batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung masih mengeluhkan aktivitas angkutan kota (Angkot) yang tak menghargai pengguna jalan lainnya. Keluhan warga itu cukup beralasan, itu karena ulah para sopir angkot yang ngetem atau parkir di atas bahu jalan.
Kondisi seperti itu terlihat sepanjang waktu di bawah Jembatan Penyebrangan Orang depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza dan di Jalan Ahmad Yani depan kawasan Industri Batamindo. Arus lalulintas di dua lokasi tersebut jadi terhambat sebab separuh jalan sudah ditutup oleh angkot yang parkir.
“Dua lokasi ini sudah dikuasai oleh angkot sebagai tempat ngetem mereka. Setiap jam sibuk kerja pasti macet, karena mereka menaik-turunkan penumpang, ” ujar Novriadi, pengendara motor, Minggu (20/5/2018).
Dia mengatakan karena kondisi itu, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi sebab saat pengendara lain mencoba melewati angkot yang ngetem itu akan bersenggolan bahkan tabrakan dengan kendaraan lain yang melaju di sebelah kanan jalan.
“Tempat berhentinya bukan di tepi jalan, tapi di badan jalan, itu yang bikin kesal,” katanya.
Selain persoalan ngetem sembarang tempat, sikap kasar para sopir angkot juga dikeluhkan warga. Warga pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung sering kali terlibat cek cok dengan para sopir angkot. Itu karena para sopir angkot merasa menguasai jalan dan tak terima jika ditegur oleh pengendara lain.
“Kalau kita tegur malah mereka yang marah-marah,” ucap Diana, pengendara lain.
Dengan adanya keluhan-keluhan itu, warga berharap agar instansi pemerintah terkait segera ambil tindakan untuk menertibkan angkot yang berulah itu. (une)
Pasar induk, salah satu aset BP Batam yang diminta Pemko Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tahap pembangunan Pasar Induk Jodoh, Batam tinggal menunggu secara resmi penyerahan aset. Pemko Batam kini masih menunggu secara sah aset yang lama terbengkalai tersebut diserahkan, baru kemudian merencanakan pembangunan. Namun demikian, segala persiapan menuju pembangunan kini tengah dilakukan.
“Tunggu penyerahan, ini aja yang belum. Kami tak mau berspekulasi tentang kapan dibangun,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zarefriadi.
Ia mengaku, setelah serah terima aset Pemko Batam tentu akan melakukan tindak lanjut. Untuk diketahui, pembenahan pasar induk adalah salah satu prioritas dari beberapa aset yang akan diserahkan Kementrian Keuangan melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Begitu diserahkan, lanjut. Rancangan pasar itu sudah kami siapkan,” kata dia.
Sembari menunggu peralihan aset, kini berbagai persiapan dilakukan Pemko Batam, seperti memindahkan terlebih dahulu pedagang yang masih berjualan di pasar yang bangunannya sudah banyak yang rapuh ini. Disperindag mencatat ada 86 pedagang yang berjualan, beberapa waktu lalu sudah dipindahkan di lahan kosong seberang DC Mall, Lubukbaja.
“Proposal pembangunan kami siapkan juga,” katanya.
Ia mengaku, tak ingin terburu-buru sebelum aset menjadi milik Pemko Batam, tentu ditandai kesepakatan di atas kertas atau dokumen peralihan aset. Salah satu yang akan dilakukan pasca peralihan aset kelak yakni mengajukan anggaran baik di daerah sendiri maupun ke pusat.
“Sekarang kalau kami ajukan anggaran terus tidak jadi peralihannya, repot. Tunggu clear baru kami ajukan hal ini,” imbuhnya.
Kepala Bidang Pasar Disperidag Kota Batam Zulkarnain, menyebutkan, sambil menunggu proses hibah selesai, pihaknya juga harus menili harga jual bangunan saat ini. Hal ini diperlukan untuk pertanggung jawaban anggaran.
“Karena itu aset pemerintah, maka harus dihitung. Tahun 2003 dibangun sekitar Rp 53 miliar. Kalau lihat kondisi sekarang bisa jadi Rp 10 miliar,” paparnya.
