batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar belum mengamankan pelaku penganiayaan terhadap seorang warga Griya Pelita Mas, Johan Prayitno, 41, Rabu (14/3) lalu. Hingga Kamis (15/3/2018), jajaran Unit Reskrim Polsek Batuampar masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Kapolsek Batuampar Kompol Arya Tesa Brahmana menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus penganiayaan itu. Sebab, akibat dari penganiayaan itu, pengemudi ojek ini mengalami luka di bagian kening kanannya serta luka di lengan tangan kanan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini anggota reskrim kita sudah disebar ke lapangan untuk mengejar pelaku penganiayaan ini,” kata Arya.
Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, polisi juga masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap beberapa orang saksi di lokasi kejadian, termasuk rekan-rekan Johan yang saat itu masih bersamanya. Selain itu, pihaknya juga memeriksa seorang warga yang melerai kejadian ini.
“Warga ini yang meleraikan pertikaian pertama, sewaktu di halte. Pelaku saat itu, mau mengambil sesuatu dari dalam bagasi motornya. Tapi langsung dihalangi oleh warga ini,” beber Arya.
Sementara terkait penyebab terjadinya penganiayaan ini, Arya belum bisa menjelaskannya lebih dalam lagi. Sebab, sejauh ini pihaknya baru menerima keterangan dari Johan dan beberapa orang saksi.
“Untuk kepastiannya, kita juga butuh keterangan dari pelaku. Sementara pelaku belum diamankan. Nanti kalau sudah diamankan, baru kita sinkronkan keterangannya dengan keterangan korban,” imbuhnya.
Seperti diketahui, penganiayaan ini bermula dari Johan Prayitno, 41, sedang duduk di halte kawasan Harbourbay. Saat dduduk itu, tiba-tiba pelaku mendatanginya dan duduk di sebelahnya. Tidak berapa lama kemudian, pelaku meminta kepada Johan untuk tidak mangkal di kawasan Harbourbay.
Johan pun menolak hingga terjadi perdebatan antara keduanya. Pelaku yang emosi, berusaha mengambil sesuatu dari dalam bagasi motor yang dibawanya. Johan mengaku tidak tau apa isi dari bagasi pelaku. Pertikaian ini pun akhirnya mereda setelah seorang warga yang berada di lokasi kejadian melerainya dan pelaku pergi meninggalkan korban.
Setelah pelaku pergi meninggalkannya dan sepeda motornya, selanjutnya Johan menghubungi teman-temannya yang lain dengan maksud untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik dengan pelaku. Selanjutnya, Johan pun mencari dan mendatangi pelaku seorang diri. Namun saat jumpa dengan pelaku, Johan langsung dipukul dengan rantai sepeda motor hingga mengalami luka. (gie)
Kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan dokumen juga diamankan dalam operasi di Pasar Tibancenter Sekupang, Kamis (15/3). | Yulitavia/Batam Pos
batampos.co.id – Tim gabungan dari Samsat, Satlantas Polresta Barelang dan Polisi Milter (PM) mengamankan ratusan kendaraan dalam operasi yang digelar di Tibancenter, Kamis (15/3).
Kendaraan yang diamankan hampir 80 persen belum membayar pajak serta tidak memiliki kelengkapan dokumen seperti SIM hingga STNK.
“Kurang lebih 100 kendaraan yang pajaknya mati, dan kami langsung minta bayar di tempat,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Batam, Teddymar usai operasi pajak kendaraan bermotor di Pasar Tibancenter.
Menurutnya hingga saat ini presentase pembayaran pajak kendaraan masih rendah. Untuk itu pemerintah berupaya melakukan peningkatan melalui operasi seperti ini.
“Operasi tahun ini ada 12 kali yang akan digelar di Kota Batam. Sebelumnya sudah ada di Edukits Batamcenter juga,” sebutnya.
Ia menjelaskan dalam waktu kurang lebih dua jam pihaknya berhasil mengantongi Rp 27 juta dari pembayaran pajak 36 kendaraan yang didominasi roda dua.
Operasi pajak kali ini berhasil menjaring 28 kendaraan roda dua dan 40 roda empat dan empat jenis kendaraan lainnya. Sedangkan yang tidak memiliki kelengkapan dokumen lamgsung dibawa ke Polresta Barelang untuk diproses.
