Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 11573

Kick Off 4 Juta Wisman di Batam

0

batampos.co.id – Ratusan lampion berisi lentera betebangan di langit Batam, Sabtu (22/12) malam. Pemadangan tak biasa itu berasal dari kegiatan di kawasan Mega Wisata Ocarina Batam Center. Kegiatan ’Kick Off 4 Juta Wisman’ itu diinisiasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepri yang bersinegri dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Acara bertajuk Dukungan Promosi Wonderful Indonesia Melalui Budaya Nusantara ini mengangkat tema ’Merajut Jaring Pariwisata’.

GIPI Kepri dikukuhkan pada Oktober 2018. Ada 15 asosiasi yang tergabung di dalamnya, yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), ICA, dan Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI).

Selain itu, ada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesian Housekeepers Asscociation (IHKA), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), AKARI, Hotel Information Technology Association (HITA), Generasi Pesona Indonesia (GenPI), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), IPI, dan Golf bersama unsur Pentahelix lainnya.
Ketua GIPI Kepri Tupa Simanjuntak menilai bergulirnya Kick Off 4 Juta Wisman adalah hal luar biasa. Apalagi Indonesia Incorporated tercipta untuk kemajuan pariwisata Batam. Ini bertujuan untuk mempermudah seluruh stakeholder pariwisata mendatangkan dan merangkul wisatawan mancanegara.

”Ini sebuah pekerjaan yang hebat. Sebuah sinergi yang luar biasa,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Menurut Tupa, dukungan Kemenpar terkait kegiatan itu sangat luarbiasa. Baginya dukungan tersebut sangat penting untuk merealisasikan target-target yang telah ditetapkan serta kemajuan pariwisata Kepri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar berharap kegiatan itu mampu menggaet wisatawan datang ke Batam. Sehingga target wisatawan mancanegara (wisman) 4 juta di tahun 2019 dapat tercapai.

”Di RPJMD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) target wisman hanya 2,4 juta di tahun 2019. Namun Kemenpar menarketkan 4 juta. Kami yakin mampu penuhi target itu,” ujarnya.

Menurutnya kunjungan wisman tahun 2018 ke Kepri sudah melebihi target, dari 2,1 juta mampu tercapai menjadi 2,4 juta. Meski begitu, lanjut Buralimar, potensi wisatawa yang ada di Batam tak mungkin digarap sendiri. Butuh semangat Indonesia Incorporated, bekerja bahu membahu. Termasuk asosiasi pariwisata, harus ikut andil dalam program ini. Tujuannya untuk kemajuan pariwisata Batam dan Kepri.

Apalagi, sambungnya, Batam merupakan daerah nomor 3 penyumbang wisatawan di Indonesia dan nomor 1 penyumbang wisman laut di Indonesia.

”Melihat situasi seperti ini, kami yakin target 4 juta wisman akan tercapai. Apalagi dengan banyaknya event yang akan digelar tahun depan (2019, red),” sebutnya.

Sedangkan Kabid Area II Regional I Kemenpar Kiagoos Irvan Faisal menuturkan Kemenpar akan selalu memberikan dukungan untuk kemajuan Kepri dan Batam. Terlebih, Batam berada di area cross border.

”Batam berada di area perbatasan yang dekat dengan dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Hal ini juga yang menjadi harapan kami untuk 20 persen dari 20 juta wisman disumbangkan oleh Kepri,” kata Irvan.

Disinggung tentang kegiatan Kick Off 4 Juta Wisman, menurut Irvan kegiatan digagas dengan tujuan mempromosikan pariwisata Kota Batam. Caranya, melalui keanekaragaman budaya nusantara, dan kekayaan kuliner khas Kepulauan Riau. Apalagi Batam punya segalanya, selain lokasinya dekat dari Malaysia dan Singapura.

”Di Batam para wisman juga bisa mendapatkan kesempatan menikmati wisata belanja, kuliner, alam, budaya, dan banyak lagi. Masyarakat Singapura dan Malaysia saya yakin sangat mengenal Batam,” paparnya.

