Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11597

BP Batam Punya Kepala Baru

0

batampos.co.id – Pucuk pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam berganti lagi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Dewan Kawasan (DK) Batam Darmin Nasution melantik Edy Putra Irawady sebagai Kepala BP Batam di kantornya di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Selain Edy, Darmin juga melantik dua orang deputi BP Batam, yaitu Purwiyanto sebagai Deputi Bidang Administrasi dan Umum dan Dwianto Eko Winaryo sebagai Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam. Purwiyanto dan Dwianto sebelumnya merupakan deputi I dan deputi III BP Batam.

Menurut Darmin, pengangkatan Edy yang juga mantan staf khusus Kemenko Perekonomian itu dilakukan agar persiapan dan transisi hasil keputusan sidang kabinet pada 27 Desember 2018 berjalan dengan baik. Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo memutuskan BP Batam dan Pemko Batam akan disatukan dan menunjuk Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai ex officio kepala BP Batam.

“Kami percaya ini bisa dipikul dengan baik oleh mereka bertiga sehingga apa yang diputuskan berjalan efektif. Kami menyarankan kepada Kepala BP Batam dalam masa transisi ini dan juga deputinya, kalau ada hal-hal yang dianggap kurang jelas silakan menghubungi kami di Dewan Kawasan Batam,” kata Darmin usai pelantikan di kantornya, kemarin.

“Mudah-mudahan berjalan dengan baik dan mudah-mudahan Tuhan memberi kelapangan dan kemudahan,” lanjut Darmin.

Darmin menjelaskan, pengangkatan Edy akan membuat proses transisi ini lebih efektif dan lebih mulus. Utamanya dalam mempersiapkan penyerahan dan penggabungan jabatan wali kota Batam dengan kepala BP Batam, paling lambat 30 April 2019.

Selama masa transisi ini, BP Batam di bawah kepemimpinan Edy akan berfokus pada dua hal. Yakni menyiapkan pelaksanaan dari keputusan sidang kabinet untuk penyatuan jabatan wali kota-kepala BP Batam, serta untuk tetap menjalankan fungsi melayani dunia usaha.

Pelantikan Edy Putra Irawady (2 dari kiri) sebagai Kepala BP Batam, Dewan Kawasan juga mengangkat Purwiyanto (3 dari kiri) sebagai Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam dan Dwianto Eko Winaryo (paling kanan) sebagai Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Senin (7/1/2019)

“Bisnis tetap berjalan. Selain urusan investasi, tentu saja beliau selama masa transisi tetap mendata semuanya, baik aset-aset serta tenaga kerja BP Batam yang ada di sana. Ada banyak sekali, sekitar 400 orang atau lebih itu. Target kita supaya ini berjalan dengan efektif,” ujar Darmin.

Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam Taba Iskandar juga mengatakan, Edy akan menjadi Plt Kepala BP Batam selama masa transisi saja.

“Transisi ini menuju era wali kota Batam akan menjadi ex officio kepala BP Batam,” kata Taba, Senin (7/1/2019).

Dalam rapat kemarin juga diputuskan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai ex officio kepala BP Batam. Namun, pemerintah masih harus menyiapkan payung hukumnya agar rangkap jabatan ini tidak menyalahi aturan.

Untuk itu, maka tim kecil gabungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Sekretariat Kabinet mencari formula yang tepat untuk memuluskan pelantikan wali kota jadi ex officio kepala BP Batam sejak akhir Desember tahun lalu.

Langkah awal yang dianggap fundamental adalah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007 tentang Pembentukan BP Batam. Dalam perjalanannya, tim ini masih membutuhkan waktu dalam menyusun formula yang pas sehingga pada rapat DK Batam di Jakarta Senin (7/1) kemarin, DK Batam memutuskan untuk memberhentikan Lukita dan para deputinya.

“Masa transisi ini digunakan untuk menyusun regulasi yang berperan sebagai payung hukum pengangkatan ex officio kepala BP Batam,” ujarnya.

Taba kemudian mengatakan seandainya pimpinan negara berganti sekalipun, keputusan ini tetap mutlak berlaku dan harus dijalankan.

“Karena yang menetapkan kepala BP Batam itu ya Ketua DK Batam,” katanya lagi.

Taba juga mengatakan dalam kajian pemerintah pusat, penetapan ex officio tidak melanggar undang-undang. Penyebabnya karena posisi pimpinan BP Batam merupakan orang-orang profesional sehingga bisa diisi oleh wali kota Batam.

