Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1157

Laka Lantas Nissan GT-R35 Naik Penyidikan, Pengemudi Masih Berstatus Saksi

0
Mobil mewah yang terlibat tabrakan diamankan polisi.

batampos – Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil sport Nissan GT-R35 bernomor polisi BP 77 KV resmi naik ke tahap penyidikan. Polresta Barelang memastikan insiden yang menewaskan seorang pengendara motor itu merupakan tabrak lari, meski pengemudi mobil berinisial BY masih berstatus saksi.

“Kasus yang sempat viral beberapa waktu lalu, yaitu Nissan GT-R, saat ini sudah kami tingkatkan statusnya ke penyidikan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, Rabu (3/9).

Afiditya menjelaskan, peningkatan status perkara dilakukan setelah polisi menerima hasil analisis rekaman CCTV dari Laboratorium Forensik Pekanbaru, Riau. Sedikitnya lima rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian diamankan sebagai alat bukti.

“Dari hasil analisis terlihat mobil Nissan GT-R yang dikemudikan BY melaju dengan kecepatan tinggi. Efek benturan membuat sepeda motor korban, SBH, terlempar hingga sekitar 150 meter. Setelah itu mobil tetap melaju tanpa berhenti dan tidak memberikan pertolongan,” jelasnya.

Korban yang berada di lajur empat terpental akibat benturan keras dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut Afiditya, BY sudah mengakui dirinya sebagai pengemudi mobil tersebut. Namun status hukumnya belum tersangka karena proses penyidikan masih berjalan.

“Jika nanti sudah ada minimal dua alat bukti yang sah serta bukti petunjuk lain, statusnya bisa ditingkatkan. Proses ini harus melalui gelar perkara untuk memastikan penetapan tersangka tidak cacat hukum,” tegasnya.

Polisi juga memastikan hasil tes urin BY negatif narkoba dan alkohol. Saat ini, BY masih diamankan namun belum ditahan. “Surat perintah penangkapan maupun penahanan belum kami keluarkan. Setelah penetapan tersangka baru bisa diterbitkan,” tambahnya.

Kasus ini menyita perhatian publik Batam lantaran melibatkan mobil sport bernilai miliaran rupiah. Foto dan video Nissan GT-R tersebut pascakejadian sempat viral di media sosial, memicu beragam komentar warganet.

Afiditya meminta masyarakat bersabar dan memahami proses hukum. “Semua harus melalui prosedur. Kami butuh bukti yang kuat agar penetapan tersangka tidak cacat hukum,” ujarnya.

Dengan status perkara yang naik ke penyidikan, polisi akan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi, keluarga korban, hingga gelar perkara. “Kami dalami semua keterangan saksi, pihak terkait, serta alat bukti yang ada. Setelah itu baru ditentukan apakah pengemudi layak ditetapkan sebagai tersangka,” tutupnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

Artikel Laka Lantas Nissan GT-R35 Naik Penyidikan, Pengemudi Masih Berstatus Saksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Wabup Anambas Desak Palapa Ring Barat Perluas Akses Internet di Empat Kecamatan

0
Wabup Anambas
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu menunjukkan peta geografis Anambas yang dikategori blakspot kepada pimpinan Palapa Ring Barat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mendorong Palapa Ring Barat (PRB) untuk memperluas jaringan telekomunikasi dan internet di empat kecamatan yang hingga kini belum merasakan manfaat program tersebut.

Empat kecamatan itu meliputi Siantan Timur, Siantan Selatan, Siantan Tengah, dan Jemaja Barat.

“Setiap daerah punya masalah berbeda, ada yang sinyalnya lemah, ada yang belum terhubung kabel fiber optik, bahkan ada yang sama sekali belum punya backbone,” kata Bayu usai melakukan silaturahmi dengan pimpinan PT Palapa Ring Barat di Jakarta, Rabu (3/9).

