Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11584

Amankan Lahan Sangketa, Tim Terpadu Bubarkan Penjaga Lahan di Marina

0
Tim terpadu mencabut pisang warga yang ditanam di lahan perumahan developer di Tanjungriau, Sekupang, Rabu (5/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Terpadu kota Batam tertibkan sekelompok massa yang menduduki lahan perumahan di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Rabu (5/12/2018) pagi.

Penertiban ini sempat diwarnai aksi perlawanan dari kelompok massa yang menduduki lahan namun berhasil dipaksa mundur oleh seratusan tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam BP.

Oleh tim terpadu, perwakilan kelompok massa disarankan untuk menempuh jalur hukum jika mereka memiliki kekuatan hukum untuk hak atas lahan seluas 5 hektare tersebut.

Kepala seksi pengamanan lingkungan dan patroli Ditpam BP Batam Poraem Sinambela yang mewakili Tim Terpadu menjelaskan, lahan tersebut telah dialokasi BP Batam ke pihak pengembang. Segala perizinan sudah lengkap. Namun belakangan kelompok massa tersebut klaim memiliki hak juga diatas lahan yang sama.

“Persoalan ini sudah lama. Sebelumnya sudah ada ganti rugi. Sekarang dipersoalkan lagi. Jadi kami sarankan selesaikan secara hukum saja biar tak berlarut-larut,” ujar Poraem.

Sebelum didatangi Tim Terpadu, lahan tersebut dijaga ketat oleh sekelompok massa tadi sejak sebulan belakangan ini. Padahal diatas lahan yang sama sedang ada pembangunan perumahan. Namun pembangunan dihentikan oleh kelompok massa tadi.

Dengan adanya kesepakatan itu, tim terpadu berharap agar kelompok massa tadi tidak lagi mengganggu aktifitas pekerja di proyek perumahan itu. “Nanti kalau proses hukum kalian menang ya silahkan mau diapain. Tapi sekarang jangan ganggu mereka lagi karena mereka (pihak pengembang) punya legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Poream. (eja)

BLINK Masuk Kepri Mall Januari Mendatang

0
Petugas BLINK

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengujicoba layanan BP Batam Layanan Keliling (BLINK) ke Mall pada Januari mendatang. Uji coba pertama akan dilakukan di Kepri Mall.

“Kita juga akan menambah empat armada lagi sehingga nanti akan ada enam armada,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto, Rabu (5/12).

Ujicoba pertama akan dilakukan dalam jangka waktu terbatas, yakni dari pukul 13.00 WIB sampai jam tutup mall. Sedangkan petugas akan ditempatkan setiap hari mulai dari Senin hingga Minggu.

“Kita akan tambah personel untuk mengawasi mobil-mobil tambahan tadi. Begitu juga dengan penambahan personel di mall, juga beda lagi dengan personel yang bertugas di mobil,” paparnya.

Sedangkan unutk pelayanan keliling ke pemukiman penduduk, Bambang mengaku masih akan melakukan survey lagi. Rencananya akan dilakukan pada akhir bulan.

Blink kata Bambang mendapat banyak tanggapan positif dari masyarakat. Dari survey yang telah dilakukan, banyak masyarakat yang menginginkan agar Blink hadir di tengah pemukimannya dan kalau bisa ditambah waktu operasionalnya. Bahkan ada yang meminta agar Blink beroperasi di malam hari.

“Masih dikaji apakah itu memungkinkan. Tapi yang jelas, bulan ini belum. Blink masih akan beroperasi di perumahan-perumahan saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, BP Batam mencatat jumlah transaksi yang dilakukan masyarakat melalui BLINK mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Pada periode pertama diluncurkan, ada 56 pemohon dan nilai yang dibayarkan sebesar Rp 613 juta hingga akhir Agustus. Kemudian pada periode kedua, Oktober, mengalami peningkatan. Ada 107 pemohon dan besaran nominal yang dibayarkan sekitar Rp 914 juta.(leo)

Bidik Dua Lokasi Baru Untuk Parkir Khusus

0
Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan yang akan parkir di kawasan Nagoya.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah membidik dua lokasi baru untuk diterapkan parkir khusus, dengan demikian ada pendapatan tambahan bagi kas daerah. Dua lokasi ini yakni Pelabuhan Domestik Sekupang dan Pelabuhan Punggur.

