Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11729

Giliran Harga Sayur Naik

0

batampos.co.id – Kenaikan harga ayam potong segar hingga mencapai Rp 40 ribu per kilogram (kg) dalam dua pekan terakhir, ternyata juga diikuti komoditas lainnya seperti sayur mayur. Kenaikannya cukup tinggi, Rp 4 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram (kg)-nya.

Pantauan Batam Pos, sejumlah komoditas sayur mayur yang mengalami kenaikan seperti kol, wortel, tomat, timun, terong, dan buncis. Murni, pedagang sayur mayur di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, menyebutkan komoditas sayur mayur tersebut rata-rata dijual Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu per kg. Padahal, sebelumnya ia masih bisa menjual di bawah Rp 10 ribu kg.

Tidak hanya itu, harga cabai merah keriting juga terus merangkak naik. Saat ini dijual di kisaran Rp 46 ribu hingga Rp 52 ribu per kg, tergantung kualitasnya. Sedangkan harga cabai setan mencapai Rp 70 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp 40 ribu per kg.

”Untuk harga cabai merah masih sangat mahal. Harganya masih di kisaran Rp 52 ribu per kg,” kata Murni, Kamis (1/11).

Murni mengatakan kenaikan sejumlah komoditas sayur mayur tersebut sudah terjadi tiga minggu belakangan ini. Untuk harga cabai sendiri sudah satu bulan harganya tidak pernah turun. ”Pembeli banyak yang marah-marah karena harga selalu naik,” keluh Murni.

Terkait tingginya harga sayur mayur, ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti. Hanya saja ia menduga faktor cuaca karena musim hujan jadi pemicu kenaikan sejumlah kebutuhan tersebut.

”Barang yang naik ini dikirim dari Jawa, Mataram, dan Medan. Mungkin karena cuaca  sedang musim penghujan, pengirimannya jadi terlambat dan imbasnya harganya naik. Sebab harga sayur lokal hijau seperti kangkung, bayam, dan sawi tidak ikut naik, masih normal saja,” ungkapnya.

Wahyuni, pedagang sayur lainnya juga mengaku jika beberapa komoditas di pasar alami kenaikan.

”Musim hujan memang pengaruhi harga barang. Contohnya cabai, lama saja di dalam kapal barangnya pasti busuk dan itu yang bikin harganya naik,” jelasnya.

Seorang warga saat memilih sayuran yang dijual di Pasar Mega Legenda Batamcenter.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

Edi, yang juga berdagang sayur mayur dan cabai di Pasar Fanindo mengatakan, sejak sebulan terakhir harga sayuran tidak menentu. Memang, kata dia, harga dari pemasok juga mengalami kenaikan.

Ia menduga kenaikan harga ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat panen petani karena saat ini sudah memasuki musim hujan.

”Harga sayur dan cabai memang tidak menentu, dari pemasok Jawa dan Medan itu harganya selalu tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk harga ayam potong segar hingga kemarin juga masih terpantau mahal. Di Pasar Fanindo Batuaji, harga ayam potong lokal ini dijual Rp 40 ribu per kg.
Tidak hanya di Pasar Fanindo Batuaji, kenaikan harga komoditas tersebut juga terpantau naik di sejumlah pasar tradisional lainnya di Batam, seperti di Sagulung. Semua jenis cabai rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar Rp 10 ribu setiap kilogramnya.

Di pasar basah SP Plaza, misalnya, cabai merah kriting dijual Rp 55 ribu per kg atau naik sebesar Rp 10 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp 45 ribu per kg. Sedangkan cabai setan naik menjadi Rp 70 ribu per kg dari sebelumnya Rp 60 ribu per kg. Begitu juga cabai rawit hijau yang kini harganya naik menjadi Rp 35 ribu-Rp 40 ribu per kg.

Izul, pedagang sembako di pasar basah SP Plaza mengatakan, kenaikan tertinggi terjadi sejak dua pekan terakhir. Dia meyakini harga cabai akan semakin pedas di bulan November ini.

”Harga cabai kriting yang selalu naik. Kalau cabai merah setan sekarang Rp 70 ribu per kilonya, orang beli paling ya satu ons saja,” ujar Izul

Terkait harga cabai yang tidak pernah stabil itu, Izul mengaku tidak tahu penyebabnya. Yang jelas, kata dia, harga dari pemasoknya sudah tinggi. Kebanyakan cabai tersebut kiriman dari Jawa dan Sumatera seperti Medan.

Menurut Izul, tingginya harga cabai ini berdampak pada tingkat daya beli masyarakat. Kata dia, rata-rata pembeli mengurangi konsumsi cabai karena harganya dinilai terlalu mahal.

”Yang biasa beli setengah kilo, kini hanya seperempat kilo saja,” sebutnya. (yui)

Kenduri Seni Melayu Dibuka

0

batampos.co.id – Ditaburnya bunga rampai oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sebagai tanda dimulainya Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-20, Kamis (1/11/2018) malam di Dataran Engku Putri.

Rudi bersama istri, Marlin Agustina Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad beserta istri, Erlita Sari Amsakar, Ketua LAM Kota Batam, Nyat Kadir, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Zainal Abidin bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam turut menaburkan bunga rampai sebagai bentuk dukungan terselenggarannya KSM ke-20 tahun 2018.

KSM yang digelar Pemko Batam ini merupakan rangkaian acara Hari Jadi Batam (HJB) ke-189 yang jatuh pada 18 Desember 2018. Perhelatan akbar ini diikuti oleh peserta dari Negara Serumpun seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darusalam, Thailand, Jerman, India dan Tiongkok.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama istri Marlin Agustina Rudi, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad dan istri Erlita Sari Amsakar, Ketua LAM Batam Nyat Kadir, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti, Wakil Ketua DPRD Batam Zainal Abidin, FKPD Kota Batam, dan OPD Pemko Batam, menabur bunga rampai menandai dimulainya KSM ke-20 di Dataran Engku Putri, Kamis (1/11/2018) malam.

Tampilkan Keindahan Seni Budaya Serumpun

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan KSM menampilkan keindahan seni budaya Melayu serumpun yang diramu bertonggak Melayu. Peserta hadir untuk merajut kebersamaan dan gemilang budaya serumpun.

