Murid Taman Kanak-kanak berlenggak-lenggok di atas catwalk Mall Botania 2, Sabtu (27/10). Mereka ambil bagian dalam lomba fashion show berbusana koran dan kertas dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Batam Kota itu mengambil tema “Pemuda-pemudi Indonesia Kita Berbeda tapi Kita Bekerja Sama”.
Yang menarik, gaun yang dikenakan peserta merupakan buah kreativitas orangtua dan wali murid. Beragam desain dan tema ditampilkan dalam fashion show tersebut. Bahkan, ada gaun yang seluruhnya terbuat dari koran Batam Pos. Hasilnya, peserta atas nama Ajeng Lanoverian Guntur Sunan (kanan) dari TKIT Mentari dengan balutan gaun dari koran Batam Pos berhasil meraih juara I fashion show.
x.batampos.co.id – Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan kreasi Jingle ATB 2018, memasuki babak final yang akan digelar di Atrium Mega Mall Batam Center, Minggu (28/10). Dalam semifinal yang digelar Sabtu (27/10) kemarin, ada 12 sekolah tingkat SD dan SMP di Batam yang terus berlanjut ke babak berikutnya.
Lomba Cerdas Cermat dan kreasi Jingle ATB 2018 berlangsung seru dan meriah. Ajang LCC dan Kreasi Jingle ATB 2018 dimulai sejak 24 Oktober lalu. Memasuki babak semi final. Kemarin, lomba berlangsung meriah. Sorak sorai dan riuh penonton mewarnai jalannya lomba cerdas cermat yang digelar PT ATB Batam bersama Batam TV sebagai media partner setiap tahunnya.
Ketua panitia penyelenggara LCC dan Kreasi Jingle ATB 2018 Fahrudin menyampaikan, dari 12 sekolah baik SD dan SMP se-Kota Batam yang berlaga di babak semifinal, diambil masing-masing empat sekolah untuk berlaga di babak grand final. Dan bertepatan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda.
“Untuk tingkat SD sendiri, dari 12 sekolah sudah ada empat sekolah yang berhasil masuk babak grand final, yaitu SD Islam Terpadu Darussalam 01, SD Kartini II Batam, SD Islam Nabilah dan SDN 001 Batam Kota”, kata Fahruddin. Sementara untuk kategori Jingle kreasi ATB, ada masing-masing 8 sekolah untuk tingkat SD dan SMP yang berebut menjadi yang terbaik. Pengumuman Jingle kreasi ATB 2018 terbaik akan dilakukan juga hari ini. (ian)
Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Setelah Mesir, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mencoba menyasar peluang kerja sama de-ngan Yunani dalam hal investasi di bidang galangan kapal.
”Galangan kapal yang potensial itu dari Yunani,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Sabtu (27/10).
Saat ini, kapal berbendera Yunani paling banyak melintas di perairan dunia, termasuk di Selat Malaka yang memisahkan antara Batam dan Singapura.
”Ini potensi investasi yang lain. Yunani menginginkan agar fasilitas pemeliharaan itu ada di Batam,” ungkapnya.
Lukita akan segera terbang ke Yunani awal tahun 2019 untuk menjajaki kerja sama investasi. BP juga akan me-ngajak sejumlah pengusaha galangan kapal kesana.
Sedangkan untuk kemudahan yang diberikan untuk galangan kapal, Lukita mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan pemberian diskon bagi galangan kapal ketika memperpanjang sewa lahan.
Pemberian diskon, kata Lukita, merupakan upaya BP untuk memengaruhi atau mengintervensi sektor-sektor lain. Termasuk mendorong pembangunan rumah vertikal dan meningkatkan daya beli buruh galangan kapal. Dalam aplikasinya, BP akan memberi diskon untuk pengusaha galangan kapal yang berniat memperpanjang masa sewa lahannya yang akan segera habis.
Selain itu, dalam Peraturan Kepala (Perka) BP Nomor 11/2018, BP juga meniadakan tarif tambat di terminal khusus (tersus) atau terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).
Tersus dan TUKS merupakan terminal yang sering dimanfaatkan galangan kapal untuk kepentingannya.
Selain Yunani, Australia juga sudah mengundang BP Batam untuk penjajakan investasi. Namun, karena undangan tersebut bertepatan dengan perayaan HUT BP Batam, maka diundur.
