Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11416

Aman dan Nyaman Menuju Tempat Belajar

0

Kapolsek Sagulung, AKP Yudha memasangkan jaket keselamatan kepada pelajar SD di atas boat pancung di Tiangwangkang, Tembesi, Sagulung, Kota Batam.

Sebagai kota kepulauan perahu kayu ini menjadi sarana transportasi satu-satunya warga untuk menuju Pulau Batam di mana sekolah mereka berada.

Keselamatan dan dan kenyamanan anak-anak menuju sekolah menjadi hal utama.

 

foto/teks: dalil harahap / batampos

 

Anak Kota Nyemplung Sawah

0

Belajar tak harus di kelas. Belajar pun tak harus membaca, perlu praktik juga. Seperti yang dilakukan pelajar kecil ini.

Setiap orang Indonesia makan nasi tapi tak setiap orang Indonesia pernah tahu sawah. Bahkan, pelajar Singapura datang ke Indonesia untuk melihat langsung bagaimana sawah dan cara menanam.

Di Batam tidak ada sawah mski makan nasi juga. Argowisata milik BP Batam, menfasilitasi anak-anak Batam mengenal sawah. Sawah ini bukan sawah industri yang menghasilkan padi untuk dikonsumsi tetapi untuk edukasi.

Di Marina, Sekupang, Kota Batam secara berkala anak-anak diajak untuk nyemplung sawah. Anak bule kaum ekspatriat pun banyak yang suka.

foto/teks: dalil harahap / batampos

Kemenhub Teken Aturan Soal Ojol

0
Seorang pengengendara ojek online Go-Jek sedang mengangkut penumpang di kawasan Batamcenter,
. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan telah membuat payung hukum yang mengatur soal ojek. Tidak hanya ojek online (ojol), ojek pangkalan (opang) pun juga ikut diatur. Aturan baru ini, digadang-gadang dapat melindungi penumpang maupun pengemudi.

Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani menuturkan bahwa yang diatur adalah kriteria ojol maupun opang. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang ditandatangani 11 Maret lalu. ”Ada 21 pasal,” tuturnya kemarin (19/3) saat ditemui di kantornya.

Menurut Yani, secara garis besar aturan tersebut tentang biaya jasa, suspend, keselamatan, dan kemitraan bagi ojol. Sedangkan bagi opang, dituntut soal peningkatan keselamatan saja. Perbedaan ini dikarenakan ojol berkaitan dengan aplikator penyedia layanan, seperti Gojek dan Grab. Untuk penegakan aturannya, Kemenhub menggandeng beberapa pihak. Misalnya untuk tilang yang akan melakukan adalah Kepolisian. Sedangkan pelanggaran soal tarif, ada pihak ketiga yang ditunjuk.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi kemarin menggelar pertemuan dengan Tim 10 untuk memantapkan PM 12/2019 ini. Tim 10 merupakan perwakilan dari pengemudi ojek. Untuk besaran biaya jasa memang belum secara rinci disebutkan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

”Bersama Pak Menteri (Budi Karya Sumadi, red), YLKI sebagai perwakilan konsumen, KPPU, Tim 10, dan aplikator akan membahas. Nanti akan dikeluarkan SK menteri tentang besaran biaya jasa,” tutur Budi.

Selama seminggu yang lalu, Budi juga berkomunikasi dengan aplikator. Menurutnya Menhub menargetkan pembicaraan biaya jasa dengan aplikator selesai sepekan.

Ditjen Perhubungan juga melakukan penelitian kecil-kecilan tentang tarif angkutan online. Caranya dengan mencoba untuk naik ojol.

”Staf saya tadi dan minggu lalu sudah mencoba. Katanya tarif berubah setiap hari,” katanya.

Budi menargetkan Jumat nanti sudah bisa menentukan besaran tarif. Pertimbangan penentuan tarif ini berdasarkan biaya langsung dan biaya tidak langsung. Namun, perhitungan tidak memasukkan potongan yang diwajibkan aplikator kepada pengemudi. Tarifnya dibanderol per kilometer.