Perhitungan aset pasar induk ini nantinya akan melibatkan Kantor Pelayananan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Mereka akan menilai harga bangunan, sebelum nantinya dilaporkan ke kas negara.
“Jadi tidak bisa semena-mena dirobohkan, karena dulu pakai APBN, maka perlu prtanggungjawaban,” jelas Zulkarnain.
“Setelah itu selesai baru bisa dirobohkan,” lanjut dia.
Untuk anggaran sendiri, ia memperkirakan di atas Rp 100 miliar.
“Paling tidak gambarannya sudah terlihat. Bangunan lima lantai. Angka pastinya kita masih menunggu kebijakan dari wali kota,” tutupnya.
Kini, perkembangan penyerahan lima aset, termasuk Pasar Induk Jodoh sudah disetujui presiden. Namun masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Keuangan sebelum diserahkan oleh BP Batam ke Pemko Batam. (iza)
batampos.co.id – Direktur PT Pembangunan Batam (BUMD Batam) Hari Basuki menyampaikan, imbauan kepada pihaknya agar turut andil dalam pemenuhan bahan pokok harus terlebih dahulu melalui pembicaraan yang matang, dengan membentuk satu usaha khusus yang bergerak di bidang sembako.
Dengan dibentuk usaha khusus, ia menilai apapun yang terjadi kelak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk ketika usaha ini mengalami kerugian.
“Harus duduk satu meja dengan pemerintah. Nanti kerugian bisa dipertanggungjawabkan, apalagi sudah disetujui pemegang saham dan DPRD Batam,” kata Hari, belum lama ini.
Ia mengatakan, kini semabko akan sulit dikontrol oleh pemerintah karena dalam prakteknya diserahkan ke mekanisme pasar. Namun ia menilai, kini pemerintah pusat hadir dengan kebijakan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Itupun masih banyak pedagang nakal. Kalau pemerintah bisa mensubsidi beras dan gula serta tepung dan dikontrol maka akan bagus. Pertanyaannya apa iya? Kita (Batam) ini memiliki penduduk yang besar dan anggaran terbatas,” papar dia.
Ia mengklaim, BUMD Batam adalah BUMD terbaik se Kepri. Melalui usaha gas yang dijual ke PLN, Hari mengatakan juga dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat. Soal posisinya sebagai Direktur BUMD Batam yang sudah dijabat selama 15 tahun, ia akan kembalikan pada keputusan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang merupakan pemegang kepuutusan tertinggi.
“Saya kembalikan ke Pemko Batam sebagai pemegang saham mengenai direksi selanjutnya,” ucapnya.
Namun sayang, pelaksanaan RUPS hingga kini belum terealisasi. Sekretaris Daerah Kota Batam ketika dikonfirmasi menolak panggilan pewarta koran ini dan pesan Whatsapp tidak dibalas. Termasuk ketika dikonfirmasi mengenai hasil audit BPKP Kepri terhadap BUMD Batam.
Akhir Maret lalu, Jefridin menyampaikan sebelum RUPS digelar Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta adat audit terlebih dahulu oleh akuntan publik dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap keuangan BUMD Batam. Ia mengatakan, periode komisaris dan direktur BUMD Batam kini akan berakhir Mei mendatang. Maka dari itu, RUPS merupakan keharusan untuk dilakukan.
“Makanya kami tunggu hasil audit dulu, baru RUPS,” ucapnya.
Untuk diketahui, RUPS BUMD Batam sudah berulang kali diundur. RUPS terakhir digelar 2013 lalu. Harusnya memang sudah sekda baru yang menjadi komisaris namun ketentuannya harus melalui RUPS. Selama ini pergantian struktur di BUMD Batam memang tidak seiring jabatan, dalam artian komisaris tidak serta merta Sekretaris Daerah (Sekda) yang menjabat.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging memandang BUMD sebagai ujung tombak penegambang bisnis tidak berjalan sebagaiman mestinya.
“Ini mengindikasikan ada banyak hal yang ditutupi di sana, saya sarankan BPKP melakukan audit investigatif terhadap BUMD,” katanya, Minggu (20/5).
