Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 11582

Disbudpar Pemko Batam Usulkan 18 Event Crossborder

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menyonsong 2019, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mengusulkan 18 event crossborder ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Di antaranya Deepavali (Festival Cahaya Hindu), Chinese New Year, Bajafash, dan Silaturahmi Bawean.

”Ada beberapa yang lain juga (event yang diusulkan ke Kemenpar, red). Batam ini kan multikultur dan wisatawan yang hadir juga beragam, jadi kami coba akomodir kebutuhan mereka melalui kegiatan-kegiatan ini. Kami usulkan ke pusat melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri,” kata Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Minggu (25/11).

Menurutnya, kehadiran 18 event ini tak berarti menggeser kegiatan lainnya yang menampilkan ciri khas Melayu dan budaya dari masyarakat yang berasal dari daerah lain di Batam. Dengan beragam event ini, Pemko Batam akan meningkatkan fungsi Dataran Engku Putri sebagai ruang publik, dimana ke depan akan ada atraksi rutin setiap pekan dengan melibat pelaku pariwisata dan paguyuban di Batam.

”Kami bantu carikan sponsorship, seperti lighting dan sound system-nya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Kabag Humas Pemko Batam ini, menuturkan pihaknya juga telah menyurati semua pelaku pariwisata untuk melapirkan jenis kegiatan yang akan digelar 2019 mendatang. Nanti, usulan para pelaku pariwisata itu diverifikasi untuk dijadikan kalender event 2019.

Diakuinya, keterlibatan swasta sangat penting dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata daerah.

”Swasta memang harus terlibat, termasuk peran komunitas sangat besar,” sebutnya.

Ardi mengatakan, mem­bangun pariwisata hendaknya memperhatikan tiga hal, pertama aksesbilitas yang mumpuni di dukung inftastruktur yang memadai. Saat ini, lanjutnya, sedang digalakkan Wali Kota Batam Muhammad Rudi guna mendukung pembangunan kepariwisataan Batam dengan peningkatan dan pelabaran infrastruktur jalan.

”Kalau aksesnya jelek, gimana wisman mau ke Batam. Bagian inilah, karena memang memerlukan anggaran besar, maka Pemko Batam ambil alih,” imbuhnya.

Namun demikian, dia menegaskan Pemko Batam tidak abai akan pengembangan hal yang kedua, yakni atraksi melalui event-event.

”Program yang bagus kami pertahankan dan tingkatkan, seperti Kenduri Seni Melayu, festival kampun tua dan event-event busada lain,” ujarnya.

Ketiga adalah sektor amenitas. Dia menilai Batam sudah hadir dengan amenitas yang bagus, yakni adanya penginapan berkelas.

Sementara itu, ketika disinggung terkai pencapaian kunjungan wisman tahun 2018 ini, ia mengungkapkan sudah tembus angka 1,3 juta per September lalu. Untuk itu, ia yakin angka tersebut akan terus naik hingga akhir tahun ini.

”Jadi kami sangat optimis target (kunjungan wisman, red) 1,8 juta orang tercapai,” pungkasnya.(iza)

Harga Tiket Pesawat Mulai Naik

0

batampos.co.id – Natal dan Tahun Baru masih beberapa pekan lagi, namun harga tiket sudah mulai merangkak naik. Dari pantauan Batam Pos di laman penjualan tiket online, rata-rata harga tiket ke beberapa daerah naik Rp 100 ribu hingga 250 Ribu dibandingkan harga Ambang Batas Bawah.

Lonjakan tiket ini diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

“Kelihatannya semua mendekati ambang atas,” kata Suwarso, Sabtu (24/11).

Naiknya harga tiket, kata Suwarso dibarengi dengan banyaknya pemesanan tiket dilakukan masyarakat. “Sistemnya itu, bila semakin banyak membeli, semakin tinggi harga tiketnya. Tapi kalau pemesanan rendah, harga turun,” ujarnya.

Selain itu, maskapai Citilink dan Lion Air membatalkan sejumlah penerbangan ke beberapa daerah. Pembatalan ini dikarena, beberapa pesawat mereka harus menjalani perawatan. “Persiapan mereka untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Contohnya Citilink Batam ke Jakarta itu dihilangkan satu penerbangan, jadi fokus pemesanan ke flight yang tersisa saja. Ini meningkatkan jumlah pemesanan tiket,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, penyebab lainnya yakni berbagai macam kegiatan diadakan di Batam. Suwarso mencatat dalam minggu-minggu ini ada tiga kegiatan salah satunya acara Golf yang dihelat BP Batam. “Semua orang pada datang ke Batam, tentu meningkatkan pemesanan tiket,” ucapnya.

