batampos.co.id – Dunia semakin modern menikah pada usia muda menjadi pilihan milenial.
Hal itu terlihat dari daftar calon mempelai yang ada di berbagai jasa event organizer (EO). Kini semakin banyak pasangan milenial yang berniat menikah muda. Saking mudanya, bahkan rata-rata banyak juga yang dimulai dari usia 20-21 tahun lho.
Behind The Sweet (BTS), trio milenial salah satu penggagas konsep Bridal Shower yang digawangi Zaira Ummulchair Fauziah (PR dan Marketing), Yasya Arifa (Finance), dan Apriliana Dinata (Creative) sering kebanjiran order milenial. Sudah menjadi tren saat ini, milenial berani menikah muda. Bahkan ketiga milenial Founder BTS itu, juga menikah di usia muda dan di antaranya sudah menjadi ibu muda.
“Iya banyak milenial menikah di usia muda saat ini. Kami pun sudah menikah, padahal kelahiran 1993. Usia milenial paling muda yang menjadi klien kami rata-rata usia 21-23 tahun,” kata mereka kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Tak hanya bride atau calon pengantin wanita, akan tetapi pasangannya juga rata-rata masih berusia milenial. Ternyata jika lelaki zaman dulu lebih takut untuk menikah karena menunggu mapan, justru milenial pria zaman sekarang jauh lebih berani.
“Calon pengantin pria juga masih muda-muda kok. Paling jauh rata-rata beda 5 tahun dari pengantin wanitanya. Enggak beda jauh,” jelas mereka.
Lalu mengapa berani nikah muda?
PR dan Marketing BTS Zaira Ummulchair menilai alasan paling klasik adalah memang sudah bertemu jodohnya. Alasan lainnya, milenial saat ini sudah semakin mapan dan pintar berkreasi mencari uang sehingga siap lahir batin untuk menikah.
“Karena klien kami pun yaitu teman-temannya calon pengantin rata-rata sudah bekerja dan enggak mau ribet mengurusi Bridal Shower makanya menunjuk kami. Dan alasan milenial nikah muda mungkin memang sudah tujuan hidupnya, dan mereka sudah merasa mapan punya karir dan penghasilan, mau apalagi,” paparnya.
Meski kebanyakan klien mereka adalah milenial. Namun BTS mempersilahkan bagi siapa saja, usia berapapun, dan pernikahan kedua atau selebihnya sekalipun yang ingin memesan jasa Bridal Shower kepada mereka.
“Ada kok waktu itu rencananya klien kami sudah pernah menikah dulu, lalu menikah yang kedua tentu lebih simple seperti lamaran. Tidak masalah bagi kami mau pernikahan kesepuluh pun yang penting ingin didekorasi atau didokumentasikan kami tentu terbuka dengan senang hati,” katanya tersenyum.
Lena-Leni saat berfoto bersama dengan Asisten Pelatih, Abdul Gani usai menjalani latihan di GOR Dempo JSC Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
batampos.co.id – Perjuangan Lena-Leni sebagai atlet sepaktakraw membuahkan hasil.
Pasalnya, untuk melanjutkan jenjang sekolahnya, si Kembar ini rela melakukan segala upaya hingga akhirnya menjadi atlet kebanggaan Indonesia.
Diceritakan Lena, bahwa dirinya berasal dari keluarga yang tidak mampu. Dimana ayahnya Sartina hanya berprofesi sebagai buruh tani, sedangkan ibunya Soniah hanya ibu rumah tangga, sehingga usai Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia dan saudari kembarnya tersebut terancam putus sekolah pada 16 tahun lalu.
Untuk melanjutkan jenjang tersebut, ia pun berupaya untuk mencari beasiswa dan akhirnya tertarik untuk menggeluti olahraga
sepaktakraw.
“Kami tidak terpikir untuk menjadi atlet seperti saat ini, karena kami hanya ingin mendapatkan beasiswa agar dapat melanjutkan SMA,” katanya saat ditemui JawaPos.com, Minggu (26/8).
Gadis kelahiran Juli 1989 ini mengaku, ketertarikan mereka dalam sepaktakraw pun akhirnya diketahui orangtuanya. Mereka pun dimarahi, mereka tidak mendapat dukungan orang tua untuk menggeluti sepaktakraw. Lantaran, orangtuanya lebih menyuruh untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Mereka pun menolak keinginan orangtuanya tersebut dan tetap nekat untuk menjadi pesepaktakraw.
