Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 11574

Kapolda Kepri: Kami Berusaha Memberikan Rasa Aman dan Nyaman di Kepri

0
Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto menitik beratkan kegiatan Operasi Lilin Seligi 2018, untuk melaksanakan kegiatan pengamanan natal, mengeleminir kejahatan jalanan serta konvensional dan mengurangi kecelakaan lalu lintas.

“Itu menjadi fokus yang kami lakukan selama Operasi Lilin,” katanya, Kamis (20/12/2018).

Selain tiga hal ini, Andap mengatakan telah meminta jajaranya mempersiapkan diri untuk segala hal yang tidak diinginkan seperti bencana alam.

“Kami tentunya tidak meminta ini terjadi, tapi persiapan-persiapan menghadapi hal-hal yang bersifat tidak dapat diperkirakan perlu dilaksanakan,” tuturnya.

Agar pengamanan Natal dan Tahun Baru ini berjalan lancar. Andap mengatakan akan memberdayakan masyarakat, untuk menjaga perayaan ini.

“Seperti kegiatan malam natal, kami meminta remaja gereja iku melakukan pengamanan,” tuturnya.

Saat malam perayaan natal, ia mengatakan akan melakukan sidak ke beberapa pos pengamanan natal. Sidak ini, untuk melihat kesiapan jajaranya untuk mengamankan jalannya perayaan natal.
“Nanti saya akan turun, melihat itu semua,” ucapnya.

Andap mengatakan ribuan personel diturunkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru. “Kami akan berusaha maksimal menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tak lupa kapolda mengajak segenap unsur Pimpinan Daerah Prov/Kab/Kota, anggota TNI, Stake Holder terkait, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda serta seluruh Masyarakat Kepulauan Riau. untuk bersama mewujudkan kondisi Kamtibmas Kepri yang aman, damai dan kondusif.

“Saya berharap kedepan kerjasama dan sinergi yang baik ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” ajaknya.

“Mohon maaf apabila didalam pelayanan Kepolisian selama ini masih ada yang dirasakan belum optimal,” imbuhnya.

” Selamat Tahun Baru 2019. Semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik,” tutupnya. (ska)

Progres Proyek IPAL Bengkong Sudah 30 Persen

0
Perbaikan jalan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL di Batam Center.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai sudah rampung 30 persen. Badan Pengu-sahaan (BP) Batam menargetkan proyek ini selesai tahun depan.

”IPAL ini progresnya sudah sampai 30 persen secara keseluruhan. Sedangkan pemasangan pipa sudah mencapai 60 kilometer dari target 114 kilometer,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana, Kamis (20/12/2018).

Secara keseluruhan proyek IPAL ini mencakup pemba-ngunan lima stasiun pompa, pemasangan pipa 114 kilometer, dan pemasangan pipa sambungan ke rumah-rumah sepanjang 500 kilometer.

”Target perumahan yang dilayani mencapai 43 perumahan di Batam Center dan saat ini sedang dikerjakan itu 20 perumahan. Misalnya Citra Batam, Greenland, Sukajadi, Anggrek Sari, Kembang Sari, Orchid Park dan lainnya. Belum lagi termasuk ruko-ruko,” sebutnya.

IPAL Bengkong Sadai dapat mengalirkan air limbah sebanyak 230 liter per detik dan dapat menghasilkan kompos sebanyak 18 meter kubik per hari. Iyus kemudian mengatakan pihaknya selalu menggelar sosialisasi kepada warga perumahan yang akan dipasangi pipa.

”Karena penggalian pipa di rumah tak bisa secara langsung. Kami harus sosialisasi kepada masyarakat untuk dikasih pemahaman mengenai pentingnya proyek IPAL ini,” ucapnya.

Mengenai masalah kurang koordinasi yang pernah terjadi antara kontraktor utama PT Hansol dan pemiliki jaringan utilitas seperti ATB juga sudah teratasi.

”Kami akan berkoordinasi terus. Masalah kebocoran pipa kemarin sudah ada rapat di DPRD sebanyak tiga kali. Dan Insya Allah sekarang sudah mulai mengerucut,” ucapnya.

Untuk stasiun pompa, BP membangun stasiun pertama di dekat Kepri Mall. Stasiun pompa ini berfungsi unntuk memompa air limbah secara gravitasi, baru kemudian dipompakan ke IPAL yang ada di Batam Center. ”Progresnya sudah 50 persen. Dan direncanakan selesai tahun depan. Untuk stasiun pertama ini, total biayanya Rp 600 miliar,” sebutnya.

