Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11703

Yang Wajib Dibaca para Caleg

0

batampos.co.id – Matahari sudah lewat sepenggalan, namun suasana di kedai kopi Double Peach Belakangpadang masih ramai, Jumat (23/11) lalu. Puluhan warga berkelompok mengelilingi satu atau dua meja yang disatukan. Mereka sarapan di kedai kopi yang terkenal dengan sebutan kedai kopi Ameng.

Setiap pagi warga dari ragam profesi berkumpul di sana. Mulai nelayan, pedagang, hingga pegawai negeri sipil (PNS). Sambil berkumpul, mereka menikmati sarapan di kedai kopi Ameng. Menu favorit tak terlalu berat, ada roti bakar, mi goreng, dan segelas kopi susu atau teh tarik. Namun tetap ada menu makanan lainnya, termasuk aneka menu makan siang.

Mereka membincangkan macam-macam tema. Mulai dari kehidupan sehari-hari, hasil melaut selama memasuki musim angin Utara, hingga politik. Adnan, 60, turut dalam perbincangan tersebut.

Ketika sampai pada soal politik, obrolannya pun mengerucut pada calon legislatif dari Pulau Penawar Rindu itu.

Di Kecamatan Belakangpadang setidaknya ada delapan warganya yang mencalonkan diri menjadi caleg untuk DPRD Kota Batam maupun DPRD Kepri. Adnan yang namanya sudah masuk dalam DPT pun bertekad akan menggunakan hak pilihnya dengan harapan calon anggota legislatif ataupun pemimpin yang terpilih benar-benar memperjuangkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Anak bisa sekolah, anak yang sudah sekolah disalurkan untuk kerja, bantu pengangguran untuk mendapatkan kerja. Jangan sampai bapak nelayan, anak jadi nelayan juga,” katanya.

Adnan sudah dua tahun ini bekerja sebagai nelayan. Pendapatannya tidak menentu karena melaut dengan cara tradisional. Hasil tangkapan berupa ikan dan sotong dijual di Belakangpadang. Paling banyak ia mendapatkan uang Rp 150 ribu sehari. Padahal biaya operasional besar.

Karena itu, ia berharap ban­tuan pemerintah. Ia memulainya dengan membentuk Kelompok Nelayan Sejati. Anggotanya sepuluh orang. Melalui kelompok, ia bisa mendapatkan bantuan kapal dan alat tangkap. Ia juga menyelipkan harapannya pada calon legislatif yang akan maju pada pileg 2019 agar memerhatikan kesejahteraan nelayan.

“Siapa pun yang terpilih dan duduk di DPRD nanti, bantu kami. Intinya bantu peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya berharap. Usai menyampaikan harapannya, Adnan pamit pergi. Ia pulang ke rumahnya karena ada urusan pekerjaan.

Warga Belakangpadang lainnya, Asoy alias Herman, juga memastikan akan menggunakan hak pilih pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Meski begitu, pemilik warung kelontong di Kelurahan Tanjungsari ini tidak terlalu menaruh harapan pada wakil rakyat terpilih maupun presiden terpilih.

Menurutnya, pesta demokrasi yang diadakan setiap lima tahun sekali ini tidak terlalu banyak membawa perubahan terhadap taraf hidupnya. Atapun perubahan Pulau Belakangpadang tempat ia tinggal.

“Dulu 1999 saya pilih SBY, Belakangpadang begini juga. Lalu pilih Jokowi, begini juga. Tak banyak perubahanlah. Nanti saya coba (pilih, red) Prabowo. Kita lihatlah dulu. Apa berkembang atau tak,” ujar warga Kampung Tanjung, RT 001/RW IV ini.

Ia berharap, apapun hasil pemilu nanti, Belakangpadang bisa lebih baik. Terutama ketersediaan air bersih. Meski Belakangpadang sudah memiliki danau buatan (dam) dan penyulingan air bersih, terkadang air sulit didapatkan, terutama saat musim kemarau. Saat itu, kata Asoy, mereka terpaksa membeli air di Batam. Harganya Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per drumnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Belakangpadang, Amry Beddu mengungkapkan, euforia Pemilu 2019 di Belakangpadang memang semarak. Tapi tidak untuk pembahasan mengenai pilihan presiden, melainkan pembicaraan tentang ada berapa warga Belakangpadang yang mencalonkan diri jadi caleg untuk pemilu nanti.