Namun sejauh ini, lanjut Irvan belum bisa memastikan apakah kegiatan tersebut akan menjadi acara rutin tahunan. Mengingat jumlah wisman yang datang tidak terlalu banyak. ”Harapan kami lebih dari ini. Untuk jadi acara tahunan, mungkin akan jadi pertimbangan. Namun dari data wisman yang datang ada sekitar 100. Mereka pun berasal dari negara berbeda seperti Malaysia, Inggris, Australia, Singapura, India, dan Filipina,” sebutnya.(iza)

PTP Gelar Operasi Lilin Tidar

0
Kasubdit Satpam Polda Kepri, AKBP Rudi SY Idris memasang pita Operasi Lilin Tidar 2018 kepada personel Satpam PT Putra Tidar Perkasa. Foto. Supar untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kasubdit Satpam Polda Kepri, AKBP Rudi Sy. Idris pada Sabtu 22 Desember 2018 memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tidar 2018 yang diselenggarakan oleh PT. Putra Tidar Perkasa di lapangan Welcome To Batam.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Management dan Staf serta diikuti oleh hampir 500 orang personel Satpam PT. Putra Tidar Perkasa yang hari itu sedang tidak bertugas. AKBP Rudi Sy. Idris dalam amanatnya, menekankan kepada seluruh jajaran manajemen dan personil PT PTP untuk selalu menyiapkan dan mengasah diri, meningkatkan kemampuan serta berdedikasi dalam setiap pelaksanaan tugas yang diemban.

“Mari kita tingkatkan koordinasi dengan melakukan upaya-upaya guna mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah kerja kita masing-masing. Kenali kerawanan sekecil apa pun sehingga lingkungan kerja kita tetap aman,” katanya.

“Saya mengapresiasi dengan Gelar Pasukan yang dilakukan PT.PTP ini secara rutin saya perhatikan dan selalu saya hadiri. PT. PTP mampu menunjukkan kualitasnya denga secara aktif dalam mengikuti kegiatan mensukseskan keamanan secara regional khususnya di Wilayah Hukum Polda Kepri ,” katanya lagi.

Lebih lanjut Idris mengatakan, agar Satpam PT.PTP lebih aktif berpatroli untuk antisipasi kejahatan dalam rangka Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Ditambah lagi bertepatan dengan libur akhir tahun yang cukup panjang. Termasuk angka kedatangan wisatawan mancanegara terutama dari negara ASEAN yang meningkat beberapa hari ini karena liburan.

“Mari kita ciptakan rasa aman dengan melakukan patroli-patroli rutin di lingkungan kerja masing-masing, tingkatkan kewaspadaan, siaga dan pelayanan selama Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Silahkan berkoordinasi dengan Pos Pos Polisi yang telah digelar Polda Kepri guna menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Batam” kata AKBP Rudi.

Operasi ini akan dilaksanakan selama 12 hari dari tanggal 22 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019. Sebanyak 1600 personil yang tersebar di 94 perusahaan yang berada di Batam, Bintan, Karimun, Bangka Belitung, Medan, Kalimantan Timur dan Jawa Timur ikut serta dalam operasi ini, serta dibantu juga dengan peralatan pendukung seperti satuan Pengendali Huru Hara (PHH) dan kendaraan Unit Reaksi Cepat (URC) PT.PTP yang siap berpatroli.

“Kegiatan ini kami lakukan setiap tahunnya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi perusahaan pengguna. Putra Tidar Perkasa berupaya untuk terus membangun rasa aman dan kepercayaan kepada para pengguna jasa dengan menyalurkan tenaga-tenaga yang jujur, tangguh, kuat, disiplin dan percaya diri. Selain itu juga membantu peran Kepolisian secara terbatas di lingkungan kerja masing-masing,” kata Direktur Utama PT.PTP Dwifung WS.

