Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11702

Keluarga Pendiri NU Dukung Prabowo

0

SEJUMLAH kiai NU dari Ponpes Tebuireng dan Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kediaman Prabowo di Kertanegara, Rabu (28/11) malam lalu.
F. tim dokumentasi Prabowo-Sandi untuk Jawa Pos

batampos.co.id – Prabowo-Sandi mendapat tambahan dukungan. Rabu (28/11) malam, sejumlah kiai dan ulama dari Jawa Timur menemui pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu di kediaman Prabowo. Semua merupakan keluarga pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

KH Hasyim Karim, cucu salah seorang pendiri NU KH Bisri Syansuri, mengungkapkan ada beberapa alasan pihaknya mendukung Prabowo-Sandi. Salah satunya terkait program ekonomi yang diusung paslon nomor urut 02 tersebut.

”Kebanggaan kami yang ter­akhir adalah bagaimana kita fokus mengatasi persoalan ekonomi,” ucap Hasyim di kediaman Prabowo di kawa­san Kertanegara, Jakarta Selatan.

Hasyim mengaku bangga melihat Prabowo menjadi pembicara utama di The World 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan The Economist di Singapura Selasa (27/11) lalu. Melalui forum itu, Prabowo menjelaskan program ekonomi yang dia usung kepada para CEO perusahaan besar di dunia.

”Seorang pemimpin harus jelas dan bisa meyakinkan saat berbicara di forum interna­sional. Masyarakat saya ha­rap bisa melihat dan menilai siapa sesungguhnya yang punya kualitas kepemimpinan,” ujarnya.

Hasyim meyakini, mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia tidaklah mudah. Banyak problem yang tengah dihadapi bangsa ini. Namun, dia yakin duet Prabowo-Sandi punya solusi.

”Melihat Prabowo dengan ketegasannya, dengan Pak Sandi yang humble dan bisa sesuaikan diri dengan milenial, ini pasangan serasi. Kita harus objektif, kita bisa kritik Prabowo-Sandi bila salah. Tapi, kalau ada kelebihan, harus kita apresiasi,” ucap Hasyim.

Selain Hasyim, hadir memberikan dukungan KH Hasib Wahab yang juga cucu KH Wahab Hasbullah, Hj Siti Fatimah Hasib, dan KH Irfan Yusuf Hasyim, cucu KH Wahid Hasyim yang sudah menjadi salah satu juru bicara Prabowo-Sandi.

Gus Irfan, sapaan Irfan Yusuf Hasyim, menyatakan bahwa kedatangan para kiai NU itu merupakan bentuk dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

”Perwakilan dzurriyah (keturunan) pendiri NU hadir di sini, bertukar pikiran, saling mendukung, saling memahami,” ujarnya.

Tampang Boyolali Distop

Bawaslu akhirnya menghentikan pengusutan dugaan pelanggaran kampanye ”tampang Boyolali”.

Lembaga pengawas pemilu itu menilai tidak ada pelanggaran kampanye dalam pidato Prabowo yang dianggap menyakiti warga Boyolali. Sebelumnya, Bawaslu juga menghentikan pengusutan dugaan pelanggaran kampanye penggratisan Suramadu oleh Jokowi.

Penghentian pemeriksaan kasus itu tertuang dalam surat pemberitahuan putusan yang ditandatangani Ketua Bawaslu Abhan. Surat tersebut menjelaskan bahwa ucapan Prabowo tentang tampang Boyolali tidak bisa ditindak-lanjuti karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu.

Penghentian kasus itu dibenarkan anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo. Menurut dia, institusinya sudah melakukan pemeriksaan secara serius terhadap laporan dengan nomor 16/LP/PP/RI/00.00/XI/2018. Berbagai pihak juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan.

”Pelapor dan saksi pelapor sudah diklarifikasi,” terang Ratna saat dihubungi Kamis (29/11).

Terlapor, yaitu Prabowo, sudah diklarifikasi yang diwakili kuasa hukumnya. Mereka sudah memberikan keterangan secara gamblang terkait kasus tersebut. Seperti apa kegiatan itu berjalan dan bagaimana pidato yang menyebutkan tampang Boyolali disampaikan.

Berdasar hasil pemeriksaan, Bawaslu akhirnya mengambil kesimpulan dan keputusan bahwa pernyataan tampang Boyolali disampaikan tidak dalam kegiatan kampanye, tapi dilontarkan dalam acara peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali.

’’Peresmian posko pemenangan bukan kampanye,” tegas Ratna.