”Kami menghitung soal investasi kendaraan, makan pengemudi, dan lainnya,” beber Budi.

Dari usulan aplikator mengu-sulkan Rp 2.000. Sedangkan versi pengemudi menginginakn harga per kilometer Rp 2.400. Hari ini Budi berencana mempertemukan aplikator dengan pengemudi.(lyn)

”Saya punya kepentingan jangan sampai aplikator ini tinggal satu,” ujar Budi.
Budi menegaskan bahwa aturan baru ini akan disosialisasikan hingga akhir April. Dinas Perhubungan di Kabupaten/Kota pun telah disurati. ”Saya akan datang ke daerah-daerah,” ucapnya. (lyn)

Menteri Lukman Simpan Uang Tunai Rp 607 Juta di Laci

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya merampungkan peng-hitungan uang yang disita dari kantor Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Senin (18/3) lalu.

Jumlah totalnya mencapai Rp 607,1 juta. Namun, KPK belum berhasil mengendus dari mana sumber uang yang ditemukan di laci Menteri Lukman itu.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, uang sebanyak Rp 607,1 juta itu terdiri dari Rp 180 juta dalam pecahan rupiah dan 30 ribu dolar AS atau sekitar Rp 427,110 juta. Temuan itu baru selesai dihitung tim KPK, Rabu (19/3).

”Penyidik mengambil uang itu untuk dilihat. Apakah ada relevansi atau tidak kita tunggu ya,” ungkap Saut Situmorang, kemarin.

Temuan uang ratusan juta tersebut patut dipertanyakan. Hal itu memunculkan beragam spekulasi terkait asal muasal uang dan kegunaannya. Pun, menteri mestinya melaporkan penerimaan sekecil apapun ke KPK bila memang sumbernya tidak jelas.

Komisi antirasuah berencana memanggil Menag untuk mengklarifikasi uang “misterius” itu. Dari klarifikasi itu diharapkan diketahui darimana sumber duit. Apakah dari gratifikasi atau dari sumber lain?

”Tentu saja uang tersebut akan diklarifikasi (dari mana sumber dan peruntukannya, red),” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri menjelaskan, identifikasi uang di laci Menag itu berkaitan dengan perkara suap jual beli jabatan masih terlalu dini dilakukan. Namun, duit itu tetap akan dipelajari apakah berhubungan dengan mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy dan dua pejabat Kemenag; Haris Hasanuddin (Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur) dan M. Muafaq Wirahadi (Kepala Kantor Kemenag Gresik).
Bila uang tersebut berkaitan dengan para tersangka, tidak tertutup kemungkinan akan ada pihak internal Kemenag yang ditetapkan sebagai tersangka selanjutnya karena dinilai turut memuluskan jual beli jabatan itu.

”Penyelidikan (pihak lain) masih berjalan. Nanti kalau ditemukan fakta baru dan bukti lain akan kami cermati,” paparnya.

Febri mengakui, kasus suap jual beli jabatan itu tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Romy yang notabene menjabat sebagai anggota DPR Komisi XI. Praktik itu hampir pasti melibatkan internal Kemenag. Sebab, keputusan final dalam pengi-sian jabatan hanya bisa dilakukan pihak Kemenag, bukan Romy.

”Kami sudah mengidentifikasi dan sudah punya bukti pihak-pihak yang diduga bekerja bersama-sama terkait perkara ini,” terangnya.

Peluang untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus itu sangat terbuka. Terlebih, selain menerapkan pasal 12 huruf a dan b UU Pemberantasan Tipikor, KPK juga menyelipkan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam mengusut kasus tersebut. Pasal 55 itu memungkinkan KPK untuk menjerat pelaku lain yang disangka bersama-sama Romy menerima suap dari Haris dan Muafaq.

