Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 11583

8 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Jepang

0
foto:Jinjin/trover.com

Sudah punya rencana liburan ke Jepang? Setelah mendapatkan tiket pesawat pulang pergi, ada delapan hal penting yang harus disiapkan sebelum berangkat ke sana. Dengan persiapan yang baik, tentunya liburan kemanapun akan lebih lancar dan tentunya menyenangkan.

Apa saja sih yang harus disiapkan sebelum ke Jepang? Simak di sini yuk…

Belajarlah Bahasa Jepang Dasar

Tidak semua orang bisa berbahasa Inggris, jadi sebaiknya belajar bahasa Jepang dasar untuk memperlancar komunikasi. Kuasai setidaknya kalimat sapa, kalimat tanya dasar seperti ke mana, di mana dan sebagainya.

Buat Rencana Perjalanan

Membuat rencana perjalanan adalah hal penting sebelum liburan ke Jepang. Tentukan tempat-tempat yang akan dituju, dan dari sini akan terlihat seperti apa rute perjalanan selama berada di Jepang. Rencana perjalanan ini juga penting untuk menentukan moda transportasi yang akan digunakan nanti.

Perhatikan Rencana Transportasi Antar Tujuan

Setelah membuat rencana perjalanan, ada baiknya membuat rencana transportasi. Dari satu tempat ke tempat lainnya, moda transportasi apa yang paling pas dan terjangkau.
Jepang punya jalur bus dan kereta yang berbeda pengelolaan pada masing-masing kota. Harus lebih teliti memperhatikan semuanya agar tidak tersesat dan budget tak bengkak.
Siapkan Uang Tunai, Karena Kartu Kredit Tidak Selalu Bisa Digunakan

Meski berlaku secara internasional, namun kartu kredit tidak selalu bisa digunakan di Jepang. Beberapa tempat dan toko di Jepang ada yang lebih memilih pembayaran tunai dari turis asing daripada pembayaran dengan kartu. Jadi sebaiknya tukarkan uang tunai sejak dari Indonesia.

Siapkan Fisik Prima

Banyak tempat di Jepang yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sehingga sebaiknya siapkan fisik prima untuk jalan-jalan di Jepang. Selain membuat tubuh lebih sehat, jalan kaki di Jepang juga akan membuat budget transportasi lebih murah. Jadi, siapkan fisikmu sejak sebelum berangkat ya.

Pilih Penginapan Sesuai Budget

Jepang adalah salah satu negara termahal di dunia, dan itu juga termasuk hotel. Agar bujet tetap aman, ada pilihan untuk menginap di dormitory atau di hostel. Menyewa rumah penduduk lokal juga bisa jadi pilihan yang lebih murah daripada menginap di hotel.

Pelajari Sopan Santun Standar di Jepang

Adat dan kebudayaan setiap negara berbeda, demikian pula dengan tingkat kesopanan. Jepang sendiri sangat mengutamakan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan hal ini sebaiknya disiapkan dan dipelajari sejak sebelum berangkat.
Sopan santun dasar yang dengan mudah dijumpai adalah kebiasaan orang Jepang untuk saling membungkuk untuk menyapa satu sama lain. Selain itu mereka juga sangat menghormati orang tua, dan mendahulukan mereka dimanapun, terutama di angkutan umum.

Sewa WiFi Jepang

Untuk memudahkan perjalanan di Jepang, selalu terhubung dengan internet adalah hal yang paling utama. Agar koneksi internet tetap lancar, sebaiknya sewa WiFi Jepang sejak dari Indonesia.

Pertimbangkan untuk menyewa WiFi Jepang dari Traveloka, yang dengan mudah diaktifkan di negara tujuan. Ada banyak pilihan operator bisa pilih, seperti Ninja Traveler, Sakura Mobile Japan, Java MiFi dan IziRoam Japan Travel WiFi.

Dengan koneksi internet mumpuni, masalah rute, makanan, dan bahasa bisa diselesaikan dengan menggunakan ponsel. Satu lagi, bulan November – Desember warga Jepang bersiap-siap menghadapi musim dingin, siapkan jaket dan sweater yang paling nyaman bila kamu akan berlibur kesana dalam waktu dekat!

Melatih Konsentrasi Dengan Golf

0

Menyusuri padang rumput sembari bermain golf mungkin masih dinikmati oleh sebagian kalangan terutama kalangan atas dan orang-orang dewasa saja. Golf memang identik sebagai olahraga orang kaya dan orangtua. Namun jangan salah, banyak pegolf yang menempati posisi 10 besar dunia adalah anak muda.

Sudah saatnya, generasi muda mulai melirik olahraga yang satu ini. Dibanding sepakbola, olahraga golf bahkan lebih menjanjikan untuk dijadikan hobi maupun profesi. Sebuah fakta bahwa golf adalah permainan individu. Pegolf bebas untuk memutuskan kapan dan dimana berlatih serta turnamen seperti apa yang ingin diikuti.

Permainan golf tidak hanya menawarkan tantangan mengasah keterampilan fisik namun juga kemampuan untuk tetap tenang dan fokus. Olahraga golf membutuhkan pengendalian emosi yang prima. Musuh utama pemain golf bukan orang lain, namun musuhnya adalah emosi dirinya sendiri.

Golf membiasakan kita untuk berani membidik target yang jauh meskipun lubangnya kecil dan mungkin nyaris sulit terlihat. Namun semua itu sangat mungkin untuk dituju. Olahraga golf juga sangat seru untuk dimainkan bahkan oleh anak muda karena alasan berikut :

ATB Golf Tournament 2018 yang berlangsung di Lapangan Golf Sukajadi Sabtu (17/11) lalu.