Bahkan, pada acara Musrenbang Kota Batam di Hotel Vista, Rabu (21/3) lalu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Nuryanto meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyegerakan pergantian pimpinan dan direksi PT Pembangunan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam.
“Kami rekomendasikan ini,” kata dia
Menurut pria yang akrab disapa Cak Nur ini, rekomendasi tersebut bukan tanpa alasan karena merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 1 tahun 2002 tentang BUMD Batam, tepatnya pada pasal 12 Perda tersebut disebutkan masa jabatan direksi perseroan paling lama 5 tahun dan hanya dapat diangkat kembali dalams atu kali jabatan yang sama atau diberhentikan sebelum habis jabatan.
“Ini sudah 10 tahun lebih mau 15 tahun, padahal ada aturannya,” ucapnya. (iza)
Pekerja menggesa pembangunan Masjid Agung, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (3/5). Masjid Agung ini selesai dibangun pada tahun 2019. Dengan kapasitas muat jamaah 25 ribu. F dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Perkembangan pembangunan Masjid Agung Batuaji dinilai menggembirakan. Jika tidak aral melintang, diperkirakan tahun 2019 mendatang warga Batam, khususnya Batuaji dan sekitarnya dapat menggelar salat id pertama di masjid ini.
“Progresnya cepat sekali, perkiraan saya sudah 30 persen, karena dua minggu lalu 12 persen,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Suhar, Minggu (20/5).
Persentase capaian pembangunan ini yakni pembangunan struktur bangunan. Suhar menilai struktur bangunan sekitar 40 persen dari persentase secara keseluruhan pembangunan fisik masjid, artinya struktur bangunan tinggal 10 persen lagi.
“Perkiraan kami akhir Juli 2018 nanti strukturnya sudah kelar,” katanya.
Setelah struktur rampung, tahun ini pengerjaan akan masuk pada pengembangan arsitektur, seperti pengembangan bakal atap dan bagian masjid lainnya. Sejatinya, pembangunan masjid ini berdurasi kontrak hingga November 2019 mendatang.
“Kalau konsisten progresnya seperti sekarang, bisa saja lebih cepat. Tahun depa, bisa saja salat id pertama bisa di sana,” ucap Suhar.
Walau progres dan durasi kontrak pengerjaan lebih cepat, ia mengatakan peresmian akan dilakukan belakangan. ” Kalau tak salah, tanggal 20 Oktober 2019 pak wali mau resmikan,” terangnya.
Sebelumnya, 30 April 2017 lalu digelar peletakan batu pertama pembangunan masjid yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektar ini terletak di Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Lokasinya persis di tepi Jalan Brigjen Katamso, pemisah Kecamatan Batuaji dan Sagulung.
Berarsitektur Arab-Turki-Melayu diperkirakan dapat menampung sampai 18.563 jamaah. Pada bagian ballroom mampu tampung hingga 5.485 jamaah, bangunan utama bisa tampung 5.748 jamaah, lantai atas 1.175 jamaah, dan area koridor bisa menampung hingga 5.615 jamaah. Menara utamanya akan dibangun setinggi 99 meter. Angka ini diambil dari jumlah nama baik Allah atau Asmaul Husna.
Selain sarana ibadah, masjid ini juga diharapkan dapat menjadi objek wisata religi. Oleh karena itu, bangunan masjid akan dilengkapi fasilitas parkir yang mampu menampung ratusan kendaraan.
Lokasi parkir dibagi menjadi dua titik yakni luar ruangan atau outdoor untuk 10 unit bus, 105 mobil, 107 motor. Sedangkan parkir bawah tanah (basement) mampu tampung 308 mobil dan 331 motor. (iza)
Peresmiannya belakangan, 20 oktober kalau tak salah pak wali mau resmikan.
batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara mengatakan, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di tujuh kabupaten/kota di Kepri tahun 2017. Angka kemiskinan tertinggi di Kepri adalah Kota Batam. Yakni dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 28.674 Kepala Keluarga (KK).