Di sisi lain, KPK mengingatkan para pihak-pihak terkait untuk bersikap kooperatif dalam kasus ini. Imbauan itu muncul seiring adanya upaya oknum yang mencoba mempengaruhi saksi-saksi yang mengetahui detail perkara ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
(F. Yesika Dinta/JawaPos.com/JPG)

”Kalau ada upaya mempengaruhi saksi, apalagi menghilangkan barang bukti itu berisiko pidana di pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor,” imbuh mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

KPK juga mendapat tambahan barang bukti yang disita dari rumah pribadi Romy di kawasan Condet, Jakarta Timur. Yakni, berupa laptop. Barang elektronik itu nantinya akan dianalisis lebih lanjut.

”Kami akan lakukan analisis lebih lanjut karena kami duga ada bukti relevan terkait barang-barang yang disita tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, KPK melakukan penggeledahan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur di Surabaya. Hingga berita ini ditulis, penggeledahan masih berlangsung.

“Dari lokasi tersebut diamankan sejumlah dokumen terkait seleksi dan pengisian jabatan,” imbuh Febri.

Jawa Pos (grup Batam Pos) sudah berusaha mengklarifikasi soal temuan uang tersebut langsung ke Menag Lukman Hakim Saifuddin. Namun, dia belum bisa memberikan jawaban. Baik itu saat dihubungi langsung melalui ponselnya maupun akun Twitter-nya. Padahal selama ini Lukman dikenal merupakan salah satu menteri yang cukup aktif di Twitter.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki, juga enggan mengo-mentari soal temuan uang di ruangan bosnya itu. Dia me-ngatakan, Menag Lukman pasti akan mengklarifikasi uang tersebut secara langsung ke KPK.

’’Pak Menteri Agama sudah meminta informasi kapan dijadwal, kapan dipanggil untuk memberi penjelasan. Sehingga kita tunggu saja,’’ tuturnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut mengomentari kasus yang terjadi di Kemenag tersebut.

’’Pertama tentu kita harus prihatin atas kasus ini,’’ katanya di kantor Wapres kemarin. Namun, JK berharap Menag Lukman tidak terlibat langsung dalam pusaran kasus jual beli jabatan itu.

Terkait ditemukannya uang di kantor Lukman, JK menanggap itu hal lazim. Dia mengatakan di mana-mana pejabat selalu menyiapkan uang tunai di kantornya. Apalagi pejabat setingkat menteri. Kemudian menteri juga memiliki alokasi dana operasional menteri (DOM) yang wujudnya tunai.

’’Kalau kantor saya digeledah, pasti ada uangnya,’’ tuturnya lantas tersenyum.

Secara pribadi JK menya-yangkan adanya kasus itu. Jika sampai nanti Lukman masuk dalam pusaran kasus, berarti sudah ada tiga Menag yang terlibat praktik korupsi.

Sebelumnya ada Said Agil Husin al Munawar. Lalu kolega Lukman dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.

Terkait intervensi partai di lingkungan Kemenag, JK menyebutkan bahwa dalam sepuluh Menag terakhir, hanya dua terakhir yang berasal dari unsur partai politik. Yakni Suryadharma Ali dan Lukman Hakim Saifuddin.

Untuk pengisian jabatan sendiri, JK menuturkan pengisian pejabat eselon 1 sulit untuk dilakukan praktik jual beli. Sebab proses akhirnya ada di tim penilai akhir (TPA) yang diketuai langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden. Nah, yang jadi persoalan adalah kursi pejabat eselon II ke bawah yang itu ada di internal kementerian.

’’(Kepala) Kanwil (Kemenag) itu di eselon dua,’’ pungkasnya. (tyo/wan)

Titiek Soeharto: Pendidikan, Kunci Menuju Kemandirian Bangsa

0
Titiek Soeharto

batampos.co.id – Rakyat berpendidikan rendah dan kurang memiliki keahlian seharusnya mendapatkan perlindungan pemerintah dari ancaman tenaga kerja asing tak terdidik. Semestinya kesempatan kerja di lapangan kerja kurang terdidik itu tidak seolah diberikan begitu saja untuk diisi tenaga kerja asing.

