batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2019 berencana memborgol tersangka yang sudah ditahan. Ini dilakukan pasalnya selama ini para tahanannya hanya menggunakan rompi oranye saat menjalani pemeriksaan.
“Kami sedang membicarakan itu (penggunaan borgol) di dalam, jadi malunya (para tersangka) kok seperti sudah hilang gitu ya,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo, Sabtu (29/12).
Aturan tersebut nantinya tertuang dalam Peraturan Komisi (Perkom), yang mirip seperti yang diterapkan aparat kepolisian kepada tahanannya.
“Kita sudah punya Perkom (Peratutan Komisi) sebetulnya. Perkom itu mirip dengan teman-teman di kepolisian, begitu menjadi tersangka dan tahanan kemudian setelah keluar pemeriksaan itu kan diborgol,” sambung dia.
Selain itu, Agus juga berharap adanya perubahan terhadap undang-undang terkait sanksi sosial di masyarakat terhadap koruptor. Hal itu penting dilakukan dengan harapan dapat membawa efek jera bagi para koruptor.
“Kita juga berharap adanya perubahan terhadap UU yang memungkinkan sanksi sosial. Itu mungkin bisa membuat orang menjadi agak sungkan ya, agak malu untuk melakukan korupsi karena memang hukumannya termasuk yang akan diterima dari masyarakat,” paparnya.
Sekadar informasi, hingga kini setiap para koruptor yang menjadi tahanan KPK dan akan menjalani proses pemeriksaan di gedung lembaga antikorupsi sama sekali tidak diborgol. Mereka hanya mengenakan rompi tahanan oranye saat dibawa.
Hal itu, tentu berbeda dengan perlakuan polisi terhadap tahanan. Di kepolisian, setiap tahanan biasanya diborgol saat dibawa dari ataupun menuju rutan.
batampos.co.id – Perayaan Natal harusnya menjadi pengingat kepada umat kristiani akan proses pendamaian yang dilalui oleh Allah dengan manusia sebagai sebuah rekonsiliasi. Rekonsiliasi ini untuk menciptakan kondisi yang harmonis antar semua pihak baik antar individu maupun antar golongan.
Demikian pesan pembuka pendeta Septi Marlin Souhoka-Apui dalam khotbah Natal jemaat GPIB Zebulon Batam, Jumat (28/12/2018) malam. Natal yang dihadiri ratusan jemaat ini dibawah sorotan tema ‘membangun spiritualitas damai yang menciptakan pendamai’.
Pendeta Septi Marlin juga mengemukakan bahwasannya sejak dunia diciptakan hingga saat ini, manusia sering berkonflik dengan Allah mengakibatkan manusia jatuh kedalam dosa karena ketidaktaatannya. “Hati manusia dipenuhi permusuhan terhadap Allah. Dan Tuhan tidak bisa bersatu dengan para pendosa. Tuhan juga tidak mau kompromi dengan pendosa. Maka terjadilah rekonsiliasi agung dimana Allah mengutus anakNya Yesus Kristus sebagai bentuk kasihNya akan dunia ini dan Yesus datang bukan untuk menghakimi tapi mendamaikan,” ujar pendeta Septi Marlin.
Ia lalu mengemukakan bahwasannya rekonsiliasi yang dilakukan Allah melalui kelahiran Yesus itu harus dimaknai oleh semua orang kristen bahwa Allah sangat mengasihi manusia sehingga tugas manusia hendaknya menjadi agen perdamaian. “Jadi tugas kita adalah mendatangkan perdamaian serta pengampunan bagi semua orang,” ujarnya.
Pendeta Septi Marlin juga mengajak jemaatnya agar rekonsiliasi Allah melalui karya kelahiran Yesus itu dijadikab sebagai sarana rekonsiliasi dalam kehidupan berbangsa karena adanya konflik baik antar pribadi, suku, golongab bahkan agama dan dapat berpotensi memicu perpecahan dalam bernegara. “Jadi orang kristen harus jadi agen perdamaian yang dimulai dari diri sendiri dengan membangun spiritualitas, membangun relasi yang baik dengan Tuhan juga dengan sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak jemaat untuk jangan hanya menjadikan Natal sebagai perayaan rutinitas setiap tahun tanpa memaknainya sebagai kesempatab untuj berdamai dengan Allah serta sesama.