“Jadi selama menggeluti sepaktakraw kami membeli perlengkapan latihan seperti sepatu dengan menjadi buruh dan lain sebagainya,” terangnya.
Hingga akhirnya pada 12 tahun silam, ia dan saudari kembarnya pun diminta untuk menjadi atlet pesepaktakraw. Dan akhirnya, mereka bisa mendapatkan sejumlah prestasi seperti pada saat Sea Games. Dimana mereka mendapatkan medali perak, serta Asian Games sebelumnya mendapatkan perunggu dan banyak laginya prestasi lainnya.
“Kami terus memotivasi diri kami sendiri, jadi meskipun kami memiliki keterbatasan kami terus semangat,” tutupnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Timnas Sepaktakraw Indonesia, Abdul Gani mengatakan, jika baru bertemu si kembar pesepaktakraw ini pada tahun 2017 lalu. Dirinya dipercaya untuk membantu timnas putri dalam setiap pertandingannya.
“Mereka ini orangnya rajin, taat dalam beragama dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Abdul Gani.
Ia menambahkan, Lena – Leni ini juga sosok yang mampu mengayomi para pemain lainnya. Terutama dibawahnya, baik dalam latihan maupun dalam bertanding. Karena itu, Menurutnya, sosok si Kembar patut dicontoh karena selain memiliki prestasi, Lena – Leni juga memiliki tata krama yang baik.
“Jadi walaupun mereka berprestasi tapi tata kramanya tetap dijaga dan itu sangat penting,” tutupnya.
batampos.co.id – Petinju Nigeria Efe Ajagba hanya bisa bengong sambil melihat lawannya, Curtis Harper keluar dari ring sesaat setelah bel tanda ronde pertama dimulai. Harper lantas terus berjalan menjauh dari arena pertandingan.
Bukan hanya Ajagba yang bengong. Para penonton yang ada di gedung The Armory di Minneapolis, Minnesota, kemarin juga tidak punya bayangan, apa yang ada di pikiran Harper sampai bisa melakukan hal sekonyol itu.
Yaps, petinju 30 tahun itu kemarin benar-benar membuat gempar ajang Premier Boxing Championship yang disiarkan Fox Sport 1. Gara-gara aksinya tersebut Efe langsung dinyatakan menang melalui pertarungan tinju yang tak ada satu pun pukulan yang melayang di dalamnya.
Reporter PBC Ringside, Jordan Hardy, mengaku sempat mewawancarai Harper sesaat setelah dia “melarikan diri”. Dia menyebut alasan Harper melakukan itu adalah uang. Dia merasa tidak mendapat bayaran seperti yang diinginkan. Meski Harper sudah menandatangai kontrak.
Pelatih Harper, Nate Campbell pun marah besar. Dia merasa dipermalukan oleh petinjunya sendiri.
“Ini memalukan. Pria ini tidak menghormati dirinya sendiri, istrinya, fans, dan juga saya,” ucap Campbell dilansir BBC. (irr)
Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Bisnis Maintenance Repair and Overhaul (MRO) akan menjadi salah satu senjata pamungkas Batam dalam menumbuhkan perekonomiannya.
Untuk saat ini masih ada Lion Air yang sudah menyewa lahan seluas 24 hektare dan berikutnya ada Garuda Maintenance Facility (GMF) yang sudah meninjau lahan di Batam seluas 5 hektare.
“Lion sudah memperpanjang sewa lahan dari 30 tahun menjadi 50 tahun dan sekarang berniat ingin berekspansi. Sedangkan dengan GMF, masih proses negosiasi,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.
Untuk bisnis MRO ini, Indonesia masih menguasai hanya 20 persen pasarnya di Asia Tenggara.”Makanya kami ingin jadikan Hang Nadim sebagai pusat industri perawatan pesawat dan pusat logistik. Itu sumber ekonomi baru,” katanya.
Sedangkan Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso mengatakan lahan MRO milik Lion sudah beroperasi seluas 4 hektare. Dan saat ini lahan yang tengah dimatangkan ada 8 hektare.
“Lion murni membangun MRO. Untuk 4 hektare saja bisa sembilan pesawat. Bayangkan kalau 24 hektare yang jadi,” jelasnya.