Komitmen tegas untuk melindungi tenaga kerja kurang terdidik anak negeri itu disampaikan  Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi, atau lebih akrab dipanggil Titiek Soeharto, saat memberikan sambutan pada acara penyerahan beasiswa Primajasa Foundation di Gedung Mandalawangi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, 19 Maret 2019. Putri Presiden Soeharto itu tak lupa mengamanatkan kepada hadirin, khususnya para penerima beasiswa, bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk mengubah kondisi ekonomi dan strata social.

Menurut Titiek, setiap agama dan kearifan budaya selalu memberikan penghargaan tinggi kepada belajar atau menempuh pendidikan. Dalam Islam, belajar adalah kewajiban setiap Muslim yang berlangsung sejak buaian dan hanya berhenti saat datangnya kematian.

“Ini zaman persaingan terbuka. Bahkan kita lihat, kini untuk pekerjaan sederhana pun harus bersaing dengan warga negara lain,” kata Titiek. Ia menyayangkan kurangnya komitmen penyelenggara negara untuk melindungi tenaga kerja lokal.

Karena itulah, menurut Titiek, semua warga negara harus terus mendorong generasi penerus untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya guna menempuh pendidikan. “Kita ingin anak-anak kita dapat pekerjaan baik dan menjadi pengusaha muda yang dapat menciptakan karya-karya baru,” kata Titiek.

Kehendak berkarya dan mencipta tersebut  juga menjadi semangat yang hidup dalam  Partai Berkarya. Pada saat mengunjungi Kampung Bordir siang harinya, Titiek  mengimbau para pengrajin-pengusaha kecil untuk terus berkreasi. Ia meyakinkan para pengusaha kecil tersebut bahwa hanya dengan berkreasi dan berkarya maka masyarakat bisa membangun kemandirian dan mencapai kesejahteraan.

“Teruslah menjaga semangat untuk berkarya dalam setiap kondisi,” kata Titiek. “Insya Allah, semua akan membawa kepada kondisi yang lebih baik. Allah yang Maha Kuasa selalu menghargai jerih payah hamba-Nya.”

Tentang semangat  untuk senantiasa berkarya itu, menurut mantan wakil ketua Komisi IV DPR RI itu didapatkannya dari sosok ayah, Presiden Soeharto. Beliaulah, yang semasa hidup selalu menanamkan dan menumbuhkan keyakinan untuk terus berkarya dan membawa kebaikan bagi sesama.

Selain menghadiri dan menyerahkan beasiswa Primajasa Foundation dan mengunjungi serta bersambung rasa dengan para pengrajin-pengusaha kecil di kampung Bordir, selama berada di Tasikmalaya Titiek juga mengunjungi dan bersilaturahmi dengan warga Pesantren Idrisiyyah, Cisayong. [*]

Tanda Tangan Kartu Keluarga Diganti Barcode

0
Seorang petugas Kecamatan Batamkota sedang menyusun arsip surat KTP dan Kartu Keluarga milik warga. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam akan mengganti tanda tangan dengan barcode pada setiap kartu keluarga (KK) yang diterbitkan.

Kepala Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan peralatan untuk mendukung penerapan tanda tangan digital (TTD) atau barcode.

“Lagi kami siapkan. Nanti ada aplikasi yang khusus untuk mencetak barcode di KK milik warga,” lanjutnya, Selasa (19/3).

Pergantian tanda tangan menjadi barcode ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan. Said menyebutkan setiap hari sebanyak seribu hingga 1.500 KK harus ditanda tangani sebagai tanda legalitas atau keabsahan dokumen tersebut.

“Jadi, setiap hari hanya begitu yang bisa saya tanda tangan, padahal pengajuan lebih banyak dari itu. Makanya tanda tangan elektronik ini sangat dibutuhkan biar pelayanan semakin cepat,” bebernya.

Beberapa waktu lalu, ia juga telah menemui Dirjen Dukcapil terkait penerapan barcode di KK ini. Sebagian daerah sudah mulai melaksanakan TTD ini. Untuk Batam sendiri secepatnya akan segera diterapkan.

