Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 11581

SPBU Satu Harga Hadir di Lingga

0
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko melakukan peletakan batu pertama pembangunan museum PT Timah, Rabu (21/11).
F. HUMAS PEMKAB LINGGA Untuk BATAM POS

batampos.co.id – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko didaulat meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan Singkep Business Center (SBC), Rabu (21/11). Di hari yang sama mantan Panglima TNI ini juga melakukan pe-nandatanganan Tugu Museum Timah, serta meresmikan pengoperasian Stasiun Pengi-sian Bahan Bakar Umum (SPBU) Satu Harga.

”BBM Satu Harga adalah salah satu kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK,” ujar Moeldoko, kemarin.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat di berbagai daerah dapat merasakan kemudahan yang selama ini dinikmati masyarakat perkotaan.

Dengan adanya BBM satu harga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam berbagai bidang.

Menurut Bupati Lingga Alias Wello, kebijakan ini dinilai baik karena berimbas akan rantai produksi yang lebih murah. Dalam empat tahun pemerintahan Jokowi-JK sudah menargetkan realisasi program Indonesia satu harga BBM di 62 titik, dimana pada wila­yah-wilayah tersebut harga BBM sebelumnya berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu per liter.
Alias Wello menambahkan, SPBU Satu Harga itu satu-satunya SPBU yang ada setelah 15 tahun Kabupaten Lingga berdiri. Sebelumnya, masyarakat membeli BBM eceran dengan harga yang relatif mahal.

“Selain mahal, kualitas BBM-nya juga di bawah standar,” ujar Awe, sapaan akrab Alias Welo.

Soal Tugu Museum Timah, Lokasi pembangunan merupakan implasemen eks PT Timah. Lokasi itu sengaja digunakan untuk museum sebagai kenangan bahwa per-tambangan timah tertua pernah ada di Lingga.

Pemkab Lingga sendiri masih mengantongi dokumentasi yang berkaitan dengan pertambangan dan kejayaan PT Timah di Lingga pada masa lalu.

Dalam rangkaian acara tersebut, masyarakat juga menyaksikan penandatanganan momerandum of understanding (MoU) antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan konsorsium Tiongkok untuk mengembangkan tambak udang lengkap dengan pabriknya.

Dalam kerja sama itu, akan dibangun cluster hulu di tiga kabupaten, yaitu Indragiri Hilir, Tanjung Jabung, dan Lingga.

Pada kesempatan itu juga, Moeldoko mewakili pemerintah pusat menyampaikan permohonan maaf karena sudah menunda kunjungan ke Lingga yang seharusnya dijadwalkan Oktober lalu.

Dalam kunjungannya itu, Moeldoko juga menghadiri serta membuka beberapa kegiatan yang ada di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Antaranya, menghadiri rapat kerja nasional Koaliasi Kabupaten Pengahasil Kelapa (Kopek), selanjutnya membuka Festival Kelapa Indonesia kedua di Kabupaten Lingga.

Festival Kelapa Indonesia ke-2 yang dibuka Moeldoko bertambah meriah setelah sejumlah pertunjukan digelar secara massal di lapangan Merdeka Dabo Singkep. Pertama dibuka dengan tari persembahan dan dilanjutkan dengan sejumlah atraksi para model menggenakan busana berbahan sabut kelapa.

Festival Kelapa Indonesia kedua ini, tidak hanya selesai dalam satu hari namun kemeriahan berlanjut hingga tiga hari kedepan sejak dibukanya kegiatan akbar tersebut.

Tanah lapangan Merdeka Dabo Singkep ramai dengan sejumlah stan pameran dari berbagai kalangan dengan mempertontonkan barang dan makanan andalan mereka.
Sejumlah produk olahan dari berbagai bahan kelapa tak ketinggalan dipamerkan dalam kesempatan tersebut. Ada sofa dari sabut kelapa, piring dari batok kelapa, manpan, tempatan aspal dan barang lainnya yang terbukti dari batok kelapa.

Keseluruhan barang pameran terlihat bagus dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Sedangkan di panggung utama festival disuguhkan sejumlah tari dan alunan live musik diperuntukkan bagi masyarakat untuk menambah kemeriahan malam festival Kelapa Indonesia ke dua di Bunda Tanah Melayu.

Di kesempatan tersebut, Moeldoko juga memperi-ngatkan daerah dan negara tidak bisa dibangun berdasarkan resources based saja. Namun harus beralih ke know-ledge based. Sehingga negara akan mempunyai daya tahan yang lama.