“Yakni 22.555 KK masuk kategori sangat miskin. Sedangkan 6.119 KK dinyatakan miskin,” ujar Doli Boniara, Minggu (20/5) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, diurutan kedua yakni Tanjungpinang. Jumlah penduduk yang sangat miskin sebanyak 4.624 KK. Kemudian yang dikategorikan miskin 5.163 KK. Diposisi ketiga disandang Kabupaten Lingga. Di Negeri Bunda Tanah Melayu tersebut terdapat 1.608 KK sangat miskin. Sementara yang dinyatakan miskin adalah 2.171 KK.
Ditempat keempat ditempati Kabupaten Karimun, yakni sebanyak 1.173 KK sangat miskin. Adapun jumlah KK yang masuk kelompok miskin sebanyak 2.590. Setelah Karimun adalah Kabupaten Bintan. Di Bintan sebanyak 178 KK dinyatakan sangat miskin. Sedangkan KK yang miskin sebanyak 1.050.
“Diposisi keenam ada Kabupaten Natuna. Jumlah penduduk sangat miskin sebanyak 151 KK. Sedangkan kategori miskin yakni sebanyak 281 KK,” papar Doli.
Masih kata Doli, pada urutan terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas. Di Kabupaten tersebut hanya ada 1 KK yang dinyatakan sangat miskin. Sedangkan penduduk yang miskin sebanyak 26 KK. Mantan Kepala Biro Pemerintah tersebut menegaskan, untuk menekan angka kemiskinan tersebut, ada beberapa upaya yang sedang dilakukan. Yakni melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Bantuan Kesejahteraan Sosial.
“Ada beberapa hal yang menyebabkan turun naiknya angka kemiskinan. Selain tingkat pengangguran tentunya, imigrasi penduduk luar daerah seperti Batam,” paparnya lagi.
Menurut Doli, dari beberapa program pengentasan kemiskinan yang sudah dijalankan, pada 2017 lalu pihaknya menargetkan program pengentasan kemiskinan 14.547 KK di seluruh Kepri. Realisasi tersebut tercapai sekitar 99,86 persen atau 14.526 dari 47.690 KK yang dinyatakan sangat miskin dan miskin.
“Program yang sudah berjalan seyogyanya telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga miskin. Evaluasi ini, kita lakukan setahun dua kali. Yakni pada Juni dan Desember,” tutup Doli.(jpg)
Personel Polair Polres Bintan ikut melakukan pencarian awak penumpang kapal pesiar Sun Princess yang jatuh ke laut, Sabtu (19/5) lalu. F: Polair Polres Bintan untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Seorang warga negara asing berkebangsaan Australia, Jhon Cullent, 30, terjatuh dari kapal pesiar Sun Princess GT 77441 tonage di perairan arah Tenggara Kijang, Bintan, Sabtu (19/5) sekitar pukul 15.38 WIB.
“Kami sudah terjunkan personel untuk ikut membantu pencarian, namun sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman, Minggu (2/5).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang Budi Cahyadi ketika dihubungi menyampaikan pihaknya menerima informasi jatuhnya penumpang kapal pesiar rute Australia ke Portklang Malaysia dari Basarnas Commando Center (BCC). Lalu BNNP Tanjungpinang berupaya melakukan komunikasi dengan kapten kapal.
Diketahui bahwa penumpang berkebangsaan Australia tersebut terjatuh pada titik koordinat 00.37 N – 105. 46 E kurang lebih 68 NM arah tenggara dari Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (19/5) sekitar pukul 15.38 WIB.
Kemudian pihak BNPP Tanjungpinang mengerahkan KN SAR Bhisma untuk menuju lokasi sekaligus melakukan pencarian korban. Hingga hari kedua pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Dia juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Lantamal IV, Guskamla Armada I, Bakamla wilayah Barat, VTS Batam dan SROP Kijang.