“Selama ini dikelola BP Batam. Jadi (pendapatan) belum ada ke kita,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Rabu (5/12).

Menurutnya, terlebih dahulu Pemko Batam akan menjalin koordinasi dan diskusi dengan BP Batam terkait rencana ini. Ia mengaku sejauh ini belum ada pembicaraan satukalipun.

“Kami akan jajakilah, kelak kalau dikelola pihak ketiga, ya ada pajaknya untuk ke daerah,” imbuhnya.

Bukankan jika satu lokasi tempat ditetapkan PNBP oleh BP Batam dan pajak daerah ke Pemko Batam, tarif parkir akan lebih mahal, soal ini Raja mengaku penerapan tarif akan sesuai dengan aturan yang ada. “Tarif parkir kan ada dalam perda, tak boleh lebih, artinya enggak ada mahal-mahalnya,” terangnya.

Sementara ini, sedikitnya ada 12 parkir khusus yang kini aktif di Batam. 11 di antaranya sudah terpasang alat pencatat transaksi (tapping box). satu lainnya yang belum terpasang yakni di Pelabuhan Internasional Sekupang. “Pemasangan di pelabuhan internasional sekupang akan masuk dalam target 500 tahun ini,” terangnya.

Titik parkir khusus lain yang sudah terpasang seperti, DC Mall, BCS Mall, Nagoya Hill, Panbil Mall, Kepri Mall, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Mega Mall, harbourbay, juga Elisabeth.

Sementara secara umum tapping box kini sudah terpsang 301 alat, tersebar di pajak hiburan, parkir, restoran dan hotel.

Lanjutan pemasangan untuk memenuhi target 500 hingga akhir 2018, menunggu kedatangan alat guna melanjutkan program pemasangan alat pencatat transaksi (tapping box). Sembari menunggu kedatangan alat dalam beberapa hari ke depan, pihaknya sedang memasang alat server pendukung (tapping server).

“Barangnya masuk, nanti langsung kami pasang. Kami tetap yakin 500 alat terpasang akhir tahun,” pungkasnya. (iza)

Polisi Tangkap Seorang Pemalsu Dokumen

0

batampos.co.id – Seorang warga Taman Indah Cipta 2, Batuaji ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang, Selasa (4/12/2018) lalu. Andi Metro, 32 nekat memalsukan sejumlah dokumen seperti dokumen kependudukan maupun Surat Izin Mengemudi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, penangkapan terhadap Andi ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat terkait beredarnya sejumlah dokumen yang diduga palsu. Dari informasi itu, selanjutnya dilakukan penyelidikan dan mengamankan Andi di rumahnya.

“Pelaku kita amankan sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya. Selanjutnya, pelaku ini kita bawa ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangannya oleh penyidik kita,” ujarnya.

Dikatakan Andri, dalam menjalan aksinya pelaku akan mencetak dokumen sesuai dengan permintaan pelanggannya. Dalam mencetak dokumen palsu itu, pelaku hanya menggunakan satu unit laptop dan satu buah mesin printer. Sementara, untuk tarif yang dipasangnya setiap menerbitkan dokumen palsu, ia mematok tarif yang beragam.

“Kalau untuk KTP palsu, pelaku ini mamtok harga sebesar Rp 300 ribu. Harga setiap dokumen berbeda-beda, sesuai dengan permintaan dari pelanggan dan jenis dokumen yang diminta oleh pelanggan,” katanya.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 2,4 juta, satu unit ponsel, satu unit laptop, satu unit mesin printer, 30 lembar KTP sudah jadi, satu lembar blangko SIM A palsu siap dicetak, 17 lembar blangko KTP palsu, 17 lembar ijazah palsu sudah jadi dan 111 lembar blangko ijazah palsu siap dicetak.

“Saat ini, penyidik masih memintai keterangan dari tersangka untuk mengembangkan kasus ini. Sementara barang bukti sudah kita amankan dan dibawa ke Polres,” tuturnya. (gie)

Penipuan Loker di Sagulung Diduga Libatkan Oknum Pihak Perusahaan

0
Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko menunjukkan kwitansi pembayaran oleh korban kepada pelaku Milda saat ekspos bersama tersangka, Rabu (5/12/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Sagulung terus dalam kasus penipuan lowongan kerja yang memakan banyak korban di Sagulung. Selain telah menahan Milda Sari, pelaku yang memintah uang dari para korban, polisi juga akan memeriksa pihak perusahaan yang dijanjikan oleh Milda kepada para korban.

Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko menuturkan, penyelidikan kasus penipuan loker ini masih terus berlanjut. Sejauh ini pihaknya telah menerima 64 laporan dari para korban dengan total kerugian mencapai Rp 300 san juta.

“Korban yang sudah melapor ada 64. Kemungkinan masih ada yang lain belum lapor. Masing-masing menyerahkan uang mulai dari Rp3 juta hingga Rp 9 juta,” kata Dwihatmoko, Rabu (5/12).

Upaya penyelidikan selanjutnya, polisi juga akan menelusuri pihak perusahaan yang dijanjikan oleh Milda kepada para korban. Polisi ingin membuktikan alibi Milda yang mengaku tidak sendirian menggunakan uang yang diminta dari para korban tersebut.

“Katanya sih ada lagi yang menerima uang itu. Orang perusahaan. Ini yang akan kami telusuri lebih lanjut biar tak asal ngaku-ngaku,” ujar Kapolsek.

Dalam kasus penipuan ini Milda mencantumkan dua nama perusahaan ternama di Mukakuning sebagai perusahaan yang akan menerima para korban untuk bekerja. Para korban diminta uang mulai Rp 3 juta hingga Rp 9 juta sesuai dengan masa kontrak kerja yang dijanjikan.

Setelah terima uang dari para korban, Milda malah menghilang ke kampung halamannya di Sumatera Selatan. Para korban yang kebingungan karena tak kunjung bekerja akhirnya melapor ke Mapolsek Sagulung.

Saat kembali ke Batam Milda dibekuk, Sabtu (1/12) lalu. “Dia ini sebenarnya sudah lama menekuni kegiatan seperti ini. Cuman sebelum-sebelumnya berhasil (memasukan orang ke perusahaan). Karena saat sudah masuk ada yang tak mau bayar, makanya dia minta bayar didepan kepada para korban ini,” ujar Dwihatmoko.

Keberhasilan Milda sebelumnya itu juga menguatkan dugaan polisi jika aksi penipuan ini melibatkan orang lain termasuk pihak perusahaan. Ini yang akan ditelusuri lebih lanjut sehingga kedepannya tidak terjadi lagi kejadian serupa. “Dia hanya seorang ibu rumah tangga tapi kenapa bisa seperti ini. Ini yang masih kami dalami juga,” kata Dwihatmoko.

Milda sendiri mengakui perbuatannya itu. Dia mengaku tidak berniat menipu para korban. Uang para korban yang belum mendapatkan pekerjaan rencananya akan dikembalikan namun belum bisa karena sudah terpakai dan bagi ke pria berinisial D yang disebutkannya juga terlibat dengan aksi perekrutan tenaga kerja berbayar itu. “Sebagian sudah saya balikan kok tapi lebih banyak yang belum (balikin), karena uangnya sudah habis,” ujarnya.

Dia bahkan mengakui jika korban dari janji lowongan kerjanya itu lebih dari 64 yang melaporkan ke Polsek. “Iya mungkin lebih. Saya tak ingat pasti jumlahnya berapa,”ujarnya.

Sementara para korban yang sudah mengetahui jika Milda ditahan polisi, langsung mendatangi Mapolsek Sagulung, kemarin siang. Pantauan di Polsek ada sekitar sembilan korban yang didominasi kaum wanita. Mereka ingin bertemu dengan Milda agar uang mereka segara dikembalikan.

“Saya Rp 4 juta. Makanya ke sini mau minta balek uang saya,” ujar Delima Situmeang, seorang korban. (eja)

BP Batam dan REI Paparkan Keuntungan Investasi Properti di Batam

0

batampos.co.id – Asosiasi pengembang properti di Batam, Real Estate Indonesia (REI) Batam bersama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam mengikuti acara Kongres Federasi Real Estate Dunia FIABCI yang digelar di Bali, Rabu (5/12) hingga Senin (10/12) mendatang

Ketua REI Batam Achyar Arfan mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan terbaik bagi para pengembang di Batam dan BP Batam dalam mempromosikan kesempatan berinvestasi di Batam, khususnya di bidang properti.

