Tantri Kotak di kantor Warner Music Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (22/5). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
batampos.co.id – Banyak momen spiritual yang membuat musisi Tantri Syalindri alias Tantri Kotak memutuskan untuk berhijab.
Tanpa menjabarkan apa momen yang dimaksud, vokalis band Kotak ini merasa sudah saatnya untuk mengenakan hijab.
“Banyak momen yang akhirnya gue tarik benang merahnya, sepertinya sudah saatnya (pakai hijab). Merasa malu aja, Tuhan udah ngasih semuanya buat saya,” kata Tantri saat ditemui JawaPos.com di kantor Warner Music Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).
Perubahan besar dirasakan pelantun Masih Ada itu semenjak memakai hijab. Dia merasa lebih tenang dan nyaman dengan penampilan barunya. Sementara untuk urusan pendalaman religi, dia menilai itu adalah ranah privasi antara dirinya dengan Sang Pencipta.
“Saya lebih tenang, karena memang saya yang pengin. Merasa jadi lebih baik, kalau urusan (pendalaman) agama biar saya yang tahu dan biar Tuhan yang nilai,” jelasnya.
Tantri menyebut keputusannya memakai hijab sejak bulan lalu mendapat dukungan sangat baik dari keluarga dan sahabat. Personel Kotak mendukung penuh pilihannya, begitu juga keluarga dan suami yang selalu menghormati keputusan yang dipilih.
“Keluarga, suami saya support. Dan teman-teman Kotak juga mendukung banget. Soalnya menurut saya hijab bukan halangan untuk melakukan apapun, termasuk jadi rocker,” tutup Tantri Kotak dengan ceria.
batampos.co.id – Jelang lebaran, harga tiket pesawat melambung hingga dua kali lipat. Mahalnya tiket pesawat sering menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kepri.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan kenaikan tiket jelang hari besar seperti lebaran cukup signifikan. Untuk tujuan tertentu bahkan dijual tiga kali lipat dari harga normalnya.
“Ia kami meminta, pihak dari bandara juga turut melakukan kontrol terhadap harga tiket pesawat ini. Setiap tahun kita selalu dihadapkan dengan keluhan masyarakat soal tiket yang mahal ini,” kata dia,” Senin (21/5).
Pemerintah daerah sendiri, lanjut mantan kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil menengah (KUKM) Batam ini, memiliki jangkauan yang terbatas dan tidak bisa mengintervensi terlalu dalam mengenai penetapan tarif penjualan tiket ini.
“Namun setahu saya setiap rute itu ada ambang batasnya. Namun di lapangan tiket dijual jauh di atas harga yang ditentukan. Ini yang menjadi keluhan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh stakeholder yang membawahi permasalahan ini bisa bekerjasama untuk menekan kenaikan harga tiket tersebut.
Amsakar mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat serta evaluasi terkait harga tiket yang melambung ini.
Ia mengimbau kepada masyarakat hindari membeli tiket melalui calo dengan cara mendatangi konter resmi milik maskapai penerbangan atau agen resmi, agar harga tiket yang didapatkan tidak begitu mahal.
“Jangan pake calo, karena harganya cukup jauh dari di konter resminya,” ujar pria yang pernah memimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini.(yui)
batampos.co.id – Lima hari memasuki puasa Ramadan, harga komiditas di pasar masih tinggi, Senin (21/5). Harga komoditas sayur seperti wortel, tomat, cabai masih dijual tinggi oleh pedagang.
“Harga wortel Rp 20 ribu per kilo gram dari Rp 12 ribu, tomat Rp 13 ribu dari harga sebelumnya Rp 8 ribu sedangkan cabai setan dijual Rp 50 ribu dari harga sebelumnya Rp 47 ribu,” ujar Murni pedagang sayur di Pasar Fanindo, Batuaji.
Dia mengatakan tingginya harga komoditas tersebut disebabkan cuaca Batam yang tak menentu. Barang yang dipasok dari luar daerah Batam tersebut terhambat, sehingga menyebabkan harganya melonjak.
“Harga barang naik turun, kalau cuacanya bagus, barang bisa sedikit murah kalau cuaca seperti saat ini pasti harganya mahal,” katanya.