”Australia juga undang kita ke sana. Kami akan terus membuka diri agar bisa meraih investasi dan meningkatkan hubungan dagang,” pungkasnya.(leo)
batampos.co.id Dinas Perhubungan Kota Batam mengamankan tujuh orang juru parkir (jukir) liar yang memungut restribusi di luar waktu yang ditelah ditentukan, Jumat (26/10) malam di sekitaran Nagoya. Mereka memu-ngut parkir di atas pukul 22.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Rustam Effendi mengatakan bahwa pungutan retribusi parkir hanya diperkenankan mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Di luar jam tersebut maka sudah masuk dalam kategori pungutan liar.
“Makanya kami amankan tujuh orang karena memang itu sudah pungli,” katanya, Sabtu (27/10).
Rustam merinci jukir liar yang diamankan di antaranya di depan RM Siang Malam sebanyak dua orang, depan Hotel Vanilla satu orang, di Nagoya Newton satu orang, depan Soto Lamongan Windsor satu orang, di samping Martabak Har satu orang dan depan Hotel Lucky Star satu orang.
“Mereka kami tindak sesuai dengan aturan yang ada,” ucapnya.
Razia jukir liar ini, kata Rus-tam, adalah yang ketiga kalinya sejak mulai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam nomor 3 tahun 2018 tentang penyelenggaraan fasilitas dan retribusi parkir. Dan ke depan, razia ini akan terus dilaksanakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kami sering mendapatkan protes dari masyarakat terkait pemungutan restribusi parkir di luar waktu ditentukan. Informasi dari masyarakat ini kami tindaklanjuti, jukir liar ini kami tindak,” tuturnya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menolak membayar pungutan restribusi parkir, di luar waktu yang telah ditentukan. Masyarakat yang merasa sebagai korban pungli jukir liar, lanjut Rustam, dapat melaporkannya ke polisi atau Dishub Kota Batam.
“Kami tiap minggu akan terus melakukan razia gabungan,” pungkasnya.
ilustrasi foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Eki Kurniawan mendukung langkah penertiban yang dilakukan Dishub Batam. Dimana pungutan parkir di atas pukul 22.00 WIB sudah dipastikan tidak akan masuk ke kas daerah. Tetapi ke kantong para jukir atau orang di balik keberadaan Jukir tersebut.
“Kita mendukung adanya penertiban tersebut. Yang jelas ini tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di perda parkir. Ini memang kategori pungutan liar,” ujar Eki.
Eki bahkan meminta Dishub berkoordinasi dengan polisi untuk menertibkan jukir liar. Me-nurutnya, keberadaan jukir liar sudah sangat meresahkan warga.
“Sudah tepat kalau dinas perhubungan bersikap tegas,” katanya.
Menurutnya, Dishub juga harus tegas terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di jalan raya. Selain untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ini juga untuk menghindari kemacetan di jalan raya.
“Dalam hitungan saya, setelah perda diberlakukan sudah ada hampir 100 juta yang didapat. Dan ini harus terus dilakukan. Lalu lintas harus terus dibenahi. Termasuk menindak angkutan yang tidak layak jalan yang saat ini banyak bersileweran di jalan raya,” tambahnya. (ska/ian)
Pak Kun (dua kanan) bersama Susan (tiga kiri) pemilik rumah makan Sop kambing Pak Kun berbicang dengan relasi saat pembukaan Rumah makan tersebut di Pertokoan Greenland Batamcenter, Jumat (26/10/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos
x.batampos.co.id – Sop Kambing Pak Kun di Ruko Greenland menawarkan makanan sehat, yakni Sop Kambing dan Signature Chicken. Makanan ini diolah sehingga tidak menimbulkan bau.
Pemilik sop Kambing Pak Kun, Susan mengatakan restoran ini memiliki konsel healthy food. Dimana makanan tersebut diolah menjadi tidak berminyak dan tidak bau amis.
“Sop kambing itu identik dengan bau amis. Nah, kami mengolahnya sehingga sedikitpun tak tercium baunya,” ujar Susan usai acara soft opening, Jumat (26/10).
