Rabu, 17 Oktober 2018

Screening Buffalo Boys di Batam

batampos.co.id – Pelaksanaan meet and greet dan screening Buffalo Boys berlangsung meriah di Mega Mall Batam Centre, Sabtu (21/7). Film ini mendapat tempat di hati sebagian besar penonton yang memadati Studio XXI, kemarin sore.

Pujian dan kritik membangun pun mengalir dari para penonton usai film usai .”Filmnya keren sekali. Produksi lokal dengan rasa Hollywood. Menakjubkan,” ujar salah satu penonton, Cucum Suminar kepada koran ini.

Sama halnya dengan Danan Sumirat. Warga Batam Center ini mengemukakan film ini secara visual sangat keren. Demikian juga aksi laga yang seru antar pemainnya yang terlihat natural dengan perpaduan pedesaan Jawa zaman dahulu yang indah.

“Tapi ada satu yang menggelitik. Drama personal di dalamnya kurang menggigit. Namun secara umum, untuk film action produksi Indonesia, ini sudah baguslah. Apalagi diproduksi di Batam lagi. Keren banget. Saya bangga Kinema Studios sudah mampu memproduksi film berkelas internasional seperti ini,” ungkap Danan.

Batam Pos juga berkesempatan mengikuti screening film bertema percampuran action, fiksi dan sejarah ini. Diawali dengan latar gurun di California, Amerika pada 1860, para tokoh utamanya diperkenalkan dalam sebuah kereta. Adalah Jamar (Ario Bayu) mengadakan pertarungan judi dengan pria berbadan besar (Conan Stevens). Pertarungan itu disaksikan adiknya, Suwo (Yoshi Sudarso) dan juga pamannya Arana (Tio Pakusadewo).

Jamar dan Suwo merupakan putra ningrat, Sultan Hamza (Mike Muliadro), kakak kandung dari Arana. Sultan tewas di tangan penjajah Belanda bernama Van Traach. Kematiannya disaksikan sendiri oleh Arana saat mereka melarikan diri dari tanah Jawa ke Amerika.

Enam bulan setelah judi tarung di atas kereta itu, Arana bersama dua ponakannya ini pun pulang kembali ke tanah kelahiran mereka di Jawa yang masih dijajah Belanda, membalaskan dendam atas kematian ayah dan abang yang begitu mencintai Pulau Jawa.

Selama 104 menit film ini berlangsung, ada begitu banyak aksi pertarungan fisik yang sadis di dalamnya. Pilihan percakapan antar pemain di dalam film ini menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sudah dilengkapi substitle yang sangat bersahabat bagi penonton penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Sutradara Mike Wiluan menyebutkan film ini dengan bangga ia persembahkan sebagai film nasional Indonesia yang diangkat dari fantasi. “Kami mengembangkan banyak sekali unsur Indonesia di film ini. Mulai dari wardrobe batik dan kain khas Indonesia lainnya yang dikenakan pemain, scene di berbagai tempat sejarah seperti di Candi Prambanan, di Benteng Tua di Ambarawa, dan juga beberapa scene lainnya yang dikerjakan di Kinema Infinite Studios sendiri di Nongsa, Batam,” ujar Mike.

Mike juga mengatakan, film ini diproduksi oleh Infinite Frameworks bekerjasama dengan Zhao Wei Films.

“Proses pembuatan film ini memakan waktu 40 hari. Untuk latar scene di Kinema proses pembuatannya seminggu. Film ini menggabungkan action, thriller, komedi, dan juga drama. Ada banyak emosi di film ini,” ujarnya.

Selain melibatkan banyak aksi dalam penayangannya, juga mengandung nilai sejarah dimana zaman penjajahan dulu betapa Indonesia dikuasai Belanda dari segala sudut. Selain itu, ada juga nilai moral dari film ini, yakni ungkapan Seruni kepada suaminya Arana dan ponakannya Jamar saat mereka dikepung Belanda, bahwa ‘dendam adalah hak, tapi mengampuni akan membuat batin lebih tenang dan bahagia‘.

Tak hanya itu, film ini juga secara tak langsung mengkritisi kultur patriarki yang dianut sebagian besar masyarakat, yang terlalu mengekang perempuan.

Berapa biaya pembuatan film ini? Mike tidak mau menyebut angka. Hanya saja secara eksplisit ia menyebutkan mengeluarkan dana yang besar.

