Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 11581

Michael Learns To Rock Manggung di Batam

0

batampos.co.id – Band musik legendaris, Michael Learns To Rock (MLTR) akan menggelar konser musik di Batam, 15 Desember mendatang. MLTR akan tampil di Grand Ballroom Hotel Radisson Batam selama satu setengah jam sejak pukul 20.00 WIB.

“MLTR ini selalu punya pasar setia. Mereka punya fanbase yang kuat. Di setiap album selalu ada hits,” kata promotor dari event organizer (EO) Original Production yang mendatangkan MLTR ke Batam, Tomy Pratama, saat menggelar konferensi pers di Hotel Radison, Senin (26/11).

MLTR akan tampil membawakan 15 lagu, mulai dari album pertamanya The Actor hingga album terbarunya Still. Batam merupakan salah satu kota yang dipilih dalam rangkaian tur MLTR bertajuk Still Tur Asia 2018.

Tomy Pratama mengungkapkan, Batam merupakan pilihan utama menggelar konser ini karena ingin mendukung kota ini dalam mengembangkan pariwisatanya.

“Batam itu punya market yang potensial. Karena Singapura saja yang menggelar konser serupa, pasarnya itu dari Indonesia sekitar 78 persen,” ungkapnya.

Untuk tiket, Tomy mengaku sudah 67 persen terjual. Ada sekitar 1.500 tiket yang dijual dengan rentang harga dari yang termurah, Rp 550 ribu hingga Rp 2.500.000 untuk kelas Diamond atau VIP. Tiket bisa didapatkan langsung di Hotel Radisson Batam.

“Ini juga dapat menjadi payung untuk mengembangkan industri kreatif untuk pariwisata. Batam masih punya banyak hal yang belum digali,” paparnya.

MLTR dibentuk pada tahun 1991. Band yang sekarang diawaki oleh pemain keyboard Jascha Richter, drummer Kare Wanscher dan gitaris Mikkel Lentz ini merupakan spesialis lagu-lagu pop.

“Dalam 27 tahun kariernya, sudah ada 50 juta tayangan video dan streaming, 11 juta album fisik dan 6 juta unduhan berbayar,” paparnya.

Di tempat yang sama, General Manager Hotel Radisson Gavin Sander mengatakan, pihaknya ingin memberi hiburan kepada masyarakat Batam.

“Saya ingin membuat sesuatu yang menarik dan menghibur. Makanya kami menggandeng Original Production untuk mendatangkan MLTR,” ucapnya.

Gavin mengungkapkan, ia dihubungi rekan-rekannya yang belum percaya MLTR di Batam.

“Sampai-sampai saya dikontak teman-teman yang selalu bertanya apakah MLTR jadi konser di Batam,” katanya.

Untuk penonton konser yang menginap di Hotel Radisson, Gavin akan memberikan harga spesial untuk kamar dan tentu saja sarapan pagi. (leo)

Terima Kasih Semua

0

Dua event besar garapan Batam Pos dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, usai sudah. Namun gaungnya masih terasa.

Funbike night dan funwalk, 24-25 November usai sudah. Dua event spektakuler itu digelar dalam rangka HUT ke-20 Batam Pos sekaligus Hari Bakti ke-47 BP Batam.

Inilah event terbesar yang pernah digelar di Kepri. Funwalk yang digelar Minggu (25/11) mampu menyedot animo masyarakat Batam. Dari 10 ribu tiket dan jersey yang disiapkan, seluruhnya terjual.

Bahkan, panitia sendiri tidak kebagian baju dan terpaksa mencetak lagi.

Jalan Ahmad Yani, Jalan Engku Putri Utara, Jalan Raja M Tahir, dan Jalan Gurindam jadi lautan manusia. Bayangkan saja, barisan terdepan sudah berada di simpang Hotel Harmoni One, barisan paling belakang masih tertahan di lokasi start yang berada di Jalan Ahmad Yani, depan kantor Batam Pos.

“Belum pernah ada funwalk dengan peserta sebanyak ini,” kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo pun mengakuinya.

“Event funwalk ini terbesar. Animonya tinggi. Tahun depan, kita kolaborasikan lagi HUT Batam Pos dan Hari Bakti BP Batam,” janji Lukita.

Event ini memang didesain sangat unik. Peserta mengenakan busana dan pernak-pernik yang terbuat dari koran Batam Pos. Ini juga menjadi event pertama di Kepri. Bahkan, saya berambisi mendaftarkannya ke Museum Dunia-Rekor Indonesia (MURI). Semoga dapat diterima.

