Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11598

Masyarakat Diminta Untuk Laporkan Setiap Kejadian Laka

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polisi meminta kepada keluarga korban laka lantas maupun masyarakat untuk melaporkan setiap kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya. Meski pun, itu hanya kecelakaan yang mengalami luka ringan. Pasalnya, selama ini banyak kasus kecelakaan lalu lintas tidak dilaporkan kepada polisi.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung mengatakan, bila tidak ada laporan polisi (LP), maka korban kecelakaan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk berobat di rumah sakit. Oleh sebab itu, laporan ke polisi itu diperlukan oleh korban.

“Laporan polisi itu, selain mereka bisa menyelesaikan kasus laka lantas secara cepat, korban juga bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” ujanya.

Ia mengatakan, selama ini korban laka lantas enggan melapor ke Polisi. Korban baru merasa kesulitan setelah muncul tagihan dari rumah sakit. Sebab, korban harus mengeluarkan biaya besar. Karena tidak adanya laporan polisi, keluarga korban pun terkesan mamaksa polisi mengeluarkan LP atas kasus kecelakaan.

“Nanti kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu, baru melapor kepada kita. Kalau laporannya sudah lama, bagaimana kita mau mencari lagi saksi-saksi di lokasi kejadian. Ini yang menjadi persoalan bagi kami selama ini,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya selalu siaga selama 24 jam untuk menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat. Jika kejadian itu segera dilaporkan, anggotanya bisa dengan cepat mengambil langkah penanganan, termasuk mengeluarkan LP yang menjadi salah satu syarat pasien ditangani dan klaim ansuransi Jasa Raharja.

“Selama ini, rata-rata kasus kecelakaan itu baru dilapor setelah pihak keluarga mau mengurus santunan dari Jasa Raharja. Bukan atas dasar kesadaran hukum,” ungkapnya.

Dalam proses pelayanan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, petugas terlebih dulu menerima pengaduan, kemudian memeriksa saksi-saksi dan olah TKP serta mengamankan barang bukti (BB). Untuk itu, ia berharap kepada keluarga korban maupun masyarakat untuk langsung melapor apabila ada kejadian laka lantas.

“Bila laka lantas itu memang ada maka baru dikeluarkan. Hal itu untuk mencegah laporan kecelakaan fiktif. Maka itu, kami harapkan bila ada laka segera lapor secepatnya,” bimbuhnya. (egi)

Batam Terancam Tak Dapat Tambahan Rusun

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terancam tidak mendapat bantuan rumah susun untuk 2019. Padahal, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) telah mengusulkan tiga twin blok rusun ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Bidang Perumahan Disperkimtan Kota Batam Bambang Sukirwan menyebutkan informasi yang pihaknya dapatkan, KemenPUPR tengah fokus merehabilitasi sejumlah daerah yang terdampak bencana pada 2018 lalu.

“Di luar dugaan terjadi bencana di sejumlah wilayah Indonesia sehingga Kemen PUPR fokus di daerah bencana dulu, ini informasi yang kami dapat,” terang Bambang, Rabu (9/1/2019).

Menurut dia, dari total ajuan tersebut hanya satu twin blok yang dimungkinkan dapat terealisasi. Namua ia mengaku ragu dan menunggu keputusan lebih lanjut KemenPUPR.

“Kepastiannya Maret nanti,” sebutnya.

Harapan serupa juga disampaikan Kepala Disperkimtan Batam Eryudhi Apriadi. Ia berharap anggaran KemenPUPR ada untuk pembangunan rusun di Batam. “Kami tetap ada harapan itu (tambahan rusun).”

Ia mengungkapkan, satu unit twin blok tersebut bakal dibangun di area Rusunawa Mukaku-ning II di belakang Kawasan Industri Batamindo. (iza)

Jalan Tengku Sulung Tak Akan Dilebarkan Tahun Ini

0
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan tengku Sulung Batamcenter, Senin (23/4/2018). Pemko Batam berencana akan melakukan pelebaran ruas jalan tersebut. F Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur memastikan tidak akan melebarkan Jalan Tengku Sulung, Botania tahun ini. Penyebabnya karena keterbatasan anggaran dari Pemerintahan Kota Batam.