Sementara untuk harga sayur hijau lokal masih terpantau normal.
“Harga naik sudah biasa. Ramadan tahun lalu juga kondisinya seperti ini,” ucapnya.
Pedagang lainnya juga mengaku jika harga komoditas sayur tersebut naik. Namun demikian, daya beli masyarakat tetap tinggi, terlebih untuk cabai.
“Biar mahal tetap dibeli,” kata Farida, pedagang sayur lainnya.
Sementara tingginya harga komoditas tersebut menambahkan beban masyarakat. Warga mengaku cukup kewalahan mengatur keuangannya.
“Ramadan harus pintar-pintar mengatur uang. Belum lagi belanja buat seragam sekolah anak yang mau masuk sekolah, pusing juga,” sebut Risma, warga Batuaji.
Dia berharap pemerintah untuk bisa turun ke pasar, guna mencek harga yang kurang wajar, semisal harga daging sapi dan ayam.
Seorang warga asyik santai saat mancing mengisi waktu luang di empang taman kolam Batamcenter, senin (21/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Banyak kegiatan yang dilakukan umat muslim sembari menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya dengan memancing ikan bersama rekan.
Seperti yang terlihat Senin (21/5), di Taman Kolam samping Kantor BPJS Kesehatan Batamcenter, sejumlah pria tampak asik memancing. Meski tidak mendapatkan banyak ikan, setidaknya kegiatan itu dapat mengisi waktu jelang berbuka.
“Kadang dapat, kadang enggak. Ya hobi saja, daripada tak ada kegiatan,’ ujar Andri pedagang toko kelontong di kawasan Seipanas.
Hobi memancing itu semakin sering di praktekan di saat ramadan karena banyak waktu luang. Hampir setiap hari ia memancing, bersama rekan di dekat tempat tinggalnya.
“Mancing itu butuh ketenangan, jadi bisa melatih kesabaran kita juga,” imbuhnya.
Menurutnya, taman kolam Batamcenter merupakan tempat yang cukup nyaman untuk memancing. Apalagi ia tak perlu mengeluarkan biaya untuk bisa memancing di kolam khusus.
“Mancing itu bukan soal hasil, namun kepuasan saat menunggu umpan dimakan. Hasilnya juga kadang saya kasih orang di jalan,” ujar pria berusia 35 tahun ini.
Hal senada dikatakan Muslih, warga Piayu yang juga tiba-tiba hobi memancing di laut. Baginya, sore hari merupakan waktu yang tepat untuk memancing sembari menunggu berbuka.
“Mancing di pinggir laut, hasilnya lumayan bisa untuk sahur,” ujarnya sembari tersenyum. (she)
batampos.co.id – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sakyakirti menegaskan tunjangan hari raya (THR) harus dibayarkan minimal seminggu jelang lebaran. Jika tidak, ada sanksi sesuai peraturan menteri (Permen) yakni denda 5 persen dari gaji karyawan.
“Wajib dibayar seminggu jelang lebaran. Kalau sesuai Permen ada denda jika telat bayar,” terang Rudi kepada Batam Pos.
Menurut dia, setiap perusahaan wajib membayar THR seluruh karyawannya. Baik itu karyawan lama ataupun karyawan baru. Jika karyawan yang baru kerja hitungan bulan, maka ada perhitungannya. Misalnya, karyawan yang baru kerja tujuh bulan , maka dihitung 7/12 kali gaji karyawan tersebut.
“Seluruh karyawan wajib menerima THR, meski baru. Sudah ada perhitunganya,” tegas Rudi.
Disinggung mengenai adakah perusahaan yang pernah melanggar, Rudi belum dapat laporan. Bahkan ia memastikan, hampir seluruh perusahaan di Batam membayar THR karyawan tepat waktu.
“Jika memang ada, itu tugas pengawas yang menindaklanjuti. Pengawasan ada di Propinsi,” imbuh Rudi.
Meski begitu, ia berharap kedepannya tak ada permasalahan THR karyawan.