”Terima kasih setinggi-tingginya kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD Kota Batam, Kementerian Pariwisata dan Provinsi Kepri yang mendukung sehingga terlaksananya kegiatan tahunan ini yang di tahun 2018 ini merupakan KSM ke-20,” sebut Ardi.
KSM 2018 yang berlangsung sejak Kamis (1/11) hingga Sabtu (1-3/11) besok menampilkan gasing, puisi, lukis, tari, dan sebagainya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti mengucapkan terima kasih atas terlak-sananya KSM ke-20 tahun 2018 ini. Ia mengatakan KSM meru-pakan salah satu calender of event pariwisata Kota Batam yang masuk ke dalam kalender event nasional dari Provinsi Kepri.

Kata Esthy, yang membuatnya bangga adalah KSM menjadi trending topic yang dibahas melalui Twitter dan sudah berada di urutan ketiga.

”KSM ini sangat luar biasa karena dari enam kalender wisata di Kepri, salah satunya KSM berhasil masuk menjadi trending topic pesona wisata Indonesia. Untuk masuk calender event ini seleksinya cukup selektif, karena di sana ada budayawan, media, dan enam kurator nasional,” sebutnya.

Esthy juga mengucapkan selamat HJB ke-189. Meski usia Batam sudah tidak muda namun dia memuji tampilan Kota Batam yang tampil muda.

Kepada peserta ia mengucapkan selamat datang di Kota Batam dan selamat berkompetisi. Harapannya target kunjungan wisatawan mancanegara yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo pada tahun 2019 sebanyak 20 juta bisa tercapai.(ryh)

Nelayan Batam Mengaku Ditabrak Polisi Singapura di OPL, Polisi Singapura Menyangkal

0

batampos.co.id – Dikisahkan seorang nelayan Batam mengalami kecelakaan di laut.

Adalah Dian Marzuki, 28, asal Pulau Lengkang, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang kecelakaan.

Dian mengalami patah kaki kiri setelah perahu kecilnya ditabrak Marine Police Singapura. Insiden terjadi di perairan internasional atau Out Port Limit (OPL), Rabu (31/10/2018).

Saat ini korban telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP), Kecamatan Sekupang, Batam. Perahu milik korban yang mengalami rusak berat juga telah dibawa menuju Belakangpadang.

Camat Kecamatan Belakangpadang Asraf Ali mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa perahu milik Dian sampai ditabrak. Namun apa yang dilakukan petugas negara tetangga itu sangat disayangkan karena mengancam keselamatan orang lain. “Kapal milik nelayan kami pecah. Korban juga mengalami patah kaki. Untung bisa diselamatkan,” kata Asraf ketika dihubungi, Kamis (1/11/2018).

Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim menjelaskan, korban bersama beberapa nelayan memancing ikan di daerah Pulau Sekijang sebelum ditabrak. Perairan tersebut sudah memasuki wilayah laut Singapura.

Melihat adanya kapal patroli Singapura, korban bersama nelayan lain kemudian bergeser menjauh menuju kawasan OPL. Namun kapal patroli tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya menabrak perahu berbahan fiber milik Dian yang ketika itu telah berhenti.

Karena mengalami benturan keras, bagian kiri kapal milik Dian rusak parah. Sementara korban terpental ke laut dengan luka di bagian punggung dan mengalami patah di kaki kirinya. Beruntung ada nelayan lain yang langsung menolong Dian.

“Karena sudah berada di OPL, korban berhenti. Tapi tetap ditabrak,” beber Ulil.

Polisi Singapura Menyangkal

Police Coast Guard Singapura (PCG) menyangkal kabar itu.

“Kapal PCG dilengkapi dengan CCTV, yang tidak menangkap tabrakan. Pemeriksaan teknis kapal PCG juga sama sekali tidak menunjukkan indikasi tabrakan,” kata polisi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir channel news asia.

Menurut polisi, perahu PCG mengejar “sekelompok sampan” setelah mendeteksi mereka pada pukul 3.04 malam pada hari Rabu. Sampan secara ilegal masuk ke wilayah Singapura dan orang-orang di kapal itu sedang memancing di perairan Singapura, tambah polisi.

Kapal PCG kemudian menyadari bahwa salah satu sampan telah terbalik di perairan Singapura. Petugas PCG mengamati bahwa seorang pria diselamatkan oleh orang-orang dari sampan lain dan bahwa sampan terbalik itu ditarik menjauh, sebelum perahu PCG bisa menjangkau mereka,” kata polisi.

“Para petugas PCG kemudian melanjutkan untuk memperingatkan orang-orang di sampan yang tersisa untuk tidak memasuki Singapura secara ilegal.” (bbi/JPG/cna)

Kampung Terih, Destinasi Digital yang Eksis hingga Inggris

0

Usianya belum genap setahun. Tapi pesona destinasi wisata digital Kampung Terih di Nongsa, Batam, sudah mendunia. Tak hanya di wilayah Asia, Kampung Terih juga dikenal sejumlah turis dari negara-negara di Eropa.

Suasana di Kampung Terih terlihat ramai, Minggu (28/10) pagi. Sejumlah remaja dengan seragam pramuka lengkap berbaris rapi di pantai Kampung Terih. Bukan di hamparan pasirnya, melainkan di perairan laut yang kedalamannya setinggi lutut para remaja itu.

Meski berbaris di air, mereka terlihat tetap khidmat menirukan kata demi kata yang diucapkan oleh seorang senior yang berdiri di bibir pantai. Kata-kata itu seperti sebuah ikrar-janji.

“Ini sedang ada pelantikan Saka Pariwisata Batam 2018,” kata Nunung Sulistiyanto, pengelola destinasi wisata digital Kampung Terih, Minggu (28/10) lalu.

Pria yang karib disapa Inung ini mengatakan, pihaknya membuka lebar-lebar pintu Kampung Terih untuk lokasi kegiatan dari pihak luar. Khususnya kegiatan yang berbau kepariwisataan dan pelestarian lingkungan hidup.