Dalam apel tersebut tidak lupa pihak menajemen PT PTP memberikan penghargaan kepada para Satpam yang berprestasi yang diserahkan oleh Kasubdit Satpam Polda Kepri, AKBP Rudi SY Idris. (iwa)

273 Atlet Berlaga pada Kejuaraan Pencak Silat Open Tournament Walet Puti Cup VI 2018

0

batampos.co.id – Sebanyak 273 atlet pencak silat dari 13 perguruan se-Kota Batam mengikuti kejuaraan Open Turnamen Walet Puti Cup VI 2018. Kejuaraan yang dilaksanakan di Mall Top 100 Tembesi, Batam ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni usia dini, remaja dan dewasa.

Dalam kejuaraan yang diselenggarakan selama lima hari mulai Jumat (14/12/2018) hingga Selasa (18/12/2018), perguruan pencak silat Walet Puti berhasil meraih juara umum III. Walet Puti berhasil mengumpulkan enam emas, sembilan perak dan 18 perunggu.

Ketua panitia Open Turnamen Walet Puti Cup VI 2018 Dadang Firmansyah mengatakan sedianya, kejuaraan diselenggarakan selama tiga hari. Tetapi dengan membludaknya peserta, maka kejuaraan akhirnya baru selesai dalam lima hari.

“Panitia tidak memungut biaya pendaftaran, karenanya pesertanya diluar dugaan membludak. Karenanya, jadwal yang seharusnya hanya tiga hari terpaksa ditambah menjadi lima hari. Dan total pertandinyan yang digelar mencapai 222 partai,” tutur Dadang, Minggu (23/12).

Walet Puti sendiri menurunkan sebanyak 84 atlet silat dari lima cabang se-Kota Batam. Medali emas diraih di kategori dewasa oleh Nursal Agus. Kemudian di kategori remaja oleh Ahmad Idris, Dimas Audi Faxi, dan Muhammad Wahyu.

“Untuk usia dini, emas diraih oleh Intan Zaskia. Selain medali, dua pesilat walet puti ditetapkan sebagai pesilat terbaik, yakni di usia dini putri yang diraih oleh Intan. Dan satu lagi di kategori remaja putra oleh Muhammad Wahyu,” beber Dadang.

Dadang juga menjelaskan jika kejuaraan ini digelar dengan maksud untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan antarpesilat se-Kota Batam.

“Selain itu juga menjadi ajang pencarian bibit atlet silat handal Kota Batam menuju Popda dan O2SN,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Guru Besar Walet Puti Batam ini.

“Kejuaraan ini juga menjadi event rutin yang digelar oleh Walet Puti setiap tahunnya. Dan kali ini menginjak penyelenggaraan yang keenam. Pemenang kejuaraan ini mendapatkan medali, piagam, dan uang pembinaan,” tambah Dadang.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendekar Walet Puti Muhammad Kholif Ratta mengatakan pencak silat adalah warisan asli budaya Indonesia.

“Karenanya gelaran ini menjadi upaya untuk melestarikan budaya bangsa,” tegasnya.

“Selain itu, melihat pesatnya perkembangan pencak silat di Batam, kami semakin optimis dan konsisten untuk terus menggelar kejuaraan,” tegas Kholif.

Kholif juga menerangkan dengan keberadaan kejuaraan yang rutin digelar, akan bisa mencegah generasi muda terjerumus dalam kegiatan negatif.

“Mohon dukungan dari pihak terkait. Seperti dari dinas pendidikan untuk membantu mengembangkan penca silat,” tuturnya.

“Apalagi pencak silat sudah masuk kurikulum pendidikan nasional. Sekolah punya kewajiban untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler pencak silat. Ke depan, Walet Puti akan menyiapkan pengajar untuk membantu pengembangan silat hingga ke sekolah-sekolah,” kata Kholif.

Selain itu, Kholif juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan hingga kejuaraan pencak silat ini terselenggara dengan lancar.

“Terima kasih pada KONI Batam dan para donatur seperti orang tua siswa dan Bendahara Walet Puti Kepri Sri Widayanti,” urai Kholif.

“Juga pada Mahaguru perguruan silat Walet Putih Sofyan Ratta, pengurus dan keluarga yang berkenan untuk menyaksikan secara langsung gelaran ini,” ungkapnya.