“Yang salah itu jika wali kota Batam jadi wali kota Tanjungpinang atau jadi ketua DPRD, itu tidak boleh,” ungkapnya.

Mengenai dua deputi lama yang dilantik kembali, Taba menyebut tujuannya adalah agar perjalanan masa transisi berlangsung dengan baik. Keberadaan dua deputi di era Lukita itu diperlukan untuk membantu tugas Edy.

“Pak Purwiyanto itu dari Kementerian Keuangan dan Pak Dwi itu profesional. Mereka yang sebelumnya sudah paham seluk beluk BP akan membantu Pak Edy dalam masa transisi. Ketua DK juga akan memberikan arahan untuk tugas-tugas BP Batam,” ungkapnya.
Plt Kepala BP akan segera bertugas. Kemungkinan mulai Selasa (8/1) ini Edy sudah di Batam.

“Sejak dilantik, maka Pak Edy sudah bertugas dan akan serah terima jabatan dengan Pak Lukita,” imbuhnya.

Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan mengatakan sebagai abdi negara, ia dan karyawan BP Batam lainnya akan menjalankan apapun keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kami masih dengar-dengar saja di media. Tapi pada intinya kami siap menjalankan amanah,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng mengatakan, ia mengerti mengenai keputusan pemerintah pusat dan berharap langkah tersebut membawa dampak positif bagi Batam. Tjaw mengatakan, Edy sebelumnya adalah salah satu penggagas sistem perizinan terpadu, Online Single Submission (OSS) yang kemudian menjadi Ketua Harian OSS.

“Sebenarnya masalah di Batam itu adalah soal barang larangan terbatas (lartas). Semoga dengan kehadiran Pak Edy, konsen ke perizinan benar-benar dipermudah,” katanya singkat.

Sedangkan Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid menyimpulkan, pemerintah pusat menunggu hingga selesainya pesta demokrasi 2019, yakni pilpres dan pileg.

“Kemungkinan setelah pemilu, kebijakan untuk Batam akan berubah lagi,” ucapnya.

Ia mengakui tidak paham dengan tujuan sebenarnya dari pemerintah pusat. “Kepala BP Batam yang tadinya sudah definitif mengapa harus diganti Plt jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Rafki mengatakan kalangan pengusaha tidak akan mencampuri jika ada unsur politik dalam pergantian kepala BP Batam ini.

“Kita berharap jangan ada unsur politik karena untuk memecahkan masalah Batam dibutuhkan pemikiran yang jernih tanpa ada unsur politik,” paparnya.

Ia kemudian menegaskan Apindo Batam akan menerima siapapun kepala BP Batam asalkan pro dengan dunia usaha dan FTZ Batam. “Kita siap bekerja sama memajukan Batam,” katanya.

Rafki berharap agar pemerintah pusat segera mengambil keputusan yang pasti soal Batam. Bentuk keputusannya harus permanen dan tidak diubah lagi.

“Jika terlalu sering berganti kebijakan, kita khawatir investor akan berpandangan kalau kepastian berusaha di Batam menjadi rendah. Saya harap polemik di Batam segera berhenti dan semua yang tertunda bisa berjalan seperti biasa,” ungkapnya.(leo, ska, ian)

Menko Darmin Berterimakasih kepada Lukita D Tuwo

0
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.
Foto: Cecep Mulyana

batampos.co.id – Benar, Senin (7/1/2019) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution telah mengganti pucuk pimpinan BP Batam, Lukita D Tuwo dengan pejabat baru, Edy Putra Irawady.

Namun Darmin menilai Lukita Cs telah bekerja dengan baik. Untuk Itu Darmin tak segan untuk berterimakasih.

“Saya ucapkan pula terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BP Batam (Lukita d Tuwo, red) dan deputi-deputi sebelumnya yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujar Darmin seusai melantik Edy Putra Irawady.

Tak lupa, Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam meminta Edy untuk menjalankan beberapa rencana BP Batam yang telah disusun sebelumnya. (ptt)

Seekor Tuna Terjual Rp 43 Miliar

0

batampos.co.id – Tradisi lelang tahun baru yang digelar menjelang fajar di Jepang kembali digelar pada Sabtu (5/1). Dalam lelang di pasar ikan Toyosu tersebut tercipta rekor baru penjualan ikan tuna raksasa dengan harga 333,6 juta yen atau sekitar Rp 43,7 miliar.

Rekor tersebut diraih lewat lelang seekor tuna raksasa seberat 278 kilogram, yang ditangkap di lepas pantai utara Jepang.