“Ada banyak investor khususnya di bidang properti dari berbagai negara berkumpul. Ini kesempatan bagus untuk membangun jaringan bisnis sampai ke level internasional,” kata Achyar.

Saat ini, investasi properti di Batam tersegmentasi pada hunian vertikal, seperti apartemen dan kondominium. Sasaran utamanya adalah warga negara asing (WNA). Investor properti sangat yakin bahwa Batam akan semakin berkembang karena sektor pariwisata tengah serius dikembangkan oleh pemerintah untuk mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman).

Kunjungan wisman yang tinggi dapat membantu memperluas pasar properti di Batam. Namun, untuk mencapai sasaran tersebut masih ada sejumlah hambatan.

“Setidaknya, ada empat poin utama yang diampaikan dalam pertemuan tersebut agar pertumbuhan pasar properti meningkat,” katanya lagi.

Empat poin tersebut adalah persoalan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), izin tinggal, hak pakai dan penjaminan kepemilikan bagi WNA. Keempat poin merupakan hambatan utama pemasaran properti Indonesia di ranah mancanegara.

“Untuk NPWP, orang asing harus punya baru bisa beli properti di sini. Kebetulan disana nanti ada Kementerian Keuangan, makanya kita usulkan saja nanti agar NPWP-nya ditumpangkan ke NPWP developer saja. Yang terpentingkan, nilai pajak dan transaksi tetap tercatat,” paparnya.

Selanjutnya adalah persoalan izin tinggal. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Pasal 2 Ayat 2 mengatakan WNA boleh membeli properti di Indonesia tapi harus memiliki izin tinggal. Biasanya izin tinggal ini disebut juga sebagai Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

“Namun untuk mendapatkannya, WNA harus bekerja dulu di Indonesia dan KITAS ini wajib diperpanjang selama dua tahun sekali. Saya hanya berharap ada kemudahan terkait ini, karena saya yakin penjualan properti akan meningkat,” ucapnya.

Lalu, mengenai hak pakai. Ketika membeli apartemen, WNA hanya bisa memiliki status hak pakai. “Dan hak pakai ini tidak berlaku di perbankan,” imbuhnya.

Achyar mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkrit dari BP Batam mengenai wacana penjaminan ini. Salah satu persyaratan penting yang diatur pemerintah pusat soal jual beli properti kepada warga negara asing adalah harus memiliki penjamin.

Syaratnya ada penjamin. Dan disini seluruh lahan merupakan milik BP Batam. Jadi saya pikir bisa lebih mudah mengenai penjaminan. Kami juga bersedia jika diajak berbicara dengan pemerintah pusat, katanya.

REI Batam merupakan salah satu dari puluhan delegasi Indonesia yang menghadiri kongres besar FIABCI ini. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata.

Kongres FIABCI di Bali nanti akan mengusung tema penyediaan rumah terjangkau dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Soelaeman mengatakan bahwa momentum untuk mengenalkan potensi sektor properti berbasis pariwisata kepada dunia internasional.

“Banyak pengembang dunia yang menaruh minat berbagai pengalaman dengan Indonesia dalam penyediaan rumah terjangkau,” ucapnya belum lama ini.(leo)

Selamat Ulangtahun BPJS Ketenagakerjaan

0
Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan (empat kiri) bersama tim memberikan kue ulang tahun kepada BPJS Ketenagakerjaan yang diterima oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Nagoya Batam Surya Rizal, Rabu (5/12/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.idBatam Pos memberikan kejutan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam, Rabu (5/12). Kejutan diberikan dalam rangka ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan ke 41, Rabu (5/12).

Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan beserta jajaran managemen, membawa kue dan memberikan ucapan selamat ke Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Surya Rizal dan jajarannya. “Selamat ulang tahun untuk BPJS Ketenagakerjaan, semoga semakin sukses dan jaya,” katanya, Rabu (5/12).

Ia mengatakan Batam Pos tidak akan bisa sebesar sekarang, bila tidak ada bantuan dan sokongan dari BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, Guntur berharap kerjasama yang sudah terjalin dapat ditingkatkan lagi.

“Hubungan selama ini sudah baik, semoga ke depan semakin baik,” ucapnya.