Kholif meminta agar perguruan silat lain mau untuk terus mengembangkan pencak silat. “Salah satunya dengan secara rutin menggelar kejuaraan,” pinta Kholif.

“Ini adalah tanggung jawab semua perguruan salam melestarikan pencak silat dan mengembangkan atlet yang berprestasi. Ciptakan atlet yang menang di kertas dan di matras,” serunya.

Selain dihadiri oleh maha guru, kejuaraan i9ni juga dihadiri oleh beberapa pengurus pusat perguruan Walet Puti. Diantaranya adalah Ketua Bidang Pengobatan Lisna Wati Ratta; Kabid Organisasi, Dadang Marli Ratta; Kabid senam, Ermawan Acep sundawa Ratta; dan Kabid Silat Lili Maysaroh Wati Ratta.

Ke depan, tak hanya sekadar rutin meggelar kejuaraan, Walet Puti juga akan menambah kategori yang dipertandingkan.

“Nantinya, tak hanya mempertandingkan kelas tarung atau laga saja, tetapi juga akan menambah kategori seni,” tutup Kholif. (yan)

Anak Usia 12 Tahun Boleh Daftar Haji

0

batampos.co.id – Kabar gembira…. Kabar Gembira….. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam buka pendaftaran calon jamaah Haji umur 12 tahun.

Kepala Kementerian Agama Kota Batam Erizal Abdullah menjelaskan, alasan dibukanya pendaftaran usia 12 atau 13 tahun tersebut dikarenakan daftar tunggu berangkat haji untuk daerah Batam hingga 12 tahun.

“Sehingga bagi anak usia 12 atau 13 tahun yang mendaftar, akan berangkat haji pada umur 25 tahun,” ujarnya pada Batam Pos, Minggu (23/12/2018).

Erizal juga menjelaskan, syarat bagi anak usia umur 12 tahun yang akan mendaftar haji cukup mudah yakni dengan menyiapkan kartu pelajar atau Kartu Keluarga (KK) sebagai data diri dari calon jamaah, serta membuka tabungan haji untuk urusan pembayaran.

“Yang penting sudah terdaftar dalam KK, maka sudah bisa didaftarakan orang tuanya” kata Erizal.

Lanjutnya menjelaskan, pendaftaran jamaah umur 12 tahun ini tentu berpengaruh terhadap keberangkatan calon jamaah yang berusia lebih tua misalkan yang berusia 50 tahun, namun ia menjelaskan dari pemerintah sudah mencarikan solusi bagi calon jamaah yang sudah tua pada usia tertentu, keluarga jamaah yang sudah tua boleh mengajukan permohonan untuk betangkat lebih awal.

“Sehingga yang calon jamaah yang umurnya sudah tua diberi keringanan untuk berangkat lebih awal, karena faktor usia,” katanya.

Lanjutnya Erizal, ia menjelaskan permohonan keberangkatan lebih awal ini bisa berlaku jika sudah mendaftar dua tahun sebelumnya, misalkan dia mendaftar tahun 2018, sementara usia sudah 70 tahun maka pada tahun 2020 keluarganya sudah bisa mengajukan permohonan berangkat lebih awal.

“Jadi dia dua tahun setelah mendaftar bisa diberangkatkan,” kata erizal

Ia menjelaskan, untuk keberangkatan sendiri tetap berdasarkan kuota yang diberikan Arab Saudi, jika kuotanya mencukupi untuk memberangkatkan calon jamaah yang berusia lanjut maka akan segera diberangkatkan.

“Jadi kuota ini berlaku se indonesia dan diurutkan dari usia yang lebih tua untuk pemberangkatannya,” ungakapnya (cr2).

Ada Destinasi Wisata Wajib Kunjung

0
Lokasi Wisata di Batam.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tingkatkan intensitas kunjungan ke desnitasi sekaligus upaya memperkenalkan destinasi kepada wisatawan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mencanangkan paket wajib kunjugan ke destinasi tertentu.