1. Back to Nature
Suasana lapangan golf dengan hamparan padang rumput hijau, pepohonan bahkan danau yang luas membuat kita lebih dekat dengan alam. Sepanjang bermain golf, kita akan disuguhkan pemandangan dan udara segar untuk dinikmati.

2. Melatih Fokus dan Konsentrasi
Hormon endorphine yang dilepaskan saat kita berolahraga mampu mengurangi tingkat stress dalam tubuh. Golf membutuhkan fokus yang tinggi sehingga akan melatih konsentrasi menjadi lebih tajam.

3. Membuka Peluang Bisnis
Banyak pengusaha muda menjadikan golf sebagai ajang menambah relasi bisnis. Saat bermain golf bersama, kesempatan untuk bertukar pikiran dan melobi mitra semakin terbuka lebar.

4. Strategi dan Solusi
Stik golf ibarat sebuah tool dalam perusahaan. Tool itu terdiri dari sumber daya manusia dan aset atau pabriknya. Jika pegolf salah menggunakan tool, maka hasilnya tidak akan sesuai harapan. Pegolf juga harus memastikan tingkat kemiringan lapangan, arah angin dan sebagainya. Terbiasa membaca situasi akan mempengaruhi keahlian mengambil keputusan.

Untuk wilayah Batam, pegolf memiliki banyak pilihan untuk fasilitas padang golf. Ada Southlink Golf, Tering Bay Golf, Batam Hills Golf, Golf Sukajadi, Indah Puri Resort dan Palm Spring Golf dengan beragam fasilitas yang ditawarkan baik untuk pemula maupun pegolf ahli.

ATB Golf Tournament 2018 yang digelar Sabtu (17/11) lalu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Isdianto bersama Presdir ATB, pembukaan dilakukan berupa pemukulan bola asap.

Berlangsung di Padang Golf Sukajadi, turnamen dihadiri oleh 134 orang dan diikuti oleh 100 pegolf, dengan memperebutkan total hole in one (trhee holes) Rp 150 juta beserta hadiah lucky draw. Turnamen yang dimulai pukul 07.00-12.30 WIB dimenangkan oleh Iswadi dengan meraih Best Gross Overall, serta Best Net Overall dimenangkan oleh Gatot Idham Danal.

Tournament yang telah dimulai sejak tahun 2012, sebagai wadah bagi para pemain golf untuk menguji kemampuan bermain sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pemain yang sehari-hari disibukkan dengan beragam aktivitas bisnis.

“Turnamen golf ini sempena hari jadi ATB ke 23 tahun, terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi sehingga acara turnamen golf dapat terlaksana dengan baik,” jelas Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto Antonius MM.

Apapun handicaps anda, olahraga golf memberikan banyak afirmasi positif untuk menstimulasi otak, berinteraksi sosial dan mempertajam konsentrasi dengan cara yang menyenangkan. (*)

 

Harga Tomat Melompat

0
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

batampos.co.id – Harga tomat di Batam melompat hingga Rp 2.500 per buah.

Mahalnya harga tomat diduga karena dari daerah peng-hasil banyak gagal panen karena curah hujan tinggi dalam sebulan terakhir ini. Bahkan tingginya harga tomat membuat komoditas ini langka di pasaran. Kalau pun ada yang menjual, kualitasnya sudah tak segar lagi.

Neti, pedagang sayur di Pasar Tos 3000 Jodoh menyebutkan harga tomat naik dua kali lipat. Sebelumnya masih dijual Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram (kg), namun saat ini dibandrol Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kg. ”Bulan lalu harganya masih Rp 7.000 per kilo, sekarang sudah Rp 15.000 per kilo,” ujar Neti, Selasa (27/11).

Menurut dia, tomat yang ia jual berasal dari daerah Medan. Diduga tingginya curah hujan di daerah tersebut membuat sebagian hasil ladang petani gagal panen. ”Kalau hujan terus, tomat bisa cepat masak dan busuk,” sebutnya.

Dijelaskan Neti, satu kilogram tomat berisi 6-9 biji. Tergantung ukuran tomat. ”Kalau besar, satu kilo dapatnya sedikit. Rp 15.000 dibagi enam saja itu sudah Rp 2.500 per buah,” terang Neti.

Melambungnya harga tomat juga dirasakan warga yang berbelanja di pasar Bengkong. Harga tomat perkilonya Rp 16000-20.000. ”Beli tomat seperempat kilo Rp 5000, dapatnya cuma tiga, itu pun ukuran kecil,” ujar Tika.

Tidak hanya tomat, harga jenis sayur-sayuran lainnya juga mengalami kenaikkan. Seperti sayur kol dijual Rp 13 ribu per kg, sawi putih Rp 12 ribu per kg, dan kangkung Rp 13 ribu per ikat. Rata-rata harga sayur mayur mengalami kenaikkan Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu setiap per kg.

Edi, pedagang di Pasar Sagulung mengatakan, sejak sebulan terakhir harga sayuran tidak menentu dan cenderung terus naik. Diakuinya harga dari pemasok mengalami kenaikan. Ia menduga kenaikan harga ini dipengaruhi rendahnya tingkat panen petani karena saat ini sudah memasuki musim hujan.

