Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12260

Seminggu sebelum Lebaran THR Wajib Dibayar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sakyakirti menegaskan tunjangan hari raya (THR) harus dibayarkan minimal seminggu jelang lebaran. Jika tidak, ada sanksi sesuai peraturan menteri (Permen) yakni denda 5 persen dari gaji karyawan.

“Wajib dibayar seminggu jelang lebaran. Kalau sesuai Permen ada denda jika telat bayar,” terang Rudi kepada Batam Pos.

Menurut dia, setiap perusahaan wajib membayar THR seluruh karyawannya. Baik itu karyawan lama ataupun karyawan baru. Jika karyawan yang baru kerja hitungan bulan, maka ada perhitungannya. Misalnya, karyawan yang baru kerja tujuh bulan , maka dihitung 7/12 kali gaji karyawan tersebut.

“Seluruh karyawan wajib menerima THR, meski baru. Sudah ada perhitunganya,” tegas Rudi.

Disinggung mengenai adakah perusahaan yang pernah melanggar, Rudi belum dapat laporan. Bahkan ia memastikan, hampir seluruh perusahaan di Batam membayar THR karyawan tepat waktu.

“Jika memang ada, itu tugas pengawas yang menindaklanjuti. Pengawasan ada di Propinsi,” imbuh Rudi.

Meski begitu, ia berharap kedepannya tak ada permasalahan THR karyawan.
“Mudah-mudahan tak ada,’ ujarnya. (she)

Anggaran 8 OPD Dipotong

0
ilustrasi

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menemukan data terbaru soal tunda bayar Pemko Batam pada rekanan. Ironisnya, dana sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipotong untuk menyelesaikan kewajiban utang tersebut. Tak tanggung-tanggung, program prioritas seperti kesehatan dan pendidikan kena imbas menyelesaikan utang di tahun 2017 tersebut.

“Ada delapan anggaran mitra komisi IV yang dipotong. Totalnya sekitar Rp 41 miliar. Yang kami pertanyakan, pemotongan tersebut tanpa sepengatahuan DPRD Kota Batam,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, Senin (21/5).

Pemotongan atau rasionalisasi anggaran diketahui setelah Komisi IV melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait serapan anggaran bersama mitranya. Disanalah diketahui, anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan di APBD murni 2018 berubah, sehingga mempengaruhi plafon anggaran. Setelah ditanya, setiap OPD beralasan anggaran mereka telah dipotong.

“Artinya, temuan LKPJ 2017 berimbas pada anggaran APBD 2018. Jawabannya sama, untuk membayar tunda bayar,” sebut Udin.

Rasionalisasi anggaran terbesar ada di dinas kesehatan yakni sebesar Rp 20,8 miliar.

  • Dinas Kesehatan yang di APBD murni 2018 dianggarkan Rp 149 miliar berubah menjadi Rp 128,1 miliar atau terjadi selisih Rp 20,8 miliar.
  • Dinas pendidikan dari sebelumnya Rp 286,7 miliar menjadi Rp 281,6 miliar atau terjadi selisih sekitar Rp 5,09 miliar.
  • Dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat dari Rp 26,9 miliar menjadi Rp 20,6, selisih Rp 6,3 miliar.
  • Dinas pemuda dan olahraga dipotong Rp 1,1 miliar,
  • RSUD Embung Fatimah dipotong Rp 3,86 miliar.
  • Dinas tenaga kerja sekitar Rp 1,2 miliar,
  • Dinas kebudayaan dan pariwisata sebesar Rp 700 juta,
  • Dinas P3P2 dan KB Rp 2 Miliar.

“Berdasarkan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Rp 41 miliar ini di pangkas dari mitra kami,” tegas Udin.

Ia menduga, anggaran ini masih di Komisi IV, belum termasuk pemotongan di mitra komisi lain. Anehnya, kata Udin, apabila terjadi rasionalisasi anggaran seharusnya dilakukan di APBD perubahan. Bukan di tengah jalan seperti saat ini.

“Kalau ini jelas menyalahi aturan dan fatal akibatnya. Apalagi waktu pembahasan anggaran 2018 tidak ada dikatakan membayar tunda bayar,” sesalnya. Tunda bayar ini juga tidak pernah disampaikan pada saat pembahasan APBD murni tengah tahun lalu.