Tak hanya itu, acara lebih meriah dengan gelaran fashion show berbusana koran. Uniknya, peserta menjadikan jalan raya sebagai catwalk. Ratusan peserta ikut serta. Dari taman kanak-kanak (TK) hingga umum. Diikuti pria dan wanita. Mereka tampil elegan. Busana yang dikenakan juga menggambarkan kreativitas. Keren.

Meskipun anak kedua saya, Ajeng Lanoverian Guntur Sunan ikut serta, saya perintahkan panitia dan juri untuk profesional. Alhasil, anak saya kalah meskipun kerap menjuarai fashion show koran kategori anak-anak.

Ini bukti profesionalisme kerja panitia. Semua bekerja keras untuk menyukseskan event funwalk ini.

Sehari sebelumnya, Sabtu (24/11) malam, funbike night yang dipusatkan di Bundaran BP Batam mampu membuat heboh. Sekitar 1.700 goweser ambil bagian. Karena panitia hanya mencetak 1.500 tiket dan jersey, banyak yang tidak kebagian. Namun, yang tidak kebagian tetap antusias.

Bayangkan saja, start sampai tertunda lantaran peserta membeludak. Mereka memadati jalanan di bundaran BP Batam. Setelah dikondisikan, start baru bisa dimulai.

Digelar untuk meramaikan Car Free Night, ratusan stan terisi penuh. Semua terisi. Dari UKM, otomotif, properti, dan lainnya ikut meramaikan. Apalagi, juga dimeriahkan Michele Tan, Sam All Star, dan Kepri Ploes. Makin dahsyat.

Banyak yang bilang, inilah event funbike paling heboh. Dikemas unik. Peserta diajak mengayuh sepeda di malam hari. Tantangannya benar-benar beda.

Kehadiran pelopor Zumba Indonesia, Jun Ko Agus di dua event itu juga jadi pembeda. Dengan gayanya yang energik, mampu membius peserta.

Tentunya, kesuksesan ini tidak terlepas dari peran semua pihak. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang merestui event ini.

Terkhusus, saya mewakili panitia dan Batam Pos me-ngucapkan beribu terima kasih atas dukungan BP Batam. Sinergitas antara Batam Pos dan BP Batam dalam mendorong tumbuhnya ekonomi, telah menghasilkan dua event yang luar biasa.

Begitu juga atas dukungan para sponsor yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Termasuk Pemprov Kepri, Pemkab Karimun, Pemkab Bintan, jajaran TNI/Polri dan unsur lainnya. Terima kasih tak terhingga juga ditujukan kepada masyarakat Batam, khususnya peserta funbike night dan funwalk. Tanpa mereka event ini tidak akan berjalan sukses.

Special thanks untuk panitia sekaligus tim saya. Mereka telah berjuang sekuat tenaga menyukseskan kedua event ini. Gesekan hingga perang urat syaraf menjadi bumbu manis demi kesuksesan acara.

Kedua event ini memang tidak sempurna. Namun, kami percaya bahwa ke depan kita akan menggelar event yang lebih dahsyat, spektakuler, dan perfect. ***

Dor… Polisi Tembak Dua Pencuri Motor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dm, 28, spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) dibekuk jajaran Polsek Sagulung, Senin (19/11) lalu. Dia dibekuk bersama Em, 24, penadah yang membeli sepeda motor curiannya. Keduanya dihadiahi timas panas di masing-masing betis karena berusaha kabur saat ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.

Dm duluan ditangkap saat akan menjual sepeda motor curiannya di kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza, Sagulung. Dari nyanyian Dm, polisi kemudian membekuk Em di kediamannya di Seipanas.

Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko membenarkan pengungkapan jaringan curanmor tersebut. Dikatakannya, dari pengembangan sementara Dm diketahui sudah dua kali berhasil mencuri sepeda motor warga.

”Satu TKP (tempat kejadian perkara, red) di Bengkong dan motornya sudah dijual. Pembelinya tak tahu lagi dimana. Satu lagi di sini (Sagulung). Sepeda motor Yamaha Mio yang dicurinya. Motor ini dijual ke Em seharga Rp 300 ribu,” kata Dwihatmoko, Senin (26/11).

Pengungkapan jaringan curanmor ini merupakan hasil pengembangan laporan kehilangan sepeda motor dari seorang warga di Sagulung dua hari sebelum kedua pelaku dibekuk. Dalam laporan itu sepeda motor korban dicuri saat parkir depan rumah.

”Pelaku menggunakan kunci T untuk nyolong motor orang,” kata Dwihatmoko.