”Harga sayur dan cabai memang tidak menentu, dari pemasok baik dari Jawa dan Mataram, NTB selalu tinggi,” ujarnya.

Cabai Berangsur Stabil

Sementara itu, harga cabai dan sayur yang mendapat perhatian khusus Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam itu, berangsur-angsur turun. Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Sagulung, terus mengalami penuruan dalam seminggu terakhir. Semua jenis cabai rata-rata mengalami penurunan harga sekitar Rp 10 ribu per kg.

Di Pasar Fanindo misalnya, cabai merah dijual Rp 35 ribu per kg atau turun sebesar Rp 5 ribu dari sebelumnya di kisaran Rp 40 ribu per kg. Cabai setan turun menjadi Rp 65 ribu per kg dari sebelumnya Rp 70 ribu per kg. Begitu juga cabai rawit hijau, kini harganya Rp 33 ribu dari sebelumnya Rp 38 ribu per kg.

Rian, pedagang di Pasar Fanindo mengatakan, harga cabai turun sejak seminggu terakhir. Namun dia meyakini harga cabai masih belum stabil hingga akhir tahun.

”Harga cabai masih tetap seperti kemarin, cabai merah setan sekarang Rp 60 ribu per kg. Warga beli paling ya satu ons saja,” ujarnya.

Terkait ketidakstabilan harga sejumlah kebutuhan di pasar, menurut Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi persoalan harga memang bukan masalah sederhana. ”Petani harus dijaga kehidupannya kemudian masyarakat harus mampu membeli dengan harga murah dan pedagang bisa meraup keuntungan. Mudah-mudahan harga berangsur stabil hingga akhir tahun ini,” terangnya, kemarin.

Stok Daging Beku Aman hingga Akhir Tahun

Stok daging sapi beku dipastikan aman hingga akhir tahun. Begitu juga soal harga dipastikan tetap stabil atau tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan harga. Ini ditegaskan William dari PT Batam Frozen Food selaku distributor daging sapi kepada Batam Pos siang kemarin.

”Saat ini harga daging sapi beku masih sama seperti bulan sebelumnya. Dari kami distributor untuk kualitas bagus Rp 80 ribu per kilo. Nanti pedagang menjual bervariasi, ada Rp 85 ribu, Rp 87 ribu per kg. Stoknya juga kami pastikan aman hingga akhir tahun. Sekarang kami punya stok seratusan ton lebih,” sebutnya.

William mengakui stok daging di gudangnya harganya bervariasi. Tak hanya daging dengan harga Rp 80 ribu per kg, tapi juga ada Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kg.

”Harganya yang bervariasi ini sesuai kualitas daging sapinya,” ujarnya.

Senada dikatakan Acin, pemilik PT Kartika Inti selaku distributor daging sapi beku dan ayam potong es. Dia juga menjamin stok daging sapi dan ayam potong beku digudangnya mencukupi hingga Natal dan akhir tahun nanti.

”Soal harga tak ada kenaikan ataupun penurunan, stabil alias sama seperti bulan lalu,” jelasnya.

Acin menyebutkan harga daging sapi beku dengan kualitas bagus dijual Rp 80 ribu.

”Kami juga punya (daging sapi beku, red) harga di bawah itu, hingga paling murah Rp 65 ribu per kg. Tentunya kualitasnya tidak sama dengan harga Rp 80 ribu per kilo,” terangnya.

Acin juga mengakui masih memiliki stok hingga seratus ton lebih di gudang miliknya. Cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam. ”Kalau untuk ayam potong beku, memang beberapa hari ini mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kg, sekarang turun jadi Rp 28 ribu per kilo. Dan stok ayam beku juga aman hingga akhir tahun,” tegasnya.

Kendati demikian, Acin tidak menjamin harga ayam potong beku akan tetap stabil hingga akhir tahun. ”Biasanya jelang perayaan Natal dan Tahun Baru permintaan ayam potong meningkat. Itu nanti harga juga akan mengikuti permintaan. Bila permintaan tinggi, biasanya harga akan naik juga,” jelasnya.

”Tapi intinya stok ayam potong dan daging sapi beku aman hingga akhir tahun nanti,” sambung Acin meng­akhiri.(she/cr1/gas)

Berburu Tiket Mudik Natal

0
Antrean di loket Pelni

batampos.co.id – Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019, permintaan tiket mudik angkutan laut semakin meningkat. Tidak saja PT Pelni, pemudik juga mulai memesan tiket angkutan laut tujuan Dumai.

Kepala Bidang Kapal DPC INSA Batam, Asmadi menyebutkan Dumai merupakan salah satu jalur alternatif yang dipilih pemudik saat kehabisan tiket KM Kelud dan angkutan udara.

Ia menyebutkan permintaan tiket kapal tujuan Dumai masih berjalan seperti biasa. Asmadi mengungkapkan lonjakan pemudik terjadi dua minggu menjelang natal.

“Sekarang masih biasa saja. Dua minggu lagi lah baru terlihat jumlah permintaan,” kata Asmadi, Selasa (27/11).

Untuk harga tiket jelang mudik natal, ia menjelaskan tidak ada perubahan harga sama seperti sebelumnya. Tiket satu kali berangkat tujuan Dumai dijual Rp 350 ribu. Saat ini tiket yang tersedia cukup banyak. Jadi pemudik tidak usah khawatir.

“Namun biar nanti tidak kehabisan lebih baik dipesan saat ini,” lanjutnya.