Inung kemudian menceritakan awal mula terciptanya destinasi digital Kampung Terih. Bersama komunitas Penjelajah Alam Kepri (Pari), Inung menemukan Kampung Terih ini pada awal 2017 lalu.

Kampung Terih sebenarnya merupakan satu dari 36 titik kampung tua yang di Batam. Namun kampung tua Kampung Terih ini terlihat istimewa karena posisinya yang menghadap langsung ke pusat pemerintahan Kota Batam di Batam Centre. Sehingga dari kampung ini terlihat pemandangan Kota Batam lengkap dengan gedung-gedung tingginya.

Warga mendayung sampan untuk menuju tepian pantai Terih Nongsa. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tak hanya itu, di Kampung Terih sendiri juga terdapat beberapa daya tarik. Seperti hutan bakau yang masih rimbun, air laut yang jernih, dan kekayaan kuliner khas Melayu dari warganya.

“Sehingga tercetus niat mengembangkan kampung tua ini menjadi destinasi wisata kekinian. Yakni jadi destinasi wisata digital,” kata Inung yang juga Ketua Umum PARI Kepri ini.

Niat Inung dan PARI ini berjalan mulus karena mendapat respon positif dari warga setempat. Kebetulan, lahan seluas 12 hektare yang kini dikelola menjadi destinasi wisata digital itu milik satu keluarga yang terdiri dari empat orang.

Setelah melalui berbagai pendekatan dan perundingan, akhirnya para pemilik lahan itu merelakan lahan mereka dijadikan daerah wisata. PARI dan para pemilik lahan kemudian bersepakat menandatangi perjanjian kerja sama. Isi perjanjian itu antara lain soal bagi hasil omset dari tiket masuk ke Kampung Terih.

Pengembangan desa wisata Kampung Terih makin pesat karena mendapat dukungan penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Dengan bantuan dana sebesar Rp 68 juta, Inung dan rekan-rekannya di PARI kemudian mulai membangun sejumlah fasilitas di Kampung Terih.

Mulai dari pelantar kayu di antara rerimbunan hutan bakau, spot-spot foto yang instagramable, hingga sarana pendukung lainnya seperti toilet dan pondok-pondok tempat bersantai pengunjung.

Singkat cerita, tepat pada 10 Desember 2017 lalu desa wisata Kampung Terih diluncurkan. Ini merupakan destinasi wisata digital ke-7 dari 30 destinasi digital di seluruh Indonesia.

Sejak saat itu, kata Inung, Kampung Terih banyak dikunjungi wisatawan. Bukan hanya turis lokal, Kampung Terih juga banyak dikunjungi turis mancanegara.

Inung mencatat, sepanjang Desember 2017 hingga Oktober 2018, sudah ada ratusan turis dari 16 negara yang berkunjung ke Kampung Terih. Mulai turis dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Rusia, Thailand, India, Korea, Trinidad Tobago, Polandia, hingga Ukraina.

Kemudian ada juga turis asing dari Tiongkok, Brasil, Italia, Prancis, hingga turis asal Inggris. Dari hasil ngobrolnya dengan tamu-tamu asingnya itu, kata Inung, rata-rata mereka mengetahui Kampung Terih dari media sosial.

“Ternyata Kampung Terih ini dikenal sampai Inggris,” kata Inung.

Sejumlah pengunjung saat menikmati sauasana pantai Terih Nongsa. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Pengembangan wisata Kampung Terih memang menggunakan konsep wisata digital. Yakni wisata yang mengandalkan publikasi melalui media sosial yang tentunya didukung dengan fasilitas kekinian yang Instagramable. Sehingga tak heran jika pesona Kampung Terih ini cepat tersebar hingga ke mancanegara.

Bahkan, kata Inung, ada turis asal Korea yang datang ke Kampung Terih karena terpikat dengan foto-foto yang diunggah para netizen di sejumlah media sosial, khususnya Instagram. Turis tersebut, kata Inung, tengah liburan di Batam dan nekat mencari sendiri lokasi Kampung Terih melalui aplikasi di Google.

“Artinya konsep digital yang kami kembangkan di sini udah kena banget. Karena banyak pengunjung yang tertarik untuk datang setelah melihat postingan di Instagram dan Twitter,” katanya.

Menurut catatan Inung, dalam sebulan rata-rata pengunjung Kampung Terih mencapai 3.000 orang. Bahkan pernah dalam sebulan jumlah kunjungan mencapai 8.000 orang.

“Pernah dalam sebulan omset kami sampai Rp 40 juta. Artinya ada sekitar 8.000 pengunjung selama sebulan itu,” katanya.

Inung menjelaskan, tiket masuk ke Kampung Terih sangat terjangkau. Yakni hanya Rp 5.000 untuk turis lokal, dan Rp 10 ribu untuk turis asing.

Sementara sejumlah pengunjung yang ditemui Minggu (28/10) lalu mengaku terkesan dengan konsep wisata di Kampung Terih. Selain nuansa alamnya yang masih sangat natural, wisata Kampung Terih dilengkapi dengan fasilitas dan spot foto yang Instagramable.

Selain itu, di sepanjang pelantar kayu yang membelah hutan bakau Kampung Terih terdapat ornamen-ornamen yang kreatif. Mulai dari tulisan di papan kayu yang bernada jenaka, hingga hiasan topi dan payung yang digantung di ranting-ranting bakau.

“Ini perpaduan antara kekuatan natural dan konsep digital yang sangat sempurna,” kata Susanto, pengunjung dari Batamkota.

Pria asal Sumatera Utara ini berharap pengelola menambah atraksi lain di lokasi desa wisata Kampung Terih. Sehingga pengunjung memiliki pilihan lain selain menikmati hutan bakau dan spot-spot berfoto ria.

Mendorong Ekonomi Warga Lokal
Kehadiran desa wisata digital Kampung Terih menjadi harapan baru bagi warga setempat. Mereka ikut merasakan dampak positifnya dari banyaknya pengunjung ke Kampung Terih.

Di antaranya dampak bagi perekonomian. Sebab pengelola Kampung Terih sengaja menyediakan sarana Pasar Mangrove bagi warga setempat. Di Pasar Mangrove itu, pengelola menyediakan lapak-lapak untuk berjualan warga.