“Mudah-mudahan tak ada,’ ujarnya. (she)
batampos.co.id – DPRD Kota Batam menemukan data terbaru soal tunda bayar Pemko Batam pada rekanan. Ironisnya, dana sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipotong untuk menyelesaikan kewajiban utang tersebut. Tak tanggung-tanggung, program prioritas seperti kesehatan dan pendidikan kena imbas menyelesaikan utang di tahun 2017 tersebut.
“Ada delapan anggaran mitra komisi IV yang dipotong. Totalnya sekitar Rp 41 miliar. Yang kami pertanyakan, pemotongan tersebut tanpa sepengatahuan DPRD Kota Batam,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, Senin (21/5).
Pemotongan atau rasionalisasi anggaran diketahui setelah Komisi IV melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait serapan anggaran bersama mitranya. Disanalah diketahui, anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan di APBD murni 2018 berubah, sehingga mempengaruhi plafon anggaran. Setelah ditanya, setiap OPD beralasan anggaran mereka telah dipotong.
“Artinya, temuan LKPJ 2017 berimbas pada anggaran APBD 2018. Jawabannya sama, untuk membayar tunda bayar,” sebut Udin.
Rasionalisasi anggaran terbesar ada di dinas kesehatan yakni sebesar Rp 20,8 miliar.
Dinas Kesehatan yang di APBD murni 2018 dianggarkan Rp 149 miliar berubah menjadi Rp 128,1 miliar atau terjadi selisih Rp 20,8 miliar.
Dinas pendidikan dari sebelumnya Rp 286,7 miliar menjadi Rp 281,6 miliar atau terjadi selisih sekitar Rp 5,09 miliar.
Dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat dari Rp 26,9 miliar menjadi Rp 20,6, selisih Rp 6,3 miliar.
Dinas pemuda dan olahraga dipotong Rp 1,1 miliar,
RSUD Embung Fatimah dipotong Rp 3,86 miliar.
Dinas tenaga kerja sekitar Rp 1,2 miliar,
Dinas kebudayaan dan pariwisata sebesar Rp 700 juta,
Dinas P3P2 dan KB Rp 2 Miliar.
“Berdasarkan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Rp 41 miliar ini di pangkas dari mitra kami,” tegas Udin.
Ia menduga, anggaran ini masih di Komisi IV, belum termasuk pemotongan di mitra komisi lain. Anehnya, kata Udin, apabila terjadi rasionalisasi anggaran seharusnya dilakukan di APBD perubahan. Bukan di tengah jalan seperti saat ini.
“Kalau ini jelas menyalahi aturan dan fatal akibatnya. Apalagi waktu pembahasan anggaran 2018 tidak ada dikatakan membayar tunda bayar,” sesalnya. Tunda bayar ini juga tidak pernah disampaikan pada saat pembahasan APBD murni tengah tahun lalu.
“Katanya dari Bapelitbangda ada memberikan surat ke pimpinan DPRD, tetapi pimpinan tidak ada memberikan jawaban. Makanya untuk menyelesaikan utang tersebut, saya duga anggaran setiap OPD lah yang dipotong,” sesal Udin. (rng)
Pengendara melintas di Rusun Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (5/1). Tinggal dirusun itu murah dan nyaman. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Rumah susun sewah (Rusunawa) yang dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang sudah berdiri tegak. Dua bangunan twin blok tahap awal telah rampung dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) sejak akhir tahun 2017 lalu. Namun demikian bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat sebab belum diserahterimakan ke BP Batam.
Proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyediakan rumah sewah murah kepada pekerja itu sudah sepenuhnya rampung. Akseris bangunan semua sudah terpasang dengan baik. Bangunan juga sudah dipercantik dengan dominasi cat warna abu-abu. Logo BP Batam juga terpajang pada beberap sudut bangunan tersebut. Bagian dalam gedung yang merupakan rumah hunian bagi juga sudah tertata dengan baik. Pembangunan sudah benar-benar rampung.
“Bangunan sudah selesai semua, tinggal akses jalan masuk dan taman di halaman saja yang belum,” ujar Perus, seorang pekerja di lokasi rusunawa tersebut, kemarin.
