Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11701

Polisi Beraksi, Jalanan Berubah Sepi

0

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang serta seluruh Polsek se-Batam menggelar razia cipta kondusif, Sabtu (1/12) malam. Operasi cipta kondusif tersebut merupakan kegiatan rutin dan instruksi langsung dari Kapolda Kepri serta Kapolresta Barelang dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban.

Seperti misalnya cipta kondusif yang dilakukan personel dari Polsek Batamkota Sabtu malam kemarin. Dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dini hari belasan personel dari Polsek Batamkota dibantu dengan tim dari Polresta Barelang langsung berjaga di beberapa sudut di jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama di seputaran Engku Putri.

Biasanya menjelang tengah malam, apalagi tiap malam minggu, jalan raya Ahmad Yani selalu saja diramaikan puluhan remaja pemotor yang nongkrong memenuhi trotoar jalan. Ada juga yang mencoba trek-trekan. Namun malam itu dengan adanya operasi cipta kondusif yang digelar tim gabungan Polresta Barelang dan seluruh unsul Polsek se-Batam, jalan Ahmad Yani atau kawasan Engku Putri, seakan lengang dari sekumpulan remaja pemotor.

Kapolsek Batamkota, AKP Ricky Firmansyah yang memimpin langsung razia di jalan Ahmad Yani Batamkota menegaskan, personelnya tak hanya menargetkan para remaja yang akan trek-trekan di jalan raya saja, tapi juga menyasar ke praktek perjudian, miras, curat, curas serta curanmor.

“Motor bodong atau yang dipretelin yang kami duga hendak digunakan trek-trekan di jalan raya, malam itu kami amankan, termasuk sekumpulan remaja yang membawa motor tersebut,” ujar AKP Ricky.

Kegiatan cipta kondusif tersebut merupakan kegiatan yang sebelum-sebelumnya, lanjut Ricky, selalu rutin dilakukan oleh tim dari Polsek Batamkota tiap Sabtu dan Minggu malam.

“Ada atau tidak kejadian, tetap kami lakukan penertiban dan pengamanan di wilayah Batamkota agar tetap kondusif,” terangnya.

Dari penertiban Sabtu malam kemarin, sedikitnya belasan remaja beserta sepeda motor bodong, tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan diamankan ke Mapolsek Batamkota.

“Mudah-mudahan ini akan membuat jera remaja yang hendak trek-trekan di jalan umum. Razian ini sifatnya untuk pencegahan agartak ada lagi para remaja dan masyarakat yang melakukan tindakan melawan hukum dan sesukanya yang bisa menimbulkan bahaya bagi masyarakat lainnya,” ujar Ricky mengakhiri.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Hengky kepada Batam Pos menegaskan, pihaknya akan menggelar razia cipta kondusif di seluruh kawasan Batam secara rutin.

“Ini untuk menekan tindak kejahatan di jalanan, menekan angka kriminalitas serta kecelakaan di jalan raya. Hasil razia cipta kondusif semalam (Sabtu malam) dari tiap Mapolsek mengamankan beberapa remaja yang mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi surat berkendara lengkap alias bodong. Ada juga yang kedapatan mabuk-mabukan atau pesta miras di kawasan umum,” terangnya.

Untuk para remaja yang terkena razia karena kedapatan mengendarai sepeda motor pretelan tanpa dilengakapi surat kendaraan nantinya diminta mendatangkan orangtuanya ke tiap Mapolsek untuk mengisi surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi trek-trekan di jalan raya di atas surat yang dibubuhi materai. (gas)

Berkunjung ke Museum Linggam Cahaya, Menjejak Sejarah Lingga

0
Peralatan berbahan keramik yang menjadi salah satu koleksi tertua Museum Linggam Cahaya. (Bobi Bani/JawaPos.com)

Pembaca, hingga kini, kekayaan sejarah di Lingga masih tersimpan rapi di sebuah museum di Pulau Daik. Adalah Museum Linggam Cahaya.

Untuk datang ke museum berarsitek Melayu itu bisa ditempuh dengan jalur laut. Yakni dari Pelabuhan Telaga Punggur di Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Atau bisa pula dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang. Butuh waktu sekitar 3,5-4 jam untuk sampai ke Kabupaten Lingga.

Tercatat ada 4.960 koleksi yang tersimpan di Museum Linggam Cahaya. Sebagian besar koleksi museum merupakan barang-barang pemberian atau hibah dari masyarakat Lingga.