“Sewanya sangat murah. Hanya Rp 50 ribu per lapak per bulan,” kata Nunung Sulistiyanto, pengelola destinasi wisata digital Kampung Terih, Minggu (28/10) lalu.

Di lapak Pasar Mangrove ini, warga bisa berjualan aneka dagangan. Mulai dari souvenir, jajanan tradisional, hingga kuliner khas Melayu yang identik dengan masakan hasil laut (seafood).

“Kami ingin kehadiran destinasi wisata digital ini bisa ikut mendorong ekonomi warga sekitar,” kata pria yang akrab disapa Inung ini.

Berharap Dukungan Pemerintah
Inung mengakui, saat ini pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata digital Kampung Terih masih belum maksimal. Masih banyak sarana umum yang perlu dibangun. Seperti toilet yang memadai, musala, dan bangunan permanen lainnya untuk lokasi berjualan warga.

Karena itu, Inung berharap ada campur tangan pemerintah daerah dalam pengembangan Kampung Terih. “Karena kalau kami sendiri yang membangun, progresnya sangat lambat. Biayanya sangat tinggi,” kata Inung.

Pria yang juga menjadi Ketua Genpi Kepri ini mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa pihak yang menyalurkan dana CSR-nya ke Kampung Terih. Misalnya Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepri yang telah menyumbang sejumlah peralatan. Seperti life jacket, hammock, sound system, speed boat, tenda, dan lainnya.

“Totalnya Rp 126 juta,” katanya.

Namun bantuan dari pemerintah daerah, Inung menilai sejauh ini masih minim. Khususnya dari Pemko Batam.

Menjawab hal ini, Plt Kadis Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pihaknya sangat mendukung kehadiran wisata digital Kampung Terih. Menurut dia, dukungan tidak harus berupa bantuan dana tunai.

“Konsep pengembangan wisata itu ada tiga. Yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas,” kata Ardi, Rabu (31/10).

Sejauh ini, Ardi mengaku pihaknya sudah mendatangkan atraksi di Kampung Terih. Sebulan sekali, Dinas Pariwisata Kota Batam menggelar atraksi budaya di Kampung Terih. Mulai dari tarian tradisional, pertunjukan seni musik daerah, dan lain sebagainya.

Dari segi aksesibilitas, menurut Ardi saat ini akses ke Kampung Terih sudah sangat baik. Dimana jalan sudah berupa aspal yang dibangun pemerintah.

Kemudian dari sisi amenitas atau segala fasilitas pendukung di kawasan Kampung Terih, Ardi mengaku juga akan memberikan dukungan. Jika tidak bisa melalui anggaran daerah, kata dia, pihaknya bisa mengusahakan ke pihak lain. Baik dari swasta atau ke pemerintah pusat melalui Kemenpar.

“Silakan diajukan ke kami. Kalau tidak ada anggaran di APBD, kami bisa mendorong dari CSR perusahaan atau Kementerian Pariwisata. Karena pengembangan destinasi digital ini menjadi perhatian serius dari Pak Menteri Arief Yahya,” kata Ardi. (suparman)

Bertemu Badut-Badut Cantik di Pulau Hantu

0

Namanya memang Pulau Hantu. Namun pulau yang berada di gugusan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Batam, itu tidak seseram namanya. Sebaliknya, pulau ini menyimpan pesona bawah laut yang sangat layak untuk diselami.

Sekitar 90 menit menyusuri jalan trans Barelang (Batam-Rempang-Galang), akhirnya mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah pelabuhan rakyat di Pulau Galang, Batam, Sabtu (28/04/2018). Tanpa istirahat, kami lanjutkan perjalanan dengan pancung, kapal kayu dengan dua mesin tempel di bagian belakang. Pulau Nguan adalah tujuan kami.

Hanya sekitar lima menit mengarungi laut yang tenang, kami sudah merapat di dermaga Pulau Nguan, Kecamatan Galang. Di sini kami singgah di markasnya Galang Bahari, agen tur yang membawa rombongan kami yang berjumlah enam orang.

Di markas Galang Bahari ini, kami juga tak berlama-lama. Hanya sekitar 10 menit. Dalam waktu yang singkat itu, yang kami lakukan adalah ganti baju yang nyaman untuk aktivitas snorkling. Selain itu, kami juga memilih baju pelampung, sepatu karet, masker selam, snorkel, dan fin (sepatu katak) sesuai ukuran masing-masing.

Setelah semua beres, kami kembali naik ke pancung dengan membawa sepatu katak, baju pelampung, sepatu karet, dan tentu saja kamera dan HP. Sementara barang-barang kami lainnya ditinggal di markas Galang Bahari. Tujuan kami berikutnya adalah Pulau Dedap. Salah satu gugusan Pulau Abang, Kecamatan Galang.

Dedi, juru kemudi pancung sekaligus tour guide kami, langsung menggeber mesin pancung berkapasitas 2×15 PK. Pancung melaju kencang membelah lautan. Meski jarum jam baru menunjukkan pukul 10.00 WIB, namun cuaca pagi itu terasa begitu panas.

Untungnya, pancung yang membawa kami menggunakan penutup. Sehingga panasnya terik matahari tak langsung menerpa kulit.

Sekitar 45 menit berlalu, pancung mulai mengurangi kecepatannya. Di depan mata terlihat jelas sebuah pulau dengan garis pantai yang putih bersih. Pantai berpasir putih itu terlihat di sisi kanan dan kiri pulau. Dan ternyata, Dedi mengarahkan haluan pancung-nya ke pantai di sisi kanan pulau.

“Sudah pada bisa memasang masker dan snorkel,” tanya Dedi dari buritan pancung.

Di antara kami berenam, sebagian besar kompak menjawab ‘belum’. Dedi pun merapatkan pancungnya ke arah bibir pantai lalu membuang jangkar. Posisi pancung masih cukup jauh dari tepi pantai. Sekitar 70 meter dari bibir pantai. Hanya saja, air di lokasi labuh jangkar pancung sangat dangkal. Sehingga terlihat jelas dasar lautnya yang berpasir putih bersih.

