Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12255

Batu Tumpuk Tiga Ikon Anambas

0
Batu tumpuk tiga terlihat dari Jembatan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut akan menjadi ikon Kabupaten Kepulauan Anambas. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melanjutkan pembangunan sekitar batu tumpuk tiga di ujung Jalan Semen Panjang, Tarempa yang saat ini bernama Jalan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut nantinya menjadi salah satu ikon Pariwisata Anambas.

Kepala Bidang Ekonomi Sosial Budaya Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Kustiorini menjelaskan, untuk pembangunan lanjutan tahun ini dibangun jalan pelantar menuju bangunan baru berbentuk bintang yang sudah dibangun sebelumnya di bawah batu tumpuk tiga.

“Sekarang ini belum ada akses jalan menuju bangunan itu, karena tahun lalu belum dibangun,” ungkapnya, Senin (21/5).

Jika jalan tersebut sudah dibangun, maka warga Tarempa dapat menikmati pemandangan laut maupun sunset melalui bangunan itu. Bukan hanya jalan yang akan dibangun di sekitar batu tumpuk tiga. Di sisi bagian atas batu tumpuk tiga tersebut akan dibangun gazebo atau semacam rumah-rumahan kecil untuk tempat bersantai atau beristirahat bagi masyarakat pengunjung.

Pantauan di lapangan, saat ini ada pelantar kayu yang menghubungkan ke bangunan itu. Tapi pelantar kayu itu bukan merupakan jalan sesungguhnya. Tapi merupakan pelantar untuk pekerja melakukan aktivitas pembangunan saat itu.

Setelah selesai, pelantar tersebut tidak dibongkar. Saat ini kondisinya sudah rapuh. Jadi, sangat rawan jika digunakan. Karena belum dibangun akses jalan menuju bangunan berbentuk bintang ini, maka jarang sekali warga datang ke lokasi sekadar untuk bersantai.(sya)

Sering Mati, Daya Mesin Air Mancur Ditingkatkan

0
Dua oarng pengendara sepeda motor melintas di Bundara Madani Batamcenter, senin (21/5). di tugu Madani terpasang air mancur namun sayang air mancur tersebut sekarang tidak hidup lagi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam akan menambah daya mesin air mancur di Simpang Madani, Batamcenter. Kegiatan ini dilakukan agar air mancur tetap beroperasi tanpa terbatas pembagian waktu.

“Harus tambah daya, supaya hidup terus,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkimtan Batam Irwan Saputra, Senin (21/5).

Ia menilai, kini mesin tersebut berdaya rendah maka tidak heran kadang mati. Menurutnya, jika dipaksakan mesin tidak akan mampu dan bisa rusak. “Lupa saya dayanya berapa, tapi memang kecil,” ucap nya.

Kini pihaknya sedang berkoordinasi dengan konsultan terkait rencana ini. Soal anggaran, Irwan mengaku tidak hafal. Namun penganggaran ini diambil dari biaya pemeliharaan rutin dan penambahan daya sedang diajukan ke PLN Batam.

“Rencananya tahun ini, air mancur akan hidup terus (tanpa pembagian waktu),” ungkapnya.

Ia mengaku, selama ini kekurangan daya adalah kendala utama operasionalisasi mein air mancur tersebut. “Makanya kami atur, pagi, siang dan sore. Mau hidupin terus, tak kuat,” katanya,

Seorang warga bengkong, Haryati mengatakan, seharusnya air mancur tersebut memang harus adi perhatian. Karena selain simpang tersebut adalah ikon, air mancur juga menambah daya tarik estetika kota.

“Padahal dulu hidup, ini kenapa mati. Di situ kan ramai, orang kalau pulang kerja tenag loh kalau lihat air,” kata dia. (iza)

Bekas Tambang Pasir Kembali Memakan Korban

0
Seorang warga saat melihat empang bekas galian pasir di kampung jabi Nongsa, Senin (21/5). Lubang bekas galian pasir yang tidak timbun kembali bisa mengakibatkan kecelakaan hingga merengut korban jiwa. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kolam bekas tambang pasir kembali memakan korban. Kali ini, Akbar Ibrahim, 11 menjadi korban setelah bermain-main di kolam bekas galian pasir di Rt 002, RW 004 Kampung Jabi, Jumat (18/5)

“Sejak saya jadi Kapolsek, ini kedua kalinya,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Senin (21/5).

Ia mengatakan kejadian pertama itu September 2017, dua orang anak meninggal akibat bekas galian pasir di Teluk Mergung, Nongsa.