“Sangat banyak. Tapi tidak melebihi budget yang saya sediakan,” ungkapnya.

Film ini sendiri telah tayang di seluruh bioskop di Indonesia sejak 19 Juli lalu. Penayangannya sedikit lebih lama dibanding di Kanada dan Amerika dan langsung mendapat respon positif dengan poin 7,8 versi IDMB. (cha)

Iklan

Buffalo Boys, Film Buatan Batam Berkelas Dunia

batampos.co.id – Film Buffalo Boys garapan Infinite Frameworks Studios (Kinema Studio) di Batam menembus pasar internasional. Film bergenre drama action itu tayang premier pada Sabtu (14/7) di Festival Film Fantasia di Montreal, Kanada, dan di festival film New York pada Minggu (15/7) lalu.

World premier ini dihadiri Mike Wiluan selaku sutradara, penulis skenario, sekaligus cameo dalam film tersebut. Selain dia, co-writer Rayya Makarim juga turut hadir. Sementara Pevita Pearce menjadi satu-satunya artis pemain yang hadir di world premiere Buffalo Boys tersebut.

Seperti diketahui, film dengan setting zaman kolonial di Tanah Air itu juga dibintangi Ario Bayu, Zack Lee, Mikha Tambayong, Happy Salma, dan sejumlah pemain beken lainnya.

Film ini mengisahkan dua saudara yang ingin membalaskan dendam ayah mereka yang seorang sultan setelah bertahun-tahun diasingkan di Amerika (Wild West America).

Dua saudara ini kemudian kembali ke daratan Jawa untuk membalas dendam atas kematian ayah mereka. Film yang berlatar Indonesia tahun 1800-an ini banyak melakukan pengambilan gambar di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Infinite rameworks Studios (Kinema Studio) di Batam. Film ini menampilkan keindahan alam Indonesia sebagai latar belakang kisah cinta.

Buffalo Boys digarap tim produksi dan talenta kreatif yang berasal dari empat negara. Yakni Singapura, Indonesia, Thailand, dan Australia. Buffalo Boys merupakan film kolaborasi berjiwa Asia Tenggara.

General Manager Kinema Studio, Ryan Willi Asthra mengatakan film ini akan ditayangkan perdana di seluruh bioskop di Indonesia pada Kamis (19/7) mendatang. Namun sebelum penayangan perdana akan digelar gala premier di Jakarta pada Rabu (18/7).

SUTRADARA film Buffalo Boys Mike Wiluan (tengah) bersama aktris Pevita Pearce (kiri) saat menghadiri premier film tersebut di Festival Film Fantasia di Montreal, Kanada, Sabtu (14/7) lalu.

“Kali ini Batam mendapat kesempatan untuk mengadakan screening beserta meet and greet pada 21 Juli 2018 di Mega Mall,” ungkap Ryan, Senin (16/7).

Meet and greet yang akan dilaksanakan pukul 14.00 WIB tersebut akan menghadirkan Zack lee (Leung), Ario Bayu (Jamar) dan Mike Wiluan. “Mereka akan memberikan sedikit cerita tentang karakter mereka dalam Buffalo Boys,” terangnya.

Acara tersebut rencananya juga akan dihadiri oleh para pejabat daerah dan akan ditutup dengan nonton bareng Buffalo Boys dengan para undangan. Acara promo Buffalo Boys ini dapat dilaksanakan tak lepas dari dukungan beberapa pihak yang memang memiliki tujuan yang sama dengan Infinite Studios Batam, yaitu ingin lebih memperkenalkan Batam di mata nasional maupun di mata dunia.

“Dukungan yang diberikan oleh Pak Cahya (PT Alfatron), BP Batam dan Pemko Batam ini menunjukkan support yang luar biasa untuk karya anak Batam. Semoga dengan adanya dukungan positif ini akan lebih meningkatkan menggeliatnya industri kreatif di Batam,” kata Ryan. (ryh)

Iklan

HBO Bikin Film di Batam

CEO Infinite Studios PT Kinema Sysrrans Multimedia, Mike Wiluan saat menunjukan kepada media lokasi syuting pembuatan Film Grisse Studion Kinema di Nongsa, Senin (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – HBO Asia akan memproduksi serial drama sejarah berjudul Grisse di Infinite Studios, Nongsa, Batam. Film ini akan memiliki delapan episode dan akan tayang perdana akhir tahun ini di HBO On Demand dan HBO.

