Sabtu, 13 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11893

Pemkab Kepulauan Anambas Akan Bangun TPA

0

batampos.co.id – Kepala Bidang Persampahan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Efendi, menjelaskan saat ini pemerintah sudah mempersiapkan tempat pembuangan akhir (TPA). Lokasinya di sekitar Rintis Desa Tarempa Selatan.

Namun saat ini masih dalam proses. Lagi pula untuk pembuatan TPA bukan melalui Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup tapi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Pembuatan TPA masih dalam proses. Depo itu sebenarnya bukan tempat pembuangan akhir tapi tempat pembuangan sementara. Berhubung TPA belum ada maka tempat tersebut sering disebut TPA,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Anambas Abdul Haris mengaku persoalan sampah ini begitu dilematis. Gampang untuk diucapkan, namun cenderung sulit untuk dilaksanakan. ”Ini yang harus kita hadapi,” ujarnya Minggu (25/11).

Upaya pemerintah daerah soal sampah, saat ini sedang dilakukan, salah satunya membuat perda persampahan yang sedang dalam proses pembahasan di DPRD. ”Harapan kita tentu, soal sampah ini tidak lagi menjadi kerisauan,” ujarnya.

Diakuinya mewujudkan Anambas bebas sampah merupakan kerja yang berat. Namun dirinya yakin secara perlahan pasti bisa dilakukan.

”Mudah-mudahan, 20 tahun ke depan, anak-anak kita yang saat ini sedang menempuh pendidikan di sekolah dapat dipersiapkan menjaga lingkungannya. Generasi ini dipersiapkan mengisi masa depan,” ungkapnya. (sya)

374 CPNS Lulus Passing Grade 2

0

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati Linda, mengatakan dari 24 peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus atau nilainya di atas ambang batas, tidak semuanya akan diterima jadi CPNS. Tiga orang dipastikan tersingkir.

Ini dikarenakan dalam satu formasi ada 6 peserta yang lulus, namun yang diterima atau kuotanya hanya tiga orang. Formasi tersebut untuk bidan terampil.

Disinggung soal kelulusan nantinya sistem ranking, Linda mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Sebab itu, dirinya yakni sekitar 80 persen dari kouta 296 CPNS yang diberikan Kemenpan RB kepada Anambas terpenuhi. Ini dikarenakan dilaksanakan lagi pengolahan nilai oleh panitia seleksi nasional.

Untuk pengolahan nilai sendiri dilakukan dengan cara perankingan terhadap nilai peserta. Peserta yang nilainya paling bagus memiliki kesempatan untuk masuk tahapan berikutnya. Pengolahan nilai SKD telah selesai, ada 374 pada passing grade 2.

Untuk peserta passing grade 2, merupakan, peserta SKD yang mampu memenuhi nilai di atas 255 dan diambil tiga orang dengan nilai tertinggi untuk 1 formasi.

”Setelah diranking, maka diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi yang akan ikut SKB untuk 1 formasi,” jelasnya kepada wartawan Minggu (25/11).

Lebih jauh dia menguraikan, untuk Seleksi Kemampuan Bidang (SKB), hingga saat ini masih menunggu jadwal pasti dari Kemenpan.

”Informasi awal yang diberikan sekitar 4 Desember 2018 mendatang,” jelasnya.

Sedangkan untuk lima formasi yang lowong karena tidak ada pelamar, akan tetap kosong. Formasi kosong tersebut yakni dokter gigi dua orang, satu asisten apoteker, teknisi elektromedis, dan asisten penata anastesi. (sya)

Dabo Lama dan Kebun Nyiur Rawan Malaria

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Lingga Juni Fitria menyarankan agar masyarakat mempersiapkan prilaku hidup sehat serta makan buah saat menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini.

Ini dikarenakan dalam musim penghujan biasanya sejumlah penyakit akan menyerang sistem kekebalan tubuh, seperti influenza, diare, dan malaria. Penyakit tersebut lebih mudah menjangkit dan merebak ke seluruh masyarakat di daerah yang rawan maupun kawasan yang tidak termasuk zona rawan.

“Terutama bagi masyarakat di kawasan Dabo Lama dan Kebun Nyiur yang termasuk dalam kawasan rawan penyakit yang timbul saat musim pengujan,” ujar Juni ketika dimintai keterangan Batam Pos, Minggu (25/11) pagi.