Naiknya harga tiket dibenarkan juga oleh Manager Lion Air Area Batam, M Zaine Bire. Dari semua rute dilayani Lion Air, harga tiket yang paling melonjak rute Batam ke Medan. “Kisaran Rp 900ribu hingga Rp 1,3,” ucapnya.

Ia mengatakan penerbangan rute Batam ke Medan selalu penuh. “Penuh, dan harganya Rp 1,3 juta,” ungkapnya singkat.

Dari pantauan Batam Pos di laman penjualan tiket online, tiket rute Batam ke Medan dalam dua pekan ke depan dijual dikisaran harga Rp 1juta. Sementara itu rute Batam ke Jakarta dijual dengan harga Rp 750 ribu hingga Rp 1,4 juta. Lalu rute Batam ke Padang dijual dengan harga dikisaran Rp 650ribu.

Harga tiket ini diprediksi akan terus naik, karena menjelang Natal serta Tahun Baru. (ska)

MA Vonis Bebas Harris Arthur Hedar

0

batampos.co.id – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Harris Arthur Hedar dalam kasus suap yang menyeret penyidik Mabes Polri AKBP Brotoseno. Putusan tersebut menggugurkan vonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menghukum Harris dengan hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

“Mengabulkan permohonan kasasi Harris Arthur Hedar,” demikian bunyi putusan majelis kasasi MA seperti dikutip dalam website Direktori Putusan MA, Minggu (25/11).

Perkara dengan nomor 1643 K/PID.SUS/2018 itu diadili oleh majelis hakim Suhadi dengan anggota Krisna Harahap dan Abdul Latief.

Majelis hakim memvonis bebas Harris Artur Hedar terkait dengan kasus dugaan suap Raden Brotoseno, Kanit V Divisi III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

“Iya diputus bebas,” ujar Suhadi saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, putusan bebas itu tidak bulat kesepakatan majelis hakim. Menurutnya, terdapat perbedaan pendapat atau dissenting opinion (DO) dengan dua hakim lain.

“Di putusan itu saya DO, mengenai pertimbangannya silakan baca di website kalau sudah dipublish,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula saat Mabes Polri menangkap penyidiknya AKBP Brotoseno tekait kasus pemberian hadiah atau penyuapan lebih dari Rp 1 miliar. Dari penangkapan itu, berkembang yang kemudian menjerat Harris.

Pada sidang tingkat pertama, Pengadilan Jakarta Pusat, Harris dihukum tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kemudian pada tingkat banding, hukuman Harris dikurangi menjadi 1,5 tahun dan denda Rp 200 juta. Namun pada tingkat kasasi, Harris dinyatakan bebas oleh majelis hakim.(rdw/JPC)

BP Batam Kenalkan Potensi Wisata Batam

0
foto: cecep mulyana / batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya untuk memperkenalkan potensi sport tourism yang ada di Batam. Karena, Batam memiliki destinasi wisata golf yang belum banyak diketahui. Dengan begitu, BP Batam menggelar Turnament Batam Golf Adventures untuk perkenalkan ke mata internasional.

Dalam menggelar Turnament Batam Golf Adventures, BP Batam bekerjasama dengan Persatuan Golf Indonesia (PGI). Even itu digelar pada 23-24 November 2018. Sambutan terhadap kegiatan itu pun sangat positif. Itu ditandai dengan ikutnya 2.271 peserta dari dalam dan luar negeri.

Ribuan peserta itu akan berlaga di 6 Lapangan golf yang ada di Kota Batam, diantaranya Soutlinks Golf; Tering Bay Golf; Batam Hills Golf; Golf Sukajadi; Indah Puri Resort; serta Palm Springs golf.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, dampak yang langsung dirasakan, tingginya tingkat hunian hotel di Batam. Ia berharap, Batam Golf Adventures 2018 kali ini menjadi event sport tourism yang mampu mengenalkan destinasi wisata golf yang ada di Batam.

Dengan begitu, akan ada kemungkinan turis akan kembali datang untuk menikmati lapangan golf berstandar internasional yang ada di Batam. Sehingga dapat membantu pemerintah dalam pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara di Batam.

“Dari jumlah peserta yang ikut, ada tujuh ratus lima puluh peserta dari luar negeri. Ini hal positif untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Batam,” kata Lukita di sela ia menyaksikan turnamen yang diadakan di lapangan Golf Palm Spring, Kecamatan Nongsa, Sabtu (24/11).