“HBO Asia hari ini mengumumkan pengambilan gambar tahap awal untuk serial drama sejarah original terbaru sebanyak delapan episode berdurasi satu jam, yakni Grisse, telah dimulai,” kata CEO of HBO Asia Jonathan Spink di lokasi syuting di Nongsa, Senin (14/5).

Grisse merupakan serial sejarah yang mengambil latar belakang pertengahan tahun 1800-an, saat masa kolonial Belanda di Indonesia. “Serial ini menceritakan kisah sekelompok masyarakat yang melawan penindasan dari gubernur bengis dan berhasil mengambil alih kendali di markas Belanda bernama Grisse,” katanya lagi.

Serial berbahasa Inggris ini akan menambah deretan produksi HBO Asia Original Productions yang diproduksi dengan oleh jaringan televisi ini. “Dan ini semakin memperkuat komitmen dalam memproduksi konten lokal yang lebih menarik dan relevan bagi pemirsa di Asia,” ujarnya.

Serial ini dijadwalkan tayang perdana di akhir tahun di HBO Asia, baik melalui on air, online, dan on-demand. Kisah Grisse ini memiliki sejumlah karakter-karakter unik, masing-masing dengan latar belakang dan keyakinan berbeda yang bersatu untuk memperbaiki nasib mereka dari penjajahan.

Grisse menghadirkan sejumlah pemain yang berasal dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Eropa. Mereka antara lain Adinia Wirasti, Marthino Lio, Michael Wahr, Edward Akbar, Jamie Aditya, Toshiji Takeshima, dan lainnya.

“Kami senang sekali dapat kembali menghadirkan banyak talenta dari Asia untuk memproduksi hasil adaptasi kisah bersejarah dari kota kecil di Indonesia,” tambahnya.

Secara garis besar, Grisse merupakan serial adegan laga dengan plot mengejutkan. “Saya berharap alur ceritanya menarik dan dapat memukau para penonton kami di kawasan benua ini maupun di belahan bumi lain,” pungkasnya. (leo)

Iklan

Avengers, Filmnya Menggelitik Emosi

Antrian penonton Avengers: Infinity War saat memasuki ruang studio 6 Cinema 21 BCS Mall, Rabu (25/4). F. Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id  – Pukul 10.15 WIB, pintu bioskop Cinema 21 BCS Mall, Baloi masih terkunci. Kendati demikian, di luar pintu ramai pengunjung yang seolah memaksa agar pintu tersebut segera dibuka. Ya, siapa lagi kalau bukan penggemar film superhero dari Marvel Studio, Avengers: Infinity War yang tayang perdana, Rabu (25/4).

Didominasi para remaja, keresahan akibat tak sabar menunggu bercampur dengan keriuhan suasana yang membahas masing-masing hero. Keadaan itu nyatanya tidak hanya meresahkan para penggemar, tapi juga pihak bioskop.

“Di sini (Cinema 21 BCS) penayangan awal pukul 12.00 WIB. Seharusnya kami buka setengah jam sebelum penayangan. Tapi melihat antusias penonton, kami buka dari pukul 11.00 WIB,” kata Supervisor Cinema 21 BCS, Imam.

Ia menyebutkan, dalam penayangan perdana ini pihaknya berhasil menjual 3.500 hingga 4.000 tiket. “Kami buka lima studio, dan full. Dua studio untuk tiket online atau booking, dan tiga studio yang dibeli langsung di hari penayangan. Total sehari 20 kali tayang untuk film Avengers,” jelasnya.

Antusias penonton tidak hanya dari kalangan anak-anak dan remaja, tapi juga para orang tua. Momen yang dinilai tepat karena sebagian pelajar yang tidak UN libur sekolah, membuat film ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.

“Anak yang ngebet nonton. Karena semangatnya, saya sekeluarga juga ikut nonton. Suami sampai libur kerja,” ungkap Carmen, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya menonton Avenger di Cinema 21 BCS.

Dengan durasi film 150 menit, respon dari para penonton pun beragam. Tapi, tak satupun memberikan respon negatif. Hanya rasa penasaran itu kembali muncul di adegan akhir (after credit) film.

“Seru. seru banget, spektakuler. Tapi lagi-lagi gantung,” ucap Tia bersama sembilan rekan satu kampusnya.