“Memang ada rencana, tapi terhalang anggaran,” katanya, Rabu (9/1).

Ia mengatakan pelebaran jalan yang dilakukan saat ini, disesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Tahun ini, menurut Yumasnur ada beberapa titik jalan. Namun, pelebaran Jalan Tengku Sulung tidak termasuk dalam perencanaan Pemko Batam di tahun 2019.

“Kapannya, kami belum bisa memastikan pelebarannya,” tutur Yumasnur.

Sementara itu, Camat Batam Kota Muhammad Fairuz membenarkan bahwa ada permintaan masyarakat melebarkan jalan tersebut. Tapi, ia mengatakan hal yang senada dengan Yumasnur.

“Saya tidak tau kapan mau dibangun,” tuturnya singkat.

Masyarakat kawasan Botania sangat berharap pelebaran Jalan Tengku Sulung. Karwna setiap menit bisa ratusan kendaraan melewati jalan tersebut.

“Dari tahun lalu kami meminta, agar di lebarkan. Tapi masih belum juga hingga kini,” kata Hadli, salah seorang warga yang tinggal di Perumahan Rexvin Village, Rabu (9/1).

Ia mengatakan Jalan Tengku Sulung tersebut sudah seharusnya dilebarkan. Karena tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang lewat di jalan tersebjt. “Dulu memang sepi, satu jalur gak masalah. Sekarang banyak perumahan dibangun di kawasan ini. Dan setiap rumah memiliki kendaraan roda dua atau empat. Rasanya sudah sepantasnya dibuat dua jalur,” ujarnya.

Ia mengatakan di jam-jam sibuk, untuk melewati Jalan Tengku Sulung butuh kesabaran. Karena kendaraan tidak bisa melaju kencang, karena padatnya arus lalulintas di jalan itu
“Seperti siput, pelan banget. Padahal kadang mau cepat, tapi mau gimana lagi. Kadang, kemacetan ini diperparah kendaraan yang berhenti di bahu jalan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melebarkan Jalan Tengku Sulung. Karena kemacetan yang terjadi di jam-jam sibuk, mengurangi efektifitas masyarakat.

Hal yang senada diucapkan warga Perumahan Barcelona, Kertapati. Ia mengatakan agar beberapa titik jalan di kawasan Botania dan Taman Raya di lebarkan. “Mas liat sendiri, di waktu tertentu macet,” tuturnya. (ska)

Batam Diserbu Pencaker Luar Daerah

0
foto: batampos.co.id / cr1

batampos.co.id – Masuk minggu kedua Januari 2019, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali ramai diserbu pembuat kartu AK1 atau kartu kuning. Ini menunjukkan Batam masih menjadi magnet bagi pencari kerja (pencaker) untuk mengadu nasib. Tercatat hingga kemarin sudah ratusan kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Kota Batam untuk pencaker yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan Informasi Pasar Kerja Disnaker Kota Batam Afrizon menjelaskan pada hari pertama kerja di tahun 2019 telah mencetak sebanyak 40 kartu kuning dan pada hari kedua juga mencetak kartu kuning sekitar 40 kartu kuning. Namun kemarin hingga pukul 12.00 WIB sudah lebih 30 orang yang datang untuk membuat kartu kuning.

”Diperkirakan hingga pukul 15.00 WIB akan mencapai 60 orang yang datang,” katanya, kemarin (9/1/2019).

Afrizon mengatakan banyaknya pencaker yang datang untuk membuat kartu kuning juga dipicu dengan dibukanya pelatihan pencari kerja yang akan diadakan Disnaker. Sebab, salah satu persyaratan untuk mengikuti pelatihan kerja tersebut adalah kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Batam.

”Kami perkirakan akan lebih banyak lagi pencaker ke kantor Disnaker sebelum pendaftaran (pelatihan pencari kerja, red) dibuka,” sebutnya.