Dalam perayaan Natal itu juga digelar doa bersama untuk seluruh korban bencana hingga tsunami di tanah air. Acara Natal jemaat itu berlangsung khidmat dengan sejumlah pentas pujian seperti vokal group, prolog, aksi anak-anak memainkan angklung serta pembagian bingkisan Natal. (spt)
Suasana di Pantai Melayu, Batam. (Bobi Bani/JawaPos.com)
batampos.co.id – Sejumlah tempat wisata di Kota Batam sedang berbenah. Pengelola menyelesaikan kelengkapan dan fasilitas yang disediakan kepada pengunjung.
Seperti yang terlihat di Pantai Melayu, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di pantai yang pertama dibuka pada 2004 silam, pengelola telah menyiapkan beragam fasilitas. Mulai pondok-pondok untuk para pengunjung berteduh, ban untuk pengunjung berenang, dan jasa lainnya.
Meski demikian, kesiapan ini berbanding terbalik dengan kedatangan pengunjung. Bahkan pengunjung diprediksi jauh mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini belum ada satupun pemesan dari fasilitas di kawasan Pantai Melayu. Padahal di momen yang sama pada 2017 lalu, sudah banyak pondok-pondok yang terisi pengunjung.
“Belum ada yang pesan, padahal tinggal tiga hari lagi. Tahun lalu dari sebulan sebelumnya sudah banyak yang pesan,” kata salah satu penyedia fasilitas pondok di Pantai Melayu, Zainuddin, 49, ketika ditemui, Sabtu (29/12).
Penurunan pengunjung juga terjadi saat libur Natal 2018. Jumlah kunjungan jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Pengunjung hanya berkisar tiga ribu orang. Padahal sebelumnya bisa dua kali lebih banyak.
Penyedia fasilitas pondok lainnya, Adi Azwandi, 32, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya pengunjung. Namun banyak bermunculan pantai-pantai baru di Batam menjadi salah satu sebabnya.
Pantai-pantai baru tersebut tentu menawarkan keunikan dan fasilitas yang berbeda. “Pengunjung pasti mau yang baru. Banyak pantai-pantai baru di Batam yang punya tempat untuk berfoto-foto,” ucap Azwandi.
Meski belum ada yang memesan pondok, Azwandi tetap optimistis pengunjung akan memadati kawasan pantai pada libur tahun baru nanti. Untuk itu, pihaknya tetap menyiapkan segala kelengkapan yang dibutuhkan. Memperbaiki ban yang bocor untuk bisa disewakan kepada pengunjung, menambah jumlah tikar untuk disewakan, dan berbagai persiapan lainnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tahun baru adalah momen jumlah pengunjung pantai berada di angka tertinggi. Melebihi momen libur nasional lainnya. “Dulu kalau tahun baru, kami lewat saja susah karena ramainya orang,” ungkap Azwandi.
f. asep untuk batam pos Dirbinmas Kombes Bambang Sigit Priyono (tiga dari kanan) foto bersama Juara 1, Tim Katar BR 027, panitia, dan warga Perumahan Bunga Raya di Lapangan Futsal Sporthill Centre, Kamis (27/12) malam.
batampos.co.id – Final Bunga Raya Liga Futsal 2018 Piala Bergilir Dirbinmas Polda Kepri, berakhir. Dalam ajang final yang digelar di Lapangan Futsal Sporthill Center (TARAS), depan Perumahan Barcelona, Kamis (27/12) malam, Tim Katar BR (Karang Taruna Bunga Raya) 027 berhasil menjadi Juara 1. Sedangkan untuk Juara 2 berhasil direbut Tim Amtek FC dan Juara 3 diduduki oleh Tim SPIN FC.
Dalam pertandingan yang berlangsung dari tanggal 10 Desember 2018 lalu ini, panitia juga memberikan penghargaan kepada top scorer dengan 16 gol, yaitu Amirullah dari Amtek FC dan Angga dari Katar BR 027.
Ketua panitia Asep Muslih mengatakan, liga futsal ini digelar oleh Karang Taruna Karya Mandiri, Unit 27 Bunga Raya. Ada 12 tim futsal se-Kota Batam yang bertanding di liga ini, yaitu Tim Bunga Raya FC, Renggali FC, Asgar FC, Amtek FC, Ali Baba FC, Enggineering TBR, Spin FC, All Star FC, Odessa FC, Tim Keladi Rebus, Tristar FC, dan Katar BR 027.