Dalam acara itu, lanjut dia, yang hadir adalah kader partai pengusung Prabowo-Sandi, bukan orang luar yang diundang untuk datang ke acara itu. Peresmian tersebut merupakan kegiatan internal partai pengusung sehingga yang datang adalah para kader partai, bukan masyarakat umum.

Ratna menegaskan bahwa pernyataan tampang Boyolali bukanlah sebuah penghinaan dalam kampanye. Pernyataan itu disampaikan bukan untuk menghina dan bukan dalam momen kampanye. Dengan putusan itu, kata dia, jelas bahwa apa yang disampaikan Prabowo bukan-lah pelanggaran kampanye. (bay/syn/c17/fat/jpg)

Ada Pedagang, Pemko Tak Bisa Bersihkan Pasar Induk Jodoh

0
Sudut Pasar induk, Jodoh, Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini pembongkaran pasar induk belum dilakukan. Wali Kota Batam Muhammad Rudi bahkan mengaku hal ini belum bisa dilakukan karena masih ada pedagang.

“Belum lagi, belum ditertibkan,” kata Rudi, kemarin.

Ditanya lebih lanjut soal anggaran pembangunan, Rudi enggan berkomentar. “Nanti ya,” imbuh dia, berlalu.

Dana yang sudah pasti dianggarkan di 2019 yakni dana untuk Detail Engineering Design (DED) yang bersumber dari APBD Kota Batam senilai Rp 2 miliar, hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diserindag) Kota Batam.

Terkait usaha Pemko Batam untuk menjaring dana pembangunan , Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain mengatakan, Disperindag Batam atas arahan Wali Kota Batam intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Yakni Kementrian Perdagangan (Kemendag) serta Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

“Kami kawal terus,” ucap dia.

Dalam kunjungannya menyambangi ke KemenPUPR, pihaknya diterima langsung perwakilan Direktorat Cipta Karya KemenPUPR. Namun sayang soal besara belum bisa dipastikan dan masih akan dibahas terlebih dahulu.

“Soal dukungan tetap, ini kan masuk program Nawacita, besarannya belum diketahui,” imbuh dia.

Lagipula pasar induk di Batam adalah kebutuhan yang vital. Zulkarnain mengklaim KemenPUPR memahami kebutuhan ini. Dukungan serupa juga hadi dari Kemendag RI terkait sharing anggaran pembangunan pasar ini.

“Tugas pokok soal perdagangan ditingkat kementrian yakni Kemendag, makanya kami ajukan juga, mereka mau bantu juga, cuma ini berapanya masih dalam pembahasan mereka,” ucap dia.

Tidak hanya belum pasti sal kepastian besaran anggaran, kapan akan dianggarakanpun, Zulkarnain mengaku pihaknya menunggu keputusan dua kementerian ini.

“Yang jelas sekarang apa yang mereka minta lengkapi kami lengkapi, akan kami penuhi. Pasar induk ini penting untuk diperjuangkan,” paparnya.

Sementara itu, tim terpadu memastikan penertiban pedagang di pasar induk jodoh tetap dilakukan tahun ini. “Jika waktunya sudah sampai, tetap kami gusur. Sampai akhir tahun ini,” kata Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, belum lama ini

Ia mengatakan, pasca penertiban beberapa waktu lalu gagal dilaksanakan, pihaknya beberapa kali melakukan negosiasi dengan para pedagang. Namun sayang, belum ada kata sepakat antara pemerintah dan pedagang.

“Mereka ingin tetap bertahan dengan kondisi itu, kami tak bisa biarkan juga, kasian mereka. Pasar itu mesti dibongkar,” imbuhnya.

Menurutnya, penertiban merupakan keharusan, karena tidak mungkin pembongkaran dan pembangunan baru pasar itu jika didalamnya ada pedagang.

Untuk pedagang, lanjut Yusfa, pemerintah bukan tidak mempersiapkan solusi. Salah satunya yakni dengan menggandeng pihak ketiga dengan menyiapkan tempat relokasi sementara, bahkan tiga bulan pertama gratis.

“Tempat relokasi itu sebenarnya pilihan, kalau merasa ada tempat lain yang mereka cari sendiri lebih bagus, kami persilahkan,” ucapnya.

Ia menilai seharusnya bersyukur karena sudah ada bantuan dari pemerintah pusat terkait pembangunan kembali pasar yang sudah lama lapuk tersebut.