Selain pembayaran pajak kendaraan, pihakhya juga memberikan layanan balik nama kepada pemilik kendaraan. Penambahan layanan ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin memperbaharui dokumen kendaraan mereka.
“Jadi tidak saja layanan pajak. Paket lengkaplah,” imbuh Teddy.
Sementara itu, Kanit Turjawali, Polresta Barelang Ipda Fredyanto mengatakan ini merupakan operasi lanjutan dari yang sebelumnya. Tidak saja pajak, kendaraan yang dokumennya tidak lengkap juga diamankan.
“Ada puluhan kendaraan yang tak lengkap dan harus dibawa ke kantor. Nanti pengendara silakan mengurus di Polres saja,” sebutnya. (yui)
batampos.co.id – Minat olahraga menembak di Tanjungpinang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan ketersediaan lapangan terbuka dan prestasi yang berulang kali ditorehkan.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap semarak olahraga ini semakin merebak. Sekretaris Daerah, Riono juga menandai sejumlah kompetisi menembak juga sudah berulang kali terlaksana.
Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat ini akan ada kejuaraan terbuka yang dilaksanakan Batalyon Marinir Pertahanan Lantamal (Yonmarhanlan) IV Tanjungpinang pada 22-24 April mendatang. “Makanya, Pemko berharap antusiasme warga semakin tinggi untuk menekuni olahraga menembak ini,” ungkapnya, Kamis (15/3).
Menurut Riono, ketersediaan ruang berlatih di Lapangan Tembak Ciku bisa menjadi fasilitas peningkatan minat dan prestasi olahraga menembak. Beragam komunitas juga, diakuinya, sering berlatih di tempat ini. Agar tidak kalah, dalam waktu dekat ini, Riono menyebutkan, Pemko Tanjungpinang juga akan membentuk komunitas Pemko Shooting Club.
“Biar lebih semarak, kami mengajak kepada klub-klub menembak untuk duduk bersama dan membicarakan pembentukan pengurus cabang di Tanjungpinang,” ujarnya.
Komandan Yonmarhanlan IV, Mayor Marinir Yudho Herdyanto siap memfasilitasi keinginan menyemarakkan olahraga menembak di Tanjungpinang. Keberadaan Lapangan Tembak Ciku yang di bawah pengelolaan pihaknya sedianya memang dibuka untuk menumbuhkan minat terhadap olahraga menembak. “Kami siap mendukung dan memfasilitasi,” tegasnya.
Dukungan paling nyata yang sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun, sambung Mayor Yudho, adalah dengan rutinnya Yonmarhanlan IV menggelar kejuaraan menembak. Pada tahun ini, kegiatan semacam itu kembali digelar dalam tajuk Kepri/Marines Open Shooting Championship V Tahun 2018 yang akan memperebutkan sejumlah hadiah.
“Itu wadah penyaluran bagi para penghobi menembak di Tanjungpinang. Makanya, rutin diselenggarakan tiap tahun,” pungkasnya.(aya)
Seorang pembuat ogoh-ogoh saat menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh di Pura Agung Amerta Bhuana Sei Ladi Baloi, Kamis (15/3). Ogoh-ogoh ini akan diarak keliling menjelang Hari Raya Nyepi. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Sehari jelang perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu Batam akan menggelar ritual Tawur Kasanga yang akan dilanjutkan dengan parade Ogoh-Ogoh pada hari ini, Jumat (16/3). Berpusat di Pura Agung Amerta Bhuana, Tiban, kegiatan ini akan dimulai sekitar dari pukul 17.00 WIB.
“Tahun ini merupakan kegiatan yang keempat kami laksanakan. Ada sekitar 1.500 an umat Hindu yang akan mengikuti rangkaian prosesi jelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (17/3) nanti,” kata Ketua Parisade Kota Batam, Made Karmawan, Kamis (15/3).
Dalam tradisinya, Tawur Kesangan akan diawali dengan Melasti. Yaitu upacara penyucian diri menyambut Hari Raya Nyepi.
“Di Batam, sudah digelar Minggu (11/3) lalu,” sebutnya.