Untuk GMF, ia mengatakan perwakilannya sudah datang dua kali melihat lokasi seluas 5 hektare.
“Dan ada peningkatan lahan sampai dengan akhir tahun nanti. Kita masih menunggu perkembangan keseriusan dari pihak Garuda,” paparnya.
Sebelumnya, GMF berencana membangun MRO dan pusat bisnis logistik di area Hang Nadim. Keberadaan gudang logistik akan mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional hangar di lahan tersebut dan juga untuk line maintenance di area Sumatera dan sekitarnyaHangar akan berdiri dengan luas bangunan sekitar 25 ribu meter persegi. Kelak akan digunakan untuk mengakomodasi pasar perawatan pesawat internasional. (leo)
Dam Tembesi di Barelang. Rencananya Dam ini akan beroperasi pada tahun 2019. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah membentuk panitia lelang tender pengelolaan Waduk Tembesi. Setelah panitia lelang terbentuk, maka akan segera menyusun jadwal promosi.
“Tim panitia lelang sudah terbentuk. Dan nanti akan bekerja sesuai jadwal yang ada. Tim ini melibatkan sejumlah kedeputian dan setelah itu menyusun rencana market sounding,” ungkap Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto, Sabtu (25/8/2018).
Menurut laporan terakhir, jumlah perusahaan yang berminat kelola Waduk Tembesi sudah mengalami peningkatan. Dari 22 sekarang menjadi 23 perusahaan. Sebagian besar datang dari perusahaan lokal dan sebagian besar dari mancanegara.
“Bisnis pengelolaan air sekarang menjadi primadona. Makanya sekarang banyak yang mau main air. Tapi kami minta harus berpengalaman tentunya,” ungkapnya.
Dari perusahaan asing ada dua nama besar, yakni Yokohama Water dari Jepang dan Manila Water dari Filipina. Namun tentu saja mereka harus mengikuti peraturan daftar negatif investasi di Indonesia, dimana kepemilikan saham hanya 49 persen dan sisanya dimiliki oleh perusahaan lokal. Dengan kata lain, perusahaan asing harus menggandeng mitra lokal agar bisa ikut tender.
“Tim panitia lelang akan membentuk parameter atau standar. Karena tentu saja Batam harus mendapatkan yang terbaik. Karena ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pemenang tender nanti akan mulai bekerja setelah konsesi ATB dengan BP Batam berakhir pada tahun 2020.
“Sebelumnya para peserta sudah menunjukkan kemampuan mereka dari segi paparan. Dan mereka juga sudah belanja masalah,” ungkapnya lagi.
Meskipun BP berupaya untuk mempercepat proses lelang, namun masalah penambangan pasir ilegal di sekitar Waduk Tembesi turut memberi ancaman serius.
“Kami bekerjasama dengan aparat keamanan dan berkomunikasi agar bisa ditangani secara hukum,” jelasnya.
Ia yakin persoalan ini tidak akan menggangu jalannya proses tender ini nanti.
“Mudah-mudahan gak deh. Karena kita akan bekerja optimal,” pungkasnya.(leo)
batampos.co.id – Masyarakat mengeluhkan tidak adanya troli di Pelabuhan Telagapunggur. Keberadaan troli dapat membantu masyarakat mengangkut barang-barang. Apalagi saat ini tempat pembelian tiket berada di lantai dua, dan masyarakat harus berjalan cukup jauh menuju ke dermaga Pelabuhan Telagapunggur.
“Dulu saat masih satu lantai. Saya masih bisa seret-seret aja barang bawaan pak. Kalau sekarang cukup sulit,” kata Uswahtun yang akan berangkat menuju Pulau Kijang, Sabtu (25/8).
Ia mengatakan dengan kondisi keuangan saat ini, untuk membayar porter dirinya tidak sanggup. Sehingga terpaksa harus mengangkut sendiri puluhan kilo barang bawaanya. “Ini baju dan makanan. Lagian saya sendiri aja, jadi agak kesulitan,” ungkapnya.
Sementara itu hal yang sama dirasakan oleh Fahrul. Ia berharap pengelola Pelabuhan Telagapunggur menyediakan troli, agar memudahkan penumpang membawa barang.