“Warga lebih memilih membahas para caleg itu daripada bahas calon presiden,” kata pria 55 tahun ini.

***

Ilustrasi suasana rapat paripurna DPRD Batam.
f Cecep Mulyana/Batam Pos

Di Batam lebih terasa semarak lagi menjelang pesta lima tahun sekali ini. Warga menyambut beragam dan penuh harapan. Berbagai harapan mereka gantungkan kepada mereka yang akan terpilih nanti.

Yuliardi Iqbal misalnya, salah seorang tenaga pengajar honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batam berharap Pemilu 2019 bisa berjalan dengan damai tanpa kecurangan dan tanpa aksi atau sengketa terhadap hasil pemilu nantinya.

Menurut asal Sumatera Barat ini, secara pribadi pemilu tidak terlalu membawa efek langsung terhadap kehidupannya. Namun tentu berbeda bagi Batam ke depannya. Apapun hasil pemilu nanti tentu akan berdampak bagi kemajuan Batam. Sebagai kota yang tengah menjadi sorotan pusat, kota Madani diharapkan bisa lebih baik di 2019 mendatang.
Tidak saja soal investasi yang tentu memberikan dampak terhadap perekonomian di Batam, juga persoalan pencari kerja hingga kesejahteraan pegawai honorer di Batam.

“Ya kalau semua baik, pasti yang lain ikut kena imbasnya,” kata dia, Kamis (27/12).

Pada 2016, pertumbuhan ekonomi Batam memang turun menjadi 5,45 persen dan Kepri ikut turun menjadi 5,03 persen. Lalu pada 2017, pertumbuhan ekonomi Batam hanya 3,08 persen dan Kepri hanya 2,01 persen. Tetapi dalam dua triwulan pertama 2018 perekonomian Kepri sudah mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan rata-rata 4,5 persen. Namun pada triwulan ketiga 2018 (yoy), pertumbuhannya sedikit agak melambat, yaitu 3,74 persen.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan jika menyangkut pegawai honorer pasti akan berdampak langsung kepada dirinya. Pegawai honorer, lanjutnya, saat ini tengah menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Pascaseleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, persoalan nasib honorer belum jelas.

Menurut dia lagi, persoalan pegawai honorer belum tuntas, meski sebelumnya pemerintah telah menggelar tes kategori dua (K2). Hasilnya memang beberapa dari mereka sudah berhasil diangkat menjadi PNS. Namun sekarang ini pengangkatan K2 dihentikan dan digantikan PPPK.

Ia berharap honorer yang sudah mengabdi bisa mendapatkan prioritas untuk menjadi PPPK setelah penutupan seleksi CPNS

“Semoga ada banyak hal yang bisa diperjuangkan untuk kami. Terutama di dunia pendidikan,” ucapnya.

Agar harapannya terpenuhi dan wakil rakyat yang terpilih memperjuangkan nasibnya, Iqbal mengatakan sangat antusias menghadapi pemilu yang tinggal menghitung bulan. Ia juga menaruh harapan pada presiden yang bakal terpilih nanti. “Kalau pilihan sudah ada. Semoga yang menang nanti bisa membuat Indonesia lebih baik lagi,” imbuh pria 31 tahun ini.

Harapan yang sama dilontarkan Atika, honorer Pemko Batam. Ia berharap janji-janji kampanye yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terealisasi. Namun sebelum itu, ia mengharapkan Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar. Siapapun yang terpilih nanti bisa membawa kebaikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga anggota dewan yang terpilih nanti benar-benar bisa menjadi penyampai aspirasi warga Batam di pemerintahan. Dan setelah pemilu semua kembali bersatu, tak ada lagi kubu-kubu atau perpecahan,” kata wanita yang sudah dua kali mengikuti pemilu ini.

Giansyah, warga Seibeduk, juga menekankan Pemilu 2019 yang damai dan aman. Tidak lagi bersinggungan soal suku, ras, agama, dan lain-lain. Sementara harapan untuk dirinya pribadi, perekonomian tidak lagi terpuruk dan lapangan kerja semakin banyak sehingga ia bisa mendapatkan pekerjaan.

“Setiap kali pemilu saya ikuti. (Harapan) Belum dipenuhi, yang saya sesalkan adalah kenapa setiap ganti kepemimpinan kebijakan selalu berubah,” katanya.

Ia pun berharap para pemimpin dan elit negeri yang terpilih agar memenuhi amanat rakyat. Tidak melupakan janji-janji yang disampaikan saat kampanye.