Guntur membeberkan sat ini Batam Pos tidak hanya memiliki koran saja. Tapi juga ada online, Batampos.co.id. Sehingga kegiatan BPJS bisa sebarkan melalui media cetak, online dan berbagai media sosial lainnya.

“Saat ini, Batam Pos masih tetap sebagai media yang terbesar dan terpercaya,” ungkapnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam, Surya Rizal mengucapkan terimakasih atas kejutan yang diberikan Batam Pos.

“Ini media yang satu-satunya datang ke kantor kami dan memberikan ucapan selamat,” ujarnya.

Rizal mengenal Batam Pos sejak 1998, ketika itu dirinya masih sebagai staff BPJS Ketenagakerjaan.

“Lalu saya pindah, dan balik lagi ke Batam tahun 2011an. Ketemu Batam Pos lagi, dan pindah lagi. Balik lagi ke sini,” ungkapnya.

Ia mengamini perkataan dari Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan, tentang hubungan baik yang sudah terjalin selama ini.

“Saya juga memiliki harapan yang sama, hubungan ini lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan masih memiliki problem dengan Brand Awareness. Rizal mengatakan masih banyak masyarakat yang menyamakan BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan.

“Kadang saat kami sosialisasi, mereka nanya kesehatan. Oleh sebab itu, kami terus berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat akan BPJS Ketenagarkerjaan. Oleh sebab itu kami butuh media, Batam Pos,” tuturnya.

Ia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan memiliki visi menjadi kebanggaan bangsa, amanah, bertata kelola baik serta unggul dalam operasional dan pelayanan. Sedangkan misinya melindungi dan menyejahterakan seluruh pekerja beserta keluarganya. Meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja. Mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

“Kami saat ini terus menjalani kerjasama dan MoU dengan berbagai pihak. Sosialisasi dilaksanakan di gedung, sudah kami tinggalkan. Kini sosialisasi dan edukasi dilakukan ditengah-tengah pekerja dan masyarakat di lapangan,” ungkapnya. (ska)

Kisah Abdul Selamat dari Tsunami hingga Menjadi Relawan

0
Abdul Latif

Abdul Latif namanya. Pria asal Kelurahan Wani Dua, Kecamatan Tanan Tovea, Donggala Timur ini menjadi salah satu saksi hidup dahsyatnya gempa dan tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah akhir September silam. Gelombang tsunami menggulung apapun yang ada di bibir pantai Donggala sampai Palu tak lama setelah gempa 7,4 SR mengguncang. Termasuk tubuh Abdul yang saat itu sedang berada di dalam rumah.

Relawan ACT berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai pelaut ini tengah berada di dalam rumah pada petang nahas kala itu. Gempa besar meruntuhkan bangunan tempat Abdul tinggal. Tembok belakang telah roboh, menimpa apa pun yang ada di bawahnya.

Beruntung tubuh Abdul tak ikut tertimpa, hanya terjebak di dalam rumah. Gemuruh terdengar dari arah pantai, tanda air laut telah menyentuh daratan.

“Enggak lama air sudah masuk rumah, datangnya sangat cepat, tak lama setelah gempa berlangsung. Air bercampur pasir dan material lain terbawa air. Setengah sadar keadaan saya, tergulung ombak besar,” tutur Abdul.

Menjelang pukul 7 malam, air yang naik ke darat dengan perlahan tapi pasti kembali ke laut. Beriring dengan itu, tubuh Abdul mulai terlihat. Ia terdampar tak jauh dari bibir pantai. Tepatnya di dekat Pasar Senja, sekitar 50 meter dari Pelabuhan Wani, wilayah yang kini dikenal sebagai tempat bertenggernya Kapal Sabuk Nusantara yang naik ke daratan pelabuhan akibat tsunami.

Dengan keadaan payah dan pakaian yang tak karuan, Abdul mencoba mencari tempat yang lebih aman. Berjalan kaki dalam keadaan gelap ia lakukan menuju area perbukitan yang berada lebih kurang 4 kilometer jauhnya dari bibir pantai.

“Keadaan saat itu gelap, tak ada lampu sama sekali. Aliran listrik padam sampai beberapa hari setelah bencana,” tambah Abdul.

Di perbukitan yang gelap, Abdul bertemu dengan keluarganya. Mereka semua selamat. Namun, kabar duka datang dari calon istrinya yang meninggal dunia akibat tsunami.