Nilai lelang itu bahkan mencapai dua kali rekor lelang sebelumnya, yakni 155 juta yen, yang dicapai pada lelang tahun 2013 lalu.

Adalah Kiyoshi Kimura, seorang pengusaha restoran sushi terkenal di Jepang, yang menjuluki dirinya sendiri Raja Tuna, yang telah mencetak rekor pembelian ikan tuna tersebut.

“Saya telah membeli seekor tuna yang bagus,” kata Kimura mengenai ikan yang dibelinya dalam lelang.

“Harganya memang lebih tinggi dari perkiraan semula, tapi saya berharap pelanggan kami akan dapat menikmati tuna yang luar biasa ini,” tambahnya, seperti dikutip AFP.

Pasar ikan terbesar di dunia, yang juga menjadi objek wisata populer di Jepang dengan deretan restoran dan toko-tokonya di Tsukiji, telah dipindahkan ke wilayah Toyosu, di sebuah bangunan bekas pabrik gas di Tokyo, arah timur lokasi pasar sebelumnya.

Pasar ikan Tsukiji yang dibuka sejak 1935 telah dikenal dengan lelang tuna terbesar yang digelar setiap hari menjelang fajar. Ikan dari pasar ini digunakan oleh ibu rumah tangga hingga koki di restoran berbintang. Lelang terbesar adalah yang digelar pertama usai tahun baru, dimana pembeli dari toko grosir hingga taipan sushi. (lyn/dra)

Menko Darmin: Ex-Officio Tak Salahi Aturan

0
Menteri Darmin, 2 dari kanan) saat melantik Kepala BP Batam dan dua orang Deputi

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, dewan kawasan telah mengkaji dari aspek peraturan perundang-undangan bahwa kebijakan jabatan ex-officio Kepala BP Batam oleh Walikota Batam tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, terutama yang terkait dengan ketentuan rangkap jabatan oleh Walikota Batam sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) tentang Pemerintahan Daerah.

Untuk pelaksanaan kebijakan tersebut, lanjut Darmin, diperlukan 2 (dua) langkah penyiapan yang dilakukan paralel, yaitu:

penyiapan regulasi berupa pengaturan di dalam Peraturan Pemerintah (PP)

transisi pelaksanaannya.

Saat ini tengah dilakukan penyusunan dan pengharmonisasian perubahan kedua PP Nomor 46 Tahun 2007. Dalam penyusunan PP dimaksud, Dewan Kawasan Batam telah mendapat masukan yang substansial dari berbagai pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), dan unsur masyarakat. Masukan tersebut tentu menjadi perhatian.

Pada langkah penyiapan transisi pelaksanaan kebijakan ex-officio Kepala BP Batam oleh Walikota Batam, dilakukan penggantian Kepala BP Batam dan seluruh Deputi BP Batam.(ptt)

 

3 Tugas Kepala BP Batam pada Masa Transisi

0

batampos.co.id – Dewan Kawasan Batam menetapkan Edy Putra Irawady untuk menjabat sebagai Kepala BP Batam selama masa transisi.

Edy Putra Irawady yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memiliki tugas yaitu:

  1. menyiapkan laporan peralihan jabatan ex-officio,
  2. menyiapkan regulasi teknis untukpelaksanaan jabatan ex officio,
  3. melaksanakan tugas rutin yang tidak bersifat kebijakan (policy).

Edy Putra Irawady hendaknya tetap dapat menjalankan beberapa rencana BP Batam yang telah disusun sebelumnya.

Dengan kepengurusan BP Batam yang baru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berharap dualisme kepemimpinan di Batam dapat teratasi.

“Dengan demikian, proses perizinan investasi dan berusaha di Batam akan dapat segera selesai karena komando kebijakan berada pada satu tangan,” ujar Darmin. (ptt)

Alasan Edy Putra Irawady Dipilih sebagai Kepala BP Batam, Hari Ini

0

batampos.co.id – Telah diberitakan telah terjadi pergantian pucuk pimpinan BP Batam, petang tadi, Senin (7/1/2019) sekira pukul 17.30 Wib di Jakarta.

Alkisah, pada Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet (12/12/2018), lalu, pemerintah telah memutuskan bahwa Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dijabat ex-officio oleh Walikota Batam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menindaklanjuti hal tersebut, pada hari ini, Senin (7/1) Dewan Kawasan Batam kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala dan beberapa Anggota BP Batam dalam rangka sinkronisasi dan koordinasi pelaksanaan tugas pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan BP Batam selama masa transisi.