“Sekarang terjadi lagi,” ucapnya.

Albert cukup menyesalkan kejadian ini kembali terulang. Seharusnya, kata Albert orangtua lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Ia berharap kejadian Jumat (18/5) lalu, tidak terulang lagi ke depannya.

“Saya minta orang tua jaga anak-anaknya, jangan biarkan mereka bermain tanpa ada pengawasan,” tuturnya

Albert menerangkan kronologis kejadian bermula saat Akbar dan Aldi bermain di kolam bekas galian pasir yang sudah lama tak beroperasi. Kedua anak itu main perahu-perahuan dengan menggunakan gabus. Lalu mendayungnya hingga ke tengah kolam.

“Saat di tengah, ada yang menggoyang-goyangkan gabus tersebut. Akibatnya Akbar jatuh. Tapi anak ini tidak bisa berenang,” tuturnya.

Rekan Akbar, ternyata tak bisa berenang juga. Hanya bisa berteriak minta tolong. Naas, saat warga mendatangi tempat kejadian, korban sudah tak terlihat lagi di permungkaan air. “Kejadian itu pukul 14.00, korban baru ditemukan pukul 17.00 dengan bantuan penyelam lokal,” ungkapnya.

Salah seorang warga Batubesar, Sigit menuturkan bahwa dirinya mendengar kejadian itu. “Ini bukan kali pertama, sebelum-sebelum sudah beberapa kali anak tenggalam di bekas galian pasir itu,” ucapnya.

Pria kelahiran 29 tahun yang lalu itu, mengatakan di daerah Nongsa banyak bekas galian pasir yang jadi kolam. Namun mirisnya, kolam bekas galian pasir cukup mudah dimasuki siapa saja, termasuk oleh anak kecil sekalipun.

“Harusnya pemilik lahan bekas galian pasirnya, memagari kolam itu. Sehingga siapapun tak bisa masuk ke sana. Agar tak ada korban lagi,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memetik pelajaran dari kejadian ini. Agar segera menimbun kolam-kolam bekas galian pasir tersebut.

“Kalau pemerintah tak bisa, yah mungkin meminta orang yang telah merusak lingkungan itu menimbun bekas galian pasir itu,” tuturnya

Dari pantauan Batam Pos di daerah Nongsa, tak terhitung jumlah kolam bekas galian pasir. Ketinggian air di kolam bekas galian pasir tersebut bervariasi, dari 0 hingga 5 meter.
Beberapa tempat kolam galian pasir memiliki air yang yang bening, lalu ditunjang dengan pemandangan yang indah. Sehingga tentunya menarik minat siapapun untuk berenang atau sekedar bermain-main di bekas kolam tersebut. (ska)

“Saya butuh makan Pak …”

0
Sejumlah anggota Sabhara Polresta Barelang melakukan patroli pengamanan di Wilayah Polsek Nongsa dan sekitar, Senin (21/5). . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Nongsa mengamankan komplotan pencuri kotak infak, Kamis (17/5) lalu. Dari hasil pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian, M, Ze dan Ls tak hanya sekali saja melakukan pencurian kotak infak. Dari temuan jajaran reskrim Polsek Nongsa, ada sebanyak lima TKP (tempat kejadian perkara) pencurian kotak infak, yakni di Mini Market Fintarla Punggur, Indomaret Punggur, Mini Market Agung Legenda Malaka, Aviari, dan Apotik Fanindo.

“Tak menutup kemungkinan ada tempat lainnya, karena otak pelakunya sedang dalam pengejaran kami,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Senin (21/5).

Terungkapnya komplotan pencuri kotak infak ini bermula dari laporan pengurus Masjid Baiturrahman, Kabil. Dari hasil laporan itu, polisi melakukan pengembangan dengan melihat CCTv di Mini Market Fintarla Punggur, tempat Masjid Baiturrahmah menitipkan kotak infaknya. Dari sana terlihat kawanan pencuri kotak infak tersebut.

“Cukup lama juga kami melakukan penelusuran, hingga akhirnya kami berhasil membekuk ketiganya di daerah Batuaji, Kamis lalu,” ucapnya.

Ada fakta yang cukup mengejutkan. Setiap menjalankan aksi pencurian, kawanan ini menggunakan mobil sebagai transportasi. “Tiap mereka juga memiliki peranan berbeda-beda,” tutur Albert.