Dia menyebutkan, banyak pencaker yang ingin membuat kartu kuning ke kantor Disnaker, juga dipicu kekosongan blangko pembuatan kartu kuning di beberapa kecamatan di Batam.

”Seperti di Nongsa, Batam Kota, dan Sekupang, blanko untuk pembuatan kartu kuning sedang kosong,” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Muhammad Teddy Nuh. Dia menyebutkan, saat ini Batam masih menjadi magnet bagi pencaker dari luar Batam.

Tercatat dalam pengurusan surat datang dan pindah di kantor Disdukcapil setiap harinya sekitar 100-120 orang yang mengajukan surat pindah ke Batam.

”Rata-rata setiap hari kerja, tidak terpengaruh dengan isu apapun yang beredar, walaupun saat ini banyak perusahaan yang tutup tapi masyarakat tetap banyak datang ke Batam,” ujarnya.(cr2)

BPJS Kesehatan Perbolehkan 4 Rumah Sakit, yang Distop Tempo Hari, kembali Melayani Pasien Peserta JKN-KIS

0

batampos.co.id – Sebanyak empat rumah sakit (RS) di Batam menghentikan layanan kesehatan untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, per 1 Januari 2019, lalu.

Per 10 Januari 2019 ini mereka boleh melayani pasien BPJS Kesehatan.

Keempat RS tersebut masing-masing

  • RS Graha Hermine di Batuaji,
  • RSIA Griya Medika,
  • RSIA Frishdy Angel,
  • RS St Elisabeth di Seilekop, Sagulung.

TPS Tak Ada, Sampah Dibuang ke Punggur

0
ilustrasi sampah.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sejumlah warga mulai kebingungan karena tak ada tempat pembuangan sementara (TPS) Sampah di kawasan Bengkong. Biasanya, TPS itu berada di pinggir jalan baru dari arah Kantor Camat menuju kawasan Ocarina.

Kebingungan warga itu cukup beralasan. Mereka tak bisa lagi membuang sampah yang bukan termasuk sampah rumah tangga.

“Sampah tanaman itu tak diangkut petugas. Petugas hanya angkut sampah rumah tangga. Biasanya sampah tanaman ini kami buang di TPS, kalau tak ada TPS mau dibuang kemana,” ujar Halim warga Bengkong.

Sementara Camat Bengkong, M Tahir membenarkan jika TPS yang sebelumnya ada dipinggir jalan baru Bengkong ditiadakan. Banyak warga mengeluh dengan lokasi TPS yang berada dipinggir jalan. Selain berbau, TPS itu juga menganggu pemandangan jalan.

“TPS disana memang tak ada lagi, karena banyak dikeluhkan warga,” ujar Tahir kepada Batam Pos.

Menurut dia, ditiadakannya TPS di lokasi tersebut jadi permasalahan baru bagi pihaknya. Apalagi mereka tak memiliki lahan untuk lokasi TPS yang baru.

“Mau pindahkan lokasi TPS, tapi kami tak punya lahan. Jadi menunggulah, hingga ada lahan yang memang disediakan,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk beberapa hari belakangan sampah langsung diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Namun kedepannya DLH menyarankan agar Satgas Bengkong langsung membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Telaga Punggur.

“Nah ini yang akan kami coba, buang sampah ke TPA langsung. Mudah-mudahan armada kami (pickup) memadailah untuk kesana,” ungkap Tahir.

Mengenai sampah tanaman yang tak bisa dibuang warga, Camat menyarankan agar warga mencari TPS lain. Atau meminta petugas DLH yang ada lewat pinggir jalan untuk mengangkutnya.

“Mau tak mau kami angkut. Atau warga bisa membuang sampah di TPS lokasi lain untuk sementara waktu,” pungkas Tahir. (*)

ATB SCADA 4.0, Karya Anak Bangsa yang Mendunia

0

ATB SCADA 4.0 Terintegrasi, hasil karya anak bangsa yang diakui industri internasional

PT Adhya Tirta Batam (ATB) dipercaya sebagai pengelola air bersih di Pulau Batam melalui konsesi 25 tahun dari Otorita Batam (kini BP Batam). Menjelang berakhirnya periode konsesi pada 2020 mendatang, ATB senantiasa melakukan pembangunan, pembenahan dan penambahan infrastruktur baik pada Instalasi Pengolahan Air maupun jaringan pipa distribusi yang terintegrasi dalam Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dan Geographic Information System (GIS).