Sepuluh mahasiswa UIB ini mengaku, keseruan tersebut muncul kala masing-masing hero hadir di sekuel yang sama. Setiap adegan superhero itupun punya peran berarti. “Ada decak kagumnya, ada romantisnya, ada patah hatinya, dan ditutup penasaran karena belum tahu siap satu hero yang berhasil melawan Thanos (musuh) itu,” terang Kiki, satu-satunya pria yang nonton bareng di kelompok Tia tersebut.

Belum lagi, soal perselisihan antara Captain America dan Iron Man di The Avengers (sekuel sebelum Infinity War) yang masih terjadi di film ini. “Kirain Captain America sama Iron Man bakal baikan, tapi nyatanya enggak. Huuffttt,..,” sambung teman Tia lainnya.

Menggantungnya ending cerita Avengers: Infinity War bakal menjadi rasa penasaran yang cukup lama. Pasalnya, lanjutan film tersebut akan kembali dirilis di 2019 nanti.

“Terpaksa nunggu tahun depan lagi. Tapi gak apa-apa, biar superhero Marvel ada filmnya terus. Intinya film yang sekarang menggelitik emosi banget. Haru,” tutup Tia. (nji)

Iklan

Film Avengers: Infinity War Tayang Pekan Depan

batampos.co.id – Tak kurang dari 67 karakter berkumpul di film Avengers: Infinity War yang tayang di seluruh dunia mulai pekan depan. Para pemainnya diterjunkan ke berbagai negara untuk melakukan promosi.

Robert Downey Jr (Tony Stark/Iron Man), Benedict Cumberbatch (Doctor Strange), dan Karen Gillan (Nebula) menggelar jumpa pers di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, Minggu (15/4). Mereka ditemani salah seorang sutradaranya, Joe Russo, dan Trinh Tran selaku executive producer.

Bagi Russo, Infinity Wars adalah proyek terbesarnya. Dia bahkan menyebut film yang juga menandai 10 tahun produksi Avengers (dimulai dengan Iron Man, 2008) itu sebagai film paling kompleks dalam sejarah untuk urusan jadwal. ”Kami membuat Hollywood shut down selama setahun karena semua aktor terlibat di sini,” kata Russo, yang membuat film ke-19 di jagat Marvel Cinematic Universe itu bersama kakaknya, Anthony.

Downey Jr menggambarkan betapa sibuknya Russo dalam menggarap proyek ambisius itu. Selama setahun, Russo bersaudara melakukan pengambilan gambar. ”Sementara kami sudah mulai mengambil proyek lain, istirahat, atau traveling dan menemukan pasangan baru, mereka berdua mengerjakan proses editing. Mereka tampak seperti kapal yang ditinggalkan penumpangnya,” imbuh RDJ –panggilannya.

Ini merupakan pengalaman kedua Russo datang ke Singapura untuk Marvel. Dua tahun lalu dia menghadiri jumpa pers sekaligus blue carpet Captain America: Civil War. Dalam film itu, dikisahkan Avengers terbelah dua menjadi Team Cap dan Team Iron.

Russo datang bersama Team Cap. Pada saat bersamaan, Team Iron melakukan promosi di Eropa. ”Sepenuhnya saya mendukung Team Iron Man, jujur ya. Waktu itu ke sini bersama Team Cap hanya untuk membuat Chris (Evans, pemeran Captain America, red) senang,” tuturnya, lalu tergelak. Mendengar itu, RDJ bersorak dan berujar, ”Ya, ya, begitu, katakan sejujurnya.”

Tak ubahnya di film, RDJ adalah spotlight terbesar di antara cast Avengers lain. Segala polahnya terasa menarik di hadapan ratusan jurnalis dari Asia-Pasifik itu. ”Eh, bisakah kalian menurunkan terangnya cahaya lampu ini? Rasanya, saya akan buta,” katanya, memprotes lampu yang menyorot mereka.

Sudah 10 tahun RDJ berperan sebagai Iron Man. Bukan hal mudah mempertahankan satu karakter selama itu. Bagaimana resepnya? ”Ya, bagaimanapun, saya ini butuh pekerjaan,” jawabnya. Meski nadanya bercanda. Kalau serius pun, rasanya itu juga alasan tepat.