Terkait kesiapan armada, Asmadi menambahkan tidak ada masalah. Pihaknya memastikan alat keselamatan tersedia di kapal. Untuk cuaca sendiri, pihaknya selalu berkoordinasi dengan kesyahbandaran sebel berangkat.

“Tinggal rapat dengan KSOP saja lagi. Mungkin dalam waktu dekat ini ada undangan rapat persiapan mudik natal,” ujar Asmadi.

Sementara itu, pemesanan tiket di loket PT Pelayarana Nasional Indonesia (Pelni) terus berlanjut. Antrean calon pemudik masih terjadi demi mendapatkan tiket mudik.

Rohana Panjaitan calon pemudik mengaku sudah mengantri sejak pukul 08.00 WIB. Ia berencana pulang ke Medan untuk merayakan natal bersama keluarga.

“Saya lima orang berangkat anak dan suami. Kami ambil yang ekonomi saja. Sekalian libur sekolah anak-anak,” kata perempuan yang sehari- hari berjualan di Pasar Seken Aviari ini.

Manager Operasional PT Pelni Batam, Dwiki Darmawandi mengatakan penjualan tiket masih terus dibuka. Untuk setiap kelas selalu berubah- rubah karena penjualan online. “Jadi kami tak bisa memastikan jumlah tiket. Karena sekarang calon penumpang bisa beli tiket dimana saja, tak seperti dulu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan ada puluhan ribu yang disediakan jelang natal dan tahun baru. Arus mudik diperkirakan mulai terjadi tanggal 8 hingga 23 Desember mendatang.(yui)

BPTP Kepri Jalin Kerja Sama dengan Batam Pos dan batampos.co.id

0
Direktur Harian Pagi Batam Pos yang juga Direktur Utama batampos.co.id, Guntur Marchista Sunan (jas hitam) bersama Kepala BPTP Kepri Muzi Istianto (kemeja putih) menunjukkan dokumen MoU yang telah ditandatangani, Rabu (28/11), disaksikan kepala SMK 1 Gunung Kijang Suhono.
(Cipi Ckandina/Batam Pos)

batampos.co.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepri Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan, resmi menjalin kerja sama dengan Harian Pagi Batam Pos dan jaringan media online terbesar di Kepri, batampos.co.id.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kepala BPTP Kepri, Mizu Istianto dengan Direktur Harian Pagi Batam Pos sekaligus Direktur Utama batampos.co.id Guntur Marchista Sunan, di kantor BPTP Kepri, Jalan Pelabuhan Sungai Jang nomor 38, Tanjungpinang, Rabu (28/11).

Kerja sama yang mencakup pemberitaan dan penyebarluasan informasi berbagai program serta diseminasi inovasi teknologi pertanian BPTP Kepri ini, berlangsung selama dua tahun. Kerja sama juga dilakukan BPTP Kepri dengan SMK 1 Gunung Kijang, Bintan. MoU ditandatangani kepala SMK 1 Gunung Kijang, Suhono dengan BPTP Kepri.

“Penyebarluasan informasi dan berita sangat penting, agar dapat sampai kepada masyarakat serta instansi terkait. Untuk itulah kami menggandeng Batam Pos dan batampos.co.id karena memiliki pembaca terbanyak serta jangkauan terbesar,” kata Istianto.

Sementara, Guntur mengatakan, kepentingan Batam Pos tidak hanya berkaitan dengan bisnis semata. Melainkan juga ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan Kepri di berbagai sektor.

“Batam Pos dan batampos.co.id punya kewajiban untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Kepri. Baik itu di sektor ekonomi, pembangunan, pertanian, dan sektor-sektor lainnya,” katanya. (cca)

Dinkes Pemko Batam Usulkan 10 Puskesmas BLUD

0
Pemotor melintas dekat Puskesmas, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (22/11). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengusulkan 10 puskesmas yang ada di Batam untuk mejadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi mengatakan puskesmas yang disulkan merupakan puskesmas yang berpenghasilan tinggi dan dinilai mampu menjalankan dan mengelola sistem keuangan BLUD. Seperti puskesmas Sekupang yang sudah memiliki pelayanan yang baik dan pasien yang cukup banyak.

“Kalau BLUD mereka diberikan kewenangan penh dalam mengelola keuangan dan operasinal puskesmas mereka,” ujarnya.

Didi menjelaskan, BLUD bisa meningkatkan pelayanan di puskesmas. Misalnya, kalau keuangan dikelola sendiri jika kekurangan obat mereka bisa beli sendiri. Selain itu jika kurang tenaga mereka bisa rekrut dan menggaji sendiri.

“Jadi mereka memiliki kewenangan penuh untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk pasien,” sebutnya.

Peralihan teknisnya juga masih dibahas. Karena, Dinkes masih mempersiapkan drafnya. Apakah nanti akan langsung BLUD, atau bagaimana, ia menunggu hasil rapat dengan pimpinan.

“Peralihan nantinya ada pendataan. Ada penilaian puskesmas juga. Ada dari Dinkes, Sekda, Akademisi, dan BPKAD. Baru dilaporkan ke Kementerian,” katanya.

Secepatnya, penilaian akan dilakukan dengan harapan selesai akhir tahun 2018. Sehingga, 2019 puskesmas sudah BLUD dan pelayanan ke masyarakat bisa lebih baik kedepannya.

Setelah dijadikan BLUD, pemerintah tetap akan mengevaluasi puskesmas setiap tahun. Dalam 3 tahun berjalan, akan ada penilaian. Jika penilaian dibawah 81, maka BLUD bisa dicopot.