“Dengan knowledge dan skill based, pertumbuhan negara dan daerah akan bertahan lama. Kita tidak bisa mengan-dalkan sumber daya alam yang terbatas, karena jika itu habis kita tidak bisa apa-apa,” tutur Moeldoko. (wsa)

Minta Rujukan Berjenjang Dihentikan

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmajardi menyebut rujukan online dengan sistem berjenjang bagi pasien Badan Penye-lenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berdampak pada berkurangnya pasien BPJS di rumah sakit (RS) bertipe B. Ini terjadi karena sistem yang baru mengatur secara otomatis bahwa pasien dengan kebutuhan medis di tingkat rujukan atau rumah sakit, akan dirujuk pertama ke RS bertipe C.

”Ini juga merepotkan karena masyarakat yang tinggal dekat rumah sakit tipe B, tidak bisa berobat ke sana karena rujukan ke tipe C yang mungkin lebih jauh dari tempat tinggalnya,” ujar Didi di Sagulung, Kamis (22/11).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam bertipe B misalkan, sempat terdampak hal itu. Saat sistem rujukan online itu dite-rapkan pada September lalu. Pasien BPJS yang berobat menurun sebab rujukan dari klinik atau puskesmas tingkat fasilitas kesehatan (faskes) 1, akan merujuk ke rumah sakit tipe C lainnya.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novi menyebutkan pasien BPJS berkurang hingga 10 persen dari rata-rata per hari sebanyak 200 pasien.

Merespons persoalan itu, sambung Didi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk menghentikan sementara waktu pene-rapan sistem rujukan berjenjang tersebut.

Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji
F. Dalil Harahap/Batam Pos

”Kita minta hold (tunda) dulu. Ini butuh kajian dan pertimbangan lagi termasuk pengecuali-pengeculiannya. Karena langsung terasa (menurunya pasien di rumah sakit tipe B) saat awal ini diterapkan,” kata Didi.

Ke depannya, Didi berharap agar pihak BPJS melakukan kajian yang lebih dalam terkait teknis penerapan rujukan berjenjang tersebut sehingga tidak merepotkan masyarakat ataupun merugikan pihak lain, dalam hal ini rumah sakit bertipe B.

”Banyak (masyarakat) yang protes karena dari sisi pela-yanan merepotkan. Kalau dari pihak BPJS mungkin menguntungkan karena klaim rumah sakit tipe C tentu lebih murah dari tipe B. Ini yang harus dipertimbangkan lagi,” sebut Didi.

Seperti yang diketahui, BPJS Kesehatan telah memberlakukan rujukan online pasien BPJS sejak September lalu. Sistem yang diklaim untuk menyem-purnakan implementasi sistem rujukan berbasis digital agar manfaatnya lebih dirasakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) itu, sudah sempat diterapkan di Batam.

Namun, karena berdampak tertentu maka sementara dihentikan untuk tahap penyem-purnaan sehingga tidak berdampak bagi masyarakat ataupuh rumah sakit lainnya. (eja)

Langkah Awal, Tim Bola Voli Batam Berjaya

0

batampos.co.id – Tim bola voli putri dan putra Kota Batam berhasil meraih kemenangan perdana di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV. Dalam pertandingan pembuka yang digelar di lapangan Tugu Pensil, Tanjungpinang, Kamis (22/11), tim voli putri Batam berhasil mengalahkan Natuna dengan skor 3-1 (25-16, 17-25, 25-16, 25-17).

Ofisial tim bola voli Kota Batam, Jefri Candra menuturkan hasil penempatan pool menguntungkan bagi Kota Batam.

”Tim putri Kota Batam masuk pool X bersama Natuna dan Bintan. Sementara pool satu lagi berisikan Lingga, Tanjungpinang, dan Karimun,” sebutnya.

Pelatih voli Kota Batam, Riyanto mengatakan lawan yang patut diwaspadai dalam Porprov adalah Karimun.

”Dan mereka berada dalam grup yang berbeda. Tentu saja ini akan menguntungkan kita. Tentunya akan memperbesar peluang tim voli Batam melaju ke babak final,” ujarnya.

Menurut Riyanto tim putri memang ditargetkan meraih medali emas di ajang ini. Sedangkan target voli putra adalah mempertahankan medali emas yang diraih dalam ajang Porprov sebelumnya, empat tahun lalu di Tanjungbalai Karimun.

Jefri menambahkan, medali emas adalah target realistis yang harus diraih voli put-ri Batam. Apalagi skuat tim putri Batam bermaterikan sebagian besar pemain yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) lalu.

”Tentu saja kita berharap baik voli putri dan putra Kota Batam bisa melaju ke final dan mempersembahkan hasil maksimal di ajang Porprov ini,” harapnya.