Turnament Batam Adventure Golf ini rencananya akan menjadi event tahunan. Agar wisatawan lokal maupun wisatawan asing dapat mengagendakan kegiatan destinasinya untuk berkunjung ke Batam. Hal ini, dianggap penting untuk Batam yang dikenal dengan kota industri. Ketika investor ingin berinvestasi di suatu negara, salah satu indikatornya adalah seberapa besar kunjungan wisatawan ke negara tersebut.

Sementara itu, Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Batam, Suyono menyampaikan, secara keseluruhan acara ini dapat digelar dengan baik. Bahkan diminati oleh pegolf dari seluruh penjuru dunia hingga melampaui batas target peserta. Semula panitia menargetkan 2 ribu peserta yang ikut berpartisipasi.

Jumlah peserta yang mencapai 2.271 orang ini menjadi catatan tersendiri. Dimana sebelumnya belum ada turnamen golf di Indonesia dengan peserta melebihi jumlah tersebut. Pada even serupa yang pernah digelar pada 201, jumlah peserta turnamen golf Wonderful Bogor Golf Tournament diikuti sebanyak 1.647 orang.

“Ini menunjukan bahwa Batam memiliki lapangan golf yang baik untuk ajang internasional maupun nasional. Kegiatan ini memberikan efek postif khususnya di bidang parawisata guna mendukung industri dan ekonomi kreatif di batam,” ujar Suyono.

(bbi/JPC)

Tahun 2019, KemenPUPR Bangun Tujuh Pelintas Air di Batam

0
Sebuah alat berat pengerukan tanah untuk pembuatan box culvert di Simpang kabil, Selasa (18/9). box culver yang dibuat untuk mengatasi banjir di persimpangan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) membangun tujuh pelintas air di Batam pada 2019 mendatang.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur menyebutkan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut survei titik banjir di sejumlah ruas jalan nasional oleh KemenPUPR dan DBM SDA Kota Batam beberapa waktu lalu.

“Tujuh pelintas air ini untuk menangani tujuh titik banjir di ruas jalan nasional,” kata dia, kemarin.

Rincian pembangunan pelintas air akan dilaksanakan di jalan dekat Simpang Raya Batamcenter (dekat bundaran Kabil), dekat vitka Farma Tiban, Putri Tujuh Batuaji, Pasar Melayu Batuaji, Simpang basecamp. “Itu beberapa yang saya hafal,” tambahnya.

Menurut dia, sepanjang 2019 proyek ini akan dilakukan bertahap. Yakni mempertimbangkan arus kepentingan masyarakat akan berlalulintas. Ia menilai, karena pembangunan pelintas air ini dilakukan pada jalan berjalur dua, teknisnya kelak bisa jadi akan menutup jalur yang sedang dikerjakan dan memanfaatakan jalur lain untuk kendaraan.

“Seperti yang dilakukan di Simpang Kabil. Tinggal nanti koordinasi dengan pihak terkait untuk pengaturan lalu lintasnya,” imbuh dia.

Yumasnur menambahkan proyek ini penting dilakukan karean di titik-titik yang disebutkan memerlukan pelintas air, karena infrastruktur yang sudah ada sudah kurang memadai sehingga menyebabkan air mengalir tidak lancar. “Jadi aliran air sering tersumbat. Akan dipasang box culvert yang lebih baik,” ucapnya.

Pembenahan drainase oleh pemerintah pusat sejatinya saling berkaitan dengan upaya Pemko Batam menata infrastruktur, terutama jalan.

“Saat pembangunan pelintas air nanti, kami juga turun menormalisasi bagian hilir parit,” terang Yumasnur. (iza)

Target Parkir Rp 30 Miliar Mustahil Tercapai, Prediksi Anggota DPRD Batam

0
Juru parkir di Komplek Ruko Tunas Regency, Sagulung memungut uang parkir dari pengemudi mobil, Jumat (23/11). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Target retribusi parkir yang diasumsikan Rp 30 miliar di tahun 2019 akan sulit tercapai. Apalagi melihat perbandingan realisasi tahun 2018 yang hanya ditargetkan sebesar Rp 10 miliar, namun baru terealisasi di angka Rp 6,05 miliar.

“Sangat sulit. Apakah bisa dipastikan target Rp 30 miliar retribusi parkir ini, minimal bisa menutupi biaya gaji jukir ini yang mencapai Rp 23 miliar,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Sallon Simatupang, kemarin.