Proyek IPAL Bengkong merupakan proyek infrastruktur BP Batam untuk mengelola air limbah menjadi air yang bisa digunakan oleh penduduk Batam. (leo)

Pengusaha Tak Ambil Pusing dengan Peleburan BP-Pemko Batam

0
Kantor BP Batam.
foto: putut ariyo / batampos.co.id

batampos.co.id – Pengusaha di kawasan industri tampaknya tidak terlalu ambil pusing dengan polemik peleburan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam. Bagi pengusaha, perubahan yang terjadi harus menguntungkan semua pihak, khususnya bagi dunia usaha dan iklim investasi.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, mengatakan masalah utama yang dihadapi pengusaha dan calon investor selama ini adalah soal rumitnya birokrasi perizinan di Batam.

Sebab izin usaha tidak bisa diurus di satu pintu. Ada beberapa izin yang harus diurus di BP Batam dan Pemko Batam.

“Masalah utama di Batam itu yakni terpecahnya perizinan di beberapa instansi. Seharusnya konsentrasi utama pemerintah itu menyatukan semua perizinan di bawah satu koordinasi,” kata Tjaw Hioeng, Kamis (20/12).

Dengan perizinan di bawah satu koordinasi, maka akan mempermudah investor. Batam didesain untuk bersaing dengan negara ASEAN lainnya sehingga pemerintah juga harus memberikan tambahan insentif.

Pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, selama ini calon investor yang datang ke Batam selalu membandingkan Batam dengan negara sekitar seperti Vietnam, Malaysia, dan lainnya.

“Selain perizinan di sana lebih mudah, beberapa negara tetangga sudah mulai membuka pengembangan kawasan ekonomi yang bagus dan penuh insentif,” paparnya.

Ayung mengatakan, tak jarang calon investor yang mengeluh-kan repotnya mengurus izin di Batam karena ada perizinannya yang harus diurus ke BP Batam tapi ada juga perizinan yang mesti diurus di Pemko Batam. Contohnya izin lingkungan. Sementara itu, regulasi di bidang ketenagakerjaan, khususnya Tenaga Kerja Asing (TKA), harus diurus via online.

“Khusus yang TKA masih sering tak nyambung online-nya. Sebelumnya bisa diurus di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Batam. Seharusnya semua itu dijadikan di satu tempat,” tegasnya.

Meski begitu, HKI Kepri menilai Pemko Batam dan BP Batam sudah berupaya untuk mendatangkan investasi. Upaya menjadikan Batam sebagai kawasan investasi yang kondusif pun dipandang dijalankan dengan baik oleh kedua lembaga tersebut.

“Banyak hal yang telah dilakukan oleh kedua instansi tersebut di Batam dalam mendatangkan investasi dan membuat iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekenomian Susiwijono Moegiarso menga-takan, kendati akan ada perubahan dalam kepemimpinan di BP Batam usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pekan lalu, struktur organisasi BP Batam tidak akan mengalami perubahan.

“Secara konsep tidak ada perubahan di BP Batam. Yang berubah hanya kepala BP Batam dijabat ex officio oleh wali kota Batam,” ujarnya.

Susiwijono mengatakan, aturan yang mengatur semua perubahan kepemimpinan itu sedang disiapkan sehingga tidak terjadi benturan dengan aturan hukum lainnya.

“Diharapkan sebelum akhir tahun ini sudah selesai,” ujarnya.

Ia mengatakan, keputusan Presiden menggabungkan kepemimpinan BP Batam dengan Pemko Batam adalah jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan perkembangan Batam. Dualisme kewenangan selalu jadi keluhan banyak pihak selama ini.

“Rangkap jabatan dengan satu pimpinan ini bisa memberi kepastian kepada investor di Batam,” katanya. (leo)

Jutaan Muslim Uighur Ditindas Tiongkok, Wapres JK: Indonesia Tak Bisa Ikut Campur

0

batampos.co.id – Penindasan dan pelanggaran HAM yang dialami jutaan warga muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok, menyedot perhatian dunia. Tak terkecuali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menyebut lebih dari satu juta orang ditahan pemerintah Tiongkok di kamp isolasi yang oleh Tiongkok disebut sebagai “sekolah”.

Laporan investigasi BBC menyebutkan, selama empat tahun terakhir pemerintah Tiongkok mengetatkan keamanan terhadap muslim Uighur dengan cara mengintimidasi mereka secara psikologis.

