” papar Vicky.
Kehadiran Persib Bandung di Batam dengan sendirinya akan memberikan motivasi lebih. Tak hanya pada persepakbolaan Batam, tetapi juga pada para pemain Persib Bandung. “Dukungan para suporter secara langsung pada Persib Bandung akan memberikan dampak positif dengan peningkatan motivasi dan semangat juang pemain,” jelas Vicky.
“Apalagi dukungan ini diberikan oleh suporter yang notabene terbilang jauh dari gemerlap penyelenggaraan Liga 1. Jauhnya jarak tidak menjadi halangan bagi Viking Batam untuk memberikan dukungan pada tim kesayangannya,” ungkapnya.
Selain itu, dengan raihan hasil dan beberapa kejadian kurang menyenangkan yang dialami Persib Bandung saat berlaga di ajang Liga 3 musim lalu menjadi pelajaran penting bagi para superter untuk mendukung tim kesayangannya. Vicky meminta agar politisasi dalam kancah persepakbolaan nusantara segera dihilangkan.
“Sepakbola harus mengajarkan bagaimana meraih kemenangan dengan cara-cara yang sportif. Semangat fairplay harus dijunjung tinggi. Kemenangan memang dihasilkan dari jerih payah, keringat, skill pemain, strategi pelatih, dan kejujuran,” tegas Vicky.
Selain itu, Vicky juga mengatakan jika Viking Batam akan berupaya untuk menjadi contoh bagi suporter dalam mendukung tim kesayangannya. “Viking Batam harus menjadi cerminan bagi suporter di daerah lain. Tak hanya pendukung Persib bandung, tetapi juga suporter tim Liga 1 lainnya,” jelasnya.
Kekerasan dalam kancah persepakbolaan nasional, lanjut Vicky, harus dihentikan. “Sudah cukup korban jiwa dalam sepakbola. Suporter harus mendukung tim kesayangannya tidak dengan membabi buta,” geram Vicky.
“Ini sesuai dengan slogan yang digunakan dalam peringatan kali ini yaitu Totalitas Bukan untuk Popularitas. Jangan memandang perbedaaan, kita adalah satu kesatuan. Utamakan kreativitas, bukan rivalitas,” tuturnya.
Persib Bandung tiba di Batam, Jumat (8/2). Langsung dilanjutkan dengan agenda pertama yakni konvoi mengelilingi Batam. Keesokan harinya Persib Bandung akan menjalani dua agenda sekaligus, yaitu training center dan meet and greet.
Training center akan dilaksanakan selama dua hari di lapangan Temenggung Abdul Jamal. Sementara untuk event meet and greet akan dilaksanakan di KBC Batam Center.
Minggu (10/2) Persib Bandung akan menjalani training center dan juga sekaligus akan menjalani laga ujicoba. “Ayo kita ramaikan event ini. Ini adalah kesempatan bergharga bisa menonton langsung tim kebanggaan kita secara langsung,” serunya. (ska)
batampos.co.id – Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan sabu seberat 201 gram dari seorang wanita bernama c, 26, Senin (21/1/2019) pukul 12.30 WIB.
Selain Yati, Avsec dan Bea Cukai (BC) Batam juga mengamankan empat orang pria diduga sebagai rekan wanita tersebut, salah satunya seorang pria berkewargane-garaan Malaysia.
”Kasus ini masih dalam pendalaman petugas berwenang,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, kemarin.
Suwarso menjelaskan kronologis kejadian itu, yakni sekitar pukul 12.30 WIB kemarin petugas Avsec melihat Yati yang gerak geriknya mencurigakan. Saat memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim, gerak geriknya semakin aneh.
”Kecurigaan ini bertambah ketika petugas x-ray melihat barang aneh di tas jinjing milik wanita itu,” jelasnya.
Karena keanehan ini, petugas perempuan dari Avsec Hang Nadim melakukan pemeriksaan manual. Dari pemeriksaan badan, petugas tidak menemukan barang yang mencurigakan. Lalu, dilakukan pemeriksaan di tas jinjing milik wanita asal Bandung itu.
”Di sana (tas milik Yati, red) kami temukan sabu seberat 201 gram,” ungkapnya.
Kepada petugas, Yati tidak mengakui sabu itu miliknya. Dia mengatakan tidak tahu menahu terkait barang yang sudah ada di tasnya.
”Kami terus interogasi, dan akhirnya dia mengakui sedang bersama seseorang. Dan kami periksa, ternyata rekannya tersebut baru memasuki terminal keberangkatan. Dari paspornya, pria itu orang Malaysia,” ucap Suwarso.