Kedua pelaku kepada wartawan mengakui perbuatan mereka itu. Keduanya dikenai pasal berbeda. Dm pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara, sementara Em pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (eja)

Tiket Pelni Tujuan Belawan Masih Tersedia

0
Calon penumpang PELNI
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam menjamin ketersediaan tiket mudik libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 tujuan Belawan, Sumatera Utara. Tingginya animo masyarakat untuk menggunakan kapal laut, PT Pelni akhirnya memutuskan menambahkan kuota jumlah penumpang.

Kepala Operasional Pelni Cabang Batam, Diki Dermawandi menyebutkan tiket mudik untuk keberangkatan tanggal 21 dan 23 Desember, masih tersedia untuk semua kelas.

Sebelumnya, kata dia, memang tiket sempat habis, tapi menyusul penambahan kuota jumlah penumpang, maka Pelni kembali menjual tiket untuk tanggal keberangkatan 21 dan 23 Desember.

”Sekarang semua seat kembali tersedia. Kemarin sempat habis karena dibeli pemudik,” kata Diki, Senin, (26/11).

Ia menjelaskan masyarakat yang tidak mendapatkan tiket minggu lalu, bisa langsung mendatangi konter resmi Pelni di Sekupang, retail modern, hingga agen-agen PT Pelni lainnya.

Diki menjelaskan hingga saat ini angkutan laut KM Kelud masih menjadi pilihan untuk mudik baik Lebaran maupun Natal hingga Tahun Baru. Harga tiket yang murah menjadi alasan masyarakat masih memilih mudik menggunakan kapal Kelud. ”Dibandingkan dengan angkutan udara, pasti jauh lebih murah (kapal Pelni, red),” sebutnya.

Sejak dibukanya pembelian tiket mudik, Diki menyebutkan terjadi kenaikan cukup signifikan. Penjualan tiket setiap hari sudah menembus angka ribuan. Sebelumnya penjualan hanya mencapai 700 tiket. ”Memang Natal dan Tahun Baru masih lama, tapi masya-rakat memilih membeli tiket lebih awal agar tidak kehabisan,” terangnya.

Ia menambahkan, KM Kelud yang awalnya hanya berkapasitas 1.907 penumpang, ditingkatkan kuotanya menjadi tiga ribu lebih penumpang. Soal harga tidak mengalami kenaikan. Untuk tujuan Belawan sebesar Rp 220 ribu, sedangkan tujuan Tanjungperiuk sebesar Rp 313 ribu untuk sekali jalan.

Terkait keamanan penumpang, Diki menyebutkan, KM Kelud sudah dilengkapi ribuan pelampung untuk penumpang, seperti sekoci hingga lifecraft.

”Semua sudah dicek dan kondisinya bagus. Kami sudah antisipasi soal keamanan penumpang,” tutupnya.(yui)

TNI AL Cegat MV An Kang Berbendera Singapura, Didapati …

0
Anggota TNI AL bersenjata lengkap mengawal ABK kapal tugboat An Kang yang ditangkap di perbatasan Indonesia-Singapura.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan dari Koarmada I mengamankan MV An Kang berbendera Singapura saat menggelar operasi di perairan teritorial Indonesia, Rabu (21/11/2018) sore.

Penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa terdapat kapal yang sering melakukan ship to ship (STS) atau transfering di laut.

Hasil dari pemantauan adanya laporan dari masyarakat tersebut dimatangkan ke unsur KRI/KAL dari tim gabungan Guskamla Koarmada I dan F1QR IV serta Lanal Batam.

Berdasarkan informasi tersebut, Rabu (21/11) sore KAL Mapor saat patroli penyekatan, mendapati kontak visual MV An Kang yang sedang melaksanakan STS ke Kapal MT Pu Tuo San, juga, berbendera Singapura. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan kapal, dokumen muatan dan ABK.

Dari hasil pemeriksaan, didapati 11 penumpang atau ABK gelap yang tak berdokumen yakni 10 WNA dan 1 WNI yang tak masuk ke dalam crew list.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Para ABK serta nakhoda MV An Kang ini nantinya akan dikenakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011 pasal 113 yakni setiap orang sengaja keluar masuk wilayah Indonesia dan tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat imigrasi di tempat pemeriksaan imigrasi, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan,” terang Laksamana Pertama Dafit.