“Katanya dari Bapelitbangda ada memberikan surat ke pimpinan DPRD, tetapi pimpinan tidak ada memberikan jawaban. Makanya untuk menyelesaikan utang tersebut, saya duga anggaran setiap OPD lah yang dipotong,” sesal Udin. (rng)

Warga Nantikan Peresmian Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang

0
Pengendara melintas di Rusun Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (5/1). Tinggal dirusun itu murah dan nyaman. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun sewah (Rusunawa) yang dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang sudah berdiri tegak. Dua bangunan twin blok tahap awal telah rampung dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) sejak akhir tahun 2017 lalu. Namun demikian bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat sebab belum diserahterimakan ke BP Batam.

Proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyediakan rumah sewah murah kepada pekerja itu sudah sepenuhnya rampung. Akseris bangunan semua sudah terpasang dengan baik. Bangunan juga sudah dipercantik dengan dominasi cat warna abu-abu. Logo BP Batam juga terpajang pada beberap sudut bangunan tersebut. Bagian dalam gedung yang merupakan rumah hunian bagi juga sudah tertata dengan baik. Pembangunan sudah benar-benar rampung.

“Bangunan sudah selesai semua, tinggal akses jalan masuk dan taman di halaman saja yang belum,” ujar Perus, seorang pekerja di lokasi rusunawa tersebut, kemarin.

Informasi yang diterima Batam Pos di lapangan, rusunawa tersebut rencananya akan dibangun empat blok twin. Satu blok twin terdiri dari dua bangunan berhadapan berlantai empat. Namun pembangunan dilakukan secara bertahap maka tahap awal baru dibangun dua twin blok yang sudah berdiri tegak itu.

“Yang kami kerjakan hanya dua twin blok ini. Dua lainnya belum tahu lagi. Mungkin beda kontraktornya,” kata Perus lagi.

Rampungnya pembangunan dua twin rusunawa itu disambut baik masyarakat sekitar. Sejak awal tahun lalu tidak sedikit warga yang mencari informasi untuk bisa menempati rusunawa tersebut.

“Banyak yang nanya selama ini, tapi belum bisa karena belum ada serah terima. Itu wewenang BP Batam,” ujar Simon, pekerja lainnya.

Masyarakat berharap agar pihak BP Batam secepatnya meresmikan Rusunawa tersebut agar segera ditempati oleh masyarakat ekonomi menengah kebawa yang ada di sana.

“Kalau boleh ya jangan mahal-mahal sewanya nanti. Namanya sewah murah ya harus benar-benar murah dan tidak salah sasaran,” harap Hartono, warga Kampung Cunting yang lokasinya tak jauh dari pembangunan Rusunawa tersebut. (eja)

Batu Tumpuk Tiga Ikon Anambas

0
Batu tumpuk tiga terlihat dari Jembatan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut akan menjadi ikon Kabupaten Kepulauan Anambas. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melanjutkan pembangunan sekitar batu tumpuk tiga di ujung Jalan Semen Panjang, Tarempa yang saat ini bernama Jalan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut nantinya menjadi salah satu ikon Pariwisata Anambas.

Kepala Bidang Ekonomi Sosial Budaya Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Kustiorini menjelaskan, untuk pembangunan lanjutan tahun ini dibangun jalan pelantar menuju bangunan baru berbentuk bintang yang sudah dibangun sebelumnya di bawah batu tumpuk tiga.

“Sekarang ini belum ada akses jalan menuju bangunan itu, karena tahun lalu belum dibangun,” ungkapnya, Senin (21/5).

Jika jalan tersebut sudah dibangun, maka warga Tarempa dapat menikmati pemandangan laut maupun sunset melalui bangunan itu. Bukan hanya jalan yang akan dibangun di sekitar batu tumpuk tiga. Di sisi bagian atas batu tumpuk tiga tersebut akan dibangun gazebo atau semacam rumah-rumahan kecil untuk tempat bersantai atau beristirahat bagi masyarakat pengunjung.

Pantauan di lapangan, saat ini ada pelantar kayu yang menghubungkan ke bangunan itu. Tapi pelantar kayu itu bukan merupakan jalan sesungguhnya. Tapi merupakan pelantar untuk pekerja melakukan aktivitas pembangunan saat itu.

Setelah selesai, pelantar tersebut tidak dibongkar. Saat ini kondisinya sudah rapuh. Jadi, sangat rawan jika digunakan. Karena belum dibangun akses jalan menuju bangunan berbentuk bintang ini, maka jarang sekali warga datang ke lokasi sekadar untuk bersantai.(sya)

Sering Mati, Daya Mesin Air Mancur Ditingkatkan

0
Dua oarng pengendara sepeda motor melintas di Bundara Madani Batamcenter, senin (21/5). di tugu Madani terpasang air mancur namun sayang air mancur tersebut sekarang tidak hidup lagi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam akan menambah daya mesin air mancur di Simpang Madani, Batamcenter. Kegiatan ini dilakukan agar air mancur tetap beroperasi tanpa terbatas pembagian waktu.