Bayu menjelaskan, sejak pembangunan kabel optik yang melintasi Anambas pada 2018 lalu, masyarakat sudah merasakan manfaat jaringan internet, meski masih ada titik-titik yang terkendala sinyal.

“Kami terus mendorong operator telekomunikasi agar bisa memanfaatkan backbone untuk memperluas layanan 4G,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Anambas, Jeprizal, menyebut kunjungan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan Palapa Ring Barat.

“Kami berharap usulan yang disampaikan bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Jeprizal menambahkan, Diskominfo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jaringan di seluruh wilayah.

Bahkan, pihaknya menargetkan tahun depan Anambas bebas dari zona blankspot. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Wabup Anambas Desak Palapa Ring Barat Perluas Akses Internet di Empat Kecamatan pertama kali tampil pada Kepri.

Lolos Seleksi Ketat, 21 Tenaga Medis Baru Siap Bertugas di RSUD Bintan

0
Seleksi RSUD Bintan
Tenaga medis baru yang diterima sebagai pegawai BLUD UPTD RSUD Bintan saat mendapat pembekalan dan masa orientasi di rumah sakit tersebut. F. RSUD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 21 tenaga medis baru resmi diterima sebagai pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD RSUD Bintan setelah melalui proses seleksi ketat.

Direktur RSUD Bintan, drg Toni Masruri, menyebutkan penerimaan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 73 Tahun 2025. Dari 63 pelamar, hanya 21 orang yang dinyatakan lulus.

Mereka yang lolos terdiri atas tiga dokter umum, dua ners (S1 Keperawatan), 15 tenaga perawat D3, dan satu nutrisionis.

“Petugas medis yang baru akan ditempatkan di ruang rawat inap umum dan ruang inap khusus,” kata Toni, Rabu (3/9).

Sebelum mulai bertugas, seluruh tenaga medis menjalani pembekalan dan masa orientasi di sejumlah ruang layanan, seperti Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, pihak RSUD juga memberikan pengenalan mengenai kultur dan karakter masyarakat Bintan. Hal ini penting agar tenaga medis dapat beradaptasi dengan baik dalam memberikan layanan kepada pasien. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Lolos Seleksi Ketat, 21 Tenaga Medis Baru Siap Bertugas di RSUD Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Kejari Anambas Pulihkan Rp813 Juta Dana Desa Bermasalah

0
Kejari Anambs
Kajari Anambas, Budhi Purwanto didampingi Kasi Intel, Bambang saat menjelaskan pemulihan keuangan desa bermasalah sebesar Rp 813 juta. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Anambas berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp813 juta dari dana desa bermasalah. Dana tersebut dipulihkan setelah ditemukan adanya maladministrasi di sejumlah desa.

Kepala Kejari Anambas, Budhi Purwanto, menjelaskan dari 52 desa yang ada, tercatat 11 desa tidak bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangannya.

“Secara prinsipnya, kami melakukan pemulihan melalui jalur perdata. Dari 11 desa, sembilan sudah mengembalikan, sementara dua desa tidak ditindaklanjuti karena kepala desanya meninggal dunia,” kata Budhi dalam konferensi pers memperingati HUT ke-80 Kejaksaan RI, Rabu (3/9).

Inspektorat Anambas sebelumnya menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari kegiatan tanpa laporan pertanggungjawaban (LPj) hingga dana desa yang dicairkan lewat Bank Riau Kepri (BRK) tetapi tidak dipakai untuk program.

Karena upaya dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Anambas tidak membuahkan hasil hingga akhir 2024, Pemkab Kepulauan Anambas memberi Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejari untuk menagih pengembalian dana.

“Kasus ini sudah bergulir sejak 2020 hingga 2023. Kami panggil perangkat desa yang bermasalah untuk klarifikasi sekaligus pengembalian. Ada yang membawa LPj lengkap, ada yang menyerahkan bukti transfer dana kembali ke rekening kas desa,” jelas Budhi.