Modus kawanan ini dengan berpura-pura ada keperluan di tempat yang menjadi target. Salah satu dari komplotan akan membuat sibuk penjaga toko, sementara satu orang lagi bertugas membawa kotak infak. “Satunya lagi berjaga di mobil, saat mereka mendapatkan yang diinginkan. Langsung tancap gas,” ungkap Albert.

Uang di dalam kotak Infak yang curi komplotan ini, kata Albert bervariasi, mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

“Mereka ini juga mencuri Kabel Trafo dan 1 karung beras,” ungkapnya.

Selain mengamankan tiga orang pelaku, Albert menuturkan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu kotak infak utuh, kotak infak sudah pecah, mobil toyota agya, pisau, linggis dan satu meter kabel tembaga. Ketiga orang tersebut dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP. “Ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun,” ujarnya.

Salah seorang kawanan pencuri kotak infak ini, M mengatakan terpaksa melakukan perbuatan ini.

“Saya butuh makan pak,” katanya.

Pencurian lima kotak infak itu, dilakukannya selama 4 hari saja. M mengatakan ide mencuri kotak infak ini di dapat dari kawannya bernama A (Otak Pelaku,red). “Dia mengajarkan. Setiap kali beraksi saya dapat bagian sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 900 ribu,” tuturnya. (ska)

Dua Pencuri Teralis Besi Diamankan Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji membekuk dua pelaku pencuri teralis besi yang beraksi di Perumahan Genta Dua, Sabtu (19/5). Keduanya adalah Riki dan simon. Kapolsek Batuaji Kompol Syarifuddin Dalimuthe mengatakan keduanya ditangkap oleh warga setempat saat tengah mengambil besi tua yang tersimpan dipekarangan rumah warga.

“Keduanya ini mencuri di dua lokasi tapi dalam satu perumahan,” ujar Syarifuddin, Senin (21/5).

Dia mengatakan saat beraksi dilokasi pertama, aksi dua sekawan itu berjalan mulus, namun pada saat mencuri di lokasi yang kedua, mereka tertangkap tangan oleh warga yang tengah melintas. Lantas keduanya pun diteriakin maling, warga akhirnya berkumpul dan sempat memukuli keduanya.

“Mereka beraksi saat perumahan sepi. Kondisi saat itu juga tengah hujan deras,” katanya.

Saat ini keduanya sudah diamankan di Mapolsek Batuaji beserta barang bukti dua buah teralis dan besi tua. Pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor, palu, tang dan obeng yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Keduanya dijerat pasal 363 KUHP,” ucapnya.

Sementara kedua pelaku tersebut mengakui perbuatannya. Mereka mengaku baru satu kali mencuri.

“Iya saya salah. Saya ambil teralis itu,” kata Simon sembari menunduk.

Dia mengatakan besi tua itu akan digunakan untuk keperluan pribadinya. Ia menampik jika besi itu untuk dijual.

“Mau saya gunakan untuk saya sendiri, bukan untuk dijual,” tutup sopir bimbar ini. (une)

Selama Ramadan, Pengajuan Cerai Turun

0
Ilustrasi perceraian. Foto: pixabay

batampos.co.id – Selama bulan suci Ramadan, jumlah angka pengajuan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kelas IA Batam mengalami penurunan.

Humas PA Kelas IA Batam, Ifdal mengatakan seperti tahun sebelumnya, momen Ramadan membuat gugatan yang masuk tidak sebanyak dari hari biasanya.

“Cukup signifikan juga penurunannya,” kata dia, Senin (21/5).

Ifdal menyebutkan jika hari biasa pengajuan yang masuk mencapai 200 dalam satu bulan, satu minggu puasa ini terjadi penurunan cukup drastis hingga 50 persen.

“Satu hari kami bisa terima 15- 25 berkas, namun selama satu minggu ini berkurang. Sehari paling yang masuk lima berkas,” ujar pria yang sebelumnya pernah bertugas di Pengadilan Agama Palembang ini.

Turunnya pengajuan cerai ini menurutnya karena berbagai faktor. Salah satunya faktor kebersamaan bersama keluarga yang lebih rekat saat menjalanlan ibadah puasa.

“Momen kebersamaan lebih banyak, jadi bisa menjadi obat bagi mereka yang tadi mau berpisah dan memilih membatalkan untuk mengajukan perceraian,” tambahnya.

Ifdal mengungkapkan walaupun perceraian menurun selama Ramadan, nyatanya setiap akhir tahun jumlah angka perceraian tetap saja tinggi.

“Turun iya, tapi biasanya habis lebaran membludak yang mengajukan. Jadi tidak ada pengaruhnya juga penurunan in,” ungkap pria asal Sumatera Barat ini.