Dewan Kawasan Batam menetapkan Edy Putra Irawady untuk menjabat sebagai Kepala BP Batam selama masa transisi. Edy Putra Irawady yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian telah memenuhi kriteria yang diperlukan dalam masa transisi, yaitu:

  • mempunyai pengalaman yang cukup sebagai pimpinan birokrasi (senior),
  • mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai Batam serta kebijakan dan pelaksanaan investasi dan pelaksanaan berusaha,
  • mampu menciptakan iklim yang kondusif baik konsolidasi internal maupun komunikasi ke pelaku usaha dan masyarakat.

(ptt)

Parkir Elektronik Tetap Ditargetkan Januari

0

batampos.co.id – Parkir elektronik via T-Cash tetap ditargetkan Januari ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam beralasan salah satunya juru parkir perlu beradaptasi dengan sistem baru.

“Rata-rata jukir pendidikannya rendah, maka kami mulai paksan uji coba di Desember,” imbuh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Bata, Jeksel Alexander Banik, kemarin.

Ia mengaku, memperkenalkan sistem baru ini para jukir menilai sulit. Namun ia, menegaskan hanya perlu penyesuaian diri. Karena pada prinsipnya, kehadiran sistem ini mempermudah jukir dalam menjalankan tugasnya, disamping mempermudah masyarakat.

“Segi pendapatan, mencegah kebocoran,” kata dia.

Pantauan Batam Pos, para jukir sejatinya wajib menyetor dalam jumlah tertentu setiap harinya. Jumlahnya variatif untuk masing-masing titik. Kelebihan inilah yang akan masuk ke kantong pribadi para jukir, jika kurang dari target jukir terpaksa membayar kekurangan tersebut

Apakah sistem ini menganggu ‘dapur pribadi’ para jukir? alex mengatakan pada prinsipnya inovasi sistem ini sudah diterima oleh para jukir.

“Kalau tidak terima, pasti ribut. Sekarang tidak ribut kan,” kata dia.

Parkir elektronik akan diterapkan terlebih dahulu pada 100 titik, terbagi di bilangan Batamcenter 50 titik dan Nagoya 50 titik. Untuk diketahui, jumlah titik parkir di Batam yakni 652 titik parkir tepi jalan umum.

” Titik untuk penerapan e parking di kawasan perkantoran dulu, kan rata-rata pegang android. Kalau inang-inang di pasar kan pakai HP kecil,” papar dia.

Untuk jukir sendiri, ia mengatakan sudah diberi pelatihan Desember lalu. “Ada 100 jukir yang kami latih,” ucap dia. (iza)

Dishub Pemko Batam Janji Tertibkan Parkir di Kawasan WTB

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali berjanji untuk menindak parkir yang tidak sesuai ketentuan di lahan Islamic Center depan kawasan signboard Welcome To Batam (WTB) di Batam Center.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Batam, Jeksel Alexander Banik mengaku menetapkan lokasi ini menjadi target operasi untuk dirazia. Bahkan, kata Alex, pihaknya pernah merazia para juru parkir (jukir) ilegal di lokasi tersebut kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan tidak beraksi lagi.

”Kami bawa ke kantor dan mereka buat surat pernyataan. Kalau terjadi lagi, kami akan turun lagi,” kata Alex, kemarin.

Pada titik retribusi parkir di kawasan ini, ia menegaskan hanya ada empat tukang parkir resmi Dishub yang ia klaim mentaati peraturan yang ada, baik soal layanan maupun memakai atribut jukir.

Ia menduga, adanya pelanggaran karena area WTB memang selalu ramai, terutama saat malam hari.

Sementara, aturan waktu yang diperkenankan untuk diambil retribusi parkir oleh Dishub Batam hanya sampai pukul 22.00 WIB.

”Harusnya di atas pukul 22.00 WIB, gratis, kan perda kita begitu. Maka kami akan razia,” tegasnya.

Ia bahkan menegaskan, jika jukir liar dengan berbagai pelanggaran tetap saja ada, pihaknya akan mengandeng polisi.

”Polisi merupakan bagian dari Tim terpadu Kota Batam juga. Kalau sudah tindak pidana ringan, nanti wewenang polisi,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi parkir tak sesuai ketentuan masih terjadi di depan kawasan  WTB.

Termasuk, memaksa masyarakat membayar Rp 2 ribu untuk sepeda motor, padahal dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Dan Retribusi Parkir, retribusi parkir jenis kendaraan tersebut ditetapkan Rp 1.000 sekali parkir.

Seorang penjaga parkir yang tak mau disebut namanya mengklaim tarif parkir yang lebih mahal di lokasi ini karena jaminan keamanan.