Pria yang baru berulang tahun ke-53 pada 4 April lalu tersebut menyatakan bahwa bermain sebagai Tony Stark tak pernah membosankan. ”Sebab, saya bersama orang-orang hebat. Pemain dan sutradara yang bagus. Kami terhubung dengan baik,” ujar pria yang hari itu melengkapi outfit smart casual-nya dengan kacamata merah.

Di Infinity Wars, Avengers tidak hanya berkonflik dengan Black Order, kumpulan alien superkuat dan kejam yang dipimpin Thanos. Di internal para superhero itu juga muncul sejumlah pertentangan. Cumberbatch mengonfirmasikan memang ada konflik antara perannya dengan Stark. ”Pertentangan ego, kesombongan, dan… persaingan cambang,” ucap dia, memancing tawa wartawan.

Cumberbatch yang biasanya klimis memang harus bercambang untuk perannya sebagai Doctor Strange. Namun, di luar urusan facial hair itu, dia kemudian menjelaskan lebih serius bentrokan dengan Stark tersebut. Menurut dia, hal itu akan menjadi pelengkap film, mengungkap bagaimana hubungan mereka.

Di sesi terakhir, mereka menanggapi rumor yang sedang beredar di Indonesia bahwa durasi Infinity War dipotong 7 menit oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka tak membayangkan adegan mana yang diambil itu. ”Mungkin yang ada adegan fisiknya ya. I’m so shocked,” kata Russo. ”Take it easy, Joe. Kami bersamamu,” sambung RDJ.

Untuk mencairkan suasana, mereka lalu bercanda, jika itu memang terjadi, semoga saja yang dipotong adalah adegan Tony Stark. ”Oke. Kalau begitu, saya akan memberikan tujuh menit yang hilang itu di sini,” katanya, bergaya ngambek.

Pihak Disney sebagai induk Marvel Studios membantah adanya pemotongan itu. Menurut mereka, durasi versi yang akan tayang di Indonesia pada Rabu mendatang (25/4) bakal persis dengan versi orisinalnya. Malam ini mereka giliran menemui fans di acara karpet merah. (*)

Iklan

Siap-siap Terbang ke Bioskop untuk Nonton Terbang

batampos.co.id – Film dalam negeri berjudul Terbang : Menembus Langit, mendapat sambutan hangat dari penikmat film di Batam. Terbukti di salah satu bioskop, Blitz Kepri Mall sudah mendapat orderan lebih dari seribu tiket. Padahal, film besutan sutradara Fajar Nugros ini baru akan tayang perdana serentak di Indonesia, Kamis (19/4) nanti.

“Terbanyak peminatnya (film Terbang) untuk film Indonesia yang diputar di sini,” ujar manager on duty (MOD) Blitz Kepri Mall, Jefri Firdaus, Jumat (13/4).

Ia menyebutkan, di hari penayangan perdana nanti, pihaknya serentak memutar film tersebut di keempat studio Blitz Kepri Mall. “Jam penayangannya juga diperbanyak, mengingat di empat studio itu menampung 642 penonton. Kami yakin peminatnya terus bertambah,” terangnya.

Film drama yang diadopsi dari kisah nyata tersebut, berkisah tentang pemuda keturunan Tionghoa miskin dari Tarakan bernama Onggy Winata yang diperankan Dion Wiyoko dalam meraih kesuksesan dengan penuh rintangan. Dari Kalimantan, ia merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta untuk mengejar cita-cita sebagai pengusaha sukses di Singapura.

“Kegigihannya itu dapat menginspirasi dan mengedukasi banyak orang,” ungkap Jefri.

Disanding dengan bintang ternama lainnya seperti, Laura Basuki, Aline Adita, dan Baim Wong, film Terbang juga diwarnai dengan suasana di era 70an hingga 1998. “Durasi filmnya dua jam,” ucapnya.

Blitz Kepri Mall juga masih membuka pemesanan tiket penayangan perdanan film Terbang, dengan mengunjungi langsung loket pembelian tiket di Blitz Kepri Mall tersebut. (nji)

Iklan

Tengkorak, Film Karya Dosen dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Raih Prestasi Internasional

batampos.co.id – Produk film karya anak negeri, Tengkorak mendapatkan nominasi best film kategori science dictionary, fantasy, and thriller dalam festival film Cinequest 2018 di Sanjose, California, Amerika Serikat.

Karya dosen dan mahasiswa sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut mendapat jadwal tayang selama 4 hari pada 1, 2, 3 dan 9 Maret 2018 mendatang.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto sekaligus produser eksekutif dalam film Tengkorak mengatakan, dalam sesi pertama selama 3 hari itu merupakan pemutaran perdana film Tengkorak yang dilihat di seluruh dunia.