Meskipun begitu, dengan adanya perubahan tahun ini yakni hadirnya mediator yang lebih berkompeten, sangat diharapkan bisa membuat mereka yang sudah mengajukan percerai bisa membatalkan gugatan cerai di pengadilan.

“Paling tidak 20 persen target kami tahun ini angka perceraian bisa ditekan. Akhir tahun lalu angka pengajuan mencapai 1.881 pasangan yang diputus bercerai, tutupnya

Sementara itu, suasana di PA memang lebih sepi dari hari biasanya. Hanya beberapa pasangan yang tengah dudul menunggu waktu persidangan.(yui)

Warga Berburu Sembako Murah

0
Warga membeli sembako murah di Tiban Indah, Sekupang, Senin (21/5). Sembako murah ini yang digelar oleh Pemko Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak tujuh ribu paket sembako murah dibagikan untuk warga tujuh kelurahan di Kecamatan Sekupang, Senin (21/5).

Warga terlihat sudah mengantri dari pagi untuk mendapatkan paketan sembako dari Pemko Batam ini. Satu paket ini dihargaoi Rp 50 ribu berisikan beras, gula dan minyak goreng.

Suhasmah, 54, mengungkapkan ini merupakan kali kedua keluarganya mendapatkan paket sembako murah di Kecamatan Sekupang.

Berbekal uang Rp 50 ribu serta kupon antrian ia dan dua tetangga lainnya sabar mengantri mendapatkan sembako. Suhasmah menuturkan bantuan ini cukup membantu kehidupan perempuan yang sehari-hari berkerja sebagai pengumpul barang bekas ini.

“Kalau bagi saya yang penghasilannya tidak menentu sangat bersyukur adanya sembako murah ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Zarefriadi mengatakan ini menghindari desakan warga sembako murah dibagikan ditiga lokasi yakni GOR Tibanindah ada 3.300 paket sembako, Kantor Kelurahan Tibanbaru sebanyak 829 paket sisanya di Kantor Kecamatan Sekupang.

Sembako murah ini merupakan program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Karena pemerintah sadar kondisi perekonomian saat ini sedang tidak baik.

“Pemerintah tidak bisa secara langsung tekan harga di pasar. Karena bukan pemerintah yang jualan. Tapi melalui sembako murah ini diharapkan dapat menjadi bentuk intervensi harga pasar,” ujarnya.(yui)

Rumah Subsidi Segera Dialiri Listrik

0
Rumah subsidi yang siap dihuni namun terkendala listrik. F. Dokumentasi PT SSP untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pengemba­ng perumahan bersubsisi PT Si­nar Suman Priyanto yang su­da­­h menyelesaikan 151 unit ru­­­mah untuk tahap pertama dan­ tahap kedua 187 unit, kini te­ngah menunggu masuknya ja­ri­ngan listrik di perumahan tersebut.

Lokasi peruma­h­an yang berada di Zona 2 yang notabene wilayah kerja PT Karimun Power Plant (KPP), hingga kini belum bisa ditempa­ti karena belum ada aliran listrik. Bahkan jaringan pun tak ada.

”Kita sudah dapat titik terang dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang su­dah menyurati PT PLN (Perse­ro) Wilayah Riau dan Kepri su­pa­ya bisa mengaliri listrik ke perumahan subsidi di wilayah zona dua,” ujar Direktur PT Sinar Suman Pryanto Supriyanto, Senin (21/5).

Dikatakannya, dalam surat yang ditembuskan kepada dirinya dengan nomor surat 671/98/listrik/DESDM/V/2018 perihal penyediaan energi listrik dan gardu distribusi di Pulau Karimun, PT KPP akan bertugas untuk melistriki masyarakat yang membutuhkan energi listrik di Zona 2.

”Tinggal tunggu surat dari PT KPP saja, kapan realisasi untuk penyaluran listrik ke perumahan bersubsidi melalui pihak PLN Ranting Tanjungbalai Karimun,” jawabnya.

Sebenarnya, lanjut Supriyanto, pihaknya sudah ada nota kesepahaman dengan PT PLN (Persero) tentang penyambungan listrik ke perumahan bersubsidi yang berlokasi di Jalan Kampung Bukit, Kecamatan Meral, pada November 2017 lalu. Bersamaan dengan selesainya pembangunan perumahan bersubsidi dari program sejuta rumah.

”Sudah ada titik terang dari Pemerintah Provinsi Kepri, ten­tang polemik zonasi kelistrikan,” harapnya.