Budhi menegaskan, dana hasil pemulihan sudah dikembalikan ke Inspektorat dan masuk ke kas desa masing-masing. Ia juga mengingatkan Pemkab agar memperketat aturan penggunaan dana desa.

“Kami sarankan Inspektorat membuat ketentuan jelas, dana desa baru bisa digunakan jika LPj tahap sebelumnya sudah selesai. Kalau tidak ada rambu-rambunya, hal seperti ini pasti akan terus terulang,” tegasnya.

Dengan langkah tegas Kejari ini, Rp813 juta dana desa berhasil diselamatkan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras agar pemerintah desa lebih disiplin dan transparan dalam mengelola uang rakyat. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kejari Anambas Pulihkan Rp813 Juta Dana Desa Bermasalah pertama kali tampil pada Kepri.

Kapolresta Barelang Beri Penghargaan Kapolsek Batu Aji yang Jadi Komandan Paskibraka di Istana Negara

0
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin memberikan penghargaan ke Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, Rabu (3/9). F.Budi untuk Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, memberikan penghargaan kepada personelnya yang berprestasi, Rabu (3/9). Salah satunya Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang.

AKP Bimo dipercaya menjadi Komandan Kompi Pasukan Paskibraka pada upacara kenegaraan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2025 lalu.

“Penghargaan ini diberikan atas inisiatif, konsistensi, serta kontribusi positif Kapolsek Batu Aji dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Zaenal.

Zaenal menegaskan, apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, inovasi, dan pengabdian tulus anggota Polresta Barelang akan selalu dihargai. “Semoga dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja,” katanya.

Dalam arahannya, Zaenal meminta jajarannya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), serta menghindari segala bentuk pelanggaran.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan baik saat bertugas maupun di luar jam dinas, serta memperkuat pengamanan markas Polresta dan Polsek. “Tingkatkan kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi dinamika situasi yang berkembang cepat,” ucapnya.

Zaenal juga menekankan agar seluruh personel terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dengan berpedoman pada Tribrata dan Catur Prasetya. “Hindari pelanggaran disiplin, kode etik profesi, maupun pidana, serta jauhi tindakan yang menimbulkan antipati masyarakat,” tutupnya.

Selain AKP Bimo, penghargaan juga diberikan kepada putra-putri keluarga besar Polresta Barelang yang berhasil terpilih sebagai anggota Paskibraka Kota Batam. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Kapolresta Barelang Beri Penghargaan Kapolsek Batu Aji yang Jadi Komandan Paskibraka di Istana Negara pertama kali tampil pada Metropolis.

Inflasi Kepri Agustus 2025 Turun Jadi 0,18 Persen, Peringkat Keempat Terendah di Sumatera

0
Ilustrasi. Tampubolon pedagang di Toss 3000 saat menimbang cabai merah di lapaknya. Salah satu komoditas Ppendorong utama inflasi Agustus, Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,18 persen pada Agustus 2025. Angka ini turun tipis dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,19 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengatakan meski inflasi bulanan menurun, inflasi tahunan (year on year/yoy) justru naik menjadi 2,19 persen dari 1,97 persen pada Juli 2025. Data tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Secara regional, tiga kabupaten/kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kepri juga mengalami inflasi. Batam mencatat inflasi terendah 0,08 persen (mtm), disusul Tanjungpinang 0,26 persen (mtm), sementara Karimun mencatat inflasi tertinggi 1,03 persen (mtm).

Kepri menempati peringkat keempat inflasi tahunan terendah di Sumatera setelah Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung. Inflasi tahunan Kepri 2,19 persen tercatat lebih rendah dari rata-rata inflasi Sumatera 3,04 persen dan inflasi nasional 2,31 persen.

Pendorong utama inflasi Agustus berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kenaikan 0,83 persen (mtm) serta andil 0,24 persen terhadap total inflasi. Kenaikan harga komoditas seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, buncis, kacang panjang, cabai hijau, dan rokok kretek mesin menjadi faktor utama.