Meski tak didapat barang terlarang, lanjutnya, operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi makin banyaknya modus penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

“Intinya kami tak ingin kecolongan terhadap penyelundupan narkoba di perairan khususnya di Kepri. Makanya saat ini kami akan memperketat pengawasan dan menyatakan perang terhadap penyelundupan narkoba,” kata Laksamana Pertama Dafit mengakhiri. (gas)

Panjat Tebing Sumbang Satu Emas Satu Perunggu untuk Batam

0

batampos.co.id – Atlet panjat tebing Kota Batam berhasil mempersembahkan dua medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri yang digelar di Lapangan Pamedan, Senin (26/11). Atlet panjat tebing Kota Batam ini berhasil mempersembahkan satu medali emas dan satu medali perunggu.

Pelatih panjat tebing Kota Batam Samsul menjelaskan dua medali ini diraih dari dua nomor yang berbeda. “Medali emas dihasilkan dari nomor lead perorangan putri Dian Desiana,” tutur Samsul, Senin (26/11).

“Sedang untuk medali perunggu dihasilkan dari nomor lead tim putri. Atlet panjat tebing Kota Batam yang mempersembahkan medali ini adalah Hendysa Septi Agnes, Dita Wulandari, san Dipty Agustina,” ujarnya.

Samsul mengatakan dalam ajang Porprov ini Kota Batam memberangkatkan sebanyak 14 atlet dan dua ofisial. “Empat belas atlet ini terbagi menjadi 12 atlet yang bermain dan dua atlet cadangan,” tuturnya.

Selain itu, atlet Kota Batam dalam event ini akan turun di lima nomor. “Nomor yang diikuti oleh Kota Batam adalah lead perorangan putri dan lead perorangan putra,” ujarnya.

“Selain itu juga ada lead beregu putri, lead beregu putra, dan lead mix,” tambah Samsul.

Samsul juga menjeladkan jika timbpanjat tebing Kota Batam mempersiapkan diri menyongaong Porprov selama enam bulan. “Tetapi untuk latihan intensifnya selama satu bulan,” tuturnya.

Sementara itu peraih medali emas Dian Desiana mengaku bangga bisa mempersembahkan medali emas bagi Kota Batam. “Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus meraih prestasi,” tutur wanita yang juga menjabat sebagai wakil ketua FPTI Kota Batam ini.

Tetapi yang disayangkan hingga saat ini untuk medali perunggu tim beregu putri sempat menjadi perdebatan. Hal ini terjadi lantaran ada yang memprotes keputusan wasit.

“Lantaran selisih waktu satu detik, mereka mengajukan protes. Sempat medali dicabut tapi saya langsung mengajukan protes pada panitia, dan alhamdulillah medali perunggu tetap milik Kota Batam,” jelasnya.

Target yang disandang oleh tim panjat tebing Batam tak main-main. Mereka menyandang beban untum bisa mempertahankan gelar juara umum cabor panjat tebing. “Di ajang sebelumnya kami berhasil meraih tiga medali emas dan sekaligus meraih juara umum,” paparnya.

“Karenanya kita punya kewajiban untuk bisa mempertahankan gelar. Dalam event sebelumnya tiga mendali emas berhasil kami raih,” ujarnya bangga.

Tiga nomor memang menjadi andapan FPTI Batam dalam mendulang medali emas. Tiga nomor itu adalah lead perorangan putra, lead perorangan putri dan nomor lead mix.

Samsul berharap tim panjat tebing Kota Batam berhasil meraih hasil maksimal dalam event ini.

“Mohon dukungan dari seluruh masyarakat Kota Batam agar panjat tebing bisa kembali meraih gelar juara umum,” harapnya.

Untuk Selasa (28/11) akan dilaksanakan pertandingan untuk nomor lead perorangan putra, lead beregu putra, dan lead mix.

“Peluang untuk merebut medali emas masih ada. Kita masih punya nomor andalan yang akan bertanding esok(hari ini, red),” papar Samsul.(yan)

Polisi Turunkan Tim Gabungan untuk Tekan Angka Kecelakaan, dan Aksi Trek-Trekan

0

batampos.co.id – Polisi mengintensifkan patroli malam mencegah adanya aksi trek-trekan yang biasa dilakukan oleh sekelompok remaja.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolsek Batamkota, AKP Ricky, Senin (26/11) sore.

“Ini yang akan kami fokuskan pengawasan sekaligus patroli yang dilakukan anggota kepolisian di jalan. Kalau ada kejadian di jalan saat malam hari, seperti misalnya adanya aksi trek-trekan sekelompok remaja, laporkan langsung ke kepolisian, kami akan langsung tindak dan proses secara hukum. Jadi masyarakat jangan segan, sungkan atau takut melaporkan adanya trek-trekan atau musibah tabrakan,” ujar mantan Kapolsek Batuampar ini.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang untuk dan satuan lainnya untuk lebih mengintensifkan patroli terhadap aksi trek-trekan di jalan umum, khususnya di Jalan Ahmad Yani Batamkota.