Kesadaran masyarakat Lingga untuk menyerahkan benda-benda bersejarah sangat membantu pemerintah.

“Semua koleksi ini didapat di Lingga. Syukur masyarakat sangat mendukung museum ini. Jadi kami bisa sama-sama menjaga,” kata Staf Sejarah Permuseuman Dinas Kebudayaan Lingga Marwan kepada jawapos.com.

Benda-benda yang tersimpan di museum dua lantai itu bervariasi. Mulai dari barang berbahan keramik, mata uang, senjata, naskah kuno, alat musik, alat pengolahan sagu, dan peninggalan sejarah kerajaan berbahan kuningan.

Salah satu yang tertua adalah barang yang terbuat dari keramik. Barang itu diketahui sudah ada sejak abad ke-14 Masehi, dan merupakan produk dari dinasti Yuan.

Museum Linggam Cahaya juga memajang pakaian masyarakat melayu zaman kerajaan. Seperti Tudung Manto, sebuah tutup kepala layaknya selendang. Namun bentuknya tidak polos. Di permukaan selendang dianyam dengan menggunakan benang dan manik-manik. Masyarakat Lingga sendiri masih melestarikan Tudung Manto dan bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan.

Hal menarik dari Museum Linggam Cahaya adalah tulang Gajah Mina. Benda tersebut ditemukan hanyut di salah satu pantai di Pulau Daik. Tepatnya sekitar sebulan setelah terjadi tsunami Aceh.

Sekadar informasi, Gajah Mina masuk dalam keluarga dugong. Memiliki gading panjang, belalai diwajah, bertelinga lebar dan berekor seperti paus. Tubuhnya memiliki panjang lebih dari 12 meter. Kerangka hewan ini bagaikan raksasa di bawah laut.

“Ketika ditemukan, tidak dihinggapi lalat. Padahal sudah busuk. Mungkin karena beracun atau bagaimana. Tapi menjadi perhatian juga karena ini termasuk hewan langka. Banyak orang datang ingin lihat ini,” tutur Marwan.

(bbi/JPC)

Kapolres Barelang: Wasapadai LGBT

0

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki himbau masyarakat untuk lebih peran aktif lagi mengawasi anggota keluarga dan lingkungan.

Himbauan ini disampaikan Hengki saat meresmikan kampung anti narkoba di kelurahan Kibing Batuaji, Minggu (2/12). Didepan ribuan warga Hengki menyebutkan ancaman bagi generasi mudah saat ini bukan saja narkoba tapi juga LGBT.

“(LGBT) ini juga ancaman yang sangat serius. Sebulan ini dua tersangka (LBGT) yang kami tangkap. Masih muda-muda semua. Mereka tawarkan (diri) ke orang lain melakukan hubungan yang tak normal itu dengan tarif tertentu,” ujar Hengki.

Penangkapan itu membuktikan bahwa LGBT ada di Batam dan mengintai siapa saja termasuk anak dibawa umur.

“Karena penangkapan itu kami umpan pakai penyamaran. Mereka tak peduli mau dibawa umur atau tidak. Ini harus diwaspadai sebab menyasar siapa saja termasuk anak-anak kita,” kata Hengki.

Kepada masyarakat yang memiliki anak usia sekolah dihimbau untuk lebih ketat lagi mengawasi aktifitas anak diluar jam sekolah.

“Kalau anak keluar malam atau berlama-lama di luar rumah segera cari. Jangan biarkan karena kita tidak tahu apa yang mereka lakukan di luar. Begitu juga dengan penggunakan alat komunikasi atau teknologi lagi sebaiknya diawasi agar tidak menyimpang,” imbau Hengki.

Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk fokus membentengi anggota keluarga dengan perkuat iman keluarga agar keluarga terhindar dari hal-hal yang menimpang seperti itu.

“Fokus dengan kegiatan yang bermanfaat. Kerja, ibadah dan beramal. Itu saja. Tidak peduli dengan hal-hal yang tidak baik. Kalau perlu laporkan ke kami kalau jumpa hal-hal yang menimpang dan melanggar hukum seperti itu,” ajak Hengki. (eja)

Sekjen PBB: Sikap Kami masih Netral

0

batampos.co.id – Partai Bulan Bintangbelum menyatakan sikap memberikan dukungannya ke capres nomor 1 ataupun 2.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekjen PBB pusat, Afriansyah Noor saat berkunjung ke Batam menghadiri konsolidasi dan pembekalan caleg PBB di Kepri dan Batam, Minggu (2/12) sore.