Sementara itu, tim voli putra Batam yang baru menjalani pertandingan malam tadi, juga meraih kemenangan dengan skor 3-0. Lawan yang dihadapi juga Natuna. Batam tergabung dalam grup B bersama Lingga, Anambas, dan Natuna. Sedang grup A dihuni oleh Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang.

Dari cabor sepak bola, tim Kota Batam akan melaksanakan pertandingan perdana juga melawan Natuna, Jumat (23/11) hari ini di Lapangan Sulaeman Abdulah, Tanjungpinang.

”Kami harus bisa mengamankan tiga angka di laga perdana ini untuk bisa mengamankan posisi,” tutur Pelatih Kepala Tim Sepak Bola Kota Batam, Ferry.

”Memang kami belum mengetahui kekuatan dari Natuna, tetapi kami optimis bisa meraih kemenangan dalam laga perdana nanti. Apalagi persiapan kami cukup matang,” sambungnya.

Terkait hasil buruk yang diraih oleh tim Kota Batam di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) beberapa waktu lalu, Ferry mengatakan itu menjadi pembelajaran bagi timnya.

“Kami mencoba untuk mengerahkan segenap kekuatan demi meraih hasil maksimal di setiap laga. Kami juga diperkuat pemain 757 Kepri Jaya, Farrel. Sebenarnya ada tiga pemain yang diajukan ke 757 Kepri Jaya tapi hanya Farrel yang diizinkan,” sebutnya.

Ferry juga meminta dukungan dan doa seluruh masyarakat Batam agar anak asuhnya bisa meraih hasil maksimal.

”Mohon dukungan dan doanya agar tim sepak bola Batam bisa meraih hasil maksimal dan mempersembahkan medali emas,” tuturnya mengakhiri.(yan)

Melarikan Diri dari Penjara, Ditangkap Beberapa Jam Kemudian

0

BEGITU berhasil melarikan diri lewat pintu samping Heard County Jail, Georgia, Amerika Serikat, Joshua Gullat sudah ditunggu sang ibu, Katy Linn Pence.

Pence memarkir mobilnya tak jauh dari situ. Mereka mungkin sudah ketawa-ketiwi karena pelarian tersebut terasa begitu sempurna. Tak ada polisi yang mengejar.

Sebagaimana yang dilansir Associated Press, pria 27 tahun yang dipenjara karena kasus perampokan itu menelepon anak-anaknya yang telah menunggu di sebuah kedai panekuk. Ternyata polisi berhasil melacak telepon seluler Gullat.

Sampai ke kedai panekuk di Newnan. Keduanya pun dibekuk di sana. Hanya beberapa jam setelah Gullat melarikan diri. Tak lama setelah ketemu anak-anaknya. Bahkan mungkin belum sempat mencicipi panekuk. (c14/ttg/jpg)

Kabar Gembira untuk Peserta yang Lolos Passing Grade

0

batampos.co.id – Pelamar CPNS yang lolos ambang batas atau passing grade (PG) seleksi kompetensi dasar (SKD) akhirnya bisa lega. Mereka tidak bakal bersaing dengan pelamar yang ’’terselamatkan’’ melalui jalur perangkingan. Bahkan pelamar yang sendirian lolos PG pada formasi yang dilamar, hampir dipastikan jadi CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, merinci ketentuan baru yang tertuang dalam Permen PAN-RB 61/2018. Dia juga menjelaskan sejumlah contoh skenario pengisian fase seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk formasi kosong.

Bima mengatakan, ada perbedaan yang mendasar pada fase SKB antara formasi pemerintah daerah dengan instansi pusat.

Untuk pemerintah daerah hasil SKB tidak akan menggugurkan nilai SKD. Sementara untuk instansi pusat, SKB bisa menggugurkan nilai SKD. Misalnya ada pelamar mendapatkan nilai tinggi dan lolos PG, dia bisa gugur jika tidak bisa melalui SKB. Sebab SKB di instansi pusat ada yang berupa tes psikologi, kesamap-taan, ujian berenang, dan wawancara.

Bima lantas menjelaskan skema kelulusan dari fase SKD menuju fase SKB untuk instansi pemerintah daerah. ’’Jika formasinya hanya satu, sementara yang lolos PG hanya satu pelamar, maka satu pelamar ini saja yang maju ke fase SKB,’’ jelas Bima.

Kemudian pada fase SKB yang diikuti satu orang itu, sifatnya hanya formalitas. Sebab berapapun nilai SKB, tidak akan menggugurkan nilai SKD. Artinya satu-satunya pelamar yang lolos PG SKD tersebut hampir pasti lulus jadi CPNS.