“APBD kota terbatas, dan sedang fokus bangun infrastruktur. Kini kita dibantu, ini yang kita harus jemput sama-sama,” kata mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam ini. (iza)

Lapor, Tambang Pasir Tetap Beroperasi di Tembesi

0
Penambang pasir ilegal masih beraktifitas mengambil pasir menggunakan mesin dompeng cara disedot lalu memasukkan ke dalam lori di Tembesi, Sagulung
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas tambang pasir darat terus beroperasi di lokasi tangkapan air Tembesi.

Kerusakan lingkungan kian bertambah parah.

Pantauan Batam Pos di lapangan, pinggiran dam yang semula merupakan kawasan hutan kini berubah jadi hamparan tanah lapang yang tertimbun tanah dan lumpur. Lingkungan sekitar dam juga terlihat tandus.

Selain lingkungan Dam, aktifitas illegal ini juga merusak lingkungan perbukitan di lokasi tambang. Perbukitan di pinggir jalan Trans Barelang persisnya di seberang simpang kampung tua Tanjungundap itu terancam bahaya longsor sebab tanah perbukitan hampir habis terkikis oleh mesin-mesin penyedot pasir. Selama musim hujan ini banyak lahan perbukitan bekas lokasi tambang pasir yang terkikis air dan menyebabkan longsor-longsor kecil.

Warga yang bermukim di dekat lokasi tambang kuatir pemukiman mereka akan terkena imbas longsor jika aktifitas tambang pasir itu tak segera ditertibkan.

Warga perumahan Medio Raya misalkan, harus was-was sebab kerusakan lingkungan perbukitan bekas tambang pasir di belakang pemukiman mereka kian melebar sebab perbukitan yang sudah tandus perlahan-perlahan terkikis air sehingga kerusakan makin melebar ke lokasi perumahan mereka.

“Dulu tidak seperti ini. Bukit ini hutan, tapi semenjak ada galian pasir itu jadi tandus begini. Kalau hujan bukit ini terkikis air. Lama-lama bisa longsor sampai ke atas (pemukiman),” ujar Stevanus, seorang warga.

Warga dan aparat pemerintah setempat sudah berulang kali komplain, namun itu tak digubris oleh pelaku tambang pasir. Bahkan penertiban-penertiban dari Ditpam BP Batam juga belum merubah apapun.

Pelaku tambang pasir seperti kebal hukum dan tidak gentar sedikitpun. Hingga Kamis (19/11) aktifitas tersebut masih berlangsung. Penambang terus menggerus lahan perbukitan dengan mesin penyedot pasir yang mereka miliki. Pasir hasil tambang illegal diangkut ke berbagai toko material di kota Batam.

Masih seperti sebelummya ada tiga lokasi tambang pasir dekat vihara semuanya beroperasi. Pulahan penambang serta mesin penyedot pasit bekerja normal. Truk pengakut pasir juga sibuk hilir mudik di sekitar lokasi tambang. (eja)

Akhir Bulan Desember, Pembangunan Box Culvert di Simpang Kabil, Rampung

0
Sebuah alat berat pengerukan tanah untuk pembuatan box culvert di Simpang kabil, Selasa (18/9). box culver yang dibuat untuk mengatasi banjir di persimpangan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan Box Culver di Simpang Kabil diperkirakan rampung akhir bulan Desember. Koordinator Lapangan Proyek dari Direktorat Bina Marga KemenPUPR, Davitri mengatakan pembangunan dilakukan sesuai dengan rencana awal.

Saat ini hanya tiga Box Culvert yang belum dipasang. Karena masih menunggu pengalihan pipa milik ATB.

“Kalau pengalihan pipa selesai, pemasangan Box CUlvert di jalan arah menuju Mukakuning bisa dilakukan,” katanya, Kamis (29/11).

Setelah pemasangan Box Culvert yang terakhir, pekerjaan selanjutnya dari Kemen PUPR hanya melakukan penyelesaian akhir.

“Aramco bagian tengah, yang menjadi saluran air sebelumnya sedang kami bongkar dan untuk dibuang,” ucapnya.

Setelah pemasangan Box Culvert arah Muka Kuning serta pembuangan Aramco selesai, kata David pengerjaan selanjutnya adalah melakukan penimbunan jalan yang berlubang serta mengaspal kembali jalan yang rusak akibat pemasangan Box Culvert.

“Pengerjaan minor saja, jadi tak banyak lagi,” ucapnya.

Pemasangan Boc Culver ini, kata David dirasa sangat tepat. Karena ketika pengerjaan pembongkaran aramco yang melintang dari arah jalan Mukakuning ke Batamcenter, ada bagian jalan yang ambles.