Wacana penggajian jukir ini bukan kali pertama digaungkan. Sebelumnya tahun 2012 lalu, Dishub juga menyampaikan rencana ini. Asumsinya dengan menerapkan parkir berlangganan. Seiring waktu wacana itu hilang karena tidak ada kejelasan parkir langganan.

“Kalau belum sistemnya mustahil. Apakah Dishub bisa pastikan jukir tidak mengutip uang parkir, sementara jukir juga digaji dari APBD,” tegas Sallon.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menegaskan, Dishub tidak bisa asal-asalan memutuskan sesuatu yang menyangkut sebuah kebijakan. Perlu ada kajian dan analisis mendalam karena hal ini akan berimplikasi terhadap APBD kOta Batam.

“Kalau Rp 30 miliar ini tidak tercapai tentu dampaknya terhadap APBD Batam,” kata Uba.

Selain itu ia tidak melihat sistem apa yang akan digunakan dishub terkait penggajian jukir ini. Hal itupun juga belum pernah diuji cobakan. “Tidak cukup dengan asumsi-asumsi saja, bahwa dengan cara ini, target segini bisa tercapai,” tutur Uba.

Uba melihat asumsi target Rp 30 miliar retribusi parkir ini hanya untuk gagah-gagahan saja. Sementara tidak didukung sistem yang bisa diprtanggung jawabkan. “Seolah ini performancenya dishub dari pendapatan ini hebat, padahal realitanya kalaupun target tercapai Rp 30 miliar, biaya dikeluarkan Rp 23 miliar untuk jukir, masuk kas daerah tetap hanya Rp 7 miliar,” jelasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Mesrawati Tampubolon melihat belum ada dasar yang dipakai Dishub untuk menggaji jukir. “Logikanya saja target Rp 10 miliar saja tak bisa dicapai, apalagi sampai Rp 30 miliar, ini kami yang masih sangsi,” sesalnya.

Anggota komisi II DPRD Batam lainnya, Dandis Rajagukguk juga pesimis target tersebut akan mampu dicapai.

“Bagaimana mampu meraih Rp 30 miliar itu, sementara Rp 10 miliar saja targetnya tak tembus. Jangan seolah kami ini dibodoh-bodohin. Kami juga tidak yakin dengan target yang dipatok ini karena belum ada kajian yang betul-betul mendalam,” tanya Dandis.

Ia juga melihat target pendapatan retribusi parkir 2019 sebesar Rp 30 miliar ini hanya merubah sistem atau judulnya saja. Sebab dari Rp 30 miliar itu nantinya, yang Rp 23 miliar untuk bayar gaji jukir. Sedangkan hanya Rp 7 miliar saja masuk ke kas daerah.

“Itu judulnya saja yang berubah, apakah nantinya mampu Dishub mampu mengawasi semua jukir di lapangan,” tegasnya.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Aman menyebutkan, asumsi potensi retribusi parkir harus berbading lurus dengan jumlah kendaraan yang ada di Batam saat ini. Ia melihat potensi Rp 30 miliar itu masih jauh dari potensi. Begitu juga biaya yang harus dikeluarkan pemerintah daerah sangat besar, sehingga asumsi pendapatan masih sangat belum maksimal.

“Targetnya memang besar, tapi yang masuk kas daerah hanya Rp 7 miliar,” tegasnya.

Aman juga mengatakan, setiap kali asumsi retribusi parkir yang diberikan tidak pernah tercapai sesuai target. Hal ini tentu menjadi pertimbangan banggar untuk meloloskan sistem yang diajukan dishub tersebut. “Di banggar kita akan evaluasi. Kalau memang usulan ini tidak berkontibusi dan targetnya sulit tercapai, untuk apa kita sepakati,” jelas Aman lagi.

Sebelumnya, Dishub Batam merencnakan pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp 30 miliar di tahun 2019. Asumsinya setiap jukir akan digaji setiap bulan dari APBD. Kepala Dishub Batam, Rustam Efendi menyebutkan, setiap jukir akan diberikan gaji sebesar Rp 3,2 juta dengan jumlah jukir mencapai 600 orang. Sementara sisanya diberikan untuk tim pengawas di lapangan.

“Untuk sistem penggajian memang kita arahkan kesana (penggajian jukir). Namun apa formulanya nanti bersama DPRD Batam kita cari formula terbaik,” jelas Rustam. (rng)

Target Pendapatan Pajak Hotel Naik Signifikan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan target pendapatan sektor pajak hotel pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019. Peningkatan target akan difokuskan terhadap sektor hotel non berbintang.