Sebaliknya jika ada formasi yang terdiri dari satu lowongan. Kemudian tidak ada satupun pelamar di instansi tersebut yang lolos PG. Maka akan diambil tiga pelamar dengan nilai tertinggi berdasarkan perangkingan nilai akumulasi. Dengan catatan untuk formasi umum nilai akumulasinya minimal 255 poin. Sementara untuk beberapa formasi khusus, nilai minimalnya 220 poin.

Bima mengatakan, meskipun nilai minimalnya ditetapkan 255 poin, pada praktiknya nanti yang ada di tiga besar nilainya tinggi-tinggi. Sebab, dia mengatakan, banyak pelamar yang hanya kurang satu poin saja untuk lolos PG. Misalnya PG untuk materi tes karakteristik pribadi (TKP) dipatok 143 poin. Ada peserta yang mendapatkan 140 atau 142 poin untuk materi ujian TKP.

’’Apakah yang hanya kurang satu-dua poin itu tidak berkualitas? Saya rasa berkualitas,’’ katanya.

Bima menegaskan, skema perangkingan digunakan jika dalam satu formasi tidak ada satupun pelamar yang lolos PG. Kemudian sistem perangkingan juga dilakukan jika pelamar yang lolos PG lebih sedikit dibandingkan dengan formasi yang tersedia.

Misalnya, formasi yang tersedia ada empat kursi, tetapi yang lolos PG hanya dua orang. Maka formasi pertama dan kedua hampir pasti diisi oleh dua pelamar yang lolos PG. Sementara formasi ketiga dan keempat akan diperebutkan pelamar dari hasil pemeringkatan.

Bima menuturkan, ketika dalam satu formasi terpaksa diisi dari pelamar yang lolos PG dan hasil pemeringkatan, maka keduanya akan dipisah. Sehingga tidak ada persaingan antara pelamar yang lolos PG dengan hasil pemeringkatan.

’’Ini adalah upaya win win solutions,’’ tuturnya.

Keluarga peserta ujian Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat nilai hasil keluarganya yang mengikuti ujian dilayar monitor di Kantor Gedung Bersama Pemko Batam, Minggu (28/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Menurut Bima, selama ini dalam percakapan di media sosial ada polarisasi pelamar CPNS yang sudah mengikuti SKD. Yakni kubu pelamar yang berhasil lolos PG dan kubu pelamar yang merasa nilainya tinggi tetapi tidak lolos PG. Keduanya ingin sama-sama diberikan kesempatan untuk ikut SKB.

Selain itu, dalam skema baru ini ada kemungkinan pelamar CPNS bisa diterima di formasi lain yang masih sejenis dan dalam satu instansi. Kondisi ini diperkirakan terjadi untuk formasi guru.

Sebagai contoh di SDN 1 Kebayoran Lama ada satu formasi guru matematika. Kemudian yang lolos PG untuk formasi tersebut ada dua orang. Kemudian di SDN 2 Kebayoran Lama untuk formasi yang sama tidak ada satupun pelamar yang lolos PG. Maka ada potensi pelamar yang lolos PG tetapi gagal bersaing SKB di SDN 1 Kebayoran Lama akan lolos ke SDN 2 Kebayoran Lama.

Tetapi jika yang lolos PG pada formasi SDN 1 Kebayoran Lama itu hanya satu orang, maka pengisian formasi di SDN 2 Kebayoran Lama menggunakan basis pemeringkatan. Untuk fase SKB akan diambil tiga pelamar dengan nilai tertinggi untuk bersaing memperebutkan satu kursi.

Bima menegaskan seluruh sistem, termasuk pengisian yang berhak ikut SKB sudah dilakukan secara sistem.

’’Tidak ada intervensi tangan pegawai BKN atau instansi manapun,’’ jelasnya. Aplikasi seleksi CPNS di BKN sudah dirancang dengan logika tertentu untuk mengantisipasi berbagai macam kasus.

Dia mengatakan, pada prinsipnya pemerintah tetap mencari pelamar yang berkualitas. Adanya sistem pemeringkatan bukan berarti menurunkan kualitas seleksi CPNS. Sistem pemeringkatan hanya digunakan untuk mengisi formasi yang benar-benar kosong.

Data BKN menyebutkan ada sekitar 3.000 formasi kosong karena tidak ada pelamarnya dan tidak ada pelamar yang lolos seleksi administrasi. Nah 3.000 formasi yang kosong itu bisa jadi bakal diisi oleh pelamar yang dari penjaringan berbasis pemeringkatan.