Menurutnya kader dan pengurus PBB se-Kepri akan menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya kepada Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra terkait memihak ke capres siapa nantinya.

“Memang benar baru-baru ini Pak Yusril bertemu dengan presiden kita Jokowi. Namun pertemuan itu kan bukan berarti ketua umum kami menjatuhkan langsung pilihannya ke capres nomor 1 kan. Pertemuan kemarin itu ketua umum kami hanya bersilaturahmi saja dengan presiden Jokowi, sekaligus membahas mengenai hukum ketatanegaraan saat ini. Pak Yusril kan kawan lama dengan pak Jokowi sebelum jadi presiden,” ujar orang nomor 2 di PBB pusat ini.

Seandainya nantinya Yusril Ihza Mahendra mengambil keputusannya untuk mendukung Jokowi dalam pencapresan, Afriansyah Noor dan seluruh kader serta pengurus PBB akan tetap ikut apa keputusan yang sudah diambil oleh ketua umum PBB.

“Kalau saat ini PBB jujur saya katakan, belum menjatuh pilihannya ke mana, ke Pak Prabowo atau ke Pak Jokowi. Kami masih netral. Namun setelah Rakernas nanti pada bulan Januari atau awal tahun 2019, itu masyarakat akan tahu, kami dari PBB akan memberikan dukungan ke capres siapa,” terang Afriansyah Noor.

Ia tak menampik bila dikatakan kedekatan Yusril dengan Jokowi saat ini bisa akan membuka kesempatan PBB merapat ke kubu capres nomor urut 1 ini.

“Namun itu kan masih asumsi masyarakat saja. Untuk pasti dan finalnya kan tunggu pada Januari nanti. Intinya siapapun yang dipilih ketua umum kami, itulah calon yang terbaik menurut PBB,” ujarnya.

PBB sendiri, lanjut Afriansyah, saat ini tak hanya mengusung kecintaannya terhadap agama Islam saja, tapi juga kecintaannya terhadap negara dan bangsa serta masyarakatnya.

“Kami PBB saat ini lebih fokus ke penguatan pemenangan pencalegan kader PBB baik di pusat maupun daerah,” terangnya.

Untuk di Kepri, Afriansyah menargetkan PBB tiap satu dapil harus dapat satu kursi, baik itu DPR pusat, Provinsi maupun kabupaten/kota.

“Dulu kami tak memiliki saksi di tiap TPS khusus untuk di kabupaten/kota di Kepri saat pileg. Namun tahun depan PBB akan menempatkan dua saksi relawan untuk menjaga suara caleg kami agar tak diambil parpol lain,” terangnya. (gas)

Lahan Tidur Nunggak Bayar PBB

0
ilustrasi

batampos.co.id – Program pembebasan denda Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) atas piutang periode tahun 1994 hingga 2017 tinggal akan berakhir 12 Desember 2018 mendatang.

Sayang, kini program tersebut baru membukukan hasil yang terbilang minim jika merujuk pada target tahunan penagihan piutang pokok PBB P2 Rp 25 miliar. Total piutang pokok yang mungkin tertagih dalam periode tersebut adalah Rp 164 miliar.

“(Pendapatan) sudah masuk di angka Rp 5 miliar,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Raja Azmansyah, Minggu (2/12/2018) pagi.

Menurut Raja, angka ini cukup progresif peningkatannya. Ada harapan, menjelang masa program ini berakhir yakni 12 Desember 2018 mendatang target tahunan dari piutang PBB tercapai.

“Ini masih terus berproses, mudah-mudahan tercapai, harapan kami di hari-hari terakhir ada peningkatan,” harapnya.

Soal WP yang menunggak, ia mengungkapkan ada dari pemilik-pemilik lahan tidur, namun ia tak bisa memetakan dimana saja lahan tersebut karena yang mereka ketahui adalah nama perusahaannya.

“Ada lahan tidur juga, kami kejar WP dimana, orang dimana, susah juga,” imbuhnya.

Apakah ada sanksi tegas bagi WP yang malas membayar pajak? Raja menilai pihaknya kini masih melakukan pendekatan persuasif. Jika ada WP yang punya itikad baik ingin menyelesaikan kewajiban tersebut, BP2RD akan siap membantu. Hanya saja, ia menegaskan kemungkinan sanksi tegas akan menunggu program penghapusan denda selesai.