Selanjutnya, dilakukan Tawur Kesanga yang dimaksud sebagai pengedalian atas sifat-sifat buruk dengan cara mempersembahkan berbagai sajian ke alam semesta. Hari Tawur Kesanga adalah hari terakhir umat Hindu untuk beraktivitas dan menggelar keramaian.
“Karena di hari Nyepi segala aktivitas dihentikan mulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB di hari berikutnya,” papar Made.
Usai upacara Tawur Kesanga, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan Ogoh-Ogoh yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan.
“Ogoh-ogoh diarak menjelang malam sebelum hari Nyepi untuk melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta,” terangnya.
Untuk rute arak-arakan, sambung Made, dimulai dari Pura Agung Amerta Bhuana menuju simpang lampu merah Batu Batam (dekat UIB) dan kembali ke Pura. Menariknya, dalam pelaksanaan kegiatan ritual sehari jelang Nyepi di tahun ini, pihaknya menambah kegiatan pentas seni budaya guna lebih memperkenalkan kesenian Bali di Batam.
Rangkaian prosesi tersebut diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Dan untuk kali ini juga, pihaknya mengajak seluruh pimpinan daerah baik di tingkat provinsi maupun kota agar bisa mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.
“Tak lupa, kegiatan ini ikut didukung persaudaraan lintas agama (Pelita) Kepri,” ungkap Made. (nji)
batampos.co.id – Menteri Luhut ke Batam, Kamis (15/3/2018) untuk meninjau persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dicanangkan Presiden di Batam. Luhut menyebut, nantinya akan ada lima area KEK di Batam.
“Ada lima kawasan yang akan disiapkan di Batam. Segera. Contohnya Kabil,” ujar Luhut, kemarin.
Sayangnya, Luhut tidak merinci di mana saja lima lokasi KEK Batam itu, selain Kabil. Ia hanya menyebut, hingga saat ini baru Kabil yang menyandang predikat sebagai lokasi KEK yang layak.
“Presiden juga sudah mau menetapkannya. Jadi tidak ada masalah, saya berharap dalam satu atau dua bulan ini sudah selesai. Untuk lokasi lainnya kita lihat nanti,” jelasnya.
Luhut meyakini KEK nanti akan mendatangkan investasi banyak ke Batam. “Kalau KEK maka investasi orang ke Indonesia akan jelas di Batam,” harapnya.
Sedangkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun melihat ruang lingkup KEK yang lebih luas mencakup seluruh Kepri.
“Lima lokasi kami tawarkan dulu, di mana daerah yang ada investasinya memerlukan pelayanan yang baik. Supaya ada investornya. Kalau tidak nanti malu jika sudah ditetapkan menjadi KEK tapi tak ada investornya,” katanya.
Nurdin akan mengajukan sejumlah daerah seperti Galang, Batam, Rempang Galang, Tanjungsauh, Pulau Asam. “Kami akan ajukan lokasi yang punya potensi karena tidak mau nanti menjadi pertanyaan karena ada KEK yang tak berkembang,” katanya.
Menko Kemaritiman Luhut panjaitan didampingi Presiden Diredtur Citratubindo Kris Wliuan memberikan pengarahan saat kunjungan ke Digital Park Nongsa, Kamis (15/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Pengusaha Keluhkan UMK
Dalam kunjungannya ke Batam, kemarin, Menteri Luhut Panjaitan juga menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah pengusaha Turi Beacr Resort, Batam. Kepada Luhut, para pengusaha mengeluhkan sejumlah persoalan yang dinilai menghambat dunia usaha di Batam.
“Pak Luhut meminta masukan dari kami mengenai apa yang menjadi kendala di Batam. Ini merupakan benang kusut yang harus segea diurai karena pemerintah kan ingin menjadikan Batam sebagai kota yang wah,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri Cahya, Kamis (15/3).
Di antara poin penting yang disampaikan adalah soal Upah Minimum Kerja (UMK). Menurut dia, UMK Batam sudah terlalu tinggi. Apalagi Umpah Minimum Sektoral (UMS) yang nilainya di atas UMK. Ia meminta pemerintah membuat regulasi yang tegas dalam penetapan upah buruh.
“Kalau tak diatur lebih jelas lagi nanti Batam bisa tak kompetitif lagi,” katanya.