”Kalau motor hilang kami tanggung jawab,” imbuhnya.

Namun, ketika dimintai nomor ponselnya untuk dimintai pertanggungjawaban jika terjadi  sesuatu, penjaga parkir ini mengelak sembari mengatakan lupa bawa telepon selular dan tidak menghafal nomornya.

Selain pelanggaran tentang tarif parkir, penjaga parkir juga tidak memakai seragam dan tidak memberikan karcis. Selain itu, mereka juga meminta uang retribusi parkir di awal.

”Dari dulu sudah begini,” kilahnya. (iza)

Tim Baru BP Batam telah Dilantik oleh Menko Darmin

0
Edi Putra (kiri) saat tandatangan berita acara.

batampos.co.id – Kamis (19/10/2017) Lukita Dinarsyah Tuwo dilantik sebagai Kepala BP Batam.

Senin (7/1/2019) Lukita tak lagi jadi Kepala BP Batam. Ia digantikan oleh Edi Putra Irawady.

Edi dilantik oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution sebagai Kepala BP Batam, sore tadi sekira pukul 17.30 Wib.

Edi sebagai Kepala BP Batam aka sekaligus menjabat sebagai Anggota 5.

Purwiyanto seusai dilantik.

Adapun Anggota 1 tetap Purwiyanto. Purwiyanto akan merangkap sebagai Anggota 2.

Dwianto Eko Winaryo kembali duduk sebagai Deputi / Anggota 3

Adapun Anggota 3 yang saat ini dijabat Dwianto Eko Winaryo sekaligus menjabat sebagai Anggota 4.

Sebutan anggota ialah merujuk pada jabatan deputi.

Dengan demikian, Yusmar Anggadinata (dulu Anggota 2), Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto (dulu Anggota 4) dan Irjen Pol Bambang Purwanto (dulu Anggota 5), tidak lagi menjabat sebagai deputi.

Selamat datang di Batam Pak Edi. Terimakasih Pak Luki pun dengan para mantan Deputi.

(ptt)

Anggota DPRD Batam Soroti Proyek 2018 yang Tak Selesai

0

batampos.co.id – Wakil rakyat di DPRD Kota Batam angkat bicara soal tidak selesainya sejumlah proyek fisik di tahun 2018. Kalangan Legislatif meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam merencanakan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan di tahun 2019 ini tidak terhambat.

Anggota Komisi III DPRD Batam Rohaizat mengungkapkan, tidak selesainya sejumlah proyek tahun 2018 disebabkan proses tahapan yang tidak mencukupi waktu. Untuk itu, DPRD Batam mendesak Pemko Batam untuk melelang proyek lebih awal. Sehingga pengerjaan tidak menumpuk di akhir tahun.

”Kita harus berkaca dari 2018. Banyak hal-hal yang perlu dievaluasi, terurama perencanaan,” ujar Rohaizat, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, jika pelelangan dan pengumuman pemenang lelang bisa dilakukan awal tahun maka akan bisa lebih cepat dikerjakan proyeknya. Sedangkan untuk pengawasan, legislatif juga memiliki waktu yang longgar untuk mengecek satu persatu setiap proyek yang sedang berjalan.

”Ini supaya proyek yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” katanya.

Di sisi lain, Rohaizat juga mengungkapkan, tahun 2018 kemarin ada beberapa titik yang sangat fatal dari sisi kualitas dan ketepatan waktunya. Baik yang dilaksanakan dari Percepatan Infrastuktur Kelurahan (PIK) maupun Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan, Dinas Cipta Karya, dan Dinas Pendidikan.

”Di SMPN 57 salah satu contohnya. Pembangunan sekolah molor sehingga menyebabkan siswa belum bisa menempati sekolah sesuai waktu yang telah direncanakan,” sesalnya.

Sebelumnya, pembangunan infrastruktur juga mendapat sorotan masyarakat Batam. Warga meminta pemerintah lebih memperhatikan mutu, kualitas, kerapian dan ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek. Hal tersebut dirangkum dalam laporan reses yang dilaporkan DPRD Batam.

Juru Bicara Fraksi PDI-P, Sugito mengatakan bahkan ada pembangunan yang dibangun pada akhir wwaktu jelang tutup tahun. Selain itu, Sekretaris Fraksi PKS, Rohaizat kembali menambahkan, masyarakat mengeluhkan beberapa titik pem­bangunan infrastruktur karena kualitasnya jelek dan tidak rapi sehingga terkesan proyek asal jadi.(*)