Bima mengatakan, soal SKD memang wajar jika ada yang menyebut sulit. Dia menceritakan bahwa PNS yang direkrut tahun ini, dipersiapkan untuk menjadi pemimpin birokrasi 20 sampai 30 tahun nanti. Sehingga persoalan-persoalan pada 20-30 tahun nanti, ditarik dalam soal SKD tahun ini.

Kemudian melalui SKD ini, juga tergambarkan kualitas pembangunan SDM antar wilayah di Indonesia. Ada perbedaan rata-rata nilai SKD antara pelamar instansi pusat dengan instansi daerah.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, menga-takan orientasi dalam rekrutmen CPNS baru memang pengisian formasi. Jangan sampai ada formasi kosong, meskipun tidak ada pelamar yang lolos PG. Dia menyambut baik keputusan pemerintah yang tetap memberlakukan nilai minimal, dalam perangkingannya.

Dia juga mengatakan ketika lolos CPNS nanti, sebaiknya instansi memiliki data kepegawaian yang detail. Di antaranya, data antara CPNS yang saat rekrutmen berhasil lolos PG atau dari hasil pemeringkatan. Kemudian dari hasil data tersebut, bisa digunakan sebagai acuan pengembangan kompetensi ketika sudah jadi CPNS. Sehingga secara bertahap pelamar itu memiliki kompetensi yang sama dengan pelamar lolos PG.

Belum Dipublikasikan

Sementara hingga Kamis (22/11) kemarin, Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam belum memublikasikan daftar peserta tes CPNS yang lolos tes SKD. Pemerintah Kota (Pemko) Batam beralasan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Lagi dibahas oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Dan, Batam dapat jadwal pem­bahasan di Jakarta Minggu, 25 November pukul 15.00 WIB,” terang Kepala BKP-SDM Kota Batam, M Sahir, kemarin.

Ia mengatakan, Pemko Batam akan menunggu keputusan dari Panselnas dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) untuk tahapan lebih lanjut.

“Kita tunggu saja keputusan resmi,” imbuhnya.

Jika merujuk pada penye-lenggaraan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah online dan hasilnya langsung diketahui, seharusnya rincian sudah dapat diketahui berdasarkan posisi yang dilamar peserta. Dan akan ketahuan, posisi mana yang tidak ada yang lulus SKD sama sekali. Untuk hal ini, Sahir memberikan data yang lulus secara umum yakni hanya 204 orang, tidak hadir tes 327 orang, artinya yang tidak lulus mencapai 4.870 orang. Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, yang lulus SKD pun belum tentu lulus jadi PNS karena masih ada tahapan lain seperti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Tahapan ini rencananya akan digelar akhir November mendatang. “Belum lagi tes yang lain-lainnya, akan terbuang lagi,” ucap Rudi.(wan/iza)

Kepri Dapat Rapor Merah KPK

0

batampos.co.id – Provinsi Kepri mendapat catatan buruk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan hasil survei penilaian integritas (SPI) KPK 2017, rata-rata menempatkan Provinsi Kepri di posisi tiga besar provinsi dengan nilai terendah dari 15 provinsi yang disurvei.

Dalam survei ini, KPK menilai kualitas pengelolaan anggaran, kasus suap di lembaga, perlakuan terhadap pelapor tindak pidana korupsi, dan pengelolaan SDM di 15 pemerintah provinsi.

Koresponden dalam survei ini meliputi pegawai (internal), pengguna layanan atau stakeholder (eksternal), ahli di bidang korupsi, dan juga melihat hasil kepatuhan LHKPN dari lembaga tersebut atau laporan pengaduan masyarakat kepada KPK.

Adapun hasil survei mengenai persepsi suap atau gratifikasi dalam promosi dan mu­­tasi jabatan, Kepri berada di urutan keempat dari 15 provinsi yang disurvei. Yakni se­­banyak 45 persen pegawai Pemprov Kepri mempercayai bah­wa suap atau gratifikasi mempengaruhi kebijakan karier di lingkungan Pemprov Kepri.

Berikutnya tentang pengalaman suap atau gratifikasi dalam promosi dan mutasi, Provinsi Kepri berada di posisi kedua. Karena 11 persen pegawai Pemprov Kepri melihat atau mendengar suap atau gratifikasi dalam proses kebijakan karier dengan kecenderungan meningkat.

Kemudian dalam persepsi perlindungan pelapor suap atau gratifikasi, Kepri berada di urutan ketiga. Adapun hasil surveinya adalah sebanyak 33 persen responden pegawai Pemprov Kepri cenderung tidak percaya bahwa setiap pegawai yang melaporkan adanya praktik korupsi tidak akan dikucilkan, tidak akan diberi sanksi, kariernya tidak akan dihambat, dan sejenisnya.