Keterbatasan pasokan dari daerah sentra, tingginya permintaan, serta kendala distribusi menjadi penyebab lonjakan harga pangan tersebut. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,31 persen (mtm) dengan kontribusi 0,02 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,17 persen (mtm) dengan andil 0,01 persen.

Tekanan inflasi berhasil ditekan oleh deflasi pada kelompok transportasi sebesar 0,74 persen (mtm). Penurunan ini dipengaruhi promo tarif angkutan udara dari sejumlah maskapai dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Menurut Rony, keberhasilan pengendalian inflasi di Kepri tidak lepas dari koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. BI bersama TPID terus menggerakkan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Memasuki September 2025, BI dan TPID tetap mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi memicu inflasi. Namun dengan dukungan panen hortikultura dan percepatan penyaluran beras SPHP, Rony optimistis inflasi Kepri dapat terjaga pada sasaran 2,5±1 persen.

“Ada beberapa faktor yang perlu diantisipasi, seperti pergerakan harga emas perhiasan yang mengikuti harga global, penyesuaian harga pangan dari daerah sentra, serta dampak regulasi baru terkait pengiriman barang konsumsi,” ujar Rony. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Inflasi Kepri Agustus 2025 Turun Jadi 0,18 Persen, Peringkat Keempat Terendah di Sumatera pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemprov Kepri Gelontorkan Rp4,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan Pelantar Dua

0
Jalan Pelantar Dua akses jalan menuju Pelabuhan Kuala Riau amblas akibat konstruksi yang keropos. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
Jalan Pelantar Dua akses jalan menuju Pelabuhan Kuala Riau amblas akibat konstruksi yang keropos. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bakal segera memperbaiki Jalan Pelantar Dua, Kota Tanjungpinang. Jalur ini merupakan akses penting keluar masuk truk bongkar muat di Pelabuhan Kuala Riau yang kini mengalami kerusakan parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan perbaikan akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp4,5 miliar.

“Pondasinya sudah rusak atau korosi karena usia jalan mencapai 30 tahun. Jadi harus segera diperbaiki,” ujar Rodi, Rabu (3/9).

Pada tahap awal, Pemprov Kepri akan fokus memperbaiki bagian jalan sepanjang 25 meter yang mengalami kerusakan paling parah. Sementara sisa 180 meter lainnya direncanakan diperbaiki pada tahun 2026.

“Yang rusak berat kita tangani dulu, sekitar 25 meter,” jelasnya.

Akibat amblasnya jalan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang menutup total akses keluar truk maupun kendaraan warga dari Pelantar Dua. Kondisi konstruksi beton dinilai sudah terlalu berbahaya.

Sebagai alternatif, kendaraan bongkar muat dialihkan melalui Pelabuhan Pelantar Satu. Warga yang menggunakan sepeda motor juga diminta tidak lagi melintas di jalur Pelantar Dua demi keselamatan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pemprov Kepri Gelontorkan Rp4,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan Pelantar Dua pertama kali tampil pada Kepri.

Li Claudia Beberkan Transformasi Tata Pembangunan Batam, Era “Suka-Suka” Berakhir

0
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

batampos – Masalah banjir di Batam yang tak kunjung usai menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. Namun demikian, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meyakinkan pemerintahannya memiliki niat tulus untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ia bahkan mengakui penanganan banjir bukanlah pekerjaan yang bisa selesai dalam sekejap layaknya pahlawan super. Li Claudia menceritakan, ia baru benar-benar memahami kompleksitas masalah banjir setelah melakukan pengamatan langsung sejak bulan Maret.

“Saya jadi mengerti persoalannya apa. Banjir di Batam tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga oleh pasang air laut. Ini menjadi tantangan tambahan karena Batam dikelilingi lautan,” katanya, saat memberikan penyampaian saat temu ramah dengan para jurnalis, Rabu (3/9).