Asep mengucapkan terima kasih kepada Dirbinmas Kombes Bambang Sigit Priyono, Sekjen Asprov PSSI Kepri Sandro, Djasarmen Purba, dan ketua RW 27 dan para ketua RT dan tokoh serta warga di Bunga Raya yang mendukung acara ini hingga berjalan sukses.
”Kami juga berterima kasih kepada para sponsor dan anggota karang taruna yang terlibat dalam liga ini. Semoga di pertandingan di tahun selanjutnya kita bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Turnamen ini digelar untuk menyalurkan hobi para pemuda dan warga yang senang dengan futsal dan untuk mencetak bibit-bibit pemain futsal. Selain itu, event ini juga untuk ajang menjalin tali silaturahmi para pemain dan juga warga. (prs)
Dua atlet atletik Kota Batam tengah berlatih di Stadion Gelora Citramas, Kabil, Nongsa, Jumat (23/11) lalu. Atlet-atlet cabor atletik Batam sedang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai event di 2019. foto: batampos.co.id / ryan agung
batampos.co.id – Keberhasilan cabang olahraga (cabor) atletik melampaui target raihan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV lalu, membawa harapan baru dalam pembinaan atletik di Kota Batam. Beberapa agenda penting akan dilaksanakan cabor atletik tahun mendatang.
Pelatih atletik Karel mengatakan sedang fokus melakukan seleksi ulang untuk menghadapi beberapa agenda yang akan dilaksanakan di 2019. Salah satunya persiapan untuk ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), September 2019 mendatang.
”Kita ingin meloloskan sebanyak mungkin atlet untuk bisa berlaga di ajang itu,” kata Karel, Jumat (28/12).
Sementara itu, atlet-atlet cabor atletik Kota Batam juga dipersiapkan untuk mengikuti serangkaian kejuaraan nasional (kejurnas) di 2019. Di antaranya yang akan menjadi prioritas adalah kejurnas remaja dan junior pada Mei 2019.
”Sampai saat ini kami masih terus fokus melakukan latihan hingga Maret mendatang. Selanjutnya akan dilaksanakan seleksi untuk menentukan berapa atlet yang akan berangkat ke kejurnas remaja dan junior di Jakarta nanti,” terang Karel.
Nomor lari, lanjut Karel, masih menjadi nomor andalan dari atletik Kota Batam. Di antaranya yang punya peluang meraih prestasi adalah nomor lari 100 m, 200 m, 400 m putri, 1.500 m, 5.000 m putra putri, dan 10.000 m.
Selain itu, nomor lari gawang 3.000 m juga memiliki potensi untuk meraih medali. ”Hingga saat ini, fokus latihan terus dilakukan. Kami masih meningkatkan baik itu fisik maupun teknik dari atlet,” tuturnya.
Karel juga menuturkan untuk Kepri, atlet Batam yang turun di nomor lari relatif masih mendominasi. ”Tetapi kami juga harus melihat bagaimana kemampuan atlet dari daerah lain dalam kejurnas nanti. Ini perlu untuk melihat bagaimana kemampuan atlet Batam. Tetapi tetap melihat juga apakan kami mendapat kesempatan untuk berlaga dari PASI Batam dan PASI Kepri,” ujarnya.
Dia mengakui saat ini atlet Batam sangat bersemangat dan giat dalam berlatih. Tak hanya latihan fisik dan teknik, motivasi pun diberikan untuk memompa semangat berlatih atlet.
”Tak jarang saya beri masukan untuk meningkatkan sengat berlatih. Terutama saat-saat libur sekolah ini dimana kawan-kawannya liburan mereka harus tetap berlatih,” terangnya.
”Saya hanya meminta mereka untuk memikirkan masa depannya. bagus tidaknya masa depan yang akan diraih nanti bergantng pada kerja keras dan usahannya saat ini,” sambungnya.
Hanya saja, permasalahan besar yang masih menaungi pembinaan atletik di Kota Batam adalah terkait kepengurusan PASI Batam.
”Kami seperti anak ayam kehilangan induk,” keluh Karel. ”Atlet semangat, tetapi pengurus tak mau peduli tentunya akan berpengaruh pada raihan prestasi atlet. Kami sangat membutuhkan bimbingan dari induk organisasi,” katanya lagi.