Selanjutnya adalah persepsi terhadap penggelembungan (mark up) anggaran. Pemprov Kepri berada pada peringkat ketujuh.

Sebanyak 25 persen responden pegawai Pemprov Kepri percaya bahwa terdapat mark up anggaran di masing-masing instansinya.

Sedangkan mengenai pengalaman penyelewengan perjalanan dinas, Pemprov Kepri berada di urutan ketiga. Sebanyak 23 persen responden pegawai Pemprov Kepri pernah melihat atau mendengar ada pegawai di unit kerja masing-masing melakukan perjalanan dinas fiktif, membuat kuitansi hotel fiktif, atau biaya transportasi fiktif.

Sementara itu, perihal pengalaman pegawai terkait kecenderungan penyalahgunaan wewenang oleh atasan, Pemprov Kepri berada di urutan teratas alias yang terburuk dari 15 provinsi yang disurvei. Survei KPK menyebut, persentase pegawai Pemprov Kepri yang mengetahui adanya perintah atasan untuk melanggar aturan merupakan yang tertinggi di antara 15 provinsi yang disurvei.

Meski mendapat rapor merah, Kepala Inspektorat Kepri Mirza Bakhtiar mengaku tidak terlalu ambil pusing. Sebab hasil survei itu hanya merupakan persepsi dari para responden. Sehingga hasil tersebut tidak serta merta menunjukkan pelayanan, integritas, serta kualitas aparatur pemerintahan di Pemprov Kepri di bawah rata-rata.

“Itu kan persepsi. Karena hanya berdasarkan pertanyaan yang diajukan KPK ke pegawai yang dijadikan responden,” kata Mirza, Kamis (22/11).

Ia juga menanggapi dingin posisi Kepri yang berada di urutan pertama dalam hal banyaknya perintah atasan untuk melanggar hukum.

“Itu bukan berarti budaya korupsi dan nepotisme di Kepri tumbuh subur,” katanya.

Lagipula, kata dia, dalam survei SPI 2017 itu KPK hanya menyurvei 15 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Saat ini KPK masih memproses hasil survei SPI 2018 dengan jumlah objek survei yang lebih banyak.

“Saya optimistis, Kepri akan menunjukkan grafik yang membaik di tahun ini,” tegas Mirza.

Meski begitu, Mirza memastikan Inspektorat Provinsi Kepri akan menggunakan hasil survei SPI KPK itu sebagai bahan evaluasi. Pihaknya juga akan menyampaikan hasil SPI ini kepada Gubernur Kepri selaku Pejabat Pembina Kepegawaian di Pemprov Kepri.

“Pasti akan kita adakan pembinaan. Hasil survei ini tentunya sama halnya seperti evaluasi yang diberikan KPK untuk Pemprov Kepri,” kata Mirza. (jpg)

Ini Cara Bedakan Ban Baru dengan Rekondisi

0
Pixabay.com

batampos.co.id – Banyak masyarakat kerap tertipu dengan ban baru yang sebenarnya merupakan ban daur ulang atau rekondisi. Biasanya ban ini laris manis di pasar karena harganya yang lebih murah. Namun kualitasnya mungkin jauh berbeda dengan ban bawaan asal pabrikan.

Konsumen harus jelih dengan mengenal perbedaan-perbedaan yang menonjol antara ban vulkanisir atau rekondisi dengan ban yang masih baru. Karena secara kasat mata dengan bungkusan yang terlihat agak rapi, para pemain ban bekas sudah dapat mengelabui pembeli.

Untuk itu, konsumen harus mengetahui ciri-ciri yang membedakan ban yang dijual tersebut ban baru asal pabrikan atau ban bekas yang sudah direkondisi. Berikut empat tips mengenal perbedaan ban vulkanisiryang beredar di pasar.

Pertama, tidak ada garis melingkar pada bagian telapak ban. Bisanya semua ban baru bawaan pabrikan memiliki garis pada bagian telapak yang melingkar penuh pada bagian ban dengan warna berbeda-beda. Jika tidak ada berarti itu ban bekas yang diperbaiki atau ban vulkanisir.

“Sebetulnya kita bisa melihat dari garis warna yang ada di ban tersebut. Kalau dibuka tidak ada garis warna ditelapaknya, itu dipastikan bukan ban baru,” kata Brand Manager Corsa, Salomon Manalu, berbincang dengan wartawan di Plaza Senayan, Jakarta pada Kamis (22/11).

Kedua, ulir ban tidak rapi. Dalam proses membuat ban vulkanisir atau merekondisi ban biasanya ada proses perbaikan bagian ulir ban dengan caea di cungkil. Bisanya permukaan ulirnya rida rapi dan mulus seperti ban asli.