***

Menurut data BPS Batam, dalam periode enam tahun, jumlah angkatan kerja di Batam selalu meningkat. Pada 2012, jumlah angkatan kerja sebanyak 518.839 orang. Kemudian pada 2017, angkatan kerja menjadi 605.518 orang. Sementara pengangguran 2012 sebanyak 26.189 orang dan 2017 sebanyak 47.364 orang.

Kasi Statistik Sosial BPS Batam Nanda Muliansyah menyebutkan, meski secara nasional angka pengangguran menurun tahun ini, tetapi di Batam justru naik.

“Tingkat pengangguran di Batam per data Agustus 2018 berada pada posisi 8,93 persen. Naik sekitar satu persen dibanding 2017 lalu yang hanya pada posisi 7 persen,” ujarnya.
Sampai Agustus 2018 sebanyak 604.831 orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Dari jumlah angkatan kerja itu, penduduk yang bekerja sebanyak 550.813 jiwa dan angkatan kerja yang belum terserap atau yang pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 54.018 jiwa.

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2018 didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SMA sebanyak 229.854 orang (25,51 persen), SD ke bawah sebanyak 205.800 orang (22,84 persen), SMK sebanyak 184.948 orang (20,53 persen), lulusan perguruan tinggi 122.396 orang (13,58 persen), SMP sebanyak 109.442 orang (12,15 persen), dan terakhir penduduk bekerja yang berpendidikan Diploma ada sebanyak 48.579 orang (5,39 persen).

Tidak hanya pegawai honorer, para pelaku UMKM juga menaruh harap dan meminta nasib mereka lebih diperhatikan. Menurut Ian Junaidi, seorang pelaku UMKM yang ada di Sagulung, pemerintah maupun wakil rakyat belum begitu berpihak kepada pelaku UMKM yang ada di daerah, salah satunya Batam.

Sebagai contohnya, banyak pengusaha mikro yang tidak bisa menjalakan usahanya karena kalah bersaing. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak peduli atau tidak membantu memasarkan produk lokal ke kancah nasional maupun internasional.

“Di Batam sendiri belum banyak minimarket khusus memasarkan produk lokal. Yang banyak malah memasarkan produk dari Malaysia dan Singapura,” ujar Ian, Rabu (26/12) lalu.

Tak hanya itu, untuk Presiden dan Wakil Rakyat terpilih, Ian meminta agar melanjutkan pembangunan infratruktur di daerah, serta mengobarkan semangat untuk memberantas para koruptor. Idrus Mustaqin, 35, seorang tokoh masyarakat di Sagulung berharap pemilihan umum 2019 berjalan dengan lancar, siapun yang terpilih bisa membawa Indonesia semakin maju. Khususnya untuk Batam, ia berharap ekonomi kembali bangkit, infrastruktur semakin memadai, industri kembali menggeliat dan pariwisatanya banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.(uma/iza/une/yui)

Rumbadi Dalle, Mantan Wartawan Tempo di Batam Meninggal

0
Kondisi terakhir Rumbadi Dalle.
foto: viral

batampos.co.id – Seorang wartawan senior Kota Batam, Rumbadi Dalle, wafat pada awal tahun 2019, tepatnya Selasa (1/1/2019). Ia meninggal di ruang rawat sebuah RS swasta di Batam, sekirat pukul 13.00.

Kabar itu sungguh mengejutkan sebab kabar beredar melalui grup whatsapp baru saja muncul, babe demikian kami menyapa ia, sedang dirawat di RS.

Tak lama kemudia dikabarkan ia meninggal.

Babe dikenal sebagai wartawan Tempo di Batam. belakangan ia menjadi dosen hukum di kampus swasta di Batam.

Babe meninggal dunia pada usia 62 tahun. (ptt)

Bupati Lingga Minta PT SSLP Kembalikan Sertifikat Warga

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello meminta Direktur Utama PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP) inisial BP, segera mengembalikan 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga setelah ditetapkan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sebagai tersangka tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Alias Wello meminta pengembalian 400 sertifikat itu setelah menerima laporan dari Kepala Desa Linau, Musdar, bersama belasan perwakilan tokoh masyarakat terkait penahanan sekitar 400 persil sertifikat tanah warganya oleh Direktur Utama PT. SSLP sejak tahun 2004 lalu. Berdasarkan informasi warga, luas tanah dalam 400 persil sertifikat itu, sekitar 200 hektar atau masing – masing sertifikat memiliki luas 0,5 hektar.