“Sanksi kalau tak bayar, bisa sampai penyegelan, tapi belum sampai ke sana, kami masih beri ruang di Desember nanti. Kalau tidak ada perkembangan, kami akan coba, shock terapy juga lah,” paparnya.

Program penghapusan pajak sendiri sejatinya mempertaruhkan pendapatan dari denda itu sendiri. Soal ini, Raja belum menghitung potensi kehilangan denda dari target Rp 25 miliar.

“Enggak tahu berapa yang hilang,” ujarnya.

Sementara itu, dari jumlah piutang pokok 164 miliar sebenarnya dipertaruhkan pendapatan Rp 19 miliar dari piutang denda akan hilang. Sebelumnya diberitakan, angka 164 miliar merupakan jumlah yang mungkin tertagih dari total piutang yang tercatat (limpahan KPP) sebesar Rp 356 miliar. Sementara piutang dari denda yang tercatat Rp 106 miliar hanya mungkin tertagih Rp 19 miliar, angka inilah yang dipertaruhkan jika semua WP membayar piutang pokok. (iza)

5 Hal tentang Zumba

0

Masyarakat umumnya mengenal zumba sebagai alternatif olahraga yang menyenangkan. Tapi, tak sedikit masyarakat yang mempercayai mitos seputar zumba. Sebelum memulai zumba, ada baiknya Anda ketahui fakta dan mitosnya.

1. Fakta Gerakan Zumba

Zumba memiliki ribuan gerakan. Secara teknik setiap 1 lagu Zumba harus memiliki 4 ritme yaitu salsa, merengue, kumbia, dan reggaeton. Lalu masing-masing 4 ritme ini memiliki 16 gerakan inti. Kemudian dari 16 itu masing-masing ada 25 variasi. Hanya 25 persen gerakan Zumba yang benar-benar masuk kategori olahraga mulai dari squad, pengencangan otot. Karena dikemas dalam bentuk dance, unsur olahraga dalam Zumba ini memang menjadi tidak terlalu terlihat.

“Zumba bukanlah urusan teknik gerakan tetapi dilakukan memang untuk have fun, jadi walaupun seseorang tidak bisa dance yang terpenting bergerak,” kata Beto Perez, pencipta Zumba, saat ditemui di konferensi pers ZIN Academy di Gelora Bung Karno Arena, Jakarta, Sabtu (1/12).

2. Fakta Zumba Bisa Membuat Senang dan Kurus

Pada awalnya Zumba diciptakan bukan dengan tujuan untuk menguruskan badan. Zumba hadir memang untuk membuat orang-orang senang. Dalam perjalanannya orang-orang ternyata jadi semakin kurus tapi tetap diiringi antara gabungan olahraga dan diet. Dari Zumba secara otomatis dari dalam tubuh itu sendiri akan mengeluarkan endorfin yaitu hormone yang bisa membuat orang merasa senang. Kesenangan inilah yang dapat melancarkan sirkulasi darah, kulit menjadi bagus, dan ada yang menjadi kurus.

“Banyak yang merasakan setelah melakukan Zumba ia merasa senang bukan merasa lelah, karena gerakan Zumba mudah diikuti sehingga bisa diikuti oleh semua orang. Kita tidak akan merasa sadar bahwa 1 jam Zumba telah mengurangi minimal 500-800 kalori , karena kelas Zumba itu sendiri sudah mix dengan gerakan-gerakan dan digabung dengan dance,” kata Liza Natalia, brand Ambassador Zumba, saat ditemui di konferensi pers ZIN Academy di Gelora Bung Karno Arena, Jakarta, Sabtu (1/12).

3. Fakta Karakteristik Lagu Zumba

Tidak ada karakteristik untuk pemilihan lagu yang bisa masuk ke playlist Zumba. Terpenting lagunya menyenangkan membuat bahagia dan enak didengar. Tapi proses peresmian lagu Zumba memang cukup panjang. Dilihat dari segi copyright dan legalitas. Setelah terpilih barulah Beto Perez dan tim memberi koreografi khusus untuk lagu tersebut.

Jika sudah selesai dalam proses koreografi, rekaman koreo tersebut akan didistribusikan ke 180 negara dalam satu waktu. Maka dari itu Zumba bekerjasama dengan banyak musisi agar lagunya diperdengarkan di seluruh dunia.