“Kita bisa lihat ulirnya itu. Apakah dia (ulir-red) mulus dan rapi atau tidak. Biasanya itu kan dicungkil ulang. Ketika dicungkil ulang itu gak rata gak rapi. Jadi secara fisik sudah kelihatan, bebernya.

Ketiga, Wrapping atau pembungkusnya sudah lecek. Kalau ban yang benar-benar baru berarti wappingnya masih bersih dan rapi. Tidak lecek, kusut atau kelihatan sudah tidak rapi. Jika bagian wrapping sudah terlihat tak mulus dan rapi berarti bungkusannya sudah pernah dipakai atau dibuka.

Keempat, harganya lebih murah dari standar pasar. Ban vulkanisir biasanya lebih murah dari ban bawaan pabrik. Hal ini karena mereka tidak memiliki cost atau ongkos produksi, jadi mereka biasa mematok harga lebih murah.

“Harganya pasti jauh lebih murah. Kalau ada yang nakal mungkin harganya beda tipis dengan ban baru. harga lebih murah karena mereka tak punya biaya produksi cuman diperbaiki,” tukasnya. (wzk/JPC)

Ada Bom ‘Raksasa’ di Perbatasan Papua-Papua Nugini

0
Bom berukuran besar ditemukan di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Rabu (21/11) atau dekat perbatasan Papua dan Papua Nugini. (istimewa)

batampos.co.id – Bom berukuran besar ditemukan di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Rabu (21/11) atau dekat perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif Para Raider 328/Dirgahayu) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Papua Nugini langsung mengamankan bom tersebut.

Setelah diperiksa, diketahui bom tersebut berukuran panjang kurang lebih 125 centimeter (cm) dan berdiameter 50 cm. Belum diketahui daya ledak yang bisa diciptakan dari bahan peledak tersebut.

Komandan Satgas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu, Mayor (Inf) Erwin Iswari, memperkirakan bom tersebut merupakan peninggalan sisa perang zaman dahulu yang sudah lama sekali terkubur.

“Hal ini sangat berbahaya mengingat besarnya ukuran bom tersebut dan berada di tengah-tengah rumah penduduk,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11).

Erwin menceritakan, penemuan bom tersebut bermula saat seorang warga bernama Jacob Mallao,69, yang merupakan penduduk Kampung Skouw Mabo sedang menggali lubang untuk membuat tempat sampah di sekitar rumahnya. Namun belum lama melakukan penggalian, Jacob lantas menemukan benda mencurigakan, yang belakangan dipastikan itu bom.

Melihat kejanggalan benda temuannya, Jacob lantas melaporkan hal itu pada Komandan Pos Ramil Muara Tami, Lettu (Inf) Rakhmanto Adhy. Kemudian, Rakhmanto beserta anggota langsung bergerak cepat menuju lokasi penemuan benda mencurigakan tersebut, untuk segera melakukan tindakan.

Pasalnya penemuan bom berada di area perkampungan warga. Lebih lanjut Erwin menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui pasti tentang keaktifan bom tersebut. Sejauh ini, TNI baru melakukan tindakan pertama untuk mencegah bom tersebut meledak dan mencelakakan warga setempat.

“Kami tidak mengetahui apakah bom tersebut masih aktif atau tidak. Tapi tindakan pertama adalah untuk mengamankan bom tersebut menjauh dari warga,” jelasnya. (sat/JPC)

Di Rusia, Pesawat Aeroflot Lindas Manusia

0

batampos.co.id – Seorang imigran tewas setelah tubuhnya terlindas roda pesawat komersial milik maskapai Aeroflot di Bandara Internasional Sheremetyevo, Rusia, Selasa (20/11). Saat pesawat tujuan Athena, Yunani, itu lepas landas, korban berada di landasan pacu. Peristiwa tersebut membuat jadwal penerbangan terganggu.

Russian Today melaporkan bahwa awalnya pilot Aeroflot menduga pesawatnya menabrak binatang. Kejadian itu dia laporkan ke menara kendali. ”Karena tidak ada kerusakan pada pesawat, pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan,” ujar salah seorang petugas.

Belakangan baru diketahui bahwa yang ditabrak Aeroflot bukanlah binatang. Melainkan manusia. Jenazah pria 25 tahun itu tergeletak di landasan pacu. Kabarnya, tubuhnya terbelah. Petugas segera memanggil polisi. Korban langsung diidentifikasi.

Pria nahas itu bernama Albert Yepremyan. Rupanya, dia baru saja dideportasi dari Spanyol. Rencananya, pria Armenia tersebut akan pulang ke kota kelahirannya di Yerevan.