Hal itu mencakup penggunaan teknologi berskala besar, seperti memasang kamera pengenal wajah, perangkat pemantauan yang mampu membaca isi ponsel, serta pengumpulan data biometrik secara massal.

Tak hanya itu, sanksi hukum diterapkan untuk menekan identitas dan praktik keislaman, antara lain melarang salat dan puasa Ramadan, dilarang menggunakan hijab, dilarang memelihara janggut panjang, dilarang pengajaran keagamaan untuk anak-anak, hingga melarang nama-nama Islam.

Tindakan itu terjadi setelah pemerintah Tiongkok di bawah Presiden Xi Jinping mengetatkan kendali terhadap masya-rakat sehingga kesetiaan terhadap Partai Komunis harus didahulukan ketimbang loyalitas kepada keluarga dan agama.

Kini sudah menjadi pemandangan umum ketika warga Uighur digeledah di jalan-jalan dan pos-pos pemeriksaan kendaraan. Bahkan, ada aturan yang menyebutkan bahwa pekerja di ruang publik, seperti stasiun dan bandara, wajib menghalangi warga yang menggunakan pakaian menutup seluruh bagian tubuh, termasuk wajah mereka atau memakai jilbab dan cadar. Para petugas ini juga diminta untuk melaporkan warga yang menggunakan pakaian tertutup dan jilbab itu tersebut kepada polisi.

Lalu, bagaimana sikap pemerintah Indonesia? Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan sikap Indonesia menolak penindasan dan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Namun, menurut JK, Indonesia juga tak bisa mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.

“Kita semua menolak atau mencegah suatu penindasan kepada hak asasi manusia,” ujar JK seusai memberikan pidato pada konferensi di Jakarta, Senin (17/12) lalu.

Jusuf Kalla berkata, Indonesia tidak bisa ikut campur masalah domestik yang dialami muslim Uighur. Pasalnya, hal tersebut merupakan kedaulatan Tiongkok.

“Tentu kita tidak ingin campuri masalah domestik Uighur. Tapi secara umum pelanggaran hak asasi manusia juga harus kita perjuangkan,” kata Jusuf Kalla.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengecam keras penindasan terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Penindasan seperti itu, menurut Din, merupakan pelanggaran nyata atas hak asasi manusia dan hukum internasional.
Hak asasi manusia dan International Covenant on Social and Political Rights menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia.

“Maka, muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya,” ujar Din.

Pemerintah Tiongkok membantah tudingan dari berbagai pihak itu. Dalam tanggapannya, pejabat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, Hu Lianhe, mengatakan, warga Xinjiang, termasuk orang Uighur, menikmati kebebasan dan hak yang setara.

“Anggapan bahwa satu juta orang Uighur ditahan, sepenuhnya tidak benar,” tambahnya. Namun kemudian ia mengakui adanya program permukiman kembali dan pendidikan kembali atau reedukasi.(BBC/Reuters/JPG)

Kebut Pengerjaan Gedung Sekolah

0

batampos.co.id – Pengerjaan proyek pembangunan gedung sekolah menengah pertama (SMP) negeri 57 Batam yang berada di Patamlestari, Sekupang terus digesa jelang 10 hari sebelum masa kontrak berakhir.

Proyek senilai Rp 4.111.283.000 ini mulai dikerjakan Agustus dan ditargetkan selesai 29 Desember mendatang. Pembangunan tahap pertama akan merampungkan pengerjaan lantai dasar yang nantinya terdiri dari sembilan ruang kelas dan ruangan guru.

Beberapa pekerja terlihat tengah sibuk mengangkut baham material proyek demi mengejar batas pengerjaan yang tinggal 10 hari kerja.

Kepala Bidang Pendidikan SMPN, Dinas Pendidikan Batam, Hernowo mengatakan tahap pertama yang diselesaikan hanya lantai dasar saja. Saat ini pengerjaan sudah hampi selesai. Sebagian ruang kelas juga sudah rampung pengerjaannya.

“Kelas yang di ujung sudah kelar. Tinggal ruangan lainnya yang tengah dikebut pengerjaannya. Mudah- mudahan cuaca bagus dan bisa selesai sesuai dengan kontrak pengerjaan,” kata Hernowo, Kamis (20/12/2018)

Selain penyelesaian gedung sekolah, pihaknya juga telah merampungkan pengerjaan perlengkapan belajar siswa yaitu meja dan kursi. “Sudah siap. Tinggal menata di ruang kelas saja lagi. Kemarin sudah saya bicarakan dengan komite dan kepala sekolahnya,” jelas Hernowo.