Namun Juni menambahkan, penyebaran serta penilaian penyakit tersebut dapat dicegah dan diatasi dengan merubah prilaku masyarakat untuk melakukan hidup sehat. Juni memberikan contoh, masyarakat meningkatkan intensitas gotong royong untuk membersihkan lingkungan dari genangan air, sampah dan sebagainya.

Tidak lupa, masyarakat juga dituntut agar menggunakan air bersih, cuci tangan dengan sabun, pengunaan jamban sehat dan tidak lupa untuk mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Keseluruhan tindakan itu termasuk dalam program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mesti dilakukan secara rutin.

Selain itu, masyarakat diminta lebih sering memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk memusnahkan genangan air guna memperkecil penyebaran dan pengembangan biakan nyamuk demam berdarah.

“Masyarakat juga dapat menggunakan perlindungan diri dengan menggunakan sejumlah lotion penangkal nyamuk, tidur pakai kelambu dan sebagainya,” ujar Juni. (wsa)

DPRD Natuna Usulkan Pemekaran Kecamatan

0

batampos.co.id – DPRD Natuna menerima usulan pemekaran Kecamatan, usulan pembentukan kecamatan baru dikarena letak geografis yakni wilayahnya dipisah lautan dan rentan kendali pusat pemerintahan cukup jauh.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, usulan pemekaran dan pembentukan kecamatan baru sudah diterima DPRD. Di antaranya pembentukan Kecamatan Pulau Seluan, Kecamatan Pulau Panjang Kerdau, dan Kecamatan Sungai Ulu.

”Dan DPRD sudah menyetujui anggaran untuk kajian pembentukan Kecamatan,” kata Candra, usai mengunjungi pulau Seluan, Minggu (25/11).

Dikatakan Candra, melihat kondisi wilayah ini sangat penting bagi DPRD dalam mendukung anggaran. Serta melihat langsung keinginan masyarakat terkait usulan pembentukan kecamatan atau pemekaran kecamatan. Seperti di Pulau Seluan, saat ini masih masuk wilayah Kecamatan Bunguran Utara.

”Kita sudah mengunjungi masyarakat di Pulau Seluan, antusias masyarakat sangat tinggi. Supaya wilayahnya dibentuk satu kecamatan,” kata Candra.

Dijelasnya, Pulau Seluan saat ini terdiri dari dua desa di wilayah Kecamatan Bunguran Utara. Pulau tersebut cukup luas. Namun pusat Pemerintahan Kecamatan berada jauh dan harus menyeberang pulau, menggunakan pompong.

Kondisi yang sama juga dialami masyarakat di Pulau Panjang dan Kerdau. Saat ini masuk wilayah Kecamatan Pulau Subi.

”Pemekaran Kecamatan yang diusulkan masyarakat sudah tepat sebagai solusi percepatan pembangunan. Tentu prosesnya tinggal kajian,” kata Candra. (arn)

Harga Daging Sapi Beku Melambung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga daging sapi beku di pasar-pasar tradisional di Batam kembali melambung. Kenaikannya cukup tinggi, hingga Rp 90 ribu per kilogram (kg), di atas harga eceran tertinggi sebesar (HET) Rp 80 ribu per kg yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti di Pasar Bengkong, harga daging sapi beku dibandrol Rp 90 ribu per kg, atau naik Rp 2 ribu dari sebelumnya berkisar Rp 88 ribu per kg. ”Sekarang naik jadi Rp 90 ribu perkilo. Harga daging memang tinggi dari pemasok,” ujar Asmin, pedagang daging di Pasar Bengkong, Minggu (25/11).

Ketika disinggung terkait HET daging sapi Rp 80 ribu per kg, Asmin menyebutkan, tidak ada lagi harga daging sesuai HET. Diakuinya, jangankan menjual kepada masyarakat sesuai HET, harga yang dibeli pedagang saja dari pemasok sudah diatas Rp 80 ribu per kg.

”Modal kami saja lebih dari itu (HET Rp 80 ribu per kg, red). Tak mungkin kami jual dibawah modal,” terangnya.