Zumba tidak hanya diikuti oleh perempuan, tetapi juga untuk pria. (dok. Zin Academy)
4. Mitos Zumba Hanya Untuk Perempuan

Zumba selalu dikenal sebagai olahraga khusus untuk perempuan. Padahal Zumba ada untuk semua orang dari berbagai latar belakang, profesi, hingga jenis kelamin. Sehingga Zumba juga bisa diikuti oleh para pria.

“Para pria justru seharusnya senang mengikuti Zumba karena kelas Zumba merupakan surga yang akan bertemu dengan para perempuan,” ujar Beto Perez.

5. Mitos Zumba Tidak Boleh Untuk Orang Hamil

Tak perlu bersedih bagi para perempuan yang sedang hamil, karena mereka masih dapat mengikuti kegiatan Zumba. Beto Perez mengatakan bahwa artis Internasional Shakira pernah mengikuti Zumba saat sedang hamil.

Namun yang perlu diperhatikan tidak boleh ada loncatan dan harus lebih dari usia hamil 4 bulan. Setidaknya gerakannya tetap disesuaikan dengan aman. Liza Natalia menambahkan bahwa perempuan hamil bisa diikuti jika memang dalam keadaan prima. Asalkan ketika mengikuti tidak terlalu letih saja.

(Inr/JPC)

Wakl Ketua DPRD Batam Minta Pemerintah Bijak Terhadap Perusahaan Plastik

0

batampos.co.id – Pimpinan DPRD Batam meminta pemerintah untuk bijak terhadap permasalahan perusahaan yang bergerak di bidang plastik. DPRD menilai investasi di Batam harus tetap dijaga guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Terkait masalah perizinan sudah pasti ada kajian dari pusat sehingga terlalu jauh bila dihubungkan dengan dampak lingkungan.

“Sikap kita tetap mendukung investasi di Batam. Apalagi ini ke depan akan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja,” kata Wakil Ketua DPRD Batam Helmy Hemilton, kemarin.

Menurutnya, perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat harus dimanfaatkan Batam dalam menarik investor. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk saat ini, pemerintah harus bijak memanfaatkan kesempatan yang ada. “Ini harus kita respon baik. Sebagai masukan buat pemerintah, ini akan mampu serap tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Terlepas dari aspek lingkungan Politikus Demokrat itu melihat, perusahaan yang akan masuk ini bukan perusahaan kecil alias bodong yang tanpa mmperhatikan aspek lingkungan. Tentu sebelum mengajukn izin, mereka sudah melakukan kajian analisa lingkungan. Terlebih lagi, izin yang diberikan tersebut langsung diberikan oleh kementrian lingkungan hidup.

“Gak bisa serta merta dicabut dan itu saya rasa kurang bijak,” tegas Helmy.

Ia menambahkan, bila ingin fair buka semua perusahan limbah yang ada di Batam. Sementara plastik ini bukan limbah berbahaya seperti B3 yang digaung sejak beberapa hari terakhir.

“Kita pro investasi. Investasi harus kita tumbuhkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Bukan serta merta mengeluarkan statemen yang menyudutkan seperti itu,” sesalnya.

“Limbah plastik dampak lingkungannya apa. Komentar Pak Jefri (anggota DPRD) bukan untuk lembaga tapi lebih kepada personal. Sebagai lembaga pemerinta, kita tetap pro investasi,” tegas Helmy.

ilustrasi

Sementara itu terkait komentar Luhut Panjaitan beberapa waktu lalu, ia menilai menteri kemaritiman masak mengurusi lingkungan. Itu jelas di luar tupoksinya. Artinya, setelah izin dikeluarkan menteri terkait yang berwenang itu telah melalui penelitian dan pertimbangan aspek kemashalatan lingkungan. Sehingga kehadirannya bisa dipertanggung jawabkan.

“Batam ini harus kita tumbuhkan investasi. Masak buat statemen yang seolah-olah menolak investasi masuk. Berbicara limbah berbahaya, B3 ini sebenarnya yang banyak di Batam. Dari segi pemberitahuan juga harus berimbang,” tegas dia.

Sebelumnya, pandangan berbeda disampaikan anggota Komisi III DPRD Batam Jefri Simanjuntak. Jefri memberikan atensi kepada rencana impor limbah plastik dan keberadaan pabrik pengolahan plastik di Batam. “Dunia saja ingin mengurangi penggunaan plastik karena tidak bisa didaur ulang. Bumi pun tidak bisa mengurainya,” kata Jefri.