Ia juga menyorot peran masyarakat dalam mengatasi banjir. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Saya juga minta ke masyarakat Batam kalau buang sampah jangan buang ke sungai, itu bisa menyebabkan banjir. Penanganan banjir memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan warga,” ujar Li Claudia.

Meski begitu, ia optimistis dengan langkah-langkah yang telah diambil. Titik-titik yang sebelumnya rentan banjir kini sudah mulai berkurang. Progres ini, meskipun kecil, menunjukkan adanya perbaikan dari upaya yang telah dilakukan.

“Kalau mau diakui, kita bisa lihat titik-titik yang tadinya hujan sebentar bisa banjir, sekarang sudah berkurang,” ujarnya.

Dia juga menyinggung tentang hambatan dalam penanganan masalah ini, yaitu anggaran dan proses birokrasi. Ia menjelaskan, pekerjaan seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan, berbeda dengan sektor swasta.

“Anggaran itu setahun, dua kali: murni dan perubahan. Kan, enggak boleh suka-suka,” katanya.

Selain itu, ia menyebutkan rencana pembangunan infrastruktur lain, seperti menaikkan beberapa jembatan yang terlalu rendah dan menghambat aliran air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki sistem drainase kota.

Lalu, ada pernyataan menarik dari Li Claudia, adalah pengakuan tentang tata kelola pembangunan Batam di masa lalu yang disebut “suka-suka”. Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk melakukan reformasi dan menata pembangunan kota agar lebih terencana dan tidak asal-asalan.

“Selama ini, pembangunan Batam pun, mohon maaf, suka-suka. Ini sekarang di zaman kami (Amsakar-Li Claudia) enggak bisa lagi suka-suka,” ujarnya.

Li Claudia menyampaikan harapannya agar masyarakat bisa bersabar dan memberikan dukungan. Penyelesaian masalah besar seperti banjir memerlukan waktu, dedikasi, dan kerja keras, bukan kekuatan super.

“Percaya sama kami. Mungkin dua tahun lagi bisa lebih baik. Butuh waktu. Kami bukan power rangers. Saya senang kritik. Tapi tentu kritiknya membangun. Jangan kami kerja, tapi dipikir enggak kerja,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Li Claudia Beberkan Transformasi Tata Pembangunan Batam, Era “Suka-Suka” Berakhir pertama kali tampil pada Metropolis.

Li Claudia Beberkan Transformasi Tata Pembangunan Batam, Era “Suka-Suka” Berakhir

0
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

batampos – Masalah banjir di Batam yang tak kunjung usai menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. Namun demikian, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meyakinkan pemerintahannya memiliki niat tulus untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ia bahkan mengakui penanganan banjir bukanlah pekerjaan yang bisa selesai dalam sekejap layaknya pahlawan super. Li Claudia menceritakan, ia baru benar-benar memahami kompleksitas masalah banjir setelah melakukan pengamatan langsung sejak bulan Maret.

“Saya jadi mengerti persoalannya apa. Banjir di Batam tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga oleh pasang air laut. Ini menjadi tantangan tambahan karena Batam dikelilingi lautan,” katanya, saat memberikan penyampaian saat temu ramah dengan para jurnalis, Rabu (3/9).

Ia juga menyorot peran masyarakat dalam mengatasi banjir. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Saya juga minta ke masyarakat Batam kalau buang sampah jangan buang ke sungai, itu bisa menyebabkan banjir. Penanganan banjir memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan warga,” ujar Li Claudia.

Meski begitu, ia optimistis dengan langkah-langkah yang telah diambil. Titik-titik yang sebelumnya rentan banjir kini sudah mulai berkurang. Progres ini, meskipun kecil, menunjukkan adanya perbaikan dari upaya yang telah dilakukan.