Di sini, kami berlatih mengenakan masker dan snorkel yang baik dan benar. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan ke titik snorkling. Masih di area Pulau Dedap.

Ternyata lokasinya tak seberapa jauh. Dalam sekejap, kami sudah tiba di titik snorkling di Pulau Dedap.

“Sebenarnya ada beberapa titik snorkling di pulau ini. Tapi kita berhenti di sini saja,” kata Dedi sembari melempar jangkar.

Pilihan Dedi memang tak salah. Dari atas kapal pancung, kami sudah bisa melihat keindahan bawah laut Pulau Dedap. Hamparan aneka terumbu karang dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena air laut saat itu sangat tenang dan jernih. Ditambah cuaca yang cerah, dasar laut Pulau Dedap kiat jelas terlihat. Sungguh indah.

Tanpa menunggu lama, kami menceburkan diri. Tentunya dengan masker dan snorkel yang telah terpasang. Kedalaman air laut di sini sekitar lima meter. Dan, saat mulai ber-snorkle ria, pemandangan bawah laut di Pulau Dedap terlihat makin memesona mata.

Selain aneka terumbu karang yang memukau, juga terdapat beragam jenis ikan yang seoalah menyapa dan menggoda. Belum lagi ada pasir putih yang terhampar di sela-sela terumbu karang. Indah bak taman.

Apalagi, dengan menggunakan masker, objek di bawah laut terlihat lebih besar dan lebih dekat dari ukuran dan jarak sebenarnya.

Di sini, kami mendapati beragam biota laut yang cantik dan indah. Khususnya beragam jenis ikan hias. Seperti Yellow Tang, Blue Devil, hingga ikan badut alias Clown Fish, atau yang sering disebut ikan Nemo.

Selain ikan-ikan kecil nan lucu itu, juga ada beberapa jenis ikan yang ukurannya sedang. Sebesar telapak tangan orang dewasa. Tapi jumlahnya jarang. Kalaupun ada, biasanya mereka di bagian-bagian dengan kedalaman tertentu.

Puas berenang dan ber-snorkle di Pulau Dedap, kami segera beranjak naik kembali ke atas pancung. Maklum, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Selain cuaca makin panas, rasa lapar juga mulai mendera.

Dedi memacu pancung-nya dengan enam pria kelaparan di dalamnya. Dan kali ini kami menuju sisi barat Pulau Dedap. Di sinilah kami akan melaksanakan ritual yang tak kalah penting dari acara snorkling: makan siang.

“Kita akan makan siang di Pantai Dedap. Pantainya sangat indah,” kata Dedi di tengah perjalanan.

Dedi memang tidak berlebihan. Indah. Begitulah kesan pertama saat kami merapat di Pantai Dedap.

Hamparan pasir putih, rimbunnya pohon bakau, jernihnya air laut, dan semilirnya angin merupakan kombinasi panorama bahari yang akan sulit kami lupakan. Dan yang membuat Pantai Dedap istimewa karena pantai itu tak berpenghuni. Hanya ada Pak Agus, penjaga pantai itu.

Kebetulan pula, saat itu sedang tidak ada pengunjung lain selain rombongan kami. Sehingga, singgah dan makan siang di Pantai Dedap ini seolah seperti sedang berlibur ke pantai pribadi.

Sementara menu makan siang kami, meskipun sederhana, mampu menambah suasana semakin sempurna. Ikan asam pedas, kerupuk ikan, dan tumis sawi putih, terasa sangat nikmat ketika dimakan di sebuah pantai yang indah, dan di saat perut sedang lapar-laparnya.

Makan siang kami kian sempurna karena ditutup dengan kelapa muda yang segar. Fresh from the tree. Alias dipetik langsung dari pohonnya.

Selesai makan dan mengeksekusi kelapa muda, kami ekspolore Pantai Dedap. Terlalu sayang jika tidak mengabadikan pantai ini dalam foto.

Sekitar satu jam berlalu. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali dalam kondisi perut kenyang. Kali ini tujuan kami adalah Pulau Abang. Di sana, kami akan kembali ber-snorkel ria.

Tiga puluh menit berselang, kami sampai di Pulau Abang. Tepatnya di laut yang berada di antara Pulau Abang dan Pulau Hantu. Tanpa menunggu aba-aba, kami kembali menceburkan diri ke laut.

Secara umum, pemandangan bawah laut di sini relatif sama dengan laut Pulau Dedap. Hanya saja, di sini lautnya lebih dalam. Airnya lebih dingin. Karangnya juga lebih beragam. Begitu juga dengan aneka biota lautnya, lebih bervariasi.

Namun ikan badut masih tetap mendominasi di antara ikan-ikan hias lainnya. Ukuran ikan badutnya juga lebih besar dibandingkan di Pulau Dedap. Dan, mereka lebih jinak dan manja.

“Biasanya turis suka ngasih makan mereka. Makanya mereka jinak,” kata Dedi yang kemudian menyarankan supaya kami tak usah memberi makan ikan-ikan badut yang cantik nan lucu itu.

Dedi mengatakan, laut di antara Pulau Abang dan Pulau Hantu itu memang menjadi salah satu lokasi favorit para penyelam dan snorkler di wilayah Pulau Abang dan gugusannya. Karena selain karangnya masih bagus, biota lautnya juga lebih beragam.

Karena itu pula, kami begitu betah ber-snorkel di sana. Hampir satu jam kami bercengkerama dengan ikan-ikan badut dan teman-temannya. Sampai akhirnya Dedi mengingatkan, bahwa hari sudah mulai sore.

Dengan perasaan puas, kamipun kembali ke atas pancung. Segera pancung kami melaju ke Pulau Nguan, untuk selanjutnya menuju ke Pulau Galang, dan melanjutkan perjalanan darat ke Batam. Pulang.

Bagaimana ke Pulau Abang

Wisata bahari ke Pulau Abang saat ini memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Batam. Tak hanya turis domestik, wisata ini juga digemari pelancong dari luar negeri.