“Jujur kalau hanya mengandalkan kami saja, jumlah personel kami terbatas. Apalagi masyarakat sudah tahu sendiri, kami jaga atau patroli di satu titik jalan raya, usai anggota berpindah berpatroli ke sisi jalan lainnya, para remaja ini kembali lagi. Makanya kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang dan satuan lainnya untuk mencegah adanya aksi trek-trekan di jalan raya umum,” terang Ricky.

Hal yang sama ditegaskan oleh Kepala Unit (Kanit) Laka, Satlantas Polresta Barelang, Iptu Efendi M. Jajarannya akan memperketat pengawasan, mengintensifkan patroli di jalan raya umum yang biasa dijadikan aksi trek-trekan sekelompok remaja malam hari khususnya Sabtu dan Minggu.

Hal itu dilakukan jajarannya, untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh aksi trek-trekan di jalan raya. Sebab korban kecelakaan sendiri, bukan hanya disebabkan karena unsur human eror pengendaranya, tapi juga karena aksi atau ulah sekelompok remaja yang ugal-ugalan trek-trekan di jalan umum.

“Itu prioritas utama kami dari Satlantas Polresta Barelang, membersihkan aksi trek-trekan di jalanan umum di Batam, utamanya di Jalan Ahmad Yani, atau seputaran Masjid Raya di malam hari. Sebab, aksi trek-trekan remaja di jalanan umum, tak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas pengendara lainnya yang akan melintas di jalan tersebut, tapi juga bisa mengancam pengendara lain yang melintas dan sudah tertib berkendaran akibat ulah atau aksi trek-trekan di jalanan umum,” ujar Iptu Efendi M.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengendarai sepeda motor atau mobil, agar diperhatikan seksama kelengkapan dokumen berkendaranya seperti STNK dan utamanya SIM yang merupakan bukti utama seseorang layak untuk berkendara di jalan raya.

“Atas musibah yang menimpa redaktur Batam Pos, Ahmadi Sultan, kami tetap fokus dalami. Namun saya sedikit menyayangkan, harusnya kalau berkendara di jalan raya itu wajib mengantongi SIM. Kalau ternyata tak memiliki SIM, artinya kan tak boleh mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Sebab, kalau ada apa-apa, korban sendiri yang nantinya kesulitan untuk mengurus dokumen-dokumen seperti klaim asuransi,” terang Efendi M.

Apalagi, lanjutnya pada kejadian yang dialami redaktur Batam Pos, pada Minggu dini hari kemarin, korban juga tak mengetahui siapa penabraknya, berapa nomor plat motornya.

“Inilah yang menjadi penghambat polisi dalam menelusuri siapa penabraknya itu. Kalau tak tahu sama sekali siapa penabraknya, motornya apa, berapa plat nomornya, mau pakai petunjuk apa kami bisa tahu siapa penabraknya,” ujar Efendi.

Efendi mengimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati hati serta melengkapi dokumen kendaraan bermotor dan mengenakan helm standar di jalan raya.

“Seperti misalnya, kalau ada pengendara dari sisi kiri hendak berpindah jalur ke kanan, harus lebih ekstra hati-hati. Harus dilihat di belakangnya dari spionnya, apakah di belakangnya sudah sepi, tak ada pengendara lainnya yang berjalan lurus ke lajur kanan, aman untuk berpindah jalur. Karena dalam aturan lalu lintas pengendara yang melaju lurus di jalan, harus diutamakan, diberikan kesempatan untuk melintas terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpindah jalur dari kiri ke kanan,” ujarnya mengakhiri.

Sementara,redaktur Batam Pos, Ahmadi yang menjadi korba balap liar tengah malam masih dalam masa pemulihan dan beristirahat dikediamannya. Ia tak meminta polisi harus dapat menangkap penabraknya, dan menganggap hal itu sudah terlanjur terjadi dan merupakan musibah. tapi mengimbau kepada masyarakat Batam untuk turut peduli kepada anak-anaknya yang remaja agar tak ikut terpengaruh dengan aksi trek-trekan di jalan raya.