“Ada lihat lubang dekat Pos Polisi, itu akibat Aramconya sudah tua dan berkarat. Kalau dibiarkan, bisa jadi masalah besar nanti. Untungnya pengerjaan cepat dilakukan dan tanpa ada masalah,” ungkapnya.

Ia mengatakan akhir tahun, Simpang Kabil sudah bisa normal kembali. (ska)

Kapolda Kepri Apresiasi 18 Anggota Brimob Berprestasi

0
Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto mengapresiasi kinerja dari jajaran Brimob Polda Kepri. Dari ratusan jajaran Brimob, sebanyak 18 orang diberikan penghargaan karena dianggap berpretasi.

Prestasi yang diraih jajaran Brimob tersebut, mulai memenangkan kejuaraan olahraga di tingkat Kota hingga Provinsi.

“Saya harap ini menjadi contoh bagi anggota lainnya. Karena polisi yang berprestasi kami berikan reward (penghargaan), namun yang bandel kami berikan punishment (hukuman),” katanya ketika mengunjungi Mako Brimob, Kamis (29/11).

Dihadapan ratusan anggota Brimob, Andap memberikan beberapa wejangan. Karena tugas polisi ke depan akan semakin berat.

“Tugas polisi itu terus bertambah,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa bekerja dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan, menjadi rahasia kunci sukses seorang polisi. Selain itu meminta jajaran polisi dapat mensyukuri hidup yang telah mereka jalani saat ini.

“Semua orang di sini masuk polisi karena kemauan diri kita sendiri, jadi bertugaslah dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Andap berharap ke depannya, hanya mendengar laporan prestasi dari jajaran Brimob.

“Kalau tidak bisa berprestasi, jangan bikin masalah. Tapi kalau dapat, bisa berprestasi dan membuat bangga institusi. Dan menambah kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Andap memperkenalkan jajaranya Pejabat Utamanya yang baru yakni Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Purwolelono, Dirlantas AKBP Roy Ardhya Chandra, Kabid Propam Kombes Pol Drs I Gede Mega Suparwitha, Kabidkum Kombes Pol Joko Susilo dan Dirbinmas Kombes Pol Bambang Sigit Priyono. (ska)

Polisi Incar Mafia Lahan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri dan BPN membentuk Satuan Tugas (Satgas) mafia lahan, untuk memberantas dan mencegah praktik mafia lahan. Satgas Mafia Lahan ini nantinya juga akan membasmi praktik pungutan liar di pengurusan dokumen lahan.

Kesepakatan kedua lembaga ini dituangan dalam Momerandum Of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman. Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Hernowo mengatakan permasalahan tanah di Batam maupun Kepri, tidak jauh beda dengan permasalahan di daerah lainnya di Indonesia.
“Permasalahan yang kami hadapi sama, seperti sertifikat ganda, tumpang tindih lahan, penguasaan lahan yang masuk dalam kategori hutan lindung,” katanya, Kamis (29/11).

Ia mengatakan permasalahan lain yang dihadapi di Batam yakni kepemilikan lahan yang memiliki status Quo. “Ini ada di Batam, status Quo tidak boleh dimiliki,” ucapnya.

Pembentukan satgas mafia lahan ini, kata Hernowo memudahkan koordinasi antar instansi yang ada. Selama setahun ini jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri telah menangani puluhan kasus sengketa lahan sepanjang tahun ini.
“Data pastinya gak ingat, tapi sudah sebanyak (puluhan) itulah,” ucapnya.

Walaupun lahan di Batam lahan dikuasai oleh BP Batam atau negara, Hernowo mengatakan cukup banyak juga kasus perebutan lahan. “Walau proses kepemilikan lahan disini berbeda dibandingkan daerah lainnya, namun perlakuan hukumnya sama,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menambahkan Satgas Mafia Lahan diminta untuk mempercepat proses hukum permasalahan lahan. “Tahun ini mereka ditargetkan menyelesaikan beberapa permasalahan lahan,” ujarnya.

Namun, menurut Erlangga kasus lahan di Batam tak sesulit daerah lainnya di Indonesia. Karena tidak ada tanah ulayat. “Tak se pelik daerah lain lah,” ucapnya. (ska)

PLN Batam Dukung Tim Voli Kota Batam

0
Tim Boli Kota Batam

batampos.co.id – Apresiasi lebih harus diberikan pada tim voli Kota Batam. Dalam pertandingan babak final cabor bola voli di Porprov IV Kepri yang digelar di Lapangan Tugu Pensil, Selasa (27/11/2018) malam lalu berhasil merebut medali emas.