Ia memprediksi, dalam empat tahun lagi UMK Batam akan bertengger di angka Rp 5 juta. Tentu saja prediksi tersebut sudah melibatkan perhitungan mengenai kondisi ekonomi dan juga tingkat inflasi yang terjadi di Batam. “Kita sudah lebih tinggi dari Malaysia dan jauh lebih tinggi dari Myanmar dan Kamboja yang masih berada di angka Rp 2 juta,” jelasnya.
Persoalan berikutnya yang menjadi catatan penting adalah mengenai impor beras. Cahya melihat persoalan tingginya harga bahan kebutuhan pokok di Batam bisa diselesaikan lewat pembukaan keran impor beras ke Batam.
“Berikan saja kuota impor beras ke BP Batam atau Pemko Batam tapi pemerintah pusat tetap mengawasi,” ujarnya.
Pengusaha juga membahas keberadaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 229/2017. PMK ini dianggap belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pengusaha. “Di lapangan tak bisa jalan. Dan belum ada yang menikmatinya termasuk Batamindo. Prosedurnya ruwet sekali,” jelasnya.
Senada dengan Cahya, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung melihat realisasi dari penerapan kebijakan FTA ini belum dirasakan sama sekali oleh kalangan pengusaha terutama pengusaha kawasan industri di Batam.
“Syaratnya terlalu rumit,” katanya.
Contoh persyaratan yang menyulitkan adalah kewajiban perusahaan untuk memiliki IT Inventory yang bisa dikoneksikan dengan sistem online Bea Cukai. Tujuannya adalah agar Bea Cukai bisa memonitor pergerakan barang keluar dan masuk dari kawasan industri yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk tersebut.
Menurut Ayung, biaya untuk membangun IT Inventory cukup besar. Lagipula pemerintah belum menetapkan standar yang jelas mengenai IT Inventory ini. Dan belum ada peraturan teknis yang mengaturnya.
Selain IT Inventory yang menjadi syarat mutlak, persyaratan lainnya adalah mengenai penyampaian konversi bahan baku menjadi barang jadi serta blueprint proses produksi juga disebut terlalu memberatkan.
Ayung mengatakan ketentuan ini lebih baik dihilangkan saja karena memberatkan pengusaha untuk mendapatkan fasilitas FTA ini. ”Jika syaratnya sederhana dan ramah investasi, saya yakin ini akan jadi daya tarik sendiri untuk Batam,” imbuhnya.
Persoalan terakhir adalah permasalahan logistik. Biaya logistik dari Batam menuju Jakarta dibandrol lebih kurang Rp 14 juta untuk kontainer 40 feet. Dengan ukuran yang sama, biaya logistik dari Singapura menuju Jakarta hanya Rp 10 juta.
Pengusaha shipyard juga menyampaikan keluhannya. Ketua Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) Batam Sarwo Edi Wibowo mengatakan persoalan utama yang menghambat tumbuh kembangnya shipyard adalah mahalnya tarif labuh tambat yang ada di Batam.
Tarif labuh tambat ini masih menggunakan dasar dari Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam 17/2016 tentang jenis layanan dan tarif pada pelabuhan di Batam. Nah Perka ini juga mengacu dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 148/2016.
“Kami masih menunggu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera merevisi PMK tersebut. Kami sangat berharap secepatnya,” katanya.
Pembahasan mengenai revisi Perka 17 memang sudah dilakukan berulang kali dengan BP Batam dan pengusaha. Mereka juga sudah sepakat dalam revisi nanti bahwa biaya labuh tambat di terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) dan terminal khusus (tersus) ditiadakan.
“Kebijakan tersebut sudah cukup membantu untuk mengundang kapal asing untuk melakukan perbaikan di Batam. Kami masih menunggu implementasinya sesegera mungkin,” paparnya. (leo)
batampos.co.id – Mayat Ns yang menceburkan diri di Dam ATB Mukakuning, Rabu (14/2) lalu akhirnya ditemukan Tim Badan Sars Nasional (Basarnas) dan Polisi Air Polresta Barelang, Jumat (16/3) sekitar pukul 07.00 wib. Setelah melakukan pencarian selama satu hari mayat tersebut sudah ditemukan dalam keadaan membengkak.