“Kalau mau diakui, kita bisa lihat titik-titik yang tadinya hujan sebentar bisa banjir, sekarang sudah berkurang,” ujarnya.

Dia juga menyinggung tentang hambatan dalam penanganan masalah ini, yaitu anggaran dan proses birokrasi. Ia menjelaskan, pekerjaan seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan, berbeda dengan sektor swasta.

“Anggaran itu setahun, dua kali: murni dan perubahan. Kan, enggak boleh suka-suka,” katanya.

Selain itu, ia menyebutkan rencana pembangunan infrastruktur lain, seperti menaikkan beberapa jembatan yang terlalu rendah dan menghambat aliran air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki sistem drainase kota.

Lalu, ada pernyataan menarik dari Li Claudia, adalah pengakuan tentang tata kelola pembangunan Batam di masa lalu yang disebut “suka-suka”. Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk melakukan reformasi dan menata pembangunan kota agar lebih terencana dan tidak asal-asalan.

“Selama ini, pembangunan Batam pun, mohon maaf, suka-suka. Ini sekarang di zaman kami (Amsakar-Li Claudia) enggak bisa lagi suka-suka,” ujarnya.

Li Claudia menyampaikan harapannya agar masyarakat bisa bersabar dan memberikan dukungan. Penyelesaian masalah besar seperti banjir memerlukan waktu, dedikasi, dan kerja keras, bukan kekuatan super.

“Percaya sama kami. Mungkin dua tahun lagi bisa lebih baik. Butuh waktu. Kami bukan power rangers. Saya senang kritik. Tapi tentu kritiknya membangun. Jangan kami kerja, tapi dipikir enggak kerja,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Li Claudia Beberkan Transformasi Tata Pembangunan Batam, Era “Suka-Suka” Berakhir pertama kali tampil pada Metropolis.

Jusuf Hamka Sebut Pelaku Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, Uya Kuya, dan Sri Mulyani dari Luar Kota

0
Rumah Uya Kuya ditutup dengan seng gelombang. ( Abdul Rahman/JawaPos.com)

batampos – Pengusaha Jusuf Hamka sempat menenangkan Uya Kuya dan Astrid, setelah pasangan suami istri tersebut dilanda kesedihan mendalam. Akibat rumah hasil jerih payah mereka di dunia hiburan dijarah massa dan barang-barang di dalam rumah diambil.

Jusuf Hamka prihatin dengan tindakan tersebut. Menurut dia, hal seperti itu tidak seharusnya terjadi.

Seandainya tindakan joget-joget Uya Kuya dan sejumlah anggota DPR lainnya dianggap melanggar, dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau perbuatan dan perkataan mereka bermasalah, bisa diproses secara hukum. Tapi tidak dengan menjarah rumah,” kata Jusuf Hamka.

Berdasarkan informasi yang diterima Jusuf Hamka, para pelaku penjarahan di rumah Uya Kuya, Eko Patrio, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Sri Mulyani, mayoritas bukan berasal warga sekitar.

“Saya dengar katanya itu orang-orang dari luar kota,” tuturnya.

Jusuf Hamka meyakini tindakaan aksi penjarahan di rumah sejumlah anggota DPR hingga menteri keuangan Sri Mulyani berusaha menunggangi gelaran aksi demonstarasi yang sempat memanas.

Tujuannya bisa untuk menciptakan kekacauan dan kerusuhan lebih meluas lagi seperti sempat terjadi dalam peristiwa 1998 silam.

“Saya teringat dengan peristiwa 98. Untungnya TNI saat ini tidak ditaruh di barak, TNI langsung disebar untuk ikut terlibat menangani. Kalau tidak, tidak menutup kemungkinan terjadi kerusuhan seperti tahun 98,meluas ke etnis tertentu,” tuturnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Jusuf Hamka Sebut Pelaku Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, Uya Kuya, dan Sri Mulyani dari Luar Kota pertama kali tampil pada News.