Plt Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengatakan, hal ini ke depan akan diiringi dalam paket wisata yang dilaksanakan oleh agen travel.

“Ada paket-paket wajib, agensi akan memasukkan salah satu item (destinasi) yang telah kami tetapkan,” imbuh dia, Minggu (23/12).

Ia mengaku akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan travel agent yang ada. Kini, pihaknya mencatat sedikitnya ada 15 agen travel di Batam.

“Kan mereka setiap minggu keluarkan paket, kami minta dilaporkan. Item yang mereka jual, harus masuk destinasi yang kita tetapkan, ini akan kami koordinasikan,” papar dia.

Terobosan ini akan diangkat, salah satunya menepis anggapan bahwa Batam minim destinasi dan menunjukan potensi wisata Batam yang beragam, tidak hanya kaya akan kuliner dan jadi surganya belanja.

Ardi memaparkan, ada banyak yang dapat destinasi yang bisa agen travel ke destinasi. Misalnya, Makam Zuriat Nong Isa di bilangan Nongsa yang ia nilai akses ke destinasi ini sudah mumpuni dan didukung amenistas yang banyak karena banyak resort di sekitarnya. Sementara terkait pengembangan destinasi, pihaknya akan mengembangkan lebih lanjut termasuk perihal atraksi.

“Destinasi lain, seperti Dendang Melayu, Welcome To Batam. Ada banyak lagi yang lain,” katanya.

Menurut dia, peningkatan intensitas kunjungan ke destinasi akan membantu meningkatakan ekonomi, termasuk ekonomi berbasis masyarakat.

“Masyarakat dapat menjual produk kreatif mereka,” pungkasnya. (iza)

Unhas Sapa Alumni di Batam

0

batampos.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Direktorat Alumni dan Penyiapan Karir (DAPK) menyapa alumninya di Batam, Jumat (21/12/2018) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Golden Prawn itu mengambil tema Aga Kareba Alumni Unhas. Dihadiri Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, pengurus Ikatan Alumni Unhas dan alumni Unhas berbagai profesi.

Ketua Ikatan Alumni Teknik (Ikatek) Sumatera, Jamsir mengatakan, kegiatan Unhas menyapa alumni sangat bagus dan perlu dilanjutkan di daerah lainnya. Menurutnya, banyak alumni yang ingin berkontribusi kepada almamater namun tidak punya jalur untuk terhubung ke Unhas.

“Kita harapkan dengan program menyapa alumni ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi kampus yang kita cintai,” kata Jamsir.

Ia mengakui, sejauh ini hubungan antaralumni alumni Unhas di Batam terjalin baik. Mereka rutin berkumpul dan juga memikirkan kemajuan Kampus Merah.

Oleh karena itu, ikatan alumni Unhas Batam menyambut baik dipilihnya Batam sebagai tempat perdana program menyapa alumni.

Selain ramah-tamah, pertemuan tersebut juga diselingi sesi diskusi dengan para alumni yang hadir. Dimana alumni memberikan masukan positif untuk perkembangan almamater.

Rektor Unhas Dwia menyampaikan kesadaran Universitas untuk membangun komunikasi dengan alumni. Apalagi posisi alumni yang strategis dan memberikan dampak positif untuk kemajuan kampus.

“Sebagai institusi yang terus meningkatkan kualitas pendidikan dan juga pengakuan internasional, maka jalinan kerja sama dengan alumni menjadi sangat vital,” kata Dwia.

Diakuinya, peran alumni bukan hanya sebagai bagian eksternal melainkan internal di dalam pembangunan Unhas. Berbagai masukan alumni akan menjadi pertimbangan demi kemajuan kampus ke depannya. Dwia juga memaparkan jika Unhas saat ini berada di posisi 8 besar nasional.

“Biasanya posisi 17, 13 dan alhamdulilah tahun ini ada di posisi 8 nasional,” tuturnya.