Tahukah Anda? tim voli Proprov Batam didukung oleh PLN Batam.

Manager of Public Relations bright PLN Batam Bukti Panggabean berkomentar entang peran serta PLN Batam mendukung tim voli Porprov Batam.

“Pada prinsipnya kami mendukung hal-hal positif yang dilakukan di Batam, terutama bidang olah raga,” ujar Bukti.

“Bagi anak muda, dengan kegiatan olah raga tersebut maka pola pikir mereka juga akan menjadi sehat,” imbuhnya.

Dukungan PLN Batam membuahkan hasil. Tim Voli Batam berhasil menggondol emas.

Tahnia. (ptt)

Inspirasi Sumur Wakaf Ustman Bin Affan

0
Sumur milik Utsman bin Affan

Sudah lebih 1.400 tahun berlalu, namun keberkahan sumur yang diwakafkan oleh Utsman bin Affan masih dimanfaatkan oleh masyarakat Madinah hingga saat ini.

Bahkan, hasil pengelolaan sumur itu terus dapat dirasakan oleh fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini. Tak hanya itu, satu sumur tersebut sudah melahirkan rekening dan pembangunan hotel atas nama Utsman Bin Affan.

Bagaimana bisa?

Semua bermula ketika Madinah dilanda oleh kekeringan yang panjang. Sumur-sumur tak lagi menampung air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi yaitu Sumur Raumah. Untuk memenuhi kebutuhan air, umat Islam Madinah berduyun-duyun mengantri membeli air dari sumur tersebut.

Melihat kondisi umat yang memprihatinkan itu, Rasulullah bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Utsman bin Affan langsung menyambut seruan Nabi dengan mendatangi Yahudi pemilik sumur. Ia menawar sumur tersebut dengan harga yang tinggi, namun Yahudi menolak tawaran tersebut. Setelah negosiasi, akhirnya si Yahudi menerima tawaran Utsman dengan kepemilikan sumur secara bergiliran. Sehari milik Utsman dan keseokannya menjadi milik Yahudi, demikianlah kepemilikan berganti setiap harinya.

Setelah akad dilakukan, Utsman segera mengumumkan kepada penduduk Madinah bahwa sumur Raumah dapat dikonsumsi secara gratis. Masyarakat Madinah pun berbondong-bondong menikmati air bersih tersebut dan menyimpan air untuk kebutuhan esok harinya.

Hal ini menyebabkan keesokan harinya sumur Yahudi sepi pembeli karena masyarakat masih memilki kesediaan air. Akhirnya, si Yahudi menjual penuh kepemilikan sumur tersebut kepada Utsman seharga 20.000 dirham.

Sejak saat itu, Utsman mewakafkan sumur Raumah untuk kebutuhan kaum muslimin, terutama masyarakat Madinah. Sumur tersebut kemudian berkembang menjadi sumber mata air di lahan sekitarnya hingga ditanam kebun kurma dan terus bertambah.

Kebun tersebut dikelola dari generasi ke generasi, dari para khalifah sampai pemerintah Arab Saudi dibawah Kementerian Pertanian.

Hasil dari kebun kurman tersebut oleh pemerintah Arab Saudi dijual ke pasar-pasar. Setengah keuntungan disalurkan kepada anak yatim dan yang membutuhkan. Setengahnya lagi disimpan dalam bentuk rekening di bank atas nama Utsman bin Affan yang dipegang oleh Kementerian Wakaf.

Uang rekening Utsman yang terus membengkak kemudian digunakan untuk membangun hotel bintang lima dengan nama Hotel Utsman Bin Affan.

Hotel tersebut dikelola oleh Sheraton dan salah satu hotel bertaraf internasional dengan 15 lantai dan 24 kamar di setiap lantainya.

Hotel Utsman dilengkapi dengan restoran besar dan tempat belanja serta dekat dengan Masjid Utsman bin Affan yang juga masih aktif digunakan. Dengan pengelolaan profesional diperkirankan keuntungan besar akan diperoleh dari hotel tersebut.

Cerita dari sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun berubah menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf saat ini, termasuk salah satunya Global Wakaf.

Berbekal semangat memproduktifkan aset-aset wakaf untuk kepentingan umat, melalui program Sumur Wakaf, Global Wakaf bergerak membangun sumur-sumur wakaf di seluruh Indonesia.