Sehingga tak heran jika saat ini ada banyak sekali penyedia jasa wisata atau agen travel yang menyediakan paket-paket wisata ke Pulau Abang dan sekitarnya. Seperti Galang Bahari yang melayani One Day Trip kami, Sabtu (28/04/2018) lalu itu.

Wisata Bahari Pulau Abang ini meliputi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Seperti Pulau Dedap, Pulau Petong, Pulau Hantu, Pulau Ranoh, dan lain sebagainya. Namun untuk pulau yang terakhir, kabarnya sudah dikelola swasta. Sehingga masuk ke sana dikenakan tarif tersendiri.

Untuk mencapai lokasi Pulau Abang ini, memang dibutuhkan waktu yang cukup lama. Perjalanan dimulai dari Batam menuju Pulau Galang dengan transportasi darat. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 90 menit atau satu setengah jam.

Dari Pulau Galang, biasanya pelancong langsung dibawa ke lokasi tujuan. Misalkan ke Pulau Petong, Pulau Dedap, atau lainnya.

Perjalanan dari Galang ke lokasi tujuan ini menggunakan kapal cepat atau speed boat. Jarak tempuhnya tergantung tujuan. Namun rata-rata sekitar 45 menit. Kecuali ke Pulau Petong yang lokasinya lebih jauh dari pulau-pulau lainnya di gugusan Pulau Abang.

Berapa Biayanya?
Untuk biaya wisata ke Pulau Abang sebenarnya tergantung jenis paket dan agen yang melayani. Beda agen mungkin beda harganya. Tapi rata-rata selisihnya tidak terlalu jauh.

Selain itu, lokasi penjemputan juga mempengaruhi harga paket. Mau dijemput dari Batam, atau dijemput di pelabuhan di Pulau Galang, tentu biayanya akan berbeda.

Untuk paket one day trip, jika dijemput di Pulau Galang, maka biayanya Rp 300 ribu per orang (dewasa). Tapi karena kami waktu itu dijemput dari Batamcenter, maka biayanya menjadi Rp 340 ribu per orang. Itu harga akhir pekan, untuk hari biasa, harganya lebih murah lagi.

Paket tersebut sudah termasuk

  • Satu set alat snorkeling
  • Life jacket
  • Makan siang
  • Guide bersertifikat
  • Foto underwater
  • Kelapa muda
  • Teh / kopi panas
  • Air mineral
  • Permen
  • P3K
  • Transportasi laut
  • Transportasi darat PP (kalau minta dijemput)
  • Kantong baju basah
  • Dan tentunya snorkling di dua lokasi.

Selain harga, syarat setiap agen wisata juga berbeda. Ada yang mensyaratkan rombongan minimal 10 orang. Tapi ada juga yang bisa melayani grup dalam jumlah minimal 8 orang. (suparman)

Nominasi Gelar Pahlawan Mengerucut 6 Nama, Tak Ada Nama Gus Dur dan Soeharto

0
Foto Pak Harto blusukan yang jadi sampul buku.

batampos.co.id – Proses penyematan gelar pahlawan tahun ini terus mengerucut. Dari 16 nama yang diusulkan Kementerian Sosial (Kemsos) dan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pekan lalu, lebih dari setengahnya telah dikeluarkan dari nominasi.

“Jumlahnya (tersisa) enam,” kata Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Ryamizard Ryacudu, usai rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/11).

Sayangnya, Ryamizard enggan menyebut keenam nama tersebut. Pasalnya, kata dia, selama belum ditetapkan jumlahnya bisa berkurang atau malah bertambah.

Rencananya, hasil final akan diumumkan pada 9 November 2018 oleh Menteri Sekretaris Negara.

“Gak boleh diumumkan dulu,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Namun, Ryamizard menyebutkan jika keenam nominasi tersebut berasal dari berbagai daerah. Salah satu kriteria yang diprioritaskan keberadaan pahlawan di sebuah provinsi.

“Kalau provinsi yang baru belum ada pahlawan ya kita masukkan,” tuturnya. Lantas, adakah nama Presiden kedua Soeharto dan Presiden keempat Abdurrahman Wahid di antara dua enam nama tersebut? Wakil Ketua Dewan Gelar Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Ashiddiqie memastikan tidak ada.

Jimly menuturkan, kedua nama itu memang sudah diajukan berkali-kali setiap tahunnya. Namun selalu kandas. “Tahun ini tidak diajukan oleh tim TP2GP,” ujarnya.

Gus Dur

Dia sendiri mengaku tidak mengetahui alasannya. Menurutnya, itu kewenangan TP2GP dan Kemsos. Sebagaimana ketentuan UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, pihak yang berwenang mengajukan adalah TP2GP.

Terkait syarat seseorang mendapat gelar, Jimly menyebut diatur dalam UU 20/2009. Di antaranya pernah berjuang di wilayah NKRI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap negara, setia dan tidak mengkhianati negara, serta tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan.

Selain itu, ada syarat lain seperti pernah memimpin perjuangan bersenjata, politik, atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Lalu tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, dan pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.(far/jpg)

BP Batam Promosikan Pengembangan Pelabuhan

0
BP Batam mengikuti pameran infrastruktur di Jakarta International Expo.

batampos.co.id – Mengandalkan fasilitas Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas, Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan Batam dalam acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) di Jakarta International Expo, Rabu (31/10).

”BP ikut untuk mempromosikan berbagai rencana proyek pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dikembangkan BP Batam,” kata Kasubdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony, Kamis (1/11).

Dalam seminar ini, terdapat tujuh sektor pengembangan infrastruktur, yakni pengembangan energi (Infra Energy), perkeretaapian (Infra Rail), kepelabuhanan (Infra Port), pembangunan wilayah industri dan ekonomi khusus (SEIZ), pengelolaan air bersih dan air limbah (Infra Water), pengamanan dan pengawasan infrastruktur Indonesia (Infra Security) dan manajemen lalu lintas (Infra Traffic).

Untuk pameran ini, BP juga membawa perwakilan dari Kantor Pelabuhan Laut BP Batam yang merupakan penge-lola jasa kepelabuhanan di Batam.