Saat diperiksa, pria diketahui berinisial Ma, 23, mengaku tidak mengenal Yati. Namun, Yati bersikukuh kenal dengan Ma. ”Katanya si cewek (Yati, red) kenalnya baru beberapa jam saja,” ungkap Suwarso.
Petugas Avsec bersama BC melakukan pengembangan. Dari pemesanan tiket Ma didapat beberapa nama lainnya. ”My, Me, dan Mz. Mere-ka diamankan saat berada di ruang tunggu bandara. Kami melakukan pemeriksaan terhadap keempat pria itu, tidak ditemukan sabu. Namun dike-tahui wanita dan keempat pria ini memiliki tujuan sama, yakni ke Bandung,” jelasnya.
Hingga kini, lanjut Suwarso, petugas BC masih melakukan pendalaman terhadap kasus 201 gram sabu. ”Masih berlanjut,” pungkasnya.
Perketat Pengawasan Bandara dan Pelabuhan
Memasuki 2019, penyelundupan narkoba menuju beberapa wilayah menjadi tantangan Bea Cukai (BC) Batam. Dimana, tahun 2018 lalu BC mengamankan 77 kurir sabu, baik melalui Bandara Internasional Hang Nadim maupun di beberapa pelabuhan.
Untuk itu, Kantor BC Tipe Batam akan memperketat pengawasan di seluruh wilayah Batam, untuk mengantisipasi meningkatnya aksi penyelundupan barang maupun penyelundupan narkoba di bandara maupun di pelabuhan.
Kepala Bidang (Kabid) Bim-bingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU BC Batam, Sumarna mengatakan, penyelundupan barang yang tidak boleh keluar maupun barang-barang terlarang seperti narkoba biasanya meningkat menjelang masuknya hari libur. Ini disebabkan karena para penyelundup memanfaatkan padatnya penumpang.
”Jadi, Bea Cukai Batam dalam mengantisipasi kepadatan penumpang, kami akan meningkatkan pengawasan dan menyiapkan petugas dalam berjaga di setiap pintu masuk ke Batam,” kata Sumarna.
Selain menempatkan personel di setiap pintu masuk, BC juga menyiagakan dua ekor anjing pelacak. Dua ekor anjing pelacak itu disiagakan di Bandara Hang Nadim serta Pelabuhan Ferry Batam Center.
”Itu untuk di darat. Sementara untuk di laut, kita masih ada operasi rutin dengan kapal cepat yang kita miliki saat ini. Pastinya kita siagakan di darat maupun di laut,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada tahun 2019 ini BC kembali mengamankan dua orang kurir narkoba di Bandara Hang Nadim, Minggu (20/1). Kedua calon penumpang Lion Air jurusan Batam-Surabaya-Manado itu adalah Umardani dan Iskandar.
Keduanya diamankan saat di Security Check Point 1 di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam dan ruang tunggu keberangkatan domestik Bandara Hang Nadim. Untuk proses selanjutnya, kedua kurir tersebut diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri guna pengembangan lebih lanjut. (ska/egi)
batampos.co.id – Wahai penggemar komik Detektif Conan, akhirnya Shinichi Kudo dan Ran Mouri resmi berkencan.
Dalam episode terbarunya, yakni episode 928, Ran akhirnya menerima ungkapan cinta Shinichi.
Itu artinya penggemar digantung selama 23 tahun, menunggu kisah mereka berdua.
Kisah cinta Shinichi Kudo dan Ran Mouri dalam serial anime Detektif Conan, sejak pertama kali penayangannya memang belum pernah dinyatakan resmi berpacaran. Kedua tokoh yang diceritakan bersekolah di SMA Teitan ini baru menyimpan rasa saling suka, tetapi belum pernah mengungkapkan perasaannya.
“Breaking News! Akhirnya Shinichi dan Ran jadian!” tulis seorang penggemar.
Dalam episode 928, diceritakan bahwa Conan kembali menjadi Shinichi setelah meminum obat penawar dari Aibara demi ikut karya wisata SMA Teitan ke Kyoto. Ia diceritakan satu kelompok dengan Ran, Sonoko, Sera, dan Nakamichi. Mereka berwisata ke Kiyomizu Dera, sebuah kuil ternama di Kyoto.
Saat berkaryawisata, terdapat sebuah kasus pembunuhan. Shinichi dan Sera yang merupakan Detektif SMA, membantu memecahkan kasus tersebut. Di tengah-tengah pemecahan kasus, Shinichi dan Ran terus mendapat godaan dari teman-temannya tentang Shinichi yang sudah menyatakan cintanya pada Ran di London beberapa waktu lalu.