Keberadaan Plt Ketua PASI Kota Batam Reggy Djakarya dianggapnya membuat titik terang pembinaan atletik Kota Batam yang selama ini vakum.
”Bayangkan, lebih dari lima tahun PASI Batam vakum. Seingat saya waktu Poprov 2014 Karimun kondisinya sudah seperti ini. Dan kami terpaksa harus membiayai sendiri kebutuhan dan latihan atlet. Sementara juga harus membiayai kebutuhan rumah tangga,” terangnya.
Karel meminta agar pemerintah dan lembaga yang berwenang untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan, terutama pada cabor atletik.
”Harus ada sosok pengurus baik itu di pemerintahan, KONI Batam, dan sektor swasta yang mau peduli dengan pembinaan atletik. Dan yang harus dipahami adalah atletik adalah olahraga yang sangat terukur. Dan jika pembinaan bisa dilaksanakan dengan baik, bukan tidak mungkin jika atlet atletik Batam bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” jelasnya.
Meski terhadang dengan permasalahan yang belum terselesaikan, Karel tak mau menganggapnya sebagai batu sandu-ngan. Menurutnya, ini tanta-ngan yang harus dihadapi demi kemajuan atletik di Kota Batam.
”Meski demikian kami tak akan patah semangat demi mengembangkan atletik. kami akan terus dan terus melakukan pembinaan atletik di Batam,” tegasnya. (yan)
Sejumlah reklame berjejer dikawasan Baloi. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Warna papan reklame akan diseragamkan mulai tahun 2019. Sementara papan reklame yang tak sesuai aturan dan tanpa perizinan akan dicabut.
Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan setiap wilayah memiliki warna papan reklame yang sama. Misalnya di daerah Nagoya semua papan reklame harus bewarna hijau.
“Jadi beda wilayah beda warna. Tapi kalau satu wilayah warnanya sama semua, agar terlihat kompak,” ujar Gustian, kemarin.
Penyeragaman warna papan reklame juga untuk keindahan estika Kota Batam. Bahkan, ia berharap kedepannya Kota Batam bisa jadi Kota percontohan untuk kerapian papan reklame.
“Insyallah tahun depan akan diterapkan. Harapan kami Batam bisa jadi Kota percontohan,” imbuh Gustian.
Selain itu, pihaknya akan menyegerakan membongkar papan reklame yang tak sesuai aturan dan juga tanpa izin. Menurutnya, sejumlah pemilik papan baliho mulai perusahaan atau pribadi sudah dipanggil. Mereka diminta untuk membongkar sendiri papan reklame yang tak sesuai aturan. Jika tidak, maka DPM melalui Satpol PP Kota Batam akan membongkar.
“Kami sudah sering panggil dan sudah beri kesempatan. Awal tahun akan kami bongkar jika tak juga dibongkar mereka,” pungkas Gustian. (she)
batampos.co.id – Sejak diluncurkan tahun 2008 lalu, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ruang Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam tak kunjung dibahas. Bahkan, ranperda yang menjadi arah pembangunan Kota Batam ini dipastikan tidak akan selesai tahun 2018 ini dan kembali diajukan di Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2019.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Sukaryo menyebutkan, sampai sekarang Batam belum memiliki Perda RTRW. Pihaknya juga sudah beberapa kali meminta untuk dibahas. Hal ini mengingat Perda RTRW provinsi sudah lama diselesaikan.
“Belum punya. Tentu gak sesimple itu prosesnya,” kata Sukaryo, Jumat (28/12/2018).
Diakuinya, butuh komitmen yang kuat antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan DPRD Batam untuk menyelesaikan. Pasalnya, beberapa kali Bapemperda menjadwalkan pembahasan, namun yang hadir bukan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Batam Wan Darussalam. Melainkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan.
“Terakhir ada pak wan baru pemaparan tentang fungsi ruang
. Itu pun baru awal. Yang kami tahu, Bapemperda sudah melakukan kegiatan sebagaimana amanah pimpinan untuk membahas ranperda ini,” tegasnya.
Ia menambahkan dalam pembahasan tentu diperlukan kerjasama dari pihak Pemko seperti kehadiran penanggung jawab atas ranperda RTRW.