“Tadi pagi baru ditemukan. Lokasinya masih diarea Dam tempat dia tenggelam,” ujar Kapolsek Seibeduk AKP Sutrisno Saragih, kemarin.
Dia mengatakan setelah ditemukan, mayat langsung diangkut menggunakan ambulance menuju Rumah Sakit Bayangkara, Polda untuk dilakukan outopsi. Proses evakuasi pun cukup cepat. “PT ATB suruh bawa cepat-cepat. Soalnya di lokasi itu merupakan objek vital,” katanya.
Sebelumnya, Ns yang merupakan pelaku curanmor tersebut mencebur diri bersama temannya Khaerul Ali alias Roger karena dikejar oleh Satpam ATB.
Niat untuk menghindari Satpam ternyata membawa dia pada kematian. Khaerul Ali bisa diselamatkan, sementara Ns tenggelam dan mayatnya baru ditemukan hari ini (kemarin, red) setelah menghilang selama satu hari penuh. (une)
batampos.co.id – Angkutan kota Bintang Kembar alias Bimbar trayek Tanjunguncang – Jodoh terguling di ruas jalan tak jauh dari jalan layang Balo, Lubukbaja, Jumat (16/3/2018), pagi.
Diduga jalan licin jadi pemicu tergulingnya mobil.
Supir hilang kendaki akibat jalan licin. Kecelakaan tidak makan korban jiwa. (ali)
Nongsa Point Marina di Nongsa Batam, Jadi tempat favorit Yacht berlabuh sambil berwisata. foto: tripadvisor.com
batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas akan menyambangi Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan untuk melakukan koordinasi guna mewujudkan Pembangunan Pelabuhan Marina Yacht di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pembangunan Marina Yacht yang sudah dimasukkan penganggarannya di Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019 mendatang.
“InsyaAllah usai MTQ yang dilaksanakan di Jemaja Timur, Komisi III DPRD Anambas akan ke Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi,” kata Yusli Ketua Komisi III DPRD KKA Kamis (15/3)
Hadirnya pelabuhan Marina sebagai tempat berlabuh kapal-kapal Yacht lanjut dia, dianggap penting sebagai pendukung pariwisata Anambas. Ini mengingat setiap tahunnya kabupaten yang terletak diberanda depan Indonesia tersebut menjadi rute Rally Sail yang menjadi agenda tahunan dari para pecinta kapal Yacht yang ada di seluruh dunia.
Karena belum memiliki pelabuhan sendiri, maka yang terlihat selama ini, kapal Yacht yang datang ke Anambas, semuanya berkumpul di sebelah pelantar Semen Panjang yang sudah berubah nama menjadi Selayang Pandang. “Setiap bulan April ada agenda rally Yacht dan Anambas menjadi salah satu titik labuh,” terangnya.
Pariwisata sendiri tambah Yusli, telah tertuang dalam prioritas utama dari visi misi pemerintah daerah. Mengingat Anambas memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat luar biasa baik itu wisata Pantai, bawah laut, pulau dan lainnya. Belum lagi seni budaya serta keramatamahan masyarakat yang ada, menjadi modal yang sangat berharga bagi majunya pariwisata Anambas.
Saat ini tinggal menggesa pembangunan infrastruktur pendukung. “Tinggal bagaimana memoles agar bisa tereksplorasi dengan baik dan maksimal sehingga mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) nantinya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman mengatakan pembangunan pelabuhan khusus Yacht sudah diusulkan. “Prosesnya masih lama karena baru usulan saja. Mengenai Design Enginering Detail (DED)-nya belum dibuat,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.
Lokasi yang diusulkan yakni di sekitar pusat perkantoran Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan. (sya)
Ratusan kardus mikol yang diamankan Kementrian Perdagagangan di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Bintan, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Kasus selundupan lima kontainer, 4 diantaranya milik Pelni yang diamankan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur di Pelabuhan Sei Kolak, Pelabuhan Pelindo di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (3/3) lalu diantaranya bermuatan 10 ribuan botol minuman beralkohol (mikol) tetap dilanjutkan.
Usai jumpa pers kasus tangkapan narkoba, siang kemarin, Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menyampaikan kepada awak media bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
Karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Itu lagi pendalaman, pengembangan dan penyelidikam lebih lanjut,” kata dia.