Di Jakarta saja, impor limbah plastik tidak diperbolehkan, mengapa Batam harus menerimanya. “Kalau Pemko Batam sudah mengambil langkah tegas soal itu, maka DPRD harus mendukungnya. Karena butuh keberanian untuk membuat Batam lebih baik lagi,” jelasnya.

Menurut Jefri, hingga saat ini belum ada teknologi baik yang memungkinkan untuk mengolah limbah plastik tanpa menimbulkan polusi. “Limbah plastik belum memenuhi standar reuse, reduse dan recycle (3R). Dan itu yang menjadi acuan bagi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” ungkapnya. (rng)

Kampung Anti Narkoba di Batuaji Diresmikan

0

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki meresmikan rintiasan kampung anti narkoba di kelurahan Buliang, Batuaji, Minggu (2/12/2018) pagi. Kampung ini menjadi panutan bagi pemukiman lain di kota Batam untuk sama-sama menolak narkoba.

Peresmian kampung yang berada di perumahan Taman Lestari dan Bumi Agung Batuaji ini berlangsung meriah sebab dibanjiri ribuan masyarakat Batuaji. Setelah diresmikan sekitar tiga ribuan masyarakat yang hadir sepakat untuk menolak dan memerangi narkoba.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatangan komitmen untuk menolak narkoba secara bersama diatas selembar kain yang didahului oleh Kapolres.

Pantan di lapangan, sebelum seremonial peresmian, masyarakat yang dipandu oleh jajaran Polsek Batuaji terlebih dahulu melakasanakan jalan santai bersamai yang dimulai dari lokasi peresmian hingga ke kantor Camat Batuaji di kelurahan Buliang. Peresmian kampung anti narkoba ini ditandai dengan pemotongan pita depan gerbang perumahan Taman Lestari.

Dalam arahanya Hengki menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat kelurahan Kibing yang telah merintias kampung anti narkoba itu.

“Apa yang bapak ibu lakukan hari ini sangat mulia. Kita tahu bahwa narkoba masih menjadi ancaman seriua bangsa kita ini. Ini upaya yang baik karena perang terhadap narkoba adalah tugas kita bersama,” tutur Hengki.

Disebutkan Hengki untuk kota Batam sendiri peredaran narkoba masih tinggi. Ini terjadi karena pelaku pengedar narkoba cukup terorganisir. Upaya pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pengedar sudah cukup maksimal namun karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan barang haram itu sehingga susah diberantas.

“Sepekan ini hampir delapan kilogram (narkoba) yang kami amankan. Masih rawan bapak ibu. Kalau kita tak bergerak (lawan narkoba) kasian anak-anak kita. Siapapun, kapapun dan dimanapun kalau tahu atau melihat terlibat narkoba segera laporkan. Ini untuk kebaikan kita bersama,” ujar Hengki.

Dengan diresminya kampung tersebut, Hengki juga berharap agar Pemko Batam kembali peran aktif mengajak seluruh perangkat kelurahan, RT/RW sekota Batam untuk sama-sama menolak narkoba dengan membentuk kampung serupa di masing-masing kelurahan.

“Sudah bagus apa yang dilakukan masyarakat di kelurahan Kibing ini. Kami berharap agar 64 kelurahan sekota Batam juga mengikuti langkah ini. Pemko bisa buat semacam Perda yang mengharuskan setiap kelurahan berbuat demikian,” harap Hengki.

Asisten Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri yang hadir mewakili Pemko Batam menyambut baik saran Kepolresta Barelang tersebut. Pemko Batam kata Yusfa selalu dukung jika ada terobosan-terobosan yang dianggap membangun tatanan kehidupan masyatakat Batam pada umumnya.

“Apalagi untuk hal semacam ini tentu sangat bagus karena narkoba harus diperangi. Ini akan dipertimbangkan sehingga semuan pemukimam di Batam sama-sama mengawas dan menolak narkoba,” ujar Yusfa.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimumthe menyebutkan, kampung anti narkoba ini berada di perumahan Taman Lestari dan Bumi Agung, kelurahan Kibing. Ada sekitar 4.000 kepala keluarga yang berdiam di sana dan mendukung pembentukan kampung anti narkoba tersebut.