Menurutnya ada beberapa hal yang harus dibenahi seperti peningkatan sistem yang telah ada. Serta persiapan aplikasi untuk menerbitkan barcode. Ia berharap tidak ada pelayanan yang terhenti karena perubahan sistem ini.

“Barcode berisi data pejabat yang bertanggung jawab terhadap penerbitan KK tersebut. Jadi intinya memudahkan dan tahun ini akan kami terapkan,” lanjutnya.

Said menambahkan, selain penerapan TTD ini, sesuai dengan edaran Kementerian Dalam Negeri, seluruh daerah harus segera menerapkan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Untuk Kepri baru satu yang menerbitkan KIA. Nah, kami juga sedang persiapan untuk KIA ini,” sebutnya.

Ia tidak memungkiri saat ini masih banyak dokumen kependudukan yang harus diselesaikan. Pengajuan e-KTP juga terus masuk dan dicetak dengan segera.

“Mudah-mudahan bisa terselesaikan dalam tahun ini. Karena yang belum dicetak jumlahnya juga tidak sedikit. Kami sudah berkoordinasi dengan pusat untuk permintaan blangko agar semua rampung,” tutup mantan camat Batuampar ini. (yui)

Ceria Belajar Agama

0

Hari raya Nyepi disambut suka cita. Namun bukan hanya untuk bersuka cita. Hari raya sekaligus momentum untuk belajar ajaran agama Hindu. 

Di Pura Agung Amertha Buana, Sei Ladi, Lubukbaja, Kota Batam, umat Hindu merayakan Nyepi bersama. Anak-anak ikut bergembira sekaligus belajar agama.

 

foto/teks: dalil harahap / batampos

Marlin Berusaha Rebut Senjata Polisi

0
Marlin (kaos putih).

batampos.co.id – Marlin Sinambela, 52, tersangka pembunuhan Roni Friska Hasibuan, 43, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di betis. Polisi menyebut Marlin berusaha melarikan diri dan berusaha merebut senjata polisi saat pencarian barang bukti, sehingga dua betisnya ditembak.

“Tindakan yang kami lakukan sudah sesuai prosedur. Namun, tersangka tidak mengindahkan (hendak kabur, red) sehingga kami lumpuhkan ke bagian betis kakinya,” ujar Kasat Res-krim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Selasa (19/3).

Andri menuturkan, usai dilumpuhkan pada satu kakinya, Marlin ternyata tidak langsung menyerah. Marlin kembali melakukan perlawanan dengan menyerang anggotanya. Saat itu, Marlin berusaha merebut senjata salah satu anggota Satreskrim Polresta Barelang hingga akhirnya ia kembali dilumpuhkan di betis satunya lagi.

“Tersangka baru berhenti melakukan perlawanan setelah kita lumpuhkan. Kemudian, tersangka kami bawa ke rumah sakit untuk diberikan tindakan medis,” tuturnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih mengumpulkan barang bukti. Selain itu, juga terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku pembunuhan yang membuang mayat korbannya di semak-semak seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu, itu.

Diberitakan sebelumnya, Marlin ditangkap di Cileungsi, Bogor, pada Senin (18/3) malam.

Sejak penemuan mayat di semak-semak seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu, Marlin langsung meninggalkan Batam. Tersangka perpindah tempat dari satu daerah ke daerah lainnya. Tersangka mulai terendus pada Senin (11/3) lalu sedang berada di Balige, Sumatera Utara.

Namun, saat tim Satreskrim Polresta Barelang melakukan pengejaran, pelaku kembali berpindah ke daerah Laguboti. Polisi kemudian kembali dilakukan pengejaran, namun sesampainya di sana pelaku sudah berpindah ke daerah Siantar. Namun ketika diburu kembali berpindah tempat.

Pengejaran yang membutuh-kan waktu lama dan cukup melelahkan, akhirnya membuahkan hasil. Marlin akhirnya diketahui berada di Bogor. Tim Satreskrim Polresta Barelang berangkat ke Bogor pada Sabtu (16/3) lalu, dan akhirnya berhasil mengamankannya keesokan harinya di Kota Hujan itu.