“Ini menjadi kendala teknis jika tidak terpenuhi. Kalau kita tetap komit,” beber Sukaryo.
Disinggung apakah Ranperda RTRW diajukan di 2019, Sukaryo membenarkan. Karena sesuai mekanisme ranperda yang tidak selesai di tahun berjalan akan dilanjutkan di tahun berikutnya.
“Komitmen dan keseriusan ini yang kita minta. Karena kalau ini dilakukan, tentu tak harus nunggu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya,” jelas Sukaryo.
Sebelumnya, Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Batam diproyeksikan akan selesai tahun ini. Pemko Batam mengaku telah menyampaikan Ranperda RTRW ke DPRD Batam awal tahun 2018 lalu.
“Biasanya kalau sudah disampaikan tak lama, tergantung DPRD nanti,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
Walau belum memilik RTRW, Rudi mengaku berbagai pembangunan tak terkendala, seperti pelebaran jalan karena sudah disesuaikan dengan RTRW Kepri dan pemerintah pusat.
“Yang tak masuk kan seperti hutan lindung dan pemukiman-pemukiman,” terangnya.
batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam membangun enam unit halte pada 2019 mendatang. Fokus pembangunan yakni di ruas jalan yang baru dilebarkan.
“Seperti di Nagoya dan Batanmcenter,” ungkap Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, Jumat (28/12/2018).
Menurut dia, halte baru kelak ada yang diabngun guna mengganti halte lama yang terdampak pelebaran jalan dana da juga pada titik baru yang memeprtimbangkan konsentrasi masyarakat.
“Pengganti yang lama seperti di dekat Nagoya Hill dan sekitar Simpang Gelael. Titik baru akan lebih lanjut ditentukan,” ungkapnya.
Sementara soal desain, ia memaparkan halte-halte ini motifnya berciri khas melayu. Namun sayang, soal dana Bambang mengaku tidak mengetahui karean bukan bidangnya.
“Modelnya sudah disetuji pak wali,” imbuhnya.
Ke depan, halte-halte akan diawasi, pihaknya mengaku punya tim, hal ini dilakukan guna menghindari kegiatan corat coret halte dan kegiatan lain seperti jualan dan pemasangan iklan tempel yang membuat halte tidak bagus.
“Kalau kedapatan tentu kami tegur dan tindak,” ucap dia.
Selain itu, setiap halte di Batam pihaknya juga akan melengakapi dengan informasi seputra rute dan jadwal Trans Batam. “suapay masyarakat terbantu,” pungkasnya. (iza)
batampos.co.id – Tren peningkatan izin usaha dan peluncuran kapal semakin baik pada tahun 2018. Ini mengindikasikan bahwa masa depan ekonomi Batam masih bagus untuk tahun 2019.
“Memang informasinya bahwa shipyard itu terpuruk. Tapi jika melihat data, mungkin tahun 2016-lah masa-masa tersulit shipyard,” kata Direktur Lalu Lintas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianta, Jumat (28/12).
Ketika akan meluncurkan kapal, maka perusahaan shipyard harus meminta izin kepada BP Batam.
“Pada tahun 2016, jumlah peluncuran kapal memang hanya 45 kapal. Namun pada 2017, meningkat 50 persen lebih menjadi 100 kapal dan tahun ini meningkat 58 persen menjadi 158 kapal,” kata Novi, sapaan akrabnya.
Begitu juga dengan izin usaha. BP selalu mengeluarkan izin usaha bagi pengusaha yang ingin beroperasional di daerah kawasan perdagangan bebas Batam.
“Tahun 2017 ada 766 izin usaha dan tahun 2018 ada 996 izin usaha atau meningkat 30 persen,” jelasnya.
Novi mengatakan tren perkembangan ekonomi bisa terlihat dari jumlah peningkatan perizinan tiap tahunnya. “Ini mengindikasikan semakin banyak kegiatan ekonomi di Batam,” ucapnya.
Kemudian ditambah lagi dengan peningkatan data izin pemasukan barang ke Batam. Jumlahnya mengalami peningkatan dari 6268 izin pada tahun 2017 menjadi 7045 izin di tahun 2018, atau meningkat 12,5 persen.
Sedangkan izin pemasukan barang juga mengalami peningkatan. Dari tahun 2017 yang sebesar 532 menjadi 593 pada tahun 2018 atau meningkat 11,5 persen.