“Kalau lewat bawah, dekat tempat parkir mobil ada jalan masuk ke dermaga. Tapi disana penumpang tidak boleh masuk, walaupun hanya untuk memasukan barang. Hanya porter dan petugas saja. Jadi terpaksa bawa barangnya dari lantai dualah pak,” ujarnya.
Pemuda yang sering lalulalang ke Tanjungpinang ini mengatakan seharusnya dengan bangunan yang lebih megah seperti ini. Pelayanan Pelabuhan Telagapunggur juga harus lebih baik.
“Saya apresiasi tentang aturan tiket dan masuk. Semuanya sudah teratur. Troli saja yang belum ada,” tuturnya.
Terkait permintaan masyarakat akan troli ini. Kabid Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendi mengatakan saat ini BP Batam secara pelan-pelan merubah kultur yang ada di Pelabuhan Telagapunggur.
“Ke depan akan kami benahi. Tapi pembenahan ini seperti pengadaan troli ini perlulah pengkajian,” ucapnya.
Ia mengatakan di Pelabuhan Telagapunggur ada beberapa orang porter yang mengantungkan penghasilan mereka dari pekerjaan tersebut. Sehingga apabila ada troli, tentunya akan menghilangkan mata pencaharian orang-orang tersebut.
“Kami ingin penyesuain yang ada nantinya, menyenangkan semua pihak. Dan mengakomodir kebutuhan semua yang ada disana,” tuturnya.
Terkait pengadaan troli ini juga, kata Johan butuh anggaran. Lalu juga butuh pekerja untuk mengurus dan menangani troli-troli ini.
“Ini jadi masukan bagi kami. Pelan-pelanlah, kami ingin semuanya merasa enak dan senang,” ujarnya. (ska)
batampos.co.id – Minggu (26/8/2018) Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati berulang tahun yang ke 56 tahun. Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962.
Banyak doa mengalir dari para nitizen lewat akun sosial media twitter Kementerian Keuangan.
Bahkan, nitizen pun dapat memberi ucapan melalui hastag #HBDMenkeuSMI. Diantaranya terdapat ucapan dari Aktris Cinta Laura hingga Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.
“Selamat ulang tahun Ibu Sri Mulyani Indrawati. Terima kasih selalu bekerja untuk Indonesia. Doa kami semoga Ibu diberikan yang terbaik, karena Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk negeri ini,” tulis admin akun instagram Kementerian Keuangan @kemenkeuri, Minggu (26/8).
“Happy Birthday Ibu Sri Mulyani kebanggaan Indonesia, all The best and GBU,” ucap Cinta Laura.
PT. MAI tetap beroperasi biarpun sudah dibekukan oleh OJK karena perusahaan bodong yang berada di lantai tiga gedung Adhya Building, Bukit Indah Sukajadi, Batamcentre, Kamis (23/8). F dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri akan melakukan gelar perkara terkait Kasus dugaan investasi bodong PT MAI yang merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah, Senin (27/8) depan. Selain melaksanakan gelar perkara, Notaris yang mengatur dan membuat perjanjian bisnis antara korban investasi dengan pihak MAI akan dipanggil Selasa (28/8).
Informasi ini didapat dari salah seorang korban kasus dugaan investasi bodong PT MAI, Lizawati.
“Saya ditelpon penyidiknya, soal itu (gelar perkara dan pemanggilan notaris),” katanya, Sabtu (25/8).
Lizawati merasa adanya gelar perkara dan pemanggilan notaris ini, menujukan adanya kemajuan dalam penyelidikan kasus ini. Notaris yang beralamat di dekat Simpang Baloi tersebut, bisa menjadi saksi kunci yang memberikan keterangan terkait investasi yang telah dikucurkan para korban tersebut.
“Karena setiap membuat agreement (persetujuan atau perjanjian), selalu notaris yang sama. Kawan-kawan saya juga,” ucapnya.
Dalam dokumen perjanjian itu ditandatangani oleh notaris, investor dan Sudrialianto (pengelola PT MAI). Dalam perjanjian ini nasabah akan mendapatkan uangnya kembali di Juni 2018, apabila pihak PT MAI tidak menepati kesepakatan yang ada.
“Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada pengembalian,” ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya gelar perkara dan pemanggilan notaris ini menjadi langkah awal pembuka tabir kasus dugaan investasi bodong PT MAI tersebut. “Semoga saja cepat terungap,” ujarnya.