“Harus tambah daya, supaya hidup terus,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkimtan Batam Irwan Saputra, Senin (21/5).

Ia menilai, kini mesin tersebut berdaya rendah maka tidak heran kadang mati. Menurutnya, jika dipaksakan mesin tidak akan mampu dan bisa rusak. “Lupa saya dayanya berapa, tapi memang kecil,” ucap nya.

Kini pihaknya sedang berkoordinasi dengan konsultan terkait rencana ini. Soal anggaran, Irwan mengaku tidak hafal. Namun penganggaran ini diambil dari biaya pemeliharaan rutin dan penambahan daya sedang diajukan ke PLN Batam.

“Rencananya tahun ini, air mancur akan hidup terus (tanpa pembagian waktu),” ungkapnya.

Ia mengaku, selama ini kekurangan daya adalah kendala utama operasionalisasi mein air mancur tersebut. “Makanya kami atur, pagi, siang dan sore. Mau hidupin terus, tak kuat,” katanya,

Seorang warga bengkong, Haryati mengatakan, seharusnya air mancur tersebut memang harus adi perhatian. Karena selain simpang tersebut adalah ikon, air mancur juga menambah daya tarik estetika kota.

“Padahal dulu hidup, ini kenapa mati. Di situ kan ramai, orang kalau pulang kerja tenag loh kalau lihat air,” kata dia. (iza)

Bekas Tambang Pasir Kembali Memakan Korban

0
Seorang warga saat melihat empang bekas galian pasir di kampung jabi Nongsa, Senin (21/5). Lubang bekas galian pasir yang tidak timbun kembali bisa mengakibatkan kecelakaan hingga merengut korban jiwa. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kolam bekas tambang pasir kembali memakan korban. Kali ini, Akbar Ibrahim, 11 menjadi korban setelah bermain-main di kolam bekas galian pasir di Rt 002, RW 004 Kampung Jabi, Jumat (18/5)

“Sejak saya jadi Kapolsek, ini kedua kalinya,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Senin (21/5).

Ia mengatakan kejadian pertama itu September 2017, dua orang anak meninggal akibat bekas galian pasir di Teluk Mergung, Nongsa.

“Sekarang terjadi lagi,” ucapnya.

Albert cukup menyesalkan kejadian ini kembali terulang. Seharusnya, kata Albert orangtua lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Ia berharap kejadian Jumat (18/5) lalu, tidak terulang lagi ke depannya.

“Saya minta orang tua jaga anak-anaknya, jangan biarkan mereka bermain tanpa ada pengawasan,” tuturnya

Albert menerangkan kronologis kejadian bermula saat Akbar dan Aldi bermain di kolam bekas galian pasir yang sudah lama tak beroperasi. Kedua anak itu main perahu-perahuan dengan menggunakan gabus. Lalu mendayungnya hingga ke tengah kolam.

“Saat di tengah, ada yang menggoyang-goyangkan gabus tersebut. Akibatnya Akbar jatuh. Tapi anak ini tidak bisa berenang,” tuturnya.

Rekan Akbar, ternyata tak bisa berenang juga. Hanya bisa berteriak minta tolong. Naas, saat warga mendatangi tempat kejadian, korban sudah tak terlihat lagi di permungkaan air. “Kejadian itu pukul 14.00, korban baru ditemukan pukul 17.00 dengan bantuan penyelam lokal,” ungkapnya.

Salah seorang warga Batubesar, Sigit menuturkan bahwa dirinya mendengar kejadian itu. “Ini bukan kali pertama, sebelum-sebelum sudah beberapa kali anak tenggalam di bekas galian pasir itu,” ucapnya.

Pria kelahiran 29 tahun yang lalu itu, mengatakan di daerah Nongsa banyak bekas galian pasir yang jadi kolam. Namun mirisnya, kolam bekas galian pasir cukup mudah dimasuki siapa saja, termasuk oleh anak kecil sekalipun.

“Harusnya pemilik lahan bekas galian pasirnya, memagari kolam itu. Sehingga siapapun tak bisa masuk ke sana. Agar tak ada korban lagi,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memetik pelajaran dari kejadian ini. Agar segera menimbun kolam-kolam bekas galian pasir tersebut.