Kampung tersebut akan menjadi kampung rintisan bagi masyarakat Batam secara keseluruhan dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba.

“Banyak pihak yang dilibatkan. Selain Polisi, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan stakeholder lainnya akan sama-sama membina dan memberikan pengarahan kepada masyarakat di sana untuk sama-sama memerangi narkoba,” kata Dalimunthe. (eja)

KPU Batam Cek Surat Suara

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam mengecek ukuran dan desain surat suara untuk pemilihan umum 17 April mendatang.

“Contoh surat suaranya sudah tiba di Batam. Surat suaranya ada lima, yakni untuk DPRD, DPRd Provinsi dan Kota, DPR RI dan Capres,” ujar Komisioner Bidang Teknis KPU Batam, Zaki Setiawan, Minggu (2/12).

Contoh surat suara itu memiliki ukuran yang berbeda, mulai dari surat suara untuk pemilihan Presiden, DPD, DPRD Kota dan Provinsi, serta DPR RI.

“Surat sedang dicek finalisasi nama caleg dan beberapa kekurangan lainnya,” katanya.

Dia mengatakan masih ada beberapa kesalahan penamaan gelar yang terjadi di Daftar Calon Tetap (DCT) untuk DPRD Kota Batam.

Komisioner Bidang Teknik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Zaki Setiawan

“Ada beberapa kesalahan gelar. Tapi cuma standar penulisan gelar saja,” sebut Zaki.

Untuk desain surat suara DPRD Kota, kop surat suara akan bertuliskan Surat Suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam Tahun 2019. Di bawahnya, bertuliskan dapil setiap calon. Latar belakang kop surat akan berwarna merah-putih. Di bawahnya lagi, akan ada 16 kotak yang masing-masing diisi partai dan nama calon. Paling bawah, akan ada logo maskot pemilu.

Sementara untuk warna, KPU Batam masih menunggu Peraturan KPU tentang surat suara diterbitkan.

“Tidak ada foto di specimen surat suara DPRD Kota. Hanya nama dan partai serta nomor urut saja,” kata Zaki.

Disamping itu, KPU Batam juga masih menunggu validasi surat suara oleh KPU pusat di Jakarta. Validasi ini dilakukan untuk setiap kabupaten dan kota pemilihan, untuk mengoreksi nama DCT yang akan masuk ke surat suara.

“Kita masih menunggu validasi yang diikuti ratuan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan surat suara akan dikirim ke Batam awal tahun. Sebelumnya, losgistik berupa kota suara, bilik suara, tinta dan segel sudah tiba di gudang logistik KPU yang ada di Sekupang. (une)

Motor Hilang, Cek Langsung ke Polsek Sekupang

0

batampos.co.id – Belasan sepeda motor hasil curian masih terparkir di halaman kantor Polsek Sekupang, Jumat (30/11). Berbagai jenis dan merek sepeda motor mulai dari matik hingga manual terparkir menunggu diambil pemiliknya.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji masih menunggu laporan warga yang kehila-ngan motor pasca mengungkap kasus pencurian 16 sepeda motor.

”Hingga kini belum ada korban yang datang untuk melihat sepeda motor yang sudah kami amankan,” kata Oji, Jumat (30/11).

Beberapa dari sepeda motor curian tersebut masih dalam kondisi baru. Untuk itu ia mengimbau kepada warga yang kehilangan sepeda motor dari Oktober dan November bisa datang ke Polsek Sekupang untuk mengecek kendaraan hasil ungkapannya yang siapa tahu milik mereka.

”Datang saja dan cek. Kalau memang iya miliknya, bisa diambil,” ujarnya.

Oji menjelaskan, warga yang merasa kehilangan motor bisa menunjukkan barang bukti kepemilikan dengan membawa surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB ke Polsek Sekupang.

Saat ini semakin banyak motif pencurian sepeda motor. Untuk mencuri motor, mereka hanya butuh waktu dua hingga empat menit.

”Jadi, kalau bisa parkir di tempat yang aman serta gunakan kunci ganda. Setidaknya ini bisa mengurangi risiko pencurian,” sebut Oji.

Sebelumnya, jajaran Polsek Sekupang berhasil meringkus enam pencuri sepeda motor dan mengamankan 16 sepeda motor dan tiga unit mobil yang digunakan dalam beraksi. Pencuri hanya membutuhkan waktu dua hingga empat menit untuk membawa kabur kendaraan milik warga.(yui)