“Semoga dengan intensifnya kepolisian dalam berpatroli dan menindak aksi ugal-ugalan di jalan raya, mampu mengikis habis aksi-aksi yang membahayakan masyarakat selaku pengendara,” ujar Ahmadi mengakhir. (gas)

Jejak Prestasi BP Batam sepanjang 2018

0

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2018, Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah meraih sejumlah penghargaan atas kinerjanya. Penghargaan pertama adalah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 30 Mei lalu.

“Ini WTP yang kedua. Penghargaan ini akan membuat kami semakin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Batam,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto, 28 Mei silam di Mediacentre BP Batam.

Sebelumnya, BP sudah mendapatkan WTP pada saat dipimpin Hatanto Reksodipoetro pada tahun 2016. Penghargaan ini diperoleh setelah BPK melakukan audit terhadap kinerja keuangan BP Batam.

Opini itu diberikan BPK dengan pertimbangan bahwa kualitas laporan keuangan dianggap sudah memenuhi kriteria

Opini adalah ukuran akuntabilitas dari pengelolaan keuangan yang ada di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L).

Pemberian opini dari BPK menjadi suatu ukuran proses penyusunan laporan keuangan suatu K/L telah transparansi dan akuntabilitas.

Dalam menentukan opini Laporan Keuangan, ada 4 kriteria yang ditetapkan oleh BPK dalam melakukan audit atas Laporan Keuangan K/L.

Kriteria-kriteria tersebut antara lain harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan, memiliki kelengkapan bukti yang memadai, pengendalian internal harus baik, dan penyusunan harus sesuai undang-undang.

Bagi BP Batam, meraih opini WTP bukanlah tujuan akhir. Ini merupakan suatu awal untuk menunjukkan tradisi pertanggungjawaban akuntabilitas, transparansi menggunakan APBN untuk kesejahteraan rakyat yang makin adil.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan keterbukaan informasi publik kepada Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto, Senin (5/11/2018) siang di Istana Wakil Presiden RI

Setelah Opini WTP, BP Batam kemudian meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2018 kategori Lembaga Non Struktural kualifikasi informatif dari Komisi Informasi Publik (KIP) Republik Indonesia, 5 November lalu.

KIP sebelumnya telah melakukan monitoring dan evaluasi kepada Badan Publik. Dimana dari hasil tersebut terlihat tingkat partisipasi Badan Publik yang dilihat dari pengembalian kuisioner tahun ini mengalami kenaikan, tepatnya dari 460 Badan Publik, yang mengembalikan kuisioner sebanyak 289 Badan Publik atau 62,83 persen.

Pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik kali ini dilakukan penilaian akhir dengan kualifikasi sebagai berikut yaitu Informatif, Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak Informatif.

Ketua KIP Gede Narayana mengatakan untuk kategori Badan Publik, ada tujuh kategori, yaitu Badan Publik Kementerian, Badan Publik Lembaga Non Struktural (LNS), Badan Publik Lembaga Negara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LNLPNK), Badan Publik Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Badan Publik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Publik Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan Badan Publik Partai Politik (Parpol).

Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik di Indonesia masih jauh dari tujuan yang diamanatkan UU KIP, karena masih banyaknya Badan Publik yang belum melaksanakan UU KIP.

“Hasil penganugerahan ini bukanlah suatu ajang yang dimaknai sebagai kontestasi, tetapi harus kita maknai sebagai tolak ukur implementasi keterbukaan informasi di Indonesia”, tambahnya.

Adapun tiga besar penghargaan KIP kategori Lembaga Non Struktural (LNS) tahun 2018 yakni Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengusahaan (BP) Batam, Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) RI.

Dan penghargaan terakhir adalah penghargaan Indonesia Awards 2018 yang diselenggarakan oleh iNews TV di iNews Tower, MNC Centre, Jakarta pada 15 November.

Malam penghargaan Indonesia Awards merupakan acara penghargaan yang diberikan kepada lembaga pemerintah maupun non pemerintah serta para tokoh yang berprestasi tentunya dalam memberikan perubahan yang lebih baik dan membanggakan kepada masyarakat Indonesia dalam menjalankan tugas dan fungsi dari bidang pekerjaan masing-masing individu maupun instansi.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo

Dalam acara malam penghargaan Indonesia Awards 2018 yang ketiga kali ini dihadiri oleh menteri, pejabat daerah dan tokoh-tokoh nasional dengan mengambil tema Indonesia Bangga yang terbagi dalam tiga nominasi yaitu kategori Tokoh Publik, Kategori Olahraga dan Kategori Profesional.