Hasilnya, saat ini program Sumur Wakaf dari Global Wakaf telah menjangkau 19 provinsi dengan total 168 desa di 80 Kabupaten/Kota. Sekitar 190-an Sumur Wakaf dibangun mengaliri kebaikan bagi sekitar 270.000-an penerima manfaat.

Insya Allah ikhtiar akan terus dilakukan Global Wakaf dalam memproduktifkan Sumur Wakaf sebagaimana halnya Sumur Wakaf Utsman. Dengan pengelolaan yang profesional, Sumur Wakaf akan mengalirkan manfaat yang tak kan terputus.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim). []

Anggota DPRD Batam Optimis, Pemko Mampu Capai Target

0
contoh tapping box.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho optimis terhadap target yang dipatok Pemko Batam pada 2019 akan terpasang sebanyak 1600 titik tapping boks.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab dalam waktu tiga bulan ke depan saja, Pemko Batam berani mentargetkan sebanyak 300 titik tapping boks terpasang.

“Apalagi kabarnya sampai akhir tahun nanti, Pemko Batam menambah targetnya lagi hingga 500 titik tapping boks terpasang di perhotelan, perniagaan serta tempat-tempat usaha,” ujar Udin, Kamis (29/11) siang.

Hal tersebut bisa terealisasi nantinya, asalkan dari Pemko Batam sendiri serius untuk menjalankan sistem tapping boks di Batam yang tujuannya untuk meningkatkan PAD serta menekan angka kebocoran dari segi pendapatan selama ini.

Udin menyayangkan, sebenarnya sudah satu tahun lamanya pihaknya mengusulkan ke Pemko Batam untuk memasang tapping boks di tempat-tempat adanya potensi PAD. Namun usulan itu tak pernah dijalankan oleh Pemko Batam.

“Coba kalau dijalankan dari dulu, saya yakin PAD di Batam ini tak akan mengalami defisit bila dilihat dari realitanya, banyak perhotelan berdiri, tempat usaha kuliner serta usaha lainnya. Nah, ini yang dari dulu tak disadari oleh Pemko Batam untuk meningkatkan PAD,” terangnya.

PAD dari sektor pajak sendiri di Batam tak pernah tercapai targetnya. Seperti misalnya soal retribusi parkir yang harusnya berpotensi menghasilkan PAD yang besar, nyatanya tak pernah capai target. Itupun target yang dipatok juga sangat kecil. (gas)

Batam dan Surabaya Sama-Sama Favorit Singapura

0
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo melakukan sosialisasi mengenai kemudahan investasi di Batam di hadapan pengusaha dari Jawa Timur.
Foto: Humas BP Batam

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan kemudahan investasi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/11) lewat acara workshop. Kerja sama perlu dirangkai karena Batam dan Jawa Timur merupakan kawasan favorit investor dari Singapura untuk penanaman modalnya.

Workshop kali ini diikuti oleh 120 peserta dari 39 Badan Penanaman Modal (BPM) Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, 1 BPM PTSP Jawa Timur, Kadin Kota Surabaya, Asosiasi, Kawasan Industri dan pelaku usaha. BP juga berbagi informasi mengenai sistem Online Single Submission (OSS).

“Karena posisi geografisnya, Batam didesain sebagai kawasan perdagangan bebas dimana seluruh kegiatan ekspor dan impor serta perdagangan di Indonesia diharapkan dapat terpusat di Batam,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (29/11).

Batam sangat membutuhkan investor dari luar negeri untuk mewujudkannya. Makanya jaringan yang bagus dengan kota investor lainnya seperti Surabaya sangat diperlukan.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi mengapresiasi inisiatif BP Batam atas penyelenggaraan workshop ini.

Jamhadi mengatakan belum semua provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur mampu menggunakan OSS secara optimal.

“Batam yang lebih dulu siap, bisa jadi daerah percontohan bagi daerah lain”, ungkapnya.

Ia berharap melalui workshop ini dapat terjalin kemitraan dan realisasi kerjasama antara Batam dengan Surabaya, mengingat realisasi PMA terbesar dikedua daerah sama-sama berasal dari Negara Singapura.

“Kadin Surabaya selaku tim ahli Kadin Jawa Timur siap apabila ada realisasi hubungan investasi antara Batam dengan Surabaya”, katanya.

Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Tujuannya adalah untuk mendukung pembinaan dan pengembangan standarisasi dan penilaian kesesuaian di Batam. Sehingga akan mempermudah produsen untuk mendapatkan standar nasional Indonesia (SNI)-nya.(leo)