Setelah Batam, program menyapa alumni dijadwalkan di kota lainnya. Pada Januari 2019, Unhas akan menyapa alumninya yang ada di Kota Banjarmasin. (rng)

MPV akan Tetap jadi Tren Mobil 2019

0
Desain kendaraan futuristik akan lebih diminati pada tahun 2019 ()

batampos.co.id – Tren mobil pada tahun 2019 nampaknya tidak mengalami perubahan yang besar. Menurut penuturan Donny Saputra, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mobil segmen MPV masih akan banyak diminati oleh sebagaian besar masyarakat Indonesia. Sementara, sedan kurang diminati.

“Masyarakat Indonesia umumnya lebih senang memilih kendaraan berkapasitas besar. Bisa digunakan untuk mengangkut keluarga,” tutur Donny saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com.

Penyegaran menjadi faktor utama yang harus diperhatikan untuk meracik kendaraan pada tahun 2019. Berbagai fitur yang disajikan harus bisa menunjang gaya hidup pengguna mobil yang bersangkutan.

Desain juga harus disesuaikan dengan perkembangan jaman. Misalnya desain futuristik yang bisa memberikan pilihan lain bagi konsumen.

Donny menjelaskan tren elektrifikassi akan semakin terasa nyata di tahun 2019. Namun menurutnya, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar pengembangan kendaraan berteknologi elektrifikasi bisa berjalan dengan baik.

Faktor pertama yang harus diperhatikan yaitu kegunaan kendaraan tersebut. Apakah kendaraan tersebut digunakan untuk menempuh jarak jauh atau hanya untuk menempuh jarak dekat. Untuk kemdaraan jarak jauh, maka teknologi baterai yang saat ini ada nelum mendukung. Pengembantan tenologi elektrifikasi juga harus disesuaikan dengan kondisi topografi.

Terkait dengan regulasi Euro4, maka pada tahun 2019 bisa dipastikan bahwa mobil baru yang beredar haru memenuhi standar Euro4. Terutama untuk kemdaraan yang diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Sebab di luar negeri regulasi Euro4 sudah tidak biaa ditawar-tawar lagi.

Faktor lain yang akan nerpengaruh terhadap dunia otomotif di tahun 2019 adalah regulasi. Isu berakhirnya program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) semakin santer.

Menyikapi hal itu, diperkirakan pabrikan akan mengeluarkan model baru yang sejalan dengan regulasi yang berlaku, atau malah melakukan modifikasi pada model lama agar sesuai dengan regulasi.

Segmen LCGC juga akan terus berkembang di masa depan. Masyarakat Indonesia nampaknya sangat antusias menanggapi teknologi cerdas yang diterapkan di kendaraan. Selain itu, faktor kecepatan juga tetap menjadi pioihan utama bagi konsumen.

Nisaan akan nampaknya tahun depan akan pebih gencar menawarkan Nissan Intelligent Mobility. Teknologi ini memadukan kenyamanan dan teknologi. Di antaranya yaitu Intelligent driving, Intelligent power, dan Intelligent connectivty.

(wzk/JPC)

Disduk Capil Wajib Jemput Bola

0
Seorang warga Bintan sedang merekam data e-KTP di kantor Disdukcapil Bintan, Senin (5/3). F. Slamet/batampos.co.id.

batampos.co.id – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar meminta jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) daerah wajib pro aktif jemput bola perekaman KTP elektronik (e-KTP) pada 27 Desember 2018. Program ini serentak di 514 kabupaten/kota.

Langkah ini dilakukan untuk mengejar kekurangan sisa 2,6 persen penduduk wajib ber-KTP yang belum melakukan perekaman.
Informasi ini dituangkan dalam Surat Edaran Mendagri yang ditandatangani Dirjen Dukcapil Nomor: 471.13/24150/DUKCAPIL Tanggal 17 Desember 2018 yang ditujukan kepada seluruh bupati/walikota.