“Saya sempat muntah darah, lalu dicek sama dokter di Rumah Sakit Undata. Kata dokter saya terlalu banyak meminum air laut yang bercampur pasir, tapi kondisi saya tak terlalu parah,” jelasnya.

Berkegiatan di tenda darudat.

Walau turut menjadi korban, bukan berarti Abdul berdiam diri dan tenggelam dalam trauma. Ia coba bangkit dengan menjadi relawan, ikut membantu korban gempa dan tsunami yang lain. Dengan memanfaatkan pengetahuan wilayah dan medan di sekitar Donggala, Abdul membantu relawan yang berasal dari luar Sulteng mengirimkan bantuan ke daerah pelosok.

“Saya paham wilayah Donggala, ada tempat yang jarang mendapatkan bantuan seperti di Sibado dan Sisere yang tak jauh dari Wani. Ada juga di sekitar Sindue Tobata seperti Desa Alindau Dusun III yang belum mendapatkan bantuan (pada pertengahan November lalu). Saya antar relawan dari luar Sulawesi ke sana, menunjukkan jalan untuk membantu sesama,” ungkap Abdul.

Hingga kini, secara berkala Abdul meluangkan waktunya untuk bersama tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT yang berada di Wani, Donggala. Sekecil apa pun keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan ini, Abdul yakin hal tersebut setidaknya bisa meringankan beban saudara-saudaranya yang terkena musibah. [*]

Hadirkan Ikan Asam Pedas Khas Melaka

0

batampos.co.id – Bagi Anda pencinta kuliner khas Melayu, tidak salahnya mencoba kuliner satu ini. Kepala ikan masak asam pedas dan siput sedok lemak yang ditawarkan Gerakan Muslim (GM) Cafe yang dikelola Ajung Asam Pedas Melaka yang tentunya menggugah selera. Kafe yang berada di Ruko Mega Le-genda, Batam Kota, juga menawarkan menu lainnya siput kecap cabai rawit, ayam cabai ijo, hingga sarapan pagi mi lendir.

Penanggung Jawab Operasional GM Cafe, Amrizal menjelaskan makan yang pa-ling diminati dan khas yang disuguhkan yakni asam pedas. Ikan yang digunakan adalah siakap segar.

”Kami sengaja memilih ikan siakap karena tekstur daging lebih lembut dan manis dibandingkan jenis ikan lainnya,” ujar Cece, sapaan akrab Amrizal, Rabu (5/12/2018).

Ikan siakap atau dikenal juga ikan kakap ini didatangkan langsung oleh para nelayan dari Natuna dan Anambas. Bahkan ikan ini juga didatangkan dari Singapura.

”Kami menjaga kualitas rasa, karena itu ikan yang kami gunakan segar. Biasanya sekali ambil 10-15 kilogram. Biasa-nya untuk satu atau dua hari didatangkan, tergantung permintaan konsumen,” sebutnya.

Lebih lanjut, Cece menjelaskan, untuk bumbu asam pedas ini menggunakan bumbu racikan turun temurun khas dari Melayu Melaka.

”Bumbu ini khas turun temurun, dan dimasak oleh koki yang berpengalaman dan handal,” jelasnya.

Selain ikan asam pedas tersedia menu siput sedot lemak dan siput kecap cabai rawit. Siput yang digunakan yakni siput cup cup yang dipadukan dengan bumbu khas resep keluarga. Untuk minuman tersedia teh tarik panas, dingin, kopi robusta, kopi arabika, dan minuman lainnya.

”Kopi yang kami gunakan kopi pilihan, yang diproses dan digiling sendiri dengan alat tradisional untuk menjaga kualitas rasa,” sebutnya.

Mengenai harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Satu porsi ikan asam pedas Rp 25 ribu-Rp 30 ribu, ikan asam pedas per ekor Rp 40 ribu-Rp 50 ribu, asam pedas kepala ikan Rp 30 ribu-Rp 40 ribu, tergantung ukuran dan berat ikan. Sedangkan siput sedot lemak dan siput kecap cabai rawit Rp 15 ribu per porsi. GM Cafe merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Batam yang mendapat bantuan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dimana kafe ini telah menjadi percontohan UKM seluruh Indonesia versi Disnaker.