“Kalau pemerintah tak bisa, yah mungkin meminta orang yang telah merusak lingkungan itu menimbun bekas galian pasir itu,” tuturnya

Dari pantauan Batam Pos di daerah Nongsa, tak terhitung jumlah kolam bekas galian pasir. Ketinggian air di kolam bekas galian pasir tersebut bervariasi, dari 0 hingga 5 meter.
Beberapa tempat kolam galian pasir memiliki air yang yang bening, lalu ditunjang dengan pemandangan yang indah. Sehingga tentunya menarik minat siapapun untuk berenang atau sekedar bermain-main di bekas kolam tersebut. (ska)

“Saya butuh makan Pak …”

0
Sejumlah anggota Sabhara Polresta Barelang melakukan patroli pengamanan di Wilayah Polsek Nongsa dan sekitar, Senin (21/5). . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Nongsa mengamankan komplotan pencuri kotak infak, Kamis (17/5) lalu. Dari hasil pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian, M, Ze dan Ls tak hanya sekali saja melakukan pencurian kotak infak. Dari temuan jajaran reskrim Polsek Nongsa, ada sebanyak lima TKP (tempat kejadian perkara) pencurian kotak infak, yakni di Mini Market Fintarla Punggur, Indomaret Punggur, Mini Market Agung Legenda Malaka, Aviari, dan Apotik Fanindo.

“Tak menutup kemungkinan ada tempat lainnya, karena otak pelakunya sedang dalam pengejaran kami,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Senin (21/5).

Terungkapnya komplotan pencuri kotak infak ini bermula dari laporan pengurus Masjid Baiturrahman, Kabil. Dari hasil laporan itu, polisi melakukan pengembangan dengan melihat CCTv di Mini Market Fintarla Punggur, tempat Masjid Baiturrahmah menitipkan kotak infaknya. Dari sana terlihat kawanan pencuri kotak infak tersebut.

“Cukup lama juga kami melakukan penelusuran, hingga akhirnya kami berhasil membekuk ketiganya di daerah Batuaji, Kamis lalu,” ucapnya.

Ada fakta yang cukup mengejutkan. Setiap menjalankan aksi pencurian, kawanan ini menggunakan mobil sebagai transportasi. “Tiap mereka juga memiliki peranan berbeda-beda,” tutur Albert.

Modus kawanan ini dengan berpura-pura ada keperluan di tempat yang menjadi target. Salah satu dari komplotan akan membuat sibuk penjaga toko, sementara satu orang lagi bertugas membawa kotak infak. “Satunya lagi berjaga di mobil, saat mereka mendapatkan yang diinginkan. Langsung tancap gas,” ungkap Albert.

Uang di dalam kotak Infak yang curi komplotan ini, kata Albert bervariasi, mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

“Mereka ini juga mencuri Kabel Trafo dan 1 karung beras,” ungkapnya.

Selain mengamankan tiga orang pelaku, Albert menuturkan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu kotak infak utuh, kotak infak sudah pecah, mobil toyota agya, pisau, linggis dan satu meter kabel tembaga. Ketiga orang tersebut dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP. “Ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun,” ujarnya.

Salah seorang kawanan pencuri kotak infak ini, M mengatakan terpaksa melakukan perbuatan ini.

“Saya butuh makan pak,” katanya.

Pencurian lima kotak infak itu, dilakukannya selama 4 hari saja. M mengatakan ide mencuri kotak infak ini di dapat dari kawannya bernama A (Otak Pelaku,red). “Dia mengajarkan. Setiap kali beraksi saya dapat bagian sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 900 ribu,” tuturnya. (ska)

Dua Pencuri Teralis Besi Diamankan Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji membekuk dua pelaku pencuri teralis besi yang beraksi di Perumahan Genta Dua, Sabtu (19/5). Keduanya adalah Riki dan simon. Kapolsek Batuaji Kompol Syarifuddin Dalimuthe mengatakan keduanya ditangkap oleh warga setempat saat tengah mengambil besi tua yang tersimpan dipekarangan rumah warga.

“Keduanya ini mencuri di dua lokasi tapi dalam satu perumahan,” ujar Syarifuddin, Senin (21/5).

Dia mengatakan saat beraksi dilokasi pertama, aksi dua sekawan itu berjalan mulus, namun pada saat mencuri di lokasi yang kedua, mereka tertangkap tangan oleh warga yang tengah melintas. Lantas keduanya pun diteriakin maling, warga akhirnya berkumpul dan sempat memukuli keduanya.

“Mereka beraksi saat perumahan sepi. Kondisi saat itu juga tengah hujan deras,” katanya.

Saat ini keduanya sudah diamankan di Mapolsek Batuaji beserta barang bukti dua buah teralis dan besi tua. Pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor, palu, tang dan obeng yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Keduanya dijerat pasal 363 KUHP,” ucapnya.