Surat Edaran ini diharapkan tersosialisasikan juga kepada seluruh instansi pemerintahan di daerah, camat/kepala distrik, lurah, kepala desa/kepala kampung, kepala dusun, kepala lingkungan RW/RT agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Bahtiar juga berharap ada partisipasi aktif masyarakat, Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pim-pinan perusahaan swasta, BUMN, dan pihak terkait lainnya untuk turut membantu lakukan sosialisasi Jemput Bola Perekaman e-KTP secara serentak di seluruh Indonesia.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri telah membuka call centre untuk membantu pelayanan e-KTP kepada masyarakat.

“Silakan hubungi di nomor telepon 1500537,” ujarnya.

Bahtiar menjelaskan, meski pada 27 Desember 2018 dilakukan perekaman e-KTP jemput bola serentak di seluruh Indonesia, tetapi proses pelayanan perekaman ini tidak berhenti di situ saja. Walaupun cuma 1 hari secara serentak nasional di lakukan perekaman, bukan berarti perekaman jemput bola berhenti 1 hari di tanggal 27 Desember 2018.

Pelayanan jemput bola perekamanan e-KTP serentak secara Nasional ini diarahkan kepada pemilih pemula, di SMU, SMK, Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren, pemilih di Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan serta tempat lainnya yang memiliki jumlah pemilih yang terkonsentrasi, seperti perusahahaan, perkantoran dan tempat usaha lainnya.

“Prinsipnya seluruh jajaran Dukcapil daerah terus melakukan pelayanan jemput bola sepanjang ada masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-el, baik individu, komunitas masyarakat, perusahaan, pabrik-pabrik, perumahan-perumahan, pengelola apartemen, dan lain sebagainya yang menghubungi jajaran Dukcapil, baik pusat dan daerah untuk dilakukan perekaman KTP-el,” terangnya.

Kapuspen Bahtiar juga menyampaikan optimismenya pelayanan jemput bola perekaman KTP-el serentak secara nasional pada tanggal 27 Desember 2018 dengan didukung semua pihak.

“Kami optimis jika seluruh masyarakat aktif melakukan perekaman maka perekamanan KTP-el bisa kita tuntaskan menuju Single Identity Number (SIN) pada Tahun 2019,” tutupnya. (jpnn)

BP Batam Tetap Fokus Cari Investor

0

batampos.co.id – Rencana pergantian bos BP Batam yang akan dirangkap secara ex officio oleh Walikota Batam tak memengaruhi kinerja BP Batam.

Saat ini BP Batam tetap fokus mencari investor untuk menanamkan modalnya di Batam.
Setelah Singapura, Amerika, dan Tiongkok, BP Batam mendorong investasi semakin ba-nyak masuk dari negeri jiran Malaysia.

”Tahun 2017, Malaysia menempati urutan ketiga untuk investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah 7,78 juta dolar Amerika. 60 persen di antaranya menempati sektor utama yakni perdagangan, transportasi, dan industri,” kata Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Usaha BP Batam Purnomo Andiantono, Sabtu (22/12/2018).

Salah satu cara untuk menggaet investor dari negeri jiran tersebut adalah lewat temu muka antara BP dan calon investor saat acara forum bisnis di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Pelaku usaha dari Malaysia sangat tertarik dengan Indonesia karena sudah memiliki perizinan terintegrasi seperti Online Single Submission (OSS).

”Malaysia itu pasar ekonomi penting bagi Indonesia dimana investasi 2018 hingga September kemarin sudah mencapai 1,2 juta dolar Amerika,” sebut Andi.

Namun, investasi tersebut masih berkutat di sektor transportasi, pergudangan, agrikultur, dan industri makanan halal.

”Itu menandakan dekatnya hubungan antara kedua-nya,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia K.U. Hanan mengatakan acara temu muka ini dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

”Saya percaya kegiatan ini akan meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia khususnya dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedu-a negara,” ucapnya.

Fokus Bisnis Alih Muat Kapal

Tak hanya fokus mencari investor, BP Batam kini juga fokus menjalankan bisnis alih muat kapal di perairan Batam. Kepastian itu menyusul datangnya Kapal Ocean Explorer dari Singapura untuk menjalankan bisnis tersebut, Senin (17/12) lalu.