Selanjutnya, penerbitan izin surat keterangan asal (SKA) ekspor dari Batam ke luar negeri. Pada tahun 2017, BP menerbitkan 18.279 izin dan pada tahun ini meningkat menjadi 19.283 izin.
“Lalu, kegiatan promosi tahun ini ada delapan kali. Dan dari kegiatan tersebut, ada tiga perusahaan yang menandatangani surat pernyataan akan investasi,” jelasnya.
Ketiga perusahaan tersebut yakni dua perusahaan dari China, Discovery Resources dan Shining Trading dengan total investasi 30 juta dolar Amerika. Dan satu lagi perusahaan dari Jepang dengan investasi 1 juta dolar Amerika.
Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing juga mengaku optimis melihat tahun 2019.
“Kita tetap optimis bahwa tahun 2019, perekonomian Batam masih dalam trek yang benar,” ucapnya.
Banyak momentum ekonomi yang harus dimanfaatkan Batam dalam merancang strategi mengejar pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya tahun depan.
Salah satunya adalah masih berlangsungnya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Perang dagang yang terus berlanjut dinilai bisa mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Batam. Selain meningkatkan kinerja ekspor, situasi ini bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi asing masuk ke Batam.
“Perang dagang tersebut dapat dijadikan peluang bagi industri di Batam supaya bisa memasuki pasar Amerika,” katanya.
Pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, saat ini pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif impor yang sangat tinggi terhadap barang impor jenis tertentu dari Tiongkok. Kebijakan ini tentu akan mengurangi kegiatan ekspor Tiongkok ke AS.
Dalam situasi ini, AS tentu akan mengalihkan sumber impornya ke negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. “Dan inilah kesempatan bagi Batam untuk bisa menggejot ekspornya,” kata Ayung.
Namun di satu sisi, Tiongkok juga akan mencari pasar baru untuk ekspor. Dan Batam yang berstatus daerah non pabean bisa menjadi sasaran empuk bagi Tiongkok. Batam bisa kebanjiran produk dari Negeri Tirai Bambu itu.
“Tapi semuanya tentu saja tergantung dari harga. Pasar di Batam tentu akan memilah-milahnya,” jelas Ayung.(leo)
batampos.co.id – Saat ini semakin banyak modus kejahatan yang digunakan pelaku kriminal untuk menjerat korbannya. Salah satunya menggunakan modus penipuan undian berhadiah.
Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan tidak sedikit warga yang menerima kertas undian saat membuka pintu rumah mereka. Tidak tanggung- tanggung hadiah yang dijanjikan satu unit mobil keluaran terbaru.
Tidak itu saja pada kertas juga terpampang jelas anggota polisi yang bertanggung jawab atas undian tersebut. Pelaku kejahatan juga meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi oleh korban.
“Ini jelas penipuan. Warga jangan sampai terperdaya. Undian resmi tentu tidak seperti itu. Ada tahapan dan caranya,” kata Oji, Jumat (28/12/2018).
Menurutnya, aksi pelaku kejahatan cukup berani. Untuk meyakinkan korban, pelaku memasang gambar anggota polisi dan berbagai produk darimana undian tersebut berasal.
Beberapa waktu lalu, menurutnya ada warga yang bertanya ke polsek Sekupang mengenai undian tersebut. Warga membawa serta bukti kertas undian yang diterimanya.
“Intinya harus lebih jeli dan pintar. Jangan mau terbujuk penipuan seperti ini,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada warga yang mendapati kertas undian di depan rumah atau dimanapun. Jangan mudah percaya. Jika pernah mengikuti undian tentu akan dihubungi secara resmi.
“Ini salah satu modus penipuan. Nanti kalau dihubungi mereka minta ini dan itu sebagai syarat. Harus lebih waspada,” tegasnya.
Saat ini berbagai cara dilakukan pelaku kriminal untuk mendapatkan korban. Tekanan ekonomi yang semakin tinggi dan tidak memiliki perkerjaan menjadi salah satu penyebab tindakan kejahatan.
“Untuk itu mohon waspada. Jangan mudah percaya. Tingkatkan kewaspadaan saat di rumah, jalan dan saat kembali dari bank. Ini sangat penting karena kejahatan terjadi karena ada kesempatan,” tutupnya.(yui)