Sedangkan untuk Kategori Apresiasi terbagi dalam tujuh belas kategori dimana beberapa kategori tersebut merupakan bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ekonomi Kreatif, Pelayanan Publik, Pariwisata, E-Government, Tata Kelola Pemerintah, Budaya, Pemuda dan Olahraga dan Pertumbuhan Ekonomi.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di dalam acara malam penghargaan Indonesia Awards 2018 ini mendapatkan apresiasi penghargaan untuk bidang kategori Pertumbuhan Ekonomi dimana penghargaan ini diberikan kepadanya karena Kepala BP Batam tersebut dinilai sudah memberikan sumbangsihnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam yang tahun lalu mengalami penurunan.

Melalui tangan dingin serta kerja keras Lukita Dinarsyah Tuwo dalam memimpin BP Batam pertumbuhan ekonomi Batam terus membaik.

Hal tersebut dibuktikan dengan naiknya nilai pertumbuhan ekonomi Batam yang tahun lalu hanya dibawah 2 persen sehingga saat ini nilai pertumbuhan ekonomi Batam naik menjadi diatas 4,5 persen dan terus membaik.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada iNews dan MNC grup, saya ucapkan semoga dengan award ini dapat memacu inovasi dan prestasi diseluruh Indonesia.”

Lukita mengatakan penghargaan ini adalah milik segenap seluruh karyawan BP Batam dan masyarakat Batam yang telah bersama-sama melakukan kerja keras, inovasi, melayani masyarakat dan investor agar Batam semakin maju dan berkemang guna mewujudkan Batam maju dan berkembang.(leo)

Orang Sakit Jiwa Bisa Nyoblos

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemberian hak pilih kepda orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membawa sejumlah konsekuensi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberikan fasilitas pendampingan kepada ODGJ untuk bisa menggunakan hak pilihnya.

Dalam bahasa pemilu, mereka disebut penyandang disabilitas mental. Maka, para ODGJ akan disamakan perlakuannya dengan penyandang disabilitas lain.

Komisioner KPU Viryan Azis menuturkan, keberadaan penyandang disabilitas mental sebagai pemilih dalam pemilu bukanlah hal baru.

’’Sejak pemilu 1955, WNI penyandang disabilitas mental sudah punya hak pilih yang sama seperti WNI lainnya,’’ terangnya, Minggu (25/11).

Penyandang disabilitas mental baru menjadi persoalan ketika pada 2015 pembuat UU menghilangkan hak pilih mereka dalam pilkada. Ujungnya, muncullah gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi yang hasilnya mengembalikan hak pilih mereka seperti semula.

Meskipun demikian, dalam menggunakan hak pilihnya, ODGJ tetaplah penyandang disabilitas. Karena itu, KPU menyamakan perlakuan antara ODGJ dan penyandang disablitas lainnya. Se­perti buta, bisu tuli, tuna­daksa, dan lainnya. Me­reka akan mendapatkan ban­tuan dalam menggunakan hak pilihnya.

Bantuan yang diberikan adalah pendampingan saat berada dalam bilik suara.

’’Bisa dari pihak keluarga atau petugas KPPS,’’ lanjutnya. Biasanya, petugas KPPS memang disiagakan khusus untuk mendampingi penyandang disabilitas yang perlu pendampingan. Yakni, KPPS 5 yang tugasnya menangani bilik suara.

Dalam hal pemilih buta misalnya, mereka membantu mengarahkan pada bilik yang kosong dan menyiapkan alat bantu coblos untuk tunanetra. Bila sang pemilih meminta untuk dicobloskan, maka petugas wajib membantu. Begitu pula untuk tunadaksa, misalnya kedua tangannya putus, maka KPPS 5 akan membantu yang bersangkutan menggunakan hak pilihnya.

Dalam hal ini, bila ada keluarga yang datang bersama penyandang disabilitas itu, maka diperbolehkan pula untuk mendampingi saat mencoblos. Sebelum membantu, pendamping tersebut harus mengisi form C3. Isinya pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak akan membocorkan pilihan si penyandang disabilitas. Perlakuan itulah yang akan diberikan pada pemilih penyandang disabilitas mental.

Dalam hal pendataan, perlakuannya juga sama.

’’Kami mendata berdasarkan dokumen kependudukan. Yaitu KTP elektronik atau suket (surat keterangan),’’ tutur mantan Komisioner KPU Kalimantan Barat itu.

Dalam hal pendataan ODGJ, pihaknya mendatangi rumah penduduk, rumah sakit jiwa, atau panti-panti yang menangani orang dengan kondisi tersebut. Bukan asal bertemu ODGJ yang menggelandang lalu didata.