Setelah Ocean Explorer menambatkan jangkarnya di perairan Batam, dua kapal lagi asal negeri singa itu akan singgah di Batam dalam waktu dekat.

Dua kapal tersebut yakni kapal tanker Wu Yi San dan kapal kargo Kota Nipah. Kedu-anya akan ikut menjalankan bisnis alih muat kapal di pera-iran Batam dalam waktu dekat.

”Ini merupakan bentuk pemanfaatan perairan di Batam, tapi baru terealisasi di zaman Pak Lukita (Kepala BP Batam, red),” kata Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif, Sabtu (22/12/2018).

Ocean Explorer memiliki berat 62 ribu Gross Register Ton (GRT). Wu Yi San sekitar 164 ribu GRT dan Kota Nipah sekitar 80 ribu GRT. Ketiga kapal ini sangat ideal untuk menjalankan bisnis alih muatan kapal di laut dan juga SPBU terapung (Floating Storage Unit/FSU) karena ketiga-nya dapat menampung mi-nyak hingga 3 juta barel.

Dalam setahun, 60 persen kebutuhan minyak dunia melewati laut. Sepertiga di antaranya atau sekitar 16 juta barel melewati Selat Malaka.

”Dengan ini, Batam bisa menargetkan sekitar 20 per-sen sebagai keuntungan,” ujarnya.
Di sisi lain, Nasrul menceri-takan bahwa ketiga kapal ini pindah ke perairan Batam karena konflik perbatasan antara Singapura dan Malaysia. Sebelumnya, kapal-kapal ini beroperasi di sekitar Selat Seligi, perairan Malaysia.

”Indonesia diuntungkan dengannya. Karena pastinya pengusaha akan meletakkan kapalnya di tempat paling aman dan menguntungkan mereka,” ucapnya.

Kehadiran ketiga kapal ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan PT Agra Telaga Kajayan (ATK).

”Ada kegiatan ekonomi akan tumbuh dari kegiatan ini karena akan mendorong kebutuhan terhadap air bersih, buah-buahan, dan makanan. Total orang yang terlibat akan sangat banyak,” ungkapnya.(leo)

Kenaikan Harga Migas Picu Inflasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memprediksi pertumbuhan inflasi 2019 akan berada di kisaran 3,5 persen, sama seperti tahun ini.

“Peningkatan harga komoditas dunia seperti minyak dan gas bumi, itu jadi pemicu,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (22/12/2018).

Kenaikan tersebut juga akan memicu kenaikan harga tarif angkutan udara yang juga menjadi pendorong faktor inflasi. Begitu juga dengan peningkatan suku bunga Bank Sentral Amerika dapat menyebabkan imported inflation.

Imported inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga-harga komoditi di luar negeri khususnya dari negara asing yang memiliki hubungan perdagangan Indonesia. Contohnya Amerika dan Tiongkok.

Sejumlah faktor lain yang juga mendorong inflasi menjelang akhir tahun antara lain curah hujan dan gelombang tinggi yang secara musiman akan berlanjut sampai dengan awal tahun 2019. Ini memicu kelangkaan pasokan ikan segar, menghambat jalur distribusi bahan makanan, serta berdampak pada produksi sayuran.

“Peningkatan permintaan komoditas bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru juga bisa memicu inflasi,” katanya.

Makanya, untuk mencegah agar inflasi tidak naik tajam, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan membuat studi kelayakan bisnis pertanian menggunakan greenhouse dan agenda lainnya agar pasokan aman dan harga terkendali, sehingga keberlangsungan produksi bayam dapat lebih terjamin.

“Kemudian melakukan pemantauan pasokan secara berkala untuk menjamin ketersediaan bahan makanan serta menghindari penimbunan,” ucapnya.

Langkah berikutnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dengan BP BPOM dan distributor untuk mencegah peredaran makanan kedaluwarsa.

Lalu mengintensifkan kerja sama antar daerah yang telah disepakati untuk memenuhi pasokan bahan makanan menjelang akhir tahun. Terakhir menggelar operasi pasar dan pasar murah untuk stabilisasi harga.(leo)