“Saya baru mendapat laporan dari Kepala Desa Linau bersama tokoh-tokoh masyarakatnya bahwa sertifikat tanahnya sampai hari ini masih ditahan perusahaan. Padahal, sertifikat itu adalah hak masyarakat setempat. Karena itu, saya minta Direktur Utama PT. SSLP segera mengembalikannya tanpa syarat apapun,” tegas Bupati Lingga, Minggu (30/12) pagi.

Bupati yang akrab disapa Awe itu menambahkan, setiap perusahaan perkebunan yang telah memiliki Izin Usaha Perkebunan (SIUP), wajib membangun kebun untuk masyarakat paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan oleh perusahaan.

Alias Wello juga mengaku telah minta semua data terkait perkara tersebut sebagai bahan untuk mengambil langkah-langkah hukum jika manajemen perusahaan yang bersangkutan tidak kooperatif. Bahkan Alias Wello akan mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan penegak hukum untuk mendapatkan kembali 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau tersebut.

Untuk memastikan penetapan tersangka Direktur Utama PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP) oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, wartawan koran ini berhasil menghubungi Kanit 2 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Samian, Senin (31/12) melalui HP. Dalam konfirmasi tersebut, Samian mengatakan saat ini telah menangani kasus PT SSLP.

“Betul saat ini kami menangani kasus tersebut, dan telah menetapkan tersangka,” ujar Samian. (wsa)

Hal yang Bikin Rakyat Tak Percaya pada Pemimpinnya

0
Rapat paripurna di DPRD Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemilu 2019 diikuti 16 partai politik. Di Batam Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menetapkan 691 daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kota Batam pada Pemilu tahun 2019. Mereka berasal dari 16 partai politik dan akan memperebutkan 50 kursi DPRD Batam.

“Nah, saat ini total ada 691 calon yang tercatat pada DCT di Pemilu 2019. Meningkat 94 calon atau 16 persen dibanding Pemilu 2014 dengan jumlah caleg sebanyak 597,” ujar Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Batam, Zaki Setiawan.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau pada pengumuman dengan nomor 07/HM.02.d-sd/21/Prov/IX/2018 tentang Daftar Calon Tetap DPRD Provinsi Kepulauan Riau pada Pemilu tahunn 2019 menetapkan daftar Calon Tetap (DCT) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri pada Pemilu 2019 mendatang sebanyak 534 caleg. Sebanyak 335 orang caleg pria dan 208 caleg perempuan atau 38,31 persen.

Caleg terbanyak dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat. Masing-masing memiliki 45 caleg. Sementara paling sedikit dariPartai Garuda 3 caleg dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dua caleg.

Pengamat kebijakan publik dari Polteknik Negeri Batam, Muhammad Zainuddin mengatakan melihat hasil survei ada kecenderungan tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai politik, wakil rakyat, ataupun pemimpin yang terpilih kurang baik.

Menurut Zainuddin, hal itu bisa dipahami sebab tidak sedikit wakil rakyat yang terjerat kasus hukum karena terlibat korupsi. Baik yang tertangkap oleh KPK, Kejaksaan, maupun oleh kepolisian.

“Kemudian banyak wakil rakyat yang belum memenuhi aspirasi konstituennya dan masyarakat. Itulah dua hal yang membuat kepercayaan pada elit atau pemimpin berkurang,” ujar Zainuddin kepada Batam Pos, Kamis (27/12).

Berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat, lanjut dia, menjadi tantangan bagi calon legislatif jika terpilih nanti pada Pemilu 2019. Wakil rakyat yang terpilih, harus membuktikan janji-janjinya. Tidak boleh lagi banyak beretorika. Begitupun di level pilpres.

“Harus dibuktikan. Karena tahun 2019 ini adalah tahun pembuktian,” ujarnya.

Menurut Zainuddin lagi, masyarakat sudah berpengalaman dan melihat sendiri bagaimana kinerja wakilnya yang duduk di gedung dewan. Mulai sejak zaman reformasi hingga kini sehingga masyarakat cukup referensi. Berdasarkan pengalaman itu, masyarakat harus memilih wakil mereka yang benar-benar bisa memenuhi harapan.

“Harapan pada masyarakat, daerah, maupun negara,” katanya lebih lanjut.