Informasi yang diterima Batam Pos di lapangan, rusunawa tersebut rencananya akan dibangun empat blok twin. Satu blok twin terdiri dari dua bangunan berhadapan berlantai empat. Namun pembangunan dilakukan secara bertahap maka tahap awal baru dibangun dua twin blok yang sudah berdiri tegak itu.
“Yang kami kerjakan hanya dua twin blok ini. Dua lainnya belum tahu lagi. Mungkin beda kontraktornya,” kata Perus lagi.
Rampungnya pembangunan dua twin rusunawa itu disambut baik masyarakat sekitar. Sejak awal tahun lalu tidak sedikit warga yang mencari informasi untuk bisa menempati rusunawa tersebut.
“Banyak yang nanya selama ini, tapi belum bisa karena belum ada serah terima. Itu wewenang BP Batam,” ujar Simon, pekerja lainnya.
Masyarakat berharap agar pihak BP Batam secepatnya meresmikan Rusunawa tersebut agar segera ditempati oleh masyarakat ekonomi menengah kebawa yang ada di sana.
“Kalau boleh ya jangan mahal-mahal sewanya nanti. Namanya sewah murah ya harus benar-benar murah dan tidak salah sasaran,” harap Hartono, warga Kampung Cunting yang lokasinya tak jauh dari pembangunan Rusunawa tersebut. (eja)
Batu tumpuk tiga terlihat dari Jembatan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut akan menjadi ikon Kabupaten Kepulauan Anambas. F. Syahid/batampos.co.id
batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melanjutkan pembangunan sekitar batu tumpuk tiga di ujung Jalan Semen Panjang, Tarempa yang saat ini bernama Jalan Selayang Pandang. Objek wisata tersebut nantinya menjadi salah satu ikon Pariwisata Anambas.
Kepala Bidang Ekonomi Sosial Budaya Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Kustiorini menjelaskan, untuk pembangunan lanjutan tahun ini dibangun jalan pelantar menuju bangunan baru berbentuk bintang yang sudah dibangun sebelumnya di bawah batu tumpuk tiga.
“Sekarang ini belum ada akses jalan menuju bangunan itu, karena tahun lalu belum dibangun,” ungkapnya, Senin (21/5).
Jika jalan tersebut sudah dibangun, maka warga Tarempa dapat menikmati pemandangan laut maupun sunset melalui bangunan itu. Bukan hanya jalan yang akan dibangun di sekitar batu tumpuk tiga. Di sisi bagian atas batu tumpuk tiga tersebut akan dibangun gazebo atau semacam rumah-rumahan kecil untuk tempat bersantai atau beristirahat bagi masyarakat pengunjung.
Pantauan di lapangan, saat ini ada pelantar kayu yang menghubungkan ke bangunan itu. Tapi pelantar kayu itu bukan merupakan jalan sesungguhnya. Tapi merupakan pelantar untuk pekerja melakukan aktivitas pembangunan saat itu.
Setelah selesai, pelantar tersebut tidak dibongkar. Saat ini kondisinya sudah rapuh. Jadi, sangat rawan jika digunakan. Karena belum dibangun akses jalan menuju bangunan berbentuk bintang ini, maka jarang sekali warga datang ke lokasi sekadar untuk bersantai.(sya)
Dua oarng pengendara sepeda motor melintas di Bundara Madani Batamcenter, senin (21/5). di tugu Madani terpasang air mancur namun sayang air mancur tersebut sekarang tidak hidup lagi. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam akan menambah daya mesin air mancur di Simpang Madani, Batamcenter. Kegiatan ini dilakukan agar air mancur tetap beroperasi tanpa terbatas pembagian waktu.
“Harus tambah daya, supaya hidup terus,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkimtan Batam Irwan Saputra, Senin (21/5).
Ia menilai, kini mesin tersebut berdaya rendah maka tidak heran kadang mati. Menurutnya, jika dipaksakan mesin tidak akan mampu dan bisa rusak. “Lupa saya dayanya berapa, tapi memang kecil,” ucap nya.
Kini pihaknya sedang berkoordinasi dengan konsultan terkait rencana ini. Soal anggaran, Irwan mengaku tidak hafal. Namun penganggaran ini diambil dari biaya pemeliharaan rutin dan penambahan daya sedang diajukan ke PLN Batam.