Dia menjelaskan khusus daging kambing, dimasak selama sehari. Kemudian, dimasak dengan bumbu khusus dari resep keluarga. “Resep sop ini sudah turun temurun dari Ayah. Untuk dagingnya, kami masak tidak terlalu lembut, dan keras,” kata Susan.
Sedangkan menu Signature Chicken melalui dua pengolahan agar lembut dan bumbunya meresap. Daging ayam dibumbu dan didiamkan selama seminggu.
“Rasanya pasti lezat, karena dagingnya lembut, dan seluruh bumbu sudah meresap ke dalam daging,” kata Susan.
Hal senada disampaikan Pak Kun. Menurut dia, restoran ini menguatamakan kualitas dan rasa. Sehingga membutuhkan waktu masak yang lebih lama.
“Berbeda dengan restoran lain cepat saji, namun rasanya kurang memuaskan,” kata Pak Kun.
Menurut dia, mengkonsumsi daging kambing tidak akan menganggu kesehatan atau menimbulkan darah tinggi.
“Asal porsinya pas. Untuk sekarang ada promo khusus yang kami tawarkan ke konsumen,” katanya. (opi)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan meninjau langsung keadaan siswa SDN 013 Sagulung.
batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan meninjau langsung keadaan siswa SDN 013 Sagulung yang belajar di musala karena kekurangan ruang kelas.
“Memang kurang. Ini keadaan sudah berlangsung sejak awal tahun ajaran kemarin. Jadi karena tak ada ruang kelas mereka memilih belajar di musala,” kata dia, Jumat (26/10).
Hendri menyebutkan sebelumya sekolah berencana menumpang di SMPN 35 yang berada di dekat SDN 013 Sagulung. Namun ada protes dari orangtua, sebab siswa harus pulang petang karena mulai belajar siang hari atau seusai siswa SMPN 35 Batam menyelesaikan jadwal belajar mereka.
“Jad wali murid tidak mau anaknya masuk shif dua karena sore sekali pulangnya,” imbuh pria kelahiran Dabo Singkep ini.
Untuk itu orangtua memilih musala sebagai solusi agar siswa tetap bisa masuk pagi. Namun demikian, setelah menemui pihak SMPN 35 dan SDN 013 Sagulung, ada satu ruangan yang tidak terpakai milik SMPN 35 Batam.
“Nah nanti siswa belajar di sana. Sekarang lagi dibenahi ruangan itu agar siswa bisa belajar pagi,” ungkap pria menjabat sejak 4 September 2018 lalu ini.
Siswa terpaksa menumpang hingga memiliki ruang belajar yang baru. Pihaknya berencana mengusulkan pembanguan ruang kelas (RKB) melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 mendatang.
“Ya mudah-mudahan DAK tidak ada pengurangan, jadi nanti bisa diusukan mendapatakan tambahan kelas sehingga siswa tidak menumpang lagi,” tutupnya.
Mengenai bantuan kursi dan meja, Hendri menyebutkan Disdik akan mendatangkan peralatan pendukung belajar siswa tersebut.
“Kursi meja aman. Mulai besok siswa tak lagi belajar di musala,” ungkapnya.(yui)
batampos.co.id – DPRD Kota Batam menolak sistem penggajian juru parkir (Jukir) di tahun 2019 mendatang. Menurut DPRD sistem gaji ini hanya akan menimbulkan masalah baru. Apalagi anggaran untuk menggaji Jukir ini setiap tahunnya sangat besar sampai Rp 23 miliar.
“Kalau sistem seperti ini, maka justru akan menimbulkan masalah baru. Kalau targetnya besar tetapi sebagian besar untuk gaji Jukir . Lah untuk kas daerah kan minim. Kalau saya bilang rugi,” kata wakil ketua komisi III Eki Kurniawan, Jumat (26/10).
Eki Kurniawan mengatakan bahwa penggajian Jukir ini nantinya sangat memungkinkan untuk macet. Apalagi kalau keuangan daerah defisit. Dan pemko akan kesulitan untuk menggaji seperti yang terjadi pada ratusan Satpol PP tahun lalu.
Selain itu, perekrutan Jukir ini nantinya juga akan menjadi masalah. Kemungkinan akan banyak titipan dari pihak-pihak tertentu.
“Jangan lagi lah terulang seperti kasus Satpol PP. Akan menjadi masalah baru kalau ini diterapkan,” katanya.