Dalam pencarian pihaknya telah membagi ke dalam 4 titik koordinat. Penyisiran dimulai dari lokasi jatuhnya korban dan 4 lokasi sekitar korban jatuh yang telah dipetakan. Yakni titik koordinat A pada 004152N -105 3919E, titik koordinat B pada 005212N – 1053919E, titik koordinat C pada 005212N – 1055147E dan titik koordinat D pada 004152N – 1055147E. “Kami masih berupaya mencarinya,” pungkasnya. (met)
Wakil Gubernur Kepri Isdianto memberikan tanda tangan pada buku Ramadan, saat safari Ramadan di Masjid Darun Rahman, Sabtu (19/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan melalui rangkaian safari Ramadan, selain mempererat silaturahmi, pihaknya juga menjemput aspirasi masyarakat. Wadah kebersamaan dalam bentuk silaturahmi ini harus terus ditumbuhkan diberbagai wilayah Kepri.
“Di bulan baik ini kita bisa bertatap muka dan mendengar aspirasi yang disampaikan. Semuanya pasti untuk kebaikan masyarakat,” kata Isdianto saat Safari Ramadan di Masjid Darun Rahman Kavling Bakau Srip Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa Batam, Sabtu (19/5) malam.
Setelah berbuka di Masjid Darun Rahman, Isdianto dan rombongan menunaikan salat tarawih di Al Munawaroh Kampung Tengah Batu Besar Batam. Turut mendampingi Wagub, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sardison, Kepala Dinas Sosial Doli Boniara, Kadis Kominfo Zulhendri, Kepala Badan Kesbangpol Lamidi, Kepala Biro Umum Martin Maromon. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Muramis, Staf Khusus Saidul Khudri
Menurut Isdianto, kehadirannya bersama OPD juga untuk berbagi dan juga memberikan bantuan ke sejumlah tempat ibadah. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat kepada masjid dan masyarakat, “ harapnya.
Pada kunjungan juga diserahkan bantuan kepada anak yatim piatu dan duafa. Juga bantuan untuk pengurus Masjid Darun Rahman seperti imam dan bilal dan juga TPQ At Taqwa Sambau. (bni)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan jemaah masjid Al Azhar Pantai Impian Tanjungpinang saat safari Subuh, Sabtu (19/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak jemaah untuk memanfaatkan momen Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya sekadar puasa yang hanya dapat lapar dan dahaganya saja.
“Jangan sia-siakan puasa kita. Kelima panca indra harus ikut dipuasakan juga,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Baitul Karim, Karimun, Minggu (20/5). Selain di Karimun, pada Sabtu (19/5), Nurdin juga melaksanakan safari subuh di Masjid Al Azhar Pantai Impian Tanjungpinang.
Nurdin menyebutkan, doa umat tahun lalu sudah dikabulkan Yang Maha Kuasa, yakni waktu meminta agar dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Ketika sudah dipertemukan kembali dengan Ramadan, kata Nurdin, manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan melakukan amalan sebanyak-banyaknya.
“Kita masih diberikan kenikmatan yang besar, kesehatan dan kekuatan. Marilah kita perbaiki dan menambah keimanan. Karena ini bukan jaminan untuk bertemu Ramadan di tahun depan,” kata Nurdin.
Nurdin menggambarkan bahwa salat sebagai angka yang paling penting dalam agama. Salat ibarat angka satu dan yang lainnya nol. Jika tanpa angka satu, nilai nol sebanyak apapun tak ada makna.
Nurdin sendiri selalu mengimbau umat untuk menunaikan kewajiban lima waktu dengan berjemaah. Terlebih bila dilaksanakan di masjid dan musala. Apalagi jika mengetahui keberkahan Ramadan, dipastikan semua mau puasa sepanjang musim. Dirinya mengingatkan puasa jangan sampai menghambat aktivitas sehari-hari.
“Sejak dahulu, kita saling nasihat-menasihati, saling tolong, saling asuh dan asih dalam kebaikan-kebaikan. Teruslah berbuat kebaikan,” kata Nurdin.
Banyaknya aktivitas kebaikan sepanjang Ramadan ini diharap Nurdin terus berlangsung setelah bulan suci ini berakhir. Ketentraman dan kedamaian terus mengisi suasana hari-hari di Kepri. “Suasana seperti ini, dapat kita teruskan dalam kehidupan sehari hari, setelah Ramadan berakhir,” kata Nurdin.