”Kegiatan ini akan memberikan berbagai pandangan dan juga wawasan bagi BP Batam perihal iklim investasi dan kondisi ekonomi Batam dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” ucapnya lagi.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 16 ribu pengunjung dan 131 partisipan dari 11 perusahaan BUMN, 72 perusahaan swasta nasional dan 48 perusahaan internasional yang berasal dari sepuluh negara di kawasan Asia dan Eropa.

Selain pameran, ada juga kegiatan seminar dan workshop sebanyak 30 kegiatan dari berbagai bidang keilmuan dan teknologi terkait dan kegiatan bilateral meeting yang dikuti oleh negara Malaysia, India, Australia, Inggris dan Tiongkok.(leo)

PGN Jamin Pasokan Gas di Kawasan Industri

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen memajukan industri nasional seiring de-ngan pengembangan kawasan industri yang kian masif.

Direktur Keuangan PGN, Said Reza Pahlevi mengatakan, sejalan dengan perkembangan kawasan industri, PGN ikut ambil peran menyukseskan kinerja kawasan industri. Teranyar, PGN siap menyokong realisasi pembangunan kawasan industri di berbagai wilayah di Indonesia. Teranyar, PGN siap menyokong realisasi pembangunan kawasan industri baru di Purwakarta, Jawa Barat.

Terkait hal ini, PGN telah meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Perum Jasa Tirta dan PT Multi Optimal Sentosa (MOS).

“Sehingga dengan gas PGN, industri bisa nyaman tidak terusik fluktuasi harga, terjamin pasokan, serta jauh lebih hemat dalam jangka panjang,” ujar Reza di Jakarta, Kamis (1/11).

Selain itu, kata Reza, PGN juga menjanjikan adanya nilai lebih penggunaan gas. Salah satu pelanggan yang mengaku mendapatkan banyak benefit dari penggunaan gas yaitu PT Tomoe Valve Batam yang bergerak di bidang industri katup atau valve.

Berdasarkan pengakuan perusahaan, terang Reza, Tomoe kini bisa berhemat dengan penggunaan layanan Gas In dari PGN. Produsen katup yang berlokasi di Latrade Industrial Park, Tanjunguncang, Batam itu menggunakan gas bumi yang dipasok PGN untuk menggerakkan mesin produksi seperti die casting dan painting. Dengan penggunaan gas PGN, perusahaan yang berorientasi ekspor dengan pasar Asia Pasifik itu mengklaim hemat ongkos produksi mencapai Rp 100 juta per bulan.

Sebagai catatan, sepanjang kuartal I/2018, PGN tercatat berhasil menyalurkan volume distribusi sebesar 836 MMscfd atau naik sebesar 2 persen dibanding kuartal I/2017.

Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi gas dari sektor Industri.

”Tentunya kinerja itu patut diapresiasi, dan sejalan dengan program Nawacita yang diusung pemerintah guna membangun perekonomian nasional yang lebih berkualitas,” katanya.(leo)

Kawan Lama Hadir di Gresik, Jatim

0

Kawan Lama Retail terus berekspansi dengan membuka toko pertama di Gresik tepatnya di Icon Mall, Jl. Dr Wahidin Sudiro Husodo, pada hari Jumat 26 Oktober 2018. Bisnis unit yang dibuka adalah ACE yaitu pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup, dan INFORMA yaitu pusat furnitur dan aksesoris untuk hunian dan bisnis.

Nana Puspa Dewi, Marketing Director Kawan Lama Group menjelaskan “Pembukaan toko baru di berbagai kota di Indonesia merupakan komitmen Kawan Lama Retail untuk hadir lebih dekat dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Gresik merupakan kota baru dan pertama kalinya ACE dan INFORMA buka, dimana kami melihat peluang yang cukup baik karena Gresik merupakan kawasan yang sedang berkembang, ditambah dengan banyaknya pembangunan hunian baru dan hotel. Harapannya, dengan pembukaan ACE dan INFORMA di Gresik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kota ini akan perlengkapan rumah tangga, furnitur, hingga gaya hidup dengan staf dan pelayanan yang profesional.”

ACE

Di area seluas 2.200 M2, ACE Gresik menawarkan puluhan ribu jenis produk yang menjadi solusi untuk perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup seperti perkakas, hobi, travelling, hingga otomotif. Sesuai komitmen sebagai The Helpful Place, ACE juga memberikan kenyamanan berbelanja melalui pelayanan staf yang sigap serta layanan purnajual seperti layanan antar produk, layanan instalasi, garansi dan service produk.

Untuk keamanan produk yang dibeli di ACE, pelanggan dapat memanfaatkan layanan ACE Assurance yaitu perlindungan menyeluruh terhadap kerusakan di luar kerusakan internal produk yang mencakup kerusakan akibat terjatuh, terbentur, terlindas, terjatuh ke dalam air, kebakaran, ledakan, kerusuhan, pemogokan, huru-hara, maupun bencana alam seperti petir, badai, topan, gelombang pasang, banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Premi ACE Assurance cukup terjangkau mulai dari Rp. 79 ribu bagi member ACE Rewards dan Rp. 99 ribu bagi non member untuk pembelian sebagian besar produk seharga Rp.300 ribu – Rp.50 juta di seluruh toko ACE di Indonesia.

Untuk kemudahan dan kenyamanan berbelanja, ACE kini telah memiliki aplikasi mobile yang dilengkapi beragam fitur penting serta memudahkan para pelanggan hanya dengan mengunduh ACE Mobile Apps di www.acehardware.co.id/app melalui pencarian kata kunci “ACE HARDWARE INDONESIA” dari Google Playstore bagi pengguna Android, atau App Store bagi pengguna iOS.

Dengan pembukaan toko di Gresik saat ini ACE telah memiliki 18 toko di Jawa Timur, dan secara nasional menjadi toko ke-169 di 40 kota di Indonesia, termasuk ACE Xpress yaitu konsep toko yang menyediakan beragam produk perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari dengan tampilan toko lebih ringkas, yang saat ini tersedia di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

INFORMA

INFORMA menghadirkan inspirasi melalui beragam furnitur dan aksesoris untuk hunian maupun bisnis yang akan mewujudkan tampilan interior ruangan sesuai dengan gaya dan selera pelanggan. Di area lebih dari 2.400 M2 , INFORMA Gresik hadir lebih lengkap dengan produk elektronik, serta menyediakan jasa konsultasi design interior untuk pemilihan produk dan konsep ruangan yang diinginkan.