“Jadi puskesmas harus bekerja keras agar nilainya baik. Kalau baik, BLUD sebagian bisa jadi BLUD penuh,” katanya.

Didi mengatakan, Batam sudah jauh tertinggal dari kabupaten/kota lain. Di Bintan contohnya, sudah ada enam puskemas yang sudah BLUD. Hasilnya, pelayanan ke masyarakat sangat baik.

“Kita belum. Makanya kita gesa. Kalau BLUD kan segi keuangan tak ribet. Jadi sehi pelayanan akan meningkat,” katanya.(yui)

Pemda Natuna Diminta Genjot PAD

0

batampos.co.id – Sejumlah fraksi DPRD Natuna meminta pemerintah daerah terus berupaya dengan membuat terobosan baru untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2019 pada rapat paripurna pandangan akhir fraksi, Senin (26/11) malam.
Pasalnya, penerimaan PAD Natuna hanya kisaran Rp 50 miliar. Kondisi ini menyebabkan keuangan Natuna tidak stabil atau defisit.

Sekretaris Fraksi Golkar, Eri Marka menilai pendapatan perlu ditingkatkan agar penerimaan daerah bertambah dan tidak hanya mengandalkan dana perimbangan. Apalagi saat ini dana bagi hasil migas untuk Natuna terus merosot.

”Pemerintah daerah dapat menggenjot pendapatan dari potensi pariwisata. Saat ini penerimaan retribusinya maupun pajak sangat rendah. Tidak sebanding belanja kegiatan pariwisata,” kata Eri Marka.

Pihaknya juga meminta pemerintah daerah meleng-kapi sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Natuna. Tujuannya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Natuna. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Saran dan masukan DPRD kepada Pemerintah Daerah juga menyangkut pembangunan di daerah yang masih berjalan. Di antaranya pembangunan pasar modern dan gedung DPRD yang belum selesai.

Bahkan, Fraksi Demokrat meminta pemkab menghentikan sementara proyek yang tersandung masalah, seperti proyek pembangunan museum bahari.

Tidak hanya itu, Ketua Fraksi Gernas (Gerindra Nasdem) Jarmin Sidik meminta, agar pemkab meninjau setiap kegiatan atau pembangunan di kecamatan, supaya menerima porsi proporsional dengan skala kebutuhan masyarakat. Tujuannya dapat merealisasi visi dan misi bupati dan wakil bupati.

”Kami juga meminta agar pengelolaan keuangan lebih transparansi dan akuntabel, karena masih banyak OPD yang terkesan menutupi. Kalau tidak salah kenapa harus takut,” ujar Jarmin.

ilustrasi

RAPBD Natuna 2019 Rp 1,135 Triliun

Sementara itu, DPRD Natuna menyetujui rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Natuna tahun 2019 mendatang sebesar Rp 1,135 triliun.

Persetujuan RAPBD tersebut dituang dalam pandangan akhir fraksi, Senin (26/11) malam. Paripurna DPRD yang dihadiri bupati dan wakil bupati tersebut disetujui enam fraksi.
Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, DPRD sudah membahas RAPBD secara bersama dan waktu yang ditentukan sebesar Rp 1,135 triliun, angka tersebut tidak ada perubahan dari angka yang disampaikan dalam nota keuangan sebelumnya.

Dalam laporan akhir fraksi, APBD Natuna tahun 2019 bersumber dari sektor pendapatan dan penerimaan daerah lainnya. Di antaranya PAD sebesar Rp 56,575 miliar. Ditambah dana perimbangan sebesar Rp 910,268 miliar, terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak, DAU dan DAK.

Pendapatan daerah juga bersumber dari pendapatan yang sah Rp 168, 674 miliar, di antaranya pendapatan dana BOS, dana hasil pajak Provinsi Kepri, dana desa dan dana insentif daerah.

Dimana belanja tidak lang-sung sebesar Rp 491 miliar, belanja langsung sebesar Rp 778 miliar.

Dikatakannya, APBD Natuna 2019 mendatang diharapkan dapat mengakomodir kegiatan pemerintah yang bersifat skala prioritas dan kegiatan pembangunan yang dapat bermanfaatkan untuk masya-rakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

”RAPBD tahun 2019 ini akan diserahkan kepada gubernur untuk dievaluasi,” katanya.
Dalam pandangan akhir fraksi tersebut pemaparan APBD hanya secara global. (arn)

Ada Aturan Baru dalam Permenaker 15/2018, tentang UMS

0
Pekerja sedang mengobrol saat jam istirahat di galangan kapal di Seilekop, Sagulung.
foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Upah Minimum pada 23 November kemarin. Dengan Permenaker ini, penetapan Upah Minimum Sektoral (UMS) harus melalui persetujuan bipartit atau antara pengusaha dan pekerja.

”Permenaker ini lebih tegas dari Permenaker Nomor 7 Tahun 2013 silam. Kemudian, untuk menentukan industri unggulan, variabelnya dikurangi,” kata Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti, Selasa (27/11).

Empat variabel tersebut antara lain kategori usaha sesuai klasifikasi baku lapa-ngan usaha Indonesia (KBLI) lima digit, perusahaan dengan skala usaha besar, pertumbuhan nilai tambah dan produktivitas tenaga kerja.

Sebelumnya, ada tujuh variabel yakni homogenitas perusahaan, jumlah perusahaan, jumlah tenaga kerja, devisa yang dihasilkan, nilai tambah yang dihasilkan, kemampuan perusahaan, asosiasi perusahaan, dan serikat pekerja serta serikat buruh terkait.