Menurut Nurdin, peran besar masyarakat sangat penting dalam mewujudkan semua itu. Pemerintah memiliki keterbatasan, namun jika masyarakat memberi peran besar semua akan terwujud. Terlebih untuk pembangunan keagamaan. “Membangun dengan kebersamaan dan kita sama-sama menjaga negeri ini. Di Indonesia, walaupun berbeda-beda semua tetap satu untuk kebaikan dan kemajuan negeri ini,” kata Nurdin. (bni)
IBU-ibu BKMT usai mengikuti khataman Al Quran. F. Tri Haryono/Batam Pos
batampos.co.id – Pengurus Daerah (PD) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Karimun menggelar pengajian di rumah dinas Bupati Karimun selama tiga hari. Pengajian ini dihadiri oleh BKMT se-Karimun.
Wakil Ketua BKMT Karimun, Sensissiana mengatakan, kegiatan pengajian tersebut difokuskan kepada khataman Al Quran yang digelar setiap awal bulan suci Ramadan pada hari ke 2, 3 dan 4.
”Tujuan pengajian ini untuk menjali tali silaturahmi antarBKMT kecamatan, sekaligus sebagai salah satu syiar agama dan penutupan khataman Al Quran bagi ibu-ibu BKMT se-karimun,” ujarnya, Minggu (20/5).
Baksos tersebut, akan diserahkan kepada keluarga yang kurang mampu dalam waktu dekat ini. Selain itu, lanjutnya, pengajian juga untuk mengintegrasikan secara sinergi dengan baksos kepada masyarakat yang kurang mampu.
Hasil dari baksos nantinya akan diserahkan ke keluarga yang kurang mampu. Saat ini sedang dilakukan pengumpulan data, agar pemberiannya merata. ”BKMT kecamatan maupun organisasi lainnya akan melakukan hal yang sama. Jadi kami akan memberikan paket sembako yang belum diberikan dari BKMT kecamatan maupun organisasi lainnya,” terangnya.
Sehingga nantinya pemberian paket sembako, benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu. Sedangkan rencana pemberian paket sembako tersebut belum bisa dijadwalkan dalam waktu dekant ini.
’’Nanti kami kabari kapan dan lokasi di mana untuk penyerahan paket sembako dari BKMT Kabupaten Karimun,’’ kata Sensissiana.
Pantauan di rumah dinas Bupati Karimun, penutupan khataman Al Quran ditutup oleh Sekretaris Daerah Pemkab Karimun, Firmansyah yang dihadiri anggota DPR RI asal Kepri Dwi Ria Latifa. (tri)
batampos.co.id – Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun membekuk dua penjambret di dua tempat, Minggu (20/5) dini hari. Dua penjambret yang dibekuk dalam waktu tak bersamaan. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban jambret, Sabtu (19/6) pukul 21.30 WIB.
Pertama yang dibekuk adalah Rizki Leo Saputra di jalan sekitar pekuburan warga Tionghoa Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Kepada polisi, Rizki mengaku telah menjambret ponsel milik korbannya Riska Apriyana saat korban sedang menunggu saudaranya di depan pintu ATM yang lagi mengambil uang di ATM dekat salah satu mini market di Teluk Air Karimun, pada hari Sabtu (19/5) malam.
”Pengakuan tersangka Rizki, ia tak sendirian saat menjambret korbannya. Rizki ditemani satu rekannya bernama Rody. Dari pengakuan Rizki inilah kami melakukan pengembangan dan kami dapat informasi kalau Rody sedang berada di sekitar kawasan Pantai Pongkar Tebing,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Minggu (20/5).
Dari informasi tersebut, lanjutnya, tim Opsnal langsung bergerak mengejar tersangka Rody. Pada hari Minggu (20/5) sekitar pukul 13.30 kemarin siang, tersangka Rody ini diketahui tim Opsnal sedang brada di Jelatung Tebing. Setelah dirasa tepat, Rody langsung dibekuk tanpa perlawanan.
”Rody mengakui semua perbuatannya yang dilakukannya bersama tersangka Rizki, yakni menjambret korbannya, Riska di ATM depan mini market di Teluk Air Karimun,” terangnya.
Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti berupa ponsel milik korban dan sepeda motor tersangka sudah diamankan. Lulik mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati bila berada di tempat sepi. (san)