Selain SMPN 57 lanjutnya, pengerjaan penyelesaian proyek juga dilakukan di Tibanlama, Sekupang. Sekolah tiga lantai ini memilki ruangan yang sama yaitu sembilan ruangan termasuk ruang guru. “Hampir sama. Proses sudah tahap akhir,” imbuhnya.

Hernowo memastikan semester genap atau Januari mendatang gedung baru sudah ditempati oleh siswa. “Tak numpang lagi lah pas semester baru nanti. Karena sudah bisa belajar di gedung sendiri,” bebernya.

Sementara itu saat ini siswa SMPN 57 Batam tengah menunpamg belajat di SDN 004 Sekupang. Sebelumnya siswa diberikan tumpangan belajar di SDN 003 Sekupang, namun karena keterbatasan ruang kelas, siswa terpaksa pindah.

Kepala SMPN 57 Batam, Nyamini sangat senang dibangunnya gedung baru untuk siswanya. Saat ini ada empat kelas siswa yang menumpang di SDN 004 Sekupang. “Alhamdulillah, Januari nanti kami sudah punya gedung sendiri. Bangunannya udah hampir selesai,” tutupnya.(yui)

Ribuan Botol Minuman Keras Dilindes Roda Besi, Krezzz….. Cezzzz….

0

Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto, Danrem 033 Wirapratama, Kepala BNNP Kepri dan Muspida melakukan pemusnahan minuman beralkohol di Datarang Engku Putri Batam Center, Jumat (21/12/2018).

Selain minuman beralkohol juga dilakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu, ektasi dan lainnnya.

F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dinilai Malas, GKR Hemas Diberhentikan Sementara dari DPD RI

0
GKR Hemas diberhentikan sementara dari anggota DPD RI lantaran dinilai malas, melanggar UU MD3, Tata Tetib dan Kode Etik DPD RI. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)

batampos.co.id – Badan Kehormatan (BK) DPD RI resmi menjatuhkan sanksi berat kepada senator asal Jogjakarta GKR Hemas, berupa pemberhentian sementara. Ketua BK DPD RI Mervin S Komber mengatakan, sanksi tersebut dijatuhkan kepada Hemas lantaran yang bersangkutan dinilai malas.

Hemas juga dinilai telah melanggar Undang-undang MD3, tata tertib DPD RI dan kode etik. Mervin mengatakan, ‎Hemas diberhentikan sementara karena sudah lebih enam kali tidak pernah menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya.

“Berdasarkan hasil sidang etik dan juga keputusan pleno Badan Kehormatan DPD RI, telah ditemukan data 12 kali secara berturut turut tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI,” ujar Mervin dalam keterangan ter‎tulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (20/12/2018).

Selain GKR Hemas, senator lain yakni dari Provinsi Riau Hj Maimana Umar juga dijatuhi sanksi pemberhentian sementara.‎ Menurut Mervin, BK DPD RI menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara kepada kedua senator karena terbukti telah melanggar Undang-undang MD3, Tata Tertib dan Kode Etik yang berlaku di DPD RI.

“Kami juga sudah menjatuhkan sanksi peringatan lisan, namun tidak ada perubahan dan dilanjutkan dengan sanksi tertulis. Sesuai dengan aturan yang berlaku maka kemudian dijatuhkan sanksi pemberhentian sementara,” kata senator asal Papua Barat ini.

Dijatuhinya hukuman untuk istri dari Sultan Hamangkubuono X ini diikuti dengan persyaratan pemulihan status sebagai anggota DPD RI, yaitu berupa permintaan maaf secara lisan dan tertulis di Sidang Paripurna DPD RI. Hemas juga wajib meminta maaf di media massa lokal dan nasional kepada masyarakat yang diwakilinya.

“Sanksi pemberhentian sementara tidak berlaku untuk Bu Hemas dan Bu Maimana saja. Sebelumnya senator Bali Arya Wedakarna juga sudah kena sanksi sama dan Beliau menjalani semuanya dan dipulihkan. Jadi berlaku setara untuk semua,” ungkapnya.

Bahkan menurut Mervin, BK juga sebelumnya sempat menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara kepada senator Sumatera Barat Jeffrie Geovanie. Namun, yang bersangkutan memilih mengundurkan diri dan berhenti sebagai anggota DPD RI.