”Kami sebelumnya sudah menetapkan industri unggulan. Tapi karena Permenaker terbaru ini keluar lagi, kami akan panggil lagi pelaku usaha. Mungkin minggu depan,” paparnya.

Terpisah, Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan bahwa peme-rintah tak bisa menetapkan UMS tanpa adanya kesepa-katan antara asosiasi pengu-saha dan serikat pekerja di sektor industri unggulan.

”Apindo mengingatkan lagi kepada wali kota dan gubernur bahwa UMS Batam 2019 tidak bisa ditetapkan jika tak ada kesepakatan antara asosiasi pengusaha dan serikat pekerja,” ucapnya.

Permenaker ini merupakan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Sebelumnya, penetapan UMS ini selalu menjadi polemik karena dianggap tidak pernah sesuai kesepakatan bipartit.

”Kita berharap semua pihak bisa memahami Permenaker baru ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam Alfi Toni me-ngatakan, regulasi dalam Permenaker 15/2018 sebenar-nya tak jauh beda dengan aturan yang ada sebelumnya tentang penentuan UMS. Termasuk, dalam PP 78/2018 tentang Pengupahan yang mensyaratkan penentuan UMS juga harus melalui kesepakatan dua pihak, serikat pekerja dan asosiasi pe-ngusaha.

”Tapi masalahnya, di Batam tidak semua sektor ada asosiasi usahanya,” kata dia.

Menurut Toni, tidak kunjung dibentuknya asosiasi sektor usaha oleh kalangan pe-ngusaha di Batam, bisa dipahami oleh kalangan pekerja. Pasalnya, jika ada asosiasi sektor usaha maka tuntutan untuk membahas UMS bersama pekerja semakin mudah.

”Jadi mereka berpikirnya, untuk apa mendirikan asosiasi kalau ujung-ujungnya mereka harus membayar lebih (angka UMS biasanya di atas UMK, red),” papar­nya. (leo)

Diingatkan Kembali, Gas 3 Kg Dilarang Dijual Eceran

0

batampos.co.id – Keluhan sebagian masyarakat yang sulit mendapatkan jatah Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) kerap terdengar dalam sebulan terakhir. PT Pertamina (persero) mengklaim penyaluran gas bersubsidi tersebut justru banyak, bahkan bejibun melebihi jumlah rumah tangga miskin.

Sales Executive LPG Pertamina Kepri Andri Setyawan mengatakan, rata-rata konsumsi per bulan sebanyak 900 ribu tabung. Sedangkan rumah tangga miskin hanya 50 ribu.

Di Batam ada sebanyak 1.449 pangkalan yang dilayani 11 agen. Adapun kuota untuk Batam pada tahun 2018 ini, sebanyak 45 juta kg.

Ia menghitung, dari data konsumsi bulanan, pemenuhan kebutuhan untuk masya-rakat miskin sejatinya sudah 18 tabung per bulan, sementara kebutuhan rumah tangga miskin hanya empat sampai lima tabung per bulan.

”Sebut saja kebutuhan lima tabung per bulan, 13 tabung kemana?” Tanya Andri saat pengawasan lapangan LPG 3 kg di beberapa pangkalan LPG PSO di Kecamatan Batam Kota dan Sagulung, Selasa (27/11) kemarin.

Ia menduga, sebagian besar gas 3 kg justru dinikmati oleh rumah tangga kaya dan usaha yang omsetnya terbilang tinggi. Untuk diketahui, kata dia, selain rumah tangga miskin, pengguna LPG adalah UMKM yang omsetnya Rp 300 juta setahun, atau rata-rata Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per hari. Jika omset di atas angka tersebut, dalam hal pemenuhan LPG tidak disebut UMKM. Kebutuhan UMKM diprediksi hanya 4 kali lipat kebutuhan rumah tangga miskin.

”Berarti itu (kelebihan LPG) ke rumah tangga mampu dan restoran dengan omset besar,” sebutnya.

Ditanya soal penindakan, ia mengaku Pertamina tidak bisa berbuat banyak tentang penindakan pengguna akhir (masyarakat) gas subsidi tersebut. Dalam hal ini hanya bisa mendukung upaya pemerintah daerah dan polisi turut andil.

”Kami ini hanya penyalur, yang itu (pengawasan pengguna akhir) ada di pemerintah setempat atau kepolisian,” imbuhnya.

Pertamina, lanjutnya, hanya bisa memberikan sanksi pada pihak yang terkait kontrak dengan Pertamina, yakni agen (agen membawahi pangkalan) yang terikat kontrak dengan Pertamina. Dari mengurangi alokasi, pemutusan hubungan usaha baik sementara maupun permanen.

Bahkan, ia menegaskan di Batam tidak boleh ada pengecer. Dengan kata lain, penjualan di kios-kios maupun pinggir jalan tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan aturan.

”Ada perwakonya juga, pangkalan yang jual ke pengecer bisa diberikan sanksi tadi,” tambahnya.


Petugas Disperindag, Pertamina, Hiswana Migas melakukan pengawasan ke beberapa Panggalan Gas 3 kilo, Selasa (27/11). Terlihat petugas melakukan dialog himbauan dan sosialisasai salah satu pangkalan di pasara Megalegenda Batamkota agar mereka menjual LPG 3kg dengan harga 18 ribu .F Cecep Mulyana/Batam Pos

Penegasan agar pengguna akhir juga diawasi disampaikan Branch Marketing Manager Pertamina Wilayah Kepri, Oos Kosasih di kantor Disperindag Batam, sesaat sebelum pengawasan ke sejumlah pangkalan kemarin. Oos menilai sosialisasi kepada pengguna akhir sangat penting karena Pertamina sudah menyiapkan gas yang cukup.