Selain Marlin, dalam kasus ini, kepolisian juga sudah lebih dulu mengamankan lima orang tersangka lainnya karena diduga turut serta meng-hilangkan nyawa korban. Namun, Andri belum mau membeberkan identitas maupun peran dari masing-masing tersangka. Sebab, polisi masih mencocokkan keterangan dari Marlin dengan pelaku lainnya.

“Nanti kalau sudah jelas, pasti akan kami sampaikan apa saja perannya. Yang jelas, pemeriksaan masih berjalan sampai saat ini terhadap Marlin maupun beberapa orang yang sudah kami amankan,” imbuhnya. (egi)

Pak Wali, Banyak Lubang Drainase Tak Berpenutup

0
Lubang drainase.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tak hanya di kawasan Nagoya dan Jodoh lubang drainase di area pejalan kaki banyak yang tak berpenutup, di kawasan terdekat dengan kantor Pemko Batam juga banyak lubang ”jebakan” di area pejalan kaki. Lubang-lubang itu menganga tanpa penutup.

Seperti terlihat pada Selasa (19/3) siang, ada empat lubang drainase tanpa penutup. Letaknya tak jauh dari tulisan Dataran Engku Putri, dekat Bundaran Badan Pengusahaan (BP) Batam. Masalah tersebut sangat membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.
Aimin, warga Nongsa yang berkunjung ke Dataran Engku Putri sempat kaget saat melewati jalur itu. Sebab, saat itu ia membawa dua balita yang masih kecil. Karena merasa aman, ia membiarkan anaknya berlari di sepanjang jalan. Namun, tiba-tiba anaknya berhenti dan menunjuk ke lubang-lubang drainase tersebut.

“Kaget juga lihat lubang di sini. Padahal ini kawasan publik untuk keluarga. Lubangnya cukup banyak lagi,” ujar lelaki 50 tahun itu.

Menurut dia, pemerintah harus secepatnya menangani permasalahan tersebut. Sebab hal itu cukup membahayakan, apalagi malam hari dan untuk anak-anak. Terutama saat ada keramaian dan acara di sekitar Dataran Engku Putri.

“Kalau malam jalur di sini cukup gelap, kasihan nanti ada korbannya,” kata Aimin mengingatkan.

Kabag Humas Pemko Batam Efrius mengatakan, informasi tersebut telah ditindak-lanjuti dengan memberi pembatas di sekitar lubang. Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat akan ada proses pergantian dari dinas terkait.

“Kemungkinan tutup itu diambil orang tak bertanggung jawab. Jadi, secepatnya akan diganti,” terang pria yang akrab disapa Feri ini.

Menurut dia, ke depannya akan ada pengawasan agar hal serupa tak terulang lagi. Akan ada patroli oleh Satpol PP yang berjaga di kawasan Engku Putri ataupun dari kecamatan.

“Selain dari dinas, juga akan pengawasan dan patroli dari Satpol PP. Pengawasan juga akan dilakukan di ruang terbuka hijau lainnya,” kata Feri.

Digondol Pencuri

Sementara itu, penutup lubang saluran Instalasi Pe-ngolahan Air Limbah (IPAL) milik BP Batam juga digondol pencuri. BP sudah kehilangan sekitar 50 unit dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Sudah sering hilang. Setiap hilang langsung diganti dan hilang lagi. Ini sangat membahayakan pengguna jalan, selain akan berdampak pada mampetnya saluran karena bisa tertutup sampah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana di Kantor BP Batam, Selasa (19/3).

Lokasi penutup lubang yang hilang selalu berada di tempat sepi. Contohnya di samping bekas lokasi Mymart dan Matahari lama. “Terus jalan di depan Kompleks Anggrek Mas 3,” sebutnya.