“Jadi, jangan dibaca lain selain dibaca upaya penegakan disiplin dan perbaikan citra lembaga. Kami di BK tegak lurus kepada aturan yang berlaku. Anggota BK pun beberapa kena sanksi sesuai tingkatan, termasuk Bu Maimana. Semua sama di depan hukum, tidak ada yang diistimewakan,” katanya.

Langkah BK ini seiring dengan upaya penertiban anggota DPD agar bisa bekerja maksimal mewakili daerah pemilihannya memperjuangkan aspirasi daerah.

“Jangan sampai uang rakyat dan amanat rakyat disia-siakan sehingga bisa menurunkan kepercayaan rakyat kepada lembaga DPD RI,” pungkasnya.

(gwn/JPC)

Ngutil Dompet, RM Dipolisikan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mapolsek Seibeduk membekuk RM, 21, pelaku pencurian yang terjadi di Bidaayu, Kelurahan Mangsang, Seibeduk beberapa waktu lalu. Pria pengangguran itu ditangkap karena katahuan mengambil dompet di dasbor sepeda motor milik orang lain.

Kapolsek Sei Beduk, AKP Joko Purnawanto mengatakan kejadian berawal saat korbannya baru pulang bekerja dari PT Flextronic kawasan Industri Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning. Saat itu, korban bersama adiknya. Sesampai di Bidaayu, korban singgah di Indomaret Pintu I Bidaayu untuk membeli kebutuhan rumah.

“Setelah belanja, korban menaruh dompetnya di dasbor depan sepeda motor Yamaha Mio miliknya,” kata Joko saat dikonfirmasi, Kamis (20/12/2018).

Korban selanjutnya pergi ke warung untuk makan. Tak lama duduk di warung, adik korban teringat akan dompet kakaknya. Korban langsung bangkit dari tempat duduk untuk mengambil dompet yang tertinggal. Namun dompet tersebut sudah raib digondol maling.

Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Sei Beduk. “Dompet tersebut berisikan uang tunai Rp. 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah), 1 (satu) buah kartu ATM Bank BCA, 1 (satu) buah KTP, 1 (satu) buah kartu mahasiswa, 1 (satu) buah kartu KIS, dan 2 (dua) buah kartu BPJS Ketenagakerjaan,” sebutnya.

Polisi melakukan penyidikan. Setelah mendapat keterangan saksi-saksi, polisi melakukan pencarian terhadap pelaku berdasarkan ciri pelaku dankendaraan yang digunakannya.

“Tersangka kami tangkap di Bidaayu, kediamannya,” terang Joko.

Dari tangan tersangka diamankan satu unit sepeda motor satria Fu warna hitam dengan no pol BP 6599 GQ, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan no pol Bp 3504 HR, satu helai celana panjang warna biru, satu helai baju kaos berkerah warna biru, satu helai baju kaos bola warna putih, satu buah helm merk LTD warna pink, satu buah jaket kain bertopi warna merah dan uang tunai sebesar Rp 4.100.000 dan, pakaian yang digunakan tersangka pada saat melakukan pencurian. Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Sei Beduk guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, tersangka mendekam di balik jeruji besi. Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ia terancam hukuman maksimum lima tahun penjara.

“Jaga barang berharga milik pribadi dan jadilah polisi bagi diri sendiri. Jangan memberikan kesempatan pada orang lain untuk melakukan kejahatan pada diri kita,” himbau Joko. (une)

Di Batam, 50.390 Keping e-KTP Invalid Dimusnahkan

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memusnahkan 50.390 keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Sekupang, Kamis (20/12/2018).

“Ini merupakan instruksi pusat langsung. Agar tidak disalahgunakan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Amsakar usai pemusnahan e-KTP invalid.

Ia mengungkapkan saat ini banyak e-KTP yang tercecer seperti di sawah dan ditempat yang tidak seharusnya. Untuk itu pihaknya sudah meminta Disdukcapil untuk menyimpan berkas dengan baik sebelum akhirnya dimusnahkan.

Sebanyak 50.390 keping blanko ini dikumpulkan dari tahun 2011- 2018. Sebelumnya pihak kecamatan sudah terlebih dahulu memotong e-KTP yang invalid ini.

“Jadi pencegahan sudah dilakukan dari tingkat kecamatan, setelah itu baru dikirim ke Disdukcapil,” imbuhnya.

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan e-KTP invalid ini terdiri dari rusak, gagal cetak hingga e-KTP yang mengalami perubahan data di dalamnya. Jumlah 50 ribu e-KTP inivalid ini dikumpulkan dari tahun 2011 hingga 2018 ini.