Sedangkan untuk harga daging ayam potong segar, lanjut Asmin, juga masih tinggi, yakni di kisaran Rp 39 ribu per kg. ”Harganya (ayam potong segar, red) naik Rp 1.000 dibanding dua hari lalu,” sebutnya.

Sementara itu, pantauan di Pasar Pujabahari Nagoya, harga daging sapi beku maupun ayam potong segar juga terpantau mengalami kenaikan. Untuk daging sapi beku, rata-rata pedagang Pasar Pujabahari menjual di kisaran Rp 88 ribu hingga Rp 90 ribu per kg.

Begitu juga di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga daging sapi beku dijual hingga Rp 87 Ribu sampai Rp 89 ribu per kg. Menurut Koko, pedagang daging, kenaikan harga harga daging sapi beku memang sudah terjadi lama. Bahkan tidak ada pedagang yang menjual daging sapi beku Rp 80 ribu per kg.

”Harga Rp 80 ribu itu sudah lama, sekarang mana ada yang jual lagi harga segitu. Modal kami mahal,” imbuhnya.

Dijelaskannya, harga di Pasar Tos 3000 bersaing dengan pedagang daging lainnya. Jadi tak mungkin pedagang menjual daging sapi jauh dengan harga yang dibandrol pedagang lainnya.

”Harga pedagang rata-rata sama. Kalau pun beda itu Rp 1.000 hingga Rp 2.000-an saja, itu pun tergantung kualitas daging,” pungkasnya. (she)

Menuju Akreditasi Puskesmas Seilekop Dinilai

0

batampos.co.id – Puskesmas Seilekop kedatang tim surveyor akreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dari Kementerian Kesehatan RI. Puskesmas tersebut dinilai untuk dapat akreditasi. Penilaian sudah dilakukan selama tiga hari yang dimulai Kamis (22/11) hingga Sabtu (24/11) kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmajardi berharap agar Puskesmas yang dikepalai oleh dr Erizal ini dapat akreditasi dengan grade Paripurna. “Harapan kita Paripurna (grade tertinggi, paling rendah ya Madya karena Puskesmas di hiterlanda saja banyak yang Madya bahkan ada yang Paripurna,” ujar Didi, akhir pekan kemarin.

Hasil penilaian dari tim surveryor tersebut akan dibawa ke pusat untuk dipertimbangkan grade akreditasi yang akan diterima Puskesmas Seilekop. “Hasilnya belum sekarang karena masih dinilai dulu,” ujar Didi.

Kepala Puskesmas Seilekop Erizal kepada wartawan menyampaikan, mutu pelayanan dan administrasi puskesmas Seilekop sudah sesuai dengan standar kesehatan yang ada. Dia optimis bahwa puskesmas yang dipimpinya itu akan mendapatkan tingkatan yang memuaskan nantinya. “Harapan kita Paripurna karena semua standar sudah terpenuhi,” katanya.

Puskesmas Selekop yang melayani masyarakat di tiga kelurahan (Seilekop, Sagulung Kota dan Seibinti) sudah dilengkapi ruangan rawat inap dan poli pelayanan yang cukup lengkap. Tenaga medis yang tersedia cukup idela sebanyak 47 orang. (eja)

Maksimalkan Objek Pajak dan Retribusi

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam sepakat bahwa pertumbuhan Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) diikuti oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, Pemko Batam juga terus berupaya meningkatkan PAD Batam melalui intensifikasi dan ektensifikasi terhadap objek pajak dan retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dua hal ini kami anggap penting dalam memaksimalkan PAD Batam,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, kemarin.

Selanjutnya mengenai struktur APBD Kota Batam yang masih bergantung pada Dana Perimbangan, Pemko Batam sepakat agar SKPD terkait melakukan peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

“Khususnya di dalam meningkatkan kontribusi fiskal terhadap peningkatan PAD masa yang akan datang,” sebut mantan Kadisperindag itu.

Amsakar juga menjelaskan jika penurunan target piutang pajak reklame billboard, piutang pajak bumi dan bangunan pada Ranperda APBD Kota Batam 2019 disebabkan karena pihaknya telah mengoptimalkan pengawasan, penagihan dan pembayaran terhadap wajib pajak tepat waktu. Sehingga mengurangi potensi target piutang.