ATB menjadi perusahaan terdepan perintis konsep Smart Water Company di Indonesia. Aplikasi SCADA yang dimiliki ATB merupakan hasil karya tim internal ATB tanpa bantuan konsultan pihak ketiga. Melalui ATB SCADA 4.0 Terintegrasi, ATB memegang kendali mutu terhadap proses produksi air bersih sekaligus pendistribusiannya kepada pelanggan. ATB SCADA 4.0 telah diakui oleh perusahaan air di Indonesia dan mancanegara.

ATB menjadi acuan bagi perusahaan air lainnya dalam hal upaya menurunkan tingkat kebocoran melalui optimalisasi manajemen sumber daya, energi dan pembiayaan. Penerapan ATB SCADA 4.0 Terintegrasi terbukti menguntungkan bagi ATB dan pelanggan, karena dengan rendahnya tingkat kebocoran membuat pelanggan menerima pelayanan terbaik dari ATB.

Integrasi GIS dan SCADA menjadikan sistem ATB SCADA yang terbaik karena GIS membantu menyajikan pemetaan jaringan, lokasi logger, lokasi aset dan lokasi produksi sehingga memudahkan dalam memonitor proses serta analisa lokasi dalam SCADA.

ATB SCADA 4.0 telah meraih Platinum Award pada The Best Contact Center Indonesia 2017 untuk Kategori The Best Technology Innovation dan sederet penghargaan bergengsi lainnya. Bahkan teknologi ini telah membawa nama ATB dikenal luas oleh penggiat industri dunia.

“ATB SCADA 4.0 dibangun oleh tim internal ATB yang mengintegrasikan seluruh aplikasi terapan yang ada di seluruh unit kerja. Tidak hanya di Indonesia, dunia internasional juga telah mengakui kehebatan ATB SCADA dengan seringnya ATB menjadi pembicara dalam seminar internasional seperti SCADA World Summit dan sebagainya. ATB SCADA telah menjadi karya anak negeri yang mendunia, Indonesia wajib bangga akan hal itu”, ujar Maria Jacobus, Head Corporate Secretary ATB pada Rabu (9/1).

Transformasi dan inovasi digital yang dilakukan ATB selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan, juga bertujuan mendukung pemerintah dalam membangun ekosistem digital serta percepatan ekonomi dalam meningkatkan daya saing industri dimasa depan.

Batam Kekurangan 34 Kotak Suara

0

batampos.co.id – Kotak suara pemilihan umum di April 2019 mendatang masih kurang sekitar 34 unit. KPU Batam sudah meminta kekurangan tersebut ke KPU Pusat tetapi hingga kini belum dikirim ke Batam.

”Sudah kita usulkan penambahan sejak penetapan TPS terakhir beberapa waktu lalu. Kita tunggu saja mungkin bulan depan sudah datang,” kata ketua KPU Batam Syahrul Huda di DPRD Batam, Rabu (9/1).

Syahrul mengatakan dalam penetapan awal jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Batam hanya sekitar 2.923 TPS. Tetapi dalam penetapan terakhir jumlahnya menjadi 2.957 atau naik sekitar 34 TPS.

”Jumlah TPS di Batam itu sama dengan jumlah kotak suara. Ya, kita berharap akan segera datang kekurangannya,” katanya.

Demikian halnya dengan kertas suara juga belum tiba di Batam. Dan menurut Syahrul, ini sama dengan di daerah lain di Indonesia. Distribusi surat suara kemungkinan akan dilakukan Februari hingga Maret mendatang.

”Surat suara itu kan baru dicetak beberapa waktu lalu. Kalau distribusinya itu kan mungkin di Februari atau Maret. Jadi memang belum terlambat sama sekali,” Katanya.