Ia juga menyinggung selama ini yang kerap ’disalahkan’ adalah Pertamina dan agen jika terjadi kelangkaan gas subsidi.

”Padahal tertulis untuk masyarakat tidak mampu, jangan sampai restoran-restoran pakai itu. ASN (aparatur sipil negara, red) saja tak boleh loh pakai (gas, red) 3 kg kan,” tegasnya.

Oos mengatakan, pengawasan kali ini memang berawal dari keluhan yang selama ini muncul dipermukaan. Selain itu juga untuk mengetahui persedian menjelang Natal dan Tahun Baru. Pengawasan bersama Disperindag Batam, Disperindag Kepri, Hiswana Migas, dan polisi kali ini ditujukan untuk melakukan sosialisasi, bukan penindakan.

”Ini tak boleh terjadi. Ke depan harus ganti, misal saja 10 tabung per hari ke rumah makan, padahal untuk warga miskin. Kami tak punya hak untuk menindak itu,” kata dia.

Untuk agen, ia menilai harus memenuhi pangkalan dan selanjutanya pangkalan harus memenuhi kebutuhan warga sekitar tanpa melayani kebutuhan warga lain.

”Saya sih berharap ke pengguna akhir yang memang tidak berhak untuk memakai yang juga dipantau,” harapnya.

Ia mengatakan, bahkan di lapangan LPG dijual bebas di pinggir jalan seperti di Simpang Barelang, padahal hal ini tidak sesuai aturan.

”Yang tambal ban ada izin pangkalan tak, kalau tidak ada itu bukan pangkalan kami, itu pengecer. Sama yang jual makanan di pinggir jalan, loh kalau omset di atas Indomaret masa iya pakai 3 kg,” sesalnya.

Diakuinya, Simpang Barelang memang menjadi salah satu target pengawasan. Sesampai di lokasi tim melihat langsung aktivitas penjualan gas LPG 3 kg satuan di pinggir jalan, dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu pertabung, sedangkan harga ecera tertinggi hanya Rp 18 ribu pertabung.

”Tidak boleh lagi ya bu. Penjualan gas subsidi ini hanya di pangkalan resmi,” kata Kepala Bidang Perindustrian dan ESDM Batam, Januar.

Mendapati penjualan ilegal itu, pihak Disperindag menempelkan kertas berisi tulisan pengumuman sekaligus peringatan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi.

”Dilarang memperjual belikan LPG PSO (LPG 3 kg-bersubsidi) selain di pangkalan resmi,” demikian bunyi pengumuman ini.

Soal penindakan pengguna akhir, pihaknya mengaku akan menelusuri agen yang menyalurkan LPG secara tidak prosedural tersebut dan akan berkoordinasi dengan Pertamina.

”Kalau jelas pangkalan yang bermain akan cabut izinnya,” tegasnya.

Sebelum beranjak ke Simpang Barelang, tim berkesempatan mengecek salah satu pangkalan yang dimiliki Ipah Isnawati di Mega Legenda, Batam Kota. Sang pemilik mengaku beberapa hari lalu, pangkalannya memang terus didatangi orang, bahkan warga diluar wilayah yang mereka harus penuhi kecukupannya. ”Saya bilang gas habis oleh orang-orang di sini, banyak UKM ke tempat saya, satu orang dapat 2 sampai 4 tabung,” imbuh Ipah.

Pangkalan lain yang didatangi tim adalah Pangkalan Nofrina Yanti, Kecamatan Sagulung. Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi mengatakan, untuk menindaklanjuti keluhan dan laporan masyarakat.

”Untuk menindaklanjuti itu, kita bertindak. Ini kita kasih peringatan dulu yang melanggar. Termasuk yang menjual di pinggir jalan,” bebernya.

Zarefriadi menuturkan, langkah Disperindag tersebut untuk memberikan peringatan ke agen atau pangkalan yang menjual gas subsidi ke kios atau warung untuk dijual kembali.

”Sudah kasih peringatan. Ke depan tidak bisa lagi. Kita pembinaan dulu. Nanti agen dan pangkalan yang nakal akan dievaluasi izinnya. Kita akan cabut kalau pangkalan bermain,” tegasnya.(iza)

Gubernur Kepri Minta Pabrik Limbah Plastik Ditinjau Ulang, Jika ….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun angkat bicara menanggapi polemik rencana investasi daur ulang limbah plastik di Batam. Gubernur meminta rencana investasi itu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Kata Nurdin, aspek lingkungan adalah salah satunya. Jika aktivitas pabrik itu nantinya berpotensi menimbulkan pen­cemaran lingkungan dan ber­dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, ia memin­ta supaya rencana investasi itu ditinjau ulang.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat melihat produk makanan hasil karya Pengurus DPK Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepri yang di pamerkan saat acara pengukuhan pengurus HKTI Kabupaten/Kota se-Kepri di Hotel Planet Holiday, Selasa (27/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Kalau memang berdampak (buruk bagi lingkungan) tak mungkin (diizinkan). Kami lihat juga seperti apa pernyataan pemerintah pusat,” kata Nurdin saat di Batam, Selasa (27/11).