Untuk memilih wakil rakyat maupun pemimpin yang akan memenuhi harapan, ungkap dia, masyarakat bisa melihat karakater atau perilaku para caleg. Caranya dengan melihat elektabilitasnya. Orang yang memiliki elektabilitas tinggi adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Dikenal baik oleh masyarakat luas karena terbukti memiliki kinerja yang baik, berprestasi di bidang tertentu, dan memiliki rekam jejak yang positif di bidangnya.

“Lihat track record-nya. Apakah wakil rakyat benar-benar ingin berjuang untuk masyarakat. Bukan menjadi anggota dewan untuk sekadar mencari pekerjaan,” jelas dia.

Bila seorang caleg ingin menjadi wakil rakyat demi mencari pekerjaan atau mendapatkan proyek, Zainuddin menilai bahwa caleg tersebut belum selesai untuk dirinya. Sehingga belum siap bekerja untuk masyarakat dan memenuhi aspirasi rakyat.

“Jadi caleg harus sadar, lebih hati-hati. Harus tunjukkan dia mampu dan buka sekadar mampu. Harus siapkan dirinya untuk pengabdian,” ujarnya. (uma/yui/iza/une)

Kaji Pemberian Keringanan Pajak

0

batampos.co.id – Pemerintah berupaya memacu kinerja ekspor barang, termasuk hasil pertanian dan perkebunan. Saat ini pemerintah tengah menggodok aturan pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk pertanian.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2007. Hal itu membuat produk usaha pertanian, perkebunan, dan kehutanan kembali dikenai PPN. Pembatalan perpres tersebut bermanfaat bagi petani tandan buah segar. Sebab, petani bisa melakukan restitusi pajak masukan.

Namun, bagi petani lain yang hasil produknya tidak diolah dalam bentuk biji atau buah segar, putusan tersebut memberatkan.

’’Saya belum berani menjelaskan. Tapi, kami mau mencari cara membantu petani-petani penghasil bumi supaya mereka lebih ringan,’’ kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution akhir pekan lalu.

Darmin belum bersedia menjelaskan secara terperinci aturan yang akan diubah. Yang jelas, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk merevisi aturan pembebasan PPN. Dengan keringanan PPN, diharapkan kinerja ekspor barang meningkat dan mendorong penekanan defisit transaksi berjalan.

Menurut Darmin, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak pemberian keringanan pajak tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika petani diberi keringanan, hasil pertanian dan perkebunan lokal lebih mempunyai daya saing di pasar ekspor. Harganya juga akan lebih murah jika dikonsumsi untuk kebutuhan dalam negeri.

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, pemerintah juga akan mengeluarkan aturan baru mengenai PPN. Keringanan PPN itu bakal diberikan untuk meningkatkan ekspor jasa. Sebab, defisit transaksi jasa juga cukup menekan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Menurut Robert, pemerintah berencana membebaskan pengenaan PPN terhadap beberapa jenis usaha di bidang jasa.

’’Jadi, supaya bisa kena 0 persen PPN,’’ kata Robert.

Saat ini usaha di bidang jasa yang sudah dibebaskan dari PPN, antara lain, jasa kons­truksi, maklon, serta ja­sa perbaikan dan perawatan. Me­nurut Robert, akan ada 6–7 bi­dang usaha lagi yang dapat dibebaskan dari PPN. Namun, dia tidak memerinci sektor mana yang potensial untuk diberi keringanan. (rin/c19/fal/jpg)

Dapur Hong Kong Town Kepri Mall Terbakar

0
Api membara di dapur resto Hong Kong Town Kepri Mall, (1/1/2019)

200 Pemilih Pemula Tak Punya e-KTP KPU Tunggu Kebijakan Pusat

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam masih menunggu kebijakan KPU pusat, solusi untuk pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun telah melakukan perekaman, namun belum mendapatkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hingga hari Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner KPU Kota Batam Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Muhammad Sidik mengatakan, hingga saat ini syarat utama untuk mengikuti Pemilu adalah KTP elektronik. Sementara masih banyak pemilih pemula sudah melakukan perekaman, namun e-KTP-nya belum ada.

“Seperti di Belakangpadang, lebih dari 200 pemilih pemula sudah punya hak tapi belum punya KTP, sangat disayangkan sekali jika suara mereka tidak tersalurkan,” ujar Muhammad Sidik kepada Batam Pos, Minggu (30/12/2018).