Terkait dengan kasus ini, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Rustam Mansur mengatakan, “nanti saya kabari.”
Sebelumnya beberapa korban PT MAI menuturkan kerugian mereka tak hanya biaya, tapi juga waktu. Karena harus mengurus permasalahan ini. Joni, salah seorang korban lainnya mengatakan telah investasi sebanyak Rp 145juta.
“Bahkan ada kawan investasi hingga Rp 1 miliar,” ucapnya. (ska)
MANTAN Menteri Sosial Idrus Marham, dipastikan tidak sendirian dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU Mulut Tambang Riau-I.
Selain Eni Maulani Saragih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan isyarat keberadaan sosok lain yang ikut mengatur proyek senilai Rp 12.6 triliun tersebut.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan Idrus tak sendiri. KPK berupaya untuk mengetahui motif dari kasus dugaan korupsi tersebut. Penyidikan yang dilakukan saat ini mengarah ke sana. ”Kami sedang kumpulkan bukti-bukti semaksimal mungkin,” paparnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos, red) di Jakarta, Sabtu (25/8).
Dari bukti-bukti itu, bisa jadi ditemukan keterlibatan sosok lainnya. Febri menjelaskan keterlibatan sosok lain kemungkinan besar akan segera dibuka. ”Anggota DPR lain atau pihak lainnya nanti dibuka saat persidangan,” terangnya.
Menurutnya, dalam kasus dengan skala semacam ini, tentunya sulit untuk diatur hanya oleh dua orang, Idrus dan Eni Maulani. ”Tentu kami sedang dalami lagi,” paparnya.
Soal kemungkinan aliran dana masuk ke partai, Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengakui memang ada dugaan aliran dana kasus PLTU itu digunakan untuk kepentingan partai. ”Ya kan di partai, saat itu pelaksana tugas (Plt),” ujarnya.
Namun begitu, semua itu masih dugaan. KPK belum bisa membuktikannya lebih jauh. ”Bisa saja, tapi kami harus buktikan dulu. Belum sekarang,” papar mantan Sahlisospon Kapolri tersebut.
Di sisi lain, kasus korupsi, gratifikasi, hingga suap bukanlah hal asing bagi partai Golkar. Sejak era Akbar Tandjung, sudah puluhan kader partai berlambang beringin itu yang tersangkut kasus hukum tipikor. Beberapa di antaranya merupakan petinggi partai, baik di level DPP maupun DPD yang ada di bawahnya. Idrus sendiri merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan Partai Golkar sebelum mengundurkan diri.
Pada 2002, publik dibuat heboh dengan penetapan Akbar Tandjung sebagai tersangka kasus penyelewengan dana nonbudgeter Bulog. Kerugian disebut Rp 40 miliar. Akbar pun divonis tiga tahun penjara, meski akhirnya bebas setelah kasasinya dikabulkan Mahkamah Agung. Saat itu, posisi Akbar sama seperti Setya Novanto, yakni Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI.
Berdasarkan penelusuran Jawa Pos, ada beberapa petinggi Partai Golkar yang pernah terjerat kasus korupsi. Mulai Nurdin Halid, Paskah Suzetta, hingga Fayakhun Andriadi. Untuk petinggi, paling banyak terjerat kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Di luar itu, tidak sedikit kader Partai Golkar baik di DPR, DPRD, maupun kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, hingga yang terakhir, Eni Maulani Saragih yang terjaring OTT KPK terkait kasus PLTU Riau I.
Sementara itu, kuasa hukum Setya Novanto (Setnov), Maqdir Ismail belum mau mengomentari informasi tentang dugaan aliran dana puluhan miliar dari bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo ke kliennya. Dia mengaku sama sekali tidak tahu informasi soal indikasi tersebut. “Mohon maaf, saya tidak tahu adanya informasi itu,” kata Maqdir.
Sebelumnya, sumber Jawa Pos (grup Batam Pos, red) di internal KPK membeberkan, ada dugaan uang puluhan miliar dari Kotjo yang mengalir ke Setnov. Uang itu diduga berkaitan dengan bisnis “jualan pengaruh” Setnov saat menjabat sebagai anggota DPR. Saat ini, Setnov tengah menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung untuk kasus korupsi ijon proyek e-KTP.