Sementara kedua pelaku tersebut mengakui perbuatannya. Mereka mengaku baru satu kali mencuri.

“Iya saya salah. Saya ambil teralis itu,” kata Simon sembari menunduk.

Dia mengatakan besi tua itu akan digunakan untuk keperluan pribadinya. Ia menampik jika besi itu untuk dijual.

“Mau saya gunakan untuk saya sendiri, bukan untuk dijual,” tutup sopir bimbar ini. (une)

Selama Ramadan, Pengajuan Cerai Turun

0
Ilustrasi perceraian. Foto: pixabay

batampos.co.id – Selama bulan suci Ramadan, jumlah angka pengajuan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kelas IA Batam mengalami penurunan.

Humas PA Kelas IA Batam, Ifdal mengatakan seperti tahun sebelumnya, momen Ramadan membuat gugatan yang masuk tidak sebanyak dari hari biasanya.

“Cukup signifikan juga penurunannya,” kata dia, Senin (21/5).

Ifdal menyebutkan jika hari biasa pengajuan yang masuk mencapai 200 dalam satu bulan, satu minggu puasa ini terjadi penurunan cukup drastis hingga 50 persen.

“Satu hari kami bisa terima 15- 25 berkas, namun selama satu minggu ini berkurang. Sehari paling yang masuk lima berkas,” ujar pria yang sebelumnya pernah bertugas di Pengadilan Agama Palembang ini.

Turunnya pengajuan cerai ini menurutnya karena berbagai faktor. Salah satunya faktor kebersamaan bersama keluarga yang lebih rekat saat menjalanlan ibadah puasa.

“Momen kebersamaan lebih banyak, jadi bisa menjadi obat bagi mereka yang tadi mau berpisah dan memilih membatalkan untuk mengajukan perceraian,” tambahnya.

Ifdal mengungkapkan walaupun perceraian menurun selama Ramadan, nyatanya setiap akhir tahun jumlah angka perceraian tetap saja tinggi.

“Turun iya, tapi biasanya habis lebaran membludak yang mengajukan. Jadi tidak ada pengaruhnya juga penurunan in,” ungkap pria asal Sumatera Barat ini.

Meskipun begitu, dengan adanya perubahan tahun ini yakni hadirnya mediator yang lebih berkompeten, sangat diharapkan bisa membuat mereka yang sudah mengajukan percerai bisa membatalkan gugatan cerai di pengadilan.

“Paling tidak 20 persen target kami tahun ini angka perceraian bisa ditekan. Akhir tahun lalu angka pengajuan mencapai 1.881 pasangan yang diputus bercerai, tutupnya

Sementara itu, suasana di PA memang lebih sepi dari hari biasanya. Hanya beberapa pasangan yang tengah dudul menunggu waktu persidangan.(yui)

Warga Berburu Sembako Murah

0
Warga membeli sembako murah di Tiban Indah, Sekupang, Senin (21/5). Sembako murah ini yang digelar oleh Pemko Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak tujuh ribu paket sembako murah dibagikan untuk warga tujuh kelurahan di Kecamatan Sekupang, Senin (21/5).

Warga terlihat sudah mengantri dari pagi untuk mendapatkan paketan sembako dari Pemko Batam ini. Satu paket ini dihargaoi Rp 50 ribu berisikan beras, gula dan minyak goreng.

Suhasmah, 54, mengungkapkan ini merupakan kali kedua keluarganya mendapatkan paket sembako murah di Kecamatan Sekupang.

Berbekal uang Rp 50 ribu serta kupon antrian ia dan dua tetangga lainnya sabar mengantri mendapatkan sembako. Suhasmah menuturkan bantuan ini cukup membantu kehidupan perempuan yang sehari-hari berkerja sebagai pengumpul barang bekas ini.

“Kalau bagi saya yang penghasilannya tidak menentu sangat bersyukur adanya sembako murah ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Zarefriadi mengatakan ini menghindari desakan warga sembako murah dibagikan ditiga lokasi yakni GOR Tibanindah ada 3.300 paket sembako, Kantor Kelurahan Tibanbaru sebanyak 829 paket sisanya di Kantor Kecamatan Sekupang.

Sembako murah ini merupakan program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Karena pemerintah sadar kondisi perekonomian saat ini sedang tidak baik.

“Pemerintah tidak bisa secara langsung tekan harga di pasar. Karena bukan pemerintah yang jualan. Tapi melalui sembako murah ini diharapkan dapat menjadi bentuk intervensi harga pasar,” ujarnya.(yui)