Untuk kenyamanan berbelanja, selain memberikan layanan antar produk dan instalasi, Informa juga menyediakan layanan yang inspiratif seperti Furniture Protection dan Electronic Protection yaitu layanan proteksi untuk furnitur dan elektronik kesayangan, Pick & Move yaitu pemindahan produk INFORMA mulai dari pembongkaran, pengantaran, dan pemasangan produk kembali, serta Clean & Care yaitu jasa pembersihan sofa dan matras sampai dengan AC yang akan membantu untuk tidur dan hidup lebih sehat.

Dengan pembukaan toko di Gresik saat ini INFORMA telah memiliki 12 toko di Jawa Timur, dan secara nasional menjadi toko ke-80 di 39 kota di Indonesia.

Bagi pelanggan setia, ACE dan INFORMA memberikan reward dan kemudahan melalui program membership dengan keuntungan antara lain poin setiap belanja nominal tertentu, penukaran poin dengan voucher belanja atau produk menarik, belanja lebih hemat dengan poin (pay all with points), diskon khusus, gratis layanan antar dan instalasi serta promo khusus di merchant yang bekerjasama dengan Kawan Lama Retail. Untuk kemudahan bertransaksi, disediakan juga fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan menggunakan kartu kredit bank partner. Khusus di INFORMA, cicilan bisa tanpa kartu kredit melalui jasa pembiayaan yang bekerjasama dengan INFORMA, salah satunya adalah Danakini yaitu layanan finansial dibawah naungan Kawan Lama Group. Untuk kemudahan berbelanja, produk ACE dan Informa saat ini bisa didapatkan secara online melalui authorized online retailer dari Kawan Lama Group di www.ruparupa.com.

Memeriahkan pembukaan ACE dan INFORMA ICON Mall Gresik, beragam penawaran menarik dihadirkan untuk para pelanggan, seperti Super Spesial yaitu harga khusus untuk produk dengan jumlah terbatas yang berlangsung hanya tiga hari hingga 28 Oktober 2018 dan penawaran menarik lainnya yang berlangsung hingga 4 November 2018 seperti harga spesial untuk produk pilihan, hadiah langsung setiap belanja nominal tertentu, serta gratis voucher belanja dari flyer pre-opening.

Aksi sosial juga menjadi agenda perayaan pembukaan ACE dan INFORMA ICON Mall Gresik melalui Kawan Lama Foundation, yaitu yayasan yang menaungi kegiatan CSR Kawan Lama Group, dengan melakukan aksi lingkungan hidup yaitu kegiatan bersih-bersih dan donasi alat kebersihan (tempat sampah outdoor dan sapu kebun) serta rak buku untuk Masjid Agung Gresik yang dijadwalkan sekitar satu bulan setelah pembukaan toko. Program ini dilakukan sebagai realisasi salah satu dari empat pilar kegiatan CSR Kawan Lama Foundation, yaitu pendidikan, kemanusiaan, lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. (*)

Ekonomi Batam Tumbuh karena Pariwisata

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, di Batam kini belum banyak perusahaan baru yang membangun usahanya secara fisik. Itu karena, rencana usaha masih tahap pengurusan izin. Peningkatan ekonomi justru disumbang sektor pariwisata yang ia klaim mulai berkembang.

”Saya tanya di mana perusahaan ini, katanya tidak tahu. Jadi, perusahaan yang disebut belum beroperasi,” ucap Rudi.

Meski begitu, ia mendorong semua pihak tetap menjaga kondusivitas Batam agar rencana usaha dapat terealiasi dan program peningkatan sektor pariwisata terus berjalan.

Menurut Rudi, sektor pariwisata yang kini memberikan sumbangsih kepada perekonomian daerah. Ia mengungkapkan, pada semester I 2018 wisman yang berkunjung ke Batam sekitar 1 juta kunjungan. Maka dari itu, ia mengatakan Pemko Batam gencar mengembangkan dunia pariwisata yang dimulai dengan pembenahan infrastruktur.

Menurutnya, kini memang jalan belum terlalu sempurna karena sedang proses pembangunan.

Sejumlah turis asal Korea naik bus saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Jumat (12/10). Para turis melakukan kunjungan untuk menikmati waktu liburan ke Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

”Tahun 2025 seluruh jalan utama akan diselesaikan, semua jadi lima lajur. Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) saya, ini tujuan pengembangan pariwisata,” ujar mantan anggota DPRD Kota Batam itu.

Rudi mengatakan, dalam dua tahun ke depan, Batam bagian timur jalannya juga sudah selesai, sampai ke bandara. Tujuannya adalah untuk menyambut wisatawan.

”Tak perlu repot macet lagi. Jalan sudah dilebarkan, ada flyover,” ujarnya.

Ia mengatakan, Batam meru-pakan daerah yang berada di simpang strategis. Tidak hanya itu, berlatar belakang daerah kepulauan, Batam hadir dengan banyak potensi.

”Contohnya kuliner, seafood tak usah khawatir, mudah dapatnya, segar-segar dan murah,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan kesempatan pembangunan resort di pulau. Terkait ini, ada tiga pulau yang diberi izin. Dua tahun ke depan, sarana tersebut sudah selesai dibangun dan dinikmati wisatawan.

”Satu lagi, golf di Batam ini juga banyak,” terangnya.

Hal yang sama juga diutarakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau. Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada investasi riil yang masuk.

”Karena salah satu izinnya berada di kami, bukan hanya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) tapi Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) juga ada di DPM-PTSP. Hanya ada izin prinsip penanaman modal dalam negeri yang mau memulai usaha tapi memang belum jalan,” ujar Gustian Riau.

Ia menampik apa yang sebelumnya terekspos di media yang menyebut ada investor yang akan membuka usaha di Batam. Sebab, setelah di-survei lokasi, ternyata tidak ada.

”Urusan lahan saja masih susah, bagaimana mau buka usaha. Mereka baru mau mencari lokasi saja,” terangnya. (gas/iza)