Sedangkan menurunnya pajak mineral bukan logam dikarenakan menurunnya izin kegiatan cut and fill yang diterbitkan.

“Jumlahnya turun yang menyebabkan target turun,” jelasnya.

Diketahui, tahun 2019 Pemko Batam menargetkan PAD sebesar Rp 1.35 triliun. Naik 9,35 persen dibandingkan dengan PAD APBD Perubahan 2018. PAD berasal dari pajak daerah sebesar Rp 1.05 triliun, retribusi daerah sebesar Rp 141,7 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Yang Dipisahkan Rp 14 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 134,7 miliar.

Selin PAD, APBD kota Batam bersumber dari dana perimbangan yang direncanakan sebesar Rp 1,14 triliun. Bila dibandingkan APBD Perubahan 2018, dana perimbangan tahun 2019 mengalami peningkatan 18,45 persen.

Adapun sumber Pendapatan Dana Perimbangan dimaksud adalah Bagi Hasil Pajak sebesar Rp 100,2 miliar, Bagi Hasil Bukan Pajak Sumber Daya Alam sebesar Rp 127,7 miliar, dan Dana Alokasi Umum sebesar Rp 655,6 miliar.

Sementara untuk lain-lain pendapatan yang sah dianggarkan sebesar Rp 323,6 miliar. Rincinnya, pendapatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 96,7 miliar. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi sebesar Rp 195,3 miliar dan Dana Insentif Daerah sebesar Rp 31,5 miliar. (rng)

Akhir Pekan Tanpa Pasokan Solar

0

batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus terjadi di Batuaji dan Sagulung. Kelangkaan semakin menjadi sepanjang akhir pekan kemarin. Nyaris tak ada SPBU yang menjual solar pada Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11) kemarin.

Masyarakat yang memiliki kendaraan berbahan bakar solar benar-benar kewalahan. Aktifitas mereka terhambat sebab sama sekali tak mendapatkan pasokan solar. Jikapun terpaksa mereka harus merogok kocek lebih dalam lagi untuk beli solar eceran di pinggir jalan yang harganya jauh lebih mahal.

“Mau jalan sama keluarga tak bisa karena mobil saya berbahan bakar solar. Susah nyari solar sekarang,” ujar M. Ridwan, warga perumahan Villa Mukakuning, Sagulung, kemarin.

Senada disampaikan sejumlah sopir angkot jenis Bimbar. Untuk dapatkan pasokan solar, mereka harus antre sejak subuh pada SPBU yang dipastikan akan ada stok solar hari itu. Jika terlambat sedikit saja maka tidak akan dapat sebab stok solar di SPBU bertahan paling lama empat jam saja.

“Malam harus cari-cari info memang mana SPBU yang ada solar. Kalau tahu malam diantar ( oleh Pertamina) paginya pasti dilayani makanya harus antre sejak subuh,” ujar Hotben, sopir Bimbar di Batuaji.

Meskipun sudah antre sejak subuh, pasokan solar yang didapat tetap dibatasi. Satu kendaraan maksimal hanya dilayani 40 an liter saja. Ini tentu merepotkan bagi kendaraan angkot dengan tingkat mobilitas yang tinggi tentu tidak mencukupi untuk nambang seharian. “Kalau dapatpun, sore sekitar pukul 15.00 WIB sudah habis karena keliling terus kami,” tutur Hotben.

Petugas SPBU tak menampik adanya persoalan itu. Pembatasan pembelian solar memang harus dilakukan agar bisa melayani banyak orang dan menghindari upaya-upaya penyelewengan ataupun penimbunan.

“Kalau dilayani sesuai yang diminta, pasti lebih repot lagi. Akan lebih banyak lagi yang tak kebagian,” ujar Budi, petugas SPBU Tanjunguncang.

Disinggung terkait jadwal pengantaran solar Budi mengaku ada setiap hari namun tidak bertahan lama sebab permintaan terlampau banyak.

“Kalau antar rutin cuman itu tadi. Malam antar, paginya dilayani paling pukul 09.00 WIB sudah habis. Paling dua jam saja bertahan,” katanya. (eja)

128 Ribu Paket Sembako Murah 2019 Dibagi Dua Periode

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pemko Batam kembali menganggarkan bazar sembako murah dalam APBD 2019 mendatang. Jumlah sembako yang disiapkan masih sama dengan tahun ini, yakni sebanyak 128.000 paket.