“Dari komentar para penonton, rata-rata mengapresiasi keberanian memilih tema dan diwujudkan dalam eksekusi yang gemilang,” katanya, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (5/3).

Dari diskusi yang dilakukan, banyak menyinggung beberapa celotehan khas Jogjakarta yang gagal ditangkap oleh penonton dunia. Membuatnya mengantarkan Tengkorak sebagai Hard SciFi.

Membuat penonton berpikir dan terhibur oleh jalinan alur cerita Tengkorak yg sangat SciFi,” ucap dia.

Untuk diketahui Cinequest merupakan festival yang menghargai para Maverick atau pioneer di dunia perfilman, dari sisi storytelling, teknologi atau perjuangan (pembuatan) film itu sendiri.

Tengkorak dinyatakan layak karena merupakan film independen panjang pertama sutradara dari negara yang masih jarang menghadirkan genre ini yang dikategorikan, Fiksi Ilmiah atau Science Fiction (SciFi) di kancah perfilman internasional.

Film Tengkorak yang 100% hasil karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM ini merupakan wakil dari Indonesia satu-satunya di ajang festival film Cinequest. Mendapatkan penilaian yang relatif tinggi, sehingga masuk Nominasi Best Film, dan telah mendapatkan pengakuan di level internasional.

Shah, seorang penonton yang juga ilmuwan dan Movie Buff menggaris bawahi keberanian sutradara untuk menampilkan tokoh perempuan sebagai karakter sentral, juga sebagai ilmuwan dan presiden di dalam film itu.

(dho/JPC)

Iklan

Sridevi Kapoor Meninggal

batampos.co.id – Aktris senior Bollywood, Sridevi Kapoor meninggal dunia saat menghadiri sebuah pernikahan keluarga. Dirinya sudah muncul di layar perfileman sejak usia empat tahun, berperan dalam film-film berbagai bahasa seperti Tamil, Malaylam, Kannada, dan India.

Sridevi termasuk sebagai salah satu superstar India yang mampu membuktikan kesuksesannya di dunia box office dengan kerja kerasnya sendiri sebagai aktris yang sukses. Suami Sridevi, Boney Kapoor dan anak perempuannya Kushi bersamanya kala itu seperti dilansir BBC, Minggu, (25/2/2018).

Ia tutup usia di usia 54 tahun karena serangan jantung.

Aktris yang memulai debut pertamanya di dunia akting Bollywood pada tahun 1978 ini berhasil menjadi jajaran bintang sukses di India. Selama lima dekade, ia tercatat telah membintangi lebih dari 150 judul film.

Film-film Bollywood klasik seperti Mr. India, Chandni, ChaalBaaz, dan Sadma telah berhasil ia bintangi. Sebagai salah satu aktris serba bisa, ia memutuskan untuk beristirahat dari industri fim setelah film Judaai rilis pada 1997 lalu.

Sridevi kembali ke industri perfilman pada tahun 2012 dengan membintangi film English Vinglish.

Pada 2013 lalu, Pemerintah India memberikan penghargaan kehormatan sipil tertinggi keempat kepada Sridevi atas prestasi-prestasinya yang telah berkontribusi dalam dunia perfileman selama 50 tahun.

Banyak artis Bollywood yang mengungkapkan bela sungkawa atas meninggalnya aktris senior, Sridevi. Melalui akun media sosial Twitter akun @ArjunArtist @RajeevMasand @WajahatAli juga memberi ucapan bela sungkawa mereka.

(BBC/trz/JPC)

Iklan

Kiki’s Delivery Service Merambah Indonesia

batampos.co.id – Studio Ghibli, studio animasi nomor satu di Jepang menyuguhkan film ‘Kiki’s Delivery Service’ untuk penonton.

Film tentang petualangan seorang penyihir muda itu ditayangkan di tanah air pada 12 Januari hingga 14 Januari 2018, di 12 lokasi bioskop CGV Indonesia.

Humas Studio Ghibli di Indonesia, Ignes Dea mengatakan bahwa film ‘Kiki’s Delivery Service’ dipilih sebagai pembuka 2018 lantaran bisa menginspirasi masyarakat Indonesia melalui pesan moral positif yang ada di dalamnya. Di dalam film itu bisa dilihat bahwa dengan kekuatan hati dan kegigihan, situasi sulit pasti bisa dilalui.