Komisioner KPU Batam lainnya, Zaki Setiawan menambahkan, saat ini tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi KPU Batam. Tahapan pemilu pun sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kita harapkan hingga hari H juga akan tetap berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti,” katanya. (ian)

Klinik Santa Elisabeth Seilekop Resmi Jadi Rumah Sakit

0

batampos.co.id – Klinik Santa Elisabeth Seilekop di Sagulung resmi jadi rumah sakit bertipe D. Anak kedua dari rumah sakit Santa Elisabeth Batam itu diresmikan, Kamis (10/1) pagi di halaman RS Elisabeth Seilekop.

Acara peresmian didahului dengan ibadah syukuran menurut ajaran Katolik yang dihadiri oleh sejumlah pastor dan perwakilan keuskupan Pangkal Pinang pastor Fransiskus Tatu Mukin.

Direktur RS Elisabeth Seilekop dr Tirtawati Wijaya mengatakan, setelah resmi jadi rumah sakit bertipe D maka RS Elisabeth ketiga di Batam itu siap melayani kebutuhan layanan medis bagi masyarakat di sekitarnya. “Yang lebih bahagian lagi mulai hari ini rumah sakit ini juga resmi melayani pasien BPJS untuk mendukung program kesehatan dari Pemerintah,” ujarnya.

Komisaris PT Elisco Mitra Lestari Johanness Kennedy Aritonang yang menaungi rumah sakit Elisabeth sekota Batam menegaskan, meskipun masih berstatus sebagai rumah sakit tipe D namun layanan medis di RS Elisabeth yang baru itu tidak kalah dengan rumah sakit setara lainnya.

“Bahkam kami menargetkan dua atau tiga tahun kedepan sudah naik jadi tipe C,” kata Johanes.

Sebagai rumah sakit baru bertipe D RS Santa Elisabeth Seilekop memiliki lebih dari 50 kamar rawat inap. Tenaga medis yang melayani sudah cukup lengkap terdiri dari delapan dokter umum, tujuh dokter spesial, 30 perawat, delapan bidan dan sejumlah paramedis tambahan lainnya.

Asisten Ekonomi da Pembangunan kota Batam Febrialin yang hadir dalam acara peresmian tersebut berharap agar manajemen rumah sakit selalu mengedepankan layanan medis yang ramah dan bermutu. “Pemerintah daerah selalu mendukung. Ini untuk kebaikan kita bersama dan harapan kami agar rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit yang diandalkan baik di lingkungan sekitat sini ataupun Batam secara umun. Yang masih kurang segera dilengkapi agar pelayanan benar-benar maksimal,” harap Febrialin. (eja)

132 Siswa SMAN 23 Numpang Belajar di SMAN 5

0
Orangtua dan calon siswa mendatangi SMAN 23 di Sagulung untuk mendaftarkan anaknya, Senin (2/7/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMAN) 23 Batam di Batuaji masih numpang belajar di gedung SMAN 5 Batam di Sagulung.

Sekolah yang baru memasuki tahun ajaran pertama di tahun 2018 lalu itu  belum memiliki gedung sendiri.

Gedung SMAN 23 masih dalam proses pembangunan di kelurahan Kibing Batuaji.

“Masih (numpang). Mereka belum punya gedung sendiri,” ujar Kepsek SMAN 5 Batam Bahtiar, Kamis (10/1/2019).

Jumlah siswa SMAN 23 sebanyak 182 orang. Mereka menggunakan lima lokal di gedung SMAN 23. Lokal yang digunakan merupakan ruangan perpustakaan dan ruangan guru SMAN 5.

“Ada lima rombel mereka. Lokal hanya tiga yakni persiapan ruangan perpustakaan dan ruangan guru kami. Dua rombel masuk pagi, tiga lagi sore,” ujar Bahtiar. (eja)

 

Tahun Pertama, SMAN 23 Batam Diserbu Ratusan Calon Siswa

SMAN Batuaji Menumpang di SMA 5 Sagulung