Sidik mengatakan, akan menyampaikan masalah ini ke provinsi dan selanjutnya akan dilaporkan ke KPU pusat untuk dicarikan solusinya.

“Biasanya ada surat edaran untuk mengatasi masalah seperti ini,” kata Sidik.

Ia menjelaskan, masalah seperti ini merupakan keluhan masyarakat saat KPU sosialisasi pemilu.

“Itulah gunanya KPU sosialisasi kepada masyarakat, KPU terima banyak keluhan dan masukan dari masyarakat juga,” sebutnya.

Menurut Sidik, masalah ini juga disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Sehingga nantinya Disdukcapil segera membantu menyelesaikan masalah ini.

Sidik menyebutkan, tidak berani mengatakan surat keterangan dari KPU Batam bisa digunakan, sebab dari Peraturan KPU (PKPU) hingga hari ini syaratnya adalah KTP elektronik bukan yang lain.

“Kita tunggu saja kebijakan apa yang akan dikeluarkan oleh KPU pusat,” katanya.

Sidik mengingatkan bagi masyarakat yang sudah memiliki KTP namun belum terdaftar, tetap bisa memilih dengan membawa KTP saat hari pemilihan dengan melapor kepada panitia TPS (Tempat Pemungutan Suara).

“Ada surat suara tambahan 2 persen dari setiap TPS. Maksimal setiap TPS ada 300 pemilih jadi disediakan sekitar 6 surat suara untuk pemilih yang belum terdaftar tersebut setiap TPS,” ujarnya. (cr1)

Pastikan Jalur Produksi Sembako

0
Adi seorang pekerja Toko Sembako Arafah Pasar Botania Batamcenter menimbang beras.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemetaan wilayah produksi pangan diyakini mampu menekan kenaikan sejumlah bahan pokok yang terjadi beberapa hari ini. Hal ini juga harus didukung dengan kelancaran jalur produksi dari petani di daerah produksi pangan hingga sampai ke pasar.

“Pemetaan wilayah produksi pangan harus dilakukan. Sehingga kenaikan harga bisa diminimalisir,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Salon Simatupang, kemarin.

Ia juga meminta Disperindag turun ke lapangan guna memastikan kelancaran jalur produksi sembako di setiap pasar. Khususnya juga dalam memastikan tidak ada penimbunan sembako di gudang pemasok.

“Apalagi jelang akhir tahun, penimbunan kerap terjadi,” tegas dia.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Batam, harga harga cabai rawit merah masih sangat tinggi. Di Pasar Melcem dan Penuin misalnya, cabai rawit merah perkilogramnya mencapai harga Rp 78 ribu. Sementara itu cabai rawit hijau dijual seharga Rp 38 ribu.

“Naik, stok di pasar juga terbatas,” kata Awi, pedagang cabai di Pasar Penuin.

Hal senada juga diungkapkan Widia. Biasanya ia menjual cabai rawit merah Rp 38 ribu, namun sejak beberapa hari terakhir ini mengalami kenaikkan signifikan hingga Rp 78 ribu.

“Modalnya saja sudah naik, mau untung ya harus menyesuaikan harga,” ungkap Widia.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Adisthy mengatakan dari hasil survey pihaknya di empat pasar yakni Melcem, Mitra Raya, Lai-Lai dan Penuin menemukan harga cabai rawit merah berkisar dari Rp 68 ribu hingga Rp 80 ribu per satu kilogram.

Selain cabai, Disperindag menyurvei 18 item sembako lainnya seperti beras premium seharga Rp 13.500 per kilogram, beras medium Rp 11.500 dan kacang tanah Rp 18 ribu per kilogram. Untuk cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 40.500 per satu kilogram.

Sembako jenis sayur lainnya seperti kangkung dan bayam masih stabil yakni seharga Rp 10 ribu per satu kilogram Adapun untuk telur dijual rata-rata Rp 44.500 per satu papanya.

Sementara itu untuk daging sapu lokal seharga Rp 130 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi impor Rp 85 ribu per kilo. Daging ayam ras seharga Rp 32.500 per kilo dan ikan bandeng Rp37 ribu perkilo, tongkol Rp 27 ribu serta ikan selar seharga Rp 48 ribu.