“Studio Ghibli memiliki ciri khas pesan moral dan filosofi dalam setiap filmnya. Dalam Kiki’s Delivery Sevice, Hayao Miyazaki ingin mengubah stereotipe dan menggambarkan sosok anak perempuan yang kuat dan pantang menyerah,” kata Ignes Dea kepada JawaPos.com, Minggu (14/1).

‘Kiki’s Delivery Service’ dirilis di Jepang pada tahun 1989. Ini merupakan film pertama yang dirilis di bawah payung kerja sama The Walt Disney Company dan Studio Ghibli.

Film tersebut bercerita tentang sebuah tradisi bagi semua penyihir muda yang baru beranjak 13 tahun untuk meninggalkan keluarga dan pergi menjelajahi dunia demi mencari jati diri. Petualangan dimulai ketika tokoh utama film ini Kiki, ditemani oleh kucing kesayangannya Jiji, pergi ke sebuah kota antah berantah.

Ia memulai sebuah usaha baru yaitu jasa pengiriman barang melalui udara. Berkat petualangan penyihir muda itu, film ‘Kiki’s Delivery Sevice’ telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi di Jepang.

Selain film, Marubeni, Hakuhodo, dan The World of Ghibli Jakarta sebagai partner resmi Studio Ghibli di Indonesia bersama dengan CGV Indonesia juga mengadakan kompetisi fan art Kiki’s Delivery Sevice sebelum penayangan dimulai. Dalam waktu lima hari, para penggemar setia dan seniman bertalenta di tanah air turut meramaikan inisiatif ini hingga terkumpul sebanyak 250 jumlah karya.

Pemenang yang terpilih adalah Claren Stefanie, Satria A, dan Handi Tan, berdasarkan keunikan detail dan juga cerita di balik karya tersebut. Tahun ini rangkaian film Studio Ghibli akan dilanjutkan dengan ‘From Up on Poppy Hill’.

Di bulan Februari, akan ada penayangan kisah unik yang klasik, ‘Arriety dan Pom Poko’ di bioskop pilihan CGV Indonesia. Sebagai penutup di bulan Maret 2018, Studio Ghibli akan menayangkan ‘Porco Rosso’, salah satu film favorit dari Hayao Miyazaki, ‘When Marnie Was There’ dan juga pameran fan art Studio Ghibli karya anak bangsa. (ded/JPC)

Iklan

Battle of Surabaya jadi Animasi Terbaik di Festival Film Milan

batampos.co.id – Perfilman animasi Indonesia mulai mendunia.

Pada perhelatan festival film bertajuk Milan International Filmmaker Festival 2017 yang diselenggarakan di Milan, Italia, pada Sabtu (2/12) lalu, sineas muda Indonesia menorehkan prestasi dengan dinobatkannya Battle of Surabaya sebagai film animasi terbaik.

Film Battle of Surabaya yang diproduksi oleh MSV Pictures bercerita tentang seorang anak yang bertugas mengantar pesan antar gerilyawan. Latar belakang film animasi ini adalah pertempuran 10 November di Surabaya pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Penghargaan atas film Battle of Surabaya diterima oleh ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Italia Bashofi yang mewakili pihak produser film Battle of Surabaya, MSV Pictures, yang berhalangan hadir.

Dipaparkan oleh Bashofi, mahasiswa S3 bidang teknik struktur dan gempa yang mewakili penerimaan penghargaan film terbaik, Milan International Filmmaker Festival 2017 adalah ajang internasional untuk seluruh sineas-sineas di dunia yang meperebutkan trofi di berbagai kategori termasuk di dalamnya animasi, dokumenter film pendek dan lain-lain. Dalam satu tahun, ada 4 kali perhelatan festival film yang diselenggarakan.

Ditambahkan Bashofi, perhelatan festival film diselenggarakan selama 1 minggu di kota Milan.

“Festival dimulai dengan pemutaran film-film yang masuk dalam nominasi dan diakhiri dengan pengumuman juara dan pemberian penghargaan terhadap masing-masing kategori pada hari terakhir yang merupakan malam puncak dari Milan International Filmmaker Festival 2017,” katanya. Selamat ya Battle of Surabaya. (ina/JPC)

Iklan

BACA JUGA