Pantauan Batam Pos, untuk menandai bahwa terdapat lubang di pinggir jalan di sekitar lokasi, BP menandainya dengan tumpukan kayu dan papan. “Supaya jangan sampai ada yang terperosok di sana. Kami juga meminta agar masyarakat berhati-hati,” katanya lagi.
Penutup lubang ini terbuat dari besi dan desainnya berasal dari Korea. Iyus sangat menyayangkan tindakan pencuri ini, pasalnya selain berbahaya bagi masyarakat, juga memperlambat progres pe-ngerjaan IPAL.

“Sebagai tindak lanjut untuk antisipasi jangka panjang nanti, kami akan membuat desain penutup lubang dengan menggunakan pe-ngunci bagian dalam,” ungkapnya. (she/leo)

ATB Jadi Role Model Penerap SNI Berkinerja Terbaik

0

Tahun 2019, penghargaan SNI Award memasuki pelaksanaan ke-15 sejak digelar pertama kali oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) tahun 2005. SNI Award merupakan penghargaan bergengsi bagi perusahaan atau organisasi yang dinilai paling baik, konsisten dan berkinerja tinggi dalam menerapkan standar. SNI Award adalah bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) berhasil melalui serangkaian kegiatan penilaian yang sangat ketat sesuai kriteria oleh para evaluator kompeten dibidangnya. Hasil penilaian selanjutnya dikaji oleh para dewan juri yang beranggotakan para stakeholder bidang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian, Ekonomi, Sosial serta Lingkungan Hidup. Pertama kalinya, nama ATB dinobatkan sebagai peraih Platinum SNI Award 2018 untuk Kategori Organisasi Besar Barang Sektor Pangan, Pertanian dan Kesehatan setelah di tahun sebelumnya ATB berhasil meraih predikat Gold di ajang yang sama.

Presiden Direktur ATB, Ir. Benny Andrianto Antonius, MM diundang sebagai pembicara dalam acara Gathering SNI Award 2019 di Hotel Sari Pacific, Jakarta pada Rabu (6/3/2019) untuk membagikan ilmu serta pengalamannya dalam penerapan SNI di lingkungan kerja ATB. Kinerja terbaik ATB diakui mampu menjadi role model bagi perusahaan lain baik skala lokal, nasional hingga internasional.

“Keberhasilan ATB meraih Platinum pada SNI Award 2018 adalah wujud dari komitmen yang tinggi seluruh insan ATB dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, mempertahankan kinerja terbaik serta mampu menginternalisasikan aspek sosial ekonomi dan lingkungan dalam perusahaan”, jelas Benny.

ATB sangat concern terhadap berbagai hal yang dapat mendorong kemajuan perusahan dalam mewujudkan kinerja yang lebih baik seperti fokus pada pelayanan pelanggan, manajemen yang sehat, pengembangan sumber daya, inovasi teknologi hingga tanggung jawab sosial perusahaan. Semua dijalankan berdasarkan nilai-nilai inti perusahaan yakni Kerja Keras, Handal, Menghargai, Peduli dan Jujur yang menjadikan ATB sebagai perusahaan air terpercaya dan sulit tergantikan.

Prof. Rhenald Kasali menyampaikan bahwa ATB memang memiliki pencapaian yang luar biasa dalam hal penerapan kegiatan standardisasi yang berkelanjutan. Rhenald bahkan memiliki catatan tersendiri mengenai prestasi ATB dimana ATB adalah perusahaan yang sudah menerapkan online control melalui penerapan Internet of Think (IoT) disetiap titik proses bisnis sehingga proses tersebut lebih terkontrol dan terupdate secara cepat dan tepat. Hal ini memudahkan top management untuk segera mengambil keputusan apabila diperlukan. Inovasi teknologi yang diterapkan, mampu memberikan efektifitas dan efisiensi bisnis perusahaan.

SNI Award tahun ini telah dibuka pendaftarannya sejak 22 Februari 2019 sampai dengan 10 Mei 2019. Melalui SNI Award diharapkan produsen, konsumen dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan permintaan pasar serta membangun role model organisasi penerap SNI yang berkinerja baik dan berkelanjutan. (*)