Politikus PPP tersebut juga pesimis bahwa setiap Jukir akan menyerahkan semua kutipan parkirnya.
“Bagaimana Dishub mengawasi semua Jukir yang ada. Jadi cari alternatif lain lah. Ini berat,” katanya.
Anggota komisi II DPRD Kota Batam Dandis Rajagukguk juga menolak sistem penggajian Jukir tersebut. Kecuali menambah pemasukan ke kas daerah maka hal tersebut bisa dilaksanakan.
“Katanya target Rp 30 miliar. Tapi kalau untuk gaji jukir Rp 23 miliar, lalu apanya yang tambah. Kan hanya Rp 7 miliar ke kas daerah. Ingat, itu kalau tercapai target,” katanya.
Masalah utama adalah ketika target tak tercapai dan defisit anggaran Pemko Batam terjadi. Dipastikan, penggajian Jukir akan bermasalah.
“Kalau defisit, gaji tak lancar, maka kami juga nanti yang akan didemo,” katanya.
Menurut Dandis, Dishub harus bisa menyampaikan usul dan ide yang bisa diterima dan masuk akal. Intinya pendapatan daerah bertambah dari retribusi parkir.
“Seperti yang saya bilang tadi. Kalau pendapatan besar tetapi ke kas daerah kecil untuk apa. Dan ingat, Jukir tidak bisa dijamin akan menyerahkan semua hasil kutipan parkir ke Dishub,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Parkir , Alexander mengaku optimis bisa menghasilkan Rp 30 miliar. Meski diakui memang, bahwa Rp 23 miliar untuk Jukir. Dan ia tidak optimis bisa mengawasi semua Jukir yang akan digaji nantinya.
“Saya optimis bisa meraup itu. Tapi memang agak sulit,” katanya. (ian)
Kadispar Kepri, Buralimar berjabat tangan dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Wawan dalam acara Promosi Candi Borobudur. foto: batampos.co.id / Rifki
batampos.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempromosikan paket wisata Candi Borobudur di Batam. Candi warisan dunia ini menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas (DPP) andalan dalam mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
“Ini merupakan misi penjualan paket wisata Borobudur dengan memfasilitasi 10 industri pariwisata dari Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai penjual untuk bertemu bisnis dalam table top dengan sekitar 70 industri parisiwata Provinsi Kepri sebagai pembeli,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Wawan di Hotel Nagoya Hill, Kamis (25/10).
Batam dipilih sebagai tempat pemasaran karena memiliki tiga faktor utama sebagai pendukung. “Tiga itu yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas, terutama konektivitas penerbangan langsung dari Batam ke Semarang, Jawa Tengah maupun Yogyakarta,” ungkapnya.
Batam menjadi kota penting bagi paket wisata menuju Borobudur karena merupakan gerbang pertama wisman masuk dari Asia Tenggara. Kemenpar juga memberikan target yang cukup tinggi untuk wisman yang berkunjung ke candi tersebut, yakni sebanyak 4,3 juta untuk tahun ini dan meningkat menjadi 5 juta pada tahun 2019.
Di Batam, ada enam kali penerbangan perhari menuju Semarang dengan maskapai Citilink, Lion dan Batik Air. Sedangkan ke Yogyakarta ada 23 kali penerbangan dengan Garuda, Citilink, Lion dan Batik Air.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar mengatakan pihaknya akan membantu Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendatangkan wisatawan dari Kepri ke Yogyakarta.
“Yogyakarta itu penting bagi Kepri, karena banyak mahasiswa Kepri yang kuliah disana dan juga di Bandung,” ungkapnya.
Dan ia sangat berharap bentuk kerja sama ini juga akan mendatangkan wisatawan dari Yogyakarta menuju Batam. Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepri, Tupa Simanjuntak mengatakan wisawatan yang datang ke Yogyakarta cukup tinggi mencapai 360 ribuan orang.
“Trennya terus meningkat dan kami berharap kita bisa mix dan Yogyakarta membantu mendatangkan wisatawan dari sana sekitar 360 ribuan orang juga,” paparnya.
Tupa mengatakan tidak menutup kemungkinan dinas pariwisata dan GIPi Provinsi Kepri akan melaksanakan kegiatan serupa di Yogyakarta untuk mendongkrak jumlah wisnus ke Kepri.(leo)