Mensos Idrus Marham saat diwawancarai awak media sebelum menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, beberapa waktu lalu (Intan Piliang/JawaPos.com)
Dengan ditetapkannya Idrus Marham sebagai tersangka oleh KPK, peluang mengungkap dugaan aliran uang untuk Setnov terbuka. Setidaknya, KPK bisa menelusuri indikasi itu untuk memperkuat rencana penanganan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) Setnov. Terkait hal itu, Maqdir juga belum bisa memberikan tanggapan. “Saya juga tidak tahu masalah itu,” terang advokat senior ini.
Proyek PLTU Riau-1 Jalan Terus
Sementara itu, kasus korupsi ini dipastikan tidak akan menganggu jalannya proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw). Sebab, proyek PLTU yang menyeret Mantan Mensos Idrus Marham itu tidak termasuk dalam mega proyek yang dicanangkan Presiden Jokowi tersebut.
Direktur Bisnis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abu Manan menuturkan bahwa proyek PLTU Riau-1 tersebut masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPLT) 2018 atau yang baru saja direncanakan.
“Sementara proyek 35 ribu MW itu masuknya RPLT tahun 2014. Berdasarkan Perpres Nomor 4 Tahun 2016, mega proyek ini harus dirampungkan tahun depan. Sehingga,tidak berkaitan dengan PLTU Riau-1 ini,”ujar Djoko pada Koran ini, kemarin (25/8).
Djoko melanjutkan RUPTL tersebut selalu bertambah setiap tahunnya. Karena kebutuhan akan listrik terus meningkat seiring dengan meningkatkan populasi penduduk Indonesia. Nah, proyek Riau-1 merupakan RUPTL yang ditambahkan pada tahun ini. Proyek tersebut direncanakan akan mulai beroperasi pada 2024.
“Jadi sekali lagi, kasus PLTU Riau-1 ini tidak akan menghambat jalannya proyek 35 ribu MW yang sudah berjalan dan sekarang kontraknya sudah 32 ribu MW,”imbuhnya.
Sekretaris Perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Muhammad Bardan mengungkapkan, dengan adanya kasus korupsi yang menyangkut proyek PLTU Riau-1 tersebut, maka proyek tersebut diputuskan untuk ditunda. Senada dengan Djoko, pihaknya juga meyakini bahwa penundaan pengerjaan proyek PLTU tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi proyek 35 ribu MW yang tengah berjalan.
“Kayaknya ini masih konsentrasi di permasalahan hukumnya ya mas. Jadi proyek masih tertunda. Saya rasa tertundanya proyek ini terhadap target 35 ribu MW, tidak akan berdampak. Karena masih ada proyek lainnya. Justru yang mungkin akan berpengaruh adalah kebijakan pemerintah yang akan mengevaluasi ulang beberapa proyek infrastruktur karena dampak ekonomi global,”jelasnya pada Koran ini, kemarin.
Bardan mengungkapkan, proses pengadaan PLTU tersebut awalnya berasal dari penunjukan PLN pada pihaknya untuk menggarap proyek ini. Kemudian ditunjuk Blackgold Natural Resources (BNR) untuk menggarap proyek tersebut. BlackGold adalah perusahaan tambang batu bara multinasional yang diduga memberi suap Rp 4,8 miliar kepada tersangka kasus tersebut Eni Maulani Saragih.
Namun, dia menekankan bahwa penunjukan BNR hanya merupakan implementasi dari Permen ESDM No. 09/2016. “Dimana dalam Permen disebutkan pemilik tambang wajib menjadi pemegang saham minimal 10 persen di perusahaan PLTU Mulut Tambang. Sedangkan penunjukan BNR selaku perusahaan tambang bukan domain PJB,”ungkapnya.
Selain BNR, pengerjaan proyek juga ditangani oleh China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Menurut Bardan, penunjukan CHEC tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku di PJB.
“Yaitu sudah melalui desk study yang merupakan assessment terhadap partner yang meliputi pengalaman, reputasi dan kemampuan pendanaan,”imbuhnya.
Sebagai informasi, proyek PLTU Riau 1 dikerjakan oleh Konsorsium yang terdiri dari PJB, BNR, PT PLN Batubara (PLN BB), dan CHEC. (ken/ (idr/tyo/byu)