”Kafe ini sering dikunjungi Disnaker pusat, Disnaker Tasikmalaya, dan Disnaker lainnya untuk studi banding. Mereka mau melihat bagaimana pengelolannya,” ujar Ketua Gerakan Muslim, Ilyas.

Ilyas menjelaskan GM sendiri terbentuk dua tahun lalu, dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian umat. Awal mula GM beranggotakan enam orang, sekarang sudah 148 anggota.

”Kenapa kami memilih usaha kafe? Karena kami ingin mencari tempat berkumpul para anggota,” ujarnya.

”Setelah mencoba masakan yang ditawarkan Ajung Asam Pedas Melaka di Tiban Center, kami tertarik agar mere-ka mengelola GM Kafe ini. Kini kami sudah mempunyai hasil, dan ke depannya kami ingin mengembangkan usaha di bidang sembako, travel umrah dan tetap memperbudayakan UKM di Batam,” sambungnya.

Tak hanya itu, kafe ini sering kedatangan ustaz. Mulai dari Ustaz Abdul Somad, Khalid Basalamah, Habib Bahar, Haikal Hassan, Tengku Zulkarnaen, dan ustaz lainnya. Tak ketinggalan kafe ini juga pernah dikunjungi Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga S Uno.
Informasi lebih detail kunjungi GM Cafe di Ruko Mega Legenda 2 Blok B3 Nomor 29, Batam Center. Buka setiap hari Sabtu hingga Kamis dari pukul 08.00-22.00 WIB. (ocu)

Ada Chinese Food Festival

0
Steam Fish Hongkong Seabass.

batampos.co.id – Chinese Food Festival merupakan gelaran promo menu spesial yang diadakan Radisson Golf & Convention Center Batam. Promo yang dimulai dari 3 Desember ini, menyuguhkan beberapa masakan Cina yang sangat menggugah selera.

”Chinese Food Festival ini tidak hanya untuk dinikmati oleh para tamu Hotel Radisson, tapi juga untuk masyarakat Batam dan sekitarnya. Khusus di momen ini, kami mendatangkan langsung dua orang Chef dari grup kami di Cina, yakni Simon Hu dan Joseph Guo,” ujar Suriyanti Panjaitan, selaku Director of Sales Radisson Golf & Convention Center Batam.
Terdapat dua pilihan paket yang ditawarkan di Chinese

Food Festival ini. Dengan harga yang berbeda, yakni Rp 350.000 per orang dan Rp 500.000 per orang. Paket ini bisa dinikmati minimal 4 orang. Sementara jika membeli untuk 10 orang (pre book table), maka konsumen hanya membayar untuk 9 orang.

”Promo menu spesial ini baru bisa dinikmati mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB,” kata Suriyanti.

Berbagai menu yang disuguhkan untuk paket seharga Rp 350.000. Appetizer-nya kombinasi antara daging sapi, sotong, dan cendawan (mushroom). Lalu ada juga soup, Seafood Dish (Kung Pao Prwan), Chicken Dish (Stir Fried Chicken Sichuan Style), Vegetable Dish (Mapo Tofu), Fish Dish (Steam Fish Hongkong Seabass), Rice or Noodle Dish (Fried Rice with Dry Scallop atau Dan Dan Noodle). Dan sebagai dessert-nya disuguhkan Chinese Pumpkin Cake.

Sementara untuk paket seharga Rp 500.000 per orang, disediakan appetizer kombinasi daging sapi, sotong, mushroom, Skin Tofu, dan Chicken Wing. Lalu juga ada soup (Chinese Asparagus & Shark Fin Soup), Seafood Dish (Braised Abalone Chinese Sauce), Duck Dish (Roasted Duck Ginger Sauce), Vegetable Dish (Mapo Tofu, Fish Dish (Braised Golden Pomfret Soya Sauce), Rice or Noodle Dish (Fried Rice with Dry Scallop atau Dan Dan Noodle). Sebagai dessert-nya para tamu disuguhkan Chinese Pumpkin Cake.

”Promo spesial seperti ini akan kami bikin secara berkala. Bisa saja nantinya kami akan mendatangkan Chef asal negara lain yang masih satu grup dengan Radisson. Tunggu kejutan lainnya dari kami untuk suguhan aneka kuliner yang penuh sensasi,” pungkas Suriyanti. (suc/ser)