“Rencananya tahun ini, air mancur akan hidup terus (tanpa pembagian waktu),” ungkapnya.
Ia mengaku, selama ini kekurangan daya adalah kendala utama operasionalisasi mein air mancur tersebut. “Makanya kami atur, pagi, siang dan sore. Mau hidupin terus, tak kuat,” katanya,
Seorang warga bengkong, Haryati mengatakan, seharusnya air mancur tersebut memang harus adi perhatian. Karena selain simpang tersebut adalah ikon, air mancur juga menambah daya tarik estetika kota.
“Padahal dulu hidup, ini kenapa mati. Di situ kan ramai, orang kalau pulang kerja tenag loh kalau lihat air,” kata dia. (iza)
Seorang warga saat melihat empang bekas galian pasir di kampung jabi Nongsa, Senin (21/5). Lubang bekas galian pasir yang tidak timbun kembali bisa mengakibatkan kecelakaan hingga merengut korban jiwa. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kolam bekas tambang pasir kembali memakan korban. Kali ini, Akbar Ibrahim, 11 menjadi korban setelah bermain-main di kolam bekas galian pasir di Rt 002, RW 004 Kampung Jabi, Jumat (18/5)
“Sejak saya jadi Kapolsek, ini kedua kalinya,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Senin (21/5).
Ia mengatakan kejadian pertama itu September 2017, dua orang anak meninggal akibat bekas galian pasir di Teluk Mergung, Nongsa.
“Sekarang terjadi lagi,” ucapnya.
Albert cukup menyesalkan kejadian ini kembali terulang. Seharusnya, kata Albert orangtua lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Ia berharap kejadian Jumat (18/5) lalu, tidak terulang lagi ke depannya.
“Saya minta orang tua jaga anak-anaknya, jangan biarkan mereka bermain tanpa ada pengawasan,” tuturnya
Albert menerangkan kronologis kejadian bermula saat Akbar dan Aldi bermain di kolam bekas galian pasir yang sudah lama tak beroperasi. Kedua anak itu main perahu-perahuan dengan menggunakan gabus. Lalu mendayungnya hingga ke tengah kolam.
“Saat di tengah, ada yang menggoyang-goyangkan gabus tersebut. Akibatnya Akbar jatuh. Tapi anak ini tidak bisa berenang,” tuturnya.
Rekan Akbar, ternyata tak bisa berenang juga. Hanya bisa berteriak minta tolong. Naas, saat warga mendatangi tempat kejadian, korban sudah tak terlihat lagi di permungkaan air. “Kejadian itu pukul 14.00, korban baru ditemukan pukul 17.00 dengan bantuan penyelam lokal,” ungkapnya.
Salah seorang warga Batubesar, Sigit menuturkan bahwa dirinya mendengar kejadian itu. “Ini bukan kali pertama, sebelum-sebelum sudah beberapa kali anak tenggalam di bekas galian pasir itu,” ucapnya.
Pria kelahiran 29 tahun yang lalu itu, mengatakan di daerah Nongsa banyak bekas galian pasir yang jadi kolam. Namun mirisnya, kolam bekas galian pasir cukup mudah dimasuki siapa saja, termasuk oleh anak kecil sekalipun.
“Harusnya pemilik lahan bekas galian pasirnya, memagari kolam itu. Sehingga siapapun tak bisa masuk ke sana. Agar tak ada korban lagi,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memetik pelajaran dari kejadian ini. Agar segera menimbun kolam-kolam bekas galian pasir tersebut.
“Kalau pemerintah tak bisa, yah mungkin meminta orang yang telah merusak lingkungan itu menimbun bekas galian pasir itu,” tuturnya
Dari pantauan Batam Pos di daerah Nongsa, tak terhitung jumlah kolam bekas galian pasir. Ketinggian air di kolam bekas galian pasir tersebut bervariasi, dari 0 hingga 5 meter.
Beberapa tempat kolam galian pasir memiliki air yang yang bening, lalu ditunjang dengan pemandangan yang indah. Sehingga tentunya menarik minat siapapun untuk berenang atau sekedar bermain-main di bekas kolam tersebut. (ska)