Seperti diketahui, sebelumnya Menko Maritim Luhut Bin­sar Panjaitan secara tegas me­minta agar rencana investasi pabrik limbah plastik itu dibatalkan. Ia menyebut pa­­brik tersebut berpotensi me­­nimbulkan bahaya bagi kesehatan lingkungan dan warga.

Namun saat ditanya sikapnya, Nurdin enggan menjawab se­cara gamblang. Ia hanya kembali menegaskan agar rencana pembangunan pabrik oleh investor asal Tiongkok itu tetap mempertimbangkan berbagai konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.

“Semua harus dipertimbangkan dan dasarnya seperti apa,” kata Nurdin.

Hal senada disampaikan anggota DPD RI asal Kepri, Haripinto Tanuwidjaja.
Menurut dia, semua kegiatan investasi harus mematuhi aturan yang ada.

Termasuk aturan dan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Semua kegiatan industri ada dampak lingkungannya. Yang terpenting adalah studi Amdal-nya dilakukan dengan benar dan jangan sengaja dipersulit,” kata Haripinto, Selasa (27/11).

Termasuk soal proses impor bahan baku. Menurut Har­i-pin­to, perusahaan harus mengikuti rambu-rambu mengenai impor limbah plastik dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 39/2009 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (non B3) seperti limbah plastik.

Menurut peraturan tersebut, kata Haripinto, pengadaan limbah non B3 sebagai bahan baku dari sumber di luar negeri harus tetap perhatikan upaya perlindungan lingkungan hidup di dalam negeri. Sehingga importasinya perlu dilakukan secara terkendali dan terbatas.

Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan, importir limbah plastik harus mendapatkan rekomendasi dari Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup.

“Ketentuan juga berlaku bagi eksportir limbah plastik dari negara asal yang menjamin bahwa limbah plastik yang diekspor sama sekali tidak berbahaya lingkungan,” katanya.

Setelah itu, ketika limbah plastik akan masuk ke Indonesia harus diverifikasi secara teknis oleh surveyor yang telah memenuhi persyaratan teknis dan ditetapkan oleh kementerian terkait. Surveyor tersebut contohnya adalah Succofindo.

Haripinto meyakini jika importir limbah plastik dan investor yang menanamkan modalnya di sektor ini mengi-kuti peraturan, maka tidak akan ada dampak negatif terhadap lingkungan.
Peneliti dari Indef Bhima Yudhistira mengatakan Batam tak bisa menolak industri yang masuk karena memang membutuhkannya.

“Kalau sekarang, semua industri harus welcome. Karena investasi lagi berkurang. Kalau investasi baru ditolak, nanti agak susah,” paparnya.

Namun ia mengimbau, agar industri pengolahan plastik di Batam bisa lebih memaksimalkan potensi limbah plastik domestik daripada mengimpor limbah dari luar negeri. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari jumlah itu sebanyak 3,2 juta ton terbuang ke laut.

Sedangkan Plt Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid mengap-resiasi rencana para investor pabrik daur ulang limbah plastik yang bakal membangun fasilitas pemusnah limbah (incenerator) di sekitar pabrik.

Ia berharap, jika rencana investasi tersebut terealisasi, para investor komitmen dalam hal penanganan limbah sehingga tak mencemari lingkungan sekitar pabrik. Jika ini dijalankan, Rafki yakin semua pihak termasuk Apindo akan mendukung kegiatan industri daur ulang limbah plastik itu.

“Dengan catatan dampak negatifnya benar-benar diminimalisir,” kata Rafki, Selasa (27/11).
Dalam hal ini, Rafki juga mengajak semua pihak belajar dari Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu sengaja melarang pabrik daur ulang plastik karena dianggap mencemari lingkungan.

“Jadi, Tiongkok itu semakin lama semakin maju. Negara yang semakin maju akan sensitif dengan isu lingkungan. Gara-gara ini mereka tutup. Intinya ini bisa menjadi pengalaman buat kita pengusaha di sini,” katanya.

Sebelumnya, Rafki secara tegas menentang rencana investasi dan pembangunan pabrik daur ulang limbah plastik di Kawasan Industri Wiraraja Batam. Namun kemarin Rafki menyebut, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi, bukan atas nama Apindo Batam.

“Itu bukan sikap Apindo Batam, melainkan pendapat pribadi,” kata Rafki.

Sementara itu Ketua Kadin Kepri Ahmad Makruf Maulana memastikan perusahaan yang bergerak di bidang plastik tetap akan mengikuti aturan main yang ada. Perusahaan plastik di Batam tidak akan pernah mencemari lingkungan. Terlebih para pengusaha sudah mengajukan permohonan kementerian lingkungan hidup untuk pembuatan insenerator.

“Semua ada prosesnya. Tetapi intinya kita semua pengusaha sudah sepakat akan membuat insenerator. Jadi, pencemaran lingkunggan tidak akan terjadi seperti yang dikhawatirkan,” katanya.

Makruf mengatakan pihaknya akan mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang ada di Batam. Dan tentunya dengan memasukkan sejumlah perusahaan ke Batam, maka akan banyak efek positifnya untuk Batam.

Saat ini juga sedang diadakan kajian di pusat mengenai permasalahan tersebut. Ia berharap nantinya kajian ini menjadi jawaban atas masalah ini.

“Tetapi intinya, semua perusahaan yang ada di Batam yang bergerak di bidang plastik akan tetap peduli dengan lingkungan,” katanya.(she/ian/leo)