“Mengenai target pajak hotel non berbintang tahun 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 97,98 persen,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin.

Menurutnya, peningkatan target ini sudah melalui analisa potensi yang ada. Adapun target pajak hotel 2019
sebesar Rp 115,6 miliar. Dimana pajak hotel non berbintang menyumbang Rp 10,6 miliar.

Sementara itu untuk secara keseluruhan target pajak daerah Kota Batam dalam APBD 2019 mendatang sebesar Rp 1.05 triliun. Angka ini, lanjutnya, naik sekitar 13 persen dibanding target pajak daerah di APBD 2018 yakni Rp 937,5 miliar.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan kenaikan target pajak ini sudah mempertimbangkan optimalisasi alat perekam transaksi atau tapping box.

“Semua target lima jenis pajak itu dengan memperhitungkan maksimalisasi fungsi tapping box,” kata Azman.

Sampai akhir 2018 ini, BPPRD targetkan 500 tapping box telah terpasang di 1.500-an wajib pajak. Ada empat jenis pajak yang dipasang alat perekam transaksi di mesin kasir wajib pajaknya yakni pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir. Sedangkan satu pajak daerah lainnya yang dioptimalkan yakni pajak reklame namun tanpa tapping box.

Azman mengatakan untuk tahun 2019 mendatang belum diketahui berapa banyak tapping box yang akan dipasang. Karena tergantung pada Bank Riau Kepri sebagai penyedia alat.

“Kita maksimalkan dulu fungsi 500 yang ada. Untuk 2019 akan dibahas kembali dengan Bank Riau Kepri,” ujarnya. (rng)

Pembangunan Masjid Agung di Batu Aji Selesai Agustus 2019

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Tahun 2019 mendatang pembangunan masjid Agung Sutan Riyath Syah rampung dikerjakan. Pembangunan masjid direncanakan selesai sebelum kontrak berakhir.

“Kalau tidak ada masalah, Agustus tahun depan sudah selesai pembangunannya,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, Sabtu (23/11).

Masjid berkapasitas 20 ribu jemaah ini dirancang tidak saja untuk tempat ibadah melainkan juga tujuan wisata religi ke depannya. Masjid dilengkapi berbagai fasilitas berstandar tinggi guna menunjang kemegahan masjid.

“Jadi memang sudah dikonsep untuk wisata religi,” sebutnya.

Tahun depan untuk finalisasi pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 134 miliar. Di tahun ketiga pengerjaannya tersebut masih ada 40 persen dari pembangunan dan arsitektir masjid yang akan dikerjakan.

“Target hingga akhir tahun 60 persen. Jadi sisanya dilanjutkan di tahun depan. Semoga semua lancar,” sebutnya.

Suhar menambahkan persiapan untuk operasional masjid juga sudah dilakukan seperti pengelolaan masjid nantinya. “Iya itu lagi dibahas juga. Kami bisa belajar sama daerah lain yang sudah punya masjid besar lebih dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata mengatakan ke depan masjid agung ini akan dijadikan destinasi wisata wajib bagi travel agen. “Jadi mereka yang bawa tamu harus dan wajib membawa ke destinasi wisata yang tengah dikembangkan Pemko Batam,” ujarnya.

Nanti ada beberapa paket wisata yang ditawarkan untuk dikunjungi. Saat ino semua sedang dibangun. Tahun depan semua rampung. Ia menyebutkan ada galeri hasil batik lokal, ada galeri hasil UKM hingga destinasi wisata religi.

“Nanti travel agen bisa menjual paket tersebut kepada wisatawan mereka,” ucap pria yang pernah menjabat Kabag Humas Pemko Batam ini.(yui)

Ada Fashion Show Busana Berbahan Kertas Koran

0
Salah satu peserta.
foto: batampos.co.id / suparman

batampos.co.id – Meramaikan acara fun walk Batam Pos, Panitia menggelar acara lomba fashion show berbahan kertas koran.’

Pesertanya pun banyak.

Kreasinya pun oke punya.

Siapa yang akan menyabet juara pertama? Saat ini tengah dilakukan penjurian.

Anda belum terlambat untuk menyaksikannya.

Mari kumpul di Bundaran BP Batam. Menikmati acara sekaligus mencicipi hasil kreasi UKM Batam yang berderat di bawah tenda putih di pinggir jalan. (ptt)