“Untuk stok masih aman. Survey harga kita lakukan dua kali sepekan yakni Selasa dan Jumat. Kita pilih secara random, pasar yang paling banyak pengunjungnya,” kata Adisthy. (rng)

Tidak Didukung Anggaran, Dispora Minim Kegiatan

0
Tes pengukuran Sport Development Index (SDI) di Dataran Engku Putri, Kamis (13/9/2018)
foto: batampos.co.id / riyan

batampos.co.id – Anggaran daerah yang dialokasikan untuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam sangat minim. Bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dibentuk dari badan menjadi dinas ini belum didukung anggaran yang memadai. Sehingga minim kegiatan.

Di tahun 2018, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Batam hanya memiliki enam kegiatan dengan total anggaran Rp 9,1 miliar. Minimnya bisa terlihat dari kegiatan dan pos-pos anggaran. Misalnya pelaksanaan event tingkat kota dianggarkan Rp 421 juta. Begitu juga dengan penyelenggaraan olahraga rekreasi tradisional yakni sebesar Rp 450 juta. Sementara untuk penyelenggaraan paskibraka Rp 1,2 miliar.

“Anggaran yang kecil membuat kegiatan dan pos anggaran menjadi minim,” kata anggota Komisi IV DPRD Batam, Bobi Alexander, kemarin.

Bobi melihat, anggaran dinas ini juga belum menyentuh pembinaan atlet. Dari enam kegiatan disana untuk belum ada menyangkut pembinaan dan pelatihan bagi atlet-atlet di Batam. Hal ini dirasa cukup disayangkan mengingat banyaknya atlet berbakat di kota ini.

“Pos anggarannya masih terpusat di pelayanan administrasi perkantoran yakni sebesar Rp 1,7 miliar,” tutur Bobi.

Untuk itulah ia berharap selain pembangunan infrastuktur kota, pemerintah daerah juga lebih memperhatikan pembinaan dan pelatihan atlet-atlet muda di Batam. Sehingga ke depan, Batam bisa bersaing dengan daerah lain dalam menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi.

“Kita lihat di APBD 2019 juga tidak jauh berbeda. Berapa angka pastinya saya kurang hapal, yang jelas tidak jauh berbeda dari tahun 2018,” sesalnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Batam Komisi IV Suhardi Tahirek menilai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam juga harus membuat program kegiatan yang terukur. Sehingga capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota Batam bisa dilaksanakan.

“Ke depan dispora harus fokus meningkatkan olahraga di Batam,” tutur Suhardi. (rng)

Masjid Agung Batam Center Bakal Miliki Menara Pandang

0
Maket Masjid Agung Batam Center setelah direnovasi.

batampos.co.id – Masjid Agung (dulu disebut Masjid Raya, red) Batam mulai direvitalisasi tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), Suhar mengatakan, desain sudah final dan kini masuk persiapan lelang.

Ada beberapa penambahan yang mencolok pada ikon Kota Batam ini. Seperti tambahan empat menara. Tiga di antaranya setinggi 65 meter (sama tingginya dengan menara yang kini sudah ada. Satu menara baru yakni menara pandang yang tingginya mencapai 100 meter.

“Nanti bisa dipakai untuk melihat view Batamcenter dari ketinggian. Jadi nanti, total menara ada lima,” terang dia.

Tidak hanya itu, di depan (bagian timur masjid) akan dibangun basement, yang didalamnya ada fasilitas parkir dan tempat wudhu.

“Diatasnya yang sekarang berundak itu akan dibuat datar dan dikelilingi koridor serta berlantai marmer. Ini akan jadi lokasi outdoor tapi multifungsi, bisa dipakaia untuk kegiatan dan juga sata,” kata dia.

Sementara pada lokasi bekas tempat wudhu yang berada di samping bangunan utama masjid akan dibangun bangunan tambahan.

“Kiri dan kanan akan ditambah bangunan, tanpa mengubah bangunan utama,” ucap dia.

Targetnya kontrak pengerjaan akan dimulai Agustus mendatang dengan anggaran awal Rp 17,2 miliar dari total kebutuhan Rp 172 miliar.

Pengerjaan direncanakan hingga 2021 mendatang

“Kalau bisa, kami berusaha selesai pada 2020 mendatang, tergantung kesiapan anggaran,” imbuhnya.

Tidak hanya masjig agung yang akan memiliki menara pandang, sebelumnya diberitakan, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji juga bakal memiliki menara pandang setinggi 99 meter. Tingginya menara ini diambil dari jumlah nama baik Allah atau Asmaul Husna. (iza)