Saat itu, Ran juga sempat mengutarakan ingin bertemu dengan Okita, pemain kendo yang dikenalnya untuk menyampaikan sesuatu. Ketika keduanya bertemu, Sonoko yang jahil memotret mereka dan mengirimnya kepada Shinichi yang sedang berpikir memecahkan kasus. Akibatnya, Shinichi tidak bisa berkonsentrasi setelah melihat foto tersebut karena cemburu.
Singkat cerita, kasus pembunuhan pun terungkap di kuil Kiyomizu Dera. Shinichi yang dibantu Heiji Hatori berhasil mengungkap kasus dan menangkap pelakunya, kembali bergabung dengan rekan-rekannya, Ran, Sera, Sonoko, dan Nakamichi yang turut berada di sana.
Ran kemudian mengajak pergi ke Kitano Tenmangu berdasarkan saran dari Okita. Mendengar itu, Shinichi sempat kesal dan ia langsung menahan Ran yang mulai pergi. Ia langsung bertanya pada Ran tentang dirinya dan menyatakan bahwa di London dirinya telah menyatakan perasaannya.
Adegan Shinichi Kudo dan Ran Mouri di Kiyomizu Dera, episode 928 (Pinterest)
Belum selesai Shinichi berbicara, dengan sigap, Ran langsung menarik dasi seragam sekolah Shinichi dan mencium pipi lelaki itu hingga membuatnya terkejut.
“Itu jawabanku!” ujar Ran kemudian.
Namun ekspresi Shinichi yang aneh membuat Ran bertanya apakah hal itu belum cukup? Shinichi pun mulai mendekati Ran dan bersiap hendak mencium bibir Ran, hanya saja hal itu tidak terjadi karena tiba-tiba tubuhnya merasakan sakit mengingat efek obat yang diminumnya habis sehingga ia akan mengecil kembali menjadi Conan.
Setelah kembali menjadi Conan, Shinichi mengirim pesan kepada Conan yang berisi permintaan maaf. Kendati demikian Shinichi mengaku senang dengan jawaban Ran itu dan berterima kasih karenanya.
Ran pun membalas pesan Shinichi dan memastikan apakah saat ini mereka berpacaran? Pesan itu tentu saja dibalas dengan jawaban ‘ya’ oleh Shinichi.
Sebelumnya, Shinichi menyatakan perasaannya pada Ran ketika keduanya berada di London. Adegan tersebut tayang di episode 621. Saat itu Ran sempat ngambek kepada Shinichi karena tidak memberitahu bahwa dia juga berada di London sama sepertinya. Padahal Ran sudah menyiapkan daftar oleh-oleh untuk Shinichi dan gembira saat mendatangi tempat yang Shinichi idam-idamkan.
Ketika ia tahu Shinichi juga berada di sana, Ran kecewa. Ia menangis dan mengungkapkan bahwa dirinya bodoh karena terlalu bahagia sendiri serta menyebut bahwa Shinichi tidak bisa menalarkan perasaannya. Tentu saja Shinichi mengatakan bahwa seandainya dirinya adalah Sherlock Holmes, dia tetap tidak akan mengerti karena tidak bisa membaca pikiran seorang wanita yang sangat dicintainya. Mendengar itu, Ran hanya bisa diam.
Para penggemar Detektif Conan harus menunggu puluhan episode dari 621 ke 928 untuk akhirnya melihat Ran menerima ungkapan perasaan Shinichi. Kendati adegan jadiannya Ran dan Shinichi dalam serial anime baru ditayangkan, akan tetapi dalam versi komik, adegan itu sudah dimuat sejak lama.
Ditayangkan pada tahun 1996, serial anime Detektif Conan masih bertahan dan terus menyajikan kisah Shinichi Kudo yang tubuhnya mengecil menjadi Conan Edogawa yang memecahkan berbagai kasus. Kisah asmara Shinichi dan Ran sendiri sangat menarik perhatian karena diceritakan bahwa Ran seolah tidak bisa menggapai cintanya kepada Shinichi karena tubuh lelaki itu yang mengecil.
Ran diceritakan tidak tahu bahwa Conan Edogawa yang tinggal bersamanya selama ini adalah justru Shinichi Kudo. Tubuh Shinichi sendiri mengecil ketika ia sedang berjalan-jalan dengan Ran ke sebuah taman hiburan dan mencoba memecahkan kasus.
Namun setelah Shinichi dan Ran resmi berkencan, tentu saja cerita Detektif Conan tidak sampai di situ saja. Rahasia-rahasia lain yang belum terungkap akan terus disajikan oleh Gosho Aoyama di episode dan seri-seri berikutnya. (jpc)