Jika sudah tiba waktunya untuk diekspos, Boy berjanji akan mengeksposnya. “Saya kasih tahu itu jika sudah waktunya untuk diekspos,” kata dia.
Kepada awak media, ia menyampaikan dalam penanganan kasus ini dirinya tidak sedikitpun berupaya menutup-nutup atau sampai tidak terbuka dalam kepada awak media. “Bukan berarti Kapolres menutup nutupi kasus ini atau tidak terbuka kepada teman teman,” kata dia.
Ketika dilempar pertanyaan sudah berapa saksi dan perkembangan terkini? Boy tersenyum sembari meninggalkan awak media. Salah seorang sumber kepada Batam Pos menyebutkan selain pengusaha hiburan malam Tanjungpinang berinisial MT alias AI diperiksa. Polisi pun telah memeriksa pegawai Kantor Pos Tanjungpinang inisial SW dan anak buahnya HR karena dugaan menyelundupkan barang produk nonsni ke Jakarta.
Kepala bidang usaha Pelni Tanjungpinang Putra dihubungi kemarin mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa penyewa kontainer milik Pelni. “Kita masih tunggu dari Polsek, karena kami belum tahu siapa pemilik barang,” kata dia.
Ia berharap kasus ini cepat selesai supaya kontainer milik Pelni segera dikembalikan dan bisa dipergunakan kembali. Sebelumnya kasus ini bermula saat pihak kepolisian menunda pemuatan lima kontainer ke kapal KM Doloronda di pelabuhan Kijang karena dicurigai bermuatan barang barang selundupan, Sabtu (3/3).
Usai Selasa (6/3) dipoliseline, Rabu (7/3) lima kontainer dipindahkan ke Mapolres Bintan. Kamis (8/3) dilakukan pembongkaran dan rampung pada Jumat (9/3). Dari pembongkaran itu ditemukan barang barang nonsni mulai kosmetik, sex toys, mainan anak anak, pakaian dan 10ribuan botol mikol dari 13 merek.(met)
batampos.co.id – Menyambut kalender pariwisata yang dihelat pemkab Natuna tahun ini, berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi salah satunya Lembaga Promosi Pariwisata Natuna (Lappan) Natuna.
Mereka akan menggelar lomba Jung pada bulan Mei mendatang. Sekaligus upaya melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi masyarakat Natuna dimasa silam.
Ketua Lappan Natuna, Zaharudin mengatakan, Jung merupakan perahu tanpa awak dengan ukuran mini. Ukuran panjang jung sekitar 40 hingga 50 centimeter dengan lebar sekitar 10 hingga 15 centimeter.
Perahu mini tersebut dilengkapi dengan layar setinggi 1 sampai 1,5 meter dan penyeimbang selebar 1 meter. Kemudian di bagian buritan terpasa moncong lancip sepanjang 1 meter.
“Kita sudah pastikan pada musim angin Timur Laut nanti perlombaan Jung digelar. Lokasinya di wilayah pantai Tanjung,” kata Zaharudin kemarin.
Menurutnya, tahap pertama perlombaan itu akan digelar di tingkat lokal. Dengan peserta dari beberapa Kecamatan di Pulau Bunguran. Hanya saja penontonnya bisa sja berskala internasional. Pada perlombaan itu kecepatan jung akan jadi penilaian utama.
“Berdasarkan hasil survie yang telah dirilis beberapa lembaga, Jung Natuna dinyatakan paling cepat di Asia. Kecepatannya bisa mencapai 40 knot. Jadi ninti bisa saja pagelaran itu dihadiri oleh pecinta Jung dari lintas negara,” ujar Deng.
Zaharudin mengatakan, pada masa kolonial (Belanda dan Jepang,red), lomba pacu Jung di Natuna merupakan salah satu ivent bergensi. Dengan itu Jung Natuna terkenal di Jepang hingga ke Belanda.
Seradu dan kaum kolonial tempo dulu menjadikan pagelaran ini sebagai ajang perjudian sehingga antusias pemain jung semakin tinggi dimasanya kolonial.
“Maka nanti pada acara itu kami akan melibatkan Muri untuk memberikan assisment pada semua sisi Jung Natuna. Kami berharap paling tidak sisi kecepatannya bisa masuk rekor Muri,” tandasnya.(arn)