Pesawat yang mengangkutnya dari Madrid transit dulu di Moskow. Tidak ada yang tahu persis bagaimana Yepremyan sampai berada di landasan pacu. Padahal, dia seharusnya menunggu penerbangan di terminal bandara.

Selama penerbangan Madrid–Moskow, Yepremyan sempat berulah. Dia ribut dengan awak pesawat. Tapi, maskapai memperlakukannya sama seperti penumpang yang lain. Dia pun tidak lantas ditelantarkan di landasan pacu.

’’Bagaimana bisa dia menghadang pesawat di area yang seharusnya steril? Saya tidak habis pikir,’’ kata seorang petinggi bandara. (bil/c6/hep/jpg)

Wardah Tahan Goda

0

batampos.co.id – Masuknya anak-anak muda ke Wardah seperti bara yang disiram bensin. Baranya sudah menganga, siap menyala. Begitu ditumpahi bensin tahulah hasilnya.

Bu Nurhayati bukan tipe orangtua lama: yang tidak mudah percaya pada anaknya, yang menganggap anak dewasanya pun masih anak-anak, yang perlu terus disusuinya.

Bu Nurhayati sebaliknya. Sedoktrin dengan saya, percaya pada anak muda. Toh anaknya sendiri. Di tangan anak-anak muda itulah Wardah berubah. Desain produknya diganti. Lebih modern. Lebih masa kini.

Penampilan modelnya diganti. Artis yang cantik saat itu berhijab tapi trendi.

Rasanya Wardahlah yang memulai: justru memilih model yang berhijab.

Tulisan Arab ‘wardah’ nya dihapus.

Tahun 2009 adalah tahun melejitnya Wardah. Saat ekonomi masih sulit. Dampak krisis moneter setahun sebelumnya. Wardah justru tumbuh pesat.

Sejak itu, pertumbuhannya tidak bisa dikendalikan. “Kami sering tumbuh di atas 100 persen,” ujar Bu Nurhayati. “Beberapa kali tumbuh 400 persen,” katanya.

Bagaimana tahun ini? Ketika banyak pengusaha menga-takan ekonomi lagi lesu? “Wardah masih tumbuh 40 persen,” ujar Bu Nurhayati.

Semua itu tentu menarik perhatian. Termasuk perhatian para pengusaha kosmetik. Pun pemain kosmetik multinasional.

Banyak sekali perusahaan asing yang mendekati Wardah. Ingin mengakuisisinya.

Begitulah perusahaan multinasional. Ingin terus berkembang dengan cepat agar harga saham mereka naik dan naik di pasar modal.

Bu Nurhayati tidak mau melepas usahanya. Tidak mau seperti Wella, tempat kerjanya dulu, yang akhirnya dibeli asing. Dan nama Wella tenggelam atau ditenggelamkan.

Padahal, kalau mau kaya raya, jalan pintasnya sudah tersedia.

Tapi Bu Nurhayati ingat 11.000 karyawannya yang sudah dia anggap sebagai keluarga.

Tapi begitulah perusahaan multinasional. Selalu mengin-car siapa saja di seluruh dunia.

Apalagi mereka yang posisi pasarnya lagi terancam. Oleh produk domestik seperti Wardah.

Pertama: mereka berusaha menyainginya dengan segala cara.

Kedua: membelinya. Mengambil alihnya. Kalau langkah pertama itu gagal.

Ketiga: membunuhnya. Kalau perlu –pinjam syair lagu– dengan cintanya.

Wardah ingin hidup dan berkembang sendiri. Ingin jadi tuan di rumah sendiri.

Kini sudah banyak item yang Wardah nomor satunya. Mengalahkan produk luar negeri. Yang membuat merek-merek asing kian grogi.

Tapi Bu Nurhayati realistis. Sebesar-besar Wardah masih tetap kecil dibanding mereka. Dibanding pasar kosmetik keseluruhannya. ”Kalau pun kami sudah yang terbesar tapi masih di bidang kosmetik dekoratif yang hanya 10 persen dari pasar kosmetik secara keseluruhan,” katanya.

Wardah pun ingin meluaskan ke ‘yang keseluruhan’ itu agar tidak hanya di bidang kosmetik dekoratif.
Wardah ingin mencicipi juga pasar besar itu. Yang nilai keseluruhannya mencapai Rp 60 triliun itu. “Kami mulai memproduksi sampo,” ujar Bu Nurhayati. “Ternyata memang tidak mudah. Masuk ke pasar mereka,” katanya.

Di medan perang yang lebih besar kini Wardah tahu: lebih sulit. Sambil terus berharap ini: pertolongan Tuhan yang lebih banyak.(habis)