Manajer Ranting PLN Tan­jung­balai Karimun Chrisman Ariando ketika dikonfirmasi me­ngatakan, pihaknya belum men­dapat surat tembusan ter­ba­­ru dari Pemerintah Provinsi Ke­pri tentang solusi zonasi kel­istrikan khususnya di Zona 2.

”Kita masih mengacu kesepakatan bersama dengan PT PLN Wilayah Riau dan Kepri dengan PT SDU dan KPP yang memegang wilayah usaha penyediaan listrik di Karimun bersama Dinas ESDM Kepri,” jawabnya. General Affair and External Relation Manager PT KPP Sariyat Sacadipura belum memberikan jawaban.(tri)

Tangkal Teroris, Giatkan Siskamling

0

batampos.co.id – Maraknya aksi serangan teroris di beberapa daerah menjadi perhatian semua elemen masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi daerah perbatasan seperti Provinsi Kepulauan Riau, dimana beberapa waktu lalu telah terjadi aksi terorisme di Mapolda Riau.

Anggota DPR RI asal Kepri yang juga putra daerah Kabupaten Karimun Dwi Ria Latifa mengimbau kepada seluruh masyarakat Kepri khususnya Kabupaten Karimun agar kembali menggalakkan siskamling di kampung-kampung. Agar dapat mengantisipasi apabila terjadi yang mencurigakan di salah satu rumah warga.

“Untuk memerangi teror dari teroris harus bersama-sama, tidak dari pemerintah pusat, daerah maupun aparat keamanan. Tapi kita semua, yang diawali dari lingkungan seputar kita tinggal,” kata legislator PDIP itu, beberapa waktu lalu.

Kenapa demikian, karena apabila diharapkan apa­rat kepolisian saja, nantinya tidak memberikan pembelajaran kepada masyarakat terhadap ke­waspadaan di dalam lingkungannya. Sebab, pe­laku teroris bisa berbaur kepada masyarakat se­perti biasanya.
Kewaspadaan terhadap ling­kungan sangatlah penting terutama bagi war­ga pendatang baru di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak bisa menduga satu keluarga bisa melakukan aksi bom bunuh diri. Nah, ini sangat-sangat diwaspadai terutama di daerah kita yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,’’ ungkapnya.

Selain itu, terus ditingkatkan tali silaturahmi antarwarga serta menjalin komunikasi. Agar satu sama lainnya bisa mengenal dan apabila ada masalah dapat diberikan pertolongan lebih cepat. Bukan hanya menangkal teroris, tapi masalah sosial lainnya seperti sakit, KDRT dan sebagainya. ”Kepekaan dini dapat dibangun oleh masyarakat,” katanya.(tri)

Perwakilan PT Grace Rich Marine Tidak Hadir di RDP

0
Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III terkait aktivitas PT GRM, Senin (21/5). F. ichwanul Fazmi/batampos.co.id

batampos.co.id – Komisi III DPRD Karimun kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyangkut aktivitas PT Grace Rich Marine (GRM), Senin (21/5). Pada pertemuan yang digelar untuk ketiga kalinya ini, perwakilan PT GRM tidak hadir.

Dari hasil RDP yang dipimpin Ketua Komisi III Rasno, masyarakat meminta pemerintah menghentikan aktivitas PT GRM. Alasannya, perusahaan yang bergerak di bidang shipyard ini ditengarai banyak melakukan penyimpangan yang berindikasi terhadap tindak pidana hukum.

Kisruh berawal dari aktivitas pendalaman alur dan reklamasi yang dilakukan PT GRM setahun lalu. Dimana PT GRM dianggap melakukan penyimpangan pembayaran kompensasi terhadap nelayan yang terkena dampak.

Meski beberapa kali digelar pertemuan yang dimediasi DPRD Karimun, namun tuntutan nelayan tetap tidak terpenuhi. Pihak perusahaan bersikukuh memeroleh data-data nelayan jauh sebelumnya. Data nelayan tadi merupakan hasil cross check koordinator dengan UPTD Perikanan dan Kelautan.

Hingga kini, persoalan yang melilit nelayan belum menunjukkan titik terang. Komisi III pun berencana membentuk panitia khusus (pansus). ”Dua kali pertemuan sebelumnya, perwakilan PT GRM tidak bisa menunjukkan bukti perizinan yang dikantongi. Jadi, lebih baik stop aktivitasnya (GRM, red) dan bentuk pansus,” kata anggota Komisi III Zainuddin Ahmad.(enl)