Kendala KPU hanya satu, yakni keterbukaan keluarga. ’’Seringkali pihak keluarga tidak mau terbuka kalau ada anggota keluarganya yang merupakan penyandang disabilitas,’’ ujar Komisioner KPU Pramono ubaid Tanthowi.

Alhasil, sejauh ini KPU hanya berhasil mendata sekitar 400 ribu penyandang disabilitas. Padahal, sejumlah organisasi pembela hak penyandang disabilitas menyebut angka dua juta lebih.

Tidak mungkin KPU memaksa pihak keluaga mengakui bila ada penyandang disabilitas. Prosedur standarnya, petugas coklit hanya menanyakan apakah ada penyandang disabilitas di rumah tersebut. bila ada, baru didata jenis disabilitasnya. Bila pemilik rumah mengatakan tidak ada, maka petugas coklit juga tidak akan bertanya lebih lanjut. Seluruhnya akan dicatat pada daftar pemilih umum.

Dari data yang ada, jumlah penyandang disabilitas mental juga tidak bisa disebut signifikan. ’’Informasi yang saya terima sekitar 5.000-an,’’ terang Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin. Hingga saat ini, KPU masih terus memperbaiki daftar pemilih yang ada sebelum ditetapkan apda pertengahan Desember mendatang.

Afif mengingatkan, tugas KPU hanya memasukkan pemilih yang memenuhi syarat administratif ke dalam daftar pemilih, siapapun itu.

’’Urusan (gangguan jiwa) berat atau tidak itu bukan domainnya KPU,’’ lanjutnya.
Baru nanti saat hari H pemungutan suara, bisa saja ODGJ yang bersangkutan tidak menggunakan hak pilihnya karena gangguan kejiwaannya cukup berat. Di luar itu, siapapun yang memenuhi syarat tetap wajib diberikan hak pilih.

Justru pihaknya khawatir, KPU di daerah tidak mampu menerjemahkan pemberian hak tersebut dengan baik. (byu/JPG)

Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HJB 2018

0

batampos.co.id – Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) 2018 akan dimeriahkan oleh pawai budaya nusantara, Selasa (18/12) mendatang. Pesertanya merupakan perwakilan paguyuban daerah di Batam.

Pawai dimulai di Dataran Madani dan berakhir di Dataran Engkuputri, Batamcenter.

Ketua Panitia HJB Yusfa Hendri mengatakan HJB prinsipnya adalah gelaran yang dapat dinikmati dan dimeriahkan seluruh warga Batam. Diketahui, Batam merupakan daerah dengan penduduk yang beragam latar belakang etnik maupun budaya.

“Pawai ini adalah kegiatan untuk menghimpun semua komponen masyarakat Batam. Kami paham Batam ini multietnik, multiculture, juga multiagama,” kata dia.

Makanya pihaknya berharap setiap paguyuban dapat ikut andil dan menunjukan bahwa Batam walau berbeda latarbelakang namun bisa hidup dalam harmoni atau damai. Kegiatan ini juga bakal diikuti organisasi profesi.

“Teknisnya kami telah bagi penanggungjawab per OPD, misal Kominfo kebetulan dari Bawean bawa bertanggungjawab membawa paguyuban Bawean dan Madura. Total peserta bisa sampai 5 ribu orang,” terangnya.

Beberapa acara puncak lain yakni, Ziarah ke Makam Zuriat Nong Isa pada 14 Desember 2018. Ini memang rutin dilakukan setiap HJB, mengunjungi makam keturunan Nong Isa, sebab makam Nong Isa sendiri belum ditemukan hingga sekarang.

Upacara HJB, sidang paripurna HJB Batam dan pawai budaya digelar pada hari yang sama yakni pada 18 Desember 2018 secara berurutan. Juga pada hari yang sama, malam harinya, akan digelar Anugrah Batam Madani, seperti biasa tahapan ini merupakan pemeberian pengharagaan pada tokoh dan badan usaha yang dinilai turut memberi kontribusi secara terus menerus bagi pembangunan Batam. Ada 20 tokoh yang akan mendapatkan penghargaan dari bidang yang berbeda.

Secara umum rangkaian kegiatan HJB diharapkan dapt memberikan dampak pariwisata ke Batam. Kegiatan lainj seperti, lomba skateboard, jalan santai hari guru, gotong royong, Batam Great Sale, pameran foto dan vlog dan lomba jurnalistik

“Diharapkan seluruh rangkaian ini jadi atrkasi wisata. Tamu-tamu asing yang ke Batam ini jadi salah satu yang bisa dinikmati saat mereka berkunjung,” pungkasnya. (iza)