“Tahun depan masih. Jumlahnya sama, 128.000 paket, Setahun dua periode penyerahan, Ramadan dan akhir tahun,” kata Rudi, kemarin.

Sembako bersubsidi ini menurutnya, masih diperlukan masyarakat. Walaupun pertumbuhan ekonomi sudah naik, namun kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Sampai pertumbuhan ekonomi kita membaik lebih tinggi lagi, baru kita kaji kembali, mungkin kalau sudah di atas 6 persen. Hari ini baru 4 lebih, hampir 5 persen. Sampai Desember diperkirakan 5 persen,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, pembelian paket sembako murah oleh masyarakat dengan harga sebesar Rp 50 ribu per paket dari harga paket Rp107 ribu per paket. Pemko Batam memberikan subsidi Rp57 ribu per paket.

“Sedangkan uang yang dibayar oleh masyarakat dari hasil penjualan sembako langsung diterima pemenang tender. Sedangkan pelaksanaan program bazar sembako murah dilaksanakan sesuai ketentuan,” sebut Amsakar.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batam Riky Indrakari mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam untuk belajar dari Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk menyusun program Kampung Industri Kreatif di setiap desa.

“Barangkali Disperindag Batam perlu belajar menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan Batam. Tidak perlu malu belajar dengan Pemkab Jember,” kata Riky, kemarin.

Meskipun Jember merupakan kantong kemiskinan tertinggi di Jawa Timur, kata dia, tetapi Bupati dan masyarakatnya punya visi membangun Kampung Industri Kreatif di setiap desa.

Sedangkan Disperindag Kota Batam masih saja bergulat dengan program unggulan yakni, jualan sembako murah selama empat tahun, mulai tahun 2015 sampai 2019 mendatang.

“Yang nominalnya jauh melampaui budget program gabungan Dinas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam,” sebut Riky. (rng)

Kodim 0316 Batam Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan IVA Gratis

0
foto: batampos.co.id / galih

batampos.co.id – Memperingati Hari Juang Kartika 2018, Kodim 0316 Batam menggelar beberapa kegiatan diantaranya bakti sosial donor darah, Sabtu (24/11) pagi.

Pada kegiatan tersebut, Kodim Batam menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU).

Tak hanya donor darah saja yang digelar Kodim Batam. Sejumlah kegiatan lainnya seperti seminar tentang bahayanya kanker payudara dan ciri-cirinya, kanker serviks, serta menoak hoaks tentang air susu ibu (ASI) juga digelar. Sebagai pembicaranya tiga dokter spesialis yang langsung memberikan materi pemaparannya di hadapan ratusan peserta yang hadir seperti dr Indra Hidayah Siregar SpB (K-Onk), dr Amuransyah SpOG, dan dr Ika Firuza MKT.

“Ini kami gelar juga seminar menoak hoaks tentang ASI, karena masih banyak di kalangan ibu-ibu yang percaya atau termakan kabar hoaks tentang ASI. Mereka lebih memilih memberikan asupan berupa susu formula dibandingkan memberikan asupan berupa ASI dari ibunya langsung. Padahal anak itu harusnya dari lahir sudah harus diberikan asupan ASI untuk tumbuh kembangnya,” ujar Pasiter Kodim 0316 Batam, Kapten infanteri HP Bangun.

Pada Hari Juang Kartika kemarin juga digelar pemeriksaan IVA gratis untuk masyarakat umum.

“Kegiatan peringatan Hari Juang Kartika ini sengaja kami gelar di kawasan publik atau di Kepri Mall, agar masyarakat umum yang berkunjung, bisa menikmati fasilitas gratis yang kami berika. Boleh juga kalau ingin mendonorkan darahnya. Target kami adalah mendapatkan 100 kantong darah. Bersyukur target itu mampu kami raih,” terang Kapten HP Bangun mengakhiri.

Tak hanya memperingati Hari Juang Kartika saja. Beberapa kegiatan sosial yang digelar Kodim Batam kemarin sekaligus untuk memperingati Hari Kanker Sedunia serta Hari Kesehatan Nasional. (gas)