Ia menjelaskan selama proses pencetakan berlangsung kadang terjadi kesalahan atau eror sehingga e-KTP tercetak dengan tidak sempurna, sehingga tidak bisa digunakan dan harus dicetak ulang. Sedangkan yang lain berasal dari proses pergantian e-KTP misalnya ganti status, pindah alamat dan yang rusak karena berbagai faktor.

“Nanti kami lagi koordinasi sama Pak Wali soal waktu pemusnahannya,” kata Said.

Ia mengungkapkan tujuan pemushnahan ini agar e-KTP rusak tidak disalahgunakan. Untuk itu pihaknya memilih memusnahkan puluhan ribu keping e-KTP ini. Seperti diketahui akhir-akhir ini banyak e-KTP yang ditemukan di tempat yang tidak seharusnya seperi di tempat pembuangan sampah.

“Batam terjadi hal- hal yang seperti itulah. Makanya sudah saatnya dimusnahkan sebab jumlahnya juga lumayan banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Sekupang, Delferi mengatakan saat ini masih mendata e-KTP rusak yang ada di kantor Kecamatan Sekupang.

“Masih dipilah- pilah mana yang gagal cetak dan yang rusak karena ganti e-KTP baru,” sebutnya.

Selanjutnya data tersebut akan diserahkan kepada Disdukcapil untuk proses selanjutnya. Delferi menjelaskan e-KTP gagal cetak biasanya disebabkan kondisi mesin yang masih kurang sempurna saat digunakan.

“Bisa juga mesin belum panas pencetakan e-KTP tidak merekat,” sebutnya.

Sementara itu, saat ini masih banyak e-KTP yang belum diambil pemiliknya. Disdukcapil bahkan telah meminta bantuan lurah untuk mendistribusikan e-KTP. (yui)

Pagi Ini, 3.102 Warga Batam Bertolak ke Belawan, Jangan Lupa Sarapan Ya ….

0
Pemudik.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam berangkatkan ribuan pemudik tujuan Belawan, Medan, Jumat (21/12/2018) pukul 10.00 WIB.

Manager Operasional PT Pelni cabang Batam, Dicky Dermawandi mengatakan menghadapi puncak arus mudik, pihaknya membuka pelayan langsung ke Belawan. Hal ini guna mengantisipasi keberangkatan di tanggal 23 Desember nanti.

“Jadi setelah nyandar di Belawan, KM Kelud langsung bertolak ke Batam untuk mengangkut pemudik selanjutnya,” kata dia, Kamis (20/12/2018).

Total pemudik yang akan diberangkatnya sebanyak 3.102 penumpang. Karena terbatasnya jadwal sandar di Pelabuhan Batuampar, pihaknya membuka waktu boarding lebih awal.

“Pukul 07.00 WIB kami sudah buka. Jadi penumpang agar tidak terlambat bisa datang lebih awal dan check in dulu sebelum masuk ke kapal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pelepasan pemudik gelombang pertama berjalan dengab baik. Semua penumpang naik ke kapal tepat waktu. Meskipun terjadi antrian yang cukup ramai.

“Karena yang berangkat kan banyak. Tiga ribu lebih, belum lagi bawaan penumpang,” sebutnya.

Ia mengimbau calon penumpang untuk sarapan terlebih dahulu karena panjangnya antrian dan proses yang cukup memakan waktu lama.

“Biar semua selamat sampai naik kapal. Jangan ada yang sakit karena nunggu waktu keberangkatan tiba,” ujarnya.

Sementara itu, meskipun ketersedian tiket mudik sudah habis untuk Natal dan Tahun Baru, calon pembeli masih mmemenuhi loket Pelni cabang Batam yang berada di Sekupang.

Dicky mengungkapkan saat ini penumpang tengah memesan tiket balik ke Batam. Waktu pembukaan penjualan tiket bulan lalu, pemudik kebanyakan memesan satu kali jalan saja.

“Mungkin karena mereka masih mikir baliknya kapan. Sekarang mereka sudah mulai pesan yang tiket balik,” jelasnya.

Untuk calon penumpang yang membeli tiket online atau di ritel moderen bisa menukarkan bukti pembelian di loket Pelni Batam.

“Sebenarnya di Belawan bisa ditukarkan. Namun mungkin mereka tidak sempat jadi pada tukar di sini sekalian,” tutupnya.(yui)